Anda di halaman 1dari 3

ANATOMI GINJAL

Ginjal

Nefron

Pedoman Manajemen Untuk Memperbaiki Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronik

1
Eritropoietin

Dosis permulaan : 50150 units/kg/minggu IV atau SC (1, 2, atau 3 kali/minggu)

Target Hb : 11-12 gr%

Tingkat koreksi optimal : Peningkatan Hb 1-2 gr% periode selama 4 minggu

Darbopoietin alfa

Dosis permulaan : 0.45 mcg/kg diberikan IV tunggal atau injeksi SC 1X/minggu

0.75 mcg/kg diberikan IV tunggal atau injeksi SC 1X/2 minggu

Target Hb : 12 gr%

Tingkat koreksi optimal : Peningkatan Hb 1-2 gr% periode selama 4 minggu

Zat Besi

1. Monitor kadar zat besi dari saturasi transferin (TSat) dan serum ferritin

2. Jika pasien kekurangan zat besi (TSat <20% ; serum feritin <100 mcg/L), beri zat besi 50 100
mg IV 2X/minggu selama 5 minggu, jika indeks zat besi masih rendah, ulangi

3. Jika indeks zat besi normal,Hb masih tidak mencukupi, berikan zat besi seperti yang di uraikan
diatas, monitor Hb, TSat, dan ferritin

4. Tahan terapi zat besi saat TSat >50% dan/atau ferritin >800mcg/L

2
Fungsi Utama Ginjal :
1. Fungsi ekskresi
a. Mempertahankan osmolalitas plasma sekitar 285 mOsmol dengan
mengubah ekskresi air.
b. Mempertahankan volume ECF dan tekanan darah dengan mengubah-ubah
ekresi Na+.
c. Mempertahankan konsentrasi plasma masing-masing elektrolit individu
dalam rentang normal.
d. Mempertahankan pH plasma sekitar 7,4 dengan mengeluarkan kelebihan H+
dan membentuk kembali HCO3-.
e. Mengekresikan produk akhir nitrogen dari metabolisme protein (terutama
urea, asam urat,dan kreatinin).
f. Bekerja sebagai jalur ekskretori untuk sebagian besar obat.

Fungsi sekresi
a. Menyintesis dan mengaktifkan hormon.
b. Renin : penting dalam pengaturan tekanan darah.
c. Eritropoetin : merangsang produksi sel darah merah oleh sumsum tulang.
d. 1,25 dihidroksivitamin D3 : hidroksilasi akhir vitamin D3 menjadi bentuk
paling kuat.
e. Prostaglandin : sebagian besar adalah vasodilator, bekerja secara lokal, dan
melindungi dari kerusakan iskemik ginjal.
f. Degradasi hormon polipeptida.
Insulin, glukagon, parathormon, prolaktin, hormon pertumbuhan, ADH, dan
hormone gastrointestinal (gastrin,polipeptida intestinal vasoaktif ).