Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS PERGERAKAN ANATOMI TUBUH PADA ILLINOIS

AGILITY RUN TEST

Anjar Miko Prasetyo, Gilang Septiyan Pratama, M. Idris Efendi, Muhlisin,


San San Nova Erlana Putri, Tulus Kurniawan

Universitas Negeri Malang

Abstrak

Agility (kelincahan) adalah kemampuan untuk mempertahankan


posisi tubuh dengan cepat serta mengubah arah dalam pola yang
efisien dan efektif tanpa kehilangan keseimbangan, kontrol tubuh,
kekuatan, koordinasi, dan kecepatan. Dalam olahraga, salah satu tes
yang bisa digunakan untuk mengukur agility adalah tes Illinois
agility (IAT / Illinois Agility Test). Saat melakukan gerakan
Illinois Agility Run Test, seluruh bagian tubuh seperti otot,
persendian, dan saraf saling berkontraksi sehingga dapat
menyebabkan terjadinya suatu gerakan. Pada bagian-bagian
tertentu otot, sendi, dan saraf memilliki nama dan peranannya
masing-masing untuk menggerakkan suatu rangka. Tanpa adanya
ketiga komponen tersebut maka tulang tidak dapat bergerak.

Kata Kunci: Illinois Agility Test, Macam-macam Persendian,


Macam-macam Otot, Macam-macam Saraf.

Abstract

Agility is the ability to maintain body position quickly and change


directions in a pattern that efficiently and effectively without losing
balance , body control ,strength , coordination , and speed. In sports
, one of the tests that can be used to measure the agility is the
Illinois agility test ( IAT / Illinois Agility Test). When the motion
Illinois Agility Run Test , all parts of the body such as muscles,
ligaments , and nerves to contract with each other so as to cause a
movement. In certain parts of the muscles , joints , and nervous
memilliki names and their respective roles to drive an order . In the
absence of these three components , the bone can not move.

Keywords: Illinois Agility Test , Joints , Muscles, Nerves .


Agility merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh
dengan cepat serta mengubah arah dalam pola yang efisien dan efektif tanpa
kehilangan keseimbangan, kontrol tubuh, kekuatan, koordinasi, dan kecepatan.
Agilty atau kelincahan tersebut berkaitan dengan tingkat kelentukan, tanpa
kelentukan yang baik, atlit tidak dapat bergerak dengan lincah. Selain itu, faktor
keseimbangan sangat berpengaruh terhadap kelincahan atlit. Salah satu test yang
akan dibahas dalam artikel berikut adalah Tes Illinois Agility (IAT/Illinois Agility
Test).
Illinois Agility Test merupakan tes yang melibatkan kemampuan gerak lari
yang teratur dan kemampuan perpindahan langkah kaki menghindari cone yang
telah disediakan. Yang membedakan tes Illinois agiity dengan tes kelincahan lain
adalah jumlah cone yang dipakai dan rute lari yang berbeda. Bila tes kelincahan
lain dilakukan dengan start berdiri, maka start Illinois Agility Test dimulai dengan
sikap tubuh tengkurap seperti melakukan gerakan push up.

Saat tubuh melakukan gerakan lari, sistem didalam tubuh yang berperan
untuk menggerakkan rangka tubuh sehingga terjadi gerakan adalah koordinasi
oleh berbagai macam persendian, otot, dan saraf. Dengan letak dan fungsi yang
berbeda ketiga komposisi tersebut memiiki peranan tersendiri dalam
menggerakkan bagian tubuh. Saraf berguna sebagai penerima dan penerus
informasi yang mengirimkan informasi tersebut sehingga otot dapat berkontraksi.
Berkontraksinya otot inilah yang dapat menggerakkan persendian. Sehingga tubuh
dapat bergerak sebagaimana mestinya.

Metode

Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah menganalisa dan


mengumpulkan data-data berdasarkan analisis kuantitatif yang berupa ukuran-
ukuran gerak, sudut, jarak saat melakukan Illinois Agility Test. Dalam setiap
gerakan langkah kaki memiliki sudut yang berbeda saat melakukan gerakan
awalan, melayang, dan pendaratannya. Gerakan tambahan seperti gerakan ayunan
tangan serta keseimbangan badan sangan berpengaruh terhadap gerakan lari saat
melkukan gerakan Illinois Agility Test. Jadi, dari penjelassan tersebut dapat
diketahui bahwa gerakan lari dalam Illinois agility Test memiliki ukuran-ukuran
tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Hasil dan Pembahasan

Illinois agility run test adalah salah satu dari beberapa tes kelincahan yang
memfokuskan kelincahan dan ketepatan perpindahan kaki saat melewati cone-
cone yang telah disusun. Pada artikel ini bertujuan untuk menganalisis tentang
biomekanika pada gerakan atlit saat berlari, tes tersebut bertujuan untuk mengukur
agility (kelincahan) atlit dan sebagai alat ukur untuk melihat perkembangan
ketahanan fisik atlit. Untuk melakukan tes ini, diperlukan: (1) Area lapangan yang
luasnya 400 meter, (2) 8 buah cone, (3) Stopwatch.

Prosedur pelaksanaan dari Illinois Agility Tes adalah (1) Tandai area
lapangan dengan luas 10 x 5 meter, kemudian letakkan 4 cone pada setiap ujung
lapangan. Ujung kiri lapangan yang terdapat sebuah cone diberi tanda start dan
ujung kanan lapangan yang terdapat sebuah cone diberi tanda finish. (2) Letakkan
4 cone lainnya pada area pertengahan lapangan, dan setiap cone jaraknya 3,3
meter. (3) Orang coba mulai berdiri di depan cone start, kemudian asisten
menjelaskan jalur lari yang harus dilakukan sampai finish. (4) Pada saat asisten
memberi aba-aba go maka orang coba harus lari secepat mungkin mengikuti
jalur lari sampai finish, sementara asisten menjalankan stopwatch. (5) Selama lari,
orang coba tidak boleh menyentuh cone. (6) Waktu yang ditempuh sampai finish
dicatat dan dicocokkan dengan tabel Agility Run Ratings.

Untuk melakukan tes Illinois agility tubuh yang sangat berperan adalah
tubuh bagian pinggang sampai ujung kaki. Pada kaki terdapat saraf, otot dan
persendian yang berbeda sehingga menimbulkan fungsi yang berbeda juga dalam
menghasilkan gerakan. Otot kaki memiliki tiga tipe yang bekerja saat lari yaitu
primer, pendukung, dan tambahan.

Otot Primer
Bagian otot pada kaki yang termasuk ke dalam kategori otot primer dalam
mendukung aktifitas lari adalah musculus Quadriceps femoris, musculus
hamstring, musculus gluteus maximus, musculus illiopsoas, dan muscuus calves.
Musculus Quadriceps Femoris
Otot ini mencakup empat otot yang berasal dari lokasi yang berbeda tetapi
semua berbagi tendon paha depan, yang menyisipkan ke patela. Keempat bagian
otot dipersarafi oleh saraf femoral. Beberapa otot pada bagian depan paha yang
termasuk pada musculus Quadriceps Femoris yaitu M. rectus femoris, M. vastus
medialis, M. vastus lateralis, M. vastus intermedium. Rektus femoris membentuk
bagian tengah paha depan terletak di anterior rendah spina iliaka dan tepat di atas
acetabulum dari tulang pinggul. Vastus lateralis terletak di trokanter lebih besar
dan aspera linea femur. Vastus medialis adalah yang paling medial. Ini berasal di
intertrochanteric line dan linea aspera. Vastus intermedius yang ada di balik
femoris rektus. Ini berasal dari poros tulang paha.

Musculus Hamstring
Tiga otot paha posterior dikenal sebagai otot hamstring. Mereka
memperpanjang paha dari posisi tertekuk dan melenturkan kaki. (1)
Semimembranosus merupakan bagian medial dari tiga otot hamstring, otot ini
berasal dari tuberositas iskia dan menyisipkan pada kondilus medial tibia. Ini
berfungsi dengan semitendinosus untuk memperpanjang paha dan melenturkan
dan medial memutar kaki. Semimembranosus dipersarafi oleh bagian tibia dari
saraf sciatic. (2) Semitendinosus, Otot ini berasal dari tuberositas iskia dan
memasukkan ke bagian superior dari tibia medial. Semitendinosus dipersarafi oleh
bagian tibia saraf sciatic dan meluas paha dan flexes dan medial berputar kaki. (3)
Bisep femoris bagian lateral paha belakang, bisep femoris memiliki dua kepala:
panjang dan pendek. Kepala panjang berasal dari tuberositas iskia, dan kepala
pendek berasal pada aspera linea femur. Mereka memasukkan ke sisi lateral
fibula. Kepala panjang dipersarafi oleh bagian tibia dari saraf sciatic, dan kepala
pendek dipersarafi oleh bagian fibula saraf sciatic. Ini meluas paha dan flexes dan
lateral berputar kaki.

Musculus Gluteus Maximus

Gluteus maximus Ilium (posterior dari linea glutealis posterior),


permukaan posterior sacrum dan coccygeus, ligamentum sacrotuberosus. Traktus
iliotibialis yang masuk kedalam condylus lateralis tibia, sisanya masuk ke
tuberositas glutealis. Nervus glutealis inferior mengekstensi paha dan
membantunya untuk eksorotasi, memperkokoh paha dan membantunya untuk
bangun dari duduk.

Musculus Iliopsoas

Iliopsoas terdiri dari dua otot yang melenturkan paha. Salah satu otot,
utama psoas, juga penting untuk postur: (1) Psoas utama berasal pada toraks 12
dan lima vertebra lumbalis. Ini menyisipkan ke trokanter lebih rendah dari tulang
paha dan dipersarafi oleh tiga saraf tulang belakang lumbar. (2) Iliacus berasal
pada ligamen iliac crest, sakrum, dan sacroiliac. Ini menyisipkan ke tendon utama
psoas dan trokanter lebih rendah dari tulang paha. Ini dipersarafi oleh saraf
femoralis.

Musculus Calves

Musculus Gastrocnemius, yakni otot betis yang paling menonjol yang


letaknya ada di bagian belakang betis berbentuk seperti intan (diamond).
Tugasnya adalah untuk menggerakkan telapak kaki. Otot betis merupakan otot
yang paling bandel untuk dilatih. Akan tetapi tidak ada fisik yang lengkap tanpa
otot betis yang berkembang dengan baik. Musculus soleus terletak lebih profunda
daripada musculus gastrocnemius dan bertenaga besar. Fungsi utamanya adalah
fleksi plantar pada pergelangan kaki dan fiksasi tungkai pada kaki.

Otot Pendukung

Bagian otot kaki yang termasuk kategori Pendukung dalam berlari adalah:
(1) Otot biceps brachii yang berfungsi menggerakkan lengan sehingga membantu
membentuk keseimbangan tubuh saat berlari. (2) Musculus Abdomen yang
berfungsi untuk pergerakan pinggang.
Otot Tambahan

Sebagian dari otot-otot tubuh bagian lain yang dianggap membantu


aktifitas lari adalah (1) Otot intercostals eksternal membantu pernarikan napas dan
otot. (2) Otot intercostals internal: membantu pembuangan napas.

Saraf Yang Mempersarafi Kinerja Otot Saat Melakukan Illinois Agility Test

Femoral Nerve

Saraf ini merupakan bagian dari pleksus lumbalis. Saraf femoralis


memberikan sensasi ke anterior (depan) paha. Otot ini menginervasi di paha
anterior yang memungkinkan lutut untuk memperpanjang.

Lateral Femoral

Saraf ini merupakan bagian dari jaringan saraf lumbal pleksus. Saraf
lateral femoralis memberikan sensasi ke sisi anterior dan lateral paha.

Saraf tibialis

Saraf ini merupakan cabang dari saraf siatik dan memberikan sensasi ke
bagian bawah kaki. Otot ini menginervasi betis yang memungkinkan kaki dan
jari-jari kaki untuk melenturkan (plantar fleksi).

Saraf ulnaris

Saraf ini merupakan cabang dari tali sarat medial pleksus brakialis. Saraf
ulnaris memberikan sensasi setengah dari jari 4 dan seluruh jari 5. Otot-otot ini
menginervasi di lengan bawah dan tangan yang memungkinkan pergelangan
tangan dan jari untuk melenturkan (fleksi) dan kontrol jari.

Daftar Pustaka
Homoud M. 2015. Relationships Betwee N Illinois Agility Test And Reaction
Time In Male Athletes. The Swedish Journal of Scientific Research ISSN:
2001-9211 2(3)
Robert G. Lockie., dkk. 2013. Reliability and Validity of a New Test of Change-
of-Direction Speed for FieldBased Sports: the Change-of-Direction and
Acceleration Test (CODAT). Journal of Sports Science and Medicine 12 :
88-96
Michele A., dkk. 2013. Comparison of three agility tests with male
servicemembers: Edgren Side Step Test, T-Test, and Illinois Agility Test.
JRRD, 50(7): 951-960
Pavol Horika., dkk. 2014. The relationship between speed factors and agility in
sport games. Journal Of Human Sport & Exercise 9(1): 49-58
Kourosh G., dkk. 2010. Acute Effect Of Different Stretching Methods On Illinois
Agility Test In Soccer Players. Journal of Strength and Conditioning
Research 24(10): 2698-2704

zcan Saygn., dkk. 2015. Investigation of agility performance on 10-12 years


soccer players. International Journal of Human Sciences, 12(2): 1912-1917