Anda di halaman 1dari 209

BAGIAN ANGGARAN 019.07 .247136

LAPORAN KEUANGAN

TAHUN 2016

Kernenterian

Perindustrian

REPUBLIK INDONESIA

BAI-AI BESAR INDUSTRI AGRO

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI

KEM ENTERIAN PERIN DUSTRIAN

]ALAN IR. H. JUANDA NO. 11

BOGOR

Laporan Keuangan Tahun eo16

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003

tentang Keuangan Negara bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai

Pengguna Anggaran /Barang mempun-vai tugas antara lain menyusun dan

menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang

dipimpinnya.

Balai Besar Industri Agro adalah salah satu entitas akuntansi di

bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri yang berkewajiban

menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas

pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Saiah satu

pelaksanaannya adalah dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Penyusunan Laporan Keuangan Balai Besar Industri Agro mengacu

pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar

Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan. Laporan Keuangan ini telah disusun dan

disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan informasi keuangan .yang transparan, akurat dan akuntabel.

Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk

meningkatkan akuntabilitas/pertanggungjawaban dan

transparansi

pengeiolaan keuangan negara pada Balai Besar Industri Agro. Di samping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen clalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan

tata kelola pemerintahan yang baik (good gouernance).

Bogor,

;Kepala,

Jan

ari 2017

Ir. Umar Habson, MM

Laporan Keuangan Tahun zo$

llalai tlesar lndur^tri Agrn

. DAT.TAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Pernyataan Tanggung Jawab Ringkasan I. Laporan Realisasi Anggaran

II. Neraca

III. Laporan Operasional IV.Laporan Perubahan Ekuitas

V. Catatan atas Laporan Keuangan

A. Penjelasan Umum

B. Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran

C. Penjelasan atas Pos-Pos Neraca

D. Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Operasional

E. Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Perubahan Ekuitas

F. Pengungkapan Penting LainnYa

Lampiran dan Daftar

i

ii

iii

1

.)

4

5

6

7

7

27

28

42

48

52

cDaftar Isi I

ii

Lalroran Ker,tanqan Tahun zor6

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

,.1.f., ,l l:i. t:i

,;i1.r,,'1.i',i lri,.;; ;'r;i )

i

;

,.i.,i,iri.,r i,,

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

Laporan Keuangan Balai Besar Industri Agro yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan operasional, Laporan perubahan

Ekuitas, dan catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2016

sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem

pengendaiian intern yang memadaj, dan isinya telah menyajikan informasi

pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara layak sesuai dengan

Standar Akuntansi Pemerintahan.

Bogor,

k Kepala,

Januari 2017

Ir. U

NrP 19580913 198603 1 003

bson, MM

Lapor an Keuanqan Ta hlm z or 6

li:la,lat llts;zr lntlusl: t ?,gr<s

Laporan Keuangan Balai Besar Industri Agro Tahun 2OL6 ini telah

disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71

Tahun 20LO tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan

berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di

lingkungan pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi:

1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara

anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-

LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember

20t6.

Realisasi Pendapatan Negara pada TA 2016 adalah berupa Pendapatan

Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 27.818.462.700 atau mencapai 734,27

persen dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar Rp. 20.7 17 .999.0OO.

Realisasi Belanja Negara pada TA 2016 adalah sebesar Rp.

46.86L.411.795 atau mencapai 82,29 persen dari alokasi anggaran

sebesar Rp. 56.945. 1 12.000.

2. NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset,

kewajiban, dan ekuitas pada 31 Desember 2016. Nilai Aset per 31

Desember 2016 dicatat dan disajikan sebesar Rp. i19.512.9L5.838 yang terdiri dari: Aset Lancar sebesar Rp. 27.347.552.717; Aset Tetap (neto) sebesar Rp. 92.O98.868.954; dan Aset Lainnya (neto) sebesar Rp.

66.494.767.

Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp. 2.1,62.589.526 dan Rp. 1 17.350.326.312.

3. LAPORAN OPERASIONAL

Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban,

surplus/defisit dari operasi, surplus/defisit dari kegiatan nonoperasional,

surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan

surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar.

Pendapatan-LO untuk periode sampai dengan 31 Desember 2016 adalah

a(ng Rg.s a n L ap o r a n l{eu arry an

1.

Lapor an Keuangan T ahun z ot 6

2i 1, t *l

ai

t\ e *z r

kz tl tt s t t" i &g;r *

sebesar Rp. 27.656.062.960, sedangkan jumlah beban dari kegiatan

operasional adalah sebesar Rp. 49.730.664.342 sehingga terdapat Defisit

dari Kegiatan Operasional senilai Rp. 22.O74.6OL.382. Surpius Kegiatan

Non Operasional dan Defisit Pos-pos Luar Biasa masing-masing sebesar

Rp. 46.504.019 dan sebesar Rp. 0 sehingga entitas mengalami Defisit-LO

sebesar Rp. 22.12 1. 105.40 1.

4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau

penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun

sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2O16 adalah sebesar Rp.

tO7 .778.O72.O32 dikurangi Defisit-LO sebesar Rp. 22.121. 105.401

ditambah dengan koreksi-koreksi senilai Rp. 182.103.465 dan Transaksi Antar Entitas sebesar Rp. 31.875.463.146 sehingga Ekuitas entitas pada

tanggai 31 Desember 20 16 adalah senilai Rp. 117.350.326.312.

5. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang

penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang

disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan

Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh

Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan

lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas iaporan

keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir

sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 disusun dan disajikan

berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan

Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun 2016 disusun dan disajikan

dengan basis akrual.

Laporan Keuangan Tahun zor6

*1;tltz3 tj rs;tr lrz<Zzzstt'i 1\,gr t>

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO LAPORAN REALISASI ANGGARAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2015

IUMI.AH PENDAPATAN

Belanja Pegawai

Belanja Banng

Belanja Modal

JUMLAH BELANJA

h)

20.717 999.000

56,945.112.000

46,697.894,115

18,134,891.000

18.091,973,399

99,16

17.533,025,779

26.061,940,000

24.414.858,137

93,68

22,540.374.362

12,748.281,000

34,16

6.624.493,974

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian gang tidak terpisahkan dari Laporan

Keuangan

L ap o ran. fu a fi s asi flngg a ran

$z

Laporan Keuangan Taltun zor6

8"alai *\esar l*rlzts|t"i Agr*

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

NERACA PER 31 DESEMBER, 20I.6 DAN 2015

Kas di Bendahara Pengeluaran Kas pada Badan Layanan Umum Pendapatan Yang Masih Harus Diterima

OM

Penyisihan Piutang Tak Tertagih - Piutang dari Keg. 0perasional BLU

Persed iaa n

.lumlah Aset Lancar

Tanah Badan Layanan Umum

40.8s1.149.9s8

Peralatan dan Mesin Badan Layanan Umum

65.393.224.650

dan

24.329.440,0s0

Jalan, lrigasi, dan Jaringan Badan Layanan Umum

112,279.800

Aset Tetap Lainnya Badan Layanan Umum Konstruksi dalam pengerjaan Badan Layanan Umum Akumulasi Penyusutan Aset Tetap

684.073,020

lumlah Aset Tetap

Piutang Tagihan TP/TGR Penyisihan Piutang TP/TGR jumlah Piutang Jangka Panjang

Bada n

Jumlah Aset Lainnya

Utang kepada Pihak Ketiga Pendapatan Diterima di Muka Utang Jangka Pendek Lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Pendek

E kuitas

JUMLAH EKUITAS

c.19

185,7s8 000

c.22

c,23

c.74

Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian gang tidak terpisahkan dari Laporan

Keuangan

 

7

Lapor an Keuangan T ahun z ofi

|1akti L\*sar lnduslr"i Agr"rr

 

a

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

LAPORAN OPERASIONAL

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2015

IATAN

OPERASIONAL

PENDAPATAN

Bukan Pajak

D.1

(Dalan't Rupiah\

Beban Pegawai

0,2

25.158.478.135

23,490.740.308

Beban Persediaan

D.3

6.855.061.575

Beban Barang dan Jasa

D.4

7.133.961 757

7.

Beban Pemeliharaan

D.5

1.511 513.071.

1. 307.31

Beban Perjalanan Dinas

D,6

2.094.800.832

2,153,692, i39

Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat

D,7

Beban Bantuan Sosial

D,B

D.9

6,971,082,708

5.223.175.314

SURPLUS (DEFTSTT) DAR| KEGTATAN

KEG IATAN NON OPERASIONAL

D.10

D.11

Pendapatan Pelepasan Aset Non Lancar

4.400.

10.400.000

Beban Pelepasan Aset Non Lancar

302.404.500

Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya

Beban dari Kegiatan Non 0perasional Lainnya

suRPLUS i DEFTS|T DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL

suRPLUS/DEFtStT SEBELUM POS LUAR BIASA

POS LUAR BIASA

ISIT LO

Cqtatan atas Laporan Keuangan tnerupakan bagian gang tidak terpisahkan dari Laporan

Keuangan

Lapor an Keuangan T ahun z ot 6

ilalai trJcsar lntlvslt'i Agr*

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO LAPOR.A,N PERUBAHAN EKUITAS UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2016 DAN 2OL5

El(UITAS AWAL

URAIAN

stJRPLUyDrFrSrT Lo

KOREKSI YANG MENAMBAH/MENGURANGI

EKUIIAS

DAMPAK KUM ULATIF PERUBAHAN

t,.t

E,2

 

E,3,1

KEBIIAKAN/KESATAHAN

MENDASAR

PENYESUAIAN NILAI ASET

E,3.2

KOREKSI NILAI PERSEDIAAN

E33

SELISIH REVALUASI ASET TEIAP

[.3,4

KOREKSI NILAI ASETIETAP NON REVALUASI

E,3.5

KOREKSI LAIN.LAIN

E.3,6

]UMLAH

El(UITAS Al(HIR

E,4

E5

107,n8,072,037

122.12

mRu

100.s74.468.736

31,87s,463,146

| 27,375,644,191

117,350,325,312 I

107,778,072.032

Catatan atas Laporan Keuangan mentpakan bagian gang tidak terpisahkan dari Laporan

Keuangan

L ap o ran (Pe ru. 6 a ft an f, futit as

!b ,-

Lap or an l(euangan T ahun z o$

Tlalai li3*sitr |v*tsstti hgz"rs

A,1. Profl,l. &w,ra Kebijaleaxr Tel<nis &alai Besar Ind.ustni

Dasar

Hulwnt

Entitas dctn

Rencana

Strategis

&gr*

Balai Besar Industri Agro (BBIA) adalah satuan

kerja yang berada dibawah dan bertanggung jawab

kepada Badan Penelitian dan

pengembangan

Industri, sesuai dengan Peraturan Menteri

Perindustrian RI

No.

119/M-IND/PER/ tt /2OtO

tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Balai Besar

dan Balai Riset dan Standarisasi Industri Dalam

Masa Peralihan Terkait Perubahan Struktur

Organisasi Eselon I Kementerian Perindustrian, jo.

Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 39lM-

IND/PER l6l2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Balai Besar Industri Agro dinyatakan bahwa BBIA mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan

kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama,

standardisasi, pengujian, kalibrasi, sertifikasi,

pelatihan, konsultansi, RBPI dan pengembangan

kompetensi industri agro.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.

517 |KMK.OSl2OO9 tanggal 28 Desember 2OO9 BBIA

ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang mendapatkan kewenangan menerapkan Pola

Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-

BLU). Untuk hal

tersebut, BBIA dituntut

menjalankan organisasinya secara profesional dalam

memberikan pelayanan kepada masyarakat industri agro dengan lebih baik, transparan, akuntabel, dan

mandiri. Jasa pelayanan teknis yang menjadi layanan

unggulan BBIA saat ini antara lain:

Catatan Atas Laporan'tieuangan

$

7

Laporan Keuangan T ahun zotl

1. jasa pengujian

t

I

I

1l

l\al;:i li} t: s""*t' lz"a tlu sl't-i l\gt" <s

2.

Jasa Sertifikasi

3.

Jasa kalibrasi

4.

Jasa pelatihan

5.

Jasa kerjasama penelitian dan pengembangan

6. Rancang bangun dan perekayasaan industri

7. Jasa konsultansi

8. Jasa inspeksi teknis.

Pendekatan

Penyusunan

Laporan

Keuangant

e"?, Yew&*katxxz Pemyusxftazr Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Tahun 2076 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Balai Besar Industri Agro. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu

serangkaian prosedur manual maupun yang

terkomputerisasi mulai dari

pengumpulan data,

pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan

posisi keuangan dan

operasi keuangan pada

Kementerian Negar a I Lembaga.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan

Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi

Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan

Perubahan Ekuitas. Sedangkan SIMAK-BMN adalah

sistem yang menghasilkan informasi aset tetap,

persediaan, dan aset lainnya untuk pen)'Llsunan neraca

dan laporan barang milik negara serta laporan

manajerial lainnya.

CatatanAtas LaporanTieuanganl A

Laporan Keuangan Tahun zo16

N\ alai li:l * sit z' tr zt tl u str i /\gr <:

Basis

Akuntansi

&.3. Sasis &kxxmtaxasi

Balai Besar Industri Agro menerapkan basis akrual

dalam penyusunan dan penyajian Neraca, Laporan

Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis

kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi

Anggaran. Basis akrual adalah basis akuntansi yang

mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa

memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau

dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi

yang yang mengakui pengaruhi transaksi atau peristiwa

lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau

dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi

Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2O7O tentang

Standar Akuntansi Pemerintahan.

Dasar

Pengulanran

& " 4. fr xsx.x W eNzgzx}r:ar&r&

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk

mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan

keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Balai

Besar Industri Agro dalam penlrusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai

perolehan historis.

Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber

daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang

diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang

digunakan pemerintah untuk memenuhi kewajiban yang bersangkutan.

Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan

Lapor an l(euangan Tahun zor 6

l1

,

1|tz\;ai llt:s;tl lt"trl*su,ri hgr t>

mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan mata

uang asing ditranslasi terlebih dahulu dan dinyatakan

dalam mata uang rupiah.

Kebijaltan

Altuntan'tsi

4.5. Ktlb*jsleax &ktzyxta,m.*i

Penlrusunan dan penyajian Laporan Keuangan Tahun

2016 telah mengacu pada Standar Akuntansi

Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi-konvensi, aturan-

aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh

suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan

penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang

diterapkan dalam laporan keuangan ini

adalah

merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang merupakan

entitas pelaporan dari Balai Besar Industri Agro.

Disamping itu, dalam penlusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengeloiaan keuangan yang sehat di

lingkungan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi penting yang digunakan

dalam penyusunan Laporan Keuangan Balai Besar

Industri Agro adalah sebagai berikut:

Pendapatan- (1) Pendapatan- LRA

LRA

. Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima

pada Kas Umum Negara (KUN).

o Akuntansi

pendapatan-LRA dilaksanakan

berdasarkan azas

bruto,

yaitu

dengan

membukukan penerimaan bruto, dan tidak

mencatat

jumlah

nettonya

(setelah

dikompensasikan dengan pengeluaran).

o Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi

sumber pendapatan.

Lap or an Keuangan T ahun z o$

&

6

13 alzzi lil t: s a r I n & * st.r i t\gt' <:t

Pendapatctn

LO

(2) Pendapatan- LO

. Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang

diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode

tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak

perlu dibayar kembali.

.

Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak

atas pendapatan dan /atau Pendapatan direalisasi,

yaitu adanya aiiran masuk sumber daya ekonomi.

 

Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada

Badan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan adalah

sebagai berikut:

 

o

Pendapatan Jasa Pelatihan diakui setelah

 

pelatihan selesai dilaksanakan

 

o

Pendapatan Sewa Gedung diakui secara

 

proporsional antara nilai dan periode waktu

sewa.

 

o

Pendapatan Denda diakui

pada

saat

 

dikeluarkannya surat keputusan denda atau

dokumen lain yang dipersamakan

r

Akuntansi

pendapatan-LO dilaksanakan

berdasarkan azas

bruto,

yaitu

dengan

membukukan penerimaan bruto, dan tidak

mencatat

jumlah

nettonya

(setelah

dikompensasikan dengan pengeluaran).

o Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber

Belanja

pendapatan.

(3) Belanja

.

Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening

Kas Umum Negara yang mengurangi Saldo

Anggaran Lebih dalam peride tahun anggaran yang

bersangkutan yang tidak

akan

diperoleh

pembayarannya kembali oleh pemerintah.

r

Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas

Qatalan,4tas Laporan I{euangan I

11

Laporan i(euangan Tahun zo$

dari KUN.

e Khusus

1\alai li:le s;x' I n d lr stri Agl"o

pengeluaran melalui

bendahara

pengeluaran, pengakuan belanja terjadi pada saat

pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut

disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan

Negara (KPPN).

. Belanja

disajikan

menurut

klasifikasi

ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi

berdasarkan organisasi dan

diungkapkan dalam Catatan atas Laporan

fungsi akan

Beban

Keuangan. (4) Beban

o Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau

potensi jasa dalam periode pelaporan yang

menurunkan ekuitas, yang dapat berupa

pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya

kewajiban.

. Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban;

terjadinya konsumsi aset; terjadinya penurunan

manfaat ekonomi atau potensi jasa.

o Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis

belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan

organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan

atas Laporan Keuangan.

Aset

(5) Aset

Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset

Tetap, Piutang Jangka Panjang dan Aset Lainnya.

Aset Lancar

a. Aset Lancar

.Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai

nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI

pada tanggal neraca.

Catalort Alas Laporan'l(auangan i

1.2

Laporan Keuangan Tahun zor6

llalai []esar lndustri Agro

.lnvestasi Jangka Pendek BLU dalam bentuk surat

berharga disajikan sebesar nilai

perolehan

sedangkan investasi dalam bentuk deposito dicatat sebesar nilai nominal.

oPiutang diakui apabila menenuhi kriteria sebagai

berikut:

a) Piutang yang

timbul

dari

Tuntutan

Perbendaharaan/Ganti Rugi apabila telah

timbul hak yang didukung dengan Surat

Keterangan Tanggung Jawab Mutlak dan/atau

telah dikeluarkannya surat keputusan yang

mempunyai kekuatan hukum tetap.

b) Piutang yang timbul dari perikatan diakui

apabila terdapat peristiwa yang menimbulkan

hak tagih dan didukung dengan naskah

perjanjian yang menyatakan hak

dan

kewajiban secara jelas serta jumlahnya bisa

diukur dengan andal

oPiutang disajikan dalam neraca pada nilai yang

dapat direalisasikan (net realizable ualue). Hal ini

diwujudkan dengan membentuk penyisihan

piutang tak

tertagih. Penyisihan tersebut

didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan

yang

dilakukan pemerintah. Perhitungan

penyisihannya adalah sebagai berikut:

Kualitas

Piutang

Lancar

Uraian

Belum dilakukan pelunasan

s.d. tanggtrl jatuh tempo

Penyisihan

o.50

Laporan Keuangan Tahun zo16

Kurang

Lancar

Diragukan

Macet

llalai l]esar Indnstri Agro

Satu bulan terhitung sejak

tanggal Surat Tagihan

Pertama tidak dilakukan

pelunasan

Satu bulan terhitung sejak

tanggal Surat Tagihan Kedua

tidak dilakukan pelunasan

to%

50%

1. Satu bulan terhitung sejak

tanggal Surat Tagihan Ketiga

tidak dilakukan pelunasan

2. Piutang telah diserahkan

kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

loo.k

oTagihan Penjualan Angsuran (TPA) dan Tuntutan Perbedaharaan/Ganti Rugi (TP/TGR) yang akan

jatuh tempo 12 (dua belas) bulan setelah tanggal

neraca disajikan sebagai Bagian Lancar TP/TGR

atau Bagian Lancar TPA.

oNilai Persediaan dicatat berdasarkan hasil

inventarisasi fisik pada tanggal neraca dikalikan

dengan:

.harga pembelian terakhir, apabila diperoleh

dengan pembelian;

.harga standar apabila diperoleh dengan

memproduksi sendiri; .harga wajar atau estimasi nilai penjualannya

apabila diperoleh dengan cara lainnya.

Aset I'etap

b. Aset Tetap

oAset tetap mencakup seluruh aset berwujud yang

dimanfaatkan oleh pemerintah maupun untuk

Catatan Atas Laporan'l{euangan

p

1.4

Laporan Keuangan Tahun zo$

):

,

Tltsliti

\ l t sit r l* rl t tst t'i &gr t>

kepentingan publik yang mempunyai masa

manfaat lebih dari 1 tahun.

.Nilai Aset tetap disajikan berdasarkan harga

perolehan atau harga wajar.

.Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut:

a) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan

mesin dan peralatan olah raga yang nilainya

sama dengan atau lebih dari Rp300.000 (tiga

ratus ribu rupiah);

b) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang

nilainya sama dengan atau lebih dari

Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah);

c) Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan

nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas,

diperlakukan sebagai biaya kecuali pengeluaran

untuk tanah, jalanlrrrgasi/jaringan, dan aset

tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan

barang bercorak kesenian.

oAset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan

operasional pemerintah yang disebabkan antara

lain karena aus, ketinggalan jaman, tidak sesuai

dengan kebutuhan organisasi yang makin

berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan

rencana umum tata ruang (RUTR), atau masa

kegunaannya telah berakhir direklasifikasi ke Aset

Lain-Lain pada pos Aset Lainnya.

oAset tetap yang secara permanen dihentikan

penggunaannya, dikeluarkan dari neraca pada

saat ada usulan penghapusan dari entitas sesuai

dengan ketentuan perundang-undangan di bidang

C at a t an Atas L ap o ran'tieuang a n';

15

Lap or an Keuangan T ahun z o$

Peruyusutan

Aset Tetap

7\ tz *zi

11 t: s a r

I * ttr u st:' i

Agt" <t

pengelolaan BMN/BMD.

c. Penyusutan Aset Tetap

oPenyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai

sehubungan dengan penurunan kapasitas dan

manfaat dari suatu aset tetap.

.Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap:

a. Tanah

b. Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP)

c. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan

dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak

berat dan/atau usang yang telah diusulkan

kepada Pengelola Barang untuk dilakukan

penghapusan

.Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset

Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa

memperhitungkan adanya nilai residu.

oPen),usutan Aset Tetap dilakukan dengan

menggunakan metode garis lurus yaitu dengan

mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari

Aset Tetap secara merata setiap semester selama

Masa Manfaat.

oMasa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan

berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor:

59/KMK.06l2Ol3 tentang Tabel Masa Manfaat

Dalam Rangka Penyusutan Barang Milik Negara

berupa Aset Tetap pada Entitas

Pemerintah

Pusat. Secara umum tabel masa manfaat

adalah sebagai berikut:

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tetap

Lap or an Keuangan T ahun z o$

Piutang

Jangka

Kelompok Aset Tetap

Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan

Jalan, Jaringan dan lrigasi

Aset Tetap Lainnya (A1at Musik

Modern)

d. Piutang Jangka Panjang

,

t

g

li}alai l)t:sar trn*tzst.ri &gt*

Masa Manfaat

2 s.d. 20 tahun 10 s.d. 50 tahun

5 s.d 40 tahun

4 tahun

r Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang

Panjang

diharapkan/dijadwalkan akan diterima dalam

jangka waktu lebih dari L2 (dua belas ) bulan

setelah tanggal pelaporan.

c Tagihan Penjualan Angsuran (TPA), Tagihan

Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) dinilai berdasarkan nilai nominal dan

disajikan sebesar nilai yang dapat direalisasikan.

Aset

e. Aset Lainnya

Lainnya

o Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset

lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah aset tak

berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh

tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset

kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan

kas yang dibatasi penggunaannya.

. Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat neto yaitu sebesar harga perolehan setelah

dikurangi akumulasi amortisasi.

r Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas

dilakukan dengan metode garis lurus dan nilai sisa

nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat

C at a t a n At as L ap o rat t'l(euan g an

t7

Lap or an Keuangan T ahun z o6

li\ al zti l\ e s a r 1 * 11 u stx' i A gz' ts

tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi.

r Masa Manfaat Aset Tak Berwujud ditentukan

dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan

Nomor: 620lKM.6l2O15 tentang Masa Manfaat

Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara

berupa Aset Tak Berwujud pada Entitas

Pemerintah trusat. Secara umum tabel masa

manfaat adalah sebagai berikut:

Penggolongan Masa Manfaat Aset Tak Berwujud

Kelompok Aset Tak Berwujud

Softtttare Komputer

Franchise

Lise nsi, Hak Paten Sederhana,

Merk, Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

Hak Ekonomi Lembaga Penyiararr, Paten Biasa, Perlindungan Varietas

Masa Manfaat

(tahun)

4

5

10

20

Tanaman Semusim. Hak Cipta Karya Seni Terapan,

Perlindungan Varietas Tanaman

Tahunan

Hak Cipta atas Ciptaan Gol.ll, Hak Ekonomi Pelaku Pertunjukan, Hak

Ekonomi Produser Fonogram.

Hak Cipta atas Ciptaan Gol.l

25

50

70

o Aset

Lain-lain berupa aset tetap pemerintah

disajikan sebesar nilai buku yaitu harga perolehan

diku rangi akumulasi penyusutan.

Kewajiban

(6) Kewajiban

CatatauAtas Laporanl(euangan* B

Lap or an Keuangan T ahun z o$

.

|1allrz l\*sar |**lr:tstri rt,gz.<t

Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyeiesaiannya mengakibatkan

aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

.

Kewajiban pemerintah diklasifikasikan kedalam

kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka

panjang.

a. Kewajiban Jangka Pendek

Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai

kewajiban jangka pendek jika

diharapkan

untuk dibayar atau jatuh tempo dalam rvaktu

dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

Kewajiban jangka pendek meliputi U