Anda di halaman 1dari 14

Contoh-contol soal

Contoh soal 3.1


1. Transformator satu fasa dengan rating sebagai berikut
Daya = 4,6 KVA

Tegangan = 2.300/115 volt

Frekwensi = 50 HZ

Direncanakan untuk tegangan terinduksi tiap lilitan 2,5 Volt.

a. Hitung jumlah lilitan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah
b. Hitung besarnya arus nominalnya
c. Hitung angka transformasi apabila transformator sebagai transformator penaik
tegangan dan sebagai penurun tegangan
d. Hitung luas penampang dari inti besi, apabila diketahui kerapan flux maksimum
1,2 weber/m2
Penyelesaian :

a. Jumlah lilitan sisi tegangan tinggi


2300
2,5
NTT = = 920 lilitan

Jumlah lilitan sisi tegangan rendah

115
2,5
NTR = = 46 lilitan

b. Arus nominal sisi tegangan tinggi

4,6.103
2300
ITT = =2A

Arus nominal sisi tengangan rendah

4,6.103
115
ITR = = 40 A

c. Sebagai transformator penarik tegangan


N TR 46
N TT 920
a = = = 0,05

atau :
E TR 115
E TR 2300
a = = = 0,05

Sebagai transformator penurun tegangan

N TT 920
N TR 46
a = = = 20

atau :

E TT 2300
E TR 115
a = = = 20

d. Tegangan terinduksi pada sisi tegangan tinggi


ETT = 4,44 NTT . f m

Tegangan tiap lilit :

N TT
N TT
Elilit = = 4,44.fm

Elilit = 4,44 . f m = 4,44 . f. Bm. A.

Elilit = 4,44 . f . Bm. A.

2,5 = 4,44.50.1,2.A.

2,5
266,4
A = = 94.10-4 m2

2. Transformator satu fasa dengan tegangan 240/120 Volt, frekwensi 50HZ. Hitung
tegangan sisi sekunder dalam keadaan tanpa beban dan frekwensi, jika sisi tegangan
tinggi dihubungkan dengan sumber :
a. Sumber tegangan 240 Volt, 40 HZ
b. Sumber tegangan 480 Volt, 50 HZ
c. Sumber tegangan 240 Volt, DC
Penyelesaian :

Tegangan primes V1 dengan frekwensi f1

V1 = 4,44.f1.N1.m1

Tegangan primer V1 dengan frekwensi f1

V1 = 4,44.f1.N1. m1
V1 4,44. f1. N1. m1

V1' 4,44. f1. N1. ' m1

V1 f1. m1

V1' f 1' . ' m1
(1)

a. Dari persamaan (1) maka didapat


240 50. m1

240 40. m1

50. m1
40. m1
1=

m1 = 1,25 m1

Tegangan sekunder tanpa beban dengan frekwensi f 1

E2 = 4,44.f1.N2. m1

Tegangan sekunder tanpa beban dengan frekwensi f 1

E=2 = 4,44.f1.N2. m1

E 2 4,44.f1. N 2 . ml

E '2 4,44.f 1' . N 2 . ' ml
Maka =

E 2 f1. N 2 . ml

E '2 .f 1' . N 2 . ' ml
=

F1' . ' ml

F1 . ml
'
2
= E = E2

40.1,25. ml

'
2 50. ml
= E = 120

'
2
= E = 120 volt

Jadi tegangan sisi sekunder


120 volt, frekwensi 40 HZ

(besarnya tegangan masih tetap seperti pada frekwensi 50HZ)

b. Dari Persamaan (1) di dapatkan :


240 50. ml

480 50. ' ml

1 ml

2 ' ml

ml = 2 ml

Untuk luas penampang inti yang sama, maka kerapatan flux akan menjadi 2 kali
lipat, dan arus maknetisasi (arus beban nol) akan menjadi sangat besar (curva B-h)
dan transformator akan rusak.

' '
2 1
c. E = 4,44.f . N=2. ml
'
1
Arus searah adalah arus bolak-balik dengan frekwensi nol (f = 0)

'
2
Maka E =0

Selanjutnya tegangan terinduksi E1 yang sifatnya menentang tegangan sumber V 1


adalah nol.

240
R1
Apabila tahanan kumparan primer R 1 sangat kecil, maka arus primes =
sangat besar sekali dan transformator akan terbakar.

3. Tranformator satu fasa 33 KVA, 50 HZ, 2200/220 volt. Data-data parameter sebagai
berikut :
Sisi primer (sisi tegangan tinggi), tahanan R 1 = 2,4 ohm dan reaktansi bocor X=1 = 6
ohm.

Sisi sekunder (sisi tegangan rendah), tahanan R 2 = 0,03 ohm dan reaktansi X 2 = 0,07
ohm
a. tentukan besarnya tahanan total (tahanan ekivalen) dan reaktansi bocor total
(reaktansi bocor ekivalen) dengan primer sebagai referensi.
b. Idem a. tetapi dengan sekunder sebagai referensi
c. Tentukan besarnya impedansi transformator dengan primes sebafai reference dan
sekunder sebagai referensi
Penyelesaian :

a. Sisi primer sebagai referensi


'
2
Rel = R1+ R = R=1+ a2R2

'
2
Xel = X1 + X = X1 + a2X2

2200
10
220
a =

Rel = 2,4 + (10)2. 0,03 = 5,4 ohm

Xel = 6 + (10)2 .0,07 = 13 ohm

b. Sisi sekunder sebagai referensi


R1
'
1 2
Re2 =R + R2 = + R2

X1
'
1 a2
Xe2 =X + X2 = + X2

2,4
(10) 2
Re2 = + 0,07 = 0,13 ohm

c. Impedansi transformator dengan primes sebagai referensi


Zel = R=el + J.Xel = 5,4 + j 13 ohm

Impedansi transformator dengan sekunder sebagai referensi

Ze2 = Re2 + j Xe2 = 0,054 + j 0,13 ohm

4. Transformator satu fasa 220/110 volt, 60 HZ


Rugi hysterisis 340 watt

Rugi arus eddy 120 watt

Apabila transformator dioperasikan dengan tegangan sumber 230 volt, 50 HZ


a. Hitung besarnya rugi hysterisis
b. Hitung besarnya rugi arus eddy
c. Hitung besarnya rugi inti
Penyelesaian:

Trnasformator diberi sumbe tegangan V1= 220 volt,

Dengan f1 = 60 Hz

Maka V1= 4,44.f1.N1. ml

= 4,44 f1. N1. A.Bml

Transformator diberi sumber tegangan

' '
1 1
V = 230 volt, dengan f = 50 HZ

' '
1 1
Maka V = 4,44. f . N1. A.Bml

Sehingga didapat :

V1 f1.Bml

V1' f1.B'ml

220 60.Bml

230 50.B' ml
maka Bml= 1,255 Bml

a.
Rugi hysterisis Ph = Kh.f. (Bm)x
Untuk frekwensi f1 = 60 HZ

Maka Phl = Kh. f1 (Bml)x

'
1
Untuk f = 50 HZ

Maka :

'
1
Ph1= Kh. f . (Bml) X

Sehingga di peroleh :

f1. Bml f1. Bml


x x
Phl

Phl'
f '1. B' ml x
f1.1,255 Bml
x

=
f1 1
x

f1' 1,255
=

f1
' '
1,255 x .Phl
hl f1
P =

50
60
= . (1,255)1,6.340

= 408 watt

b. Rugi arus eddy Pe Ke. f2. B2m

Pel f1 2 . Bml 2
Pel' f . B
1
' 2 '
ml
2

f1 2 . B'ml 2
f1' 2 . 2,255. Bml 2
=

f 1
2

.
1

2

f 1
' 2
1,255
=

f 1,255 . P
' 2
1 2

f1 2 el

Pel =

50 2 . 1,255 2 .120
60 2
=

= 131,3 watt

Jadi rugi arus eddy = 131,3 w att

c. Besarnya rugi inti


' ' '
cl hl el
P =P + P

= 408+131,3

= 539,3 watt
5. Transformator satu fasa, 20 KVA, 50 Hz tegangan 2500/250 Volt
Data-data hasil pengetesan :

Test V I P
Test tanpa beban 250 v 14 A 105 W
Test hubungan singkat 104 V 8A 320 W

Dalam pengetesan hubung singkat sisi tegangan rendah dihubung disingkat

a. Tentukan besarnya tahanan ekivalen dan reaktansi


Ekivalen : (1) primer sebagai referensi

(2) sekunder sebagai referensi

b. Hitung besar efisienensi pada beban penuh (nominal) dngan p.f = 0,8 arus
terbelakang

Penyelesaian :

a. (1) Primer sebagai referensi

Psc = 320 watt

Isc = 8 A

Vsc = 104 V

p sc 320
I sc2 (8) 2
Rel = = = 5 ohm

Vsc 104
13ohm
Isc 9
Zel =

Zel = Rel + j. Xel

2 2 2
el el el
Z =R +X

Z el2 Rel2
Maka Xel =

13 2 5 2
=

= 12 ohm

(2) sisi sekunder sebagai referensi


Rel
a2
Re2 =

X el
2
Xe2 =

2500
10
250
a =

5
0,05
(10) 2
Re2 = ohm

12
0,12
(10) 2
Xe2 = ohm

b. Rugi inti (rugi dalam keadaan tanpa beban)

Pc = 105 watt

20.10 3 20.10 3
1
V2 A.v2
Arus beban Ib = =

20.10 3
8A
10.250
Ib =

I1 = Ib= 8 A

Rugi rahanan tembaga

2
1
Pcu = I . Rel

= (8)2.5

= 320 watt

Rugi-rugi total = Pcu+ Pc

= 320+105=425 watt

Daya keluaran Pout = 20.103.0,8

= 16.000 watt
Daya masukkan Pin = 16.000+425

=16.425 watt

Pout
Pin
Efisiensi =

16.000
.100%
16.425
=

= 97,4%

6. Trasformator satu fasa 50 KVA dengan tegangan 2400/240 volt.


Rugi inti 300 watt.

Tahanan tembaga primer 0,5 ohm dan tahanan tembaga sekunder 0,005 ohm.

a) Hitung efisiensi untuk beban 50 KW dengan p. f = 0,8


b) Hitung efisiensi untuk beban 5 KW dengan p.f = 1
c) Hitung efisiensi untuk beban 50 KVA dengan p.f = 0,8
Penyelesaian :

Dengan rangkaian pengganti primer sebagai referensi

(untuk mempermudah arus beban nol Io diabaikan)

50.10 3 50.10 3
V21 .00 sy a.V 2. cos
a) Arus beban Ib = =

50.103
26 A
10.240.0,8
Ib =

I1= Ib = 26 A

Rel = R1+ a2 R2= 0,5 + (10)2. 0,005

Rel = 1 ohm

2
1
Rugi tembaga Pcu = I . Rel

= (26)2. 1

= 676 watt

Rugi inti Pc = 300 watt


Rugi-rugi total = 676 + 300 = 976 watt

Daya keluaran Pout = 50 KW = 50.000 watt

Daya masukan Pin= 50.000+976 = 50.976 watt

Pout
.100%
Pin
Efisiensi N =

50.000
.100% 98%
50976
N =

5000 5.000
a.v2 . cos 10.240.1
b) Arus beban Ib = =
Ib = 2,08 A

2
1
Pcu = I . Rel

2,08 2 .1
=

= 4,3 watt

Pc = 300 watt

Daya keluaran Pout = 15.000 watt

Daya masukkan Pin = 5.000+4,3 + 300

Pout 5.000
Pin 5.304,3
= = .100% = 94,2%

50.10 3
a.V2
C). Arus beban Ib =

Ib = 20,8 A

I1 = Ib = 20,8 A

2
1
Pcu = 1 Rel

= (20,8)2.1

= 432,6 watt
Pc = 300 watt

Daya keluaran Pout = 50.000.0,8

= 40.000 watt

Daya masukkan Pin = 40.00 + 432,6 + 300

= 40.732,6 watt

Pout 40.000
Pin 40.732,6
= = .100% = 98,2%

7. Transformator tiga fasa, dengan hubungan - Y, yang terdiri dari 3 buah


transformator 1 fasa.
Digunakan untuk member daya pada beban tiga fasa yang seimbang dalam
hubungan , 400 KW, pf = 80 % arus terbelakang, tegangan 66000 Volt dari
suatu sumber tegangan : 2300 Volt.
a) Apabila diketahui dua transformator polaritasnya penjumlahan (additive)
dan satu transformator polaritas pengurangan (subjective), gambarkan
hubungan-hubungannya.
b) Tentukan rating tegangan, arus dan rating KVA dari tiap tiap transformator
agar dapat mensupply beban tersebut.
Penyelesaian :
a) Transformator A dan B mempunyai polaritas penjumlahan
Transformator C mempunyai polaritas pengurangan.

+
12 A
2300

S Beban
B 66000
3

T
C
b) Hubungan diagramatik - Y

I2
I1
R
66000
2300

T
Arus line pada beban :
P
I2 =
3 V cos ; pf = 80%
3
400 .10
maka cos = 0,8
3 .66000 .0,8
4,4 A

E 1(lineline) V 1
a=
E 2(lineline) V 2

2300
=0,348
66000

I 1 (line) l I 2( line) 4,4


= I l ( line )= =
I 2 (line) a a 0,0348

= 126,4 A

Jadi rating dari transformator satu fasa


- Sisi primer
Tegangan = 2300 Volt
126,4
=73 A
Arus 3
- Sisi sekunder
66000
=38106Volt
Tegangan 3
Arus = 4,4 A
Rating KVA = 38106 . 4,4 168 KVA

8. Transformator tiga fasadengan hubungan - .


Daya 150 KVA, dengan tegangan sisi primer 2300 Volt dan sisi sekunder 115
Volt digunakan untuk memberikan daya pada beban tiga fasa sebesar 100 KW
dengan pf = 0,8 arus terbelakang, hubungan Y dan tegangan 115 Volt
Tentukan besarnya arus yang mengalir pada sisi sekunder dari transformator
dan arus pada sisi primer
Penyelesaian : I2
I1

115 V
2300

P= 3V I cos
P
I b =I 2 =
Arus beban 3 V cos
100. 103

3.115 .0,8

= 627,6 A
Jadi arus yang mengalir pada sisi sekunder arus line I2 = 627,6 A.
627,6
=362,35 A
Dan arus tiap fasa I2 (fasa) = 3
E 1 2300
a= = =20
E 2 115

I 1 (line) l I 2 (line)
= I l ( line ) =
I 2 (line) a a

627.6
I l ( line ) =
20

31,38

Jadi arus yang mengalir pada sisi primet.


Arus line Il = 31,38 A
31,38
Arus tiap Il (fasa) = 3

= 18,11 A

Anda mungkin juga menyukai