Anda di halaman 1dari 2

LABORATORIUM GEOLOGI OPTIK LOKASI SATUAN

DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FT UGM Desa Bleboh, Kecamatan Jiken Batupasir gampingan
Pemeriksa : Ria Nur Andini No. Lokasi STA 39 Bagian
Jenis Batuan : Sedimen Mix-silisiklastik No. Peraga 13.63.039 Batupasir gampingan
Nama Lapangan : Batupasir Gampingan Nama Batuan: Allochemic sandstone (Mount,1985)

Nikol Sejajar ( Perbesaran 40x) Deskripsi Petrografi :

1 2 3 4 5 6 7 Sayatan tipis pada kenampakan nikol sejajar (//)


berwarna coklat muda kehijau hijauan dan pada
A
kenampakan nikol bersilang (X) berwarna hijau
B hitam kecoklatan . Pada kenampakan sayatan batuan
C terdiri dari komponen silisiklastik sebanyak 85% dan
komponen karbonat 15 %. Komponen silisiklastik
D terdiri dari butiran sebanyak 60% dan matrik
E sebanyak 15%. Ukuran butirannya berkisar antara
F 0,1mm-0,5mm sedangkan ukuran matrik <0,03mm.
Batuan memiliki tekstur grain supported, dengan
G sortasi baik, bentuk butir subrounded-rounded, kemas
Nikol Bersilang (Perbesaran 40x) terbuka, hubungan antar butir point contact jenis
porositas intracorpuscules. Komposisi fragmen terdiri
1 2 3 4 5 6 7 dari kuarsa, glaukonit, mineral opak dan fragmen
A foraminifera. Komposisi matrik berupa material
B karbonat berukuran pasir sangat halus-sedang.
Komposisi sparit berupa material karbonat berukuran
C lanau lempung.
D Deskripsi Komposisi :
E Fragmen :
1. Kuarsa (D4)
F Pada kenampakan nikol sejajar (//), kuarsa
G memiliki warna kuning kecoklat-coklatan,
ukuran mineral 0,1-0,5 mm, relief rendah,
Keping Gips (Perbesaran 40x) bentuk tabular euhedral, belahan dan pecahan t i
1 2 3 4 5 6 7 d a k t e r l i h a t , tidak ada pleokroisme,
transparan, inklusi ada (D4). Pada kenampakan
A
nikol bersilang (X), mineral ini memiliki warna
B interferensi abu-abu (orde 1), gelapan
C gelombang, tidak ada kembaran kelimpahannya
adalah 15 %.
D
2. Glaukonit (D1)
E Pada kenampakan nikol sejajar (//), mineral
memiliki warna hijau, ukuran mineral
1mm, relief sedang, bentuk tabular, belahan
dan pecahan t i d a k t e r l i h a t , pleokroisme
rendah, translusen, inklusi tidak ada. Pada
F
kenampakan nikol bersilang (X), mineral ini
memiliki warna interferensi hijau gelap (orde 2),
kelimpahannya adalah 52 %.
3. Fosil foraminifera (D7)
69
Pada kenampakan nikol sejajar (//) butiran
memiliki warna colorless- hijau ukuran fosil 0,5
mm -
1mm, relief sedang, bentuk bulat-elips, belahan
dan pecahan t i d a k a d a , tidak ada
pleokroisme, translusen. Pada kenampakan nikol
bersilang (X), fosil memiliki warna interferensi
hijau karena telah terisi oleh mineral glaukonit
(orde 2), gelapan dan kembaran tidak ada,
kelimpahannya adalah 10 %.
4. Mineral Opak (D2)
Pada kenampakan nikol sejajar (//), mineral opak
memiliki warna hitam, ukuran mineral 0,1-
0,3 mm, relief rendah, bentuk tabular euhedral,
belahan dan pecahan t i d a k t e r l i h a t , tidak
ada pleokroisme, opak, inklusi tidak ada (D4).
Pada kenampakan nikol bersilang (X), mineral ini
tidak memiliki warna interferensi, gelapan tidak
ada, tidak ada kembaran kelimpahannya adalah 3
%.

Matrik :
Material silisiklastik berukuran lanau-pasir sangat
halus Pada kenampakan nikol sejajar (//),
berwarna coklat, ukuran butir <0,03mm, relief
rendah, bentuk, belahan dan pecahan t i
d a k t e r l i h a t , tidak ada pleokroisme,
translusen. Pada kenampakan nikol bersilang
(X), berwarna interferensi coklat muda,
kelimpahannya adalah 15 %.
Sparit :
Material karbonat berukuran lempung-lanau Pada
kenampakan nikol sejajar (//), berwarna putih,
ukuran butir <0,03mm, relief rendah, bentuk,
belahan dan pecahan t id ak t er lihat ,
tidak ada pleokroisme, translusen. Pada
kenampakan nikol bersilang (X), berwarna
interferensi putih, kelimpahannya adalah 5 %.

70