Anda di halaman 1dari 6

Hubungan Pengetahuan Partograf dengan Ketepatan Pengisian Partograf

Mahasiswa Semester V Program Studi DIV Kebidanan STIKes Aisyah Pringsewu


Lampung Tahun 2015

Nur Alfi Fauziah1

STIKes Aisyah Pringsewu


STIKes Aisyah Pringsewu Lampung
Email: nuralfifauziah24@yahoo.com

Abstrak
Pendahuluan : Sebagian besar penyebab kematian dapat dicegah dengan penanganan
yang adekuat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan
dan ketrampilan petugas kesehatan dalam menolong persalinan, seperti penggunaan
partograf dalam persalinan yaitu alat bantu untuk membuat keputusan klinik, memantau,
mengevaluasi dan menatalaksana persalinan. Partograf dapat digunakan untuk mendeteksi
dini masalah dan penyulit dalam persalinan sehingga dapat sesegera mungkin
menatalaksana masalah tersebut atau merujuk ibu dalam kondisi optimal. Instrumen ini
merupakan salah satu komponen dari pemantauan dan penatalaksanaan proses persalinan
secara lengkap.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik, dengan rancangan
penelitian yang digunakan yaitu penelitian cross sectional. Jumlah populasi yaitu sejumlah
53 mahasiswa dan sampel yang digunakan yaitu 53 mahasiswa dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan total populasi, yaitu semua mahasiswa semester V di
STIKes Aisyah Pringsewu Lampung. Jenis data yang digunakan adalah data primer.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Instrument yang
digunakan menggunakan kuisioner dan lembar partograf.
Hasil Penelitian : Menunjukan sebesar 43,4% mahasiswa dengan pengetahuan baik dan
56,6% dengan pengetahuan kurang. 32,1% mahasiswa tepat dalam pengisian partograf dan
67,9% mahasiswa tidak tepat dalam pengisian partograf. Mahasiswa dengan pengetahuan
kurang sebesar 6,7% dan tidak tepat dalam pengisian partograf sebesar 93,3%. Hasil
analisa data diperoleh P < (0,000 < 0,05). Sehingga ada hubungan antara pengetahuan
dengan ketepatan pengisian partograf.
Kesimpulan-saran : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan ketepatan pengisian
partograf. Semoga penelitian ini bisa dijadikan pelajaran dan dapat memotivasi mahasiswa
untuk lebih meningkatkan minat belajar khususnya pada pengetahuan partograf dan
pengisian partograf.

Kata Kunci : Ketepatan Pengisian Partograf, Pengetahuan Partograf

PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya. Namun derajat kesehatan di Indonesia masih terhitung rendah
dibandingkan dengan negara-negara tetangga (Departemen Kesehatan RI, 2005 : 1).
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat maka diselenggarakan
upaya kesehatan dengan pendekatan, pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan
kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terarah, terpadu, dan
berkesinambungan (Departemen Kesehatan RI, 2004: 67).

Kondisi derajat kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini masih memprihatinkan, antara
lain ditandai dengan masih tingginya AKB (Angka Kematian Bayi) dan AKI (Angka
Kematian Ibu). Berdasarkan data BPS (Bidan Praktek Swasta) tahun 2007, AKB di
Indonesia menunjukan angka yang masih tinggi yaitu 34 per 1.000 kelahiran hidup, dan
menurut data survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 AKI di Indonesia
menunjukkan angka 248 per 100.000 kelahiran hidup (Departemen Kesehatan RI, 2008).

Kementrian kesehatan juga mengatakan kemajuan yang dicapai dalam program kesehatan
ibu yaitu penurunan AKI sebesar 41% dari 390 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun
1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2007. Sedangkan target MDGs
(Millennium Development Goals) pada tahun 2015, AKI dapat diturunkan menjadi 102
per 100.000 kelahiran hidup.

Kematian maternal dapat terjadi pada saat pertama pertolongan persalinan. Penyebab
utama kematian ibu adalah trias klasik yaitu perdarahan, infeksi, dan eklampsi. Angka
kematian maternal dan perinatal yang tinggi juga disebabkan oleh dua hal penting yang
memerlukan perhatian khusus yaitu terjadinya partus terlantar atau partus lama dan
terlambatnya melakukan rujukan (Manuaba, 1998).

Sebagian besar penyebab kematian dapat dicegah dengan penanganan yang adekuat. Salah
satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
petugas kesehatan dalam menolong persalinan, seperti penggunaan partograf dalam
persalinan yaitu alat bantu untuk membuat keputusan klinik, memantau, mengevaluasi dan
menatalaksana persalinan. Partograf dapat digunakan untuk mendeteksi dini masalah dan
penyulit dalam persalinan sehingga dapat sesegera mungkin menatalaksana masalah
tersebut atau merujuk ibu dalam kondisi optimal. Instrumen ini merupakan salah satu
komponen dari pemantauan dan penatalaksanaan proses persalinan secara lengkap (Depkes
RI, 2007).
Dengan penerapan partograf diharapkan bahwa angka kematian maternal dan perinatal
dapat diturunkan dengan bermakna sehingga mampu menunjang sistem kesehatan menuju
tingkat kesejahteraan masyarakat. Kenyataannya keterampilan petugas tenaga kesehatan
maupun penolong persalinan dalam penggunaan partograf masih kurang diterapkan. Oleh
karena itu bagi calon tenaga kesehatan terutama mahasiswa institusi pendidikan kesehatan
perlu dipersiapkan sedini mungkin untuk menguasai dan mengaplikasikan kemampuan
partograf tersebut sedini mungkin. Dengan harapan mahasiswa dapat mengerti dan
memahami tentang pengisian partograf sebagai bahan pengetahuan ketika mereka masuk di
masyarakat. Jenjang pendidikan akademik Diploma III merupakan jenjang pendidikan
tinggi. Menurut Notoadmojo (2003) pendidikan dapat mempengaruhi seseorang termasuk
juga perilaku seseorang akan pola hidup terutama dalam memotivasi sikap berperan serta
dalam pembangunan. Pada umumnya makin tinggi pendidikan seseorang maka makin
mudah menerima informasi dan semakin luas pengetahuannya.

Dari hasil pre survei yang dilakukan di STIKes Aisyah Pringsewu pada tanggal 21 Mei
2012 dari 10 mahasiswa 2 mahasiswa (50%) yang pengetahuan partograf baik, 3
mahasiswa (30%) yang memiliki pengetahuan partograf cukup, sedangkan mahasiswa
yang pengetahuan partograf kurang adalah 5 mahasiswa (50%). Hal ini juga dibuktikan
dari uji coba praktek pengisian partograf sesuai dengan kasus persalinan terhadap 10 orang
mahasiswa didapatkan 4 mahasiswa (40%) dengan nilai kurang dan 6 mahasiswa (60%)
dengan nilai baik.

METODE
Jenis penelitian analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian cross
sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor
resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, dokumentasi atau pengumpulan data
sekaligus pada suatu saat (point time opproach), artinya, tiap subjek penelitian hanya
diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable
subjek pada saat pemeriksaan. (Notoatmodjo, 2005).

Penelitian ini akan mencari hubungan antara pengetahuan partograf dengan ketepatan
pengisian partograf dengan menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari
responden Mahasiswa STIKes Aisyah Pringsewu Lampung.
HASIL
Univariat
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Partograf
NO Pengetahuan Partograf Frekuensi
N %
1 Baik 23 43,4
2 Kurang 30 56,6
Jumlah 53 100
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui distribusi frekuensi tertinggi adalah mahasiswa
dengan pengetahuan kurang dengan jumlah 30 mahasiswa (56,6%).

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Ketepatan Pengisian Partograf


NO Ketepatan Pengisian Frekuensi
N %
1 Tepat 17 32,1
2 Tidak tepat 36 67,9
Jumlah 53 100
Berdasarkan tabel di atas diketahui distribusi frekuensi ketepatan pengisian partograf
adalah mahasiswa dengan pengisian partograf dengan tidak tepat sejumlah 36 mahasiswa
(67,9%).

Bivariat

Tabel. 3. Hubungan Pengetahuan Partograf dengan Ketepatan Pengisian Partograf


NO Pengetahuan Ketepatan Pengisian Total P
Tepat Tidak tepat
N % N % N %
1 Baik 16 69,6 7 30,4 23 100 0,000
2 Kurang 2 6,7 28 93,3 30 100
Jumlah 18 34 35 66 53 100

Berdasarkan hasil analisis dalam tabel tersebut diperoleh P sama dengan 0.000 sehingga
dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan partograf dengan ketepatan pengisian
partograf.

PEMBAHASAN
Partograf merupakan gambaran persalinan yang meliputi semua pencatatan yang
berhubungan dengan penatalaksanaannya. Hasil rekaman ini lebih efisien dari pada catatan
panjang dan memberikan gambaran pictogram terhadap hal-hal yang penting dari
persalinan serta tindakan yang segera harus dilakukan terhadap perkembangan persalinan
yang abnormal (Usmany, 2005). Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan
persalinan, asuhan, pengenalan penyulit dan informasi untuk membuat keputusan klinik
(POGI, 2005). Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan persalinan, asuhan,
pengenalan penyulit dan informasi untuk membuat keputusan klinik (POGI, 2005).
Partograf dipakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan
dalam mengambil keputusan dalam penatalaksanaan partograf dimulai pada pembukaan 4
cm fase aktif. Partograf sebaiknya dibuat untuk setiap ibu yang bersalin, tanpa
menghiraukan apakah persalinan itu normal atau dengan komplikasi (Depkes RI, 2007).

Dari hasil penelitian Rudy Hartono mengenai Hubungan Pengetahuan dan Sikap Bidan
dengan Penerapan Partograf Pada Ibu Melahirkan di Kamar Bersalin Rumah Sakit Umum
Daerah Kalabahi Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2008 yang dilakukan pada sampel
14 orang bidan di SUD Kalabahi didapatkan tingkat pengetahuan bidan di rumah sakit
dengan penerapan partograf untuk pengelolaan persalinan baik (p=0,003 dari =0,05) dan
sikap bidan di rumah sakit mendukung dalam penerapan partograf dalam pengelolaan
persalinan (p=0,027 dari =0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan
dan sikap bidan di rumah sakit dengan penerapan partograf dalam pengelolaan persalinan.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Didik Budijanto dan kawan-kawan
di Propinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara yang berjudul Upaya
Peningkatan Manajemn Pertolongan Persalinan dan Pasca Persalinan oleh Bidan di Rumah
Sakit dan Fasilitas Kesehatan yang menyatakan bahwa ada hubungan antara pengetahuan
bidan dengan penerapan partograf, dimana tingkat pengetahuan bidan yang telah mengikuti
pelatihan APN lebih baik dibandingkan dengan bidan yang belum pernah mengikuti
pelatihan APN.

Dari hasil penelitian didapat bahwa ada hubungan antara pengetahuan partograf dengan
ketepatan pengisian partograf, bahwa dengan pengetahuan baik maka ketepatan dalam
pengisian partograf tepat. Hal ini dapat dibuktikan pada hasil olah data yang dilakukan
dengan komputerisasi dengan derajat kepercayaan 95% didapatkan nilai p value sebesar
0.000, artinya lebih kecil dari alfa. Dan didapat OR sebesar 32,000 yang berarti bahwa
32,000 kali berpeluang tidak tepatnya pengisian partograf.

Berdasarkan hasil univariat didapatkan distribusi frekuensi pengetahuan partograf


mahasiswa STIKes Aisyah Pringsewu adalah mahasiswa dengan pengetahuan baik
sejumlah 23 (43,4%) mahasiswa dan pengetahuan kurang sejumlah 30 (56,6%) mahasiswa.
Sedangkan distribusi frekuensi ketepatan pengisian partograf adalah mahasiswa dengan
pengisian partograf dengan tepat sejumlah 17 (32,1%) dan pengisian partograf dengan
tidak tepat sejumlah 36 (67,9%).

Berdasarkan hasil analisa bivariat didapatkan data bahwa mahasiswa yang memiliki
pengetahuan baik dan pengisian partograf dengan tepat sejumlah 16 (69,6%) mahasiswa,
mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik dan pengisian partograf tidak tepat sejumlah 7
(30,4%) mahasiswa. Sedangkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan kurang dan
pengisian partograf dengan tepat sejumlah 2 (6,7%) mahasiswa, mahasiswa yang memilili
pengetahuan kurang dan pengisian partograf tidak tepat sejumlah 28 (93,3%).

Hasil pengetahuan ini menunjukan bahwa pengetahuan baik belum tentu dalam pengisian
partograf dilakukan dengan tepat dan pengetahuan kurang dapat mempengaruhi dalam
ketidak tepatan dalam pengisian partograf. Untuk itu bagi mahasiswa semester V
Kebidanan diharapkan untuk lebih meningkatkan motivasi belajar dan lebih melatih dalam
pengisian partograf.

KESIMPULAN
Ada hubungan antara pengetahuan partograf dengan ketepatan pengisian partograf yaitu
dengan diperoleh p < dimana p = 0,000 dan = 0,05.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 2007. Profil Kesehatan Indonesia. 2002. Jakarta.
Dinas Kesehatan Lampung. 2009. Profil Kesehatan Indonesia.
Manuaba, IGB. 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana
untuk Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta.
Notoatmodjo Soekidjo. 2003. Metode Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.
Notoatmodjo Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Cetakan III. Rineka Cipta.
Jakarta.
Prawihardjo. Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawihardjo. Jakarta.
Susiyana. 2001. Faktor Faktor Penyebab Jenis Persalinan. M. Yunus. Bengkulu.

Beri Nilai