Anda di halaman 1dari 13

EKONOMI MAKRO

PENDAPATAN PER KAPITA KOTA SEMARANG


TAHUN 2010-2014 BERDASARKAN LAPANGAN USAHA
ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2010
DAN HARGA BERLAKU

Disusun Oleh:

Fathoni Rizqi N.P 135150024


Khoirudin Wibowo 135150038
Rizki Akbar 135150068
Fajar Himawan 135150081

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016
PENDAHULUAN

A. Pengertian PDRB

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai tambah barang
dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian di suatu daerah.
Penghitungan PDRB menggunakan dua macam harga yaitu harga berlaku dan
harga konstan. PDRB atas harga berlaku merupakan nilai tambah barang dan
jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun bersangkutan,
sementara PDRB atas dasar harga konstan dihitung dengan menggunakan harga
pada tahun tertentu sebagai tahun dasar dan saat ini menggunakan tahun 2000.

B. Metode Penghitungan

Penghitungan PDRB dapat dilakukan dengan empat metode pendekatan yakni:

1. Pendekatan Produksi

Pendekatan ini disebut juga pendekatan nilai tambah dimana Nilai Tambah
Bruto (NTB) diperoleh dengan cara mengurangkan nilai output yang
dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan biaya antara dari masing-
masing nilai produksi bruto tiap sektor ekonomi. Nilai tambah merupakan
nilai yang ditambahkan pada barang dan jasa yang dipakai oleh unit produksi
dalam proses produksi sebagai input antara. Nilai yang ditambahkan ini
sama dengan balas jasa faktor produksi atas ikut sertanya dalam proses
produksi.

2. Pendekatan pendapatan

Pada pendekatan ini, nilai tambah dari kegiatan-kegiatan ekonomi dihitung


dengan cara menjumlahkan semua balas jasa faktor produksi yaitu upah dan
gaji, surplus usaha, penyusutan dan pajak tak langsung neto. Untuk sektor
pemerintahan dan usaha-usaha yang sifatnya tidak mencari untung, surplus
usaha (bunga neto, sewa tanah dan keuntungan) tidak diperhitungkan.

3. Pendekatan Pengeluaran

Pendekatan ini digunakan untuk menghitung nilai barang dan jasa yang
digunakan oleh berbagai golongan dalam masyarakat untuk keperluan
konsumsi rumah tangga, pemerintah dan yayasan sosial; pembentukan
modal; dan ekspor. Mengingat nilai barang dan jasa hanya berasal dari
produksi domestik, total pengeluaran dari komponen-komponen di atas harus
dikurangi nilai impor sehingga nilai ekspor yang dimaksud adalah ekspor
neto. Penjumlahan seluruh komponen pengeluaran akhir ini disebut PDRB
atas dasar harga pasar.

4. Metode Alokasi

Metode ini digunakan jika data suatu unit produksi di suatu daerah tidak
tersedia. Nilai tambah suatu unit produksi di daerah tersebut dihitung dengan
menggunakan data yang telah dialokasikan dari sumber yang tingkatannya
lebih tinggi, misalnya data suatu kabupaten diperoleh dari alokasi data
provinsi.

C. Kegunaan PDRB

PDRB yang disajikan secara berkala dapat menggambarkan perkembangan


ekonomi suatu daerah dan juga dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam
mengevaluasi dan merencanakan pembangunan regional.

PDRB atas dasar harga konstan menggambarkan tingkat pertumbuhan


perekonomian suatu daerah baik secara agregat maupun sektoral. Struktur
perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari distribusi masing-masing sektor
ekonomi terhadap total nilai PDRB atas dasar harga berlaku. Selain itu,
pendapatan per kapita yang diperoleh dari perbandingan PDRB atas dasar harga
berlaku dengan jumlah penduduk pada tahun bersangkutan dapat digunakan
untuk membanding tingkat kemakmuran suatu daerah dengan daerah lainnya.
Perbandingan PDRB atas dasar harga berlaku terhadap PDRB atas dasar harga
konstan dapat juga digunakan untuk melihat tingkat inflasi atau deflasi yang
terjadi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Regional yang disajikan


secara berkala akan dapat diketahui:

1. Tingkat pertumbuhan ekonomi;

2. Gambaran struktur perekonomian;

3. Perkembangan pendapatan per kapita;

4. Tingkat kemakmuran masyarakat;

5. Tingkat inflasi dan deflasi.


PEMBAHASAN
PENDAPATAN PER KAPITA
BERDASARKAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT
LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2010 DI KOTA
SEMARANG TAHUN 2010 - 2014

Tabel 1
TAHUN PDB (Produk Domestic Bruto) Jumlah Pendapatan/Kapit
Pendudu a
k (PDB Jumlah
Penduduk)
2010 Rp 80.824.099,97 1.527.433 Rp 52,915
2011 Rp 86.142.966,70 1.544.358 Rp 55,780
2012 Rp 91.282.029,07 1.559.198 Rp 58,544
2013 Rp 97.340.978,65 1.572.105 Rp 61,917
2014 Rp 102.501.385, 64 1.584.906 Rp 64,673

PDB (Produk Domestic Bruto)


Rp120,000,000.00
Rp102,501,385.64
Rp97,340,978.65
Rp100,000,000.00 Rp91,282,029.07
Rp86,142,966.70
Rp80,824,099.97
Rp80,000,000.00

Rp60,000,000.00

Rp40,000,000.00

Rp20,000,000.00

Rp0.00
2010 2011 2012 2013 2014

Tahun

Column2
Jumlah Penduduk
1590000 1,584,906
1580000 1,572,105
1570000
1,559,198
1560000
1550000 1,544,358
1540000
1,527,433
1530000
1520000
1510000
1500000
1490000
2010 2011 2012 2013 2014

Tahun

Series 3

Pendapatan/Kapita
(PDB Jumlah Penduduk)
70

60 Rp64.67
Rp61.92
Rp58.54
50 Rp55.78
Rp52.92

40

30

20

10

0 3 3 4 4 5 5
1 2010
1 2 2011
2 2012 2013 2014

Pendapatan per Kapita

Pendapatan perkapita suatu daerah dapat di hitung dengan rumus berikut :


PDRB tahun2010
Pendapatan per kapita tahun 2010 = Jumlah penduduk pada tahun2010
80.824 .099,97
= 1.527.433

= 52.915

PDRB tahun2011
Pendapatan per kapita tahun 2011 = Jumlah penduduk pada tahun2011

86.142.966,70
= 1.544 .358

= 55.780
PDRB tahun2012
Pendapatan per kapita tahun 2012 = Jumlah penduduk pada tahun2012

91.282.029,07
= 1.559 .198

=58,544
PDRB tahun2013
Pendapatan per kapita tahun 2013 = Jumlah penduduk pada tahun2013

97.340.978,65
= 1.572.105

=61,917
PDRB tahun2014
Pendapatan per kapita tahun 2014 = Jumlah penduduk pada tahun2014

102.501 .385,64
= 1.584 .906

=64,673
Pendaatan domestik regional bruto Kota Semarang tahun 2010 menunjukan angka
Rp 80.824.099,97 juta, sedangkan pada tahun 2011 Kota Semarang memperoleh
pendapatan domesik bruto sebanyak Rp 86.142.966,70 juta, untuk tahun 2012
menunjukan angka Rp 91.282.029,07 juta. Angka ini terus menunjukan peningkatan di
tahun-tahun berikutnya yaitu Rp 97.340.978,65 juta pada tahun 2013 dan Rp
102.501.385, 64 juta pada tahun 2014. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
pendapatan domestik regional bruto Kota Semarang pada tahun 2010 hingga 2014 terus
mengalami peningkatan.
Jumlah penduduk Kota Semarang pada tahun 2010 menunjukan angka 1.527.433
jiwa, pada tahun 2011 angka ini mengalami peningkatan menjadi 1.544.358 jiwa, dan
terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya yaitu 1.559.198 jiwa pada tahun 2012,
1.572.105 untuk tahun 2013, dan 1.584.906 pada tahun 2014. Dengan demikian dapat
ditarik kesimpulan bahwa jumlah penduduk Kota Semarang dari tahun 2010 hingga
tahun 2014 mengalami peningkatan.
Pendapatan perkapita Kota Semarang pada tahun 2010 sebesar Rp 52,915 juta,
sedangkan untuk pendapatan tahun 2011 adalah Rp 55,780 juta, dan terus mengalapi
pengingkatan pada tahun-tahun berikutnya yaitu Rp 58,544 untuk tahun 2012, Rp
61,917 pada tahun 2013, dan Rp 64,673 pada tahun 2014. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa pendapatan perkapita Kota Semarang dari tahun 2010 hingga tahun 2014 terus
mengalami peningkatan.
PENDAPATAN PER KAPITA
BERDASARKAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO MENURUT
LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU DI KOTA SEMARANG
TAHUN 2010 - 2014

Tabel 2
TAHUN PDB (Produk Domestic Bruto) Jumlah Pendapatan/Kapit
Pendudu a
k (PDB Jumlah
Penduduk)
2010 Rp 80.824.099,97 1.527.433 Rp 52,915
2011 Rp 91.034.098,92 1.544.358 Rp 58,946
2012 Rp 99.753.672,36 1.559.198 Rp 63,978
2013 Rp 108.783.394,43 1.572.105 Rp 69,196
2014 Rp 121.262.902,12 1.584.906 Rp 76,511

PDB (Produk Domestic Bruto)


Rp140,000,000.00
Rp121,262,902.12
Rp120,000,000.00 Rp108,783,394.43
Rp99,753,672.36
Rp100,000,000.00 Rp91,034,098.92
Rp80,824,099.97
Rp80,000,000.00

Rp60,000,000.00

Rp40,000,000.00

Rp20,000,000.00

Rp0.00
2010 2011 2012 2013 2014

Column1
Jumlah Penduduk
1590000 1,584,906
1580000 1,572,105
1570000
1,559,198
1560000
1550000 1,544,358
1540000
1,527,433
1530000
1520000
1510000
1500000
1490000
2010 2011 2012 2013 2014

Tahun

Series 3

Pendapatan/Kapita

90
80
70 Rp76.51
Rp69.20
60 Rp63.98
Rp58.95
50 Rp52.92
40
30
20
10
0 3 2012
3 4 4 5 5
1 2010
1 2 2011
2 2013 2014

Pendapatan/Kapita

Pendapatan perkapita suatu daerah dapat di hitung dengan rumus berikut :


PDRB tahun2010
Pendapatan per kapita tahun 2010 = Jumlah penduduk pada tahun2010

80.824 .099,97
= 1.527.433

= 52,915
PDRB tahun2011
Pendapatan per kapita tahun 2011 = Jumlah penduduk pada tahun2011

91.034 .098,92
= 1.544 .358

= 58,946
PDRB tahun2012
Pendapatan per kapita tahun 2012 = Jumlah penduduk pada tahun2012

99.753.672,36
= 1.559.198

=63,978
PDRB tahun2013
Pendapatan per kapita tahun 2013 = Jumlah penduduk pada tahun2013

108.783 .394,43
= 1.572 .105

=69,196
PDRB tahun2014
Pendapatan per kapita tahun 2014 = Jumlah penduduk pada tahun2014

121.262 .902,12
= 1.584 .906

=76,511
Pendaatan domestik regional bruto Kota Semarang tahun 2010 menunjukan angka
Rp 80.824.099,97 juta, sedangkan pada tahun 2011 Kota Semarang memperoleh
pendapatan domesik bruto sebanyak Rp 91.034.098,92juta, untuk tahun 2012
menunjukan angka Rp 99.753.672,36 juta. Angka ini terus menunjukan peningkatan di
tahun-tahun berikutnya yaitu Rp 108.783.394,43 juta pada tahun 2013 dan Rp Rp
121.262.902,12 juta pada tahun 2014. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
pendapatan domestik regional bruto Kota Semarang pada tahun 2010 hingga 2014 terus
mengalami peningkatan.
Jumlah penduduk Kota Semarang pada tahun 2010 menunjukan angka 1.527.433
jiwa, pada tahun 2011 angka ini mengalami peningkatan menjadi 1.544.358 jiwa, dan
terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya yaitu 1.559.198 jiwa pada tahun 2012,
1.572.105 untuk tahun 2013, dan 1.584.906 pada tahun 2014. Dengan demikian dapat
ditarik kesimpulan bahwa jumlah penduduk Kota Semarang dari tahun 2010 hingga
tahun 2014 mengalami peningkatan.
Pendapatan perkapita Kota Semarang pada tahun 2010 sebesar Rp 52,915 juta,
sedangkan untuk pendapatan tahun 2011 adalah Rp 58,946 juta, dan terus mengalapi
pengingkatan pada tahun-tahun berikutnya yaitu Rp 63,978 untuk tahun 2012, Rp
69,196 pada tahun 2013, dan Rp 76,511 pada tahun 2014. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa pendapatan perkapita Kota Semarang dari tahun 2010 hingga tahun 2014 terus
mengalami peningkatan.
DAFTAR PUSTAKA

BPS. 2017. BPS Semarang. https://semarangkota.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/48


(Di akses pada tanggal 19 Februari 2017)

BPS. 2017. BPS Semarang. https://semarangkota.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/50


(Di akses pada tanggal 19 Februari 2017)

BPS. 2017. BPS Semarang. https://semarangkota.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/70


(Di akses pada tanggal 19 Februari 2017)
Benfrizs C Reynolds. 2012. Produk domestik regional-bruto.
https://andre239.wordpress.com/2012/03/09/pdrb-produk-domestik-regional-
bruto/, (Di akses pada tanggal 19 Februari 2017)