Anda di halaman 1dari 60

Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

KATA PENGANTAR

Laporan ini merupakan Laporan Keuangan Badan Layanan Umum Balai Besar
Industri Agro Tahun 2015, yang disusun dalam rangka memenuhi pasal 13 ayat (1) dan (2)
Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum, yang menyatakan bahwa :

(1) Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf a disampaikan


secara berjenjang kepada menteri/pimpinan lembaga serta kepada Menteri Keuangan c.q.
Direktur Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan, semester, dan tahun.

(2) Laporan Keuangan triwulanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari
laporan realisasi anggaran/laporan operasional, laporan arus kas, dan catatan atas
laporan keuangan, disertai laporan kinerja.
Untuk memenuhi ketentuan tersebut kami telah menyusun dan menyajikan Laporan
Keuangan yang berupa Laporan Aktivitas, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas
Laporan Keuangan dengan mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan. Laporan-
Laporan tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan kinerja dan posisi keuangan dalam
suatu periode, sehingga dengan informasi keuangan yang disajikan tersebut mampu
menyediakan bahan dalam pengambilan keputusan manajemen maupun untuk penilaian
kinerja keuangan organisasi.
Harapan kami semoga laporan keuangan ini dapat menyajikan secara wajar dan
mampu mengungkapkan kegiatan BLU dan sumber daya ekonomis atau kekayaan yang
digunakan oleh BBIA, serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundang-
undangan yang berlaku khususnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008.
Selain itu Laporan Keuangan ini diharapkan akan dapat meningkatkan akuntabilitas
publik Balai Besar Industri Agro, serta menjadi pemacu dalam peningkatan kinerja BBIA
ke depan.
Bogor, 19 Januari 2016
Pemimpin BLU- BBIA/
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng


NIP : 195609101984032002
1
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ....................................................................................................... 1
Daftar Isi ................................................................................................................ 2
Pernyataan Tanggung Jawab Kepala BBIA ............................................................ 4
Ringkasan Eksekutif ............................................................................................... 5
LAPORAN KEUANGAN ..................................................................................... 8
A. Laporan Operasional/Aktivitas BLU BBIA Tahun 2015 ..................................... 9
B. Neraca per 31 Desember Tahun 2015..... 11
C. Laporan Arus Kas Tahun 2015 ............................................................................ 13
D. Catatan Atas Laporan Keuangan PK BLU Balai Besar Industri Agro ................ 15
I. Pendahuluan ................................................................................................. 15
1. Sejarah BBIA dan Pembentukan BLU ................................................ 15
2. Dasar Hukum Pembentukan BLU ....................................................... 19
3. Alamat Kantor, Unit Vertikal dan Unit Usaha ..................................... 20
4. Hakikat Operasi dan Kegiatan Utama BLU ........................................ 20
5. Nama Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas BLU .......................... 25
6. Jumlah Karyawan ............................................................................... 25
II. Kebijakan Akuntansi ................................................................................ 26
III. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan ..................................................... 27
1. Pendahuluan ...................................................................................... 27
2. Kebijakan Akuntansi ......................................................................... 28
3. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Aktivitas ........................................ 31
4. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Neraca ............................................ 42
5. Penjelasan atas Pos-pos Arus Kas ...................................................... 51
6. Perbedaan Penyajian Laporan Aktivitas dan Laporan Arus Kas ......... 54
7. Pengukuran Kinerja Keuangan Tahun 2015 ....................................... 56
8. Informasi Tambahan .......................................................................... 58

Lampiran:
1. Daftar Risalah Lelang & Aset Tetap Yang Dihapuskan................................. 61
2. Daftar Piutang ..... 75
3. Daftar Penyisihan Piutang ... 88

2
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Halaman

4. Daftar Persediaan Bahan Kimia & ATK . 100


5. Daftar Akumulasi Penyusutan Aset Tetap .................................................... 197
6. Kertas Kerja Penyusunan Laporan Keuangan ............................................... 202

3
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB


KEPALA SATUAN KERJA
BADAN LAYANAN UMUM
BALAI BESAR INDUSTRI AGRO (BBIA)

Laporan Keuangan Balai Besar Industri Agro yang terdiri dari Laporan Aktivitas,
Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun 2015 sebagaimana terlampir
adalah merupakan tanggung jawab kami.
Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian internal
yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi kegiatan dan posisi keuangan secara
layak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang mengacu kepada Peraturan Menteri
Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Badan Layanan Umum.

Bogor, 19 Januari 2016

Pemimpin BLU-BBIA/
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng


NIP : 195609101984032002

4
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

RINGKASAN EKSEKUTIF

Berdasarkan pasal 9 Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008


tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum,
menyebutkan bahwa dalam rangka pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan dan
kegiatan pelayanannya, BLU menyusun dan menyajikan : Laporan Keuangan dan Laporan
Kinerja. Laporan keuangan tersebut berupa Laporan Realisasi Anggaran/atau Laporan
Operasional, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Dengan
demikian penyusunan dan penyajian laporan keuangan satuan kerja ini merupakan
perwujudan dan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran dan/atau barang pada
satuan kerja Balai Besar Industri Agro.

Laporan Keuangan BBIA Tahun 2015 ini telah disusun berdasarkan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) dan disajikan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor : 76/PMK.05/2008.

1. Laporan Operasional/Laporan Aktivitas

Laporan Operasional/Laporan Aktivitas adalah laporan yang menyajikan informasi


tentang kegiatan BLU yang meliputi sumber (Pendapatan), alokasi dan pemakaian
sumber daya ekonomi (Beban) yang dikelola oleh BLU, serta informasi surplus dan
defisit aktivitas BLU tahun berjalan.

Pendapatan BLU pada Tahun 2015 sebesar Rp 50.985.416.479,- yang terdiri dari:

Pendapatan dari Jasa Pelayanan (JPT) yang dihitung secara akrual sebesar Rp
24.697.700.589,-.

Pendapatan dari APBN (RM) berdasarkan SPM dan SP2D yang telah diterbitkan
yaitu sebesar Rp 25.662.888.151,- yang merupakan Pendapatan APBN Operasional
dan Investasi.

Pendapatan Lain-lain yang merupakan pendapatan jasa giro dan legalisir hasil uji
serta pendapatan lelang penjualan/penghapusan aset tetap sebesar Rp 624.827.739,-

Total beban pada Tahun 2015 adalah sebesar Rp 47.049.922.042,- yang terdiri dari
Beban Layanan Rp 13.351.609.076,- , Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp

5
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

33.695.571.966,- dan Beban Lainnya sebesar Rp 2.741.000,-, sehingga terjadi surplus


dari aktivitas sebelum keuntungan/kerugian pada Tahun 2015 sebesar Rp
3.935.494.437,-. Selain itu terdapat kerugian atas penjualan aset sebesar Rp
302.404.500,- dan pendapatan dari kejadian luar biasa sebesar Rp 9.990.000,-,
sehingga Surplus bersih menjadi Rp 3.643.079.937,-

Apabila laporan aktivitas tidak memperhitungkan Pendapatan APBN (RM) maka akan
terjadi defisit sebesar Rp 22.019.808.214,-.

2. Neraca

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan BLU mengenai
aset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu (akhir periode).

Jumlah aset (aktiva) Tahun 2015 adalah sebesar Rp 107.700.796.532,- yang terdiri dari
aset lancar (aktiva lancar) sebesar Rp 24.765.279.801,- dan aset tetap sebesar Rp
82.935.516.731,-.

Jumlah kewajiban Tahun 2015 adalah sebesar Rp 1.811.370.092,- yang merupakan


kewajiban jangka pendek, terdiri dari Biaya Yang Masih Harus Dibayar sebesar Rp
680.621.342,-, serta Pendapatan Diterima Dimuka atau Uang Muka Jasa Layanan
sebesar Rp 1.130.748.750,-.

Jumlah ekuitas tidak terikat Tahun 2015 adalah sebesar Rp 105.889.426.440,- yang
terdiri dari ekuitas awal sebesar Rp 60.119.258.878,- ditambah surplus aktivitas tahun
lalu sebesar Rp 29.788.673.979,- ditambah surplus Tahun 2015 sebesar Rp
3.643.079.937,- dan ditambah Ekuitas Donasi (Bantuan Peralatan) sebesar Rp
12.338.413.646,-.

3. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus kas masuk dan kas
keluar selama Tahun 2015 yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas
investasi dan aktivitas pendanaan. Laporan Arus Kas disusun dengan metode langsung
(direct method). Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci
menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih
lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas.

6
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Jumlah arus kas masuk dari aktivitas operasi pada Tahun 2015 adalah sebesar Rp
53.558.922.424,- dan arus kas keluarnya sebesar Rp 42.329.313.468,- sehingga arus
kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 11.229.608.956,-.

Arus kas masuk dari aktivitas investasi Rp 10.400.000,- yang merupakan pendapatan
dari lelang penghapusan aset tetap sedangkan arus kas keluarnya sebesar
Rp 6.634.893.974,- yang merupakan pembelian Aset Tetap pada Tahun 2015 dan
Penyetoran kepada Negara atas lelang aset tetap yang dihapuskan.

Uang kas pada Tahun 2015 bertambah sebesar Rp 4.605.114.982,- dari saldo awal
Tahun 2015 (1 Januari 2015) sebesar Rp 19.363.181.492,- sehingga saldo kas akhir
per 31 Desember 2015 menjadi Rp 23.968.296.474,-.

4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi tentang
penjelasan atau daftar terinci atau analisis terhadap nilai suatu pos yang disajikan
dalam Laporan Realisasi Anggaran/Laporan Aktivitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas
sebagai upaya untuk pengungkapan informasi yang memadai.

Tujuan utama Catatan atas Laporan Keuangan adalah memberikan penjelasan dan
analisis atas informasi yang ada di Laporan operasional, neraca, laporan arus kas, dan
informasi tambahan lainnya sehingga para pengguna mendapatkan pemahaman yang
lengkap atas laporan keuangan BLU.

Dalam penyajian Laporan Aktivitas, pendapatan dan beban BLU diakui berdasarkan
basis akrual yaitu pada saat terjadinya transaksi keuangan dimana jumlah pendapatan
merupakan hak yang seharusnya diterima dan beban merupakan pengorbanan yang
seharusnya dibayarkan pada suatu periode.

Sedangkan untuk pendapatan dari APBN diakui berdasarkan basis kas, yaitu pada saat
kas dikeluarkan dari Kas Umum Negara (KUN). Untuk belanja yang didanai dari
pendapatan BLU diakui berdasarkan basis akrual yaitu, pada saat terjadinya transaksi
pendapatan.

Arus Kas disajikan berdasarkan basis kas yaitu uang kas atau setara kas saat diterima
atau dikeluarkan.

7
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

LAPORAN KEUANGAN

8
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

A. LAPORAN OPERASIONAL/
LAPORAN AKTIVITAS BLU-BBIA
TAHUN 2015

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2014 PENURUNAN
JUMLAH %
PENDAPATAN

Pendapatan Usaha/Jasa Layanan 24.697.700.589 23.007.731.708 1.689.968.881 7,35%


Jasa Layanan Teknis 24.697.700.589 23.007.731.708 1.689.968.881 7,35%

Pendapatan APBN 25.662.888.151 18.880.933.982 6.781.954.169 35,92%


Operasional (RM) 21.730.306.677 18.783.660.982 2.946.645.695 15,69%
Investasi (RM) 3.932.581.474 97.273.000 3.835.308.474 -

Pendapatan Lain-lain 624.827.739 635.787.843 (10.960.104) -1,72%


Pendapatan Lain-lain 614.427.739 635.787.843 (21.360.104) -3,36%
Pendapatan Lelang Penghapusan Aset 10.400.000 - 10.400.000 -
Jumlah Pendapatan 50.985.416.479 42.524.453.533 8.460.962.946 19,90%
Beban
Beban Layanan
Beban Pegawai 4.195.686.140 3.905.803.100 289.883.040 7,42%
Beban Bahan 6.293.365.735 5.787.465.828 505.899.907 8,74%
Beban Jasa Layanan 1.829.592.000 1.742.080.000 87.512.000 5,02%
Beban Pemeliharaan - - - -
Beban Perjalanan 1.032.965.201 956.507.500 76.457.701 7,99%
Beban Lain-Lain - - - -
Jumlah Beban Layanan 13.351.609.076 12.391.856.428 959.752.648 7,75%
Beban Umum dan Administrasi
Beban Pegawai 19.448.099.779 16.817.220.396 2.630.879.383 15,64%
Beban Administrasi Kantor 806.807.722 720.079.958 86.727.764 12,04%
Beban Pemeliharaan 1.239.471.935 944.067.791 295.404.144 31,29%
Beban Langganan Daya & Jasa 1.031.457.597 976.326.377 55.131.220 5,65%
Beban Pemasaran 462.964.850 424.339.120 38.625.730 9,10%
Beban Perjalanan 382.310.838 519.786.700 (137.475.862) -26,45%
Beban Pakaian Kerja 46.127.500 52.686.000 (6.558.500) -12,45%
Beban Pengembangan Kelembagaan 996.980.325 1.108.561.548 (111.581.223) -10,07%
Beban Litbang & Teknologi 1.721.319.125 910.033.288 811.285.837 89,15%
Beban Penyusutan 7.074.989.583 3.085.356.284 3.989.633.299 129,31%
Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih 12.563.043 85.983.175 (73.420.132) -85,39%
Beban Lainnya 472.479.669 703.435.406 (230.955.737) -32,83%
Jumlah Beban Umum 33.695.571.966 26.347.876.043 7.347.695.923 27,89%

9
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2014 PENURUNAN
JUMLAH %
Beban Lainnya
Beban Adm.Bank 1.241.000 1.986.900 (745.900) (37,54%)
Beban Lain-lain 1.500.000 3.334.000 (1.834.000) (55%)
Jumlah Beban Lainnya 2.741.000 5.320.900 (2.579.900) (48,49%)
Jumlah Beban 47.049.922.042 38.745.053.371 8.304.868.671 21,43%

Surplus/Defisit Sebelum Pos


Keuntungan/Kerugian 3.935.494.437 3.779.400.162 156.094.275 4,13%
Keuntungan/Kerugian
Keuntungan Penj.Aset Non Lancar - - - -
Rugi Penj.Aset Non Lancar 302.404.500 - 302.404.500 -
Rugi Penurunan Nilai - - - -
Lain-lain - - - -
Total Keuntungan/Kerugian 302.404.500 - (302.404.500) -

Surplus/Defisit Sebelum Pos-pos


Luar Biasa 3.633.089.937 3.779.400.162 (146.310.225) (3,87%)
Pos-pos Luar Biasa
Pendapatan dari Kejadian Luar Biasa 9.990.000 - 9.990.000 -
Beban dari Kejadian Luar Biasa - - - -
Total Pos-Pos Luar Biasa 9.990.000 - 9.990.000 -
Surplus/Defisit Bersih 3.643.079.937 3.779.400.162 (156.300.225) (4,14%)
Surplus/Defisit Di Luar Pendapatan
(22.019.808.214) (15.101.533.820) (6.918.274.394) (45,81%)
APBN

Bogor, 31 Desember 2015

Pemimpin BLU- BBIA/


Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng


NIP : 195609101984032002

10
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

B. NERACA BLU BBIA


PER 31 DESEMBER 2015

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2014 PENURUNAN
JUMLAH %
Aset Lancar

Kas 23.968.296.474 19.363.181.492 4.605.114.982 23,78%


Kas Bendahara RM 598.635.850 413.000.000 185.635.850 -
Kas Bendahara BLU 23.369.660.624 18.950.181.492 4.419.479.132 23,32%
PUMK I (RM) - - - -
PUMK II (BLU) - - - -

Piutang Usaha 252.954.232 131.106.775 121.847.457 92,94%


Piutang Jasa Pelayanan 489.684.000 355.273.500 134.410.500 37,83%
Piutang Jasa Lainnya - - - -
Penyisihan Piutang Tak Tertagih (236.729.768) (224.166.725) (12.563.043) (5,60%)
Piutang Lain-lain - - - -

Persediaan 544.029.095 433.414.760 110.614.335 25,52%


Persed ATK dan Perlengkapan Lainnya 226.281.920 127.415.500 98.866.420 77,59%
Persed Bahan Kimia 317.747.175 305.999.260 11.747.915 3,84%
Total Aset Lancar 24.765.279.801 19.927.703.027 4.837.576.774 24,28%
Aset Tetap

Tanah 40.851.149.958 40.851.149.958 - -


Tanah 40.851.149.958 40.851.149.958 - -
Gedung dan Bangunan 24.329.440.050 23.024.504.550 1.304.935.500 5,67%
Gedung dan Bangunan 24.329.440.050 23.024.504.550 1.304.935.500 5,67%
Peralatan dan Mesin 65.393.224.650 58.883.229.976 6.509.994.674 11,06%
Peralatan dan Mesin 65.393.224.650 58.883.229.976 6.509.994.674 11,06%
Jalan,Irigasi dan Jaringan 112.279.800 112.279.800 - -
Jalan dan Jembatan 11.144.800 11.144.800 - -
Irigasi/Bangunan Air 20.302.500 20.302.500 - -
Jaringan 80.832.500 80.832.500 - -
Aset Tetap Lainnya 684.073.020 684.073.020 - -
Aset Tetap Lainnya 684.073.020 684.073.020 - -
Kontruksi Dalam Pengerjaan - - - -
Kontruksi Dalam Pengerjaan - - - -
Aset Lain-lain 937.495.600 1.428.649.250 (491.153.650) (34,38%)
Aset Lain-lain 937.495.600 1.428.649.250 (491.153.650) (34,38%)

Akumulasi Penyusutan Peralatan Mesin (46.161.374.596) (40.362.068.730) (5.799.305.866) (14,37%)


Akumulasi Penyusutan Gedung &
Bangunan (2.343.205.202) (1.878.119.231) (465.085.971) (24,76%)
Akumulasi Penyusutan Jalan &
Jembatan (11.144.800) (11.144.800) - -

11
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2014 PENURUNAN
JUMLAH %

Akumulasi Penyusutan Irigasi (19.999.947) (19.983.593) (16.354) (0,08%)


Akumulasi Penyusutan Jaringan (28.541.327) (25.840.410) (2.700.917) (10,45%)
Akumulasi Penyusutan Aset Lain-lain (807.880.475) (826.787.750) 18.907.275 2,29%
Total Aset Tetap 82.935.516.731 81.859.942.040 1.075.574.691 1,31%
TOTAL ASET 107.700.796.532 101.787.645.067 5.913.151.465 5,81%

Kewajiban Jangka Pendek 1.811.370.092 1.361.268.364 450.101.728 33,06%


Uang Muka KPPN - - - -
Hutang Pajak - - - -
Hutang Gaji & Honor - - - -
Hutang Usaha - - - -
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 680.621.342 498.142.864 182.478.478 36,63%
Pendapatan Diterima DiMuka 1.130.748.750 863.125.500 267.623.250 31,01%

Kewajiban Jangka Panjang - - - -


Hutang Pihak Ketiga - - - -
Total Kewajiban 1.811.370.092 1.361.268.364 450.101.728 33,06%
EKUITAS
Ekuitas Tidak Terikat
Ekuitas Awal 60.119.258.878 60.119.258.878 - -
Surplus dan Defisit Tahun Lalu 29.788.673.979 26.009.273.817 3.779.400.162 14,53%
Surplus dan Defisit Tahun Berjalan 3.643.079.937 3.779.400.162 (136.320.225) (3,60%)
Ekuitas Donasi 12.338.413.646 10.518.443.846 1.819.969.800 17,30
Total Ekuitas 105.889.426.440 100.426.376.703 5.463.049.737 5,44%
JUMLAH KEWAJIBAN DAN
107.700.796.532 101.787.645.067 5.913.151.465 5,81%
EKUITAS

Bogor, 31 Desember 2015


Pemimpin BLU- BBIA/
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng


NIP : 195609101984032002

12
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

C. LAPORAN ARUS KAS


TAHUN 2015

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2014 PENURUNAN
JUMLAH %
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus Masuk 53.558.922.424 45.693.125.164 7.865.797.260 17,21%
Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan 24.840.057.339 23.408.808.524 1.431.248.815 6,11%
Pendapatan Hibah - - - -
Pendapatan APBN (Rupiah Murni) 25.671.658.807 18.888.369.193 6.783.289.614 35,91%
Pendapatan Lain-lain 614.427.739 635.141.943 (20.714.204) (3,26%)
Pungutan Pajak 2.432.778.539 2.760.805.504 (328.026.965) (11,88%)
Arus Keluar 42.329.313.468 38.163.060.256 4.166.253.212 10,92%
Biaya Layanan 13.363.356.991 12.578.537.928 784.819.063 6,24%
Biaya Umum dan Administrasi 26.524.407.300 22.816.281.613 3.708.125.687 16,25%
Biaya Lainnya - - - -
Pembayaran Kewajiban - - - -
Penyetoran Kelebihan Beban RM 8.770.638 7.435.211 1.335.427 17,96%
Penyetoran Pajak 2.432.778.539 2.760.805.504 (328.026.965) (11,88%)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 11.229.608.956 7.530.064.908 3.699.544.048 49,13%
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Arus Masuk 10.400.000 - 10.400.000 -
Hasil Penjualan Aset Tetap 10.400.000 - 10.400.000 -
Hasil Penjualan Investasi jangka Panjang - - - -
Hasil Penjualan Aset lainnya - - - -
Arus Keluar 6.634.893.974 8.973.516.500 (2.338.622.526) (26,06%)
Perolehan Aset Tetap 6.624.493.974 8.973.516.500 (2.349.022.526) (26,18%)
Perolehan Investasi Jangka Panjang - - - -
Penyetoran Kepada Kas Negara 10.400.000 - 10.400.000 -
Perolehan Aset Lainnya - - - -
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
( 6.624.493.974) (8.973.516.500) 2.349.022.526 (26,18%)
Investasi

13
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2014 PENURUNAN
JUMLAH %
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus Masuk - - - -
Uang Persediaan dari KPPN - - - -
Penerimaan Kembali Pokok Pinjaman - - - -
Pajak Belum Disetor - - - -
Kenaikan Hutang - - - -
Arus Keluar - - - -
Pembayaran Pokok Pinjaman - - - -
Pemberian Pinjaman - - - -
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
- - - -
Pendanaan
Kenaikan Bersih Kas 4.605.114.982 (1.443.451.592) 6.048.566.574 419,03%
Kas dan Setara Kas Awal 19.363.181.492 20.806.633.084 (1.443.451.592) (6,94%)
Jumlah Saldo Kas 23.968.296.474 19.363.181.492 4.605.114.982 23,78%

Bogor, 31 Desember 2015

Pemimpin BLU- BBIA/


Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng


NIP : 195609101984032002

14
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


PK. BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

I. PENDAHULUAN

1. Sejarah BBIA dan Pembentukan BLU

Sejarah Balai Besar Industri Agro dapat ditelusuri mulai dari tahun 1890 dimana
pada saat itu Pemerintahan Hindia Belanda telah mendirikan lembaga yang diberi nama
Agricultuur Chemisch Laboratorium yang berada di dalam lingkungan Departement van
Landbouw, Nijverheid en Handel dengan tugas antara lain :

a. Melayani para ahli dan sarjana pertanian dalam meneliti tanaman-tanaman tropis
terutama yang ada di Kebun Raya Bogor serta arti ekonomi dari tanaman-tanaman
tersebut.

b. Memeriksa/menguji barang-barang dan bahan untuk instansi Pemerintah terutama


dalam bidang pertanian, perdagangan dan sebagainya.

Tugas pengujian berkembang dengan pesat sejalan dengan kemajuan dalam bidang
pertanian dan perdagangan, terutama untuk barang-barang ekspor serta perdagangan dalam
negeri sebagai hasil pembinaan dari bagian Nijverheid dalam Departement van
Landbaouw, Nijverheid en Handel. Maka dalam tahun 1909 nama laboratorium diganti
menjadi Bureau voor Landbouw en Handel-analyse berdasarkan keputusan Gubernur
Jendral Ned. Indie tanggal 26 Januari 1909 dan tercatat dalam Javasche Courant sebagai
Besluit van Directuur voor Landbouw No. 3952 tanggal 27 Mei 1909.

Kegiatan pengujian makin berkembang di samping tugas-tugas rutin penelitian


dengan perbaikan serta penambahan fasilitas, tempat dan peralatan, yang menjadikan
laboratorium ini paling terkemuka di Indonesia pada waktu itu. Dengan makin
meningkatnya peran laboratorium ini dalam pengujian barang-barang ekspor, impor dan
perdagangan dalam negeri, serta dalam penelitian-penelitian agrokimia yang merintis
pertumbuhan agro-industri dalam negeri maka terjadi penggantian nama pada tahun 1911
menjadi Handels Laboratorium dan berlanjut pada tahun 1918 berganti nama menjadi
Analytisch Laboratorium.

Pada tahun 1934 Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan (Phytochemisch


Laboratorium) dalam lingkungan Kebun Raya dan Balai penelitian yang tergabung dalam

15
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor de Landbouw)


meleburkan diri ke dalam Analytisch Laboratorium, dan menamakan diri sebagai
Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek (Balai Penyelidikan Kimia). Balai
Penyelidikan Kimia ini memiliki laboratorium-laboratorium sebagai berikut:
a. Laboratorium Analitika
b. Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan
c. Laboratorium Kimia Pertanian
d. Laboratorium Harsa
e. Laboratorium Minyak Atsiri

Penelitian-penelitian di bidang agrokimia berjalan seiring dengan tugas pengujian


yaitu pengujian hasil-hasil pertanian dalam arti yang luas untuk kepentingan ekspor dan
memajukan industri pengolahan hasil pertanian dalam negeri. Penelitian fitokimia dan
minyak atsiri sudah dirintis sejak didirikannya laboratorium ini. Diberlakukannya sistem
pengawasan mutu susu, ditunjuknya laboratorium ini sebagai penguji kulit kina oleh pabrik
kina Bandung, sistem pengujian air minum dan pengawasan minuman beralkohol,
membuat Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek menjadi laboratorium terkemuka di
jaman Hindia Belanda.

Di jaman pendudukan Jepang (1942-1945), Balai Penyelidikan Kimia diberi nama


Gunsaikanbu Kagaku Kenkyusyu dengan tugas utama melakukan penelitian terapan, yang
kemudian tugas ini menjadi ciri Balai selanjutnya.

Di masa Revolusi Fisik, Balai ini dimasukkan ke dalam Kementerian Kemakmuran


Republik Indonesia dan ikut hijrah ke Klaten, Solo kemudian ke Yogyakarta karena pada
saat itu kantor yang ada di Bogor telah dikuasai oleh Belanda. Pada tahun 1950 seiring
dengan kembalinya pemerintahan RI ke Jakarta maka Balai Penyelidikan Kimia kembali
melaksanakan tugas sebagaimana mestinya di Bogor.

Dan dari perjalanan hijrah ke Klaten Balai ini telah memprakarsai berdirinya Balai
Penyelidikan Kimia Surabaya pada tahun 1951, yang sekarang dikenal dengan nama
Baristan Surabaya.

Tahun 1951 Balai Penyelidikan Kimia dimasukkan ke dalam Departemen


Perdagangan dan Perindustrian yang kemudian Departemen ini berubah menjadi
Kementerian Perekonomian.

16
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Pada tahun 1957 Balai Penyelidikan Kimia berada di bawah Kementerian


Perindustrian, kemudian pada tahun 1959 berada di bawah Departemen Perindustrian
Rakyat.

Tahun 1964 Balai Penyelidikan Kimia berubah nama menjadi Balai Penelitian Kimia
yang berada di bawah Departemen Perindustrian dengan tugas melaksanakan penelitian,
pengembangan dan pengujian.

Kegiatan penelitian yang dilakukan merupakan penelitian terapan di bidang kimia


dan teknologi hasil pertanian baik pangan maupun non pangan. Sebenarnya kegiatan
penelitian terhadap proses pengolahan bahan organik hasil pertanian menjadi hasil industri
yaitu kemurgi dan aneka komoditi telah digeluti oleh Balai sejak awal keberadaanya.

Sementara di bidang pengujian, Balai Penelitian Kimia bertugas untuk melakukan


pengawasan mutu barang ekspor, impor dan perdagangan dalam negeri, monitoring mutu
hasil industri pertanian dalam negeri dalam rangka perbaikan mutu dan proses industri,
penyusunan standar dan penerapan standar industri, kontrak pengujian dan pemecahan
masalah yang berkaitan dengan mutu dan proses produksi hasil pertanian.

Selain pengujian makanan, komoditas andalan yang digarap paling banyak oleh Balai
Penelitian Kimia adalah minyak atsiri. Penelitian dan pengujian minyak atsiri ini
dikembangkan secara luas menyangkut rekayasa peralatan, teknologi proses serta isolasi
zat aktif.

Pada tahun 1980, Menteri Perindustrian telah membagi industri di Indonesia menjadi
9 sektor dengan tujuan penelitian dan pengembangan. Untuk maksud itu sembilan Balai
yang ada di bawah Departemen Perindustrian dikembangkan menjadi 9 Balai Besar yang
masing-masing mewakili satu sektor industri.

Sejalan dengan peningkatan status balai menjadi Balai Besar, maka melalui Surat
Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 223/M/SK/6/1980 nama Balai Penelitian Kimia
berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian,
yang selanjutnya lebih dikenal dengan Balai Besar Industri Hasil Pertanian (BBIHP).

BBIHP merupakan unit pelaksana teknis di bidang litbang industri hasil pertanian
dalam lingkungan Departemen Perindustrian, yang berada di bawah langsung kepada
Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

17
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

BBIHP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan


mengenai teknologi, pemakaian bahan baku, proses produksi, produk, peralatan, dan
pemakaian hasil-hasil pertanian dalam rangka mengembangkan hasil pertanian di
Indonesia.

Ruang lingkup tugas BBIHP dapat dibagi menjadi 2 bidang : (1) Makanan,
minuman, dan phytokimia; (2) Kemurgi dan Aneka Industri.

Balai Penelitian mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan


penelitian dalam rangka pengembangan industri di bidang terkait. Sementara Balai
Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan di bidang tekno
ekonomi, teknologi, percobaan, standardisasi dan normalisasi untuk pengembangan
industri hasil pertanian.

Sejak tahun 1980 yang menjadi unggulan BBIHP adalah ekstraksi pati ubi kayu
(tapioka) yang dibuat menjadi High Fructose Syrup, glukosa, juga fermentasi air kelapa
menjadi nata de coco, fermentasi air tahu menjadi nata de soya, ekstraksi khitosan dari
kulit udang, ekstraksi tengkawang, zat warna alam, dan oleokimia.

Pada tahun 1997 terjadi penggabungan Departemen antara Departemen Perindustrian


dengan Departemen Perdagangan, sehingga BBIHP saat itu berada di bawah Badan
Litbang Industri dan Perdagangan, Departemen Perindustrian dan Pergadangan RI.

Selanjutnya di tahun 2002 Menteri Perindustrian dan Perdagangan telah menerbitkan


Keputusan bernomor : 779/MPP/Kep/11/2002 yang mengganti nama BBIHP menjadi Balai
Besar Industri Agro (BBIA).

Dinyatakan bahwa tugas pokok BBIA sebagaimana tertuang dalam Keputusan


tersebut adalah melaksanakan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi,
pengujian, sertifikasi, kalibrasi, dan pengembangan kompetensi industri agro sesuai dengan
kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Industri dan Perdagangan.

Pada tahun 2004 di masa Pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudoyono,


Departemen Perindustrian dan Perdagangan kembali dipisah menjadi dua Departemen
yang independen yaitu Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan.
Pemisahan ini berdampak pada reorganisasi, pembagian aset bersama, pengalokasian

18
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

pegawai dan perubahan lainnya sehingga membutuhkan waktu beberapa tahun untuk
melakukan penyesuaian dalam menjalankan fungsinya secara normal.

Sejalan dengan penyusunan kembali unit-unit organisasi di bawah Departemen


Perindustrian, di tahun 2007 telah terbit Peraturan Menteri Perindustrian nomor : 39/M-
IND/PER/6/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar`Industri Agro, meskipun
secara substantif isinya tidak banyak berbeda dengan Keputusan Menperindag No. :
779/MPP/Kep/11/2002.

Perkembangan jasa layanan teknis Balai Besar Industri Agro (BBIA) dari bulan ke
bulan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan terutama untuk jasa pengujian,
kalibrasi, sertifikasi dan pelatihan. Namun demikian pesatnya pertumbuhan jasa layanan
teknis sering dihadapkan pada kendala pengelolaan keuangan dengan menggunakan sistem
PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 20
tahun 1997. Sistem ini dipandang kurang fleksibel yang tidak bersesuaian dengan tuntutan
situasi eksternal yang menghendaki pelayanan cepat, tepat, dan akurat.

Untuk mendorong pelayanan publik yang cepat melalui sistem keuangan yang
fleksibel, maka BBIA harus mengambil alternatif lain melalui Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum sebagaimana diatur dalam PP Nomor 23 tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Usulan perubahan sistem pengelolaan keuangan BBIA dalam bentuk PK-BLU


mengemuka sejalan dengan tuntutan lingkungan eksternal dan bagian yang tak terpisahkan
dari program reformasi birokrasi yaitu mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang
tentunya dikembangkan dengan mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku.

Pada tahun 2009 setelah melalui proses evaluasi terhadap persyaratan substantif dan
persyaratan administratif maka BBIA ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang
menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU sesuai dengan Keputusan Menteri
Keuangan Nomor : 517/KMK.05/2009 tanggal 28 Desember 2009 tentang Penetapan Balai
Besar Industri Agro Pada Departemen Perindustrian Sebagai Instansi Pemerintah yang
Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

2. Dasar Hukum Pembentukan BLU

Pembentukan BBIA sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan


Keuangan (PK BLU) didasarkan pada beberapa peraturan dan perundang-undangan a.l :

19
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan


Keuangan Badan Layanan Umum yang telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah 74
tahun 2012.
b. Keputusan Menteri Perindustrian No. 39/M-IND/PER/6/2006 tanggal 29 Juni 2006
tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Industri Agro.
c. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 517/KMK.05/2009, tanggal 28 Desember 2009
tentang Penetapan Balai Besar Industri Agro Pada Departemen Perindustrian Sebagai
Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

3. Alamat Kantor , Unit Vertical dan Unit Usaha

Nama Instansi : Balai Besar Industri Agro (BBIA)


Alamat : Jalan Ir. H. Juanda No. 11, Bogor
Telepon/Fax : (0251) 8324068 / Fax : (0251) 8323339
Website : www.bbia.go.id
Email : cabi@bbia.go.id
Unit Vertikal : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri
Alamat : Jalan Gatot Subroto Kav. 52-53 Lantai 19-20 Jakarta Pusat
Kementerian : Perindustrian RI
Layanan BBIA : Pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi, sertifikasi,
standardisasi, rancang bangun, riset dan pengembangan bisnis,
penanganan pencemaran dll.

4. Hakikat Operasi dan Kegiatan Utama BLU

Sebagai lembaga litbang, peran BBIA sangat penting untuk mengembangkan kajian-
kajian di bidang industri agro baik kajian produk, proses dan teknologi proses untuk
meningkatkan efisiensi, mutu produk serta penerapan teknologi yang tepat guna pada
industri agro. Selain itu juga BBIA bertugas untuk memberikan jasa layanan kepada
industri di bidang : pengujian, pelatihan, konsultansi, sertifikasi, kalibrasi, standardisasi,
pembuatan rancang bangun serta perekayasaan industri.

Jasa Pengujian

Kegiatan pengujian BBIA didukung oleh Laboratorium Kimia, Mikrobiologi, Air


dan Lingkungan serta Instrumentasi. Laboratorium BBIA merupakan laboratorium perintis
yang menerapkan sistem manajemen mutu di Indonesia, pernah diakreditasi oleh NATA

20
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Australia (1994-1997). Saat ini telah diakreditasi KAN dengan ruang lingkup sebanyak
184 komoditas diantaranya : bahan baku industri, makanan olahan, air dan air minum
dalam kemasan (AMDK), minyak atsiri, pakan ternak, aneka komoditi agro, aneka produk
kimia dan lain-lain.

Jasa Kalibrasi

BBIA memberikan jasa layanan kalibrasi untuk alat-alat laboratorium dengan


lingkup suhu, volume, massa, dimensi, dan tekanan. Laboratorium kalibrasi BBIA yang
melayani jasa tersebut telah diakreditasi oleh KAN. Kegiatan jasa kalibrasi dari tahun ke
tahun memperlihatkan aktivitas yang cukup stabil, dengan rata-rata 2.100 unit alat lab dari
berbagai perusahaan swasta maupun instansi pemerintah telah dikalibrasi.

Kontribusi jasa kalibrasi terhadap total PNBP memang tidak terlalu besar, hal ini
harus dimaklumi mengingat ruang lingkup kalibrasi yang masih terbatas serta ruang pasar
(market space) jasa kalibrasi ini tidak sebesar ruang pasar yang tersedia untuk jasa
pengujian.

Jasa Pelatihan

Jasa pelatihan adalah jasa layanan BBIA yang diberikan kepada masyarakat industri
dan/atau aparat pemerintah dalam rangka meningkatkan kemampuan personil di
bidangnya. Bidang pelatihan terdiri atas pelatihan teknis komoditas diberikan secara teori
dan praktek (magang) serta pelatihan teknis sistem manajemen sesuai dengan standar yang
berlaku.
Jasa pelatihan teknis terdiri atas pelayanan pelatihan di bidang:
a) Pengujian (Pengujian AMDK; Terigu; Mikrobiologi; Operasional GC, HPLC, AAS;
Proksimat; Cemaran Logam; Pewarna; Pemanis Buatan; Pengawet; Vitamin C;
Vitamin B1 dan B2; Vitamin A, D, E; Asam Lemak; Kolesterol; Antioksidan; dan
Beta Karoten; dan lain-lain).

b) Teknologi pangan

1) Pengolahan Buah-buahan dan Sayur-sayuran

(Pengolahan Keripik Buah dan Sayur dengan Vacuum Frying, Pengolahan


Pisang, Pengolahan Terong Pirus, Pengolahan Lidah Buaya, Pengolahan Kelapa,
Pengolahan Tomat dan Cabe)
2) Pengolahan Umbi-umbian (Pengolahan Singkong dan Pengolahan Ubi Jalar)

21
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

3) Pengolahan Biji-Bijian (Pengolahan Kacang Tanah, Pengolahan Jagung,


Pengolahan Kedelai, Pengolahan Kopi, Pengolahan Emping)
4) Pengolahan Lainnya (Pengolahan Ampas Tahu, Pengolahan Teh, Pengolahan
Nata, Pembuatan Gula Semut dan Gula Cetak, Pengolahan Jahe, Pengolahan Roti
dan Kue, Pengolahan Coklat dan Permen, Pengolahan Dodol, Pengolahan
Rumput Laut)
5) Pengolahan Produk Hewani (Pengolahan Ikan, Pengolahan Daging, Pengolahan
Susu)
c) Teknologi non pangan (Pengolahan Minyak Atsiri, Pakan Ternak, Kompos, Biodiesel,
Bahan Pelumas, Khitin/Khitosan, Pengemasan dan Pelabelan, Penentuan Masa Simpan,
Rancang Bangun Peralatan Industri)
d) Sistem manajemen mutu (Kalibrasi Suhu, Massa dan Volume; Pengenalan dan
Pendalaman ISO/IEC 17025:2008; Dokumentasi Sistem Manajemen Laboratorium;
Validasi Metode Analisis Kuantitatif; Kuantitasi Ketidakpastian Pengukuran Dalam
Kimia Analitik; Audit Internal Sistem Manajemen Laboratorium; Sistem Manajemen
Keamanan Pangan (GMP&HACCP); Audit Internal Sistem HACCP; Tugas dan Fungsi
Manajemen Puncak; Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001: 2008); dan Sistem
Manajemen Pangan ISO 22000.

Jasa Konsultansi

Jasa konsultansi adalah jasa layanan BBIA yang memberikan cara pemecahan
masalah baik teknis teknologis untuk menghasilkan produk yang bermutu dan manajemen
yang berhubungan dengan sistem mutu dalam rangka perolehan pengakuan Lembaga/
Badan Sertifikasi. Dalam memberikan jasa konsultasi BBIA mempunyai SDM yang
terlatih dan berpengalaman di bidangnya antara lain Teknologi pangan, Food Engineering,
Food Safety, Manajemen Laboratorium, Manajemen Mutu dan Manajemen Lingkungan.
Dengan demikian lingkup jasa konsultansi yang dapat diberikan meliputi :
a) Konsultansi di bidang teknologi proses pangan dan non pangan berbasis agro, seperti
konsultansi perbaikan proses, peningkatan mutu produk, pemecahan masalah yang
timbul di industri, peningkatan kapasitas produksi, dan lain-lain

b) Konsultansi di bidang sistem manajemen, seperti penyusunan dokumentasi sistem


manajemen dalam rangka persiapan akreditasi laboratorium (ISO/IEC 17025)/lembaga

22
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

inspeksi (ISO/IEC 17020); penyusunan dokumen ISO 9001:2008/HACCP dan ISO


22000 untuk kepentingan sertifikasi sistem mutu/keamanan pangan, dan lain-lain

c) Konsultansi di bidang lingkungan, seperti penyusunan dokumen Analisis Mengenai


Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL), dan rancang bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL).

Selain tiga bidang konsultansi di atas, BBIA juga menyelenggarakan konsultansi di


bidang standardisasi/perumusan RSNI/SNI industri agro terutama produk makanan,
minuman, produk pengolahan hasil laut, dan produk/peralatan pertanian. Standardisasi
merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pembangunan industri, yang
menyangkut jaminan mutu produk dan jasa dalam kegiatan perdagangan, keselamatan,
keamanan, dan lingkungan dalam rangka menjamin perlindungan terhadap pengguna
produk dan jasa.

Dalam rangka menjaga agar SNI selalu bermanfaat bagi masyarakat maka SNI
perlu terus dikembangkan dan dikaji ulang sedikitnya sekali dalam lima tahun. Kaji ulang
SNI harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pemakai dan perkembangan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengkajian ulang SNI dilakukan oleh panitia
teknis (pantek) atau instansi teknis sesuai dengan bidangnya melalui konsensus pihak
terkait.
Sebagai instansi teknis yang berkompeten dalam perumusan SNI, BBIA selalu
ditunjuk sebagai konseptor dalam penyusunan/revisi SNI di bidang industri agro terutama
produk makanan, minuman, produk pengolahan hasil laut, dan produk/peralatan pertanian.
Di samping itu BBIA juga dilibatkan dalam kegiatan standardisasi internasional,
diantaranya ikut serta dalam kegiatan codex standar di dalam maupun di luar negeri.

Jasa Sertifikasi

Jasa sertifikasi adalah jasa layanan BBIA yang memberikan pelayanan sertifikasi
Sistem Manajemen Mutu, Produk dan Keamanan Pangan. Sejalan dengan kebutuhan
industri dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah berkaitan dengan pengawasan
barang beredar, keamanan pangan dan sebagainya, secara bertahap BBIA mengembangkan
Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu, dengan lingkup layanan sebagai berikut:

1. Lembaga Sertifikasi Produk (LS-PRO BBIA) diakreditasi KAN/BSN tahun 2004


dengan nomor LSPr-010-IDN, melayani industri agro untuk mendapatkan sertifikat
23
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

produk penggunaan tanda SNI (SPPT SNI). Ruang lingkup sertifikasi SPPT-SNI yang
telah diakreditasi oleh KAN meliputi 51 komoditi makanan & minuman, termasuk di
dalamnya beberapa komoditi yang telah diberlakukan wajib SNI, seperti Air Minum
Dalam Kemasan (AMDK), tepung terigu sebagai bahan makanan, gula rafinasi, dan
garam konsumsi beryodium.

2. Lembaga Sertifikasi Sistem (LSS-BBIA), yaitu lembaga sertifikasi BBIA yang


melayani jasa sertifikasi ISO 9001-2008 dan HACCP juga menambah lingkup layanan
dengan jasa sertifikasi ISO 22000:2005.

a. Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu sudah diakreditasi KAN/BSN sejak tahun


1994 dengan nomor LSSM-003-IDN, melayani industri agro untuk mendapatkan
Sertikat ISO 9001-2008 (Quality Management System) dengan lingkup :
pertanian dan perikanan, makanan, minuman, tembakau.

b. Sertifikasi Sistem Keamanan Pangan sudah diakreditasi KAN sejak tahun 2006
dengan nomor LSHACCP-006-IDN, melayani masyarakat industri agro
(makanan, minuman, katering dan restoran) untuk mendapatkan sertifikat
keamanan pangan sistem HACCP.

Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri (RBPI)

BBIA selain mampu melakukan kegiatan penelitian di bidang industri agro, juga
mampu menjadi penyedia mesin/peralatan pengolahan hasil pertanian untuk memenuhi
kebutuhan industri agro yang tersebar di berbagai daerah.

Melalui dukungan perbengkelan yang dimiliki juga kerjasama dengan bengkel binaan
BBIA, telah mampu membuat peralatan pengolahan hasil pertanian berupa : pemarut ubi
kayu, pengepres ubi kayu, penepung ubi kayu, penggiling kopi, mixer, extruder, mollen,
KILN WHU, HOID, pengering kopra sistem lorong, Pengepres sistem ulir (untuk santan
kelapa parut), Pengepres gabus kelapa briket, Alat pengering, penggoreng sistem vacuum,
alat proses pembuatan VCO, dan lain-lain

Kegiatan Jasa Riset dan Pengembangan

Sesuai dengan tugas pokok sebagai lembaga litbang BBIA melakukan kegiatan
berupa :
a. Pengembangan proses produksi, efisiensi, dan kualitas produk.
b. Pemecahan masalah teknologi produk dan proses.

24
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

c. Rancang bangun dan perekayasaan peralatan industri hasil pertanian dan permesinan.
d. Pengembangan produk baru.
e. Melakukan studi kelayakan untuk industri agro.
f. Pendugaan masa kedaluarsa produk makanan dan minuman melalui uji akselerasi.

5. Nama Pejabat Pengelola BLU

Pejabat pengelola BLU BBIA terdiri atas :


Pemimpin BLU/ Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) : Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng.
Pejabat Keuangan/ Kepala Bagian TU
Administrasi dan Keuangan : Ramlan Ruvendi, SE, MM.
Bendahara BLU : Edie Joelianto
Bendahara Pengeluaran(RM) : Endih Supandi
Pejabat Teknis/Kepala Bidang
a) Pengembangan Jasa Teknik : Ir. Sri Wuri Handono, M.Sc.
b) Sarana Riset dan Standardisasi : Dr. Ir. Rizal Alamsyah, M.Sc.
c) Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi : Ir. Maman Rohaman,M.Sc.
d) Pengembangan Kompetensi dan
Alih Teknologi : Ir.W.Wahyu Wijayadi,MA.
Dewan Pengawas : - Arryanto Sagala (Ketua)
- Hadrian Sjah Razad (Anggota)
- Djoko Wihantoro (Anggota)
Satuan Pemeriksa Intern (SPI) : - Ir. Sardjono
- Irwan Sutiarna, SE.
- Titin Mahardini, S.Si.
- Khaerul Wakhid, SE
- Rika Sumarteliani
-

6. Jumlah Karyawan

Karyawan Balai Besar Industri Agro sampai Desember Tahun 2015 berjumlah 205
orang yang terdiri dari PNS : 160 orang, CPNS : 2 orang serta tenaga Harian Lepas : 43
orang.

25
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Komposisi karyawan berdasarkan tingkat pendidikan nampak seperti pada tabel


berikut :
Tingkat Pendidikan Total
Jenis Karyawan S3 S2 S1 D3/S0 D2 D1 SLTA SMP SD

PNS/CPNS 2 32 48 22 1 - 55 1 1 162
Tenaga Lepas - - 5 10 - - 25 1 2 43
Jumlah 2 32 53 32 1 - 80 2 3 205

Sedangkan komposisi karyawan PNS dan CPNS berdasarkan golongan seperti tabel
berikut :
Golongan IV Golongan III Golongan II Total
Jenis Karyawan E D C B A D C B A D C B A
PNS 1 5 - 6 9 19 27 55 8 13 6 7 4 160
CPNS - - - - - - - 2 - - - - - 2
Jumlah 1 5 - 6 9 19 27 57 8 13 6 7 4 162

II. KEBIJAKAN AKUNTANSI

1. Standar Akuntansi
Dalam konteks standar akuntansi keuangan yang berlaku umum, ada dua konsep
yang harus dipenuhi.

a. Konsep Entitas Bisnis, memisahkan data keuangan dalam sistem akuntansi


terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Organisasi
bisnis dianggap sebuah entitas yang terpisah dari pemilik, kreditur, dan pihak
yang berkepentingan lainnya.

b. Konsep Beban, bahwa nilai suatu aset dicatat berdasarkan nilai perolehannya,
bukan berdasarkan nilai pasar, atau nilai penawaran. Konsep beban ini
didukung dengan dua konsep lain, yaitu:

1) Konsep objektivitas, yang melandaskan pencatatan dan pembukuan laporan


akuntansi pada bukti objektif.

2) Konsep unit pengukuran, yang mensyaratkan data keuangan dicatat dalam


satuan mata uang.

26
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

2. Periode Akuntansi

Periode akuntansi BLU-BBIA adalah satu tahun, dimulai pada tanggal 1 Januari
dan berakhir pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.

3. Karakteristik Sistem Akuntansi Keuangan BLU

Sistem akuntansi keuangan BLU memiliki karakteristik :


o basis akuntansi yang digunakan pengelolaan keuangan BLU adalah basis
akrual;
o sistem akuntansi dilaksanakan dengan metode pembukuan berpasangan; dan
o sistem akuntansi BLU disusun dengan berpedoman pada prinsip pengendalian
intern sesuai praktek bisnis yang sehat.

4. Kebijakan Pelaporan Keuangan

Tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai posisi


keuangan, operasional keuangan, arus kas BLU yang bermanfaat bagi para
pengguna laporan keuangan dalam membuat dan mengevaluasi keputusan
ekonomi.

Pelaporan keuangan BLU-BBIA harus mempertimbangkan menyajikan secara


wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan BLU dan sumber daya ekonomis
atau kekayaan yang dipercayakan, serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

III. PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

1. Pendahuluan

Laporan keuangan BLU-BBIA disusun dengan menggunakan basis akrual,


kecuali laporan arus kas dilaporkan dalam basis kas.

Laporan Keuangan BLU BBIA yang menggunakan Standar Akuntansi


Keuangan (SAK) terdiri atas :

a. Pelaporan Operasional/Laporan Aktivitas

Laporan Aktivitas adalah laporan yang menyajikan informasi tentang


kegiatan BLU yang meliputi sumber (pendapatan), alokasi dan pemakaian

27
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

sumber daya ekonomi (beban) yang dikelola oleh BLU, serta informasi
surplus dan defisit aktivitas BLU tahun berjalan.

b. Neraca

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan BLU


yaitu asset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu.

Neraca menyajikan perbandingan informasi posisi keuangan antara suatu


periode akuntansi dan periode akuntansi sebelumnya. Agar perbandingan
dapat bermanfaat maka informasi keuangan suatu periode akuntansi harus
dilaporkan secara konsisten dengan informasi keuangan periode akuntansi
sebelumnya. Apabila terjadi perubahan metode akuntansi harus dituangkan
dalam catatan atas laporan keuangan.

c. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus uang
tunai masuk dan uang keluar selama periode tertentu yang diklasifikasikan
berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
Laporan Arus Kas disusun dengan metode langsung (direct method).

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi mengenai


sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama periode
akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.

2. Kebijakan Akuntansi
a. Pendapatan

Pendapatan adalah penambahan manfaat ekonomi yang diperoleh oleh BLU


akibat adanya suatu transaksi (jual beli barang/jasa). Pendapatan BLU
terdiri dari Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan, Hibah, Pendapatan APBN,
Pendapatan Usaha Lainnya, Keuntungan Penjualan Aset Non Lancar,
Pendapatan dari Kejadian Luar Biasa.

Pengakuan pendapatan :
Pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lainnya
diakui pada saat diterima atau hak untuk menagih timbul sehubungan
dengan adanya barang/jasa yang diserahkan kepada masyarakat.

28
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Pendapatan dari APBN diakui pada saat pengeluaran belanja


dipertanggungjawabkan dengan diterbitkannya SP2D.
Pendapatan Hibah berupa barang diakui pada saat hak kepemilikan
berpindah.
Pendapatan Hibah berupa uang diakui pada saat kas diterima oleh BLU.

Pengukuran :
Pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lainnya
dicatat sebesar nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat
diterima.
Pendapatan dari APBN dicatat sebesar nilai pengeluaran bruto belanja
pada SPM/SP2D.
Pendapatan hibah berupa barang dicatat sebesar nilai wajar pada saat
perolehan.
Pendapatan hibah berupa uang dicatat sebesar jumlah kas yang diterima
oleh BLU.
Pengukuran pendapatan diatas menggunakan azas bruto.

b. Beban

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi


dalam bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya
kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas bersih.

Beban BLU terdiri atas : Beban Layanan, Beban Umum dan Administrasi,
Beban Lainnya, Rugi Penjualan Aset Non Lancar dan Beban dari Kejadian
Luar Biasa.

Pengakuan : Beban diakui pada saat terjadinya penurunan manfaat


ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau
peningkatan kewajiban dan dapat diukur dengan tepat.

Pengukuran : Beban dan kerugian dicatat sebesar:


Jumlah kas yang dibayarkan jika seluruh pengeluaran tersebut dibayar
pada periode berjalan.

29
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Jumlah beban periode berjalan yang harus dibayar pada masa yang
akan datang.
Alokasi sistematis untuk periode berjalan atas beban yang telah
dikeluarkan.
Jumlah kerugian yang terjadi.

c. Aset/Aktiva

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh
BLU-BBIA sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh serta
dapat diukur dalam satuan uang, dan sumber-sumber daya yang dipelihara
karena alasan sejarah dan budaya. Manfaat ekonomi masa depan yang
terwujud dalam aset adalah potensi aset tersebut untuk memberikan
sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, untuk kegiatan
operasional BLU, berupa aliran pendapatan atau penghematan belanja BLU.
Aset selanjutnya diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan aset tidak lancar.

Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika aset tersebut:


diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan
dalam jangka waktu selama-lamanya 12 bulan; atau
dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan
diharapkan akan direalisasikan dalam jangka waktu selama-lamanya 12
bulan dari tanggal neraca; atau
berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.

Aset lancar antara lain kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang
usaha, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, beban dibayar di muka, dll.

Suatu Aset dikatakan aset tetap adalah aset berwujud yang :

Dimiliki oleh BLU-BBIA untuk digunakan dalam proses penyediaan


jasa, untuk disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan
administratif; dan
Untuk digunakan lebih dari satu tahun.

30
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Aset Tetap BLU-BBIA antara lain : Tanah, Gedung dan Bangunan,


Peralatan dan Mesin, Jalan, Irigasi, dan Jaringan, Aset Tetap Lainnya,
Konstruksi dalam Pengerjaan.

d. Kewajiban

Kewajiban adalah hutang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi BLU.
Karakteristik kewajiban adalah bahwa BLU mempunyai kewajiban
(obligation) masa kini.

Kewajiban diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kewajiban jangka pendek dan


kewajiban jangka panjang. Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai
kewajiban jangka pendek jika diharapkan dibayar/diselesaikan atau jatuh
tempo dalam waktu selama-lamanya 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan. Semua kewajiban lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan
sebagai kewajiban jangka pendek merupakan kewajiban jangka panjang.

e. Ekuitas

Ekuitas adalah hak residual BLU atas aset setelah dikurangi seluruh
kewajiban yang dimiliki. Ekuitas BLU terdiri atas ekuitas tidak terikat,
ekuitas terikat temporer, dan ekuitas terikat permanen.

Ekuitas tidak terikat adalah ekuitas berupa sumber daya yang


penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu.
Ekuitas terikat temporer adalah ekuitas berupa sumber daya ekonomi
yang penggunaannya dan/atau waktunya dibatasi untuk tujuan tertentu
dan/atau jangka waktu tertentu oleh pemerintah atau donatur.
Ekuitas terikat permanen adalah ekuitas berupa sumber daya yang
penggunaannya dibatasi secara permanen untuk tujuan tertentu oleh
pemerintah/donantur.

3. Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Aktivitas

Pendapatan
Pendapatan BLU pada Tahun 2015 adalah sebesar Rp 50.985.416.479,- yang terdiri
dari :

31
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Pendapatan Jasa Pelayanan :

Pendapatan Jasa Layanan yang dicatat secara akrual sebesar Rp 24.697.700.589,-


yaitu terdiri dari :

Nilai Pendapatan (Rp)


No. Jenis Pendapatan
Tahun 2015 Tahun 2014
1. Jasa Pengujian 15.975.780.723 14.663.954.023
2. Jasa Kalibrasi 2.614.125.000 2.650.948.500
3. Jasa Pelatihan 1.189.515.000 1.404.697.187
4. Jasa Standardisasi - 115.000.000
5. Jasa Konsultasi 217.250.000 444.860.000
6. Jasa Sertifikasi 3.876.097.000 3.250.575.998
7. Jasa RBPI 66.700.000 101.250.000
8. Kerjasama Litbang 293.832.866 72.540.000
9. Jasa Layanan Lain 464.400.000 303.906.000
Jumlah 24.697.700.589 23.007.731.708

Jika dibandingkan dengan pendapatan Tahun 2014 terjadi kenaikan sebesar Rp


1.689.968.881,- atau 7,35%. Kenaikan Jumlah pendapatan tersebut dikarenakan
adanya kenaikan pada beberapa jasa layanan khususnya pada Jasa Pengujian dan
Jasa Sertifikasi. Adapun untuk rincian penerimaan tunai (basis kas) dari masing-
masing jasa layanan dapat dilihat pada penjelasan Laporan Arus Kas.

Pendapatan APBN

Pendapatan dari APBN dihitung berdasarkan SPM/SP2D yang telah diterbitkan


pada Tahun 2015 adalah sebesar Rp 25.662.888.151,- yang merupakan penerimaan
untuk kegiatan operasional sebesar Rp 21.730.306.677,- dan untuk kegiatan
investasi sebesar Rp 3.932.581.474,-. Dibandingkan dengan tahun 2014,
pendapatan APBN telah mengalami penambahan sebesar 35,92%

Pendapatan Lain-lain

Pendapatan lain-lain pada Tahun 2015 sebesar Rp 624.827.739,- terdiri dari


pendapatan dari jasa giro bank serta legalisir hasil uji adalah sebesar Rp
614.427.739,- dan pendapatan atas lelang penghapusan aset tetap sebesar Rp
10.400.000,-. Dibanding tahun 2014, pendapatan lain-lain telah menurun sebesar
1,72%.

Risalah Lelang atas Penghapusan Aset dapat dilihat pada Lampiran 1.

32
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Beban-Beban
Jumlah Beban BLU pada Tahun 2015 adalah sebesar Rp 47.049.922.042,- yang
terdiri dari :

Beban Layanan
Merupakan beban-beban yang terkait dengan pelayanan teknis BBIA kepada
pelanggan sebesar Rp 13.351.609.076,- yang terdiri dari :
a) Beban Pegawai
Beban Pegawai yang terkait dengan pelayanan merupakan honorarium yang
dikeluarkan untuk membebani jasa pelayanan teknis pada Tahun 2015
sebesar Rp 4.195.686.140,- dengan rincian sebagai berikut :
Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp)

Beban Pegawai JPT (Honorarium) 4.195.686.140 3.905.803.100


1 B.Peg.Pengujian 2.259.186.840 2.268.335.100
2 B.Peg.Kalibrasi 175.397.300 185.040.000
3 B.Peg.Pelatihan 446.657.000 261.818.000
4 B.Peg.Standarisasi - 4.900.000
5 B.Peg.Konsultasi 10.200.000 14.000.000
6 B.Peg.Sertifikasi 1.230.345.000 1.130.780.000
7 B.Peg RBPI 12.900.000 6.350.000
8 B.Peg.Krjsma Litbang 48.550.000 8.800.000
9 B.Peg-Pelayanan Lainnya 12.450.000 25.780.000

Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2014) terjadi kenaikan belanja


pegawai layanan sebesar Rp 289.883.040,- atau 7,42%.
b) Beban Bahan;
Beban bahan berupa pengeluaran untuk pemakaian bahan kimia, alat gelas,
bahan penolong, bahan baku dan bahan pembantu penelitian, pengujian dan
jasa layanan lainnya selama Tahun 2015 berjumlah Rp 6.293.365.735,-
dengan rincian sebagai berikut :

33
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp)

Beban Bahan 6.293.365.735 5.787.465.828


1 B.Bahan Pengujian *) 5.536.471.085 5.138.776.000
2 B.Bahan Kalibrasi 48.869.000 90.441.528
3 B.Bahan Pelatihan 403.080.250 358.985.000
4 B.Bahan Standarisasi - 5.153.300
5 B.Bahan Konsultasi 6.107.500 4.800.000
6 B.Bahan Sertifikasi - -
7 B.Bahan RBPI 33.270.000 34.330.000
8 B.Bahan Kerjasama Litbang 77.626.400 7.680.000
9 B.Bahan Pelayanan Lainnya 187.941.500 147.300.000

*) Beban Bahan Pengujian adalah pemakaian bahan kimia dan penolong


untuk kegiatan pengujian yang dihitung secara akrual sbb :

(Rupiah)
Persediaan awal Bahan Kimia 1 Januari 2015 305.999.260
Pembelian bahan kimia Th 2015 (+) 5.019.744.000
Bahan Kimia Tersedia di Gudang 5.325.743.260
Persediaan Akhir 31 Desember 2015 (-) 317.747.175
Pemakaian bahan kimia 5.007.996.085
Pemakaian bahan penolong lainnya (+) 528.475.000
Total Pemakaian Bahan Pengujian 5.536.471.085

Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2014) terjadi kenaikan belanja bahan
layanan sebesar Rp 505.899.907,- atau 8,74%.

c) Beban Jasa Layanan;


Beban jasa layanan merupakan beban yang dikeluarkan untuk jasa profesi
atau jasa pihak ketiga dari masing-masing layanan teknis yang nilainya
sebesar Rp 1.829.592.000,- dengan rincian sebagai berikut:

34
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2015 Tahun 2015
(Rp) (Rp)

Beban Jasa JPT 1.829.592.000 1.742.080.000


1 B.Jasa Layanan Pengujian 15.400.000 2.665.000
2 B.Jasa Layanan Kalibrasi - -
3 B.Jasa Layanan Pelatihan 15.000.000 92.900.000
4 B.Jasa Layanan Standarisasi - 31.600.000
5 B.Jasa Layanan Konsultasi 151.450.000 304.200.000
6 B.Jasa Layanan Sertifikasi 1.526.888.000 1.268.450.000
7 B.Jasa Layanan RBPI 32.150.000 14.850.000
8 B.Jasa Kerjasama Litbang 35.785.000 6.615.000
9 B.Jasa Pelayanan Lainnya 52.919.000 20.800.000

Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2014) terjadi kenaikan belanja jasa
layanan sebesar Rp 87.512.000,- atau 5,02%.

d) Beban Perjalanan
Beban perjalanan selama Tahun 2015 yang terkait dengan jasa pelayanan
teknis sebesar Rp 1.032.965.201,- dengan rincian sbb :
Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp)
Beban Perjalanan JPT 1.032.965.201 956.507.500

1 B. Perjalanan Pengujian 73.480.000 81.804.900


2 B. Perjalanan Kalibrasi 706.991.381 734.532.300
3 B. Perjalanan Pelatihan 61.614.420 104.296.000
4 B. Perjalanan Standarisasi 4.500.000 18.580.000
5 B. Perjalanan Konsultasi 5.420.000 9.204.300
6 B. Perjalanan Sertifikasi - -
7 B. Perjalanan RBPI 14.805.000 2.540.000
8 B. Perjalanan Kerjasama Litbang 143.484.400 5.550.000
9 B. Perjalanan Lainnya 22.670.000 -

Beban Perjalanan Layanan Tahun 2015 jika dibandingkan dengan Tahun


2014 mengalami kenaikan sebesar Rp 76.457.701,- atau 7,99%.

35
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Beban Umum dan Administrasi

Total Beban Umum dan Adminisstrasi pada Tahun 2015 adalah sebesar Rp
33.695.571.966,-, yang terdiri dari :
a) Beban Pegawai;
Beban pegawai merupakan pengeluaran untuk gaji, tunjangan seluruh
karyawan BBIA termasuk honorarium Staf Administrasi yang jumlahnya
sebesar Rp 19.448.099.799,- dengan rincian sebagai berikut:
Sumber Dana

No Uraian Tahun 2015 BLU BLU RM RM


(Rp) Tahun 2015 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Pegawai 19.448.099.779 1.637.674.000 1.261.560.011 17.810.425.779 15.555.660.385

1 Gaji Pegawai 9.844.237.923 - - 9.844.237.923 9.128.369.173


Tunjangan
2 7.688.787.856 - - 7.688.787.856 6.106.741.212
Honorarium
3 1.915.074.000 1.637.674.000 1.261.560.011 277.400.000 320.550.000
Staf Administrasi

Dibandingkan tahun 2014 Beban Gaji Pegawai yang bersumber dari RM


terdapat kenaikan sebesar Rp 2.254.765.394,- atau 14,49 %. Kenaikan
tersebut disebabkan terdapat penambahan Tunjangan Kinerja Pegawai.
Untuk belanja pegawai yang bersumber dari BLU juga mengalami kenaikan
sebesar Rp 376.113.989,- atau 29,81%.

b) Beban Administrasi Perkantoran;


Beban Administrasi Perkantoran terdiri dari belanja barang operasional dan
belanja keperluan kantor, barang cetakan, keperluan rumah tangga kantor,
tinta printer, alat tulis kantor lainnya serta beban pengiriman dokumen
sebesar Rp 806.807.722,- dengan rincian :

36
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Sumber Dana
Tahun 2015 BLU BLU RM RM
No Uraian
(Rp) Tahun 2015 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Administrasi
Kantor 806.807.722 434.124.400 63.517.600 372.683.322 497.026.358

1 B.Umum &
Perlengkapan Kantor *) 733.208.172 366.146.350 33.487.500 367.061.822 493.905.358
2 B.Surat Menyurat 73.599.550 67.978.050 30.030.100 5.621.500 3.121.000

*) Beban Umum & Perlengkapan Kantor dihitung secara akrual sebagai


berikut :
(Rupiah)
Persediaan ATK awal 1 Januari 2015
127.415.500
Pembelian ATK selama Th 2015 (+)
482.882.850
ATK tersedia di gudang
610.298.350
Persediaan Akhir ATK 31 Desember 2015 (-)
226.281.920
Pemakaian ATK selama Th 2015
384.016.430
Beban Adm Kantor Lainnya (+)
349.191.742
Total Beban Adm Perkantoran dll.
733.208.172

c) Beban Pemeliharaan;
Beban Pemeliharaan mencakup Beban Pemeliharaan Kendaraan Bermotor,
instalasi listrik, telepon, teknologi informasi, inventaris kantor, gedung dan
bangunan, dll. senilai Rp 1.239.471.935,- dengan rincian sebagai berikut :

Sumber Dana
Tahun 2015 BLU BLU RM RM
No Uraian
(Rp) Tahun 2015 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Pemeliharaan 1.239.471.935 1.094.287.042 836.877.619 145.184.893 107.190.172

1 B.Pemeliharaan
Kendaraan Bermotor 105.173.603 - - 105.173.603 86.914.556
2 B.Pemeliharaan Peralatan
Mesin & Gedung
Bangunan 1.134.298.332 1.094.287.042 836.877.619 40.011.290 20.275.616

37
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

d) Beban Langganan Daya dan Jasa;


Beban Langganan Daya dan Jasa Tahun 2015 yang dihitung secara akrual
meliputi beban pemakaian listrik, telepon, gas, air PDAM, langganan
internet, langganan Speedy yaitu sebesar Rp 1.031.457.597,- yang sumber
dana seluruhnya berasal dari Rupiah Murni.
Dibanding tahun 2014 terdapat kenaikan beban daya dan jasa sebesar
5,65%.

e) Beban Pemasaran/Promosi;
Beban Pemasaran mencakup seluruh beban promosi, kegiatan pameran,
iklan, business gathering, company visit, sarana promosi lainnya sebesar
Rp 462.964.850,-, yang bersumber dari BLU sebesar Rp 442.267.350,- dan
dari RM sebesar Rp 20.697.500,-. Jika dibandingkan dengan beban
pemasaran Tahun 2014 beban pemasaran mengalami kenaikan sebesar Rp
38.625.730,- atau 9,10%.

f) Beban Perjalanan
Mencakup seluruh beban perjalanan dinas selain perjalanan dinas jasa
pelayanan teknis, telah dikeluarkan pada Tahun 2015 adalah sebesar
Rp 382.310.838,-, yang bersumber dari BLU sebesar Rp 334.630.838,- dan
oleh RM sebesar Rp 47.680.000,-. Beban perjalanan ini digunakan untuk
menghadiri rapat, workshop, konsinyering, mengantar surat, rapat teknis,
konsultasi ke pusat dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan beban
perjalanan Tahun 2014 mengalami penurunan sebesar Rp 137.475.862,-
atau 26,45%.

g) Beban Pakaian Kerja


Beban Pakaian Kerja merupakan beban untuk pengadaan pakaian kerja
pegawai terutama pakaian untuk tenaga laboratorium dan tenaga teknis
lainnya sebesar 46.127.500,-.

38
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

h) Beban Pengembangan Kelembagaan


Merupakan beban yang mencakup kegiatan pengembangan kelembagaan,
sumber daya manusia serta kegiatan akreditasi, reakreditasi dan surveilen
senilai Rp 996.980.325,- yang bersumber dari BLU sebesar Rp
610.482.825,- dan bersumber dari RM sebesar Rp 386.497.500,-. Jika
dibandingkan dengan beban pengembangan kelembagaan di Tahun 2014
terjadi penurunan sebesar Rp 111.581.223,- atau sebesar 10,07%.

i) Beban Litbang & Teknologi


Merupakan beban yang mencakup kegiatan Litbang Teknologi yang
seluruhnya dibebani oleh RM sebesar Rp 1.721.319.125,- dengan rincian :
Sumber Dana
No Uraian RM RM
Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp)

Beban Litbang & Teknologi 1.721.319.125 910.033.288

1 B. Peg. Litbang Teknologi 246.957.000 114.382.500


2 B. Bahan Litbang Teknologi 811.309.550 444.469.990
3 B. Jasa Litbang Teknologi 204.981.300 190.529.900
4 B.Perjalanan Litbang Teknologi 458.071.275 160.650.898

j) Beban Penyusutan
Beban penyusutan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 7.074.989.583,-
yang merupakan beban penyusutan aset tetap Tahun 2015 pada SIMAK
BMN, sementara itu beban penyusutan tahun 2014 tercatat sebesar Rp
3.085.356.284,- atau penyusutan tahun 2015 telah meningkat sebesar Rp
3.989.633.299,- (129,31%) dibanding tahun 2014. Angka tersebut nampak
cukup mencolok mengingat kenaikan Aktiva Tetapnya saja hanya sebesar
Rp 7.814.930.174,-.
Adapun data penyusutan Aktiva Tetap tersebut diperoleh dari aplikasi
SIMAK BMN yang angkanya sudah given. Diduga kuat ada kesalahan
aplikasi sewaku menghitung penyusutan tahun 2014, karena angka
penyusutan tahun 2014 mengalami penurunan cukup besar dibanding tahun
2013, akibatnya tahun 2015 mengoreksi penyusutan tahun 2014.

39
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

k) Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih


Penyisihan Piutang pada tahun 2015 naik sebesar Rp 12.563.043 menjadi
Rp 236.729.768,- yang sebelumnya di Tahun 2014 sebesar Rp
224.166.725,-, sehingga terdapat beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih
sebesar Rp 12.563.043,-.
l) Beban Administrasi & Umum Lainnya
Meliputi beban obat-obatan, extra fooding, belanja jasa lainnya seperti jasa
akuntan publik dan lain-lain senilai Rp 472.479.669,- dengan rincian
beban:
Sumber Dana

No Uraian Tahun 2015 BLU BLU RM RM


(Rp) Tahun 2015 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Lain-lain 472.479.669 426.270.000 357.179.493 46.209.669 346.255.913

1 B. Poliklinik (Obat-obatan) 65.999.669 24.000.000 - 41.999.669 34.998.132

2 B. Extra Fooding 228.360.000 228.360.000 - - 279.447.781

3 B. Jasa Lainnya 178.120.000 173.910.000 357.179.493 4.210.000 31.810.000

Jika dibandingkan dengan beban Tahun lalu terdapat penurunan beban


sebesar Rp 230.955.737,- atau 32,83%.

Beban Lainnya
Jumlah beban lainnya pada Tahun 2015 adalah sebesar Rp 2.741.000,- yang
terdiri dari :
a) Beban Administrasi Bank
Beban Administrasi Bank pada Tahun 2015 sebesar Rp 1.241.000,-
merupakan beban Administrasi untuk Rekening Bank Mandiri Bogor
(Rekening Operasional BLU) dengan nomor rekening 133-00-1082777-2
dan Rekening Bank Tabungan Negara Cabang Bogor ( Rekening
Pengelolaan Kas BLU) dengan nomor rekening 00015-01-30-000873-1.
b) Beban Lain-lain
Beban Lain-lain sebesar Rp 1.500.000,- terdiri dari Rp 1.485.000,- yang
merupakan beban ekstrakomptabel yaitu pembelian Thermohygrometer

40
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

sebanyak 5 bh, dan sisanya Rp 15.000,- merupakan beban yang timbul


karena koreksi atas jumlah piutang tahun 2014. Mengingat kesalahan
tersebut terjadi di tahun 2014 dan baru diketahui pada tahun 2015,
seharusnya koreksi tersebut mengurangi nilai Surplus Aktivitas Tahun Lalu
namun karena nilai tersebut tidak material maka dibebankan pada Beban
Lain-lain Tahun 2015 yang akan mengurangi Surplus Aktivitas Tahun
Berjalan.

Daftar koreksi nilai piutang tersebut yaitu :

NO Nama Perusahaan Jumlah


1 PT. Nippon Indosari Corporindo 10.000
2 PT. Medan Sugar Industry 5.000

Jumlah 15.000

Rugi Penjualan Aset Non Lancar


Di Tahun 2015 terdapat penghapusan/penjualan aset tetap yang sudah rusak
berat dengan nilai peolehan sebesar Rp 1.129.192.250,- dengan besar akumulasi
penyusutan aset tersebut adalah sebesar Rp 826.787.750,- sehingga kerugian
atas penjualan aset tersebut adalah sebesar Rp 302.404.500,-.

Surplus Defisit Tahun Berjalan


Jumlah Surplus Aktivitas Tahun 2015 setelah dikurangi kerugian penjualan
aset non lancar berjumlah Rp 3.633.089.937,-, terdapat pendapatan dari
kejadian luar biasa sebesar Rp 9.990.000,- yang merupakan Tindak Lanjut
Temuan Hasil Audit Kinerja Pada Balai Besar Industri Agro Tahun Anggaran
2014 oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian yaitu Belanja
Barang Litbang berupa alat pemarut sagu bongkahan pada tahun 2014 yang
seharusnya merupakan Belanja Modal, sehingga menambah Aset Peralatan
Mesin Tahun 2015 dan menambah Surplus Tahun Lalu, namun karena
jumlahnya tidak material maka menambah Surplus Tahun Berjalan, sehingga
Surplus Aktivitas Tahun 2015 menjadi sebesar Rp 3.643.079.037,-
Jika pendapatan tidak memperhitungkan Sumber Dana APBN (Rupiah Murni)
maka akan terjadi defisit Aktivitas sebesar Rp 22.019.808.214,-.

41
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Dibandingkan dengan surplus aktivitas Tahun lalu terdapat penurunan sebesar


Rp 156.300.225,- atau 4,14%.

4. Penjelasan Pos-Pos Neraca BLU


Aset
a. Aset Lancar
Aset lancar, mencakup beberapa akun yaitu :
Kas dan Setara Kas;

Saldo Kas BLU pada Tahun 2015 sebesar Rp 23.968.296.474.,- yang terdiri
dari Kas Bendahara BLU sebesar Rp 23.369.660.624,- dan Kas Bendahara
RM sebesar Rp 598.635.850,- dengan rincian sebagai berikut :

Kas Bendahara BLU/Penerimaan (Rupiah)


Saldo pada Bank Mandiri 17.691.069.351
Saldo pada Bank BTN 5.661.375.274
Uang Tunai 17.215.999
PUMK BLU 0 +
Jumlah Kas Bendahara BLU 23.369.660.624

Kas Bendahara RM
Saldo pada Bank BNI 598.635.850
Uang Tunai 0
PUMK RM 0 +
Jumlah Kas Bendahara RM 598.635.850

Saldo Bank BNI di Kas Bendahara RM merupakan dana untuk pembayaran


Beban Tunjangan Kinerja Pegawai Bulan Desember 2015 terutang yang
akan dibayarkan pada Bulan Januari 2016.

Piutang Usaha;
Jumlah piutang usaha per 31 Desember 2015 sebesar Rp 489.684.000,- yang
merupakan tagihan atas :

42
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

No Jenis Layanan Jumlah (Rp)


1 Jasa Layanan Pengujian Th 2010 9.375.500
2 Jasa Layanan Pengujian Th 2011 7.764.000
3 Jasa Layanan Pengujian Th 2012 1.275.000
4 Jasa Layanan Pengujian Th 2013 5.990.000
5 Jasa Layanan Pengujian Th 2015 246.629.500
6 Jasa Layanan Kalibrasi Th 2013 2.275.000
7 Jasa Layanan Kalibrasi Th 2014 3.525.000
8 Jasa Layanan Kalibrasi Th 2015 53.275.000
9 Jasa Layanan Sertifikasi Th 2012 9.750.000
10 Jasa Layanan Sertifikasi Th 2013 36.825.000
11 Jasa Layanan Sertifikasi Th 2015 113.000.000
JUMLAH 489.684.000

Rincian piutang dapat dilihat pada Daftar Piutang pada Lampiran 2.

Cadangan Piutang Tak Tertagih


Besarnya cadangan piutang tak tertagih yang merupakan dana cadangan
piutang pada Tahun 2015 sebesar Rp 236.729.768,-. Penyisihan tersebut
dibandingkan Tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar Rp 12.563.043,-
Daftar Penyisihan Piutang Tak Tertagih lihat Lampiran 3.

Persediaan
Nilai Persediaan per tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp 544.029.095,-
yang terdiri dari :

No Uraian Jumlah
1) Persediaan Bahan Kimia Rp 317.747.175
2) Persediaan ATK dan Perlengkapan Lainnya:

a) Persediaan ATK Rp 148.303.970


b) Persediaan Barang Cetakan Rp 17.914.200
c) Persediaan Alat Rumah Tangga Rp 25.919.950
d) Persediaan Tinta Printer dan Toner Rp 34.144.000

Rincian Daftar Persediaan disajikan pada Lampiran 4.

43
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

b. Aset Tetap
Aset Tetap terdiri atas :
Tanah
Tanah pada Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2015 seluas 25.840 m
senilai Rp 40.851.149.958,-. Jumlah tersebut merupakan nilai yang
terdapat pada data BMN per 31 Desember 2014 atau Neraca Awal BLU
per 1 Januari 2015, selama Tahun 2015 tidak terdapat mutasi tanah.

Gedung dan Bangunan


Nilai Gedung dan Bangunan Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2015
sebesar Rp. 24.329.440.050,-. Jumlah tersebut merupakan nilai yang
terdapat pada data BMN per 31 Desember 2014 atau Neraca Awal BLU
per 1 Januari 2015 sebesar Rp 23.024.504.550,- ditambah dengan
penambahan pada Tahun 2015 sebesar Rp 1.304.935.500,- yaitu berupa
perbaikan rangka atap, penggantian reng kaso & pengecatan depan
Gedung BBIA I, Renovasi Ruang Unit Pelayanan Publik serta
pengembangan Gedung Bengkel Cikaret.

Peralatan dan Mesin


Nilai Peralatan dan Mesin Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2015
sebesar Rp 65.393.224.650,-. Jumlah tersebut merupakan saldo awal per 1
Januari 2015 sebesar Rp. 58.883.229.976,- ditambah pembelian selama
Tahun 2015 sebesar Rp 5.319.558.474,-, dikurangi ekstrakomptabel
sebesar Rp 1.485.000,- ditambah transfer masuk alat dari PUSTAN
sebesar Rp 1.819.969.800,- dan adanya penambahan peralatan mesin
berupa alat pemarut sagu bongkahan atas Temuan Hasil Audit Kinerja
Pada Balai Besar Industri Agro Tahun Anggaran 2014 oleh Inspektorat
Jenderal Kementerian Perindustrian yang merupakan belanja modal
litbang di tahun 2014 sebesar Rp 9.990.000,- , lalu dikurangi dengan Aset
Tetap Peralatan Mesin yang dimutasi ke Aset Lain-lain dikarenakan aset
tersebut rusak berat dan dihentikan dari penggunaan operasi pemerintah
sebesar Rp 638.038.600,-.

44
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Daftar Pembelian Aset Peralatan & Mesin Tahun 2015 adalah sebagai
berikut :

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
1 Kursi Rapat BLU 75 420.000 31.500.000
2 Lemari Arsip BLU 4 3.360.000 13.440.000
3 Meja Rapat Kayu BLU 10 2.640.000 26.400.000
4 AC 1 Pk BLU 8 4.380.000 35.040.000
5 Lemari Es/Kulkas BLU 1 3.750.000 3.750.000
6 Dispenser BLU 1 840.000 840.000
7 Rice Cooker BLU 2 325.000 650.000
8 Kursi Tunggu BLU 1 2.640.000 2.640.000
9 Kursi Tunggu BLU 1 1.980.000 1.980.000
10 1 set Gorden BLU 1 22.050.000 22.050.000
11 Escafolding BLU 12 1.500.000 18.000.000
12 Portable Wireless Amplifier BLU 2 6.636.500 13.273.000
13 Projector LCD BLU 1 14.160.000 14.160.000
14 Projector LCD BLU 1 9.394.000 9.394.000
15 Locker BLU 2 2.700.000 5.400.000
16 Tempat Sampah Fiberglass BLU 2 1.050.000 2.100.000
17 Dispenser Miyako BLU 1 840.000 840.000
18 Rak Besi Siku BLU 2 2.600.000 5.200.000
19 Filling Cabinet 4 Laci BLU 5 2.785.000 13.925.000
20 Lemari Arsip VIP BLU 1 4.590.000 4.590.000
21 Lemari Piring BLU 3 390.000 1.170.000
22 PC Komputer Lenovo BLU 9 7.740.000 69.660.000
23 PC Komputer Lenovo BLU 1 10.115.000 10.115.000
24 Notebook ASUS BLU 3 4.525.000 13.575.000
25 Printer HP Laserjet P1102 BLU 4 1.310.000 5.240.000
26 Printer Epson L 350 BLU 1 3.272.000 3.272.000
27 Printer Canon MP 237 BLU 1 1.130.000 1.130.000
28 Printer Laserjet Pro BLU 3 2.202.000 6.606.000
29 Laptop ASUS BLU 2 8.687.000 17.374.000
30 Snanner Fujitsu BLU 1 5.801.000 5.801.000
31 Notebook Lenovo BLU 1 6.415.000 6.415.000
32 NotebookASUS Transformer BLU 1 6.310.000 6.310.000
33 Stavol/Stabilizer BLU 2 3.900.000 7.800.000
34 Mesin Tik Brother BLU 2 5.460.000 10.920.000
35 Kursi Indachi BLU 6 1.300.000 7.800.000
36 Mesin Penghancur Kertas BLU 1 6.760.000 6.760.000
37 AC 2 Pk BLU 1 8.600.000 8.600.000
38 Printer Epson L 210 BLU 1 3.048.000 3.048.000
39 Papan Nama BBIA BLU 1 25.000.000 25.000.000

45
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
40 Uv Viewing Cabinet-fits WL
160 and 160F RM 1 5.175.000 5.175.000
41 Idexx Quanty-Tray Sealer 2x
Cat No.WQTS2x-230 RM 1 68.850.000 68.850.000
42 Uv Lamps 6 Watt Uv Lamp
220 Volt RM 1 3.525.000 3.525.000
43 AC 2 PK Panasonic BLU 1 9.300.000 9.300.000
44 AC 1 Pk HP BLU 1 10.600.000 10.600.000
45 Freezer RM 1 15.625.000 15.625.000
46 Kulkas 2 pintu RM 1 8.200.000 8.200.000
47 Lemari Besi/Metal RM 1 3.750.000 3.750.000
48 AC 2 PK BLU 1 9.300.000 9.300.000
49 Welcome board letter (papan
nama) BLU 1 2.593.250 2.593.250
50 Lemari Kayu Staff BLU 1 12.729.450 12.729.450
51 Lemari Kayu Staff BLU 1 10.711.250 10.711.250
52 Credenza lemari kayu BLU 1 2.142.250 2.142.250
53 Credenza staff lemari kayu BLU 1 13.868.250 13.868.250
54 Credenza lemari kayu BLU 1 2.818.750 2.818.750
55 Hanging Cabinet lemari kayu BLU 1 3.946.250 3.946.250
56 Credenza lemari staff kayu BLU 1 15.785.000 15.785.000
57 Rak Display kayu BLU 1 1.375.550 1.375.550
58 Partisi Lemari Built In BLU 1 38.955.000 38.955.000
BBIA staniless letter (Papan
59 nama) BLU 1 2.680.000 2.680.000
60 Water Bath BLU 1 37.400.000 37.400.000
61 Climatic Chamber BLU 1 186.428.000 186.428.000
Thermometer (Alat
62 Lab.Umum) BLU 1 130.691.000 130.691.000
63 Handy Talky BLU 3 946.000 2.838.000
65 Centrifuge BLU 1 140.360.000 140.360.000
66 Incubator BLU 1 36.850.000 36.850.000
67 Turbidimeter BLU 1 21.945.000 21.945.000
68 PH Meter BLU 2 16.500.000 33.000.000
69 Lemari Display Alumunium RM 2 2.286.000 4.572.000
70 Freezer RM 2 9.525.000 19.050.000
71 Sowcase/Cooler RM 2 8.890.000 17.780.000
72 Vacum Sealer RM 1 19.685.000 19.685.000
73 Alat Pengering/Pengasapan RM 2 34.290.000 68.580.000
74 Meja Kerja Cuci RM 1 12.319.000 12.319.000
75 Aerator RM 2 3.937.000 7.874.000
76 Meja Kerja Proses RM 2 7.493.000 14.986.000
77 Laptop HP RM 1 6.500.000 6.500.000
78 Komputer Inter Core 13 RM 1 6.125.000 6.125.000
79 Printer Epson L220 RM 2 3.550.000 7.100.000

46
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
80 Benchtop Rocker RM 1 12.496.000 12.496.000
81 Vortex Mixer RM 1 4.455.000 4.455.000
82 Refrigerated Low Speed RM 1 110.550.000 110.550.000
83 Microcentrifuge RM 1 11.000.000 11.000.000
Protein Electrophoresis
84 System RM 1 73.095.000 73.095.000
85 Analytical Balance RM 1 23.122.000 23.122.000
86 Precision Balance RM 1 6.050.000 6.050.000
87 Heating Magnetic Stirrer RM 1 9.955.000 9.955.000
88 Benchtop pH Meter RM 1 19.800.000 19.800.000
89 Water Purifier RM 1 43.450.000 43.450.000
90 Mesin hitung uang Krisbow BLU 1 6.850.000 6.850.000
91 Komputer Inter Core i3 BLU 1 6.150.000 6.150.000
92 LCD Projector/Infocus BLU 1 7.564.000 7.564.000
Focusing Screen/Layar LCD
93 Projector BLU 1 5.490.000 5.490.000
94 Wireless Access Point BLU 1 5.002.000 5.002.000
95 PC Unit BLU 2 5.124.000 10.248.000
96 Printer BLU 1 1.195.600 1.195.600
97 Meja Makan Kayu BLU 1 5.856.000 5.856.000
98 Kursi Besi/Metal BLU 10 353.800 3.538.000
99 Meja Kerja Kayu BLU 2 1.494.500 2.989.000
100 Gordyn/Kray BLU 1 2.074.000 2.074.000
101 Oven BLU 1 3.477.000 3.477.000
102 Mixer BLU 1 2.348.400 2.348.400
107 Tabung pemadam api BLU 5 350.000 1.750.000
108 Tabung pemadam api BLU 1 300.000 300.000
109 Tabung pemadam api BLU 2 400.000 800.000
Tabung pemadam api Merk
110 Yamato BLU 6 2.160.000 12.960.000
111 Mesin Pemarut Kelapa RM 1 9.700.000 9.700.000
112 Tangki Bahan Baku RM 1 8.824.000 8.824.000
113 Mesin Spinning RM 1 11.395.000 11.395.000
114 Mesin Pengering Berputar RM 1 47.544.000 47.544.000
115 Meja Kerja Stainless RM 2 5.938.000 11.876.000
116 Mesin Pengayak RM 1 25.720.000 25.720.000
117 Bak Cuci dengan Trolly RM 2 3.523.000 7.046.000
118 Mesin Press Santan RM 1 24.352.000 24.352.000
119 Alat Sangrai Kakao RM 1 27.500.000 27.500.000
Alat Pemecah Kulit & Biji
120 Kakao RM 1 22.000.000 22.000.000
Mesin Pemasta kasar (Alat
121 pembuat coklat) RM 1 30.800.000 30.800.000
122 Alat Pemasta Halus RM 1 43.725.000 43.725.000
123 Alat Pengempa lemak RM 1

47
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
manual 12.650.000 12.650.000
124 Mesin Pembubuk Coklat RM 1 22.165.000 22.165.000
Mesin Pengayak Bubuk
125 Coklat RM 1 24.200.000 24.200.000
Alat Tempering &
126 Chonching RM 1 279.400.000 279.400.000
127 Cooling Storage RM 1 30.965.000 30.965.000
128 Ball Mill RM 1 233.200.000 233.200.000
129 Mesin Pencuci Alat RM 1 27.384.000 27.384.000
130 Mesin Pengering RM 1 51.590.000 51.590.000
131 Mesin Penepung Beras RM 1 42.634.000 42.634.000
132 Mesin Pengayak getar RM 1 30.564.000 30.564.000
133 Mesin Jahit Karung RM 1 5.410.000 5.410.000
Spinner Kapsts/mesin
134 Spinning RM 1 22.920.000 22.920.000
Vertical Continue Sealing
135 Machine RM 1 10.185.000 10.185.000
136 Frying Pan RM 1 3.985.000 .985.000
Uninterruptible Power
137 Supply (UPS) BLU 1 34.770.000 34.770.000
138 AC 2 pk Merk Daikin BLU 1 5.461.000 5.461.000
139 AC 1 pk Merk Sharp BLU 1 10.477.500 10.477.500
140 Lemari Besi Kaca BLU 1 3.810.000 3.810.000
141 Gordeng Vertical Blind BLU 1 5.067.300 5.067.300
142 Filling Sealing RM 1 10.450.000 10.450.000
143 Climatic Chamber RM 1 350.350.000 350.350.000
144 Refrigator RM 1 3.520.000 3.520.000
145 Platform Ballance RM 1 2.200.000 2.200.000
146 Baggage Trolly RM 1 1.101.100 1.101.100
147 Slicer RM 1 22.000.000 22.000.000
148 Laminar Air Flow RM 1 22.000.000 22.000.000
149 PH Meter RM 1 20.907.700 20.907.700
150 Viscometer Viscosimeter RM 1 63.800.000 63.800.000
151 Thermohygrometer RM 5 1.100.220 5.501.100
152 Autoclave RM 1 66.660.000 66.660.000
153 Shaker RM 1 48.417.600 48.417.600
154 Mixer RM 1 15.400.000 15.400.000
155 Alat Pembuat Mie RM 1 16.940.000 16.940.000
156 Mesin Snack RM 1 30.833.000 30.833.000
157 Moisture Tester RM 1 8.808.000 8.808.000
158 Centrifuge RM 1 44.000.000 44.000.000
159 Oven RM 1 130.911.000 130.911.000
160 Alat Pembuat Pelet RM 1 1.024.100.000 1.024.100.000
Alat Pengering Mocaf
161 (Dryer) RM 1 91.790.000 91.790.000

48
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
Alat Pengering Umb-umbian
162 (Dryer) RM 1 87.788.174 87.788.174
Kendaraan Roda Empat
163 (Kijang Inova) RM 1 272.930.000 272.930.000

JUMLAH 333 4.952.283.394 5.318.073.474

Jalan, Irigasi, dan Jaringan


Nilai jalan, Irigasi dan jaringan sebesar Rp 112.279.800,- yang terdiri :
Jalan dan Jembatan
Nilai Jalan dan Jembatan pada Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2015
sebesar Rp 11.144.800,- jumlah tersebut merupakan nilai yang terdapat
pada data BMN per 31 Desember 2014 atau Neraca Awal BLU per 1
Januari 2015, dan selama Tahun 2015 tidak terdapat mutasi tambah
maupun pengurangan.
Irigasi
Nilai Irigasi (bak penampung air) pada Balai Besar Industri Agro pada
Tahun 2015 sebesar Rp 20.302.500,- Jumlah tersebut merupakan nilai
yang terdapat pada data BMN per 31 Desember 2014 atau Neraca Awal
BLU per 1 Januari 2015, dan selama Tahun 2015 tidak terdapat mutasi
irigasi.
Jaringan
Nilai Jaringan (jaringan telepon, listrik dan instalasi gas) pada Balai Besar
Industri Agro pada Tahun 2015 sebesar Rp 80.832.500,- Jumlah tersebut
merupakan nilai yang terdapat pada data BMN per 31 Desember 2014 atau
Neraca Awal BLU per 1 Januari 2015, dan selama Tahun 2015 tidak
terdapat mutasi jaringan.
Aset Tetap Lainnya
Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2015 senilai Rp 684.073.020,-
Jumlah tersebut merupakan nilai yang terdapat pada data Neraca Awal
BLU per 1 Januari 2015 dan selama Tahun 2015 tidak terdapat mutasi aset
tetap lainnya.

49
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Aset Lain-lain
Aset lain-lain per 31 Desember 2015 sebesar Rp 937.495.600 ,- terdiri dari
Aset Tak Berwujud sebesar Rp 119.512.000,- dan Aset Rusak Berat
sebesar Rp 817.983.600,-. Jumlah tersebut merupakan nilai yang terdapat
pada data Neraca Awal BLU per 1 Januari 2015 sebesar Rp
1.428.649.250,- dikurangi dengan penghapusan Aset Lain-lain (rusak
berat) pada Tahun 2015 sebesar Rp 1.129.192.250,-, ditambah mutasi dari
Aset Tetap Peralatan Mesin yang rusak berat sebesar Rp 638.038.600,-.
Akumulasi Penyusutan
Nilai akumulasi penyusutan pada Tahun 2015 pada Laporan Keuangan
BLU yang mengacu pada ketentuan Menteri Keuangan Nomor 90/
PMK.06/2014 tentang Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset
Tetap Pada Entitas Pemerintah Pusat dan SIMAK BMN adalah sebesar Rp
49.372.146.347,-.
Rincian akumulasi penyusutan berdasarkan SIMAK BMN Tahun 2015
dapat dilihat pada Lampiran 5.

c. Kewajiban Jangka Pendek


Jumlah Kewajiban Jangka Pendek pada Tahun 2015 sebesar Rp
1.159.743.919,-, terdiri dari Beban Yang Masih Harus Dibayar (Beban
Langganan Daya & Jasa, serta Beban Tunjangan Kinerja Pegawai) yaitu
sebesar Rp 680.621.342,- serta Pendapatan Diterima Dimuka atau Uang Muka
Penjualan Jasa Layanan sebesar Rp 1.130.748.750,-.
Rincian Beban Yang Masih Harus dibayar sebagai berikut :
Jumlah
No Uraian
(Rp)
1 Beban Langganan Daya & Jasa,
terdiri dari :
Beban Listrik 66.137.660
Beban Air PDAM 8.964.900
Beban Gas 2.266.880
Beban Telepon 4.366.052
Langganan Koran & Majalah 250.000
2 Beban Tunjangan Kinerja Pegawai 598.635.850
Jumlah 680.621.342

50
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

d. Ekuitas
Ekuitas atau Aset Bersih BLU diklasifikasikan menjadi:
a. Ekuitas Tidak Terikat, yang terdiri atas:
Ekuitas awal adalah hak residual awal BLU yang merupakan selisih aset
dan kewajiban pada saat pertama kali BLU ditetapkan.
Nilai ekuitas awal per 31 Desember 2015 dianggap sebagai nilai ekuitas
awal BLU tahun 2010 sebesar Rp 60.119.258.878,- (Nilai ini hasil
perhitungan Audit KAP tahun 2011)
Surplus aktivitas tahun lalu (Tahun 2011, Tahun 2012, Tahun 2013 dan
Tahun 2014) berjumlah Rp 29.788.673.979,- dan Surplus pada Tahun 2015
sebesar Rp 3.643.079.937,- ditambah Ekuitas Donasi (Sumbangan
Peralatan) sebesar Rp 12.338.413.646,- sehingga total Ekuitas per 31
Desember 2015 menjadi Rp 106.154.948.958,-.
Ekuitas Donasi pada Tahun 2015 bertambah dikarenakan adanya transfer
masuk aset peralatan dan mesin sebesar Rp. 1.819.969.800,- dari PUSTAN
Kementerian Perindustrian.

5. Penjelasan Atas Pos-Pos Arus Kas

1) Arus Kas Aktivitas Operasi


Arus kas aktivitas operasi merupakan aliran uang tunai yang masuk dan yang
keluar terkait dengan kegiatan operasional dan tugas pokok BLU-BBIA yaitu
berupa pendapatan atau penerimaan tunai (kas atau setara kas) serta
pengeluaran untuk beban atau pembayaran lainnya yang bersifat tunai.
Jumlah Arus Kas Masuk pada Tahun 2015 adalah Rp 53.558.922.424-,
penerimaan ini berasal dari :

a. Penerimaan Jasa Pelayanan Teknis Tunai (cash basis) sebesar


Rp 24.840.057.339,- dengan rincian sebagai berikut:

51
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Realisasi Tahun (Rp)


No Jenis Penerimaan
Tahun 2015 Tahun 2014 Naik/Turun %
1 Jasa Pengujian 16.238.998.973 15.295.478.037 943.520.936 6,17%
2 Jasa Kalibrasi 2.596.812.500 2.515.316.500 81.496.000 3,24%
3 Jasa Pelatihan 1.197.515.000 1.337.797.187 -140.282.187 -10,49%
4 Jasa Standardisasi - 70.000.000 - -
5 Jasa Konsultasi 209.250.000 416.820.000 -207.570.000 -49,80%
6 Jasa Sertifikasi 3.754.367.000 3.295.434.800 458.932.200 13,93%
7 Jasa RBPI 66.700.000 91.250.000 - -
8 Jasa Kerjasama Litbang 297.032.866 72.540.000 - -
9 Jasa Layanan Lainnya 479.381.000 314.172.000 165.209.000 52,59%
Total 24.840.057.339 23.408.808.524 1.431.248.815 6,11%
Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2014) pendapatan jasa layanan
terdapat kenaikan sebesar Rp 1.431.248.815,- atau 6,11%.

b. Penerimaan dari APBN sebesar Rp 25.671.658.807,- yang merupakan


pencairan Rupiah Murni (RM) dari APBN Operasional & Investasi sebelum
dikurangi pengembalian kelebihan belanja. Dibandingkan dengan tahun lalu
terdapat kenaikan pendapatan APBN sebesar Rp 6.783.289.614,- atau
35,91%, diantaranya disebabkan oleh adanya kenaikan pada Tunjangan
Kinerja Pegawai.

c. Pendapatan lain-lain yang merupakan pendapatan jasa giro dan legalisir


hasil uji sebesar Rp 614.427.739,-.

d. Pungutan pajak selama Tahun 2015 sebesar Rp 2.432.778.539,-

Jumlah Arus Kas Keluar pada Tahun 2015 sebesar Rp 42.329.313.468,- yang
terdiri dari :

a. Beban Layanan tunai sebesar Rp 13.363.356.991,- dengan rincian :


Sumber Dana
No Uraian Tahun 2015 BLU BLU
(Rp) Tahun 2015 Tahun 2014
(Rp) (Rp)
1 Beban Pegawai 4.195.686.140 4.195.686.140 3.905.803.100
2 Beban Bahan 6.305.113.650 6.305.113.650 5.974.147.328
3 Beban Jasa Layanan 1.829.592.000 1.829.592.000 1.742.080.000
4 Beban Pemeliharaan - - -
5 Beban Perjalanan 1.032.965.201 1.032.965.201 956.507.500
6 Beban Lain-Lain -
Jumlah Beban Layanan 13.363.356.991 13.363.356.991 12.578.537.928

52
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

Jika dibandingkan dengan beban layanan Tahun 2015, di Tahun 2015


mengalami kenaikan beban sebesar Rp 784.819.063,- atau 6,24%.

b. Beban Umum dan Administrasi tunai sebesar Rp 26.524.407.300,-, dengan


rincian :
Sumber Dana
Tahun 2015 BLU BLU RM RM
No Uraian
(Rp) Th 2015 Th 2014 Th 2015 Th 2014
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 Beban Pegawai 19.262.463.929 1.637.674.000 1.261.560.011 17.624.789.929 15.142.660.385
2 Beban Administrasi Kantor 905.674.160 434.124.400 224.142.600 471.549.760 559.872.258
3 Beban Pemeliharaan 1.239.471.935 1.094.287.042 836.877.619 145.184.893 107.190.172
Beban Langganan Daya &
4 Jasa 1.034.614.969 - 123.023.540 1.034.614.969 842.112.966
5 Beban Pemasaran 462.964.850 442.267.350 398.383.620 20.697.500 25.955.500
6 Beban Perjalanan 382.310.838 334.630.838 247.237.200 47.680.000 272.549.500
7 Beban Pakaian Kerja 46.127.500 - - 46.127.500 52.686.000
8 Beban Pengembangan
Kelembagaan 996.980.325 610.482.825 969.616.548 386.497.500 138.945.000
Beban Litbang &
9 Teknologi 1.721.319.125 - - 1.721.319.125 910.033.288
10 Beban Lain-lain 472.479.669 426.270.000 412.379.493 46.209.669 291.055.913
Jumlah Beban Adm.
26.524.407.300 4.979.736.455 4.473.220.631 21.544.670.845 18.343.060.982
Umum

c. Penyetoran kelebihan Belanja Gaji Pegawai dan Honor Litbang sebesar


Rp 8.770.638,-.

d. Penyetoran pungutan pajak pada Tahun 2015 sebesar Rp 2.432.778.539,-.

Sehingga Arus Kas Bersih (Net Cashflow) dari aktivitas operasi Tahun 2015
berjumlah Rp 11.229.608.956,-.

2) Arus Kas dari Aktivitas Investasi


Arus kas dari aktivitas investasi merupakan aliran dana yang masuk maupun
yang keluar terkait dengan kegiatan investasi tunai maupun penerimaan dari
hasil penjualan aset tetap (divestasi).
Arus kas masuk dari aktivitas investasi sebesar Rp 10.400.000,- merupakan
hasil dari penjualan/penghapusan Aset Tetap yang rusak berat. Jumlah
pengeluaran untuk investasi tunai adalah sebesar Rp 6.634.893.974.,- yang
terdiri dari penambahan/pembelian untuk aset tetap selama Tahun 2015 berupa
53
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

peralatan mesin dan gedung bangunan serta penyetoran kepada Kas Negara
atas penjualan/penghapusan aset tetap, sehingga defisit kas dari kegiatan ini
adalah sebesar nilai investasinya yaitu Rp 6.624.493.974,-.

3) Saldo Kas
Jumlah kenaikan kas bersih dalam Tahun 2015 yang disebabkan oleh aktivitas
operasi, aktivitas investasi dan aktivitas keuangan adalah sebesar Rp
4.605.114.982,- ditambah dengan saldo awal kas per 1 Januari 2015 sebesar
Rp 19.363.181.492,- sehingga Saldo Kas per 31 Desember 2015 menjadi Rp
23.968.296.474,-.

6. Perbedaan Penyajian Laporan Aktivitas dan Laporan Arus Kas

Terdapat perbedaan penyajian data antara Laporan Aktivitas dengan Laporan Arus
Kas sebagai berikut :
Penyajian Angka (Rp)
No Uraian
Lap. Aktivitas Lap. Arus Kas Perbedaan
1. Pendapatan Jasa Layanan 24.697.700.589 24.840.057.339 (142.356.750)
2. Pendapatan APBN 25.662.888.151 25.671.658.807 (8.770.656)
3. Beban Layanan 13.351.609.076 13.363.356.991 (11.747.915)
4. Beban Umum & Administrasi 33.695.571.966 26.524.407.300 7.171.164.666

Secara umum perbedaan angka-angka antara Laporan Aktivitas dengan laporan


Arus Kas disebabkan angka pada Laporan Aktivitas disajikan dengan basis akrual
sedangkan Laporan Arus Kas berbasis Kas.

a. Angka Pendapatan Jasa Layanan pada Arus Kas merupakan pendapatan tunai yang
diterima oleh Bendahara Penerimaan sebesar Rp 24.840.057.339,- (Rincian lihat
halaman 52) sedangkan angka pada Laporan Aktivitas dihitung secara akrual
sebesar Rp 24.697.700.589,- (Rincian lihat halaman 32).

b. Pendapatan APBN pada Laporan Aktivitas sebesar Rp 25.662.888.151,- sedangkan


pada Laporan Arus Kas sebesar Rp 25.671.658.807,- terjadi selisih sebesar
Rp 8.770.656,- yang merupakan pengembalian kelebihan belanja pegawai dan
belanja Honorarium Litbang Rupiah Murni. Dalam Laporan Aktivitas sudah
dikurangi dengan pengembalian kelebihan belanja pegawai tersebut, sementara
pada Laporan Arus Kas Pendapatan APBN dicatat bruto sebelum pengembalian

54
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

belanja pegawai dan honorarium litbang. Pada Laporan Arus Kas pengembalian
belanja tersebut dicatat pada arus kas keluar.

c. Jumlah Beban Layanan pada Laporan Aktivitas sebesar Rp 13.351.609.076,-


sedangkan pada Laporan Arus Kas tercatat Rp 13.363.356.991,- terdapat selisih
Rp 11.747.915,- hal ini di sebabkan pada Beban Bahan Layanan Pengujian/Bahan
Kimia & Bahan Penolong dalam Arus Kas dicatat nilai pembeliannya, sedangkan
pada Laporan Aktivitas Beban Bahan Pengujian/Bahan Kimia dicatat pemakaian
bahan kimia secara akrual.
Pemakaian Bahan Pengujian & Bahan Penolong lainnya Rp 5.536.471.085
Pembelian Bahan Pengujian & Bahan Penolong lainnya Rp 5.548.219.000 -
Selisih (Rp 11.747.915)
Pemakaian Bahan Pengujian & Bahan Penolong lainnya (Rincian perhitungan lihat
halaman 34).

d. Terdapat perbedaan jumlah Beban Umum dan Administrasi pada Arus Kas dan
Laporan Aktivitas sebesar Rp 7.171.164.666,-, hal ini disebabkan :
1) Jumlah Beban pegawai pada Laporan Aktivitas dan Arus Kas terdapat selisih
sebesar Rp 185.635.850,-. Hal ini disebabkan pada Laporan Aktivitas beban
Gaji Pegawai dihitung secara akrual dan terdapat hutang Beban Yang Masih
Harus Dibayar yaitu pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai. Beban Gaji
Pegawai pada Laporan Aktivitas dihitung sebagai berikut :
Pembayaran Beban Gaji Pegawai (TH 2015) Rp 19.262.463.929,-
Dikurangi Beban Gaji Pegawai Terutang 1 Jan 2015 Rp 413.000.000,-
Rp 18.849.463.929,-
Ditambah Beban Gaji Pegawai Terutang Des 2015 Rp 598.635.850,-
Beban Gaji Pegawai pada Lap. Aktivitas Rp 19.448.099.779,-
2) Pada Arus Kas, Beban Administrasi Kantor (ATK) dicatat pembeliannnya,
sedangkan pada Laporan Aktivitas dicatat pemakaiannya secara akrual,
terdapat perbedaan Rp 98.866.420,-.
Pemakaian ATK & Beban Adm. lainnya Rp 33.208.172,-
Pembelian ATK & Beban Adm.lainnya Rp 832.074.592,-
Selisih (Rp 98.866.420)
(Rincian perhitungan pemakaian ATK lihat halaman 37)

55
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

3) Perbedaan Beban Langganan Daya & Jasa pada Arus Kas dan Laporan
Aktivitas terdapat perbedaan pencatatan sebesar - Rp 3.157.372,- hal ini
disebabkan :
Beban Langganan Daya dan Jasa pada Laporan Aktivitas Rp1.031.457.597,-
Beban Langganan Daya dan Jasa pada Laporan Arus Kas Rp1.034.614.969,-
Selisih (Rp 3.157.372)
Nilai Langganan Daya dan Jasa pada Laporan Aktivitas sebesar
Rp 1.031.457.597,- dihitung sebagai berikut :
Pembayaran Langganan Daya dan Jasa (TH 2015) Rp 1.034.614.969,-
Dikurangi Langganan Daya dan Jasa Terutang 1 Jan 2015 Rp 85.142.864,-
Rp 949.472.105,-
Ditambah Langganan Daya dan Jasa Terutang Des 2015 Rp 81.985.492,-
Beban Langganan Daya dan Jasa pada Lap. Aktivitas Rp 1.031.457.597,-
4) Pada Laporan Aktivitas terdapat Beban Penyusutan Aset Tetap sebesar Rp
7.074.989.583,- sedangkan pada Laporan Arus Kas tidak terdapat Beban
Penyusutan Aset Tetap.
5) Pada Laporan Aktivitas terdapat beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebesar
Rp 12.563.043, sedangkan pada Laporan Arus Kas tidak terdapat beban tersebut.
Angka Rp 7.171.164.666,- tersebut diperoleh dari penjumlahan selisih Beban Gaji
Pegawai, Beban Administrasi Kantor, Beban Langganan Daya & Jasa ditambah
dengan Beban Penyusutan dan Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih seperti
dijelaskan diatas.

7. Pengukuran Kinerja Keuangan Tahun 2015

a. Rasio Kas (Cash Ratio)

Cash Ratio = (Kas dan Setara Kas : Kewajiban Jangka Pendek) x 100%
23.968.296.474
= x 100 % = 1.323,21 %
1.811.370.092

b. Rasio Lancar (Current Ratio)

Current Ratio = (Aset Lancar : Kewajiban Jangka Pendek) x 100%


24.765.279.801
= x 100 % = 1.367,21 %
1.811.370.092

56
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

3. Periode Penagihan Piutang (Collection Period)

Collection Period = (Piutang Usaha x 360) : Pendapatan Usaha x 1 hari

252.954.232 x 360
= x 1 Hari = 3,69 Hari
24.697.700.589

4. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)

Fixed Asset Turnover = (Pendapatan Operasional : Aset Tetap) x 100%

25.322.528.328
= x 100% = 30,53 %
82.935.516.731

5. Imbalan atas Aktiva Tetap (Return on Asset)

Return on Asset = (Surplus sebelum pos Keuntungan/Kerugian : Aset Tetap) x 100%

3.935.494.437
= x 100% = 4,75 %
82.935.516.731

6. Imbalan Ekuitas ( Return on Equity)

Return on Equity = (Surplus sebelum pos Keuntungan/Kerugian : Ekuitas) x 100%

3.935.494.437
= x 100% = 3,72 %
105.889.426.440

7. Rasio Pendapatan PNBP Terhadap beban Operasional

Rumus = (Pendapatan BLU : Beban Operasional) x 100%


25.322.528.328
= x 100% = 53,82 %
47.049.922.042

57
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

8. Informasi Tambahan

1. Rekening Bank
a. Rekening Bendahara Pengeluaran yaitu : Bank BNI Cabang Bogor No.
0003894754
b. Rekening Operasional BLU : Bank Mandiri Cabang Bogor No. 133-00-
1082777-2
c. Rekening Pengelolaan Kas BLU : Bank Tabungan Negara Cabang Bogor
No. 00015-01-30-000873-1

2. Tanah dan Rumah Dinas yang berlokasi di Cikaret Bogor telah di DEM namun
masih tercatat 14 Rumah Dinas yang belum bersertifikat dan masih bergabung
dalam Sertifikat Tanah Induk seperti berikut :
a. Sertifikat Tanah No. 4448572= 18.769 M2
Tanah dan Rumah Dinas yang di DEM
belum ada Sertifikat 11 Rumah = 2.748 M2
Sesuai dengan KIB= 16.021 M2
b. Sertifikat Tanah No.8131824= 1.992 M2
Tanah dan Rumah Dinas yang di DEM
belum ada Sertifikat 3 Rumah =283 M2
Sesuai dengan KIB = 1.709 M2

3. Telah dilakukan koreksi terhadap akumulasi penyusutan aset tetap tahun 2010
dan 2011 sesuai hasil Audit Kantor Akuntan Publik terhadap Laporan Keuangan
Tahun 2011 sehingga mengandung implikasi terhadap nilai ekuitas, baik ekuitas
awal maupun surplus tahun yang lalu.

4. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.1/PMK.06/2013 tentang


Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah
Pusat, serta Peraturan Menteri Keuangan No 90/PMK.06/2014 tentang
perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No 1/PMK.06/2013, dimana angka

58
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

penyusutan & nilai aset harus sesuai dengan SIMAK BMN, maka telah
dilakukan koreksi terhadap nilai akumulasi penyusutan, nilai aset dan surplus
aktivitas BLU tahun lalu.

Bogor, 31 Desember 2015


Pimpinan BLU Balai Besar Industri Agro
Selaku Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng


NIP : 195609101984032002

59
Laporan Keuangan BLU Tahun 2015

LAMPIRAN-LAMPIRAN

60