Anda di halaman 1dari 60

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 KATA PENGANTAR Laporan Keuangan ini adalah Laporan Keuangan Tahunan Badan Layanan

KATA PENGANTAR

Laporan Keuangan ini adalah Laporan Keuangan Tahunan Badan Layanan Umum

Balai Besar Industri Agro, yang disusun dalam rangka memenuhi pasal 13 ayat (1) dan (2)

Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan

Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum, yang menyatakan bahwa :

(1) Laporan Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 huruf a disampaikan

secara berjenjang kepada menteri/pimpinan lembaga serta kepada Menteri Keuangan c.q.

Direktur Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan, semester, dan tahun.

(2) Laporan Keuangan triwulanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari

laporan realisasi anggaran/laporan operasional, laporan arus kas, dan catatan atas

laporan keuangan, disertai laporan kinerja.

Untuk memenuhi ketentuan tersebut kami telah menyusun dan menyajikan Laporan

Keuangan yang berupa Laporan Aktivitas, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas

Laporan Keuangan dengan mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan. Laporan-

Laporan tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan kinerja dan posisi keuangan dalam

suatu periode, sehingga dengan informasi keuangan yang disajikan tersebut mampu

menyediakan bahan dalam pengambilan keputusan manajemen maupun untuk penilaian

kinerja keuangan organisasi.

Harapan kami semoga laporan keuangan ini dapat menyajikan secara wajar dan

mampu mengungkapkan kegiatan BLU dan sumber daya ekonomis atau kekayaan yang

digunakan oleh BBIA, serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundang-

undangan yang berlaku khususnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008.

Selain itu Laporan Keuangan ini diharapkan akan dapat meningkatkan akuntabilitas

publik Balai Besar Industri Agro, serta menjadi pemacu dalam peningkatan kinerja BBIA

ke depan.

Bogor, 19 Januari 2015

Pemimpin BLU- BBIA/

Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng NIP : 195609101984032002

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 DAFTAR ISI   Halaman Kata Pengantar 1 Daftar Isi 2 Pernyataan

DAFTAR ISI

 

Halaman

Kata Pengantar

1

Daftar Isi

2

Pernyataan Tanggung Jawab Kepala BBIA

4

Ringkasan Eksekutif

5

LAPORAN KEUANGAN

8

A. Laporan Operasional/Aktivitas BLU BBIA Tahun 2014

9

B. Neraca per 31 Desember 2014 ………………………………………………

11

C. Laporan Arus Kas Tahun 2014

13

D. Catatan Atas Laporan Keuangan PK BLU Balai Besar Industri Agro

15

I. Pendahuluan

15

1. Sejarah BBIA dan Pembentukan BLU

15

2. Dasar Hukum Pembentukan BLU

19

3. Alamat Kantor, Unit Vertikal dan Unit Usaha

20

4. Hakikat Operasi dan Kegiatan Utama BLU

20

5. Nama Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas BLU

25

6. Jumlah Karyawan

26

II. Kebijakan Akuntansi

26

III. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan

27

1.

Pendahuluan

27

2.

Kebijakan Akuntansi

28

3.

Penjelasan atas Pos-pos Laporan Aktivitas

32

4.

Penjelasan atas Pos-pos Laporan Neraca

42

5.

Penjelasan atas Pos-pos Arus Kas

52

6.

Perbedaan Penyajian Laporan Aktivitas dan Laporan Arus Kas

55

7.

Pengukuran Kinerja Keuangan Tahun 2014

57

8.

Informasi Tambahan

58

Lampiran:

1. Daftar

Piutang ……………………………………………………………

61

2. Daftar Penyisihan Piutang …………………………………………………

77

3. Daftar Persediaan Bahan Kimia & ATK…………………………………… .

85

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Halaman 4. Daftar Aset Tetap Yang

Halaman

4. Daftar Aset Tetap Yang Dihapuskan…………………………………………

171

5. Daftar Akumulasi Penyusutan Aset Tetap……………………………………

187

6. Kertas Kerja Penyusunan Laporan Keuangan

203

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB KEPALA SATUAN KERJA BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

KEPALA SATUAN KERJA

BADAN LAYANAN UMUM

BALAI BESAR INDUSTRI AGRO (BBIA)

Laporan Keuangan Balai Besar Industri Agro yang terdiri dari Laporan Aktivitas,

Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun 2014 sebagaimana terlampir

adalah merupakan tanggung jawab kami.

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian internal

yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi kegiatan dan posisi keuangan secara

layak sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang mengacu kepada Peraturan Menteri

Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan

Keuangan Badan Layanan Umum.

Bogor, 19 Januari 2015 Pemimpin BLU-BBIA/ Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng NIP : 195609101984032002

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 RINGKASAN EKSEKUTIF Berdasarkan pasal 9 Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008

RINGKASAN EKSEKUTIF

Berdasarkan pasal 9 Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum, menyebutkan bahwa dalam rangka pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan dan kegiatan pelayanannya, BLU menyusun dan menyajikan : Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja. Laporan keuangan tersebut berupa Laporan Realisasi Anggaran/atau Laporan Operasional, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Dengan demikian penyusunan dan penyajian laporan keuangan satuan kerja ini merupakan perwujudan dan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran dan/atau barang pada satuan kerja Balai Besar Industri Agro.

Laporan Keuangan BBIA Tahun 2014 ini telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan disajikan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 76/PMK.05/2008.

1. Laporan Operasional/Laporan Aktivitas

Laporan Operasional/Laporan Aktivitas adalah laporan yang menyajikan informasi tentang kegiatan BLU yang meliputi sumber (Pendapatan), alokasi dan pemakaian sumber daya ekonomi (Beban) yang dikelola oleh BLU, serta informasi surplus dan defisit aktivitas BLU tahun berjalan.

Pendapatan BLU pada Tahun 2014 sebesar Rp 42.541.111.061,- yang terdiri dari:

Pendapatan

dari

Jasa

Rp 23.007.731.708,-.

Pelayanan

(JPT)

yang

dihitung

secara

akrual

sebesar

Pendapatan dari APBN (RM) berdasarkan SPM dan SP2D yang telah diterbitkan yaitu sebesar Rp 18.880.933.982,- yang merupakan Pendapatan APBN Operasional sebesar Rp 18.783.660.982,- dan Pendapatan APBN Investasi sebesar Rp 97.273.000,-.

Pendapatan Lain-lain yang merupakan pendapatan jasa giro dan legalisir hasil uji sebesar Rp 652.445.371,-

Total beban pada Tahun 2014 adalah sebesar Rp 38.745.053.371,- yang terdiri dari Beban Layanan Rp 12.391.856.428,- , Beban Umum dan Administrasi sebesar Rp 26.261.892.868,- dan Beban Lainnya sebesar Rp 91.304.075,-, sehingga terjadi

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 surplus dari aktivitas pada Tahun 2014 sebesar Rp 3.796.057.690,-. Apabila laporan

surplus dari aktivitas pada Tahun 2014 sebesar Rp 3.796.057.690,-. Apabila laporan aktivitas tidak memperhitungkan Pendapatan APBN maka akan terjadi defisit sebesar Rp 15.084.876.292,-.

2. Neraca

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan BLU pada Tahun 2013 mengenai aset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu (akhir periode).

Jumlah aset (aktiva) per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 101.804.302.595,- yang terdiri dari aset lancar (aktiva lancar) sebesar Rp 19.944.360.555,- dan aset tetap sebesar Rp 81.859.942.040,-.

Jumlah kewajiban per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 1.361.268.364,- yang merupakan kewajiban jangka pendek, terdiri dari Biaya Yang Masih Harus Dibayar sebesar Rp 498.142.864,-, serta Pendapatan Diterima Dimuka atau Uang Muka Jasa Layanan sebesar Rp 863.125.500,-.

Jumlah ekuitas tidak terikat per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 100.443.034.231,- yang terdiri dari ekuitas awal sebesar Rp 60.119.258.878,- ditambah surplus aktivitas tahun lalu sebesar Rp 26.009.273.817,- ditambah surplus Tahun 2014 sebesar Rp 3.796.057.690,- dan ditambah Ekuitas Donasi (Bantuan Peralatan) sebesar Rp 10.518.443.846,-.

3. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus kas masuk dan kas keluar selama Tahun 2014 yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Laporan Arus Kas disusun dengan metode langsung (direct method). Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas.

Jumlah arus kas masuk dari aktivitas operasi pada Tahun 2014 adalah sebesar Rp 45.693.125.164,- dan arus kas keluarnya sebesar Rp 38.163.060.256,- sehingga arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 7.530.064.908,-.

Arus kas masuk dari aktivitas investasi Rp 0 sedangkan arus kas keluarnya sebesar Rp 8.973.516.500,- yang merupakan pembelian Aset Tetap pada Tahun 2014.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Uang kas pada Tahun 2014 berkurang sebesar Rp 1.443.451.592,- dari saldo

Uang kas pada Tahun 2014 berkurang sebesar Rp 1.443.451.592,- dari saldo awal Tahun 2014 (1 Januari 2014) sebesar Rp 20.806.633.084,- sehingga saldo kas akhir per 31 Desember 2014 menjadi Rp 19.363.181.492,-.

4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis terhadap nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran/Laporan Aktivitas, Neraca, dan Laporan Arus Kas sebagai upaya untuk pengungkapan informasi yang memadai.

Tujuan utama Catatan atas Laporan Keuangan adalah memberikan penjelasan dan analisis atas informasi yang ada di Laporan operasional, neraca, laporan arus kas, dan informasi tambahan lainnya sehingga para pengguna mendapatkan pemahaman yang lengkap atas laporan keuangan BLU.

Dalam penyajian Laporan Aktivitas, pendapatan dan beban BLU diakui berdasarkan basis akrual yaitu pada saat terjadinya transaksi keuangan dimana jumlah pendapatan merupakan hak yang seharusnya diterima dan beban merupakan pengorbanan yang seharusnya dibayarkan pada suatu periode.

Sedangkan untuk pendapatan dari APBN diakui berdasarkan basis kas, yaitu pada saat kas dikeluarkan dari Kas Umum Negara (KUN). Untuk belanja yang didanai dari pendapatan BLU diakui berdasarkan basis akrual yaitu, pada saat terjadinya transaksi pendapatan.

Arus Kas disajikan berdasarkan basis kas yaitu uang kas atau setara kas saat diterima atau dikeluarkan.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 LAPORAN KEUANGAN 8

LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 A. LAPORAN OPERASIONAL/ LAPORAN AKTIVITAS BLU-BBIA TAHUN 2014      

A. LAPORAN OPERASIONAL/

LAPORAN AKTIVITAS BLU-BBIA

TAHUN 2014

     

KENAIKAN/

URAIAN

TAHUN 2014

TAHUN 2013

PENURUNAN

JUMLAH

%

PENDAPATAN

       

Pendapatan Usaha/Jasa Layanan Jasa Layanan Teknis

23.007.731.708

22.274.924.330

732.807.378

3,29%

23.007.731.708

22.274.924.330

732.807.378

3,29%

Pendapatan APBN

18.880.933.982

16.232.918.927

2.648.015.055

16,31%

Operasional (RM)

18.783.660.982

13.991.174.427

4.792.486.555

34,25%

Investasi (RM)

97.273.000

2.241.744.500

(2.144.471.500)

-95,66%

Pendapatan Lain-lain Pendapatan Lain-lain

652.445.371

431.374.392

221.070.979

51,25%

652.445.371

431.374.392

221.070.979

51,25%

Jumlah Pendapatan

42.541.111.061

38.939.217.649

3.601.893.412

9,25%

Beban Beban Layanan Beban Pegawai Beban Bahan Beban Jasa Layanan Beban Pemeliharaan Beban Perjalanan Beban Lain-Lain

3.905.803.100

4.227.518.750

(321.715.650)

-7,61%

5.787.465.828

6.975.013.758

(1.187.547.930)

-17,03%

1.742.080.000

2.234.554.625

(492.474.625)

-22,04%

-

-

-

-

956.507.500

898.321.930

58.185.570

6,48%

-

-

-

-

Jumlah Beban Layanan

12.391.856.428

14.335.409.063

(1.943.552.635)

-13,56%

Beban Umum dan Administrasi Beban Pegawai Beban Administrasi Kantor Beban Pemeliharaan Beban Langganan Daya & Jasa Beban Pemasaran Beban Perjalanan Beban Pakaian Kerja Beban Pengembangan Kelembagaan Beban Litbang & Teknologi Beban Penyusutan Beban Lainnya

16.817.220.396

10.718.482.795

6.098.737.601

56,90%

720.079.958

615.435.499

104.644.459

17,00%

944.067.791

831.009.741

113.058.050

13,60%

976.326.377

851.252.784

125.073.593

14,69%

424.339.120

573.749.050

(149.409.930)

-26,04%

519.786.700

602.708.240

(82.921.540)

-13,76%

52.686.000

66.962.000

(14.276.000)

-21,32%

1.108.561.548

864.934.185

243.627.363

28,17%

910.033.288

906.141.465

3.891.823

0,43%

3.085.356.284

5.395.506.550

(2.310.150.266)

-42,82%

703.435.406

406.744.000

296.691.406

72,94%

Jumlah Beban Umum

26.261.892.868

21.832.926.309

4.428.966.559

20,29%

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014       KENAIKAN/ URAIAN TAHUN 2014 TAHUN 2013 PENURUNAN
     

KENAIKAN/

URAIAN

TAHUN 2014

TAHUN 2013

PENURUNAN

JUMLAH

%

Beban Lainnya

       

Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih

85.983.175

-

85.983.175

-

Beban Adm.Bank

1.986.900

2.235.500

(248.600)

-11,12%

Beban Lain-lain

3.334.000

7.058.800

(3.724.800)

-53%

Jumlah Beban Lainnya

91.304.075

9.294.300

82.009.775

882,37%

Jumlah Beban

38.745.053.371

36.177.629.672

2.567.423.699

7,10%

Surplus/Defisit Sebelum Pos Keuntungan/Kerugian

3.796.057.690

2.761.587.977

1.034.469.713

37,46%

Keuntungan/Kerugian

Keuntungan Penj.Aset Non Lancar

-

-

-

-

Rugi Penj.Aset Non Lancar

-

-

-

-

Rugi Penurunan Nilai

-

-

-

-

Lain-lain

-

-

-

-

Total Keuntungan/Kerugian

-

-

-

-

Surplus/Defisit Sebelum Pos-pos Luar Biasa

3.796.057.690

2.761.587.977

1.034.469.713

37,46%

Pos-pos Luar Biasa

Pendapatan dari Kejadian Luar Biasa

-

-

-

-

Beban dari Kejadian Luar Biasa

-

-

-

-

Total Pos-Pos Luar Biasa

-

-

-

-

Surplus/Defisit Bersih

3.796.057.690

2.761.587.977

1.034.469.713

37,46%

Surplus/Defisit Di Luar Pendapatan APBN

(15.084.876.292)

(13.471.330.950)

(1.613.545.342)

-11,98%

Bogor, 31 Desember 2014 Pemimpin BLU- BBIA/ Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng NIP : 195609101984032002

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 B. NERACA BLU BBIA PER 31 DESEMBER 2014      

B. NERACA BLU BBIA PER 31 DESEMBER 2014

     

KENAIKAN/

URAIAN

TAHUN 2014

TAHUN 2013

PENURUNAN

JUMLAH

%

Aset Lancar

       

Kas

19.363.181.492

20.806.633.084

(1.443.451.592)

-6,94%

Kas Bendahara RM Kas Bendahara BLU PUMK I (RM) PUMK II (BLU)

 

413.000.000

-

413.000.000

-

18.950.181.492

20.806.633.084

(1.856.451.592)

-8,92%

-

-

-

-

-

-

-

-

 

147.764.303

305.545.964

(157.781.661)

-51,64%

Piutang Usaha Piutang Jasa Pelayanan

355.273.500

423.866.500

(68.593.000)

-16,18%

-

-

-

-

Piutang Jasa Lainnya Penyisihan Piutang Tak Tertagih Piutang Lain-lain

(224.166.725)

(138.183.550)

(85.983.175)

-62,22%

16.657.528

19.863.014

(3.205.486)

16,14%

Persediaan

433.414.760

182.798.360

250.616.400

137,10%

Persed ATK dan Perlengkapan

Lainnya

127.415.500

63.480.600

63.934.900

100,72%

Persed Bahan Kimia

305.999.260

119.317.760

186.681.500

156,46%

Total Aset Lancar

19.944.360.555

21.294.977.408

(1.350.616.853)

-6,34%

Aset Tetap

       

Tanah Tanah Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan

 

40.851.149.958

40.851.149.958

-

-

40.851.149.958

40.851.149.958

-

-

23.024.504.550

21.859.218.550

1.165.286.000

5,33%

23.024.504.550

21.859.218.550

1.165.286.000

5,33%

Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin

58.883.229.976

52.269.491.126

6.613.738.850

12,65%

58.883.229.976

52.269.491.126

6.613.738.850

12,65%

Jalan,Irigasi dan Jaringan Jalan dan Jembatan Irigasi/Bangunan Air Jaringan Aset Tetap Lainnya Aset Tetap Lainnya Aset Lain-lain Aset Lain-lain

112.279.800

112.279.800

-

-

11.144.800

11.144.800

-

-

20.302.500

20.302.500

-

-

80.832.500

80.832.500

-

-

684.073.020

684.073.020

-

-

684.073.020

684.073.020

-

-

1.428.649.250

746.512.000

682.137.250

91,38%

1.428.649.250

746.512.000

682.137.250

91,38%

Akumulasi Penyusutan

(43.123.944.514)

(40.550.942.630)

(2.573.001.884)

6,35%

Total Aset Tetap

81.859.942.040

75.971.781.824

5.888.160.216

7,75%

TOTAL ASET

101.804.302.595

97.266.759.232

4.537.543.363

4,67%

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014       KENAIKAN/ URAIAN TAHUN 2014 TAHUN 2013 PENURUNAN
     

KENAIKAN/

URAIAN

TAHUN 2014

TAHUN 2013

PENURUNAN

JUMLAH

%

Kewajiban Jangka Pendek Uang Muka KPPN

1.361.268.364

619.782.691

741.485.673

119,64%

-

-

-

-

Hutang Pajak

-

-

-

-

Hutang Gaji & Honor

-

-

-

-

Hutang Usaha

-

-

-

-

Biaya Yang Masih Harus Dibayar

498.142.864

73.952.993

424.189.871

573,59%

Pendapatan Diterima DiMuka

863.125.500

545.829.698

317.295.802

58,13%

Kewajiban Jangka Panjang Hutang Pihak Ketiga

-

-

-

-

-

-

-

-

Total Kewajiban

1.361.268.364

619.782.691

741.485.673

119,64%

EKUITAS

       

Ekuitas Tidak Terikat Ekuitas Awal

60.119.258.878

60.119.258.878

-

-

Surplus dan Defisit Tahun Lalu

26.009.273.817

26.009.273.817

-

-

Surplus dan Defisit Tahun Berjalan

3.796.057.690

-

3.796.057.690

-

Ekuitas Donasi

10.518.443.846

10.518.443.846

-

-

Total Ekuitas

100.443.034.231

96.646.976.541

3.796.057.690

3,93%

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

101.804.302.595

97.266.759.232

4.537.543.363

4,67%

Bogor, 31 Desember 2014 Pemimpin BLU- BBIA/ Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng NIP : 195609101984032002

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 C. LAPORAN ARUS KAS TAHUN ANGGARAN 2014       KENAIKAN/

C. LAPORAN ARUS KAS

TAHUN ANGGARAN 2014

     

KENAIKAN/

URAIAN

TAHUN 2014

TAHUN 2013

PENURUNAN

JUMLAH

%

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

       

Arus Masuk Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan

45.693.125.164

41.155.627.229

4.537.497.935

11,03%

23.408.808.524

22.527.251.728

881.556.796

3,91%

Pendapatan Hibah

-

-

-

-

Pendapatan APBN (Rupiah Murni)

18.888.369.193

16.248.893.625

2.639.475.568

16,24%

Pendapatan Lain-lain

635.141.943

411.511.378

223.630.565

54,34%

Pungutan Pajak

2.760.805.504

1.967.970.498

792.835.006

40,29%

Arus Keluar

38.163.060.256

32.803.622.171

5.359.438.085

16,34%

Biaya Layanan

12.578.537.928

14.359.849.863

(1.781.311.935)

-12,40%

Biaya Umum dan Administrasi

22.816.281.613

16.459.827.112

6.356.454.501

38,62%

Biaya Lainnya

-

-

-

-

Pembayaran Kewajiban

-

-

-

-

Penyetoran Kelebihan Biaya Pegawai

7.435.211

15.974.698

(8.539.487)

-53,46%

Penyetoran Pajak

2.760.805.504

1.967.970.498

792.835.006

40,29%

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi

7.530.064.908

8.352.005.058

(821.940.150)

-9,84%

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

       

Arus Masuk Hasil Penjualan Aset Tetap

-

-

-

-

-

-

-

-

Hasil Penjualan Investasi jangka Panjang

-

-

-

-

Hasil Penjualan Aset lainnya

-

-

-

-

Arus Keluar Perolehan Aset Tetap

8.973.516.500

3.935.290.725

5.038.225.775

128,03%

8.973.516.500

3.935.290.725

5.038.225.775

128,03%

Perolehan Investasi Jangka Panjang

-

-

-

-

Perolehan Aset Lainnya

-

-

-

-

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi

(8.973.516.500)

(3.935.290.725)

(5.038.225.775)

128,03%

13

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014       KENAIKAN/ URAIAN TAHUN 2014 TAHUN 2013 PENURUNAN
     

KENAIKAN/

URAIAN

TAHUN 2014

TAHUN 2013

PENURUNAN

JUMLAH

%

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

       

Arus Masuk Uang Persediaan dari KPPN

-

-

-

-

-

-

-

-

Penerimaan Kembali Pokok Pinjaman

-

-

-

-

Pajak Belum Disetor

-

-

-

-

Kenaikan Hutang

-

-

-

-

Arus Keluar Pembayaran Pokok Pinjaman

-

-

-

-

-

-

-

-

Pemberian Pinjaman

-

-

-

-

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan

-

-

-

-

Kenaikan Bersih Kas

(1.443.451.592)

4.416.714.333

(5.860.165.925)

-132,68%

Kas dan Setara Kas Awal

20.806.633.084

16.389.918.751

4.416.714.333

26,95%

Jumlah Saldo Kas

19.363.181.492

20.806.633.084

(1.443.451.592)

-6,94%

Bogor, 31 Desember 2014 Pemimpin BLU- BBIA/ Kuasa Pengguna Anggaran

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng NIP : 195609101984032002

14

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PK. BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR INDUSTRI

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PK. BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR INDUSTRI AGRO

I.

PENDAHULUAN

1.

Sejarah BBIA dan Pembentukan BLU

Sejarah Balai Besar Industri Agro dapat ditelusuri mulai dari tahun 1890 dimana pada saat itu Pemerintahan Hindia Belanda telah mendirikan lembaga yang diberi nama Agricultuur Chemisch Laboratorium yang berada di dalam lingkungan Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel dengan tugas antara lain :

a. Melayani para ahli dan sarjana pertanian dalam meneliti tanaman-tanaman tropis terutama yang ada di Kebun Raya Bogor serta arti ekonomi dari tanaman-tanaman tersebut.

b. Memeriksa/menguji barang-barang dan bahan untuk instansi Pemerintah terutama dalam bidang pertanian, perdagangan dan sebagainya.

Tugas pengujian berkembang dengan pesat sejalan dengan kemajuan dalam bidang pertanian dan perdagangan, terutama untuk barang-barang ekspor serta perdagangan dalam negeri sebagai hasil pembinaan dari bagian Nijverheid dalam Departement van Landbaouw, Nijverheid en Handel. Maka dalam tahun 1909 nama laboratorium diganti menjadi Bureau voor Landbouw en Handel-analyse berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Ned. Indie tanggal 26 Januari 1909 dan tercatat dalam Javasche Courant sebagai Besluit van Directuur voor Landbouw No. 3952 tanggal 27 Mei 1909.

Kegiatan pengujian makin berkembang di samping tugas-tugas rutin penelitian dengan perbaikan serta penambahan fasilitas, tempat dan peralatan, yang menjadikan laboratorium ini paling terkemuka di Indonesia pada waktu itu. Dengan makin meningkatnya peran laboratorium ini dalam pengujian barang-barang ekspor, impor dan perdagangan dalam negeri, serta dalam penelitian-penelitian agrokimia yang merintis pertumbuhan agro-industri dalam negeri maka terjadi penggantian nama pada tahun 1911 menjadi Handels Laboratorium dan berlanjut pada tahun 1918 berganti nama menjadi Analytisch Laboratorium.

Pada tahun 1934 Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan (Phytochemisch Laboratorium) dalam lingkungan Kebun Raya dan Balai penelitian yang tergabung dalam

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Balai Besar Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor de

Balai

Besar

Penyelidikan

Pertanian

(Algemeen

Proefstation

voor

de Landbouw)

meleburkan

diri

ke

dalam

Analytisch

Laboratorium,

dan menamakan diri sebagai

Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek

Penyelidikan Kimia ini memiliki laboratorium-laboratorium sebagai berikut:

a. Laboratorium Analitika

b. Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan

c. Laboratorium Kimia Pertanian

d. Laboratorium Harsa

e. Laboratorium Minyak Atsiri

(Balai

Penyelidikan

Kimia).

Balai

Penelitian-penelitian di bidang agrokimia berjalan seiring dengan tugas pengujian yaitu pengujian hasil-hasil pertanian dalam arti yang luas untuk kepentingan ekspor dan memajukan industri pengolahan hasil pertanian dalam negeri. Penelitian fitokimia dan minyak atsiri sudah dirintis sejak didirikannya laboratorium ini. Diberlakukannya sistem pengawasan mutu susu, ditunjuknya laboratorium ini sebagai penguji kulit kina oleh pabrik kina Bandung, sistem pengujian air minum dan pengawasan minuman beralkohol, membuat Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek menjadi laboratorium terkemuka di jaman Hindia Belanda.

Di jaman pendudukan Jepang (1942-1945), Balai Penyelidikan Kimia diberi nama Gunsaikanbu Kagaku Kenkyusyu dengan tugas utama melakukan penelitian terapan, yang kemudian tugas ini menjadi ciri Balai selanjutnya.

Di masa Revolusi Fisik, Balai ini dimasukkan ke dalam Kementerian Kemakmuran Republik Indonesia dan ikut hijrah ke Klaten, Solo kemudian ke Yogyakarta karena pada saat itu kantor yang ada di Bogor telah dikuasai oleh Belanda. Pada tahun 1950 seiring dengan kembalinya pemerintahan RI ke Jakarta maka Balai Penyelidikan Kimia kembali melaksanakan tugas sebagaimana mestinya di Bogor.

Dan dari perjalanan hijrah ke Klaten Balai ini telah memprakarsai berdirinya Balai Penyelidikan Kimia Surabaya pada tahun 1951, yang sekarang dikenal dengan nama Baristan Surabaya.

Tahun

1951

Balai

Penyelidikan

Kimia

dimasukkan

ke

dalam

Departemen

Perdagangan

dan

Perindustrian

yang

kemudian

Departemen

ini

berubah

menjadi

Kementerian Perekonomian.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Pada tahun 1957 Balai Penyelidikan Kimia berada di bawah Kementerian Perindustrian,

Pada tahun 1957 Balai Penyelidikan Kimia berada di bawah Kementerian Perindustrian, kemudian pada tahun 1959 berada di bawah Departemen Perindustrian Rakyat.

Tahun 1964 Balai Penyelidikan Kimia berubah nama menjadi Balai Penelitian Kimia yang berada di bawah Departemen Perindustrian dengan tugas melaksanakan penelitian, pengembangan dan pengujian.

Kegiatan penelitian yang dilakukan merupakan penelitian terapan di bidang kimia dan teknologi hasil pertanian baik pangan maupun non pangan. Sebenarnya kegiatan penelitian terhadap proses pengolahan bahan organik hasil pertanian menjadi hasil industri yaitu kemurgi dan aneka komoditi telah digeluti oleh Balai sejak awal keberadaanya.

Sementara di bidang pengujian, Balai Penelitian Kimia bertugas untuk melakukan pengawasan mutu barang ekspor, impor dan perdagangan dalam negeri, monitoring mutu hasil industri pertanian dalam negeri dalam rangka perbaikan mutu dan proses industri, penyusunan standar dan penerapan standar industri, kontrak pengujian dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan mutu dan proses produksi hasil pertanian.

Selain pengujian makanan, komoditas andalan yang digarap paling banyak oleh Balai Penelitian Kimia adalah minyak atsiri. Penelitian dan pengujian minyak atsiri ini dikembangkan secara luas menyangkut rekayasa peralatan, teknologi proses serta isolasi zat aktif.

Pada tahun 1980, Menteri Perindustrian telah membagi industri di Indonesia menjadi 9 sektor dengan tujuan penelitian dan pengembangan. Untuk maksud itu sembilan Balai yang ada di bawah Departemen Perindustrian dikembangkan menjadi 9 Balai Besar yang masing-masing mewakili satu sektor industri.

Sejalan dengan peningkatan status balai menjadi Balai Besar, maka melalui Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 223/M/SK/6/1980 nama balai Penelitian Kimia berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian, yang selanjutnya lebih dikenal dengan Balai Besar Industri Hasil Pertanian (BBIHP).

BBIHP merupakan unit pelaksana teknis di bidang litbang industri hasil pertanian dalam lingkungan Departemen Perindustrian, yang berada di bawah langsung kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Industri.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 BBIHP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan mengenai

BBIHP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan mengenai teknologi, pemakaian bahan baku, proses produksi, produk, peralatan, dan pemakaian hasil-hasil pertanian dalam rangka mengembangkan hasil pertanian di Indonesia.

Ruang lingkup

tugas

BBIHP dapat

dibagi menjadi

2

bidang :

(1)

Makanan,

minuman, dan phytokimia; (2) Kemurgi dan Aneka Industri.

Balai Penelitian mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan penelitian dalam rangka pengembangan industri di bidang terkait. Sementara Balai Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pengembangan di bidang tekno ekonomi, teknologi, percobaan, standardisasi dan normalisasi untuk pengembangan industri hasil pertanian.

Sejak tahun 1980 yang menjadi unggulan BBIHP adalah ekstraksi pati ubi kayu (tapioka) yang dibuat menjadi High Fructose Syrup, glukosa, juga fermentasi air kelapa menjadi nata de coco, fermentasi air tahu menjadi nata de soya, ekstraksi khitosan dari kulit udang, ekstraksi tengkawang, zat warna alam, dan oleokimia.

Pada tahun 1997 terjadi penggabungan Departemen antara Departemen Perindustrian dengan Departemen Perdagangan, sehingga BBIHP saat itu berada di bawah Badan Litbang Industri dan Perdagangan, Departemen Perindustrian dan Pergadangan RI.

Selanjutnya di tahun 2002 Menteri Perindustrian dan Perdagangan telah menerbitkan Keputusan bernomor : 779/MPP/Kep/11/2002 yang mengganti nama BBIHP menjadi Balai Besar Industri Agro (BBIA).

Dinyatakan bahwa tugas pokok BBIA sebagaimana tertuang dalam Keputusan tersebut adalah melaksanakan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, dan pengembangan kompetensi industri agro sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri dan Perdagangan.

Pada tahun 2004 di masa Pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudoyono, Departemen Perindustrian dan Perdagangan kembali dipisah menjadi dua Departemen yang independen yaitu Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan. Pemisahan ini berdampak pada reorganisasi, pembagian aset bersama, pengalokasian

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 pegawai dan perubahan lainnya sehingga membutuhkan waktu beberapa tahun untuk melakukan

pegawai dan perubahan lainnya sehingga membutuhkan waktu beberapa tahun untuk melakukan penyesuaian dalam menjalankan fungsinya secara normal.

Sejalan dengan penyusunan kembali unit-unit organisasi di bawah Departemen Perindustrian, di tahun 2007 telah terbit Peraturan Menteri Perindustrian nomor : 39/M- IND/PER/6/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar`Industri Agro, meskipun secara substantif isinya tidak banyak berbeda dengan Keputusan Menperindag No. :

779/MPP/Kep/11/2002.

Perkembangan jasa layanan teknis Balai Besar Industri Agro (BBIA) dari bulan ke bulan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan terutama untuk jasa pengujian, kalibrasi, sertifikasi dan pelatihan. Namun demikian pesatnya pertumbuhan jasa layanan teknis sering dihadapkan pada kendala pengelolaan keuangan dengan menggunakan sistem PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 1997. Sistem ini dipandang kurang fleksibel yang tidak bersesuaian dengan tuntutan situasi eksternal yang menghendaki pelayanan cepat, tepat, dan akurat.

Untuk mendorong pelayanan publik yang cepat melalui sistem keuangan yang fleksibel, maka BBIA harus mengambil alternatif lain melalui Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum sebagaimana diatur dalam PP Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Usulan perubahan sistem pengelolaan keuangan BBIA dalam bentuk PK-BLU mengemuka sejalan dengan tuntutan lingkungan eksternal dan bagian yang tak terpisahkan dari program reformasi birokrasi yaitu mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang tentunya dikembangkan dengan mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku.

Pada tahun 2009 setelah melalui proses evaluasi terhadap persyaratan substantif dan persyaratan administratif maka BBIA ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 517/KMK.05/2009 tanggal 28 Desember 2009 tentang Penetapan Balai Besar Industri Agro Pada Departemen Perindustrian Sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

2. Dasar Hukum Pembentukan BLU

Pembentukan BBIA sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan (PK BLU) didasarkan pada beberapa peraturan dan perundang-undangan a.l :

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan

1.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum yang telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah 74 tahun 2012.

2.

Keputusan Menteri Perindustrian No. 39/M-IND/PER/6/2006 tanggal 29 Juni 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Industri Agro.

3.

Keputusan Menteri Perindustrian No. 909/M-IND/Kep/X/11/2006 tanggal 3 November 2006 tentang Pemindahan, Pemberhentian, dan Pengangkatan Kepala Balai Besar di Lingkungan Departemen Perindustrian.

4.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 517/KMK.05/2009, tanggal 28 Desember 2009 tentang Penetapan Balai Besar Industri Agro Pada Departemen Perindustrian Sebagai Instansi Pemerintah yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

3.

Alamat Kantor , Unit Vertical dan Unit Usaha

Nama Instansi

:

Balai Besar Industri Agro (BBIA)

Alamat

:

Jalan Ir. H. Juanda No. 11, Bogor

Telepon/Fax

:

(0251) 8324068 / Fax : (0251) 8323339

Website

:

www.bbia.go.id

Email

:

cabi@bbia.go.id

Unit Vertikal

:

Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI)

Alamat

:

Jalan Gatot Subroto Kav. 52-53 Lantai 19-20 Jakarta Pusat

Kementerian

:

Perindustrian RI

Layanan BBIA : Pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi, sertifikasi, standardisasi, rancang bangun, riset dan pengembangan bisnis,

penanganan pencemaran dll.

4. Hakikat Operasi dan Kegiatan Utama BLU

Sebagai lembaga litbang, peran BBIA sangat penting untuk mengembangkan kajian- kajian di bidang industri agro baik kajian produk, proses dan teknologi proses untuk meningkatkan efisiensi, mutu produk serta penerapan teknologi yang tepat guna pada industri agro. Selain itu juga BBIA bertugas untuk memberikan jasa layanan kepada industri di bidang : pengujian, pelatihan, konsultansi, sertifikasi, kalibrasi, standardisasi, pembuatan rancang bangun serta perekayasaan industri.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Jasa Pengujian Kegiatan pengujian BBIA didukung oleh Laboratorium Kimia, Mikrobiologi, Air

Jasa Pengujian

Kegiatan pengujian BBIA didukung oleh Laboratorium Kimia, Mikrobiologi, Air dan Lingkungan serta Instrumentasi. Laboratorium BBIA merupakan laboratorium perintis yang menerapkan sistem manajemen mutu di Indonesia, pernah diakreditasi oleh NATA Australia (1994-1997). Saat ini telah diakreditasi KAN dengan ruang lingkup sebanyak 166 komoditas diantaranya : bahan baku industri, makanan olahan, air dan air minum dalam kemasan (AMDK), minyak atsiri, pakan ternak, aneka komoditi agro, aneka produk kimia dan lain-lain.

Jasa Kalibrasi

BBIA memberikan jasa layanan kalibrasi untuk alat-alat laboratorium dengan lingkup suhu, volume, massa, dimensi, dan tekanan. Laboratorium kalibrasi BBIA yang melayani jasa tersebut telah diakreditasi oleh KAN. Kegiatan jasa kalibrasi dari tahun ke tahun memperlihatkan aktivitas yang cukup stabil, dengan rata-rata 2.100 unit alat lab dari berbagai perusahaan swasta maupun instansi pemerintah telah dikalibrasi.

Kontribusi jasa kalibrasi terhadap total PNBP memang tidak terlalu besar, hal ini harus dimaklumi mengingat ruang lingkup kalibrasi yang masih terbatas serta ruang pasar (market space) jasa kalibrasi ini tidak sebesar ruang pasar yang tersedia untuk jasa pengujian.

Jasa Pelatihan

Jasa pelatihan adalah jasa layanan BBIA yang diberikan kepada masyarakat industri dan/atau aparat pemerintah dalam rangka meningkatkan kemampuan personil di bidangnya. Bidang pelatihan terdiri atas pelatihan teknis komoditas diberikan secara teori dan praktek (magang) serta pelatihan teknis sistem manajemen sesuai dengan standar yang berlaku. Jasa pelatihan teknis terdiri atas pelayanan pelatihan di bidang:

a) Pengujian (Pengujian AMDK; Terigu; Mikrobiologi; Operasional GC, HPLC, AAS; Proksimat; Cemaran Logam; Pewarna; Pemanis Buatan; Pengawet; Vitamin C; Vitamin B1 dan B2; Vitamin A, D, E; Asam Lemak; Kolesterol; Antioksidan; dan Beta Karoten; dan lain-lain).

b) Teknologi pangan

1)

Pengolahan Buah-buahan dan Sayur-sayuran

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 (Pengolahan Keripik Buah dan Sayur dengan Vacuum Frying, Pengolahan Pisang, Pengolahan

(Pengolahan Keripik Buah dan Sayur dengan Vacuum Frying, Pengolahan Pisang, Pengolahan Terong Pirus, Pengolahan Lidah Buaya, Pengolahan Kelapa, Pengolahan Tomat dan Cabe) Pengolahan Umbi-umbian (Pengolahan Singkong dan Pengolahan Ubi Jalar)

2)

3) Pengolahan Biji-Bijian (Pengolahan Kacang Tanah, Pengolahan Jagung, Pengolahan Kedelai, Pengolahan Kopi, Pengolahan Emping) 4) Pengolahan Lainnya (Pengolahan Ampas Tahu, Pengolahan Teh, Pengolahan Nata, Pembuatan Gula Semut dan Gula Cetak, Pengolahan Jahe, Pengolahan Roti dan Kue, Pengolahan Coklat dan Permen, Pengolahan Dodol, Pengolahan Rumput Laut) 5) Pengolahan Produk Hewani (Pengolahan Ikan, Pengolahan Daging, Pengolahan Susu)

c) Teknologi non pangan (Pengolahan Minyak Atsiri, Pakan Ternak, Kompos, Biodiesel, Bahan Pelumas, Khitin/Khitosan, Pengemasan dan Pelabelan, Penentuan Masa Simpan, Rancang Bangun Peralatan Industri)

d) Sistem manajemen mutu (Kalibrasi Suhu, Massa dan Volume; Pengenalan dan Pendalaman ISO/IEC 17025:2008; Dokumentasi Sistem Manajemen Laboratorium; Validasi Metode Analisis Kuantitatif; Kuantitasi Ketidakpastian Pengukuran Dalam Kimia Analitik; Audit Internal Sistem Manajemen Laboratorium; Sistem Manajemen Keamanan Pangan (GMP&HACCP); Audit Internal Sistem HACCP; Tugas dan Fungsi Manajemen Puncak; Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001: 2008); dan Sistem Manajemen Pangan ISO 22000.

Jasa Konsultansi

Jasa konsultansi adalah jasa layanan BBIA yang memberikan cara pemecahan masalah baik teknis teknologis untuk menghasilkan produk yang bermutu dan manajemen yang berhubungan dengan sistem mutu dalam rangka perolehan pengakuan Lembaga/

Badan Sertifikasi. Dalam memberikan jasa konsultasi BBIA mempunyai SDM yang terlatih dan berpengalaman di bidangnya antara lain Teknologi pangan, Food Engineering, Food Safety, Manajemen Laboratorium, Manajemen Mutu dan Manajemen Lingkungan. Dengan demikian lingkup jasa konsultansi yang dapat diberikan meliputi :

a) Konsultansi di bidang teknologi proses pangan dan non pangan berbasis agro, seperti konsultansi perbaikan proses, peningkatan mutu produk, pemecahan masalah yang timbul di industri, peningkatan kapasitas produksi, dan lain-lain

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 b) Konsultansi di bidang sistem manajemen, seperti penyusunan dokumentasi sistem manajemen

b) Konsultansi di bidang sistem manajemen, seperti penyusunan dokumentasi sistem manajemen dalam rangka persiapan akreditasi laboratorium (ISO/IEC 17025)/lembaga inspeksi (ISO/IEC 17020); penyusunan dokumen ISO 9001:2008/HACCP dan ISO 22000 untuk kepentingan sertifikasi sistem mutu/keamanan pangan, dan lain-lain

c) Konsultansi di bidang lingkungan, seperti penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), dan rancang bangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Selain tiga bidang konsultansi di atas, BBIA juga menyelenggarakan konsultansi di bidang standardisasi/perumusan RSNI/SNI industri agro terutama produk makanan, minuman, produk pengolahan hasil laut, dan produk/peralatan pertanian. Standardisasi merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pembangunan industri, yang menyangkut jaminan mutu produk dan jasa dalam kegiatan perdagangan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan dalam rangka menjamin perlindungan terhadap pengguna produk dan jasa.

Dalam rangka menjaga agar SNI selalu bermanfaat bagi masyarakat maka SNI

perlu terus dikembangkan dan dikaji ulang sedikitnya sekali dalam lima tahun. Kaji ulang

SNI harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pemakai dan perkembangan

kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengkajian ulang SNI dilakukan oleh panitia teknis (pantek) atau instansi teknis sesuai dengan bidangnya melalui konsensus pihak terkait.

Sebagai instansi teknis yang berkompeten dalam perumusan SNI, BBIA selalu

ditunjuk sebagai konseptor dalam penyusunan/revisi SNI di bidang industri agro terutama produk makanan, minuman, produk pengolahan hasil laut, dan produk/peralatan pertanian.

Di samping itu BBIA juga dilibatkan dalam kegiatan standardisasi internasional,

diantaranya ikut serta dalam kegiatan codex standar di dalam maupun di luar negeri.

Jasa Sertifikasi

Jasa sertifikasi adalah jasa layanan BBIA yang memberikan pelayanan sertifikasi Sistem Manajemen Mutu, Produk dan Keamanan Pangan. Sejalan dengan kebutuhan industri dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah berkaitan dengan pengawasan barang beredar, keamanan pangan dan sebagainya, secara bertahap BBIA mengembangkan Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu, dengan lingkup layanan sebagai berikut:

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014  ABI-Pro ( Agro Based Industry Product Certification ) diakreditasi KAN/BSN

ABI-Pro (Agro Based Industry Product Certification) diakreditasi KAN/BSN tahun 2004 dengan nomor LSPr-010-IDN, melayani industri agro untuk mendapatkan sertifikat produk penggunaan tanda SNI (SPPT SNI). Ruang lingkup sertifikasi SPPT- SNI yang telah diakreditasi oleh KAN meliputi 51 komoditi makanan & minuman, termasuk di dalamnya beberapa komoditi yang telah diberlakukan wajib SNI, seperti Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), tepung terigu sebagai bahan makanan, gula rafinasi, dan garam konsumsi beryodium.

ABIQA (Agro Based Industry Quality Assurance) diakreditasi KAN/BSN tahun 1994 dengan nomor LSSM-003-IDN, melayani industri agro untuk mendapatkan Sertikat ISO 9001-2008 (Quality Management System) dengan lingkup : pertanian dan perikanan, makanan, minuman, tembakau.

ABI-HACCP (Agro Based Industry HACCP Certification) sudah diakreditasi KAN tahun 2006 dengan nomor LSHACCP-006-IDN, melayani masyarakat industri agro (makanan, minuman, katering dan restoran) untuk mendapatkan sertifikat keamanan pangan sistem HACCP.

Pada tahun 2012, lembaga sertifikasi ABIQA dan ABI-HACCP digabung menjadi satu dengan nama ABICS (Agro Based Industry Certification Services). Lembaga sertifikasi ABICS selain melayani jasa sertifikasi ISO 9001-2008 dan HACCP juga menambah lingkup layanan dengan jasa sertifikasi ISO 22000:2005.

Rancang Bangun dan Perekayasaan Industri (RBPI)

BBIA selain mampu melakukan kegiatan penelitian di bidang industri agro, juga mampu menjadi penyedia mesin/peralatan pengolahan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan industri agro yang tersebar di berbagai daerah.

Melalui dukungan perbengkelan yang dimiliki juga kerjasama dengan bengkel binaan BBIA, telah mampu membuat peralatan pengolahan hasil pertanian berupa : pemarut ubi kayu, pengepres ubi kayu, penepung ubi kayu, penggiling kopi, mixer, extruder, mollen, KILN WHU, HOID, pengering kopra sistem lorong, Pengepres sistem ulir (untuk santan kelapa parut), Pengepres gabus kelapa briket, Alat pengering, penggoreng sistem vacuum, alat proses pembuatan VCO, dan lain-lain

Kegiatan Jasa Riset dan Pengembangan

Sesuai dengan tugas pokok sebagai lembaga litbang BBIA melakukan kegiatan

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 berupa : a. Pengembangan proses produksi, efisiensi, dan kualitas produk. b.

berupa :

a.

Pengembangan proses produksi, efisiensi, dan kualitas produk.

b.

Pemecahan masalah teknologi produk dan proses.

c.

Rancang bangun dan perekayasaan peralatan industri hasil pertanian dan permesinan.

d.

Pengembangan produk baru.

e.

Melakukan studi kelayakan untuk industri agro.

f.

Pendugaan masa kedaluarsa produk makanan dan minuman melalui uji akselerasi.

5.

Nama Pejabat Pengelola BLU

Pejabat pengelola BLU BBIA terdiri atas :

Pemimpin BLU/ Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)

:

Ir. Rochmi Widjajanti, M.Eng.

Pejabat Keuangan/ Kepala Bagian TU Administrasi dan Keuangan

:

Ramlan Ruvendi, SE, MM.

Bendahara BLU

:

Edie Joelianto

Bendahara Pengeluaran(RM) Pejabat Teknis/Kepala Bidang

:

Endih Supandi

a) Pengembangan Jasa Teknik

:

Ir. Sri Wuri Handono, M.Sc.

b) Sarana Riset dan Standardisasi

:

Dr. Ir. Rizal Alamsyah, M.Sc.

c) Pengujian, Sertifikasi dan Kalibrasi

:

Ir. Maman Rohaman,M.Sc.

d) Pengembangan Kompetensi dan Alih Teknologi

:

Ir.W.Wahyu Wijayadi,MA.

Dewan Pengawas

:

- Arryanto Sagala

 

- Hadrian Sjah Razad

- Djoko Wihantoro

Satuan Pemeriksa Intern (SPI)

:

- Ir. Sardjono

- Irwan Sutiarna, SE.

- Ali Thalib

- Titin Mahardini, S.Si.

- Khaerul Wakhid, SE

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 6. Jumlah Karyawan Desember 2014 berjumlah 201 orang yang terdiri dari

6. Jumlah Karyawan

Desember 2014 berjumlah 201

orang yang terdiri dari PNS : 157 orang, CPNS : 6 orang serta tenaga Harian Lepas : 38 orang.

Karyawan Balai Besar Industri Agro sampai akhir

Komposisi karyawan berdasarkan tingkat pendidikan nampak seperti pada tabel berikut :

   

Tingkat Pendidikan

 

Total

Jenis Karyawan

S3

S2

S1

D3/S0

D2

D1

SLTA

SMP

SD

 

PNS/CPNS

 

1 52

25

 

24

1

 

- 1

58

 

1

163

Tenaga Lepas

 

-

- 5

 

9

-

 

- 1

21

 

2

38

Jumlah

1

25

57

33

1

 

1 2

79

 

3

201

Sedangkan komposisi karyawan PNS dan CPNS berdasarkan golongan seperti tabel berikut :

 

Golongan IV

   

Golongan III

   

Golongan II

 

Total

Jenis Karyawan

E D

C

B

A

D

C

B

A

D

C

B

A

 

PNS

- 4

3

5

6

16

34

50

14

8

9

7

1

157

CPNS

- -

-

-

-

-

-

-

-

-

3

-

3

6

Jumlah

- 4

3

5

6

16

34

50

14

8

12

7

4

163

II. KEBIJAKAN AKUNTANSI

1. Standar Akuntansi Dalam konteks standar akuntansi keuangan yang berlaku umum, ada dua konsep yang harus dipenuhi.

a. Konsep Entitas Bisnis, memisahkan data keuangan dalam sistem akuntansi terhadap data yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. Organisasi bisnis dianggap sebuah entitas yang terpisah dari pemilik, kreditur, dan pihak yang berkepentingan lainnya.

b. Konsep Beban, bahwa nilai suatu aset dicatat berdasarkan nilai perolehannya, bukan berdasarkan nilai pasar, atau nilai penawaran. Konsep beban ini didukung dengan dua konsep lain, yaitu:

1)

Konsep objektivitas, yang melandaskan pencatatan dan pembukuan laporan akuntansi pada bukti objektif.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 2) Konsep unit pengukuran, yang mensyaratkan data keuangan dicatat dalam satuan

2)

Konsep unit pengukuran, yang mensyaratkan data keuangan dicatat dalam satuan mata uang.

2. Periode Akuntansi

Periode akuntansi BLU-BBIA adalah satu tahun, dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.

3. Karakteristik Sistem Akuntansi Keuangan BLU

Sistem akuntansi keuangan BLU memiliki karakteristik :

o

basis akuntansi yang digunakan pengelolaan keuangan BLU adalah basis akrual;

o

sistem akuntansi dilaksanakan dengan metode pembukuan berpasangan; dan

o

sistem akuntansi BLU disusun dengan berpedoman pada prinsip pengendalian intern sesuai praktek bisnis yang sehat.

4. Kebijakan Pelaporan Keuangan

Tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, operasional keuangan, arus kas BLU yang bermanfaat bagi para pengguna laporan keuangan dalam membuat dan mengevaluasi keputusan ekonomi.

Pelaporan keuangan BLU-BBIA harus mempertimbangkan menyajikan secara wajar dan mengungkapkan secara penuh kegiatan BLU dan sumber daya ekonomis atau kekayaan yang dipercayakan, serta menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

III. PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

1.

Pendahuluan

Laporan keuangan BLU-BBIA disusun dengan menggunakan basis akrual, kecuali laporan arus kas dilaporkan dalam basis kas.

Laporan Keuangan BLU BBIA yang menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terdiri atas :

a. Pelaporan Operasional/Laporan Aktivitas

Laporan Aktivitas adalah laporan yang menyajikan informasi tentang kegiatan BLU yang meliputi sumber (pendapatan), alokasi dan pemakaian

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 sumber daya ekonomi (beban) yang dikelola oleh BLU, serta informasi surplus

sumber daya ekonomi (beban) yang dikelola oleh BLU, serta informasi surplus dan defisit aktivitas BLU tahun berjalan.

b. Neraca

Neraca adalah laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan BLU yaitu asset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu.

Neraca menyajikan perbandingan informasi posisi keuangan antara suatu periode akuntansi dan periode akuntansi sebelumnya. Agar perbandingan dapat bermanfaat maka informasi keuangan suatu periode akuntansi harus dilaporkan secara konsisten dengan informasi keuangan periode akuntansi sebelumnya. Apabila terjadi perubahan metode akuntansi harus dituangkan dalam catatan atas laporan keuangan.

c. Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi arus uang tunai masuk dan uang keluar selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Laporan Arus Kas disusun dengan metode langsung (direct method).

Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama periode akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.

2. Kebijakan Akuntansi a. Pendapatan

Pendapatan adalah penambahan manfaat ekonomi yang diperoleh oleh BLU akibat adanya suatu transaksi (jual beli barang/jasa). Pendapatan BLU terdiri dari Pendapatan Usaha dari Jasa Layanan, Hibah, Pendapatan APBN, Pendapatan Usaha Lainnya, Keuntungan Penjualan Aset Non Lancar, Pendapatan dari Kejadian Luar Biasa.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Pengakuan pendapatan :  Pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan

Pengakuan pendapatan :

Pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lainnya diakui pada saat diterima atau hak untuk menagih timbul sehubungan dengan adanya barang/jasa yang diserahkan kepada masyarakat.

Pendapatan dari APBN diakui pada saat pengeluaran belanja dipertanggungjawabkan dengan diterbitkannya SP2D.

Pendapatan Hibah berupa barang diakui pada saat hak kepemilikan berpindah.

Pendapatan Hibah berupa uang diakui pada saat kas diterima oleh BLU.

Pengukuran :

Pendapatan usaha dari jasa layanan dan pendapatan usaha lainnya dicatat sebesar nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima.

Pendapatan dari APBN dicatat sebesar nilai pengeluaran bruto belanja pada SPM/SP2D.

Pendapatan hibah berupa barang dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan.

Pendapatan hibah berupa uang dicatat sebesar jumlah kas yang diterima oleh BLU.

Pengukuran pendapatan diatas menggunakan azas bruto.

b. Beban

Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas bersih.

Beban BLU terdiri atas : Beban Layanan, Beban Umum dan Administrasi, Beban Lainnya, Rugi Penjualan Aset Non Lancar dan Beban dari Kejadian Luar Biasa.

Pengakuan : Beban diakui pada saat terjadinya penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajiban dan dapat diukur dengan tepat.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Pengukuran : Beban dan kerugian dicatat sebesar:  Jumlah kas yang

Pengukuran : Beban dan kerugian dicatat sebesar:

Jumlah kas yang dibayarkan jika seluruh pengeluaran tersebut dibayar pada periode berjalan.

Jumlah beban periode berjalan yang harus dibayar pada masa yang akan datang.

Alokasi sistematis untuk periode berjalan atas beban yang telah dikeluarkan.

Jumlah kerugian yang terjadi.

c. Aset/Aktiva

Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh BLU-BBIA sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh serta dapat diukur dalam satuan uang, dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi aset tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, untuk kegiatan operasional BLU, berupa aliran pendapatan atau penghematan belanja BLU. Aset selanjutnya diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan aset tidak lancar.

Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika aset tersebut:

diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan dalam jangka waktu selama-lamanya 12 bulan; atau

dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan jangka pendek dan diharapkan akan direalisasikan dalam jangka waktu selama-lamanya 12 bulan dari tanggal neraca; atau

berupa kas atau setara kas yang penggunaannya tidak dibatasi.

Aset lancar antara lain kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, beban dibayar di muka, dll.

Suatu Aset dikatakan aset tetap adalah aset berwujud yang :

Dimiliki oleh BLU-BBIA untuk digunakan dalam proses penyediaan jasa, untuk disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014  Untuk digunakan lebih dari satu tahun. Aset Tetap BLU-BBIA antara

Untuk digunakan lebih dari satu tahun.

Aset Tetap BLU-BBIA antara lain : Tanah, Gedung dan Bangunan, Peralatan dan Mesin, Jalan, Irigasi, dan Jaringan, Aset Tetap Lainnya, Konstruksi dalam Pengerjaan.

d. Kewajiban

Kewajiban adalah hutang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi BLU. Karakteristik kewajiban adalah bahwa BLU mempunyai kewajiban (obligation) masa kini.

Kewajiban diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan dibayar/diselesaikan atau jatuh tempo dalam waktu selama-lamanya 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. Semua kewajiban lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek merupakan kewajiban jangka panjang.

e. Ekuitas

Ekuitas adalah hak residual BLU atas aset setelah dikurangi seluruh kewajiban yang dimiliki. Ekuitas BLU terdiri atas ekuitas tidak terikat, ekuitas terikat temporer, dan ekuitas terikat permanen.

Ekuitas tidak terikat adalah ekuitas berupa sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu.

Ekuitas terikat temporer adalah ekuitas berupa sumber daya ekonomi yang penggunaannya dan/atau waktunya dibatasi untuk tujuan tertentu dan/atau jangka waktu tertentu oleh pemerintah atau donatur.

Ekuitas terikat permanen adalah ekuitas berupa sumber daya yang penggunaannya dibatasi secara permanen untuk tujuan tertentu oleh pemerintah/donantur.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 3. Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Aktivitas Pendapatan Pendapatan BLU pada Tahun

3. Penjelasan atas Pos-Pos Laporan Aktivitas

Pendapatan Pendapatan BLU pada Tahun 2014 adalah sebesar Rp 42.541.111.061,- yang terdiri dari :

Pendapatan Jasa Pelayanan :

Pendapatan Jasa Layanan yang dicatat secara akrual sebesar Rp 23.007.731.708,- yaitu terdiri dari :

   

Nilai Pendapatan (Rp)

No.

Jenis Pendapatan

Tahun 2014

Tahun 2013

1.

Jasa Pengujian

14.663.954.023

14.081.463.333

2.

Jasa Kalibrasi

2.650.948.500

1.714.642.000

3.

Jasa Pelatihan

1.404.697.187

2.253.262.000

4.

Jasa Standardisasi

115.000.000

251.616.900

5.

Jasa Konsultasi

444.860.000

291.450.000

6.

Jasa Sertifikasi

3.250.575.998

2.849.153.604

7.

Jasa RBPI

101.250.000

449.857.000

8.

Kerjasama Litbang

72.540.000

136.933.493

9.

Jasa Layanan Lain

303.906.000

246.546.000

 

Jumlah

23.007.731.708

22.274.924.330

Jika dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu (2013) terjadi kenaikan sebesar Rp 732.807.378 atau 3,29%. Kenaikan Jumlah pendapatan tersebut dikarenakan adanya kenaikan pada beberapa jasa layanan khususnya pada Jasa Pengujian, Kalibrasi dan Sertifikasi. Sementara untuk rincian penerimaan tunai (basis kas) dapat dilihat pada penjelasan Laporan Arus Kas.

Pendapatan APBN

Pendapatan dari APBN dihitung berdasarkan SPM/SP2D yang telah diterbitkan pada Tahun 2014 adalah sebesar Rp 18.880.933.982,- yang merupakan penerimaan untuk kegiatan operasional & Investasi yang didanai dari Rupiah Murni. Pendapatan APBN tersebut terdiri dari kegiatan operasional sebesar Rp 18.783.660.982,- dan kegiatan investasi sebesar Rp 97.273.000,-.

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014  Pendapatan Lain-lain Pendapatan lain-lain pada Tahun 2014 yang merupakan pendapatan

Pendapatan Lain-lain

Pendapatan lain-lain pada Tahun 2014 yang merupakan pendapatan dari jasa giro bank dan legalisir hasil uji adalah sebesar Rp 652.445.371,-.

Beban-Beban

1)

Beban Layanan Merupakan beban-beban yang terkait dengan pelayanan teknis BBIA kepada

pelanggan sebesar Rp 12.391.856.428,- yang terdiri dari :

a) Beban Pegawai Beban Pegawai yang terkait dengan pelayanan merupakan honorarium yang dikeluarkan untuk membebani jasa pelayanan teknis pada Tahun 2014 sebesar Rp 3.905.803.100,- dengan rincian sebagai berikut :

     

Sumber Dana

No

Uraian

Tahun 2014

BLU

BLU

(Rp)

Th 2014

Th 2013

   

(Rp)

(Rp)

 

Beban Pegawai JPT (Honorarium)

3.905.803.100

3.905.803.100

4.227.518.750

1

B.Peg.Pengujian

2.268.335.100

2.268.335.100

2.199.506.250

2

B.Peg.Kalibrasi

185.040.000

185.040.000

154.160.000

3

B.Peg.Pelatihan

261.818.000

261.818.000

593.380.000

4

B.Peg.Standarisasi

4.900.000

4.900.000

8.700.000

5

B.Peg.Konsultasi

14.000.000

14.000.000

40.900.000

6

B.Peg.Sertifikasi

1.130.780.000

1.130.780.000

1.051.302.500

7

B.Peg RBPI

6.350.000

6.350.000

34.360.000

8

B.Peg.Krjsma Litbang

8.800.000

8.800.000

110.630.000

9

B.Peg-Pelayanan Lainnya

25.780.000

25.780.000

34.580.000

Jika dibandingkan dengan tahun lalu (2013) terjadi penurunan belanja pegawai layanan sebesar Rp 321.715.650,- atau 7,61%.

b) Beban Bahan; Beban bahan berupa pengeluaran untuk pemakaian bahan kimia, alat gelas, bahan penolong, bahan baku dan bahan pembantu penelitian, pengujian dan jasa layanan lainnya selama Tahun 2014 berjumlah Rp 5.787.465.828,- dengan rincian sebagai berikut :

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014     Sumber Dana No Uraian Tahun 2014 BLU BLU (Rp)
   

Sumber Dana

No

Uraian

Tahun 2014

BLU

BLU

(Rp)

Th 2014

Th 2013

   

(Rp)

(Rp)

 

Beban Bahan

5.787.465.828

5.787.465.828

6.975.013.758

1

B.Bahan Pengujian *)

5.138.776.000

5.138.776.000

5.593.119.408

2

B.Bahan Kalibrasi

90.441.528

90.441.528

70.460.000

3

B.Bahan Pelatihan

358.985.000

358.985.000

747.630.000

4

B.Bahan Standarisasi

5.153.300

5.153.300

4.174.900

5

B.Bahan Konsultasi

4.800.000

4.800.000

4.810.000

6

B.Bahan Sertifikasi

-

-

-

7

B.Bahan RBPI

34.330.000

-

420.505.050

8

B.Bahan Kerjasama Litbang

7.680.000

7.680.000

10.419.400

9

B.Bahan Pelayanan Lainnya

147.300.000

147.300.000

123.895.000

*) Beban Bahan Pengujian adalah pemakaian bahan kimia dan penolong untuk kegiatan pengujian yang dihitung secara akrual sbb :

 

(Rupiah)

Persediaan awal Bahan Kimia 1 Januari 2014

119.317.760

Pembelian bahan kimia Th 2014 (+)

4.895.265.000

Bahan Kimia Tersedia di Gudang

5.014.582.760

Persediaan Akhir 31 Desember 2014 (-)

305.999.260

Pemakaian bahan kimia

4.708.583.500

Pemakaian bahan penolong lainnya (+)

430.192.500

Total Pemakaian Bahan Pengujian

5.138.776.000

Jika dibandingkan dengan tahun lau (2013) terjadi penurunan belanja bahan

layanan sebesar Rp 1.187.547.930,- atau 17%. Penurunan beban paling

besar terjadi pada belanja bahan jasa layanan pelatihan & jasa layanan

RBPI.

c) Beban Jasa Layanan;

Beban jasa layanan merupakan beban yang dikeluarkan untuk jasa profesi

atau jasa pihak ketiga dari masing-masing layanan teknis yang nilainya

sebesar Rp 1.742.080.000,- dengan rincian sebagai berikut:

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014     Sumber Dana No Uraian Tahun 2014 BLU BLU (Rp)
   

Sumber Dana

No

Uraian

Tahun 2014

BLU

BLU

(Rp)

Th 2014

Th 2013

   

(Rp)

(Rp)

 

Beban Jasa JPT

1.742.080.000

1.742.080.000

2.234.554.625

1

B.Jasa Layanan Pengujian

2.665.000

2.665.000

62.700.000

2

B.Jasa Layanan Kalibrasi

-

-

-

3

B.Jasa Layanan Pelatihan

92.900.000

92.900.000

588.188.000

4

B.Jasa Layanan Standarisasi

31.600.000

31.600.000

21.890.000

5

B.Jasa Layanan Konsultasi

304.200.000

304.200.000

205.800.000

6

B.Jasa Layanan Sertifikasi

1.268.450.000

1.268.450.000

1.188.450.000

7

B.Jasa Layanan RBPI

14.850.000

14.850.000

9.000.000

8

B.Jasa Kerjasama Litbang

6.615.000

6.615.000

137.221.625

9

B.Jasa Pelayanan Lainnya

20.800.000

20.800.000

21.305.000

Jika dibandingkan dengan tahun lalu (2013) terjadi penurunan belanja jasa layanan sebesar Rp 492.474.625,- atau 22%. Penurunan paling besar terjadi pada belanja bahan jasa layanan pelatihan & jasa kerjasama litbang.

d) Beban Perjalanan Beban perjalanan selama Tahun 2014 yang terkait dengan jasa pelayanan teknis sebesar Rp 956.507.500,- dengan rincian sbb :

   

Sumber Dana

 

No

 

Uraian

Tahun 2014

BLU

 

BLU

(Rp)

Th 2014

Th 2013

   

(Rp)

(Rp)

 

Beban Perjalanan JPT

956.507.500

956.507.500

 

898.321.930

1

B.

Perjalanan Pengujian

81.804.900

81.804.900

92.553.300

2

B.

Perjalanan Kalibrasi

734.532.300

734.532.300

471.422.430

3

B.

Perjalanan Pelatihan

104.296.000

104.296.000

210.034.000

4

B.

Perjalanan Standarisasi

18.580.000

18.580.000

20.660.000

5

B.

Perjalanan Konsultasi

9.204.300

9.204.300

9.790.000

6

B.

Perjalanan Sertifikasi

-

-

 

-

7

B.

Perjalanan RBPI

2.540.000

2.540.000

 

15.680.000

8

B.

Perjalanan Kerjasama Litbang

5.550.000

5.550.000

73.482.200

9

B.

Perjalanan Lainnya

-

-

4.700.000

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014

Laporan Keuangan BLU Tahun 2014 Beban Perjalanan Layanan Tahun 2014 jika dibandingkan dengan Tahun 2013 mengalami

Beban Perjalanan Layanan Tahun 2014 jika dibandingkan dengan Tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar Rp 58.185.570,-,- atau 6,5%, kenaikan ini terjadi pada perjalanan dinas pegawai dalam rangka kegiatan kalibrasi.

2)

Beban Umum dan Administrasi

Total Beban Umum dan Admistrasi pada Tahun 2014 adalah sebesar Rp 26.261.892.868,-, yang terdiri dari :

a) Beban Pegawai; Beban pegawai merupakan pengeluaran untuk gaji, tunjangan seluruh karyawan BBIA termasuk honorarium Staf Administrasi yang jumlahnya sebesar Rp 16.817.220.396,- dengan rincian sebagai berikut:

       

Sumber Dana

 

No

Uraian

Tahun 2014

BLU

BLU

RM

RM

(Rp)

Th 2014

Th 2013

Th 2014

Th 2013

   

(Rp)

(Rp)

(Rp)

(Rp)

 

Beban Pegawai

16.817.220.396

1.261.560.011

931.975.000

15.555.660.385

9.786.507.795