Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATAKULIAH METODOLOGI PENELITIAN

Oleh :

Irvan Fauzi (3334141150)

JURUSAN TEKNIK METALURGI FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2017

PENGARUH KONSENTRASI INHIBITOR EKSTRAK DAUN KAKAO


(Theobroma cacao) TERHADAP LAJU KOROSI BAJA HARDOX 4501]

1.1 Latar Belakang


Korosi didefinisikan sebagai kerusakan atau kemunduran sifat-sifat
yang dimiliki material karena bereaksi dengan lingkungan di sekitarnya [2].
Korosi tidak dapat dihentikan, namun dapat dikurangi dengan berbagai cara.
Salah satu cara untuk mengurangi laju korosi adalah dengan penggunaan
inhibitor. Inhibitor korosi merupakan zat kimia yang ketika ditambahkan
dalam konsentrasi kecil ke suatu lingkungan dapat memperlambat terjadinya
korosi[8]. Sejauh ini penggunaan inhibitor merupakan salah satu cara yang
paling efektif untuk mencegah korosi, karena biayanya yang relatif murah dan
prosesnya yang sederhana[4].
Inhibitor dapat dibedakan menjadi inhibitor organik dan inhibitor
anorganik[1]. Inhibitor organik adalah inhibitor yang berasal dari bagian
tumbuhan yang mengandung tanin. Tanin merupakan zat kimia yang terdapat
pada daun, akar, kulit, buah, dan batang tumbuhan[3]. Tanin dapat
meningkatkan pembentukan film diatas permukaan logam sehingga dapat
membantu dalam proses inhibisi korosi[7]. Proses inhibisi dari tanin dikaitkan
kepada pembentukan lapisan pasif dari permukaan logam. Tanin memiliki
gugus fenolik yang memiliki kemampuan untuk membentuk garam tanninate
dengan ion ferric, proses inhibisi korosi dari tanin dapat disebabkan oleh
pembentukan jaringan dari garam ferric tanninate yang melindungi
permukaan logam[6]. Salah satu jenis tumbuhan yang mengandung tanin adalah
daun kakao (Theobroma cacao).
Pada penelitian sebelumnya telah digunakan kulit buah kakao untuk
mengurangi laju korosi. Medium yang digunakan adalah air laut, air hujan,
dan asam sulfat 1 M dengan lama perendaman 120 jam, sedangkan variasi
konsentrasi yang diberikan adalah 600, 800, dan 1000 ppm. Hasil penelitian
menunjukkan efisiensi inhibisi tertinggi terjadi pada medium korosif air hujan
dengan konsentrasi inhibitor 600 ppm yaitu sebesar 93,06% dan juga telah
melakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi inhibitor ekstrak daun
teh (Camelia sinensis) terhadap laju korosi baja karbon Schedule 40 Grade B
ERW dengan menggunakan medium korosif NaCl 3%, lama perendaman yang
dilakukan adalah 3 hari dan 6 hari dengan variasi konsentrasi yang diberikan
adalah 1% sampai dengan 5%. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa
efisiensi inhibisi tertinggi didapatkan pada saat pemberian konsentrasi
inhibitor 4% pada perendaman 3 hari maupun 6 hari. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan laju korosi baja Hardox 450 dalam medium asam sulfat
(H2SO4) 3% dan natrium sulfat (Na2SO4) 3% yang ditambahkan dan tanpa
ditambahkan inhibitor ekstrak daun kakao dengan konsentrasi 1% sampai
dengan 10% dan waktu perendaman 120 jam, untuk menentukan nilai efisiensi
inhibisi ekstrak daun kakao serta menentukan nilai arus korosi dan potensial
korosi dengan metode potensiodinamik.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dibuat rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Apakah ekstrak daun kakao dapat menjadi sebuah inhibitor?
2. Berapa konsentrasi efisien penambahan ekstrak daun kakao pada media
yang korosif?
3. Bagaimana pengaruh inhibitor ekstrak daun kakao terhadap korosi pada
Baja Hardox 450?
DAFTAR PUSTAKA

[1] Aidil, E., and A. M. Shams El Din, 1972, Corrosion Inhibition by Naturally
Occurring Substances-I. The Effect of Hibiscus subdariffa (karkade)
Extract on the Dissolution of Al and Zn, Corrosion Sciense, vol. 12,
no. 12, pp. 897-904.
[2] Fontana, M. G.,1987, Corrosion Engineering, 3rd ed, Mc. Graw Hil Book
Company, New York
[3] Haryati, 2008, Potensi dan peluang Tanaman Obat, Jakarta : Erlangga
[4] Hermawan, Sri, dkk, 2012, Penentuan Efisiensi Inhibisi Korosi Baja
Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao). Jurnal
Teknik Kimia USU, Volume 1 No. 2, USU: Medan.
[5] Ludiana, Yona, 2012, Pengaruh Konsentrasi Inhibitor Ekstrak Daun Teh
(Camelia sinensis) Terhadap Laju Korosi Baja Karbon Schdule 40
Grade B ERW, Jurnal Fisika Volume 1No.1, Unand : Padang
[6] Nahle, A., et al, 2010, UAE Neem Extract as a Corrosion Inhibitor for Carbon
Steel in HCL Solution, Hibdawi Publishing Corporation.
[7] Okafor, P. C., et al, 2008, Inhibitory Action of Phyllanthus amarus Extract On
The Corrosion of Mild Steel in Acidic Media, Corrosion Science, 50,
2310-2317.
[8] Roberge, Pierre R., 2000, Hand Book of Corrosion Engineering, Mc. Graw
Hil, New York..