Anda di halaman 1dari 2

Liburan Sekolah yang Berkesan

Saat ini saya sangat senang sekali karena ujian akhir semester telah usai. Setelah
melewati uas selama seminggu, saya akan menghabiskan waktu liburan saya bersama keluarga
dan teman-teman. Saya sangat merindukan keluarga dan teman-teman saya yang berada di
rumah karena saya jarang bertemu dengan mereka. Saya harus menunggu enam bulan lamanya
untuk bertemu mereka pada saat liburan semester.
Saya pulang ke rumah saya yang berada di kecamatan Tanggul tepatnya di desa
Klatakan pada hari Jumat, 31 Januari 2014 kemarin. Saya pulang dijemput oleh kakak dan adik
saya dengan mengendarai bus. Perjalanan dari Probolinggo menuju Tanggul membutuhkan
waktu yang sangat lama yaitu sekitar 3 jam. Suasana dan kondisi dalam bus yang saya kendarai
sangat tenang dan nyaman, begitu pula dengan udaranya yang sangat sejuk. Berbeda dengan bus
umum, bus yang saya kendarai yaitu bus Patas yang sangat nyaman untuk ditumpangi dengan
jarak perjalanan yang cukup jauh. Walaupun suasana dalam bus sangat nyaman, saya merasa
sangat bosan saat berada di bus dan tak sabar ingin cepat sampai ke rumah. Untuk mengatasi
rasa bosan tersebut, saya melihat pemandangan di sepanjang jalan yang terlihat di jendela bus.
Mulai dari pemandangan rumah penduduk yang padat, sawah-sawah dengan padi yang mulai
menguning, pohon-pohon jati yang berdaun lebat, dan gunung semeru yang menjulang tinggi
menghiasi kaca jendela bus yang saya kendarai. Melihat gunung semeru tersebut, saya tiba-tiba
teringat dengan gunung sinabung yang tak henti-hentinya mengeluarkan abu panas dan asap
hitam yang sangat tebal. Saya berdoa dalam hati semoga korban bencana gunung sinabung
selalu sabar menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah Swt. Saya berharap aktivitas gunung
sinabung cepat berhenti sehingga penduduk di daerah tersebut dapat kembali ke rumah masing-
masing dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari, serta anak-anak di daerah tersebut dapat
merasakan liburan sama seperti yang saya rasakan. Tiga jam lamanya perjalanan tidak terasa
sejak saya menikmati pemandangan di sepanjang jalan Probolinggo Tanggul. Saya tiba di
rumah pada pukul 12.00 WIB. Sesampainya dirumah, saya disambut hangat oleh keluarga besar
saya. Saya bersalaman dengan Ibu, Ayah, dan kakak saya yang menunggu saya dirumah. Betapa
senangnya hati saya saat tiba dirumah karena saya dapat bertemu kembali dengan keluarga saya
setelah menunggu enam bulan lamanya. Setelah meletakkan barang-barang yang saya bawa,
saya mengunjungi tetangga didekat rumah saya. Saya bersalaman dengan tetangga saya satu-per
satu. Selain itu, saya bertemu dengan teman lama sewaktu saya masih kecil, ia menanyakan
kabar saya karena kami telah lama tidak bertemu. Setelah mengunjungi tetangga dan
bersalaman dengan mereka, saya pergi mengunjungi saudara yang rumahnya sedikit lebih jauh
dari rumah saya yaitu sekitar 500 meter. Saya bersalaman dengan bibi, paman, sepupu,
keponakan, dan nenek saya yang turut mengurus saya sewaktu saya kecil. Setelah berkeliling,
tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Saya pulang kerumah dan bersiap-
bersiap ke masjid untuk beribadah bersama keluarga.
Keesokan harinya pada hari Sabtu, 1 Februari 2014, saya memilih untuk di rumah
karena ingin membersihkan kamar yang sudah lama tidak saya tempati. Kamar tersebut sangat
kotor sehingga saya harus membersihkannya mulai dari langit-langit kamar sampai dengan
kolong tempat tidur. Dua jam saya habiskan untuk membersihkan kamar mulai dari menyapu,
mengelap, dan mengepel lantai kamar tersebut. Setelah itu saya beristirahat sejenak karena
beberapa saat lagi saya ingin membantu ibu memasak makanan untuk pengajian yang dilakukan
tiap hari Sabtu di rumah warga desa Klatakan. Saya belajar memasak soto bersama dengan ibu
dan kakak saya seperti memilih bahan makanan, meracik bumbu, dan waktu yang diperlukan
untuk memasak semua bahan soto tersebut. Pada pukul 15.00, anggota pengajian mulai
berdatangan kerumahku dan pada pukul 15.30 pengajian pun dimulai. Saya mengikuti pengajian
tersebut selama setengah jam. Setelah itu, pada pukul 16.30 pengajian berakhir dan anggota
pengajian mulai meninggalkan ruangan. Seusai pengajian tersebut, saya membersihkan ruangan
yang penuh dengan gelas plastik air mineral. Kemudian saya mencuci peralatan makan di dapur
dan mandi untuk bersiap-siap kembali ke masjid untuk sholat berjamaah.
Pada hari minggu, 2 Februari 2014 saya mengunjungi Pondok Pesantren dimana adik
saya tinggal saat ini. Saya bersama dengan om, tante, dan kakak saya berangkat ke Pondok
Pesantren yang ada di daerah Jember tersebut pada pukul 15.00 WIB. Kami sampai di Pondok
Pesantren pada pukul 16.00 WIB. Disana kami melihat Pondok Pesantren yang cukup modern
dengan masjid yang sangat megah dan luas. Saya berjalan menuju kamar yang adik perempuan
saya yang berada di lantai 2 pondok pesantren. Kamar yang adik saya tinggali cukup luas dan
bersih sehingga saya merasa betah berada di ruangan tersebut. Kami mengobrol bersama dengan
teman-teman sekamar adik saya yang semuanya masih duduk dikelas 2 SMP. Adik saya
mengatakan bahwa ia tetap merasa tidak enak badan walaupun sudah meminum obat yang
diberikan oleh perawat klinik yang ada di Pondok Pesantrennya. Tante saya menyarankan agar
ia tidak jajan sembarangan dan untuk tetap meminum obatnya secara teratur. Pada pukul 18.00
WIB kami berpamitan dan pulang setelah sholat maghrib. Kami tiba di rumah pada pukul 19.00
dan istirahat karena kami merasa sangat lelah.
Tiba pada hari senin, saya mengunjungi rumah teman saya sewaktu SMP yang tak
jauh dari rumah. Sesampainya disana, saya berbincang-bincang dengannya tentang kabarnya
selama ini dan kegiatan apa saja yang ia lakukan. Ia menyuguhkan teh hangat dan gorengan
yang sangat saya sukai. Kami mengobrol tentang masa-masa sewaktu kami masih di sekolah
menengah pertama. Walaupun kami sudah lama tidak bertemu, tetepi kami masih tetap akrab
sama seperti waktu dulu.
Hari selasa sore, saya mengunjungi rumah nenek yang sedikit jauh dari rumah. Saya
melihat nenek saya yang tampak lebih tua sejak terakhir kali saya melihatnya. Nenek tampak
sangat senang saat saya mengunjunginya dan berkata bahwa ia sangat merindukan saya. Saya
memijat lengan nenek yang kulitnya telah keriput dimakan usia. Saya berharap dapat melihat
nenek dalam waktu yang lama dengan kondisi sehat dan dapat melihat saya lulus dari SMA
serta masuk perguruan tinggi dengan prestasi baik.
Pada hari Rabu, saya tidak pergi kemana-mana karena ingin membantu orang tua
membersihkan dan beres-beres rumah. Saya membantu mencuci pakaian dan menyapu lantar
serta halaman rumah yang tampak dipenuhi oleh daun-daun pohon rambutan. Setelah selesai
membesihkan rumah, saya menemani adik-adik saya bermain. Adik-adik saya yang masih
berusia 4 tahun dan 7 tahun tampak bermain sepeda di halaman rumah. Saya merasa sangat
senang melihat adik-adik bermain karena mengingatkan saya pada masa-masa saya masih kecil.
Kamis pagi saya bersiap-siap untuk pergi kerumah om dan tante yang berada di kota
Jember. Perjalanan yang kami tempuh cukup lama yaitu sekitar satu jam untuk sampai ke rumah
om dan tante yang berada di daerah Sumber Sari. Setibanya disana, kami mengobrol tentang
rencana pernikahan anak perempuan tertua tante. Saya merasa kecewa karena saya tidak dapat
hadir pada pernikahan kakak perempuan saya tersebut. Pada hari pernikahan itu, liburan saya
telah berakhir sehingga mau tidak mau saya tidak dapat mengikuti resepsi pernikahan kakak
saya.
Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru saya pada hari Jumat, 7 Februari
2014 kemarin. Saya merasa sangat bingung karena harus menulis klipping yang lumayan
banyak. Namun pada akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan dibantu oleh
kakak saya yang tinggal tak jauh dari rumah.
Sehari sebelum saya kembali ke Pondok Pesantren yang ada di Probolinggo, saya
mulai menata barang-barang yang akan saya bawa kesana. Saya merasa kerepotan karena tidak
ada yang membantu untuk menata barang-barang yang lumayan banyak tersebut. Walaupun
liburan akan segera berakhir, saya tetap semangat kembali ke Pondok untuk memulai aktivitas
belajar seperti biasanya. Harapan saya kedepannya, saya dapat segera lulus dari Pondok ini
dengan prestasi yang dapat membanggakan kedua orang tua serta keluarga saya yang ada di
rumah.

By
Hilyatul Karimah
XI Bahasa