Anda di halaman 1dari 61

Laporan Keuangan BLU TA 2016

KATA PENGANTAR

Laporan ini merupakan Laporan Keuangan Badan Layanan Umum Balai Besar
Industri Agro Tahun 2016 , yang disusun dalam rangka memenuhi pasal 13 ayat (1) dan (2)
Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan
Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum, yang menyatakan bahwa :

(1) Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf a disampaikan


secara berjenjang kepada menteri/pimpinan lembaga serta kepada Menteri Keuangan c.q.
Direktur Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan, semester, dan tahun.

(2) Laporan Keuangan triwulanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari
laporan realisasi anggaran/laporan operasional, laporan arus kas, dan catatan atas
laporan keuangan, disertai laporan kinerja.
Untuk memenuhi ketentuan tersebut kami telah menyusun dan menyajikan Laporan
Keuangan yang berupa Laporan Aktivitas, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas
Laporan Keuangan dengan mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan. Laporan-
Laporan tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan kinerja dan posisi keuangan dalam
suatu periode, sehingga dengan informasi keuangan yang disajikan tersebut mampu
menyediakan bahan dalam pengambilan keputusan manajemen maupun untuk penilaian
kinerja keuangan organisasi.
Harapan kami semoga laporan keuangan ini dapat menyajikan secara wajar dan
mampu mengungkapkan kegiatan BLU dan sumber daya ekonomis atau kekayaan yang
digunakan oleh BBIA, serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundang-
undangan yang berlaku khususnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008.
Selain itu Laporan Keuangan ini diharapkan akan dapat meningkatkan akuntabilitas
publik Balai Besar Industri Agro, serta menjadi pemacu dalam peningkatan kinerja BBIA
ke depan.
Bogor, 19 Januari 2017
Pemimpin BLU- BBIA/
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Umar Habson, MM


NIP : 195809131986031003

Balai Besar Industri Agro 1


Laporan Keuangan BLU TA 2016

DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar ....................................................................................................... 1
Daftar Isi ................................................................................................................ 2
Pernyataan Tanggung Jawab Kepala BBIA ............................................................ 4
Ringkasan Eksekutif ............................................................................................... 5
LAPORAN KEUANGAN ..................................................................................... 8
A. Laporan Operasional/Aktivitas BLU BBIA Tahun 2016 .................................... 9
B. Neraca per 31 Desember Tahun 2016..... 11
C. Laporan Arus Kas Tahun 2016 ........................................................................... 13
D. Catatan Atas Laporan Keuangan PK BLU Balai Besar Industri Agro ................ 15
I. Pendahuluan ................................................................................................. 15
1. Sejarah BBIA dan Pembentukan BLU ................................................ 15
2. Dasar Hukum Pembentukan BLU ....................................................... 19
3. Alamat Kantor, Unit Vertikal dan Unit Usaha ..................................... 20
4. Hakikat Operasi dan Kegiatan Utama BLU ........................................ 20
5. Nama Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas BLU .......................... 25
6. Jumlah Karyawan ............................................................................... 26
II. Kebijakan Akuntansi ................................................................................ 26
III. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan ..................................................... 27
1. Pendahuluan ...................................................................................... 27
2. Kebijakan Akuntansi ......................................................................... 28
3. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Aktivitas ........................................ 32
4. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Neraca ............................................ 42
5. Penjelasan atas Pos-pos Arus Kas ...................................................... 51
6. Perbedaan Penyajian Laporan Aktivitas dan Laporan Arus Kas ......... 55
7. Pengukuran Kinerja Keuangan Tahun 2016 ....................................... 57
8. Informasi Tambahan .......................................................................... 59

Lampiran:
1. Daftar Piutang ..... 62
2. Daftar Penyisihan Piutang ... 75

Balai Besar Industri Agro 2


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Halaman

3. Daftar Persediaan Bahan Kimia & ATK ... 83


4. BAST Transfer Masuk Peralatan Mesin . 193
5. Risalah Lelang Penghapusan Aset Tetap ....................................................... 208
6. Daftar Akumulasi Penyusutan Aset Tetap .................................................... 233
7. Kertas Kerja Penyusunan Laporan Keuangan ............................................... 237

Balai Besar Industri Agro 3


Laporan Keuangan BLU TA 2016

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB


KEPALA SATUAN KERJA
BADAN LAYANAN UMUM
BALAI BESAR INDUSTRI AGRO (BBIA)

Laporan Keuangan Balai Besar Industri Agro yang terdiri dari Neraca, Laporan
Aktivitas, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun 2016
sebagaimana terlampir adalah merupakan tanggung jawab kami.
Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian internal
yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi kegiatan dan posisi keuangan secara
layak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang mengacu kepada Peraturan Menteri
Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Badan Layanan Umum.

Bogor, 19 Januari 2017

Pemimpin BLU-BBIA/
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Umar Habson, MM


NIP : 195809131986031003

Balai Besar Industri Agro 4


Laporan Keuangan BLU TA 2016

RINGKASAN EKSEKUTIF

Berdasarkan pasal 9 Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008


tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum,
menyebutkan bahwa dalam rangka pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan dan
kegiatan pelayanannya, BLU menyusun dan menyajikan : Laporan Keuangan dan Laporan
Kinerja. Laporan keuangan tersebut berupa Laporan Realisasi Anggaran/atau Laporan
Operasional, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Dengan
demikian penyusunan dan penyajian laporan keuangan satuan kerja ini merupakan
perwujudan dan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran dan/atau barang pada
satuan kerja Balai Besar Industri Agro.

Laporan Keuangan BLU BBIA Tahun 2016 ini telah disusun berdasarkan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) dan disajikan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan
Nomor : 76/PMK.05/2008.

1. Laporan Operasional/Laporan Aktivitas

Laporan Operasional/Laporan Aktivitas adalah laporan yang menyajikan informasi


tentang kegiatan BLU yang meliputi sumber (Pendapatan), alokasi dan pemakaian
sumber daya ekonomi (Beban) yang dikelola oleh BLU, serta informasi surplus dan
defisit aktivitas BLU tahun berjalan.

Pendapatan BLU pada Tahun 2016 sebesar Rp 49.113.474.048,- yang terdiri dari:

Pendapatan dari Jasa Pelayanan (JPT) yang dihitung secara akrual sebesar
Rp 26.931.288.060,-.

Pendapatan dari APBN (RM) berdasarkan SPM dan SP2D yang telah diterbitkan
yaitu sebesar Rp 21.660.335.587,- yang merupakan Pendapatan APBN Operasional
dan Investasi.

Pendapatan Lain-lain yang merupakan pendapatan jasa giro dan legalisir hasil uji
lelang penjualan/penghapusan aset tetap sebesar Rp 521.850.401,-

Total beban pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp 49.985.469.681,- yang terdiri dari
Beban Layanan Rp 15.335.599.030,- , Beban Umum dan Administrasi sebesar

Balai Besar Industri Agro 5


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Rp 34.641.460.650,- dan Beban Lainnya sebesar Rp 8.410.001,-, sehingga terjadi


defisit dari aktivitas sebelum keuntungan/kerugian pada Tahun 2016 sebesar
Rp 871.995.633,-. Selain itu terdapat kerugian atas penjualan Aset Non Lancar sebesar
Rp 75.271.875,- sehingga Defisit Bersih menjadi Rp 947.267.508,-.

Apabila laporan aktivitas tidak memperhitungkan Pendapatan APBN (RM) maka


defisit nya sebesar Rp 22.607.603.095,-.

2. Neraca

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan BLU mengenai
aset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu (akhir periode).

Jumlah aset (aktiva) Tahun 2016 adalah sebesar Rp 118.864.311.335,- yang terdiri dari
aset lancar (aktiva lancar) sebesar Rp 26.698.948.214,- dan aset tetap sebesar
Rp 92.165.363.121,-.

Jumlah kewajiban Tahun 2016 adalah sebesar Rp 1.958.084.026,- yang merupakan


kewajiban jangka pendek, terdiri dari Biaya Yang Masih Harus Dibayar sebesar
Rp 603.305.827,-, serta Pendapatan Diterima Dimuka atau Uang Muka Jasa Layanan
sebesar Rp 1.354.778.199,-.

Jumlah ekuitas tidak terikat Tahun 2016 adalah sebesar Rp 116.906.227.309,- yang
terdiri dari ekuitas awal sebesar Rp 60.119.258.878,- ditambah surplus aktivitas tahun
lalu sebesar Rp 35.116.416.043,- ditambah defisit Tahun 2016 sebesar
Rp 947.267.508,- dan ditambah Ekuitas Donasi (Bantuan Peralatan) sebesar
Rp 22.617.819.896,-.

3. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus kas masuk dan kas
keluar selama Tahun 2016 yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi,
aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Laporan Arus Kas disusun dengan metode
langsung (direct method). Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional
dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci
lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas.

Jumlah arus kas masuk dari aktivitas operasi pada Tahun 2016 adalah sebesar
Rp 52.037.230.641,- dan arus kas keluarnya sebesar Rp 45.442.903.464,- sehingga arus
kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 6.594.327.177,-.

Balai Besar Industri Agro 6


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Arus kas masuk dari aktivitas investasi Rp 11.129.000,- yang merupakan pendapatan
dari lelang penghapusan aset tetap sebesar Rp 4.400.000,- serta pendapatan atas sewa
Gedung dan Bangunan sebesar Rp 6.729.000,- sedangkan arus kas keluarnya sebesar
Rp 4.365.709.259,- yang merupakan pembelian Aset Tetap pada Tahun 2016 sebesar
Rp 4.354.580.259,- dan Penyetoran kepada Negara atas lelang aset tetap yang
dihapuskan dan pendapatan atas sewa Gedung dan Bangunan sebesar Rp 11.129.000,-.

Uang kas pada Tahun 2016 bertambah sebesar Rp 2.239.746.918,- dari saldo awal
Tahun 2016 (1 Januari 2016) sebesar Rp 23.968.296.474,- sehingga saldo kas akhir
per 31 Desember 2016 menjadi Rp 26.208.043.392,-.

4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi tentang
penjelasan atau daftar terinci atau analisis terhadap nilai suatu pos yang disajikan
dalam Laporan Realisasi Anggaran/Laporan Aktivitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas
sebagai upaya untuk pengungkapan informasi yang memadai.

Tujuan utama Catatan atas Laporan Keuangan adalah memberikan penjelasan dan
analisis atas informasi yang ada di laporan operasional, neraca, laporan arus kas, dan
informasi tambahan lainnya sehingga para pengguna mendapatkan pemahaman yang
lengkap atas laporan keuangan BLU.

Dalam penyajian Laporan Aktivitas, pendapatan dan beban BLU diakui berdasarkan
basis akrual yaitu pada saat terjadinya transaksi keuangan dimana jumlah pendapatan
merupakan hak yang seharusnya diterima dan beban merupakan pengorbanan yang
seharusnya dibayarkan pada suatu periode.

Sedangkan untuk pendapatan dari APBN diakui berdasarkan basis kas, yaitu pada saat
kas dikeluarkan dari Kas Umum Negara (KUN). Untuk belanja yang didanai dari
pendapatan BLU diakui berdasarkan basis akrual yaitu, pada saat terjadinya transaksi
pendapatan.

Arus Kas disajikan berdasarkan basis kas yaitu uang kas atau setara kas saat diterima
atau dikeluarkan.

Balai Besar Industri Agro 7


Laporan Keuangan BLU TA 2016

LAPORAN KEUANGAN

Balai Besar Industri Agro 8


Laporan Keuangan BLU TA 2016

A. LAPORAN OPERASIONAL/
LAPORAN AKTIVITAS BLU-BBIA
TAHUN 2016

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2016 TAHUN 2015 PENURUNAN
JUMLAH %
PENDAPATAN

Pendapatan Usaha/Jasa Layanan 26.931.288.060 24.697.700.589 2.233.587.471 9,04%


Jasa Layanan Teknis 26.931.288.060 24.697.700.589 2.233.587.471 9,04%

Pendapatan APBN 21.660.335.587 25.662.888.151 (4.002.552.564) -15,60%


Operasional (RM) 20.720.117.928 21.730.306.677 (1.010.188.749) -4,65%
Investasi (RM) 940.217.659 3.932.581.474 (2.992.363.815) -76,09%

Pendapatan Lain-lain 521.850.401 624.827.739 (102.977.338) -16,48%


Pendapatan Lain-lain 521.850.401 624.827.739 (102.977.338) -16,48%

Jumlah Pendapatan 49.113.474.048 50.985.416.479 (1.871.942.431) -3,67%


Beban
Beban Layanan
Beban Pegawai 4.769.784.920 4.195.686.140 574.098.780 13,68%
Beban Bahan 7.033.104.425 6.293.365.735 739.738.690 11,75%
Beban Jasa Layanan 2.303.326.221 1.780.954.000 522.372.221 29,33%
Beban Pemeliharaan - - - -
Beban Perjalanan 1.229.383.464 1.032.965.201 196.418.263 19,01%
Beban Lain-Lain - - - -
Jumlah Beban Layanan 15.335.599.030 13.302.971.076 2.032.627.954 15,28%
Beban Umum dan Administrasi
Beban Pegawai 20.538.031.906 19.408.360.588 1.129.671.318 5,82%
Beban Administrasi Kantor 1.013.767.936 806.807.722 206.960.214 25,65%
Beban Pemeliharaan 1.514.566.121 1.239.471.935 275.094.186 22,19%
Beban Langganan Daya & Jasa 1.094.375.794 1.029.889.125 64.486.669 6,26%
Beban Pemasaran 508.089.503 462.964.850 45.124.653 9,75%
Beban Perjalanan 512.558.106 382.310.838 130.247.268 34,07%
Beban Pakaian Kerja 35.776.000 46.127.500 (10.351.500) -22,44%
Beban Pengembangan Kelembagaan 832.667.990 948.292.325 (115.624.335) -12,19%
Beban Litbang & Teknologi 957.362.819 1.721.319.125 (763.956.306) -44,38%
Beban Penyusutan 6.971.082.708 5.346.857.654 1.624.225.054 30,38%
Beban Penyisihan Piutang Tak
Tertagih 174.459.767 12.563.043 161.896.724 1228,67%
Beban Lainnya 488.722.000 472.479.669 16.242.331 3,44%
Jumlah Beban Umum 34.641.460.650 31.877.444.374 2.764.016.276 8,67%

Balai Besar Industri Agro 9


Laporan Keuangan BLU TA 2016

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2016 TAHUN 2015 PENURUNAN
JUMLAH %
Beban Lainnya
Beban Adm.Bank 1.245.000 1.241.000 4.000 0,32%
Beban Lain-lain 7.165.001 1.500.000 5.665.001 378%
Jumlah Beban Lainnya 8.410.001 2.741.000 5.669.001 206,82%
Jumlah Beban 49.985.469.681 45.183.156.450 4.802.313.231 10,63%
Surplus/Defisit Sebelum Pos
Keuntungan/Kerugian (871.995.633) 5.802.260.029 (6.674.255.662) -115,03%
Keuntungan/Kerugian
Keuntungan Penj.Aset Non Lancar - - - -
Rugi Penj.Aset Non Lancar 75.271.875 302.404.500 (227.132.625) -
Rugi Penurunan Nilai - - - -
Lain-lain - - - -
Total Keuntungan/Kerugian 75.271.875 302.404.500 227.132.625 -
Surplus/Defisit Sebelum Pos-pos
Luar Biasa (947.267.508) 5.499.855.529 (6.447.123.037) -117,22%
Pos-pos Luar Biasa
Pendapatan dari Kejadian Luar Biasa - 9.990.000 9.990.000 -
Beban dari Kejadian Luar Biasa - - - -
Total Pos-Pos Luar Biasa - 9.990.000 9.990.000 -
Surplus/Defisit Bersih (947.267.508) 5.509.845.529 (6.437.133.037) -116,83%
Surplus/Defisit Di Luar Pendapatan
(22.607.603.095) (20.153.042.622) (2.454.560.473) -12,18%
APBN

Bogor, 31 Desember 2016

Pemimpin BLU- BBIA/


Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Umar Habson, MM


NIP : 195809131986031003

Balai Besar Industri Agro 10


Laporan Keuangan BLU TA 2016

B. NERACA BLU BBIA


PER 31 DESEMBER 2016

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2016 TAHUN 2015 PENURUNAN
JUMLAH %
Aset Lancar
Kas 26.208.043.392 23.968.296.474 2.239.746.918 9,34%
Kas Bendahara RM 285.274.967 598.635.850 (313.360.883) -52,35%
Kas Bendahara BLU 25.922.768.425 23.369.660.624 2.553.107.801 10,92%
PUMK I (RM) - - - -
PUMK II (BLU) - - - -

Piutang Usaha (5.791.635) 252.954.232 (258.745.867) -102,29%


Piutang Jasa Pelayanan 405.397.900 489.684.000 (84.286.100) -17,21%
Piutang Jasa Lainnya - - - -
Penyisihan Piutang Tak Tertagih (411.189.535) (236.729.768) (174.459.767) -73,70%
Piutang Lain-lain - - - -
Persediaan 496.696.457 544.029.095 (47.332.638) -8,70%
Persed ATK dan Perlengkapan Lainnya 146.688.907 226.281.920 (79.593.013) -35,17%
Persed Bahan Kimia 350.007.550 317.747.175 32.260.375 10,15%
Total Aset Lancar 26.698.948.214 24.765.279.801 1.933.668.413 7,81%
Aset Tetap

Tanah 40.851.149.958 40.851.149.958 - -


Tanah 40.851.149.958 40.851.149.958 - -
Gedung dan Bangunan 24.329.440.050 24.329.440.050 - 0,00%
Gedung dan Bangunan 24.329.440.050 24.329.440.050 - 0,00%
Peralatan dan Mesin 80.354.005.999 65.393.224.650 14.960.781.349 22,88%
Peralatan dan Mesin 80.354.005.999 65.393.224.650 14.960.781.349 22,88%
Jalan,Irigasi dan Jaringan 331.771.800 112.279.800 219.492.000 -
Jalan dan Jembatan 176.324.800 11.144.800 165.180.000 -
Irigasi/Bangunan Air 20.302.500 20.302.500 - -
Jaringan 135.144.500 80.832.500 54.312.000 -
Aset Tetap Lainnya 737.519.930 684.073.020 53.446.910 7,81%
Aset Tetap Lainnya 737.519.930 684.073.020 53.446.910 7,81%
Kontruksi Dalam Pengerjaan 49.000.000 - 49.000.000
Kontruksi Dalam Pengerjaan 49.000.000 - 49.000.000
Aset Lain-lain 185.758.000 1.034.821.600 (849.063.600) -82,05%
Aset Lain-lain 185.758.000 1.034.821.600 (849.063.600) -82,05%
Akumulasi Penyusutan Peralatan Mesin (51.539.757.568) (44.433.242.667) (7.106.514.901) 15,99%
Akumulasi Penyusutan Gedung & Bangunan (2.934.689.750) (2.343.205.202) (591.484.548) 25,24%
Akumulasi Penyusutan Jalan & Jembatan (27.290.213) (11.144.800) (16.145.413) 144,87%
Akumulasi Penyusutan Irigasi (20.014.354) (19.999.947) (14.407) 0,07%
Akumulasi Penyusutan Jaringan (32.266.898) (28.541.327) (3.725.571) 13,05%
Akumulasi Penyusutan Aset Lain-lain (119.263.833) (807.880.475) 688.616.642 -85,24%
Total Aset Tetap 92.165.363.121 84.760.974.660 7.404.388.461 8,74%
TOTAL ASET 118.864.311.335 109.526.254.461 9.338.056.874 8,53%

Balai Besar Industri Agro 11


Laporan Keuangan BLU TA 2016

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2016 TAHUN 2015 PENURUNAN
JUMLAH %
Kewajiban Jangka Pendek 1.958.084.026 1.770.062.429 188.021.597 10,62%
Uang Muka KPPN - - - -
Hutang Pajak - - - -
Hutang Gaji & Honor - - - -
Hutang Usaha - - - -
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 603.305.827 639.313.679 (36.007.852) -5,63%
Pendapatan Diterima DiMuka 1.354.778.199 1.130.748.750 224.029.449 19,81%

Kewajiban Jangka Panjang - - - -


Hutang Pihak Ketiga - - - -
Total Kewajiban 1.958.084.026 1.770.062.429 188.021.597 10,62%
EKUITAS
Ekuitas Tidak Terikat
Ekuitas Awal 60.119.258.878 60.119.258.878 - -
Surplus dan Defisit Tahun Lalu 35.116.416.043 29.788.673.979 5.327.742.064 17,89%
Surplus dan Defisit Tahun Berjalan (947.267.508) 5.509.845.529 (6.457.113.037) -117,19%
Ekuitas Donasi 22.617.819.896 12.338.413.646 10.279.406.250 83,31%
Total Ekuitas 116.906.227.309 107.756.192.032 9.150.035.277 8,49%
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 118.864.311.335 109.526.254.461 9.338.056.874 8,53%

Bogor, 31 Desember 2016


Pemimpin BLU- BBIA/
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Umar Habson, MM


NIP : 195809131986031003

Balai Besar Industri Agro 12


Laporan Keuangan BLU TA 2016

C. LAPORAN ARUS KAS


TAHUN 2016

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2016 TAHUN 2015 PENURUNAN
JUMLAH %
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Arus Masuk 52.037.230.641 53.558.922.424 (1.521.691.783) -2,84%


Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan 27.232.333.608 24.840.057.339 2.392.276.269 9,63%
Pendapatan Hibah - - - -
Pendapatan APBN (Rupiah Murni) 21.666.857.586 25.671.658.807 (4.004.801.221) -15,60%
Pendapatan Lain-lain 521.850.401 614.427.739 (92.577.338) -15,07%
Pungutan Pajak 2.616.189.046 2.432.778.539 183.410.507 7,54%

Arus Keluar 45.442.903.464 42.231.987.468 3.210.915.996 7,60%


Biaya Layanan 15.367.859.405 13.314.718.991 2.053.140.414 15,42%
Biaya Umum dan Administrasi 27.452.333.014 26.475.719.300 976.613.714 3,69%
Biaya Lainnya - - - -
Pembayaran Kewajiban - - - -
Penyetoran Kelebihan Beban RM 6.521.999 8.770.638 (2.248.639) -25,64%
Penyetoran Pajak 2.616.189.046 2.432.778.539 183.410.507 7,54%
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
6.594.327.177 11.326.934.956 (4.732.607.779) -41,78%
Operasi
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

Arus Masuk 11.129.000 10.400.000 (729.000) -7,01%


Hasil Penjualan Aset Tetap 4.400.000 10.400.000 6.000.000 57,69%
Hasil Penjualan Investasi jangka Panjang - - - -
Hasil Sewa Tanah, Gedung & Bangunan 6.729.000 - (6.729.000) -

Arus Keluar 4.365.709.259 6.732.219.974 (2.366.510.715) -35,15%


Perolehan Aset Tetap 4.354.580.259 6.721.819.974 (2.367.239.715) -35,22%
Perolehan Investasi Jangka Panjang - - - -
Penyetoran Kepada Kas Negara 11.129.000 10.400.000 (729.000) -7,01%
Perolehan Aset Lainnya - - - -
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
(4.354.580.259) (6.721.819.974) 2.367.239.715 -35,22%
Investasi

Balai Besar Industri Agro 13


Laporan Keuangan BLU TA 2016

KENAIKAN/
URAIAN TAHUN 2016 TAHUN 2015 PENURUNAN
JUMLAH %
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus Masuk - - - -
Uang Persediaan dari KPPN - - - -
Penerimaan Kembali Pokok Pinjaman - - - -
Pajak Belum Disetor - - - -
Kenaikan Hutang - - - -

Arus Keluar - - - -
Pembayaran Pokok Pinjaman - - - -
Pemberian Pinjaman - - - -
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
- - - -
Pendanaan
Kenaikan Bersih Kas 2.239.746.918 4.605.114.982 (2.365.368.064) -51,36%
Kas dan Setara Kas Awal 23.968.296.474 19.363.181.492 4.605.114.982 23,78%
Jumlah Saldo Kas 26.208.043.392 23.968.296.474 2.239.746.918 9,34%

Bogor, 31 Desember 2016


Pemimpin BLU- BBIA/
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Umar Habson, MM


NIP : 195809131986031003

Balai Besar Industri Agro 14


Laporan Keuangan BLU TA 2016

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


PK. BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

I. PENDAHULUAN

1. Sejarah BBIA dan Pembentukan BLU

Sejarah Balai Besar Industri Agro dapat ditelusuri mulai dari tahun 1890 dimana
pada saat itu Pemerintahan Hindia Belanda telah mendirikan lembaga yang diberi nama
Agricultuur Chemisch Laboratorium yang berada di dalam lingkungan Departement van
Landbouw, Nijverheid en Handel dengan tugas antara lain :

a. Melayani para ahli dan sarjana pertanian dalam meneliti tanaman-tanaman tropis
terutama yang ada di Kebun Raya Bogor serta arti ekonomi dari tanaman-tanaman
tersebut.

b. Memeriksa/menguji barang-barang dan bahan untuk instansi Pemerintah terutama


dalam bidang pertanian, perdagangan dan sebagainya.

Tugas pengujian berkembang dengan pesat sejalan dengan kemajuan dalam bidang
pertanian dan perdagangan, terutama untuk barang-barang ekspor serta perdagangan dalam
negeri sebagai hasil pembinaan dari bagian Nijverheid dalam Departement van
Landbaouw, Nijverheid en Handel. Maka dalam tahun 1909 nama laboratorium diganti
menjadi Bureau voor Landbouw en Handel-analyse berdasarkan keputusan Gubernur
Jendral Ned. Indie tanggal 26 Januari 1909 dan tercatat dalam Javasche Courant sebagai
Besluit van Directuur voor Landbouw No. 3952 tanggal 27 Mei 1909.

Kegiatan pengujian makin berkembang di samping tugas-tugas rutin penelitian


dengan perbaikan serta penambahan fasilitas, tempat dan peralatan, yang menjadikan
laboratorium ini paling terkemuka di Indonesia pada waktu itu. Dengan makin
meningkatnya peran laboratorium ini dalam pengujian barang-barang ekspor, impor dan
perdagangan dalam negeri, serta dalam penelitian-penelitian agrokimia yang merintis
pertumbuhan agro-industri dalam negeri maka terjadi penggantian nama pada tahun 1911
menjadi Handels Laboratorium dan berlanjut pada tahun 1918 berganti nama menjadi
Analytisch Laboratorium.

Pada tahun 1934 Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan (Phytochemisch


Laboratorium) dalam lingkungan Kebun Raya dan Balai penelitian yang tergabung dalam

Balai Besar Industri Agro 15


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor de Landbouw)


meleburkan diri ke dalam Analytisch Laboratorium, dan menamakan diri sebagai
Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek (Balai Penyelidikan Kimia). Balai
Penyelidikan Kimia ini memiliki laboratorium-laboratorium sebagai berikut:
a. Laboratorium Analitika
b. Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan
c. Laboratorium Kimia Pertanian
d. Laboratorium Harsa
e. Laboratorium Minyak Atsiri

Penelitian-penelitian di bidang agrokimia berjalan seiring dengan tugas pengujian


yaitu pengujian hasil-hasil pertanian dalam arti yang luas untuk kepentingan ekspor dan
memajukan industri pengolahan hasil pertanian dalam negeri. Penelitian fitokimia dan
minyak atsiri sudah dirintis sejak didirikannya laboratorium ini. Diberlakukannya sistem
pengawasan mutu susu, ditunjuknya laboratorium ini sebagai penguji kulit kina oleh pabrik
kina Bandung, sistem pengujian air minum dan pengawasan minuman beralkohol,
membuat Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek menjadi laboratorium terkemuka di
jaman Hindia Belanda.

Di jaman pendudukan Jepang (1942-1945), Balai Penyelidikan Kimia diberi nama


Gunsaikanbu Kagaku Kenkyusyu dengan tugas utama melakukan penelitian terapan, yang
kemudian tugas ini menjadi ciri Balai selanjutnya.

Di masa Revolusi Fisik, Balai ini dimasukkan ke dalam Kementerian Kemakmuran


Republik Indonesia dan ikut hijrah ke Klaten, Solo kemudian ke Yogyakarta karena pada
saat itu kantor yang ada di Bogor telah dikuasai oleh Belanda. Pada tahun 1950 seiring
dengan kembalinya pemerintahan RI ke Jakarta maka Balai Penyelidikan Kimia kembali
melaksanakan tugas sebagaimana mestinya di Bogor.

Dan dari perjalanan hijrah ke Klaten Balai ini telah memprakarsai berdirinya Balai
Penyelidikan Kimia Surabaya pada tahun 1951, yang sekarang dikenal dengan nama
Baristan Surabaya.

Tahun 1951 Balai Penyelidikan Kimia dimasukkan ke dalam Departemen


Perdagangan dan Perindustrian yang kemudian Departemen ini berubah menjadi
Kementerian Perekonomian.

Balai Besar Industri Agro 16


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Pada tahun 1957 Balai Penyelidikan Kimia berada di bawah Kementerian


Perindustrian, kemudian pada tahun 1959 berada di bawah Departemen Perindustrian
Rakyat.

Tahun 1964 Balai Penyelidikan Kimia berubah nama menjadi Balai Penelitian Kimia
yang berada di bawah Departemen Perindustrian dengan tugas melaksanakan penelitian,
pengembangan dan pengujian.

Kegiatan penelitian yang dilakukan merupakan penelitian terapan di bidang kimia


dan teknologi hasil pertanian baik pangan maupun non pangan. Sebenarnya kegiatan
penelitian terhadap proses pengolahan bahan organik hasil pertanian menjadi hasil industri
yaitu kemurgi dan aneka komoditi telah digeluti oleh Balai sejak awal keberadaanya.

Sementara di bidang pengujian, Balai Penelitian Kimia bertugas untuk melakukan


pengawasan mutu barang ekspor, impor dan perdagangan dalam negeri, monitoring mutu
hasil industri pertanian dalam negeri dalam rangka perbaikan mutu dan proses industri,
penyusunan standar dan penerapan standar industri, kontrak pengujian dan pemecahan
masalah yang berkaitan dengan mutu dan proses produksi hasil pertanian.

Selain pengujian makanan, komoditas andalan yang digarap paling banyak oleh Balai
Penelitian Kimia adalah minyak atsiri. Penelitian dan pengujian minyak atsiri ini
dikembangkan secara luas menyangkut rekayasa peralatan, teknologi proses serta isolasi
zat aktif.

Pada tahun 1980, Menteri Perindustrian telah membagi industri di Indonesia menjadi
9 sektor dengan tujuan penelitian dan pengembangan. Untuk maksud itu sembilan Balai
yang ada di bawah Departemen Perindustrian dikembangkan menjadi 9 Balai Besar yang
masing-masing mewakili satu sektor industri.

Sejalan dengan peningkatan status balai menjadi Balai Besar, maka melalui Surat
Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 223/M/SK/6/1980 nama Balai Penelitian Kimia
berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian,
yang selanjutnya lebih dikenal dengan Balai Besar Industri Hasil Pertanian (BBIHP).

BBIHP merupakan unit pelaksana teknis di bidang litbang industri hasil pertanian
dalam lingkungan Departemen Perindustrian, yang berada di bawah langsung kepada
Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

Balai Besar Industri Agro 17


Laporan Keuangan BLU TA 2016

BBIHP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan


mengenai teknologi, pemakaian bahan baku, proses produksi, produk, peralatan, dan
pemakaian hasil-hasil pertanian dalam rangka mengembangkan hasil pertanian di
Indonesia.

Ruang lingkup tugas BBIHP dapat dibagi menjadi 2 bidang : (1) Makanan,
minuman, dan phytokimia; (2) Kemurgi dan Aneka Industri.

Balai Penelitian mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan


penelitian dalam rangka pengembangan industri di bidang terkait. Sementara Balai
Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan di bidang tekno
ekonomi, teknologi, percobaan, standardisasi dan normalisasi untuk pengembangan
industri hasil pertanian.

Sejak tahun 1980 yang menjadi unggulan BBIHP adalah ekstraksi pati ubi kayu
(tapioka) yang dibuat menjadi High Fructose Syrup, glukosa, juga fermentasi air kelapa
menjadi nata de coco, fermentasi air tahu menjadi nata de soya, ekstraksi khitosan dari
kulit udang, ekstraksi tengkawang, zat warna alam, dan oleokimia.

Pada tahun 1997 terjadi penggabungan Departemen antara Departemen Perindustrian


dengan Departemen Perdagangan, sehingga BBIHP saat itu berada di bawah Badan
Litbang Industri dan Perdagangan, Departemen Perindustrian dan Pergadangan RI.

Selanjutnya di tahun 2002 Menteri Perindustrian dan Perdagangan telah menerbitkan


Keputusan bernomor : 779/MPP/Kep/11/2002 yang mengganti nama BBIHP menjadi Balai
Besar Industri Agro (BBIA).

Dinyatakan bahwa tugas pokok BBIA sebagaimana tertuang dalam Keputusan


tersebut adalah melaksanakan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi,
pengujian, sertifikasi, kalibrasi, dan pengembangan kompetensi industri agro sesuai dengan
kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Industri dan Perdagangan.

Pada tahun 2004 di masa Pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudoyono,


Departemen Perindustrian dan Perdagangan kembali dipisah menjadi dua Departemen
yang independen yaitu Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan.
Pemisahan ini berdampak pada reorganisasi, pembagian aset bersama, pengalokasian

Balai Besar Industri Agro 18


Laporan Keuangan BLU TA 2016

pegawai dan perubahan lainnya sehingga membutuhkan waktu beberapa tahun untuk
melakukan penyesuaian dalam menjalankan fungsinya secara normal.

Sejalan dengan penyusunan kembali unit-unit organisasi di bawah Departemen


Perindustrian, di tahun 2007 telah terbit Peraturan Menteri Perindustrian nomor : 39/M-
IND/PER/6/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Industri Agro, meskipun
secara substantif isinya tidak banyak berbeda dengan Keputusan Menperindag No. :
779/MPP/Kep/11/2002.

Perkembangan jasa layanan teknis Balai Besar Industri Agro (BBIA) dari bulan ke
bulan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan terutama untuk jasa pengujian,
kalibrasi, sertifikasi dan pelatihan. Namun demikian pesatnya pertumbuhan jasa layanan
teknis sering dihadapkan pada kendala pengelolaan keuangan dengan menggunakan sistem
PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 20
tahun 1997. Sistem ini dipandang kurang fleksibel yang tidak bersesuaian dengan tuntutan
situasi eksternal yang menghendaki pelayanan cepat, tepat, dan akurat.

Untuk mendorong pelayanan publik yang cepat melalui sistem keuangan yang
fleksibel, maka BBIA harus mengambil alternatif lain melalui Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum sebagaimana diatur dalam PP Nomor 23 tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Usulan perubahan sistem pengelolaan keuangan BBIA dalam bentuk PK-BLU


mengemuka sejalan dengan tuntutan lingkungan eksternal dan bagian yang tak terpisahkan
dari program reformasi birokrasi yaitu mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang
tentunya dikembangkan dengan mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku.

Pada tahun 2009 setelah melalui proses evaluasi terhadap persyaratan substantif dan
persyaratan administratif maka BBIA ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang
menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU sesuai dengan Keputusan Menteri
Keuangan Nomor : 517/KMK.05/2009 tanggal 28 Desember 2009 tentang Penetapan Balai
Besar Industri Agro Pada Departemen Perindustrian Sebagai Instansi Pemerintah yang
Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

2. Dasar Hukum Pembentukan BLU

Pembentukan BBIA sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan


Keuangan (PK BLU) didasarkan pada beberapa peraturan dan perundang-undangan a.l :

Balai Besar Industri Agro 19


Laporan Keuangan BLU TA 2016

a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan


Keuangan Badan Layanan Umum yang telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah 74
tahun 2012.
b. Keputusan Menteri Perindustrian No. 39/M-IND/PER/6/2006 tanggal 29 Juni 2006
tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Industri Agro.
c. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 517/KMK.05/2009, tanggal 28 Desember 2009
tentang Penetapan Balai Besar Industri Agro Pada Departemen Perindustrian Sebagai
Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

3. Alamat Kantor , Unit Vertical dan Unit Usaha

Nama Instansi : Balai Besar Industri Agro (BBIA)


Alamat : Jalan Ir. H. Juanda No. 11, Bogor
Telepon/Fax : (0251) 8324068 / Fax : (0251) 8323339
Website : www.bbia.go.id
Email : cabi@bbia.go.id
Unit Vertikal : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri
Alamat : Jalan Gatot Subroto Kav. 52-53 Lantai 19-20 Jakarta Pusat
Kementerian : Perindustrian RI
Layanan BBIA : Pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi, sertifikasi,
standardisasi, rancang bangun, riset dan pengembangan bisnis,
penanganan pencemaran dll.

4. Hakikat Operasi dan Kegiatan Utama BLU

Sebagai lembaga litbang, peran BBIA sangat penting untuk mengembangkan kajian-
kajian di bidang industri agro baik kajian produk, proses dan teknologi proses untuk
meningkatkan efisiensi, mutu produk serta penerapan teknologi yang tepat guna pada
industri agro. Selain itu juga BBIA bertugas untuk memberikan jasa layanan kepada
industri di bidang : pengujian, pelatihan, konsultansi, sertifikasi, kalibrasi, standardisasi,
pembuatan rancang bangun serta perekayasaan industri.

Jasa Pengujian

Kegiatan pengujian BBIA didukung oleh Laboratorium Kimia, Mikrobiologi, Air


dan Lingkungan serta Instrumentasi. Laboratorium BBIA merupakan laboratorium perintis
yang menerapkan sistem manajemen mutu di Indonesia, pernah diakreditasi oleh NATA

Balai Besar Industri Agro 20


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Australia (1994-1997). Saat ini telah diakreditasi KAN dengan ruang lingkup sebanyak
184 komoditas diantaranya : bahan baku industri, makanan olahan, air dan air minum
dalam kemasan (AMDK), minyak atsiri, pakan ternak, aneka komoditi agro, aneka produk
kimia dan lain-lain.

Jasa Kalibrasi

BBIA memberikan jasa layanan kalibrasi untuk alat-alat laboratorium dengan


lingkup suhu, volume, massa, dimensi, dan tekanan. Laboratorium kalibrasi BBIA yang
melayani jasa tersebut telah diakreditasi oleh KAN. Kegiatan jasa kalibrasi dari tahun ke
tahun memperlihatkan aktivitas yang cukup stabil, dengan rata-rata 2.100 unit alat lab dari
berbagai perusahaan swasta maupun instansi pemerintah telah dikalibrasi.

Kontribusi jasa kalibrasi terhadap total PNBP memang tidak terlalu besar, hal ini
harus dimaklumi mengingat ruang lingkup kalibrasi yang masih terbatas serta ruang pasar
(market space) jasa kalibrasi ini tidak sebesar ruang pasar yang tersedia untuk jasa
pengujian.

Jasa Pelatihan

Jasa pelatihan adalah jasa layanan BBIA yang diberikan kepada masyarakat industri
dan/atau aparat pemerintah dalam rangka meningkatkan kemampuan personil di
bidangnya. Bidang pelatihan terdiri atas pelatihan teknis komoditas diberikan secara teori
dan praktek (magang) serta pelatihan teknis sistem manajemen sesuai dengan standar yang
berlaku.
Jasa pelatihan teknis terdiri atas pelayanan pelatihan di bidang:
a) Pengujian (Pengujian AMDK; Terigu; Mikrobiologi; Operasional GC, HPLC, AAS;
Proksimat; Cemaran Logam; Pewarna; Pemanis Buatan; Pengawet; Vitamin C;
Vitamin B1 dan B2; Vitamin A, D, E; Asam Lemak; Kolesterol; Antioksidan; dan
Beta Karoten; dan lain-lain).

b) Teknologi pangan

1) Pengolahan Buah-buahan dan Sayur-sayuran

(Pengolahan Keripik Buah dan Sayur dengan Vacuum Frying, Pengolahan


Pisang, Pengolahan Terong Pirus, Pengolahan Lidah Buaya, Pengolahan Kelapa,
Pengolahan Tomat dan Cabe)
2) Pengolahan Umbi-umbian (Pengolahan Singkong dan Pengolahan Ubi Jalar)

Balai Besar Industri Agro 21


Laporan Keuangan BLU TA 2016

3) Pengolahan Biji-Bijian (Pengolahan Kacang Tanah, Pengolahan Jagung,


Pengolahan Kedelai, Pengolahan Kopi, Pengolahan Emping)
4) Pengolahan Lainnya (Pengolahan Ampas Tahu, Pengolahan Teh, Pengolahan
Nata, Pembuatan Gula Semut dan Gula Cetak, Pengolahan Jahe, Pengolahan Roti
dan Kue, Pengolahan Coklat dan Permen, Pengolahan Dodol, Pengolahan
Rumput Laut)
5) Pengolahan Produk Hewani (Pengolahan Ikan, Pengolahan Daging, Pengolahan
Susu)
c) Teknologi non pangan (Pengolahan Minyak Atsiri, Pakan Ternak, Kompos, Biodiesel,
Bahan Pelumas, Khitin/Khitosan, Pengemasan dan Pelabelan, Penentuan Masa Simpan,
Rancang Bangun Peralatan Industri)
d) Sistem manajemen mutu (Kalibrasi Suhu, Massa dan Volume; Pengenalan dan
Pendalaman ISO/IEC 17025:2008; Dokumentasi Sistem Manajemen Laboratorium;
Validasi Metode Analisis Kuantitatif; Kuantitasi Ketidakpastian Pengukuran Dalam
Kimia Analitik; Audit Internal Sistem Manajemen Laboratorium; Sistem Manajemen
Keamanan Pangan (GMP&HACCP); Audit Internal Sistem HACCP; Tugas dan Fungsi
Manajemen Puncak; Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001: 2008); dan Sistem
Manajemen Pangan ISO 22000.

Jasa Konsultansi

Jasa konsultansi adalah jasa layanan BBIA yang memberikan cara pemecahan
masalah baik teknis teknologis untuk menghasilkan produk yang bermutu dan manajemen
yang berhubungan dengan sistem mutu dalam rangka perolehan pengakuan Lembaga/
Badan Sertifikasi. Dalam memberikan jasa konsultansi BBIA mempunyai SDM yang
terlatih dan berpengalaman di bidangnya antara lain Teknologi pangan, Food Engineering,
Food Safety, Manajemen Laboratorium, Manajemen Mutu dan Manajemen Lingkungan.
Dengan demikian lingkup jasa konsultansi yang dapat diberikan meliputi :
a) Konsultansi di bidang teknologi proses pangan dan non pangan berbasis agro, seperti
konsultansi perbaikan proses, peningkatan mutu produk, pemecahan masalah yang
timbul di industri, peningkatan kapasitas produksi, dan lain-lain

b) Konsultansi di bidang sistem manajemen, seperti penyusunan dokumentasi sistem


manajemen dalam rangka persiapan akreditasi laboratorium (ISO/IEC 17025)/lembaga

Balai Besar Industri Agro 22


Laporan Keuangan BLU TA 2016

inspeksi (ISO/IEC 17020); penyusunan dokumen ISO 9001:2008/HACCP dan ISO


22000 untuk kepentingan sertifikasi sistem mutu/keamanan pangan, dan lain-lain

c) Konsultansi di bidang lingkungan, seperti penyusunan dokumen Analisis Mengenai


Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL), dan rancang bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL).

Selain tiga bidang konsultansi di atas, BBIA juga menyelenggarakan konsultansi di


bidang standardisasi/perumusan RSNI/SNI industri agro terutama produk makanan,
minuman, produk pengolahan hasil laut, dan produk/peralatan pertanian. Standardisasi
merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pembangunan industri, yang
menyangkut jaminan mutu produk dan jasa dalam kegiatan perdagangan, keselamatan,
keamanan, dan lingkungan dalam rangka menjamin perlindungan terhadap pengguna
produk dan jasa.

Dalam rangka menjaga agar SNI selalu bermanfaat bagi masyarakat maka SNI
perlu terus dikembangkan dan dikaji ulang sedikitnya sekali dalam lima tahun. Kaji ulang
SNI harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pemakai dan perkembangan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengkajian ulang SNI dilakukan oleh panitia
teknis (pantek) atau instansi teknis sesuai dengan bidangnya melalui konsensus pihak
terkait.
Sebagai instansi teknis yang berkompeten dalam perumusan SNI, BBIA selalu
ditunjuk sebagai konseptor dalam penyusunan/revisi SNI di bidang industri agro terutama
produk makanan, minuman, produk pengolahan hasil laut, dan produk/peralatan pertanian.
Di samping itu BBIA juga dilibatkan dalam kegiatan standardisasi internasional,
diantaranya ikut serta dalam kegiatan codex standar di dalam maupun di luar negeri.

Jasa Sertifikasi

Jasa sertifikasi adalah jasa layanan BBIA yang memberikan pelayanan sertifikasi
Sistem Manajemen Mutu, Produk dan Keamanan Pangan. Sejalan dengan kebutuhan
industri dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah berkaitan dengan pengawasan
barang beredar, keamanan pangan dan sebagainya, secara bertahap BBIA mengembangkan
Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu, dengan lingkup layanan sebagai berikut:

1. Lembaga Sertifikasi Produk (LS-PRO BBIA) diakreditasi KAN/BSN tahun 2004


dengan nomor LSPr-010-IDN, melayani industri agro untuk mendapatkan sertifikat
Balai Besar Industri Agro 23
Laporan Keuangan BLU TA 2016

produk penggunaan tanda SNI (SPPT SNI). Ruang lingkup sertifikasi SPPT-SNI yang
telah diakreditasi oleh KAN meliputi 51 komoditi makanan & minuman, termasuk di
dalamnya beberapa komoditi yang telah diberlakukan wajib SNI, seperti Air Minum
Dalam Kemasan (AMDK), tepung terigu sebagai bahan makanan, gula rafinasi, dan
garam konsumsi beryodium.

2. Lembaga Sertifikasi Sistem (LSS-BBIA), yaitu lembaga sertifikasi BBIA yang


melayani jasa sertifikasi ISO 9001-2008 dan HACCP juga menambah lingkup layanan
dengan jasa sertifikasi ISO 22000:2005.

a. Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu sudah diakreditasi KAN/BSN sejak tahun


1994 dengan nomor LSSM-003-IDN, melayani industri agro untuk mendapatkan
Sertikat ISO 9001-2008 (Quality Management System) dengan lingkup :
pertanian dan perikanan, makanan, minuman, tembakau.

b. Sertifikasi Sistem Keamanan Pangan sudah diakreditasi KAN sejak tahun 2006
dengan nomor LSHACCP-006-IDN, melayani masyarakat industri agro
(makanan, minuman, katering dan restoran) untuk mendapatkan sertifikat
keamanan pangan sistem HACCP.

Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri (RBPI)

BBIA selain mampu melakukan kegiatan penelitian di bidang industri agro, juga
mampu menjadi penyedia mesin/peralatan pengolahan hasil pertanian untuk memenuhi
kebutuhan industri agro yang tersebar di berbagai daerah.

Melalui dukungan perbengkelan yang dimiliki juga kerjasama dengan bengkel binaan
BBIA, telah mampu membuat peralatan pengolahan hasil pertanian berupa : pemarut ubi
kayu, pengepres ubi kayu, penepung ubi kayu, penggiling kopi, mixer, extruder, mollen,
KILN WHU, HOID, pengering kopra sistem lorong, Pengepres sistem ulir (untuk santan
kelapa parut), Pengepres gabus kelapa briket, Alat pengering, penggoreng sistem vacuum,
alat proses pembuatan VCO, dan lain-lain

Kegiatan Jasa Riset dan Pengembangan

Sesuai dengan tugas pokok sebagai lembaga litbang BBIA melakukan kegiatan
berupa :
a. Pengembangan proses produksi, efisiensi, dan kualitas produk.
b. Pemecahan masalah teknologi produk dan proses.

Balai Besar Industri Agro 24


Laporan Keuangan BLU TA 2016

c. Rancang bangun dan perekayasaan peralatan industri hasil pertanian dan permesinan.
d. Pengembangan produk baru.
e. Melakukan studi kelayakan untuk industri agro.
f. Pendugaan masa kedaluarsa produk makanan dan minuman melalui uji akselerasi.

5. Nama Pejabat Pengelola BLU

Pejabat pengelola BLU BBIA terdiri atas :


Pemimpin BLU/ Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA) : Ir. Umar Habson, MM.
Pejabat Keuangan/ Kepala Bagian TU
Administrasi dan Keuangan : Ramlan Ruvendi, SE, MM.
Bendahara Penerimaan : Tini Hertini
Bendahara Pengeluaran : Endih Supandi
Pejabat Teknis/Kepala Bidang
a) Pengembangan Jasa Teknik : -
b) Sarana Riset dan Standardisasi : Dr. Ir. Rizal Alamsyah, M.Sc.
c) Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi : Ir. Aan Yulistia,M.Sc.
d) Pengembangan Kompetensi dan
Alih Teknologi : Ir.W.Wahyu Wijayadi,MA.
Dewan Pengawas : - Arryanto Sagala (Ketua)
- Hadrian Sjah Razad (Anggota)
- Djoko Wihantoro (Anggota)

Satuan Pemeriksa Intern (SPI) : - Irwan Sutiarna, SE.


- Titin Mahardini, S.Si.
- Khaerul Wakhid, SE
- Rika Sumarteliani

Balai Besar Industri Agro 25


Laporan Keuangan BLU TA 2016

6. Jumlah Karyawan

Karyawan Balai Besar Industri Agro sampai Desember Tahun 2016 berjumlah 212
orang yang terdiri dari PNS : 159 orang serta tenaga Harian Lepas : 53 orang.

Komposisi karyawan berdasarkan tingkat pendidikan nampak seperti pada tabel


berikut :
Tingkat Pendidikan Total
Jenis Karyawan S3 S2 S1 D3/S0 D2 D1 SLTA SMP SD

PNS/CPNS 2 37 50 18 1 1 50 - - 159
Tenaga Lepas - - 12 9 - - 29 3 - 53
Jumlah 2 37 62 27 1 1 79 3 - 212

Sedangkan komposisi karyawan PNS dan CPNS berdasarkan golongan seperti tabel
berikut :
Golongan IV Golongan III Golongan II Total
Jenis Karyawan E D C B A D C B A D C B A
PNS 1 3 2 6 11 22 24 48 15 11 5 8 3 159
CPNS - - - - - - - - - - - - - -
Jumlah 1 3 2 6 11 22 24 48 15 11 5 8 3 159

II. KEBIJAKAN AKUNTANSI

1. Standar Akuntansi
Dalam konteks standar akuntansi keuangan yang berlaku umum, ada dua konsep
yang harus dipenuhi.

a. Konsep Entitas Bisnis, memisahkan data keuangan dalam sistem akuntansi


terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Organisasi
bisnis dianggap sebuah entitas yang terpisah dari pemilik, kreditur, dan pihak
yang berkepentingan lainnya.

b. Konsep Beban, bahwa nilai suatu aset dicatat berdasarkan nilai perolehannya,
bukan berdasarkan nilai pasar, atau nilai penawaran. Konsep beban ini
didukung dengan dua konsep lain, yaitu:

1) Konsep objektivitas, yang melandaskan pencatatan dan pembukuan laporan


akuntansi pada bukti objektif.

Balai Besar Industri Agro 26


Laporan Keuangan BLU TA 2016

2) Konsep unit pengukuran, yang mensyaratkan data keuangan dicatat dalam


satuan mata uang.

2. Periode Akuntansi

Periode akuntansi BLU-BBIA adalah satu tahun, dimulai pada tanggal 1 Januari
dan berakhir pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.

3. Karakteristik Sistem Akuntansi Keuangan BLU

Sistem akuntansi keuangan BLU memiliki karakteristik :


o basis akuntansi yang digunakan pengelolaan keuangan BLU adalah basis
akrual;
o sistem akuntansi dilaksanakan dengan metode pembukuan berpasangan; dan
o sistem akuntansi BLU disusun dengan berpedoman pada prinsip pengendalian
intern sesuai praktek bisnis yang sehat.

4. Kebijakan Pelaporan Keuangan

Tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai posisi


keuangan, operasional keuangan, arus kas BLU yang bermanfaat bagi para
pengguna laporan keuangan dalam membuat dan mengevaluasi keputusan
ekonomi.

Pelaporan keuangan BLU-BBIA harus mempertimbangkan menyajikan secara


wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan BLU dan sumber daya ekonomis
atau kekayaan yang dipercayakan, serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

III. PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

1. Pendahuluan

Laporan keuangan BLU-BBIA disusun dengan menggunakan basis akrual,


kecuali laporan arus kas dilaporkan dalam basis kas.

Laporan Keuangan BLU BBIA yang menggunakan Standar Akuntansi


Keuangan (SAK) terdiri atas :

a. Pelaporan Operasional/Laporan Aktivitas

Laporan Aktivitas adalah laporan yang menyajikan informasi tentang


kegiatan BLU yang meliputi sumber (pendapatan), alokasi dan pemakaian
Balai Besar Industri Agro 27
Laporan Keuangan BLU TA 2016

sumber daya ekonomi (beban) yang dikelola oleh BLU, serta informasi
surplus dan defisit aktivitas BLU tahun berjalan.

b. Neraca

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan BLU


yaitu asset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu.

Neraca menyajikan perbandingan informasi posisi keuangan antara suatu


periode akuntansi dan periode akuntansi sebelumnya. Agar perbandingan
dapat bermanfaat maka informasi keuangan suatu periode akuntansi harus
dilaporkan secara konsisten dengan informasi keuangan periode akuntansi
sebelumnya. Apabila terjadi perubahan metode akuntansi harus dituangkan
dalam catatan atas laporan keuangan.

c. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus uang
tunai masuk dan uang keluar selama periode tertentu yang diklasifikasikan
berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
Laporan Arus Kas disusun dengan metode langsung (direct method).

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi mengenai


sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama periode
akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.

2. Kebijakan Akuntansi
a. Pendapatan

Pendapatan adalah penambahan manfaat ekonomi yang diperoleh oleh BLU


akibat adanya suatu transaksi (jual beli barang/jasa). Pendapatan BLU
terdiri dari Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan, Hibah, Pendapatan APBN,
Pendapatan Usaha Lainnya, Keuntungan Penjualan Aset Non Lancar,
Pendapatan dari Kejadian Luar Biasa.

Pengakuan pendapatan :
Pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lainnya
diakui pada saat diterima atau hak untuk menagih timbul sehubungan
dengan adanya barang/jasa yang diserahkan kepada masyarakat.

Balai Besar Industri Agro 28


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Pendapatan dari APBN diakui pada saat pengeluaran belanja


dipertanggungjawabkan dengan diterbitkannya SP2D.
Pendapatan Hibah berupa barang diakui pada saat hak kepemilikan
berpindah.
Pendapatan Hibah berupa uang diakui pada saat kas diterima oleh BLU.

Pengukuran :
Pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lainnya
dicatat sebesar nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat
diterima.
Pendapatan dari APBN dicatat sebesar nilai pengeluaran bruto belanja
pada SPM/SP2D.
Pendapatan hibah berupa barang dicatat sebesar nilai wajar pada saat
perolehan.
Pendapatan hibah berupa uang dicatat sebesar jumlah kas yang diterima
oleh BLU.
Pengukuran pendapatan diatas menggunakan azas bruto.

b. Beban

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi


dalam bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya
kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas bersih.

Beban BLU terdiri atas : Beban Layanan, Beban Umum dan Administrasi,
Beban Lainnya, Rugi Penjualan Aset Non Lancar dan Beban dari Kejadian
Luar Biasa.

Pengakuan : Beban diakui pada saat terjadinya penurunan manfaat


ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau
peningkatan kewajiban dan dapat diukur dengan tepat.

Pengukuran : Beban dan kerugian dicatat sebesar:


Jumlah kas yang dibayarkan jika seluruh pengeluaran tersebut dibayar
pada periode berjalan.

Balai Besar Industri Agro 29


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Jumlah beban periode berjalan yang harus dibayar pada masa yang
akan datang.
Alokasi sistematis untuk periode berjalan atas beban yang telah
dikeluarkan.
Jumlah kerugian yang terjadi.

c. Aset/Aktiva

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh
BLU-BBIA sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh serta
dapat diukur dalam satuan uang, dan sumber-sumber daya yang dipelihara
karena alasan sejarah dan budaya. Manfaat ekonomi masa depan yang
terwujud dalam aset adalah potensi aset tersebut untuk memberikan
sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, untuk kegiatan
operasional BLU, berupa aliran pendapatan atau penghematan belanja BLU.
Aset selanjutnya diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan aset tidak lancar.

Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika aset tersebut:


diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan
dalam jangka waktu selama-lamanya 12 bulan; atau
dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan
diharapkan akan direalisasikan dalam jangka waktu selama-lamanya 12
bulan dari tanggal neraca; atau
berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.

Aset lancar antara lain kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang
usaha, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, beban dibayar di muka, dll.

Suatu Aset dikatakan aset tetap adalah aset berwujud yang :

Dimiliki oleh BLU-BBIA untuk digunakan dalam proses penyediaan


jasa, untuk disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan
administratif; dan
Untuk digunakan lebih dari satu tahun.

Balai Besar Industri Agro 30


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Aset Tetap BLU-BBIA antara lain : Tanah, Gedung dan Bangunan,


Peralatan dan Mesin, Jalan, Irigasi, dan Jaringan, Aset Tetap Lainnya,
Konstruksi dalam Pengerjaan.

d. Kewajiban

Kewajiban adalah hutang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi BLU.
Karakteristik kewajiban adalah bahwa BLU mempunyai kewajiban
(obligation) masa kini.

Kewajiban diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kewajiban jangka pendek dan


kewajiban jangka panjang. Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai
kewajiban jangka pendek jika diharapkan dibayar/diselesaikan atau jatuh
tempo dalam waktu selama-lamanya 12 (dua belas) bulan setelah tanggal
pelaporan. Semua kewajiban lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan
sebagai kewajiban jangka pendek merupakan kewajiban jangka panjang.

e. Ekuitas

Ekuitas adalah hak residual BLU atas aset setelah dikurangi seluruh
kewajiban yang dimiliki. Ekuitas BLU terdiri atas ekuitas tidak terikat,
ekuitas terikat temporer, dan ekuitas terikat permanen.

Ekuitas tidak terikat adalah ekuitas berupa sumber daya yang


penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu.
Ekuitas terikat temporer adalah ekuitas berupa sumber daya ekonomi
yang penggunaannya dan/atau waktunya dibatasi untuk tujuan tertentu
dan/atau jangka waktu tertentu oleh pemerintah atau donatur.
Ekuitas terikat permanen adalah ekuitas berupa sumber daya yang
penggunaannya dibatasi secara permanen untuk tujuan tertentu oleh
pemerintah/donantur.

Balai Besar Industri Agro 31


Laporan Keuangan BLU TA 2016

3. Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Aktivitas

Pendapatan
Pendapatan BLU pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp 49.113.474.048,- yang
terdiri dari :

Pendapatan Jasa Pelayanan :

Pendapatan Jasa Layanan yang dicatat secara akrual sebesar Rp 26.931.288.060,-


yaitu terdiri dari :

Nilai Pendapatan (Rp)


No. Jenis Pendapatan
Tahun 2016 Tahun 2015
1. Jasa Pengujian 17.250.966.255 15.975.780.723
2. Jasa Kalibrasi 2.993.958.305 2.614.125.000
3. Jasa Pelatihan 955.855.000 1.189.515.000
4. Jasa Konsultansi 605.695.000 217.250.000
5. Jasa Sertifikasi 4.353.996.000 3.876.097.000
6. Jasa RBPI 106.602.500 66.700.000
7. Kerjasama Litbang 62.035.000 293.832.866
8. Jasa Layanan Lain 602.180.000 464.400.000
Jumlah 26.931.288.060 24.697.700.589

Jika dibandingkan dengan pendapatan Tahun 2015 terjadi kenaikan sebesar


Rp 2.233.587.471,- atau 9,04%. Kenaikan Jumlah pendapatan tersebut dikarenakan
adanya kenaikan pada beberapa jasa layanan khususnya pada Jasa Pengujian,
Konsultansi & Sertifikasi. Adapun untuk rincian penerimaan tunai (basis kas) dari
masing-masing jasa layanan dapat dilihat pada penjelasan Laporan Arus Kas.

Pendapatan APBN

Pendapatan dari APBN dihitung berdasarkan SPM/SP2D yang telah diterbitkan


pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp 21.660.335.587,- yang merupakan penerimaan
untuk kegiatan operasional sebesar Rp 20.720.117.928,- dan untuk kegiatan
investasi sebesar Rp 940.217.659,-. Dibandingkan dengan Tahun 2015 pendapatan
APBN telah mengalami penurunan sebesar Rp 4.002.552.564,- atau 15,60%.

Balai Besar Industri Agro 32


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Pendapatan Lain-lain

Pendapatan Lain-lain pada Tahun 2016 sebesar Rp 521.850.401,- yang merupakan


pendapatan jasa giro dan legalisir hasil uji.

Beban-Beban
Jumlah Beban BLU pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp 49.985.469.681,- yang
terdiri dari :

Beban Layanan
Merupakan beban-beban yang terkait dengan pelayanan teknis BBIA kepada
pelanggan sebesar Rp 15.335.599.030,- yang terdiri dari :
a) Beban Pegawai
Beban Pegawai yang terkait dengan pelayanan merupakan honorarium yang
dikeluarkan untuk membebani jasa pelayanan teknis pada Tahun 2016
sebesar Rp 4.769.784.920,- dengan rincian sebagai berikut :

Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp)

Beban Pegawai JPT (Honorarium) 4.769.784.920 4.195.686.140


B.Peg.Pengujian
1 2.776.804.800 2.259.186.840
2 B.Peg.Kalibrasi 209.513.040 175.397.300
3 B.Peg.Pelatihan 454.474.080 446.657.000
4 B.Peg.Konsultansi 37.048.000 10.200.000
5 B.Peg.Sertifikasi 1.214.525.000 1.230.345.000
6 B.Peg RBPI 16.550.000 12.900.000
7 B.Peg.Krjsma Litbang 28.890.000 48.550.000
8 B.Peg-Pelayanan Lainnya 31.980.000 12.450.000

Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2015) terjadi kenaikan belanja


pegawai layanan sebesar Rp 574.098.780,- atau 13,68%.

Balai Besar Industri Agro 33


Laporan Keuangan BLU TA 2016

b) Beban Bahan;
Beban bahan berupa pengeluaran untuk pemakaian bahan kimia, alat gelas,
bahan penolong, bahan baku dan bahan pembantu penelitian, pengujian dan
jasa layanan lainnya selama Tahun 2016 berjumlah Rp 7.033.104.425,-
dengan rincian sebagai berikut :

Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp)

Beban Bahan 7.033.104.425 6.293.365.735


1 B.Bahan Pengujian *) 6.302.123.625 5.536.471.085
2 B.Bahan Kalibrasi 45.950.000 48.869.000
3 B.Bahan Pelatihan 422.103.800 403.080.250
4 B.Bahan Konsultansi - 6.107.500
5 B.Bahan Sertifikasi 7.230.000 -
6 B.Bahan RBPI 50.622.000 33.270.000
7 B.Bahan Kerjasama Litbang 16.999.000 77.626.400
8 B.Bahan Pelayanan Lainnya 188.076.000 187.941.500

*) Beban Bahan Pengujian adalah pemakaian bahan kimia dan penolong


untuk kegiatan pengujian yang dihitung secara akrual sbb :

(Rupiah)
Persediaan awal Bahan Kimia 1 Januari 2016 317.747.175
Pembelian bahan kimia Th 2016 (+) 6.184.047.000
Bahan Kimia Tersedia di Gudang 6.501.794.175
Persediaan Akhir 31 Desember 2016 (-) 350.007.550
Pemakaian bahan kimia 6.151.786.625
Pemakaian bahan penolong lainnya (+) 150.337.000
Total Pemakaian Bahan Pengujian 6.302.123.625

Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2015) terjadi kenaikan beban bahan
layanan sebesar Rp 739.738.690,- atau 11,75%.

Balai Besar Industri Agro 34


Laporan Keuangan BLU TA 2016

c) Beban Jasa Layanan;


Beban jasa layanan merupakan beban yang dikeluarkan untuk jasa profesi
atau jasa pihak ketiga dari masing-masing layanan teknis yang nilainya
sebesar Rp 2.303.326.221,- dengan rincian sebagai berikut:

Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp)

Beban Jasa JPT 2.303.326.221 1.780.954.000


1 B.Jasa Layanan Pengujian 39.640.000 15.400.000
2 B.Jasa Layanan Kalibrasi 47.165.000 -
3 B.Jasa Layanan Pelatihan 10.600.000 15.000.000
4 B.Jasa Layanan Konsultansi 359.800.000 151.450.000
5 B.Jasa Layanan Sertifikasi 1.639.000.000 1.478.250.000
6 B.Jasa Layanan RBPI 37.450.000 32.150.000
7 B.Jasa Kerjasama Litbang 9.303.000 35.785.000
8 B.Jasa Pelayanan Lainnya 160.368.221 52.919.000

Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2015) terjadi kenaikan beban jasa
layanan sebesar Rp 522.372.221,- atau 29,33%.

d) Beban Perjalanan
Beban perjalanan selama Tahun 2016 yang terkait dengan jasa pelayanan
teknis sebesar Rp 1.229.383.464,- dengan rincian sbb :
Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp)
Beban Perjalanan JPT 1.229.383.464 1.032.965.201

1 B. Perjalanan Pengujian 103.173.457 73.480.000


2 B. Perjalanan Kalibrasi 827.007.107 706.991.381
3 B. Perjalanan Pelatihan 27.960.000 61.614.420
4 B. Perjalanan Standarisasi - 4.500.000
5 B. Perjalanan Konsultansi 17.040.000 5.420.000
6 B. Perjalanan Sertifikasi 211.782.900 -
7 B. Perjalanan RBPI 4.580.000 14.805.000
8 B. Perjalanan Kerjasama Litbang 7.040.000 143.484.400
9 B. Perjalanan Lainnya 30.800.000 22.670.000

Balai Besar Industri Agro 35


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Beban Perjalanan Layanan Tahun 2016 jika dibandingkan dengan Tahun


2015 mengalami kenaikan sebesar Rp 196.418.263,- atau 19,01%.

Beban Umum dan Administrasi

Total Beban Umum dan Administrasi pada Tahun 2016 adalah sebesar
Rp 34.641.460.650,-, yang terdiri dari :
a) Beban Pegawai;
Beban pegawai merupakan pengeluaran untuk gaji, tunjangan seluruh
karyawan BBIA termasuk honorarium Staf Administrasi . Beban Pegawai
yang dicatat secara akrual pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp
20.538.031.906,- dengan rincian sebagai berikut:
Sumber Dana
Tahun 2016 BLU BLU RM RM
No Uraian
(Rp) Tahun 2016 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Pegawai 20.538.031.906 1.936.314.179 1.637.674.000 18.601.717.727 17.810.425.779

1 Gaji Pegawai 10.218.154.964 - - 10.218.154.964 9.844.237.923


Tunjangan
2 8.149.553.263 - - 8.149.553.263 7.688.787.856
Honorarium
3 2.170.323.679 1.936.314.179 1.637.674.000 234.009.500 277.400.000
Staf Administrasi

Dibandingkan dengan Tahun 2015 Beban Pegawai yang bersumber dari RM


terdapat kenaikan sebesar Rp 1.936.324.179,- atau 10,40 %, kenaikan
disebabkan adanya kenaikan tunjangan kinerja pegawai dan gaji 14
pegawai. Untuk belanja pegawai yang bersumber dari BLU juga
mengalami kenaikan sebesar Rp 298.640.179,- atau 18,23%.

b) Beban Administrasi Perkantoran;


Beban Administrasi Perkantoran terdiri dari belanja barang operasional dan
belanja keperluan kantor, barang cetakan, keperluan rumah tangga kantor,
tinta printer, alat tulis kantor lainnya serta beban pengiriman dokumen
sebesar Rp 1.013.767.936,- dengan rincian :

Balai Besar Industri Agro 36


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Sumber Dana

No Uraian Tahun 2016 BLU BLU RM RM


(Rp) Tahun 2016 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Administrasi
Kantor 1.013.767.936 619.105.970 434.124.400 394.661.966 372.683.322

1 B.Umum & 901.261.326 510.014.940 366.146.350 391.246.386 367.061.822


Perlengkapan Kantor *)
2 B.Surat Menyurat 112.506.610 109.091.030 67.978.050 3.415.580 5.621.500

*) Beban Umum & Perlengkapan Kantor dihitung secara akrual sebagai


berikut :
(Rupiah)
Persediaan ATK awal 1 Januari 2016
226.281.920
Pembelian ATK selama Th 2016 (+)
499.045.140
ATK tersedia di gudang
725.327.060
Persediaan Akhir ATK 31 Des 2016 (-)
146.688.907
Pemakaian ATK selama Th 2016
578.638.153
Beban Adm Kantor Lainnya (+)
322.623.173
Total Beban Umum & Perl.Kantor
901.261.326

c) Beban Pemeliharaan;
Beban Pemeliharaan mencakup Beban Pemeliharaan Kendaraan Bermotor,
instalasi listrik, telepon, teknologi informasi, inventaris kantor, gedung dan
bangunan, dll. senilai Rp 1.514.566.121,- dengan rincian sebagai berikut :

Sumber Dana
No Uraian Tahun 2016 BLU BLU RM RM
(Rp) Tahun 2016 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Pemeliharaan 1.514.566.121 1.440.935.615 1.094.287.042 73.630.506 145.184.893

1 B.Pemeliharaan
Kendaraan Bermotor 114.387.121 55.552.066 - 58.835.055 105.173.603
2 B.Pemeliharaan Peralatan
Mesin & Gedung
Bangunan 1.400.179.000 1.385.383.549 1.094.287.042 14.795.451 48.589.540

Balai Besar Industri Agro 37


Laporan Keuangan BLU TA 2016

d) Beban Langganan Daya dan Jasa;


Beban Langganan Daya dan Jasa Tahun 2016 yang dihitung secara akrual
meliputi beban pemakaian listrik, telepon, gas, air PDAM, langganan
internet, langganan Speedy yaitu sebesar Rp 1.094.375.794,- yang
bersumber dari RM sebesar Rp 691.701.904,- dan BLU sebesar
Rp 402.673.890,-.
Dibanding Tahun 2015 terdapat kenaikan beban langganan daya dan jasa
sebesar Rp 64.486.669,- atau 6,26%.

e) Beban Pemasaran/Promosi;
Beban Pemasaran mencakup seluruh beban promosi, kegiatan pameran,
iklan, business gathering, company visit, sarana promosi lainnya sebesar
Rp 508.089.503,-, yang keseluruhan bersumber dari BLU. Jika
dibandingkan dengan beban pemasaran & promosi Tahun 2015 beban
pemasaran & promosi Tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar
Rp 45.124.653,- atau 9,75%.

f) Beban Perjalanan
Mencakup seluruh beban perjalanan dinas selain perjalanan dinas jasa
pelayanan teknis, telah dikeluarkan pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp
512.558.106,-, yang bersumber dari BLU sebesar Rp 368.006.256,- dan
oleh RM sebesar Rp 144.551.850,-. Beban perjalanan ini digunakan untuk
menghadiri rapat, workshop, konsinyering, mengantar surat, rapat teknis,
konsultasi ke pusat dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan beban
perjalanan Tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar Rp 130.247.268,- atau
34,07%.

g) Beban Pakaian Kerja


Beban Pakaian Kerja merupakan beban untuk pengadaan pakaian kerja
pegawai terutama pakaian untuk tenaga laboratorium dan tenaga teknis
lainnya sebesar Rp 35.776.000,- yang bersumber dari RM sebesar
Rp 6.700.000,- dan BLU sebesar Rp 29.076.000,-.

Balai Besar Industri Agro 38


Laporan Keuangan BLU TA 2016

h) Beban Pengembangan Kelembagaan


Merupakan beban yang mencakup kegiatan pengembangan kelembagaan
serta sumber daya manusia senilai Rp 832.667.990,- yang bersumber dari
BLU sebesar Rp 695.142.990,- dan bersumber dari RM sebesar
Rp 137.525.000,-. Jika dibandingkan dengan beban pengembangan
kelembagaan di Tahun 2015 mengalami penururan sebesar Rp
115.624.335,- atau sebesar 12,19%.

i) Beban Litbang & Teknologi


Merupakan beban yang mencakup kegiatan Litbang Teknologi yang
seluruhnya dibebani oleh RM sebesar Rp 957.362.819,- dengan rincian :
Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp)

Beban Litbang & Teknologi 957.362.819 1.721.319.125

1 B. Peg. Litbang Teknologi 90.203.000 246.957.000


2 B. Bahan Litbang Teknologi 600.023.550 811.309.550
3 B. Jasa Litbang Teknologi 152.908.000 204.981.300
4 B.Perjalanan Litbang Teknologi 114.228.269 458.071.275

Jika dibandingkan dengan beban Litbang dan Teknologi pada Tahun 2015
mengalami penurunan sebesar Rp 763.956.306,- atau 44,38%.

j) Beban Penyusutan
Beban Penyusutan Aset Tetap pada Laporan Keuangan BLU Tahun 2016
adalah sebesar Rp 6.971.082.708,-. yang merupakan beban penyusutan aset
tetap Tahun 2016 pada SIMAK BMN, dengan rincian sebagai berikut :

Balai Besar Industri Agro 39


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Uraian Jumlah
Beban Penyusutan Peralatan dan mesin 6.393.229.881
Beban Penyusutan Gedung dan Bangunan 478.209.063
Beban Penyusutan Jalan dan Jembatan 16.538.699
Beban Penyusutan Irigasi 16.410
Beban Penyusutan Jaringan 3.729.572
Beban Amortisasi Aset Tak Berwujud/Software 11.527.833
Beban Amortisasi Aset Tak Berwujud yang tidak
digunakan dalam Operasional Pemerintahan/Rusak
Berat 66.500.000
Beban Penyusutan Aset Tetap yang tidak digunakan
dalam Operasional Pemerintahan/Rusak Berat 1.331.250
Total 6.971.082.708

k) Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih


Penyisihan Piutang pada Tahun 2016 naik sebesar Rp 174.459.767,-
menjadi Rp 411.189.535,- yang sebelumnya di Tahun 2015 sebesar Rp
236.729.768,-, sehingga terdapat beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih
pada Tahun 2016 yaitu sebesar Rp 174.459.767,-.
l) Beban Administrasi & Umum Lainnya
Meliputi beban obat-obatan, extra fooding, belanja jasa lainnya seperti jasa
akuntan publik dan lain-lain senilai Rp 488.722.000,- dengan rincian
beban:

Sumber Dana
No Uraian Tahun 2016 BLU BLU RM RM
(Rp) Tahun 2016 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Beban Lain-lain 488.722.000 476.422.000 426.270.000 12.300.000 46.209.669

1 B. Poliklinik (Obat-obatan) 24.000.000 24.000.000 24.000.000 - 41.999.669

2 B. Extra Fooding 319.148.000 315.648.000 228.360.000 3.500.000 -

3 B. Jasa Lainnya 145.574.000 136.774.000 173.910.000 8.800.000 4.210.000

Jika dibandingkan dengan beban Tahun lalu terdapat kenaikan beban


sebesar Rp 16.242.331,- atau 3,44%.

Balai Besar Industri Agro 40


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Beban Lainnya
Jumlah beban lainnya pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp 8.410.001,- yang
terdiri dari :
a) Beban Administrasi Bank
Beban Administrasi Bank pada Tahun 2016 sebesar Rp 1.245.000,-
merupakan beban Administrasi untuk Rekening Bank Mandiri Bogor
(Rekening Operasional BLU) dengan nomor rekening 133-00-1082777-2
dan Rekening Bank Tabungan Negara Cabang Bogor ( Rekening
Pengelolaan Kas BLU) dengan nomor rekening 00015-01-30-000873-1.
b) Beban Lain-lain
Beban Lain-lain sebesar Rp 7.165.001,- terdiri dari beban ekstrakomtabel
sebesar Rp 1.140.000,- ditambah dengan beban koreksi piutang sebesar
Rp 6.025.001,-.. Beban koreksi piutang tersebut merupakan beban yang
timbul karena koreksi atas jumlah piutang tahun 2015. Mengingat kesalahan
tersebut terjadi di tahun 2015 dan baru diketahui pada tahun 2016,
seharusnya koreksi tersebut mengurangi nilai Surplus Aktivitas Tahun Lalu
namun karena nilai tersebut tidak material maka dibebankan pada Beban
Lain-lain Tahun 2016 yang akan mengurangi Surplus Aktivitas Tahun
Berjalan.

Daftar koreksi nilai piutang tersebut yaitu :

NO Nama Perusahaan Jumlah


1 PT. ISM Bogasari Flour Mills 1
2 PT. Adhya Tirta Batam 5.000
3 PT. Coca Cola Bottling Indonesia 20.000
4 PTPN XI PG. SEMBORO 6.000.000

Jumlah 6.025.001

Surplus Defisit Tahun Berjalan


Jumlah Defisit Aktivitas sebelum Pos Keuntungan/kerugian sebesar
Rp 871.995.633,- , terdapat mutasi kurang sebesar Rp 75.271.875,- yang

Balai Besar Industri Agro 41


Laporan Keuangan BLU TA 2016

merupakan Kerugian atas Penjualan Aset Non Lancar. Sehingga Defisit


Aktivitas bersih pada Tahun 2016 sebesar Rp 947.267.508,-.
Jika pendapatan tidak memperhitungkan Sumber Dana APBN (Rupiah Murni)
maka defisit Aktivitas nya sebesar Rp 22.607.603.095,-.
Dibandingkan dengan surplus aktivitas Tahun lalu terdapat penurunan sebesar
Rp 6.437.133.037,- atau turun 116,83%. Hal ini terjadi diantaranya karena
berkurangnya Pendapatan APBN serta adanya kenaikan pada beberapa Beban
Layanan dan Beban Administrasi.

4. Penjelasan Pos-Pos Neraca BLU


Aset
a. Aset Lancar
Aset lancar, mencakup beberapa akun yaitu :
Kas dan Setara Kas;
Saldo Kas BLU pada Tahun 2016 sebesar Rp 26.208.043.392.,- yang
terdiri dari Kas Bendahara BLU sebesar Rp 25.922.768.425,- dan Kas
Bendahara RM sebesar Rp 285.274.967,- dengan rincian sebagai berikut :

Kas Bendahara BLU/Penerimaan (Rupiah)


Saldo pada Bank Mandiri 20.130.157.490
Saldo pada Bank BTN 5.787.146.143
Uang Tunai 5.464.792
PUMK BLU 0 +
Jumlah Kas Bendahara BLU 25.922.768.425

Kas Bendahara RM
Saldo pada Bank BNI 285.274.967
Uang Tunai 0
PUMK RM 0 +
Jumlah Kas Bendahara RM 285.274.967

Saldo Uang pada Bank Bendahara RM merupakan uang untuk pembayaran


Beban Tunjangan Kinerja Pegawai Bulan Desember 2016.

Balai Besar Industri Agro 42


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Piutang Usaha;
Jumlah piutang usaha per 31 Desember 2016 sebesar Rp 405.397.900,- yang
merupakan tagihan atas :
No Jenis Layanan Jumlah (Rp)
1 Jasa Layanan Pengujian Th 2010 9.375.500
2 Jasa Layanan Pengujian Th 2011 7.764.000
3 Jasa Layanan Pengujian Th 2012 1.275.000
4 Jasa Layanan Pengujian Th 2013 5.990.000
5 Jasa Layanan Pengujian Th 2015 9.640.000
6 Jasa Layanan Pengujian Th 2016 189.820.000
7 Jasa Layanan Kalibrasi Th 2013 2.275.000
8 Jasa Layanan Kalibrasi Th 2014 3.525.000
9 Jasa Layanan Kalibrasi Th 2015 3.025.000
10 Jasa Layanan Kalibrasi Th 2016 19.133.400
11 Jasa Layanan Sertifikasi Th 2012 9.750.000
12 Jasa Layanan Sertifikasi Th 2013 17.325.000
13 Jasa Layanan Sertifikasi Th 2015 28.000.000
14 Jasa Layanan Sertifikasi Th 2016 98.500.000
JUMLAH 405.397.900

Rincian piutang dapat dilihat pada Daftar Piutang pada Lampiran 1.

Cadangan Piutang Tak Tertagih


Besarnya cadangan piutang tak tertagih yang merupakan dana cadangan
piutang Tahun 2016 pada Neraca BLU sebesar Rp 411.189.535,-, yang
merupakan hasil perhitungan cadangan piutang pada Triwulan III. Cadangan
Piutang sampai dengan Triwulan IV adalah sebesar Rp 182.496.032,-,
karena nilai nya lebih kecil dibandingkan dengan Cadangan Piutang pada
Triwulan III, maka yang dicantumkan di Neraca adalah nilai Cadangan
Piutang Triwulan III.
Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebagai berikut :
Kualitas % Penyisihan
Piutang Penyisihan 2016
Lancar 0,5% 772.832
Kurang Lancar 10% 6.000.700
Diragukan 50% 15.102.000
Macet 100% 160.620.500
Jumlah 182.496.032

Penyisihan Piutang Tak Tertagih lihat Lampiran 2.

Balai Besar Industri Agro 43


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Persediaan
Nilai Persediaan per tanggal 31 Desember 2016 sebesar Rp 496.696.457,-
yang terdiri dari :

No Uraian Jumlah
1 Barang Konsumsi (ATK) 124.970.475
2 Bahan Untuk Pemerliharaan (ART) 9.039.200
3 Suku Cadang 1.014.300
4 Bahan Baku (Bahan Kimia) 350.007.550
5 Persediaan Lainnya (Obat-obatan) 11.664.932

TOTAL 496.696.457

Rincian Daftar Persediaan disajikan pada Lampiran 3.

b. Aset Tetap
Aset Tetap terdiri atas :
Tanah
Tanah pada Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2016 seluas 25.878 m
senilai Rp 40.851.149.958,-. Jumlah tersebut merupakan nilai yang
terdapat pada data BMN per 31 Desember 2015 atau Neraca Awal BLU
per 1 Januari 2016, selama Tahun 2016 tidak terdapat mutasi tanah.

Gedung dan Bangunan


Nilai Gedung dan Bangunan Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2016
sebesar Rp. 24.329.440.050,-. Jumlah tersebut merupakan nilai yang
terdapat pada data BMN per 31 Desember 2015 atau Neraca Awal BLU
per 1 Januari 2016 dan selama Tahun 2016 tidak terdapat mutasi Gedung
dan Bangunan.

Peralatan dan Mesin


Nilai Peralatan dan Mesin Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2016
sebesar Rp 80.354.005.999,-. Jumlah tersebut merupakan saldo awal per 1

Balai Besar Industri Agro 44


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Januari 2016 sebesar Rp. 65.393.224.650,-, terdapat kenaikan sebesar Rp


14.960.781.349.000,- yang terdiri dari pembelian peralatan dan mesin
selama Tahun 2016 Rp 3.996.081.349,- dan transfer masuk peralatan
mesin sebesar Rp 10.964.700.000,-.

Rincian Transfer Masuk Peralatan dan Mesin :

No Uraian Jumlah

1 Ditjen IUBTT 634.700.000

2 Ditjen AGRO 9.550.250.000

3 Pustan BPPI 779.750.000

TOTAL 10.964.700.000

Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) transfer masuk Peralatan dan
Mesin tersebut disajikan pada Lampiran 4.

Daftar Pembelian Aset Peralatan & Mesin Tahun 2016 adalah sebagai
berikut :

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
1 Komputer BLU 4 6.435.000 25.740.000
2 Printer HP1102 BLU 3 1.901.000 5.703.000
Laptop Netebook Acer ES1-
3 131 BLU 1 4.358.000 4.358.000
4 Screen Proyector Tripod BLU 1 2.282.000 2.282.000
5 Printer Epson L220 BLU 7 3.159.000 22.113.000
6 Scanner Canon DRC240 BLU 1 17.199.000 17.199.000
7 Mesin Absensi CL700 BLU 2 5.265.000 10.530.000
8 Mikrotik Router BLU 1 5.499.000 5.499.000
9 AC 2pk BLU 5 10.675.000 53.375.000
10 AC 3/4 pk BLU 2 5.490.000 10.980.000
11 Kulkas 1 Pintu BLU 2 2.440.000 4.880.000
12 Lemari Besi Kaca BLU 6 3.538.000 21.228.000
13 Meja Kayu Komputer BLU 3 2.684.000 8.052.000
14 Meja Kayu 1/2 Biru BLU 1 1.220.000 1.220.000
15 Locker Besi 4 Laci BLU 3 1.830.000 5.490.000
16 Kursi Kerja Besi Jok BLU 50 458.000 22.900.000

Balai Besar Industri Agro 45


Laporan Keuangan BLU TA 2016

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
17 Tempat Tidur Pasien BLU 1 5.490.000 5.490.000
18 Kompor Gas + Regulator BLU 1 549.000 549.000
19 Rak Piring BLU 1 305.000 305.000
20 Kursi Bulat Merk Brother BLU 8 508.000 4.064.000
21 Meja Kayu 1/2 Biru BLU 3 1.220.000 3.660.000
22 Kulkas 2 pintu Sharp BLU 1 4.095.000 4.095.000
Kulkas Besar 2 Pintu
23 Samsung BLU 1 8.775.000 8.775.000
24 Meja Komputer BLU 1 2.684.000 2.684.000
25 Lemari Kaca BLU 2 3.393.000 6.786.000
26 Loker BLU 2 1.830.000 3.660.000
27 Exchaust Fan BLU 1 936.000 936.000
UPS Merk ICA Power
28 3000VA BLU 1 12.700.000 12.700.000
Luke Office Table with
29 2DRWR White Red BLU 5 2.338.000 11.690.000
30 Printer Merk epson BLU 2 3.159.000 6.318.000
31 Coffee Maker Merk GEA BLU 1 2.800.000 2.800.000
32 Meja 1/2 Biro BLU 4 1.220.000 4.880.000
33 Kulkas 2 Pintu Merk Sharp BLU 1 4.500.000 4.500.000
34 Lemari Besi Merk VIP BLU 1 3.538.000 3.538.000
35 Filiing Cabinet 4 laci BLU 1 2.794.000 2.794.000
36 Meja Kayu 1/2 Biro BLU 2 1.220.000 2.440.000
37 Escalibur Dehydrator RM 1 14.250.000 14.250.000
38 Temperature Calibrator
System (Alat Inspeksi Teknis
ABITIS) BLU 1 422.400.000 422.400.000
39 Temperature Calibrator
System RM 1 688.600.000 688.600.000
40 Genset 220V Merk Honda BLU 1 24.570.000 24.570.000
41 Genset 220V Merk Tropic BLU 1 18.486.000 18.486.000
42 Komputer BLU 1 6.435.000 6.435.000
43 Printer HP Laserjet P1102 BLU 2 1.900.000 3.800.000

44 Scanner Canon DRC240 BLU 1 17.200.000 17.200.000


45 Hardisk External 1TB BLU 1 1.150.000 1.150.000
46 Mikrotik Router BLU 1 4.800.000 4.800.000
Alat Procesing Lainnya/Alat
47 litbang pembuat DEA RM 1 59.529.000 59.529.000
48 Laptop Asus Notebook BLU 2 6.794.500 13.589.000
Kamera Cannon Eos 1200D
49 Kit BLU 1 6.350.000 6.350.000
50 Epson Printer L220 BLU 1 3.159.000 3.159.000
51 Komputer BLU 1 7.366.000 7.366.000
52 Mesin Hitung BLU 1 7.874.000 7.874.000
Fine Class Weighing Mass
53 F1/WEIGHING SCALE BLU 1 63.316.000 63.316.000

Balai Besar Industri Agro 46


Laporan Keuangan BLU TA 2016

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
54 Extra Fine Class Weighing
Mass E2, cap
2kg/WEIGHING SCALE BLU 1 16.335.000 16.335.000
55 Extra Fine Class Weighing
Mass E2, cap
2kg/WEIGHING SCALE BLU 1 28.160.000 28.160.000
56 Thermocouple Reader BLU 2 151.250.000 302.500.000
57 Ambient
Multimeter/DIGITAL
MULTIMETER BLU 4 10.175.000 40.700.000
58 Tachometer BLU 1 9.900.000 9.900.000
59 Validaton Set/Data Logger BLU 3 127.215.000 381.645.000
60 Laptop Asus Notebook BLU 2 7.050.000 14.100.000
61 Epson Printer L220 BLU 2 3.250.000 6.500.000
62 Food Processor BLU 2 2.160.000 4.320.000
63 Blender BLU 3 1.060.000 3.180.000
64 Filing Cabinet 4 Laci BLU 1 2.794.000 2.794.000
65 Blender RM 1 455.000 455.000
66 Komputer PC BLU 1 8.636.000 8.636.000
67 Fujitsu ScanSnap BLU 1 5.715.000 5.715.000
68 PH Meter BLU 1 28.600.000 28.600.000
69 Multi Unit Extraction BLU 2 73.700.000 147.400.000
70 Hot Plate BLU 2 29.150.000 58.300.000
Uninterruptible Power
71 Supply BLU 1 36.300.000 36.300.000
72 Chemical Analisa BLU 1 115.500.000 115.500.000
73 Utrasonic Bath BLU 1 37.400.000 37.400.000
74 Colony Counter BLU 1 37.400.000 37.400.000
75 Oven BLU 1 52.800.000 52.800.000
76 Lab Water Purifier BLU 2 147.400.000 294.800.000
77 Refractometer BLU 1 137.500.000 137.500.000
78 Waterbath with Thermostat BLU 1 44.000.000 44.000.000
79 Vacum Pump BLU 2 44.000.000 88.000.000
80 AC 2 PK Merk Sharp BLU 1 9.950.000 9.950.000
Kursi Jok Rapat Stainless
81 Steel BLU 50 465.000 23.250.000
82 Kompor Gas 2 Lubang BLU 1 850.000 850.000
Meja Kompor Ukuran 100 x
83 50 x 80 cm BLU 1 4.720.000 4.720.000
84 AC 2 PK Merk Sharp BLU 1 9.950.000 9.950.000
85 TV24" + Briket + Antene BLU 1 3.093.500 3.093.500
86 Cup Blender Type 2115 BLU 9 317.500 2.857.500
87 Vertical Blind Gordeng BLU 18 305.000 5.490.000
88 Mesin Pembuat Mie BLU 2 3.403.600 6.807.200
89 Mixer Hand Merk Philips BLU 2 514.350 1.028.700
90 Cofee Maker Acebono BLU 1 996.950 996.950

Balai Besar Industri Agro 47


Laporan Keuangan BLU TA 2016

SUMBER HARGA NILAI


NO NAMA BARANG QTY
ANGGARAN SATUAN PEROLEHAN
VGA-77 Vapor Generation
91 (AAS) BLU 1 176.000.000 176.000.000
92 Alat Pencairan Coklat RM 1 113.423.500 113.423.500
93 Alat Pemecah Tapioka RM 1 57.636.999 57.636.999
JUMLAH 282 3.032.197.899 3.996.081.349

Jalan, Irigasi, dan Jaringan


Nilai jalan, Irigasi dan jaringan sebesar Rp 331.771.800,- yang terdiri :
Jalan dan Jembatan
Nilai Jalan dan Jembatan pada Balai Besar Industri Agro pada Tahun 2016
sebesar Rp 176.324.800,- jumlah tersebut merupakan nilai yang terdapat
pada data BMN per 31 Desember 2015 atau Neraca Awal BLU per 1
Januari 2016, sebesar Rp 11.144.800,- di tambah dengan
penambahan/pekerjaan pengaspalan jalan halaman BBIA sebesar
Rp 165.180.000,-.
Irigasi
Nilai Irigasi (bak penampung air) pada Balai Besar Industri Agro pada
Tahun 2016 sebesar Rp 20.302.500,- Jumlah tersebut merupakan nilai
yang terdapat pada data BMN per 31 Desember 2015 atau Neraca Awal
BLU per 1 Januari 2016, dan selama Tahun 2016 tidak terdapat mutasi
irigasi.
Jaringan
Nilai Jaringan (jaringan telepon, listrik dan instalasi gas) pada Balai Besar
Industri Agro pada Tahun 2016 sebesar Rp 135.144.500,- Jumlah tersebut
merupakan nilai yang terdapat pada data BMN per 31 Desember 2015 atau
Neraca Awal BLU per 1 Januari 2016 sebesar Rp 80.832.500,- ditambah
dengan mutasi jaringan Tahun 2016 sebesar Rp 54.312.000,- berupa
pekerjaan penutupan atap pengolahan limbah B3 dan TPS B3.

Balai Besar Industri Agro 48


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Aset Tetap Lainnya


Saldo Aset Tetap Lainnya per 31 Desember 2016 senilai Rp 730.277.430,-
Jumlah tersebut merupakan nilai yang terdapat pada data BMN per 31
Desember 2015 data Neraca Awal BLU per 1 Januari 2016 sebesar
Rp 737.519.930,- ditambah penambahan aset tetap lainnya sebesar
Rp 53.446.910,- berupa reproduksi Buku ISO & ASTM sebesar
Rp 6.323.160,- dan pengadaan buku perpustakaan sebesar
Rp 47.123.750,-.

Kontruksi Dalam Pengerjaan


Nilai Kontruksi Dalam Pengerjaan pada Tahun 2016 pada Laporan BMN
dan Laporan BLU adalah sebesar Rp 49.000.000,- yang terdiri dari KDP
Gedung dan Bangunan berupa Pengembangan Gedung BBIA I. Nilai
tersebut merupakan biaya konsultan perencana, sementara pelaksanaan
fisik pengembangan gedung Laboratorium BBIA batal dilaksanakan
karena gagal lelang.

Aset Lain-lain
Aset lain-lain per 31 Desember 2016 sebesar Rp 185.758.000 ,- yang
merupakan Aset Tak Berwujud berupa software. Jumlah tersebut
merupakan nilai yang terdapat pada data BMN per 31 Desember 2015 atau
Neraca Awal BLU per 1 Januari 2016 sebesar Rp 1.034.821.600,-
ditambah dengan mutasi tambah pada Software sebesar Rp 35.420.000,-
dikurangi dengan mutasi kurang sebesar Rp 884.483.600,- yang
merupakan :
- Pengapusan Aset rusak berat sebesar Rp 560.382.600,-, terdiri dari
Rp 232.897.600,- dan Rp 327.485.000,-
- Penghapusan Aset Tak Berwujud/software sebesar Rp 66.500.000,-
- Transfer Keluar Aset kepada Politeknik STMI Jakarta sebesar
Rp 257.601.000,-

Daftar Aset Lain-lain yang dihapuskan tersebut disajikan pada Lampiran 5.

Balai Besar Industri Agro 49


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Akumulasi Penyusutan
Nilai akumulasi penyusutan pada Tahun 2016 pada Laporan Keuangan
BLU dan sesuai dengan Laporan SIMAK BMN adalah sebesar Rp
54.673.282.616,-Jumlah tersebut merupakan nilai yang terdapat pada data
Neraca Awal BLU per 1 Januari 2016 sebesar Rp 47.644.014.418,-
ditambah dengan mutasi tambah sebesar Rp 7.838.479.922,- yang terdiri
dari beban penyusutan aset tetap pada Tahun 2016 sebesar Rp
6.971.082.708,-, Akumulasi penyusutan transfer masuk Aset Tetap sebesar
Rp 685.293.750,- dan penambahan disebabkan koreksi nilai aset tetap non
revaluasi sebesar Rp 182.103.464,- dikurangi Akumulasi Penyusutan Aset
Lain-lain yang dihapuskan sebesar Rp 809.211.725,-.
Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Tahun 2016 :
JUMLAH
NO URAIAN
(Rp)
1 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin 51.539.757.568
2 Akumulasi Gedung dan Bangunan 2.934.689.750
3 Akumulasi Penyusutan Jalan dan Jembatan 27.290.213
4 Akumulasi Penyusutan Irigasi 20.014.354
5 Akumulasi Penyusutan Jaringan 32.266.898
6 Akumulasi Penyusutan Aset Lain-lain/Software 119.263.833
TOTAL 54.673.282.616

Daftar Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap tersebut disajikan pada


Lampiran 6.

c. Kewajiban Jangka Pendek


Jumlah Kewajiban Jangka Pendek pada Tahun 2016 sebesar
Rp 1.958.084.026 ,-, terdiri dari Beban Yang Masih Harus Dibayar yaitu
sebesar Rp 603.305.827,- serta Pendapatan Diterima Dimuka atau Uang Muka
Penjualan Jasa Layanan sebesar Rp 1.354.778.199,-.Terdapat perbedaan nilai
Pendapatan Diterima Dimuka pada Neraca BLU dengan Neraca SAIBA
sebesar Rp 5.607.500,- yang merupakan Pendapatan atas Sewa Gedung &
Bangunan BBIA yang digunakan Koperasi untuk Tahun 2017 yang dibayarkan
di Tahun 2016. Nilai tersebut tidak dicantumkan pada Neraca BLU karena
pendapatan tersebut langsung disetorkan kepada Kas Negara.

Balai Besar Industri Agro 50


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Rincian Beban Yang Masih Harus dibayar sebagai berikut :


Jumlah
No Uraian
(Rp)
1 Beban Langganan Daya & Jasa, terdiri
dari :
Beban Listrik 64.414.762
Beban Air PDAM 11.808.800
Beban Gas 1.632.280
Beban Telepon 3.909.381
Beban Langganan Surat Kabar 270.000
2 Beban Tunjangan Kinerja Pegawai 521.270.604
Jumlah 603.305.827

d. Ekuitas
Ekuitas atau Aset Bersih BLU diklasifikasikan menjadi:
a. Ekuitas Tidak Terikat, yang terdiri atas:
Ekuitas awal adalah hak residual awal BLU yang merupakan selisih aset
dan kewajiban pada saat pertama kali BLU ditetapkan.
Nilai ekuitas awal per 31 Desember 2016 dianggap sebagai nilai ekuitas
awal BLU tahun 2010 sebesar Rp 60.119.258.878,- (Nilai ini hasil
perhitungan Audit KAP tahun 2011)
Surplus aktivitas tahun lalu (Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2015)
berjumlah Rp 35.116.416.043,- dan Defisit pada Tahun 2016 sebesar
Rp 947.267.508,- ditambah Ekuitas Donasi (Sumbangan Peralatan) sebesar
Rp 22.617.819.896,- sehingga total Ekuitas per 31 Desember 2016 menjadi
Rp 116.906.227.309,-.

5. Penjelasan Atas Pos-Pos Arus Kas

1) Arus Kas Aktivitas Operasi


Arus kas aktivitas operasi merupakan aliran uang tunai yang masuk dan yang
keluar terkait dengan kegiatan operasional dan tugas pokok BLU-BBIA yaitu
berupa pendapatan atau penerimaan tunai (kas atau setara kas) serta
pengeluaran untuk beban atau pembayaran lainnya yang bersifat tunai.
Jumlah Arus Kas Masuk pada Tahun 2016 adalah Rp 52.037.230.641-,
penerimaan ini berasal dari :

Balai Besar Industri Agro 51


Laporan Keuangan BLU TA 2016

a. Penerimaan Jasa Pelayanan Teknis Tunai (cash basis) sebesar


Rp 27.232.333.608,- dengan rincian sebagai berikut:

Realisasi Tahun (Rp)


No Jenis Penerimaan
Tahun 2016 Tahun 2015 Naik/Turun %
1 Jasa Pengujian 17.346.793.203 16.238.998.973 1.107.794.230 6,82%
2 Jasa Kalibrasi 2.909.884.905 2.596.812.500 313.072.405 12,06%
3 Jasa Pelatihan 966.855.000 1.197.515.000 -230.660.000 -19,26%
4 Jasa Konsultansi 605.695.000 209.250.000 396.445.000 189,46%
5 Jasa Sertifikasi 4.580.978.000 3.754.367.000 826.611.000 22,02%
6 Jasa RBPI 148.602.500 66.700.000 81.902.500 122,79%
7 Jasa Kerjasama Litbang 62.035.000 297.032.866 -234.997.866 -79,12%
8 Jasa Layanan Lainnya 611.490.000 479.381.000 132.109.000 27,56%
Total 27.232.333.608 24.840.057.339 2.392.276.269 9,63%

Jika dibandingkan dengan Tahun lalu (2015) pendapatan jasa layanan tunai
terdapat kenaikan sebesar Rp 2.392.276.269,- atau 9,63%.

Penerimaan dari APBN sebesar Rp 21.666.857.586,- yang merupakan


pencairan Rupiah Murni (RM) dari APBN Operasional & Investasi sebelum
dikurangi pengembalian kelebihan belanja. Dibandingkan dengan tahun lalu
terdapat penurunan pendapatan APBN sebesar Rp 4.004.801.221,- atau
15,60%.

Pendapatan lain-lain yang merupakan pendapatan jasa giro atas Bank


Mandiri dan Bank BTN serta legalisir hasil uji sebesar Rp 521.850.401,-.

b. Pungutan pajak selama Tahun 2016 sebesar Rp 2.616.189.046,-

Jumlah Arus Kas Keluar pada Tahun 2016 sebesar Rp 45.442.903.464,- yang
terdiri dari :

Balai Besar Industri Agro 52


Laporan Keuangan BLU TA 2016

a. Beban Layanan tunai sebesar Rp 15.367.859.405,- dengan rincian :


Sumber Dana
No Uraian BLU BLU
Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp)
1 Beban Pegawai 4.769.784.920 4.195.686.140
2 Beban Bahan 7.065.364.800 6.305.113.650
3 Beban Jasa Layanan 2.303.326.221 1.829.592.000
4 Beban Pemeliharaan - -
5 Beban Perjalanan 1.229.383.464 1.032.965.201
6 Beban Lain-Lain - -
Jumlah Beban Layanan 15.367.859.405 13.363.356.991

Jika dibandingkan dengan beban layanan Tahun 2015 mengalami kenaikan


beban sebesar Rp 2.053.140.414,- atau 15,42%.

b. Beban Umum dan Administrasi tunai sebesar Rp 27.452.333.014,-, dengan


rincian :

Sumber Dana
No Uraian Tahun 2016 BLU BLU RM RM
(Rp) Tahun 2016 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2015
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
1 Beban Pegawai 20.575.657.961 1.936.314.179 1.637.674.000 18.639.343.782 17.624.789.929
2 Beban Administrasi Kantor 934.174.923 619.105.970 434.124.400 315.068.953 471.549.760
3 Beban Pemeliharaan 1.514.566.121 1.440.935.615 1.094.287.042 73.630.506 145.184.893
4 Beban Langganan Daya &
Jasa 1.092.757.591 402.673.890 - 690.083.701 1.034.614.969
5 Beban Pemasaran 508.089.503 508.089.503 442.267.350 - 20.697.500
6 Beban Perjalanan 512.558.106 368.006.256 334.630.838 144.551.850 47.680.000
7 Beban Pakaian Kerja 35.776.000 29.076.000 - 6.700.000 46.127.500
8 Beban Pengembangan
Kelembagaan 832.667.990 695.142.990 610.482.825 137.525.000 386.497.500
9 Beban Litbang &
Teknologi 957.362.819 - - 957.362.819 1.721.319.125
10 Beban Lain-lain 488.722.000 476.422.000 426.270.000 12.300.000 46.209.669
Jumlah Beban Adm.
27.452.333.014 6.475.766.403 4.979.736.455 20.976.566.611 21.544.670.845
Umum

Terdapat perbedaan jumlah beban BLU pada Laporan Arus Kas dengan
SAIBA sebesar Rp 313.360.883,-, terletak pada Beban Pegawai Rupiah

Balai Besar Industri Agro 53


Laporan Keuangan BLU TA 2016

Murni yang terdiri dari Beban Gaji dan Beban Tunjangan. Hal ini terjadi
karena adanya Beban Tunjangan Kinerja Pegawai bulan Desember 2015
sebesar Rp 598.635.850,- pada Laporan SAIBA sudah merupakan realisasi
belanja pada Tahun 2015, sedangkan pada Laporan BLU pengeluran
tersebut baru dicairkan pada Tahun 2016, dan adanyan Beban Tunjangan
Kinerja Bulan Desember 2016 sebesar Rp 285.274.967,- yang akan
dicairkan pada Bulan Januari 2017, tetapi pada Laporan SAIBA sudah
menjadi realisasi pada Tahun 2016, sehingga pada Laporan Arus Kas BLU
nilai Realisasi Pengeluaran lebih besar Rp 313.360.883,- dibandingkan
dengan Laporan SAIBA.

c. Penyetoran kelebihan SP2D Belanja Gaji Pegawai sebesar Rp 6.521.999,-.

d. Penyetoran pungutan pajak pada Tahun 2016 sebesar Rp 2.616.189.046,-.

Sehingga Arus Kas Bersih (Net Cashflow) dari aktivitas operasi Tahun 2016
berjumlah Rp 6.594.327.177,-.

2) Arus Kas dari Aktivitas Investasi


Arus kas dari aktivitas investasi merupakan aliran dana yang masuk maupun
yang keluar terkait dengan kegiatan investasi tunai maupun penerimaan dari
hasil penjualan aset tetap (divestasi).
Arus kas masuk dari aktivitas investasi adalah sebesar Rp 11.129.000,- yang
merupakan pendapatan atas lelang Aset Tetap yang dihapuskan sebesar
Rp 4.400.000,- dan pendapatan atas Hasil Sewa Tanah, Gedung & Bangunan
BBIA yang digunakan Koperasi sebesar Rp 6.729.000,-, sedangkan Arus
Keluar dari Aktivitas Investasi adalah sebesar Rp 4.365.709.259,- yang terdiri
dari penambahan/pembelian untuk aset tetap selama Tahun 2016 berupa
peralatan mesin, jaringan, jalan dan jembatan serta aset tetap lainnya sebesar
Rp 4.354.580.259,- dan Penyetoran kepada Kas Negara sebesar
Rp 11.129.000,- yang merupakan pendapatan atas lelang Aset Tetap yang
dihapuskan dan Pendapatan atas sewa Tanah, Gedung & Bangunan.

Balai Besar Industri Agro 54


Laporan Keuangan BLU TA 2016

3) Saldo Kas
Jumlah kenaikan kas bersih dalam Tahun 2016 yang disebabkan oleh aktivitas
operasi, aktivitas investasi dan aktivitas keuangan adalah sebesar
Rp 2.239.746.918,- ditambah dengan saldo awal kas per 1 Januari 2016
sebesar Rp 23.968.296.474,- sehingga Saldo Kas per 31 Desember 2016
menjadi Rp 26.208.043.392,-.

6. Perbedaan Penyajian Laporan Aktivitas dan Laporan Arus Kas

Terdapat perbedaan penyajian data antara Laporan Aktivitas dengan Laporan Arus
Kas sebagai berikut :
Penyajian Angka (Rp)
No Uraian
Lap. Aktivitas Lap. Arus Kas Perbedaan
1. Pendapatan Jasa Layanan 26.931.288.060 27.232.333.608 (301.045.548)
2. Pendapatan APBN 21.660.335.587 21.666.857.586 (6.521.999)
3. Beban Layanan 15.335.599.030 15.367.859.405 (32.260.375)
4. Beban Umum & Administrasi 34.641.460.650 27.452.333.014 7.189.127.636

Secara umum perbedaan angka-angka antara Laporan Aktivitas dengan laporan


Arus Kas disebabkan angka pada Laporan Aktivitas disajikan dengan basis akrual
sedangkan Laporan Arus Kas berbasis Kas.

a. Angka Pendapatan Jasa Layanan pada Arus Kas merupakan pendapatan tunai yang
diterima oleh Bendahara Penerimaan sebesar Rp 27.232.333.608,- (Rincian lihat
halaman 52) sedangkan angka pada Laporan Aktivitas dihitung secara akrual
sebesar Rp 26.931.288.060,- (Rincian lihat halaman 32).

b. Pendapatan APBN pada Laporan Aktivitas sebesar Rp 21.660.335.587,- sedangkan


pada Laporan Arus Kas sebesar Rp 21.666.857.586,- terjadi selisih sebesar
Rp 6.521.999,- yang merupakan pengembalian kelebihan belanja pegawai dan
Rupiah Murni. Dalam Laporan Aktivitas sudah dikurangi dengan pengembalian
kelebihan belanja pegawai tersebut, sementara pada Laporan Arus Kas Pendapatan
APBN dicatat bruto sebelum pengembalian belanja pegawai. Pada Laporan Arus
Kas pengembalian belanja tersebut dicatat pada arus kas keluar.

Balai Besar Industri Agro 55


Laporan Keuangan BLU TA 2016

c. Jumlah Beban Layanan pada Laporan Aktivitas sebesar Rp 15.335.599.030,-


sedangkan pada Laporan Arus Kas tercatat Rp 15.367.859.405,- terdapat selisih
minus sebesar Rp 32.260.375,- hal ini di sebabkan pada Beban Bahan Layanan
Pengujian/Bahan Kimia & Bahan Penolong dalam Arus Kas dicatat nilai
pembeliannya, sedangkan pada Laporan Aktivitas Beban Bahan Pengujian/Bahan
Kimia dicatat pemakaian bahan kimia secara akrual.
Pemakaian Bahan Pengujian & Bahan Penolong lainnya Rp 6.302.123.625
Pembelian Bahan Pengujian & Bahan Penolong lainnya Rp 6.334.384.000 -
Selisih ( Rp 32.260.375)
Pemakaian Bahan Pengujian & Bahan Penolong lainnya (Rincian perhitungan lihat
halaman 34).

d. Terdapat perbedaan jumlah Beban Umum dan Administrasi pada Arus Kas dan
Laporan Aktivitas sebesar Rp 7.189.127.636,-, hal ini disebabkan :
1) Jumlah Beban pegawai pada Laporan Aktivitas dan Arus Kas terdapat selisih
sebesar Rp 37.626.055,-. Hal ini disebabkan pada Laporan Aktivitas beban
pegawai dicatat akrual, dengan rincian :
Beban Pegawai pada Lap.Aktivitas Rp 20.538.031.906
Beban Pegawai pada Lap.Arus Kas Rp 20.575.657.961
Selisih (Rp 37.626.055)

Nilai Beban Pegawai pada Laporan Aktivitas sebesar Rp 20.538.031.906,-


dihitung sebagai berikut :
Pembayaran Beban Pegawai ( Th 2016) Rp 20.575.657.961
Dikurangi Beban Pegawai Terutang 1 Jan 2016 Rp 558.896.659 -
Rp 20.016.761.302
Ditambah Beban Pegawai Terutang Des 2016 Rp 521.270.604 +
Beban Pegawai pada Lap.Aktivitas Rp 20.538.031.906

2) Pada Arus Kas, Beban Administrasi Kantor (ATK) dicatat pembeliannnya,


sedangkan pada Laporan Aktivitas dicatat pemakaiannya secara akrual,
terdapat perbedaan Rp 79.593.013,-.
Pemakaian ATK & Beban Adm. lainnya Rp 901.261.326,-
Pembelian ATK & Beban Adm.lainnya Rp 821.668.313,-
Selisih Rp 79.593.013,-
(Rincian perhitungan pemakaian ATK lihat halaman 37)

Balai Besar Industri Agro 56


Laporan Keuangan BLU TA 2016

3) Perbedaan Beban Langganan Daya & Jasa pada Arus Kas dan Laporan
Aktivitas terdapat perbedaan pencatatan sebesar Rp 1.618.203,- hal ini
disebabkan :
Beban Langganan Daya dan Jasa pada Laporan Aktivitas Rp 1.094.375.794,-
Beban Langganan Daya dan Jasa pada Laporan Arus Kas Rp 1.092.757.591,-
Selisih Rp 1.618.203,-

Nilai Langganan Daya dan Jasa pada Laporan Aktivitas sebesar


Rp 1.094.375.794,- dihitung sebagai berikut :
Pembayaran Langganan Daya dan Jasa (Th 2016) Rp 1.092.757.591,-
Dikurangi Langganan Daya dan Jasa Terutang 1 Jan 2016 Rp 80.417.020,-
Rp 1.012.340.571,-
Ditambah Langganan Daya dan Jasa Terutang Des 2016 Rp 82.035.223,-
Beban Langganan Daya dan Jasa pada Lap. Aktivitas Rp 1.094.375.794,-

4) Pada Laporan Aktivitas terdapat Beban Penyusutan sebesar Rp 6.971.082.708-,


sedangkan pada Laporan Arus Kas tidak terdapat beban penyusutan.
5) Pada Laporan Aktivitas terdapat beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih sebesar
Rp 174.459.767, sedangkan pada Laporan Arus Kas tidak terdapat beban tersebut.

Angka Rp 7.189.127.636,- tersebut diperoleh dari penjumlahan selisih Beban Gaji


Pegawai, Beban Administrasi Kantor, Beban Langganan Daya & Jasa ditambah
dengan jumlah Beban Penyusutan dan Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih.

7. Pengukuran Kinerja Keuangan Tahun 2016

1. Rasio Kas (Cash Ratio)

Cash Ratio = (Kas dan Setara Kas : Kewajiban Jangka Pendek) x 100%
26.208.043.392
= x 100 % = 1.338,45 %
1.958.084.026

Balai Besar Industri Agro 57


Laporan Keuangan BLU TA 2016

2. Rasio Lancar (Current Ratio)

Current Ratio = (Aset Lancar : Kewajiban Jangka Pendek) x 100%


26.698.948.214
= x 100 % = 1.363,52 %
1.958.084.026

3. Periode Penagihan Piutang (Collection Period)

Collection Period = (Piutang Usaha x 360) : Pendapatan Usaha x 1 hari

405.397.900 x 360
= x 1 Hari = 5,42 Hari
26.931.288.060

4. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)

Fixed Asset Turnover = (Pendapatan Operasional : Aset Tetap) x 100%

27.453.138.461
= x 100% = 29,79 %
92.165.363.121

5. Imbalan atas Aktiva Tetap (Return on Asset)

Return on Asset = (Surplus sebelum pos Keuntungan/Kerugian : Aset Tetap) x 100%

-871.995.633
= x 100% = -0,95 %
92.165.363.121

6. Imbalan Ekuitas ( Return on Equity)

Return on Equity = (Surplus sebelum pos Keuntungan/Kerugian : Ekuitas) x 100%

-871.995.633
= x 100% = -0,75 %
116.906.227.309

Balai Besar Industri Agro 58


Laporan Keuangan BLU TA 2016

7. Rasio Pendapatan PNBP Terhadap beban Operasional

Rumus = (Pendapatan BLU : Beban Operasional) x 100%


27.453.138.461
= x 100% = 54,92 %
49.985.469.681

8. Informasi Tambahan

1. Rekening Bank
a. Rekening Bendahara Pengeluaran yaitu : Bank BNI Cabang Bogor No.
0003894754
b. Rekening Operasional BLU : Bank Mandiri Cabang Bogor No. 133-00-
1082777-2
c. Rekening Pengelolaan Kas BLU : Bank Tabungan Negara Cabang Bogor
No. 00015-01-30-000873-1

2. Tanah dan Rumah Dinas yang berlokasi di Cikaret Bogor telah di DEM namun
masih tercatat 14 Rumah Dinas yang belum bersertifikat dan masih bergabung
dalam Sertifikat Tanah Induk seperti berikut :
a. Sertifikat Tanah No. 4448572= 18.769 M2
Tanah dan Rumah Dinas yang di DEM

belum ada Sertifikat 11 Rumah = 2.748 M2


Sesuai dengan KIB= 16.021 M2
b. Sertifikat Tanah No.8131824= 1.992 M2
Tanah dan Rumah Dinas yang di DEM
belum ada Sertifikat 3 Rumah =283 M2
Sesuai dengan KIB = 1.709 M2

3. Telah dilakukan koreksi terhadap akumulasi penyusutan aset tetap tahun 2010
dan 2011 sesuai hasil Audit Kantor Akuntan Publik terhadap Laporan Keuangan
Tahun 2011 sehingga mengandung implikasi terhadap nilai ekuitas, baik ekuitas
awal maupun surplus tahun yang lalu.

Balai Besar Industri Agro 59


Laporan Keuangan BLU TA 2016

4. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.1/PMK.06/2013 tentang


Penyusutan Barang Milik Negara Berupa Aset Tetap Pada Entitas Pemerintah
Pusat, serta Peraturan Menteri Keuangan No 90/PMK.06/2014 tentang
perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No 1/PMK.06/2013, dimana angka
penyusutan & nilai aset harus sesuai dengan SIMAK BMN, maka telah
dilakukan koreksi terhadap nilai akumulasi penyusutan, nilai aset dan surplus
aktivitas BLU tahun lalu.

Bogor, 31 Desember 2016


Pimpinan BLU Balai Besar Industri Agro
Selaku Kuasa Pengguna Anggaran
Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Umar Habson, MM


NIP : 195809131986031003

Balai Besar Industri Agro 60


Laporan Keuangan BLU TA 2016

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Balai Besar Industri Agro 61