Anda di halaman 1dari 13

KUESIONER KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

PONDOK PESANTREN GEDONGAN

KABUPATEN CIREBON

Disusun oleh:

Nama :

NIP :

LATAR BELAKANG

Masa remaja merupakan satu periode dalam kehidupan manusia yang batasan
usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas.

Menurut laporan Word Health Organization (WHO) remaja merupakan


individu yang sedang mengalami masa peralihan yang secara berangsur-
angsur mencapai kematangan seksual, mengalami perubahan jiwa dari jiwa
kanak-kanak menjadi dewasa, dan mengalami perubahan keadaan ekonomi
dari ketergantungan menjadi relatif mandiri.

Melihat jumlahnya yang sangat besar, maka remaja sebagai generasi penerus
bangsa perlu di persiapkan menjadi manusia yang sehat jasmani, rohani dan
mental spiritual karena pengetahuan remaja terhadap reproduksi manusia
masih rendah.

PERSENTASE PENGETAHUAN REMAJA

Persentase remaja yang mengetahui mimpi basah sebagai ciri akil baligh
rendah, yaitu untuk remaja perempuan sebesar 13,8 persen dan 26,8 persen
untuk laki-laki.

Persentase remaja yang menyebutkan menstruasi sebagai ciri akil baligh


perempuan yaitu 69,9 persen untuk remaja perempuan dan untuk remaja laki-
laki sebesar 36,5 persen.

Salah satu strategi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa


terhadap kesehatan reproduksi adalah melalui pendidikan kesehatan
reproduksi.

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi pada


remaja Pondok Pesantren Gedongan Kabupaten Cirebon Tahun 2017.
TUJUAN UMUM

Mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi pada


remaja Pondok Pesantren Gedongan Kabupaten Cirebon tahun 2017.

TUJUAN KHUSUS

Mendeskripsikan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi


pada remaja Pondok Pesantren Gedongan tahun 2017

MANFAAT BAGI LINGKUNGAN REMAJA PONDOK PESANTREN

Sebagai kajian masalah perilaku menjaga kesehatan reproduksi di lingkungan


remaja yang berkunjung di Pondok Pesantren Gedongan Tahun 2017.

MANFAAT BAGI PENULIS

Menambah pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi


remaja untuk menangani atau mencegah perilaku tidak menjaga kesehatan
reproduksi di lingkungan remaja.

LEMBAR KUESIONER PENELITIAN

No. Responden :

Petunjuk pengisian.

I. Pertanyaan Pengetahuan

Isi dan jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tanda ceklis


( ) pada kolom Benar atau Salah yang menurut anda
benar !!

No Pertanyaan Jawaban

Benar Sala
h

Organ Seksualitas Pada Remaja

1 Organ seksualitas laki-laki dan perempuan


berbeda dari segi bentuk dan fungsi.

2 dengan melakukan sentuhan, pegangan tangan


sampai ciuman merupakan perilaku seksual
yang ringan.

3 Perempuan bisa hamil hanya bila melakukan


hubungan seks beberapa kali.

4 Payudara termasuk organ seksual pada wanita.

5 Perilaku seksual adalah bentuk tingkah laku


yang didorong oleh hasrat seksual baik
dilakukan dengan lawan jenis maupun sesama
jenis.

HIV AIDS

6
Penularan HIV AIDS tidak dapat dicegah
dengan menggunakan kondom saat
melakukan seksual.

7
HIV AIDS tidak dapat menular melalui hubungan
seksual yang tidak aman.

8
Penyakit HIV AIDS dapat ditularkan melalui
keringat, sentuhan dan ciuman

9 Penyakit HIV AIDS tidak dapat menular melalui


jarum suntik, hubungan seksual dan tranfusi
darah.

10 Menggunakan kondom jika melakukan hubungan


seksual merupakan cara menghindari HIV AIDS.
NAPZA

11 Mengkonsumsi Napza dapat menyebabkan


kerusakan fisik, psikis dan gangguan fungsi
sosial.

12 Mengkonsumsi Napza dalam jangka penggunaan


yang lama dapat menyebabkan kematian.

13
Dalam upaya penanggulangan Napza di
masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol
terutama pada remaja, harus menjadi bagian
dari upaya pencegahan, karena rokok dan
alkohol sering menjadi pintu masuk
penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.

1 Gejala penyalahgunaan NAPZA menyebabkan


4 perubahan sikap dan perilaku siswa, mialnya
prestasi disekolah menurun, merusak disiplin,
membolos serta tindak kenakalan.

Perilaku menyimpang seperti perkelahian,


15 tawuran, kriminalitas, pencurian, perampokan,
dan perilaku seks berisiko, dipengaruhi atau
bahkan sering dipicu oleh penggunaan NAPZA.

II. Pertanyaan Sikap

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan membubuhkan


tanda ceklis ( ) pada kolom berikut !!

N Pertanyaan STS TS S SS
o

1 2 3 4
11 Tidak menggunakan alat ( benda asing )
kedalam alat genital dalam rangka
menyalurkan hasrat seksual untuk
pemenuhan kenikmatan yang seringkali
menimbulkan goncangan pribadi dan
emosi.

12 Menghindari perilaku seksual menyimpang


dengan melakukan kegiatan yang positif
( kegiatan agama, kegiatan
ekstrakurikuler ).

13 Menghindari perilaku seksual dalam


berpacaran seperti ciuman, sentuhan dan
pegangan tangan.

14 Menghindari makanan atau menggunakan


alat makan bersama untuk pencegahan
penularan HIV AIDS.

15 Hindari hubungan seks di luar nikah untuk


pencegahan penularan HIV AIDS.

16 Mencegah penularan HIV AIDS dengan


menghindari hubungan seksual sebelum
menikah, menghindari transfusi darah
ilegal,pemakaian jarum suntik bekas, dll

17 Tidak mengkonsumsi NAPZA dengan dalih


untuk terapi pengobatan secara ilegal.

18 Tidak mengkonsumsi rokok untuk


pencegahan ketertarikan pada NAPZA.
19 Melibatkan siswa dalam perencanaan
pencegahan dan penanggulangan
penyalahgunaan NAPZA di sekolah

20 Meningkatkan kegiatan bimbingan


konseling. Membantu siswa yang telah
menyalahgunakan NAPZA untuk bisa
menghentikannya.

III.Pertanyaan Tindakan

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan sejujur jujurnya


sesuai dengan yang pernah anda alami dengan
membubuhkan tanda cheklist ( ) pada kolom Ya atau
Tidak !!

N Pertanyaan Jawaban
o

Ya Tida
k

1 Tidak pacaran untuk mencegah kehamilan


tidak diinginkan.

Menolak berhubungan seksual dengan pacar dengan


2 alasan apapun.

3 Menolak berciuman dengan lawan jenis pada


saat berpacaran.

4 Bergaul dengan bebas pada malam hari.


5 Menjauhi teman lawan jenis untuk
menghindari HIV AIDS.

6 Memeriksakan diri setiap tahun untuk


pencegahan HIV AIDS

7 Menghindari tranfusi darah yang tidak jelas


asalnya untuk antisipasi pencegahan
penularan HIV AIDS.

8 Menjauhi merokok untuk mencegah


penggunaan NAPZA

9 Ikut kegiatan ekstrakurikuler guna pencegahan


penyalahgunaan NAPZA

1 Menolak berteman dengan pengguna Narkoba


0

HASIL KUESIONER

Karakteristik Responden

Jenis Kelamin

Laki - laki Perempuan

Umur

Umur Jumlah
Kelas

Rata rata responden masih duduk di bangku SMP.

Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi

Organ Reproduksi

Organ Reproduksi Benar Salah Dan Tidak Tahu

Wanita

Pria

Dari 24 responden didapatkan 16 responden mengetahui tentang organ reproduksi


wanita dengan benar, 8 responden menjawab salah dan tidak tahu.

17 responden mengetahui tentang organ reproduksi pria dengan benar, 7


responden menjawab salah dan tidak tahu.

Menstruasi

Dari 24 responden didapatkan 20 responden mengetahui tentang menstruasi


dengan benar, 4 responden menjawab salah dan tidak tahu.
Pubertas

Tanda Pubertas Benar Salah dan Tidak Tahu

Wanita

Pria

Dari 24 responden didapatkan 20 responden mengetahui tentang pubertas wanita


dengan benar, 4 responden menjawab salah dan tidak tahu. 21 responden
mengetahui tentang pubertas pria dengan benar, 3 responden menjawab salah dan
tidak tahu.

Masa Subur

Dari 24 responden didapatkan 13 responden mengetahui tentang masa subur


dengan benar, 11 responden menjawab salah dan tidak tahu.

Kehamilan

Dari 24 responden didapatkan 9 responden mengetahui tentang penyebab


kehamilan dengan benar, 15 responden menjawab salah dan tidak

Kontrasepsi

Alat/Cara Kontrasepsi Tahu Tidak Tahu

Pil KB

IUD

Suntik

Foan/jeli/busa

Kondom
Susuk

Tubektomi

Vasektomi

Sistem Kalender

Coitus Interuptus

Penyakit Kelamin

Dari 24 responden didapatkan 14 responden mengetahui tentang penyakit


kelamin dengan benar, 10 responden menjawab salah dan tidak tahu.

Tingkat Resiko Seseorang Mendapatkan Infeksi Menular Seksual

Tidak Ada Resiko


Hubungan Seks Resiko Tidak Tahu
Resiko Rendah
Tinggi
Dengan orang yang terinfeksi tanpa me
nggunakan kondom

Dengan pekerja seks tanpa menggunak


an kondom

Dengan teman sebaya tanpa mengguna


kan kondom

Dengan sesama jenis tanpa menggunak


an kondom

Dengan banyak orang

HIV/AIDS

Dari 24 responden didapatkan 13 responden mengetahui tentang HIV/AIDS


dengan benar,11 responden menjawab salah dan tidak tahu.
Sikap Terhadap Seksualitas

Sangat Tidak Tidak Sangat


Ragu
Sikap Terhadap Seksualitas Setuju
Ragu
Setuju Setuju Setuju

Hubungan seksual sebaiknya dila


kukan setelah menikah

Menggunakan kontrasepsi

Kumpul kebo sebagai perbuatan t


idak bermoral dan tidak diterima
masyarakat

PSK (Pekerja Seks Komersial) se


bagai pekerja yang tidak bermora
l dan tidak diterima masyarakat

Oral / Anal Seks suatu tindakan y


ang tidak normal

Masturbasi

Pornografi sebagai perbuatan terc


ela

Homoseksualitas

SARAN

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada 24 responden


remaja diharapkan pihak Pondok Pesantren terus menjalankan program
programnya yang sudah ada dan menambahkan beberapa program, yaitu :

Mengadakan penyuluhan, baik itu di dalam lingkungan Pondok Pesantren


maupun yang ada di sekitar Pondok Pesantren, jika dilakukan di dalam Pondok
Pesantren Penyuluhan dapat bekerja sama dengan guru guru di Pondok
Pesantren dalam penyampaian materi dan jika dilakukan di sekitar Pondok
Pesantren dapat bekerja sama dengan kader kader atau alumni Pondok
Pesantren, dengan sebelumnya kader atau alumni diberikan refreshing ilmu
tentang materi yang dapat diberikan sebagai berikut :

1. Pengenalan mengenai sistem proses dan fungsi alat reproduksi (aspek


tumbuh kembang remaja).

2. Mengapa remaja perlu mendewasakan usia kawin serta bagaimana


merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginan dan pasangannya.

3. Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi


kesehatan reproduksi.

4. Kekerasan seksual dan bagaimana cara menghindarinya.

5. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk memperkuat


kepercayaan diri agar mampu menangkal hal hal yang bersifat negatif.

Memaksimalkan peran guru terutama guru bimbingan konseling sebagai


pembimbing dan pemberi informasi tentang kesehatan reproduksi remaja,
mengingat hasil dari kuesioner di atas yang memerlukan perhatian khusus.

Dalam mengadakan penyuluhan sebaiknya dilakukan kuesipner sebelum dan


sesudah penyuluhan untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan dan sebagai
pedoman untuk melanjutkan program atau kegiatan selanjutnya.