Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

BAKTERIOLOGI
Pewarnaan Gram

Nama : NOVITASARI
Nim : 16 3145 353 107
Kelompok : IV
Oleh : Nirmawati Angria,S.Si.,M.Kes

Kelas C
D IV Analis Kesehatan
STIKes Mega Rezky Makassar
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bakteri memiliki beberapa bentuk yaitu basil (tongkat), kokus, dan
spirilum. Bakteri yang berbentuk tongkat maupun kokus dibagi menjadi
beberapa macam. Pada bentuk basil pembagiannya yaitu basil tunggal,
diplobasil, dan tripobasil. Sedangkan pada kokus dibagi monokokus (satu
buah bakteri berbentuk kotak), diplococcus, sampai staphylococcus
(bentuknya mirip buah anggur. Khusus pada spirul hanya dibagi 2 yaitu
setengah melengkung dan tidak melengkung.
Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Teknik
pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Bakteri
gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif
berwarna merah. Hal ini bertujuan untuk memberikan warna pada bakteri pada
akhirnya dapat diidentifikasi dengan mudah. Selain itu, ada endospore yang
bisa diwarnai. Endospora adalah organisme yang dibentuk dalam kondisi yang
stres karena kurang nutrisi, yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut
di lingkungan sampai kondisi menjadi baik.
Teknik pewarnaan gram haruslah sesuai prosedur karena dapat
mengakibatkan kesalahan identifikasi data apakah gram positif atau gram
negatif sehingga diperlukan adanya praktikum ini dilakukan agar mengetahui
jalannya mekanisme pewarnaan gram. Habitat endospora bakteri ini adalah
tanah. Mikroba tersebut dalam bentuk spora yang kekurangan nutrisi.
Organisme ini dapat menghasilkan antibiotik selama sporulation. Contohnya
polymyxin, difficidin, subtilin, dan mycobacillin. Banyak dari mikroba
Bacillus dapat menurunkan Polymers seperti protein, pati, dan pektin,
sehingga bakteri ini merupakan penyumbang penting kepada siklus karbon
dan nitrogen. Akan tetapi apabila terkontaminasi, dapat menyebabkan
pembusukan. Berdasarkan pewarnaan sel vegetatif didapatkan warna
kemerahan dan warna endosporanya adalah hijau.
B. TUJUAN
1. Untuk mengetahui perbedaan bakteri gram positif dan negative.
2. Untuk mengetahui prinsip kerja bakteri gram.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pewarnaan Diferensial (Gram)
Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk
membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram positif dan
gram negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. Metode ini
diberi nama berdasarkan penemunya, ilmuwan Denmark Hans Christian Gram
(18531938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk
membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae. Bakteri
Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu
pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat
warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram
negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain)
ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram negatif
menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk
mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding
sel mereka.
1. Bakteri Gram Negatif
Bakteri gram negative adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat
warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram positif akan
mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alcohol, sementara
bakteri gram negative tidak.
2. Bakteri gram positif
Bakteri gram positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil
ungu sewaktu proses pewarnaan Gram. Bakteri jenis ini akan berwarna biru
atau ungu di bawah mikroskop, sedangkan bakteri gram negative akan
berwarna merah muda. Perbedaan klasifikasi antara kedua jenis bakteri ini
terutama didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel bakteri .
Bakteri gram negatif memiliki 3 lapisan dinding sel. Lapisan terluar yaitu
lipoposakarida (lipid) kemungkinan tercuci oleh alkohol, sehingga pada saat
diwarnai dengan safranin akan berwarna merah. Bakteri gram positif
memiliki selapis dinding sel berupa peptidoglikan yang tebal. Setelah
pewarnaan dengan kristal violet, pori-pori dinding sel menyempit akibat
dekolorisasi oleh alkohol sehingga dinding sel tetap menahan warna biru.
Sel bakteri gram positif mungkin akan tampak merah jika waktu
dekolorisasi terlalu lama. Sedangkan bakteri gram negatif akan tampak ungu
bila waktu dekolorisasi terlalu pendek
3. Perbedaan bakteri gram positif dan negative
Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat
warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna
merah bila diamati dengan mikroskop. Sedangkan gram positif akan akan
berwarna ungu. Bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus hanya
mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal
berupa peptidoglikan. Sekitar 90 % dari dinding sel tersebut tersusun atas
peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat.
Di sisi lain, bakteri gram negatif memiliki sistem membran ganda dimana
membran plasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel. Bakteri ini
mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan, yang terletak di antara
membran dalam dan membran luar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
gambar berikut.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan sifat yang dapat dijumpai antara bakteri
gram positif dan bakteri gram negatif:

Perbedaan Bakteri gram positif Bakteri gram negatif


Dinding sel:Lapisan Lebih tebal (20%- Lebih tipis (<20%)
peptidoglikanKadar 40%)
lipid
Resistensi terhadap Tidak larut Larut
alkali(1 % KOH)
Kepekaan terhadap Lebih peka Kurang peka
Iodium
Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin
Bentuk sel Bulat, batang atau Bulat, ova, batang lurus
filament atau melingkar seperti
tanda koma, heliks atau
filament, beberapa
mempunyai selubung atau
kapsul
Reproduksi Pembelahan biner Pembelahan biner,
kadang-kadang
pertunasan
Metabolisme Kemoorganoheterotrof Fototrof,
kemolitoautotrof, atau
kemoorganoheterotrof
Resistensi terhadap Lebih tahan Lebih peka
tellurit
Sifat tahan asam Ada yang tahan asam Tidak ada yang tahan
asam
Kepekaan terhadap Lebih peka Kurang peka
penisilin
Kepekaan terhadap Tidak peka Peka
streptomisin
Motilitas Kebanyakan nonmotil, Motil atau nonmotil.
bila motil tipe Bentuk flagella dapat
flagelanya adalah bervariasi
petritikus
(petritrichous)
Anggota tubuh Biasanya tidak Dapat memiliki pili,
memiliki apandase fimbriae, tangkai
Endospora Beberapa grup dapat Tidak dapat membentuk
membentuk endospora endospore
Penghambatan warna Lebih dihambat Kurang dihambat
basa
Kebutuhan nutrien Kompleks Relatif sederhana
Ketahanan terhadap Lebih tahan Kurang tahan
perlakuan fisik

Bakteri yang termasuk ke dalam bakteri gram positif di antaranya:

a. Staphylococcus

b. Streptococcus

c. Enterococcus
d. Bacillus

e. Corynebacterium

f. Nocardia

g. Clostridium

h. Actinobacteria

i. Listeria

Sedangkan bakteri yang termasuk ke dalam bakteri gram negatif jenis-


jenisnya yaitu:

a. Enterobactericeae (Escherichia coli, Salmonella, Shigella)

b. Pseudomonas

c. Moraxella

d. Helicobacter

e. Stenotrophomas

f. Bdellovibrio

g. Bakteri asam laktat

h. Legionella

i. Cyanobacteria

j. Sprichaeta
k. Green sulfur & non-sulfur bacteria

l. Alpha-proteobacteria (Wolbachia)
BAB III
METODOLOGI
A. WAKTU DAN TEMPAT PRAKTIKUM
Sabtu,15 April 2017 Pukul:08.00-14.00 WITA di Labolatorium
mikrobiologi STIKes Mega Rezky Makasar.
B. ALAT DAN BAHAN
a. Alat
1) Objek glass
2) Ose
3) Bunsen
4) Gegep kayu
5) Rak pewarnaan
6) Mikroskop
b. Bahan
1) Media pertumbuhan bakteri/spigmen
2) NaCl 0,9%
3) aquadest
4) Kristal violet
5) Lugol
6) Alcohol 96%
7) Air fuksin
8) Tissue
C. PRINSIP KERJA
1) Dinding sel bakteri gram positif memiliki peptidoglikan yang tebal
sehingga akan terbentuk persenyawaan kompleks Kristal violet yang tidak
larut dalam pemucat(alcohol 96%) sehingga tetap berwarna ungu.
2) Dinding sel bakteri gram negative memiliki lipoprotein yang tebal, lipid
akan akan larut dalam pemucat(alcohol 96%),sehingga pori-pori dinding
sel membesar dan meningkatkan daya larut kompleks Kristal violet dan
akan menyerap zat warna yang terakhir(air fuksin) sehingga berwarna
merah.
D. PROSEDUR KERJA
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose sampai pangkal menggunakan api bungsen.
3) Ditambahkan NaCL 0,9 % ke objek glass sebanyak 1 tetes apabila media
padat.
4) Diambil bakteri sebanyak 1-2 ose kemudian diletakkan ke objek glass
dengan cara seperti baygon.
5) Difiksasi kaca preparat sebanyak 3 kali.
6) Ditambahkan 2-3 tetes Kristal violet,kemudian diamkan selama 2 menit.
7) Dicuci air mengalir.
8) Ditambahkan 2-3 tetes lugol,kemudian diamkan selama 1-2 menit.
9) Dicuci air mengalir.
10) Ditambahkan 2-3 tetes alcohol 96%,kemudiankan diamkan selama 30
detik.
11) Dicuci air mengalir.
12) Ditambahkan 2-3 tetes air fuksin,kemudian diamkan selama 1 menit.
13) Dicuci air mengalir.
14) Dikeringakan di atas tissue kering.
15) Diamati menggunakan mikroskop.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
Bahan Ose dipijarkan Diambil bakteri Difiksasi

Kristal violet Lugol Alkohol 96% Air fuksin


CAM Dikeringkan Diamati Hasil

B. PEMBAHASAN
Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode empiris untuk
membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram positif
dan gram negatif, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka.
Pada praktikum kali ini, dilakukan pewarnaan gram yang sangat berguna
dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi, karena
merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Dimana
pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikannya.
Dalam praktikum ini langkah awal yang harus dialakukan adalah
mensuspensi objek glass menggunakan NaCL 0,9% sebanyak 1 tetes agar
tidak terjadi penggumpalan karena media yang digunakan adalah media
padat(jika media cair tidak perlu) kemudian mengambil bakteri/spigme dari
media padat menggunakan ose yang sudah dipijarkan sebanyak 1-2 ose
dengan cara seperti baygon di objek glass dengan cara aseptik. Setelah itu
difiksasi di atas api bungsen sebanyak 3 kali yang bertujuan agar bakteri
melekat pada permukaan objek glass. Selanjutnya, ditambahkan Kristal violet
sebanyak 2-3 tetes sebagai zat warna pertama yang akan mewarnai seluruh
permukaan sel bakteri gram positif dan negative lalu dicuci air mengalir dan
diamkan selama 2 menit, Kemudian ditambahkan lugol sebanyak 2-3 tetes dan
didiamkan selama 1-2 menit lalu dicuci air mengalir,lugol berfungsi sebagai
perekat antara bakteri dengan Kristal violet.Kemudian ditambahkan alcohol
96% sebanyak 2-3 tetes dan diamkan selama 30 detik dan dicuci air
mengalir,alcohol 96% berfungsi sebagai pelarut/peluntur pada warna lugol
dan Kristal violet di bakteri.
Apabila bakterinya gram positif maka tetap berwarna ungu karena
memiliki peptidoglikan yang tebal sehingga pori-pori bakterinya susah
ditembusi oleh pemucat(alcohol 96%).Sedangkan apabila bakterinya gram
negative maka akan larut oleh pelarut(alcohol 96%) karena memiliki
lipoprotein yang tebal,lipid mudah larut dalam pelarut sehingga pori-pori
dinding sel bakteri gram negative membesar dan meningkatkan daya larutnya.
Setelah itu ditambahkan lagi air fuchsin sebanyak 2-3 tetes kemudian diamkan
selama 1 menit dan dicuci air mengalir.Air fuksin akan diserap oleh bakteri
gram negative yang luntur oleh pemucat sehingga berwarna merah,tetapi
bakteri gram positif tetap berwarna ungu.
Setelah semua prosedurnya selesai diamati di atas mikroskop dengan
pembesaran 40 kali dan 100 kali.Namun, pada pembesaran 100 kali kita
menambahkan oil emersi yang berfungsi sebagai penjelas di mikroskop. Pada
praktikum ini kami memdapatkan bentuk bakteri coccus pada pembesaran 40
kali.
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Bakteri gram positif akan tetap berwarna ungu walaupun sudah
ditambahkan air fuksin karena memiliki peptidoglikan yang tebal sehingga
tidak larut dalam pemucat,sedangkan bakteri gram negative akan berwarna
merah karena memiliki petidoglikan yang tipis dan memiliki lipoprotein
yang tebal sehingga akan larut pada pemucat.
2. Dinding sel bakteri gram positif memiliki peptidoglikan yang tebal
sehingga akan terbentuk persenyawaan kompleks Kristal violet yang tidak
larut dalam pemucat(alcohol 96%) sehingga tetap berwarna
ungu.Sedangkan,dinding sel bakteri gram negative memiliki lipoprotein
yang tebal, lipid akan akan larut dalam pemucat(alcohol 96%),sehingga
pori-pori dinding sel membesar dan meningkatkan daya larut kompleks
Kristal violet dan akan menyerap zat warna yang terakhir(air fuksin)
sehingga berwarna merah.
B. SARAN
1. Menggunakan APD.
2. Melakukan praktikum secara aseptic.
3. Mencuci zat warna dengan air mengalir.
DAFTAR PUSTAKA
Angria Nirmawati.2017.Penuntun bakteriologi I.Makassar: STIKes Mega
Rezky
Hidayati Rahayu.2013.Pewarnaan Bakteri Gram. https://www.academia.edu.
diakses 25 oktober 2013.
Nydia Venny.2016.Perbedaan Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif.
Semarang: Universitas Muhammadiyah.