Anda di halaman 1dari 16

REKAYASA IDE MANAJEMEN INDUSTRI

SELEKSI PENERIMAAN TENAGA KERJA(SDM)

DISUSUN OLEH :

NAMA : DEARDO W. LUMBANRAJA

NIM : 5153131005

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR
Pertama, puji syukur kita panjatkan khadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dimana atas
berkat dan anugrah penyertaannya sehingga Paper Rekayasa Ide ini dapat terselesaikan.
Judul dari Makalah ini adalah SELEKSI PENERIMAAN TENAGA KERJA (SDM).
Penulisan Makalah ini dimaksudkan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Manajemen
Industri.

Penulis tidak lupa berterima kasih pada semua pihak yang telah mendukung penulis
dalam menyusun Makalah ini, terutama kepada Dosen mata kuliah Manajemen Industri
maupun bagi saudara/i sekalian yang ikut ambil bagian dalam penyusunan Makalah ini.

Penulis menyadari sebagaimana sebagai manusia, penulis juga pasti mempunyai


kekurangan dan kelemahan dalam hal penyusunan Makalah ini baik dalam isi yang terlampir
maupun dalam hal kesalahan dalam pengetikan sehingga kritik dan saran pembaca sangat
dibutuhkan dalam memperbaiki Makalah ini. Akhir kata, penulis mengucapkan Terima
Kasih.

Medan, 27 Maret 2017

Penyusun.

1
Daftar Isi
KATA PENGANTAR..................................................................................................................i
Daftar Isi....................................................................................................................................ii
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang Permasalahan..........................................................................................1
1.2 Rumusan Permasalahan...................................................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan..............................................................................................................3
BAB II........................................................................................................................................4
KAJIAN PUSTAKA..................................................................................................................4
2.1 Definisi Seleksi................................................................................................................4
2.2 Proeses Dan Tahapan Seleksi...........................................................................................5
2.3 Sistem Seleksi Dan Efektif...............................................................................................6
2.4 Faktor Penting Yang Diperhatikan Dalam Seleksi...........................................................7
2.5 Jenis Jenis Seleksi.........................................................................................................8
2.6 Masalah Masalah Yang Ditemukan Dalam Seleksi.......................................................8
BAB III.......................................................................................................................................9
PEMBAHASAN(ISI).................................................................................................................9
3.1 Strategi untuk Lulus Seleksi Tenaga Kerja......................................................................9
3.2 Teknik Seleksi Tenaga Kerja..........................................................................................11
3.2.1Teknik seleksi menggunakan interview...................................................................11
3.2.2 Teknik seleksi menggunakan assessment center.....................................................11
BAB IV....................................................................................................................................12
PENUTUP................................................................................................................................12
4.1 Kesimpulan....................................................................................................................12
4.2 Saran...............................................................................................................................12
Daftar Pustaka..........................................................................................................................13

2
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Permasalahan
Menghadapi era globalisasi ini banyak orang yang meramalkan apa yang akan terjadi di
masa yang akan datang, dimana pada masa mendatang akan membawa tantangan dan
kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi oleh masyarakat dan negara yang sedang
membangun ini.

Walaupun masa mendatang membawa tantangan dan kesulitan, suatu perusahaan tetap
dituntut untuk efektif dalam pengelolaan perusahaannya, karena bila tidak demikian
perusahaan itu tidak dapat bersaing dengan perusahaan lain atau tidak dapat mengikuti
perubahan yang terjadi. Untuk menghadapi tantangan dan kesulitan tersebut maka aset
perusahaan yang paling berharga adalah sumber daya manusianya. Sumber daya manusia ini
berharga, bukan saja untuk tujuan perkembangan ekonomi, tetapi untuk segala aspek
perkembangan kehidupan.

Peranan dan tantangan manajemen sumber daya manusia terus berkembang dan
semakin hari semakin bertambah banyak, beraneka ragam, rumit, fleksibel dan penting
seiring dengan makin besarnya perusahaan, makin rumitnya tugas yang harus dikerjakan,
makin besarnya dampak lingkungan serta dinamikanya, makin luas dan besar keterpaduannya
dengan lingkungan dan makin besar ketidakpastian yang harus dihadapi perusahaan.

Pada saat ini pentingnya peranan manajemen sumber daya manusia tercermin dari
kebijaksanaan perusahaan untuk mengatur sumber daya manusianya. Sehingga dapat
berperan besar dalam bekerja sama dan mendukung strategi perusahaan.

Proses untuk mendapatkan, menyeleksi, dan menempatkan tenaga kerja telah


menempati peran yang terpenting bagi perusahaan. Faktor manusia pada kenyataannya tidak
dapat disangkal lagi dan telah disadari merupakan faktor penentu bila dibanding dengan
segala alat pelengkap seperti uang, mesin dan sebagainya didalam usaha-usaha perusahaan
untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu,tenaga kerja yang cakap adalah salah satu faktor
penting bagi negara-negara yang sedang berkembang dan kurangnya tenaga-tenaga yang
cakap akan menghambat perkembangan tersebut.

1
Setiap bentuk organisasi atau perusahaan apapun bentuknya akan membutuhkan orang-
orang dalam melaksanakan setiap fungsi kegiatan yang ada didalam suatu organisasi atau
perusahaan tersebut. Didalam organisasi perusahaan, kebutuhan akan orang-orang sangatlah
penting karena menyangkut masalah maju mundurnya perusahaan.

Oleh sebab itu, seleksi tenaga kerja diperlukan untuk melanjutkan tujuan organisasi
seperti kelangsungan hidup, pertumbuhan atau keuntungan. Seleksi tenga kerja dimaksudkan
untuk memilih tenaga kerja cakap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi di
masa sekarang dan yang akan datang. Seleksi tenaga kerja juga memberikan sarana untuk
mencapai tujuan manajemen sumber daya manusia yang ditentukan dalam perencanaan
sumber daya manusia.

Oleh karena itu, semua kebutuhan tenaga kerja harus diketahui secara dini oleh
pemimpin perusahaan, sehingga seleksi tenaga kerja mampu menyediakan kebutuhan tenaga
kerja terhadap lowongan-lowongan jabatan yang disebabkan oleh perpindahan, adanya
jabatan-jabatan baru dan jabatan-jabatan yang kosong. Proses seleksi dilaksanakan dengan
mencari calon karyawan yang memiliki kemampuan intelejensia yang tinggi, dan tekad yang
kuat dalam melaksanakan pekerjaan. Upaya-upaya peningkatan keterampilan dan
kemampuan karyawan dilakukan oleh perusahaan melalui pengembangan dan pelatihan kerja,
guna menciptakan karyawan yang memiliki etos kerja serta prestasi kerja yang tinggi.

dimana pada saat ini seluruh produk dipasarkan ke kota-kota di Indonesia dan
perusahaan ini termasuk dalam perusahaan yang cukup besar yang membutuhkan keahlian
sumber daya manusia yang tinggi serta berkualitas, dimana hal tersebut harus diatasi oleh
tenaga kerja yang tingkat kemampuannya tinggi atau kreatif dalam menjalankan perusahaan.
Untuk itu perusahaan membutuhkan tenaga kerja dan sumber daya manusia yang tangguh dan
berkualitas, karena hal tersebut merupakan faktor penting bagi perusahaan dalam menerapkan
strateginya guna mencapai tujuan perusahaan.

Pada akhirnya, strategi seleksi yang turut mempertimbangkan kecocokan antara


individu dengan perusahaan, disamping faktor pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan
yang dimiliki oleh calon karyawan akan memberikan hasil yang positif bagi perusahaan.
Semakin efektif proses seleksi, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan pegawai
yang tepat bagi perusahaan. Selain itu, seleksi yang efektif akan berpengaruh langsung pada
prestasi kerja karyawan dan kinerja finansial perusahaan. Dengan demikian maka

2
pengembangan dan perencanaan system seleksi merupakan hal penting untuk dilaksanakan
setiap perusahaan supaya proses yang berlangsung cukup lama dan memakan biaya tersebut
tidak sia-sia.

1.2 Rumusan Permasalahan


Adapun rumusan masalah yang akan di rekayasa didalam Makalah ini adalah :

1. Bagaimana pendekatan yang harus dilakukan dalam proses seleksi

2. Teknik-teknik yang di pergunakan dalam penyeleksian tenaga kerja

1.3 Tujuan Penulisan


Makalah ini dibuat untuk melengkapi tugas mata kuliah Manajemen Industri dan
semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan serta memacu timbulnya ide-ide kreatif
baru kepada para pembaca sekalian, dimana ide-ide tersebut dapat digunakan atau diterapkan
menjadi suatu terobosan baru yang kiranya memperbaiki sistem seleksi tenaga kerja yang
kurang efektif yang telah ada sebelumnya.

3
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Definisi Seleksi

Pengertian seleksi menurut para ahli:

Menurut Veithzal Rivai (2008), seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang
dilakukan setelah proses rekrutmen seleksi dilaksanakan. Hal ini berarti telah
terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana
yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan. Proses pemilihan
ini yang dinamakan seleksi.

Menurut Agus Sunyoto (2008) proses seleksi adalah usaha menjaring dari mereka
yang dianggap nantinya bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang ditawarkan,
mereka dianggap dapat memperlihatkan unjuk kerja yang diharapkan oleh para
pimpinan organisasi

Menurut Mathis dan Jackson (2006) Seleksi adalah proses pemilihan orang-orang
yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan pekerjaan di
sebuah organisasi.

Menurut Andrew E. Sikula dalam Anwar Prabu Mangkunegara (2002) pengertian


seleksi bahwa :Selecting is choosing. Any alection is a collection of things chosen.
The selection process involves picking out by preference some objects or things from
among others. In reference to staffing and employment, selection refers specifically to
the deciation to hire a limited number of workers from a group of potential
employees.(Penyeleksian adalah pemilihan. Menyelidiki merupakan suatu
pengumpulan dari suatu pilihan. Proses seleksi melibatkan pilihan dari berbagai objek
dengan mengutamakan beberapa objek saja yang dipilih. Dalam pegawaian, seleksi
lebih secara khusus mengambil keputusan dengan membatasi jumlah pegawai yang
dapat dikontrakkerjakan dari pilihan sekelompok calon-calon pegawai yang
berpotensi).

4
Seleksi menurut Mondy Noe (2005:162) yaitu proses pemilihan dari sekelompok
pelamar individu yang paling cocok untuk posisi tertentu dalam sebuah organisasi.
Menurut Umar (2005), seleksi merupakan usaha yang sistematis yang dilakukan guna
lebih menjamin bahwa mereka yang diterima adalah mereka yang dianggap paling
tepat dengan kriteria yang telah ditetapkan serta jumlah yang dibutuhkan.
Menurut Siagian (2006), bahwa proses seleksi pegawai merupakan salahsatu bagian
yang teramat penting dalam keseluruhan proses manajemen sumberdaya manusia.
Proses seleksi terdiri dari berbagai langkah spesifik yang diambiluntuk memutuskan
pelamar mana yang akan diterima dan pelamar mana yangakan ditolak.

2.2 Proeses Dan Tahapan Seleksi


Menurut Siagian (2006), bahwa setiap perekrut tenaga kerja yang mempunyai rasa
tanggung jawab secara profesional dapat dipastikan ingin dan berusaha agar melalui
proses seleksi yang dilakukannya diperoleh tenaga kerjayang paling memenuhi syarat
untuk mengisi lowongan yang tersedia. Agar sasaran seperti itu tercapai, proses
seleksi menggabungkan dua hal, yaitu yang berkaitan langsung dengan pekerjaan
yang akan dilakukan apabila lamaran seseorang diterima dan faktor-faktor lain yang
meskipun tidak langsung berkaitandengan pekerjaannya kelak, akan tetapi
memberikan gambaran yang lebih akurattentang diri pelamar yang bersangkutan.
Menurut Mangkuprawira (2003), proses penyeleksian bekerja sama dengan elemen-
elemen, yaitu tujuan atau sasaran perusahaan, rancangan pekerjaan, dan penilaian
kinerja, seperti halnya juga pada rekrutmen dan seleksi.
Elemen-elemen tersebut yaitu: Elemen pertama dalam proses penyeleksian harus
termasuk kebijakan umum perusahaan dalam menyewa karyawan. Manajer dapat
mempekerjakan orang terbaik untuk pekerjaan-pekerjaan khusus dengan gaji dan
manfaat yang tinggi atau relatif dengan pembayaran gaji dan upah yang rendah,tanpa
mempedulikan derajat perputaran karyawan atau ketidakpuasan tentangupah, manfaat,
dan kondisi kerja. Pengambil keputusan harus menentukanbagaimana para karyawan
merasa cocok dalam kerangka menyeluruh dariperusahaan dan harus pula
mengembangkan hubungan antar karyawan dalamperusahaan.
Elemen kedua, rancangan pekerjaan, menentukan apa tugas dankewajiban tiap
pekerjaan. Bagaimana upaya memotivasi atau pengulangan tiappekerjaan menjadi
pengaruh yang besar terhadap kinerja karyawan bersangkutan.Kinerja tersebut akan
dipengaruhi oleh kemampuan dan motivasi mereka.Rancangan berpengaruh besar
pada dua faktor tersebut.

5
Elemen ketiga merupakan cara mengukur keberhasilan suatu pekerjaan.Penerimaan
karyawan yang berhasil akan menentukan jenis calon karyawanseperti apa
yang sebaiknya direkrut dan diseleksi.
Elemen ke empat merupakan spesifikasi pekerjaan yang menspesifikasi ciri sifat,
keahlian dan latar belakangindividu yang harus dimiliki untuk mengkualifikasi
pekerjaan.
Secara singkat penjelasan tahapan-tahapan seleksi adalah sebagai berikut:
i. Surat Rekomendasi
Pada umumnya surat rekomendasi tidak berkaitan dgn kinerja pekerjaankarena
semuanya mengandung pujian positif, yang perlu diperhaitkanbagaimana isi
rekomendasi yang terutama tentang sifat-sifat orang yangdirekomendasikan sebagai
bahan pertimbangan evaluasi.
ii. Format lamaran
Perlunya format lamaran adalah untuk mempermudah penyeleksimendapatkan
informasi atau data yang lengkap dari calon staf dan pengajar,dimana format ini
sebagai alat screening untuk menentukan pelamar dalammemenuhi spesifikasi
pekerjaan yang minimal dan secara khusus meminta informasi tentang pekerjaan yang
pernah dialami pelamar dan status pekerjaanyang sekarang.
iii. Tes Kemampuan
Tes kemampuan adalah alat-alat yang menilai kesesuaian antara para
pelamardengan syarat-syarat pekerjaan. Pada tahap ini dilakukan penilaian
terhadappara pelamar dengan syarat yang telah ditetapkan. Tes ini ditujukan
untuk mendapat tenaga kerja yang sesuai dengan harapan perusahaan. Tes ini
untuk mengukur tingkat kecerdasan, kepribadian, minat, bakat, prestasi danberfungsi
untuk meramal berhasil tidaknya pelamar dalam melaksanakanpekerjaan, reaksi,
kepandaian dan potensi.Selain tahap-tahap tersebut juga terdapat beberapa tahap yang
lain yaitu ; tes potensial akademik, tes kepribadian, tes pisikologi, wawancara,
evaluasi kesehatan, serta keputusan penerimaan.

2.3 Sistem Seleksi Dan Efektif


Menurut Rivai (2006), dalam hal ini perlu disadari bahwa proses seleksikaryawan
baru merupakan kegiatan penting bagi perusahaan maupun bagi calonstaf dan
pengajar itu sendiri. Mempertahankan atau pun mengembangkan suatusistem seleksi
yang menghasilkan staf dan pengajar produktif dan mencaripeluang untuk
meningkatkan cara kerjanya sangat penting untuk keberhasilanperusahaan. Sistem
seleksi yang efektif pada dasarnya memliki tiga sasaran, yaitu :

6
1. Keakuratan, artinya kemampuan dari proses seleksi untuk secara tepat
dapatmemprediksi kinerja pelamar. Pernyataan berikut ini mungkin
dapatdipertimbangkan ketika melakukan seleksi, seperti apa kelemahan dari:
Instruktur yang kurang menguasai materi, Proses seleksi yang tidak dapat
memprediksi kinerja pelamar di tempatkerja, Perhitungan dengan
menggunakan komputer yang menghasilkan jawaban yang salah.
2. Keadilan, artinya memberikan jaminan bahwa setiap pelamar yang memenuhi
persyaratan diberikan kesempatan yang sama didalam sistem seleksi. Sistem
seleksi yang adil jika: Didasarkan pada persyaratan-persyaratan yang
dijalankan secara konsisten, Menggunakan standar penerimaan yang sama
untuk semua pelamar, Menyaring pelamar berdasarkan pertimbangan-
pertimbangan yang hanya berkaitan dengan pekerjaan saja.
3. Keyakinan, artinya taraf orang-orang yang terlibat dalam proses seleksi yakin
akan manfaat yang diperoleh. Pewawancara dan calon meyakini akan suatu
sistem seleksi apabila: Selama proses seleksi pelamar dan pewawancara
menggunakan waktu dengan efektif dan baik, Setiap orang memperoleh
manfaat dengan mengikuti proses seleksi terlepas dari keputusan penerimaan
staf dan pengajar yang diambil, Citra perusahaan dan harga diri para pelamar
tetap terjaga.

2.4 Faktor Penting Yang Diperhatikan Dalam Seleksi


Menurut Rivai (2006), perusahaan semakin dituntut untuk mencapaisemua sasaran
yang diinginkan oleh manajemen. Sementara itu, staf dan pengajarsemakin sering
berpindah perusahaan dan karir, untuk mendapatkan predikat staf dan pengajar yang
ideal dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan ekonomi danpribadinya, sehingga
perusahaan membutuhkan proses seleksi yang efektif agardapat mengidentifikasi
siapa yang mampu dan mau melaksanakan suatu pekerjaanselama jangka waktu
tertentu.
Tanpa sistem seleksi yang efektif, perusahaan akan menaggung resiko, antara
lain: Satu Peningkatan biaya, sebagai akibat kesalahan ketika penerimaan staf
danpengajar akan menimbulkan inefisiensi dengan membengkaknya
biaya. Dua Motivasi staf dan pengajar yang rendah. Tiga Kualitas pelayanan yang
rendah atau menurun yang dirasakan oleh pelanggan. Empat Kurangnya upaya
manajer atau supervisor dalam membimbing bawahannyamaupun inisiatif untuk

7
kemajuan perusahaan, karena terpaksa berkonsentrasipada pengisian lowongan yang
tidak diharapkan.

2.5 Jenis Jenis Seleksi


Menurut Rivai (2006), seleksi merupakan proses untuk mencocokkanorang-orang
dengan kualifikasi yang mereka miliki, jenis-jenis seleksi:
1. Seleksi Administrasi, Seleksi administrasi yaitu seleksi berupa surat-surat
yang dimilliki pelamaruntuk menentukan apakah sudah sesuai dengan
persyaratan yang dimintaorganisasi perusahaan, antara lain: Ijazah, Riwayat
hidup, domisili atau keberadaan status yang bersangkutan, sutar lamaran,
sertifikasi keahlian, pas foto, copy identitas, pengalaman kerja, umur, jenis
kelamin, status perkawinan, surat keterangan sehat dari dokter, akte kelahiran.
2. Seleksi secara tertulis, dimana meliputi : Tes kecerdasan, tes kepribadian, tes
bakat, tes minat dan prestasi.
3. Seleksi tidak tertulis dimana meliputi : wawancara, praktek,serta kesehatan
atau medis.

2.6 Masalah Masalah Yang Ditemukan Dalam Seleksi


Menurut Rivai (2006), untuk mencapai ketiga sasaran, yaitu keakuratan,keadilan dan
keyakinan sangat tergantung pada kemampuan pewawancara untuk mengatasi
masalah-masalah seleksi berikut ini:
1. Banyak pewawancara mengabaikan informasi penting pewawancara hanyaf
okus pada sebagian kecil informasi yang utama tentang keberhasilanpekerjaan,
sehingga melalaikan sebagian informasi lainnya. Oleh karena itu,pewawancara
kurang dapat mengembangkan pelamar secara lengkap.
2. Pewawancara terkadang mengabaikan motivasi dan kesesuaian dengan
kebutuhan perusahaan. Pewawancara terlalu fokus pada aspek-
aspek keterampilan dari pekerjaan dan akhirnya melupakan hal-hal yang
mungkin disukai dan tidak disukai oleh pelamar. Kegagalan dalam
menemukan motivasi dapat berakibat pada kinerja staf dan pengajar yang
buruk dan mungkin pula akan terjadi pengunduran diri dini ketika sudah
menjadi staf dan pengajar.

8
BAB III

PEMBAHASAN(ISI)

3.1 Strategi untuk Lulus Seleksi Tenaga Kerja


Pencarian lapangan kerja akhir-akhir ini cukup sulit karena terbatasnya lapangan kerja
dan banyaknya pencari kerja dalam waktu yang bersamaan.Tak heran bila mereka yang
mampu bersaing dan menunjukkan kompetensinya adalah mereka yang dipilih untuk
bekerja.Banyak perusahaan swasta dan negeri mengajukan syarat khusus untuk para bakal
calon karyawan mereka. Sehingga sebagai pencari kerja harus jeli dan pandai menonjolkan
kemampuannya agar dilirik calon perusahaan atau tempat pekerjaan tersebut.Maka tak
dipungkiri jika para pencari kerja dekat dengan istilah seleksi karyawan. Seleksi karyawan
ditujukan bagi mereka untuk mencari calon pekerja yang paling pas dan tepat dengan
kebutuhan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan tersebut.

Seleksi artinya memproses dan memilih semua calon karyawan yang mengajukan
lamaran untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.Proses seleksi karyawan biasanya
dilakukan bertahap. Apa saja yang dilakukan para calon karyawan sebelum mengikuti seleksi
karyawan itu, antara lain:

Mempersiapkan berkas-berkas lamaran untuk diberikan pada perusahaan yang bersangkutan,


yaitu surat lamaran kerja, curriculum vitae atau daftar riwayat hidup, fotokopi KTP (kartu
tanda penduduk), fotokopi ijazah terakhir dan nilai ijazahnya jika diperlukan, surat referensi
kerja jika dulu pernah bekerja di perusahaan tertentu

1. Mengirimkan berkas lamaran kerja tersebut ke perusahaan, bisa lewat pos, datang
langsung (biasanya jika perusahaan mensyaratkan untuk interview langsung), atau
yang sekarang sedang tren bisa melalui surat elektronik (e-mail). Ada pula yang
bergabung dengan agen atau biro pencari kerja, bisa pula langsung menitipkan
kualifikasi mereka di situs pencari kerja tersebut sehingga ketika ada lamaran kerja
yang cocok, bisa dipilih dan langsung didaftarkan
2. Mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi karyawan, jadi dalam masa tunggu
tersebut sang calon karyawan bisa mempelajari beragam hal yang diperlukan sebelum
mengikuti seleksi. Contohnya seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) yang
sekarang mengunakan cara komputerisasi dengan ujian langsung via modul di
komputer. Mereka bisa coba mencari atau belajar tes cpns tersebut yang sudah banyak
disediakan bukunya di beragam toko buku atau bisa melalui internet pula.
9
Dalam proses seleksi karyawan, banyak hal yang dilakukan perusahaan tersebut.
Misalnya melakukan wawancara khusus atau tatap muka, mengadakan psikotest untuk
memahami sang calon karyawan atau melihat berkas lamaran si pencari kerja.Jika cocok atau
lulus tes dan wawancara mulailah mereka diberi kesempatan untuk bersaing dan bekerja di
perusahaan tersebut.

Lalu apa saja alasan suatu perusahaan mengadakan proses seleksi karyawan sebelum
menerima mereka? Ada beberapa hal yang mendasari:

1. untuk mengenal sejauh mana calon karyawannya itu secara mental dan keilmuan,
apakah cocok dengan kriteria yang dicari perusahaan
2. untuk memperkenalkan juga fasilitas yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut
apakah memenuhi harapan dari si pencari kerjanya
3. untuk memaparkan bidang lingkup usaha perusahaan tersebut agar lebih dipahami
sang karyawan dan berikut deskripsi pekerjaannya

Sebagai pencari kerja apa saja yang harus disiapkan agar sukses dalam seleksi
karyawan? Berikut ini paparannya:

a. Pertama: anda harus memahami dulu latar belakang perusahaan yang sedang Anda
lamar, misalnya bergerak di bidang apa, sejarah dari perusahaan tersebut dan
sebagainya.Biasanya di era modern ini banyak perusahaan ternama memiliki
situs.Para calon karyawan bisa mencoba membaca dan mengenal lebih lanjut
perusahaan yang sedang mereka incar untuk mendapatkan pekerjaan itu.
b. Kedua: pastikan bahwa anda merasa cocok atau paling tidak percaya diri
mengajukan untuk bekerja di perusahaan tersebut. Meski agak sulit mencari
pekerjaan yang bidangnya sesuai dengan ilmu yang anda pelajari di perguruan
tinggi atau lembaga sekolah terakhir menuntut ilmu, jangan sampai anda buta sekali
mengenai ruang lingkup pekerjaan yang sedang anda lamar. Paling tidak anda
paham dan merasa siap untuk mempelajari lebih lanjut tentang job descriptionnya.
c. Ketiga: bersiaplah untuk menampilkan yang terbaik dalam diri anda ketika proses
seleksi karyawan berlangsung. Misalnya ketika mengikuti psikotes dan tes ujian
tertulis lainnya, tenangkan diri dan lakukan yang terbaik dalam menjawab soal
tersebut. Atau ketika akan menjalani wawancara perhatikan penampilan anda dan
cara menjual kompetensi yang ada dalam diri.

10
3.2 Teknik Seleksi Tenaga Kerja
3.2.1Teknik seleksi menggunakan interview
Interview atau wawancara lazim digunakan dalam proses seleksi calon pegawai atau
karyawan. Interview atau wawancara bagaimana pun juga memiliki kelemahan, antara lain
menurut Drs.Manullang adalah sebagai berikut.
1. Subyektivitas pewawancara,
2. Cara mengajukan pertanyaan,
3. Pengaruh halo.
Terdapat suatu gagasan untuk melenyapkan kelemahan-kelemahan tersebut, seperti
yang dikemukakan oleh Mc Merry anatara lain:
1. Orang yang bertugas menginterview bekerja atas dasar kualifikasi definitif.
2. Orang yang bertugas menginterview mengetahui pertanyaan yang diajukannya
kepada pelamar dan telah disusun terlebih dahulu dengan kata-kata yang mudah
dimengerti.
3. Orang yang bertugas menginterview telah mendapat pelatihan dalam teknik
menginterview.
4. Orang yang bertugas menginterview sudah mendapatkan data-data mengenai diri
pelamar terlebih dahulu, baik melalui telepon maupun dari laporan-laporan tertentu.

3.2.2 Teknik seleksi menggunakan assessment center


Merupakan suatu proses penilaian (rating) yang dinilai sophiscated, yang isinya
diarahkan sedemikian rupa sehingga kita dapat meminimalisasikan timbulnya
penyimpangan/bias yang sangat mungkin terjadi. Sehingga dapat dipastikan kandidat tenaga
kerja yang terlibat dalam proses penilaian tersebut memperoleh suatu kesempatan yang sama
untuk memunculkan potensi.
Program assessment center yang didasarkan pada pendekatan multiple merupakan
pendekatan yang fleksibel, dalam arti bias diterapkan pada beberapa organisasi tergantung
pada kebutuhannya.

11
BAB IV

PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Seleksi maksudnya pemilihan tenaga kerja yang sudah tersedia. Seleksi pada dasarnya
bertujuan untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan memiliki kualifikasi
yang sesuai dengan deskrifsi pekerjaan yang ada atau sesuai dengan kebutuhan
organisasi/perusahaan.

Beberapa kualifikasi berikut ini menjadi dasar dalam proses seleksi, yaitu Keahlian,
Pengalaman, Usia, Jenis kelamin, Pendidikan, Kondisi fisik, Tampang, Bakat, Temperamen,
dan Karakter.

Ada beberapa cara seleksi dalam mengadakan pemilihan tersebut menurut Drs.Manullang
yaitu sebagai berikut.

a) Seleksi ilmiah,

b) Seleksi non ilmiah.

Ada dua cara dalam teknik seleksi, yaitu:

a) Teknik seleksi menggunakan interview,

b) Teknik seleksi menggunakan assessment center.

4.2 Saran

Penulis bersedia menerima kritik dan saran yang positif dari pembaca. Penulis akan
menerima kritik dan saran tersebut sebagai bahan pertimbangan yang memperbaiki makalah
ini di kemudian hari. Semoga makalah berikutnya dapat penulis selesaikan dengan hasil yang
lebih baik lagi.

12
Daftar Pustaka
1.Ivancevich, J.M. (2007), Human Recourse Management, Singapore: McGraw-Hill

2.Mondy, Wayne R. & Noe, Robert, M. (2005). Human Resource Management. New Jersey.
Pearson Education..

3.Noe, Hollenbeck, Gerhard, Wright, (2007), Fundamentals of Human Resource


Management, New York: McGraw-Hill

4. http://isfaisfaxnewss.blogspot.co.id/2016/08/makalah-seleksi-tenaga-kerja.html

5. https://mayaratih91.wordpress.com/2014/05/12/makalah-seleksi-karyawan/

13

Anda mungkin juga menyukai