Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FARMASI FISIKA

KELOMPOK 3
SHIFT A1
SENIN 07.00 - 10.00

Disusun Oleh :

Irfan Fitriansyah 260110150018

Derif Azis Abdullah 260110150019

Nadia Ariati M 260110150025

Kiara Puspa Dhirgantara 260110150026

Alamanda Puspita 260110150027

Nadya Nur P 260110150028

Hani Nuraini 260110150029

Deti Dewantisari 260110150030

Orin Tri Wulan 260110150031

Rieda Nurwulan S 260110150032

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN 2015
VISKOSITAS
Irfan Fitriansyah, Derif Azis A, Nadia Ariati M, Kiara Puspa D, Alamanda
Puspita, Nadya Nur P, Hani Nuraini, Deti Dewantisari, Orin Tri W, Rieda
Nurwulan S

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran


Jalan Raya Bandung Km 21, Jatinangor 45363
Telp. 022 7996200 Fax 022 7796200

Abstrak

Viskositas merupakan suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan dari
aliran yang diberikan oleh suatu cairan. Dalam praktikum ini, cairan sampel yang
digunakan dibuat sesuai dengan konsentrasi tertentu dan diukur menggunakan
Viskometer Rion dan Viskometer Brookfield. Konsentrasi yang digunakan adalah
sebesar 2,5% dan 5%. Viskositas akhir yang didapatkan setiap zat dapat dibaca
pada rotor 3. Pada akhir praktikum ini didapatkan kesimpulan yaitu dapat
membuat larutan uji dengan konsentrasi 2,5% dan 5% dan menentukan nilai
viskositas dengan zat yaitu gliserin, akasia, tragakan, Na-CMC.

Kata Kunci : Viskositas, Viskometer Rion

Abstract

Viscosity is a way to express how the durability of streams provided by a


liquid . In this lab , liquid samples used were made in accordance with a particular
concentration and is measured using Rion viscometer and Brookfield viscometer .
The concentration used is 2.5% and 5 % . Final viscosity obtained any substance
can be read on the rotor 3. At the end of this lab work is the conclusion that can
create a test solution with a concentration of 2.5 % and 5 % and determine the
viscosity value with substance a glycerin, an acacia, a tragacanth, a Na - CMC .

Key Word : Viscosity, Rion Viscometer


PENDAHULUAN dalama sifat alir zat cair atau
rheologi. Rheologi merupakan ilmu
Viskositas adalah suatu cara
tentang sifat alir suatu zat. Rheologi
untuk menyatakan berapa daya tahan
terlibat dalam pembuatan,
dari aliran yang diberikan oleh suatu
pengemasan atau pemakaian,
cairan. Kebanyakan viskometer
konsistensi, stabilitas dan
mengukur kecepatan dari suatu
ketersediaan hayati sediaan
cairan mengalir melalui pipa gelas
(Moechtar, 1990).
(gelas kapiler), bila cairan itu
Viskositas yang menyatakan
mengalir cepat maka berarti
besarnya gesekan yang dialami oleh
viskositas dari cairan itu rendah
suatu benda oleh suatu fluida yang
(misalnya air). Dan bila cairan itu
mengalir, makin sulit suatu fluida
mengalir lambat, maka dikatakan
mengalir dan semakin sulit suatu
cairan itu viskositas tinggi.
benda bergerak dalam fluida
Viskositas dapat diukur dengan
tersebut. Satuan SI untuk koefisien
mengukur laju aliran cairan yang
fluida viskositas adalah v s/m2 atau
melalui tabung silinder. Cara ini
pascal sekon ( Pas.S). Zat cair dan
merupakan salah satu cara yang
gas memiliki viskositas hanya saja
paling mudah dan dapat digunakan
zat cair lebih kental dari pada gas
baik untuk cairan maupun gas.
(Budianto,2013).
Menurut poiseulle, jumlah volume
Cairan mempunyai gaya gesek
cairan yang mengalir melalui pipa
yang lebih besar untuk mengalir
per satuan waktu (Dudgale. 1986).
daripada gas, hingga cairan
Viskositas biasanya diterima
mempunyai koefisien viskositas yang
sebagai kekentalan atau penolakan
lebih besar daripadagas. Viskositas
terhadap penuangan. Viskositas
gas bertambah dengan naiknya
menggambarkan penolakan dalam
temperatur, sedang viskositas cairan
fluid kepada aliran dapat dipikir
turun dengan naiknya temperatur.
sebagai cara untuk mengukur
Koefisien viskositas gas pada
gesekan fluid. Prinsip dasar
tekanan tidak terlalu besar, tidak
penerapan viskositas digunakan
tergantung tekanan, tetapi untuk
cairan naik dengan naiknya tekanan Faktor- fator yang
(Martin, 1993). mempengaruhi viskositas adalah
Makin tinggi viskositas maka sebagai berikut:
akan semakin besar tahanannya. Bila a. Tekanan
viskositas gas meningkat dengan Viskositas cairan naik
naiknya temperatur, maka viskositas dengan naiknya tekanan,
cairan justru menurun jika sedangkan viskositas gas
temperatur dinaikkan (Martin, 1993). tidak dipengaruhi oleh
Pada hukum aliran viskositas tekanan.
Newton menyatakan hubungan b. Temperatur
antara gaya-gaya mekanika dari Viskositas akan turun
suatu aliran viskos. Geseran dalam dengan naiknya suhu,
viskositas (fluida) adlah konstan sedangkan viskositas gas
sehubungan dengan gesekannya. naik dengan naiknya suhu.
Hubungan tersebut berlaku untuk Pemanasan zat cair
fluida Newtonian, dimana menyebabkan molekul-
perbandingan antara tegangan geser molekulnya memperoleh
(s) dengan kecepatan geser (g) nya energi. Molekul-molekul
konstan. Parameter inilah yang cairan bergerak sehingga
disebut dengan viskositas. Aliran gaya interaksi antar molekul
viskositas dapat digambarkan dengan melemah. Dengan demikian
dua buah bidang tersebut. Suatu viskositas cairan akan turun
bidang permukaan bawah yang tetap dengan kenaikan
dibatasi oleh lapisan fluida setebal h, temperatur.
sejajar dengan permukaan atas itu c. Kehadiran zat lain
ringan, yang berarti tidak Penambahan gula tebu
memberikan beban pada lapisan meningkatkan viskositas air.
fluida dibawahnya, maka tidak ada Adanya bahan tambahan
gaya tekan yang berkerja pada seperti bahan suspensi
lapidan fluida. (Dudgale, 1986). menaikkan viskositas air.
Pada minyak ataupun
gliserin adanya penambahan Cairannya mengalir
air akan menyebabkan mengikuti aturan-aturan
viskositas akan turun karena viskositas.
gliserin maupun minyak b. Non Newtonian
akan semakin encer, waktu Aturannya tidak mengikuti
alirnya semakin cepat. aturan viskositas. Cairan
d. Ukuran dan berat molekul biasanya memiliki ukuran
Viskositas naik dengan molekul yang paling besar
naiknya berat molekul. atau mempunyai struktur
Misalnya laju aliran alkohol tambahan, misalnya koloid.
cepat, larutan minyak laju Untuk mengalirkan cairan
alirannya lambat dan bukan cairan Newton
kekentalannya tinggi serta sehingga diperlukan
laju aliran lambat sehingga tambahan gaya atau jika
viskositas juga tinggi. perlu memecah strukturnya
e. Berat molekul (Wiroatmojo, 1988).
Viskositas akan naik jika Cara menentukan viskositas
ikatan rangkap semakin suatu zat menggunakan alat yang
banyak. dinamakan viskometer. Ada
f. Kekuatan antar molekul beberapa tipe viskometer yang biasa
Viskositas air naik denghan digunakan antara lain Viskometer
adanya ikatan hidrogen, Brookfield. Pada viscometer ini nilai
viskositas CPO dengan viskositas didapatkan dengan
gugus OH pada mengukur gaya puntir sebuah rotor
trigliseridanya naik pada silinder (spindle) yang dicelupkan ke
keadaan yang sama (Bird, dalam sample. Viskometer
1987). Brookfield memungkinkan untuk
Berdasarkan hukum Newton mengukur viskositas dengan
tentang sifat alir cairan, maka tipe menggunakan teknik dalam
aliran dibedakan menjadi 2, yaitu: viscometry. Alat ukur kekentalan
a. Newtonian (yang juga dapat disebut
viscosimeters) dapatmengukur spatula, Viskometer Brookfield LV
viskositas melalui kondisi aliran dan Viskotester Rion.
berbagai bahan sampel yang diuji. Bahan : Selain itu bahan
Untuk dapat mengukur viskositas yang digunakan, aquades, akasia,
sampel dalam viskometer Brookfield, gliserin, Na-CMC dan tragakan.
bahan harus diam didalam wadah
sementara poros bergerak sambil
direndam dalam cairan (Atkins
1994).
Viskometer Brookfield
merupakan salah satu viscometer
yang menggunakan gasing atau
kumparan yang dicelupkan kedalam
zat uji dan mengukur tahanan gerak
dari bagian yang berputar. Tersedia
kumparan yang berbeda untuk
rentang kekentalan tertentu, dan
umumnya dilengkapi dengan
kecepatan rotasi. Prinsip kerja dari
viscometer Brookfield ini adalah
semakin kuat putaran semakin tinggi
viskositasnya sehingga hambatannya
semakin besar (Moechtar,1990).

METODE
Alat : Alat yang digunakan
Gambar alat praktikum
pada praktikum kali ini adalah
Untuk menentukan viskositas
batang pengaduk, gelas kimia, gelas
dari suatu sampel harus dibuat
ukur, kertas perkamen, mortir dan
terlebih dahulu larutan uji. Larutan
alu, neraca analitik, pipet tetes,
sampel yang akan diuji yaitu akasia,
gliserin, Na-CMC dan tragakan.
Masing-masing dari larutan uji visikositasnya. Sedangkan pada
tersebut dibuat dalam konsentrasi viskotester Rion yang harus
2,5% dan 5%. Setelah itu, sampel dilakukan pertama kali adalah rotor
ditentukan viskositasnya dengan harus disesuaikan. Pada praktikum
menggunakan viskometer Brookfield ini, rotor yang digunakan pada setiap
LV dan viskotester Rion. Dalam sampel yaitu rotor 1, rotor 2 dan
menggunakan viskometer Brookfield rotor 3. Kemudian, viskositas larutan
yang harus dilakukan pertama kali sampel sudah dapat ditentukan
yaitu kecepatannya diatur pada rpm dengan membaca hasil viskositas
3, 6, 12, 30, 60. Kemudian, spindel yang tertera pada Viskotester Rion.
diatur setelah itu dibaca dan dihitung
HASIL dan PEMBAHASAN
1.1. Tabel Pengamatan Viskometer Rion

No. Zat Konsentrasi Volume Viskositas (dPa.S)


total
1. Na 2,5 % 200 ml Rotor 1 = 0; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,65
CMC 5% 200 ml Rotor 1 = 4,5; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,95
2. Akasia 2,5 % 200 ml Rotor 1 = 0; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,45
5% 200 ml Rotor 1 = 0; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,5
3. Tragakan 2,5 % 200 ml Rotor 1 = 0; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,5
5% 200 ml Rotor 1 = 0; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,65
4. Gliserin 2,5 % 200 ml Rotor 1 = 0; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,4
5% 200 ml Rotor 1 = 0; rotor 2 = 0; rotor 3 = 0,4
1.2.Grafik Viskometer Rion

Grafik Viskositas Terhadap Konsentrasi


1
0,9
0,8
Viskositas ( Rotor 3)

0,7
Na-CMC
0,6
0,5 Akasia
0,4 Tragakan
0,3
Gliserin
0,2
0,1
0
Konsentrasi 2,5 % Konsentrasi 5 %

1.3.Tabel Pengamatan Viskometer Brookfield


RPM Akasia Tragakan Na-CMC
6 1500 1600 800 820 1000 1100
12 1200 1100 700 810 780 810
30 880 920 780 800 600 680
60 670 700 800 700 400 460
100 450 810 210
1.4.Grafik Viskometer Rion

Grafik Viskositas Terhadap RPM


1800
1600
1400
1200
Viskositas

1000
Akasia
800
Tragakan
600
400 Na-CMC
200
0
0 20 40 60 80 100 120
RPM
1.5. Perhitungan
= Pembuatan Larutan Uji
200 2,5
Konsentrasi 2,5% = = 5 gram
100
5 gram dalam 200 ml aquades
200 5
Konsentrasi 5% = = 10 gram
100
10 gram dalam 200 ml aquades
2. 1.3 Grafik Tegangan Permukaan

Rheologi adalah ilmu yang Dalam percobaan ini,


mempelajari tentang aliran cairan dilakukan pengukuran viskositas
dan deformasi. Rheologi erat menggunakan viskometer brokfield
kaitannya dengan viskositas. dan viskometer rion. Pada
Viskositas merupakan suatu viscometer ini nilai viskositas
pernyataan tahanan dari suatu cairan didapatkan dengan mengukur gaya
untuk mengalir; semakin tinggi puntir sebuah rotor silinder (spindle)
viskositas, semakin besar tahanannya yang dicelupkan ke dalam sample.
untuk mengalir. Viskositas Viskometer Brookfield
dinyatakan dalam symbol memungkinkan untuk mengukur
viskositas dengan menggunakan
Pada cairan Newton
teknik dalam viscometry. Alat ukur
hubungan antara kecepatan geser dan
kekentalan (yang juga dapat disebut
tekanan geser memiliki hubungan
viscosimeters) dapat mengukur
linear dengan suatu tetapan yang
viskositas melalui kondisi aliran
dikenal dengan viskositas atau
berbagai bahan sampel yang diuji.
koefisien viskositas. Namun
Untuk dapat mengukur viskositas
demikian, pada cairan Non Newton,
sampel dalam viskometer Brookfield,
kedua besaran tersebut tidak
bahan harus diam didalam wadah
memiliki hubungan linear dengan
sementara poros bergerak sambil
perkataan lain viskositasnya akan
direndam dalam cairan.
berubah-ubah tergantung dari
besarnya tekanan yang diberikan.
Pada metode ini sebuah viskositas dari setiap bahan yang
spindle dicelupkan ke dalam cairan digunakan. Alat yang digunakan
yang akan diukur viskositasnya. untuk menentukan nilai viskositas
Gaya gesek antara permukaan pun memiliki prinsip kerja yang
spindle dengan cairan akan berbeda.
menentukan tingkat viskositas cairan.
Dalam menentukan
Viskometer Rion digunakan viskositas, digunakan dua alat
untuk mengukur suatu cairan yang penentu viskositas yaitu viscometer
memiliki viskositas tinggi. Memiliki Brookfield dan viskotester rion.
rentang ukuran 30 sampai 400.000 Viskometer Brookfield adalah
mPa's (cP). Hal tersebut cocok dan viscometer yang dapat digunakan
nyaman pada satu tangan. Dengan untuk menentukan viskositas cairan
menggunakan baterai kering sebagai newton maupun nonnewton. Prinsip
sumber tegangan. Dan dapat kerja dari viscometer ini yaitu
membaca viskositas dengan segera dengan menggunakan gasing atau
setrelah diaktifkan. kumparan (spindle) yang dicelupkan
kedalam cairan uji, spidle digerakkan
Dalam praktikum kali ini
oleh motor sinkron melalui pegas
telah dilakukan penentuan viskositas
yang dikalibrasi sehingga tahan
dengan menggunakan alat penentu
gerak dari bagian yang berputar bisa
viskositas yaitu viscometer
terukur. Dengan demikian, viskositas
Brookfield dan viskotester Rion.
cairan bisa ditentukan. Adapun
Bahan yang digunakan dalam
viskotester rion yang prinsip
praktikum ini diantaranya, air,
kerjanya menggunakan rotor,
akasia, gliserin, Na-CMC, Tilosa,
sehingga tergantung terhadap jumlah
dan tragakan. Setiap bahan memiliki
sample yang digunakan disesuaikan
nilai viskositas yang berbeda, maka
dengan rotornya.
dari itu dalam penentuan viskositas
kali ini, kami menggunakan berbagai Untuk bahan yang digunakan
macam bahan untuk dijadikan dalam praktikum kali ini salah
sebagai perbandingan atau parameter satunya adalah air, air disini
digunakan sebagai pelarut yang ukuran yang berbeda. Rotor
digunakan untuk melarutkan bahan- digunakan utnuk mengukur
bahan yang akan diukur nilai kekentalan suatu cairan Semakin
viskositasnya. Hal yang pertama kecil ukuran rotor maka samakin
dilakukan yaitu dengan membuat kental suatu cairan, sebaliknya
larutan cairan uji yaitu terdapat 4 semakin besar ukuran rotor maka
larutan uji, diantaranya Na-CMC, semakin kecil kekentalan suatu
akasia, tragakan, dan gliserin. cairan. Dalam penentuan viskositas
Masing-masing konsentrasi dari zat kali ini, kami menggunakan ketiga
tersebut adalah 2,5% dan 5%. Untuk jenis rotor untuk setiap sampel
konsentrasi 2,5% ditimbang sehingga dapat membandingkan
sebanyak masing-masing 5 gram dari viskositas antar larutan.
zat tersebut, sedangkan utnuk
Ketika rotor dicelupkan ke
konsentrasi 5% ditimbang masing-
dalam larutan, larutan harus tercelup
masing sebanyak 10 gram dari
sampai fluid mark dan rotor tidak
masing-masing zat tersebut
boleh mencapai dasar hingga
dilarutkan. Setelah dilarutkan maka
menyentuh cawan tempat sampel
larutan tersebut siap untuk diuji
karena akan mempengaruhi skala
viskositasnya.
dari rotor tersebut sehingga akan
Setelah masing-masing menyebabkan nilai viskositas tidak
larutan telah siap maka dilakukan akurat. Dalam penggunaan
penentuan viskositas dengan viskotester rion harus
menggunakan viskotester rion, untuk memperhatikan level gaug dari
penentuan viskositas dengan viskotester rion tersebut dengan
menggunakan viscometer Brookfield menstabilkan level gaug sehingga
tidak dilakukan dikarenakan alat gelembung berada tepat di tengah,
viscometer Brookfield rusak dan setelah stabil maka penentuan
tidak dapat digunakan. Viskotester viskositas bisa dilakukan. Ketika
rion memiliki 3 jenis rotor masing- rotor mulai berputar maka jarum
masing rotor tersebut memiliki pada rotor scale akan bergerak.
Apabila menggunakan rotor nomor 1 arah kecenderungan benda akan
maka rotor scale yang dilihat adalah bergerak, Sehingga diperlukan usaha
rotor scale 1 begitupun dengan atau gaya yang besar untuk memutar
penentuan viskositas dengan rotor cairan dengan viskositas yang besar.
nomor 2 dan nomor 3, apabila Hal ini dikarenakan ketika zat cair
menggunakan rotor nomo 2 maka dikenakan terhadap spindel maka
rotor scale yang dilihat adalah rotor pergerakan spindel akan
scale nomor, apabila rotor yang terhambat,jadi semakin kecil spindel
digunakan adalah rotor nomor 3 maka semakin kecil hambatannya.
maka rotor scale yang dilihat adalah Sehingga diperlukan spindel yang
nomor 3. Dengan demikia, kita kecil untuk zat cair yang
dapat mencatat nilai viskositas dan viskositasnya besar, karena hanya
mengetahui nilai masing-masing sedikit usaha yang diperlukan untuk
viskositas dari larutan uji dengan memutar zat cair tersebut, sedangkan
konsentrasi yang telah ditentukan. untuk zat cair yang encer digunakan
Nilai viskositas dari masing-masing spindel yang besar, karna
larutan dapat dilihat pada table data usaha yang diperlukan kecil.
pengamatan.
Dari hasil percobaan, data
Data dari praktikum yang diperoleh pada rotor 1 dan 2
viskositas ini diperoleh dari bernilai 0, sedangkan pada rotor 3
pergerakan jarum yang ditunjukan menghasilkan variasi hasil
pada spektometer. Pergerakan jarum bergantung zat yang di ujinya. Hasil
pada viskometer terjadi karena yang diperoleh pada beberapa sampel
adanya gaya gesek antara gaya yang digunakan, dapat dilihat dari
gesekan antara spindel dengan grafiknya menunjukkan hubungan
permukaan cairan sehingga jika antara viskositas dengan kosentrasi
cairan yang diukur kental maka sampel, grafik tersebut menunjukkan
jarum akan menunjukan nilai yang bahwa semakin tinggi konsentrasi
tinggi. Gaya gesek adalah gaya yang suatu cairan, maka semakin tinggi
berarah melawan gerak benda atau pula viskositas cairan tersebut. Pada
grafik tersebut menunjukkan pula Moechtar. 1990. Farmasi Fisik.
penggunaan rotor pada viskotester Yogyakarta : UGM-press.
Rion. Rotor nomor 3 lebih besar Wiroatmojo. 1988. Kimia Fisika.
viskositasnya dibandingkan dengan Jakarta: Depdikbud.
rotor nomor 1.

Dari hasil percobaan ini dapat


diketahui bahwa suatu cairan yang
memiliki konsentrasi lebih tinggi,
maka viskositas dari cairan tersebut
semakin tinggi pula. Hal ini karena
pada konsentrasi yang lebih tinggi
zat yang terdapat dalam cairan
tersebut semakin banyak sehingga
kekentalannya pun semakin tinggi.

Daftar Pustaka
Atkins, P.W. 1994. Kimia Fisika
Jilid I. Jakarta : Erlangga.
Bird, Tony. 1993. Kimia Fisik untuk
Universitas. Jakarta : PT
Gramedia.
Budiyanto.2013. Viskositas.
Available at
www.budisma.web.id [Diakses
pada tanggal 12 Maret 2016].
Dudgale. 1986. Mekanika Fluida
Edisi 3. Jakarta : Erlangga.
Martin, A. 1993. Farmasi Fisika,
Edisi II, Jilid 3. Jakarta: UI
Press.
Lampiran

Viskometer Rion Uji viskositas dengan akasia

Bahan yang digunakan

Uji viskositas dengan Na-CMC

Uji viskositas dengan tragakan

Uji viskositas dengan gliserin