Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH GEOMORFOLOGI

BENTUKLAHAN ASAL VULKANIK

Dosen Pengampu :

Dr. Eng. Sri Maryati

Fidhy K. Damopolii

Mohammad Aristo Dano

Sutriyono

Mohamad Noorhidayat Baruadi

Siti Chusnul Chatimah Nurrahmah

Della Nawwarita Putri Kasim

PROGRAM STUDI S1 - TEKNIK GEOLOGI

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2017

KATA PENGANTAR
Alhamdullillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT dengan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Shalawat serta salam
turut kita haturkan kepada Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW, yang telah
membimbing para umatnya menuju jalan yang terang benderang seperti sekarang .
Pada kesempatan kali ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Dr.
Eng Sri Maryati, selaku dosen mata kuliah Geomorfologi yang telah memberikan
tugas makalah ini.
Makalah ini berisi bentuklahan asal vulkanik. Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan
saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Gorontalo, April 2017

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................
BAB I : Pendahuluan...................................................................................................
1.1 Latar Belakang.............................................................................................
1.2.............................................................................................Ru
musan Masalah.............................................................................................
1.3.............................................................................................Tu
juan...............................................................................................................
BAB II : Pembahasan..................................................................................................
2.1 Pengertian Vulkanisme.................................................................................
2.2 Proses Erupsi Gunungapi.............................................................................
2.3 Klasifikasi Gunungapi..................................................................................
2.4 Jenis-Jenis Satuan Bentuklahan Vulkanik....................................................
2.5 Penanggulangan Bencana Letusan Gunungapi............................................
2.6 MItigasi Bencana Alam................................................................................
BAB III : Penutup........................................................................................................
3.1 Kesimpulan...................................................................................................
3.2 Saran.............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Geomorfologi adalah ilmu tentang bentuk muka bumi beserta aspek-aspek yang
mempengaruhinya. Proses geomorfologi ini disebabkan oleh adanya proses endogen,
eksogen, dan juga ekstraterestrial. Salah satu objek kajian utama geomorfologi ialah
bentuklahan. Bentuklahan adalah bagian dari permukaan bumi yang memiliki bentuk
topografis khas, akibat pengaruh kuat dari proses alam dan struktur geologis pada
material batuan, dalam skala ruang dan waktu kronologis tertentu.
Menurut Verstapen (1993), bentuklahan dibagi menjadi 10 macam berdasarkan
genesisnya yaitu bentuklahan asal proses vulkanik, bentuklahan proses structural,
bentuklahan asal fluvial, bentuklahan asal proses solusional ,bentuklahan asal proses
denudasional, bentuklahan asal proses eolin, bentuklahan asal proses marine,
bentuklahan asal glasial, bentuklahan asal organik, dan bentuklahan asal
antropogenik.
Makalah ini akan membahas tentang bentuklahan asal vulkanik. Bentuklahan asal
vulkanik merupakan bentuk lahan yang dikontrol oleh proses vulkanisme. Di
Indonesia sangat banyak dijumpai aktivitas vulkanik (gunungapi) dan batuan
gunungapi diantaranya banyak yang tergolong aktif yang tersebar di kepulauan
wilayah Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah


1) Apa yang dimaksud dengan vulkanisme?
2) Bagaimana proses erupsi gunungapi?
3) Apa saja jenis jenis aliran lava?
4) Apa saja jenis-jenis gunungapi?
5) Apa saja jenis-jenis satuan bentuklahan vulkanik?
6) Apa saja tindakan yang dilakukan saat bencana gunungapi?

1.3 Tujuan
1) Mengetahui definisi vulkanisme.
2) Mengetahui proses erupsi gunungapi.
3) Mengetahui jenis jenis aliran lava.
4) Mengetahui jenis-jenis gunungapi.
5) Mengetahui jenis-jenis satuan bentuklahan vulkanik.
6) Mengetahui tindakan yang dilakukan saat bencana gunungapi.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian vulkanisme

Vulkanisme merupakan peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya magma


dari dalam perut bumi ke permukaan. Menurut Rahmad, berdasarkan proses
terjadinya, vulkanisme dibagi menjadi tiga yaitu:

Vulkanisme letusan, dikontrol oleh magma yang bersifat asam yang kaya akan
gas, bersifat kental dan ledakan kuat. Vulkanisme ini biasanya menghasilkan
material piroklastik dan membentuk gunungapi yang tinggi dan terjal.
Vulkanisme lelehan, dikontrol oleh magma yang bersifat basa, sedikit
mengandung gas, maga encer dan ledakan lemah. Vulkanisme ini biasanya
menghasilkan gunungapi yang rendah dan berbentuk rendah.
Vulkanisme campuran, dipengaruhi oleh intermediet yang agak kental.
Vulkanisme ini menghasilkan gunungapi strato.

Tempat keluarnya magma ke permukaan disebut dengan gunungapi. Menurut


Alzwar (dalam Rahmadina, 1988) gunungapi merupakan tempat munculnya batuan
leleran dan rempah lepas gunungapi yang berasal daridalam bumi, jenis atau kegiatan
magma yang sedang berlangsung sertabentuk timbulan dipermukaan bumi yang
dibangun oleh timbunan rempah gunungapi.

Menurut Koesoemadinata (dalam Nandi, 1977) gunungapi adalah lubang atau


saluran yang menghubungkan suatu wadah berisi bahan yang disebut magma. Suatu
ketika bahan tersebut ditempatkan melalui saluran bumi dan sering terhimpun di
sekelilingnya sehingga membangun suatu kerucut yang dinamakan kerucut gunung
api.
2.2 Proses erupsi gunungapi

Erupsi merupakan proses suatu kedaaan dimana aktivitas magma mencapai ke


permukaan bumi akibat dari tekanan dari dalam melalui retakan atau lubang
kepundaan. Adanya erupsi ini menyebabkan sebuah gunung dikatakan sebagai
gunungapi.

Macam-macam erupsi berdasarkan proses terjadinya dibagi menjadi tiga


yaitu :

1) Erupsi linear, erupsi yang tidak melalui lubang kepundan gunungapi


melainkan mengalir keluarmelalui retakan-retakan batuan. Dengan demikian
sifat letusannyaeffusif. Lebih banyak magma yang sampai di permukaan
bumimelalui retakan-retakan batuan dibanding melalui pipa
kepundangunungapi. Karena itu kurang tepat bila vulkanisme diartikan
sebagaiaktivitas gunungapi. Hampir 2,6 x 10 6 km2 permukaan daratantertutup
dengan lava yang keluar lewat erupsi celah.
2) Erupsi sentral, terjadi karena dinding atas/atapbatholith runtuh sehingga
magma keluar ke permukaan meliputidaerah yang luas. Proses ini sering
disebut de roofing karena prosesnya menimpa bagian atap batholith.
3) Erupsi pusat/puncak (central eruption/pipe eruption/summit eruption), terjadi
melalui pipa kepundan, pada umumnyaberlangsung singkat. Apabila magma
agak kental/kental kadang-kadang pipa kepundan tersumbat oleh magma yang
membeku,disebut sumbat lava (lava plug). Sumbat lava tersebut akan
menghalangi keluarnya magma. Gas-gas yang menyertai magmamenyusun
kekuatan dibawahnya, dan apabila sudah cukup kuatsumbat lava didobrak ke
atas sehingga terjadi erupsi berikutnya.

Tipe erupsi gunungapi menurut van Zuidam (1983), dibagi menjadi 7 bagian
yaitu :

Icelandic: letusan melalui rekahan, mengeluarkan aliran magma basalt bebas,


tenang, gas sedikit, menghasilkan volume lava yang besar, lava mengalir pada
lapisan seperti pada daerah yang luas, sehingga membentuk plato.
Hawaiian: letusan berasal dari rekahan, kaldera dan lubang kawah, lelehan
lava diikuti dengan gas, leyusan aktif tenang sampai sedang, lava dan gas
mengalir dnegan sangat cepat sambil menyemburkan api, debu sangat sedikit,
membentuk kubah lava.

Strombolian: kerucut berlapis sekitar kawah, letusan sedang, melepaskan gas


tidk teratur, menyemburkan gumparan lava, mengahasilkan bomb dan terak,
kegiatan letusan ber ulang ulang, dengan semburan lava dan awan panas
seperti uap air. Sperti pada gunung api Raung di pulau Jawa

Vulcanian: kerucut berlapis pada bagian tengah saluran magma, kumpulan


lava lebih kental, lappisan lava tertumpuk diantara letusan, gas terkumpul
dibawah permukaan, letusannya akan bertambah hebat dengan waktu cukup
lama. Contonya gunung api semeru di Jawa Tengah

Vesuvian: letusan lebih hebat dari jenis strombolian atau vulcanian, letusan
hebat terjadi dengan melepaskan gas dari lubang saluran magma yang
berbentuk kerucut berlapis, terjadinga letusan setelah gunung api istirahat
yang cukup lama, saluran magma cenderung menjadi cukup kosong dan cukup
dalam, pada suatu letusan lelehan lava menyebar disertai dengan semburan
asap seperti cendawan yang terus menerus memmbentuk lapisan debu pada
ketinggian tertentu

Plinian: letusan lebih hebat dari vesuvian, pada vase uatama yang terakhir
menyemburkan gas dengan cepat membentuk awan seperti cendawan tegak
lurus setinggi beberapa kilometer, menyempit pada bagian bawahnya dan
dibagian atasnya menyebar sambil menyebarkan debu.

Pelean: mengasilkan lava kental dengan tekanan tinggi, letusan jarang terjadi,
saluran magma api jenos strato terhalang oleh kubah lava atau lava
penyumbat, gas ke;uar dari rekahan lateral atau dari saluran yang telah
mengalami penghancuran penyumbatnya.
Berdasarkan penyebabnya erupsi dapat digolongkan menjadi 4 tipe,
1) Erupsi magma (magmatic eruption) yaitu erupsi yang menghasilkanbahan
padat langsung berasal dari magma.
2) Erupsi Hidro (hydro eruption) adalah erupsi yang disebabkan olehuap yang
berasal dari pemanasan air diluar magma.
3) Erupsi phreatik (phereatic eruption) yaitu erupsi yang disebabkanoleh tekanan
uap yang berasal dari air tanah yang mengalami pemanasan.
4) Erupsi phreato-magmatic (phreato magmatic eruption) adalah gabungan
erupsi magma dan phreatik.

Magma yang tidak sampai kepermukaan membentuk tubuh batuanbeku intrusi


dangkal. Dipandang dari bahan padat yang dikeluarkan kepermukaan bumi maka ada
erupsi magmatik, erupsi freatik dan erupsi freatomagmatik, ditinjau dari sifat kegiatan
berupa erusi letusan dan erusilelehan, sedang berdasar lokasinya ada erupsi pusat,
erupsi lereng (terminal atau lateral) dan erupsi eksentrik. Erupsi secara
meletusdisebabkan oleh adanya gas gunungapi yang bertekanan tinggi. Akumulasigas
magma dihasilkan oleh proses diferensiasi, atau percampuran magma basa dengan
magma asam. Dalam beberapa hal magma asam hanya keluar secara meleleh karena adanya
proses penghilangan gas (degassing).

2.3 Klasifikasi gunungapi


Klasifikasi gunungapi berdasarkan Lokasi Pusat Kegiatan, Rittman (1962) :
1) Terminal eruption, dimana lubang kepundan merupakan saluran utama bagi
peletusan.
2) Subterminal eruption, akan terbentuk apabila magma yang membentuk sill
sempat menerobos ke permukaan, pada lereng gunungapi.
3) Lateral eruption, dimana korok melingkar (ring dike) dapat berfungsi sebagai
saluran magma ke permukaan.
4) Extentric eruption, terjadi di bagian kaki gunungapi, dengan sistem saluran
magma tersendiri yang tak ada kaitannya dengan lubang kepundan utama.

Klasifikasi gunungapi menurut USGS adalah :

1) Flood or Plateau Basalt


2) Shield volcano
3) Cinder Cone
4) Composite or Stratovolcano
5) Volcanic Dome
6) Caldera
2.4 Jenis Aliran Lava

1. Pahoehoe:

Jenis umum dari lava basaltik yang mendingin membentuk permukaan yang halus,
bergelombang, atau berurat khas. Seringkali membentuk jerawat kecil lava dari aliran
atas berkulit inflating datar tidak teratur. Sering dijumpai pada gunung berapi perisai
seperti hawaii.

2. Lava AA:
Aliran lava aa mempunyai permukaan sangat kasar dan bergerigi/runcing,
karena tersusun oleh fragmen fragmen lava berbentuk meruncing sampai sangat
meruncing dengan diameter <50 cm.

2.5 Jenis-jenis satuan bentuklahan vulkanik.

V1 Kepundaan merupakan lubang atau kawah tempat keluarnya lava dari perut
bumi.

V2 Kerucut gunungapi Merupakan bagian tubuh gunungapi paling atas yang


langsung mendapat material dari kawah saat terjadi erupsi. Gerakan material pada
kerucut gunungapi adalah gerakan gravitatif. Memiliki lereng yang sangat curam dan
lembah yang dalam. Material endapannya berupa material erupsi

yang masih sangat kasar hingga kasar.

V3 Lereng gunungapi atas: Proses material berupa pengangkutan bahan material


secara gravitatif dan oleh tenaga air. Lereng terbentuk dari hasil endapan material
erupsi secara bertahap.

V4 Lereng gunungapi tengah

V5 Lereng gunungapi bawah : Telah digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan,


peternakan, permukiman, dan pariwisata

V6 Kaki gunungapi : Dicirikan oleh lereng yang agak curam sampai agak landai.
Didominasi oleh pengendapan material gunungapi melalui lembah-lembah sungai:
lumpur, endapan lava, dan material piroklastik
V7 Dataran kaki gunungapi : Satuan bentuklahan yg lebih datar dan terbentuk dari
pengendapan material oleh proses fluvial. Sedimentasi mulai aktif. Kemiringan lereng
dari agak landai sampai landai. Material permukaan didominasi oleh kerikil dan pasir
kasar

V8 Dataan fluvial gunungapi : satuan bentuklahan dengan topografi datar dan


terbentuk dari proses fluvial. Proses pengendapan intensif . Material utamanya berupa
pasir sedang dan halus. Pemanfaatan lahan untuk pertanian dan permukiman lebih
berkembang

V9 Padang lava : wilayah endapan lava hasil dari aktivitas erupsi gunungapi.
Biasanya terdapat pada lereng atas gunungapi

V10 Padang lahar : Hampir sama dengan padang lava tetapi material hasil erupsi
yang diendapkan merupakan material lahar yg terdiri dari campuran bahan kasar dan
halus. Biasanya terdapat pada lereng bawah gunungapi dan kaki gunungapi

V11 Lelehan lava : bentuklahan yag sering dijumpai pada tubuh gunungapi.
Terbentuk pada letusan yang bersifat efusif. Tampak seperti lidah-lidah yg berawak
dari lereng atas dan menyebar ke lereng tengah. Dicirikan oleh relief yg kasar dg
lereng2 terjal.

V12 Aliran lahar : Proses turunnya material piroklastik yang terdapat pada lereng
atas. Proses ini pada umumnya longsoran di lereng atas gunungapi yang dipicu oleh
hujan

V13 Dataran antar gunungapi : merupakan dataran yang terletek diantara dua atau
lebih gunungapi

V14 Dataran tinggi lava : Terjadi jika magma yg keluar dari dalam bumi sangat
encer sehingga menyebar dan membentuk hamparan lava yang luas. Lava ini
perlahan-lahan membeku hingga membentuk suatu daratan. Lama-kelamaan lava ini
semakin tinggi hingga membentuk dataran tinggi dan luas yang disebut plato

V15 Planezes: Sisi-sisi permukaan lereng kerucut gunungapi yang terisolasi


(terpisah-pisah) oleh torehan dan erosi. Biasanya dalam bentuk segitiga.
V16 Padang abu, tuff, atau Lapili : daerah tempat pengendapan material erupsi
gunungapi.

V17 Solfatar : fumarol yang mengeluarkan gas-gas oksida belerang (H2S). Mudah
dikenali karena udara disekitarnya berbau busuk seperti kentut.

V18 Fumarol : lubang didalam kerak bumi yang mengeluarkan uap dan gas. Sumber
gas uap air dan terdapat di sepanjang retakan kecil maupun rekahan panjang, di
permukaan aliran lava, serta di endapan aliran piroklastik yang tebal.

V19 Bukit gunungapi terdenudasional : terdapat pada lereng gunungapi yang


dipengaruhi oleh gaya berat dan erosi sehingga bagian luar terangkat dan daerah
tersebut akan mengalami ketandusan karena tidak mempunyai lapisan tanah lagi

V20 Leher gunungapi : lava yang membeku dan mengeras di dalam saluran keluar.
Dapat terdorong keluar karena tekanan yg kuat dari bawah. Muncul sedikit demi
sedikit makin tinggi ditas kepundan. Disebut spine karena bentuknya yg lancip mirip
duri.

V21 Sumbat gunungapi : bentuklahan ini sering disebut juga sebagai kubah lava.
Terbentuk karena keluarnya magma hingga mencapai kepundan. Karena sifatnya yg
asam, magma tidak segera mengalir ke lereng gunungapi tetapi membeku di kepundan
dan membentuk sumbat gunungapi.

V22 Kerucut parasite : kerucut anakan yg terbentuk bukan pada kepundan utama
tetapi pada lereng gunungapi. Pembentukannya disebabkan oleh keluarnya magma
melalui saluran yg bercabang tidak melalui saluran utama

V23 Boka : bentuklahan karena aktivitas keluarnya magma ke permukaan bumi,


tetapi tidak membentuk kepundan Contoh: Gunung Tidar, Gunung batok

V24 Dike : terbentuk oleh magma yang menerobos strata batuan sedimen dengan
bentuk dinding-dinding magma yang membeku dibawah kulit bumi, kemudian
muncul ke permukaan bumi karena erosi batuan disekitarnya

V25 Baranko/Barancco : bentuklahan hasil depresi pada puncak vulkanik


merupakan jurang2 dalam di lereng gunungapi. Terbentuk karena proses pengikisan
yang lebih intensif dibandingkan dengan daerah kiri kanan karena materialnya
piroklastik sedangkan disekitarnya berupa aliran lava
2.6 Tindakan yang dilakukan saat bencana gunungapi

Menurut Kementrian Kesehatan Republik IndonesiaPusat Krisis Kesehatan, berikut


beberapa tindakan yang dilakukan saat gunungberapi meletus.

Sebelum Terjadi Letusan :

Tindakan yang harus dilakukan pihak berwenang/pemerintah:


- Pemantauan dan pengamatan kegiatan pada gunungapi yang sedang aktif.
- Pembuatan dan penyediaan peta kawasan rawan bencana letusan gunungapi,
peta zona resiko bahaya gunungapi, dan peta pendukung lainnya.
- Membuat langkah-langkah prosedur tetap penanggulangan bencana
gunungapi.
- Melakukan bimbingan dan enyebarluasan informasi gunungapi kepada
masyarakat.
- Peneylidikan dan penelitian geologi, geofisika, dan geokimia di gunungapi.
- Peningkatan sumberdaya manusia dan pendukungnya.

Tindakan yang harus dilakukan oleh individu/masyarakat :


- Kenali kawasan rawan bencana letusan gunungapi.
- Sepakati tempat berkumpul bersama warga sekitar.
- Menentukan jalur penyelamatan/evakuasi yang terdekat dari rumah untuk
menuju tempat berkumpul.
- Siapkan tas khusus yang berisi kebutuhan hidup selama tiga seperti makanan,
pakaian, dan obat-obatan.
- Mengikuti latohan penyelamatan/evakuasi secara berkalauntuk menyelamakan
diri menuju lokasi yang aman pada saat terjadi gempa.

Saat Terjadi Letusan


Tindakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah/pihak berwenang :
- Meningkatkan pemantauan dan pengamatan ang didukung dengan
penambahan peralatan yang lebih memadai.
- Meningkatkan pelaporan tingkat kegiatan menurut alur dan frekuensi
pelaporan sesuai dengan kebutuhan.
- Memberikan rekomendasi kepada pemerintah setempat sesuai prosedur.

Tindakan yang harus dilakukan oleh individu/masyarakat:


- Segera mengungsi apabila sudah ada perintah mengungsi dari instansi/badan
yang berwenang.
- Hindari melewati jalur searah dengan arah aring dan sungai uang berhulu di
puncak gunung yang sedang meletus.
- Hindari daerah berbahaya yang telah ditetapkan dengan melihat peta ancaman
bahaya letusan gunungapi.
- Apabila melihat permukaan aliran air sungai naik, cepat cari daerah yang lebih
tinggi.
- Apabila terjebak dalam ruang, tutup semua pintu dan jendela.
- Apabila berada di ruang terbuka cari ruang perlindungan darurat.
- Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi mennduk ddengan
tubuh condong ke depan untuk melindungi dada serta silangkan tangan di
antara kepalan dan tengkuk untuk melindungi kepala.\saat turun hujan abu,
jangan memakai lensa kontak (bagi yang menggunakannya), usahakan
menutup wajah dengan kedua telapak tangan atau sapu tangan serta
kain/masker untuk melindungi pernafasan.

Setelah Terjadi Letusan

Tindakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah/pihak berwenang :


- Menginventarisasi data, yang mencakup sebaran dan volume hasil letusan.
- Mengindentifikasi daerah yang terkena dan terancam bahaya.
- Memberikan sarana penanggunalan bahaya.
- Memperbaiki fasilitas pemantauan yang rusak.
- Menurunkan status tingkat kegiatan.
- Melanjutkan pemantauan ritin, meskipun keadaan sudah menurun.
- Memberikan sarana penataan kawasan janka pendek dan jangka panjang.
- Membangun kembali bangunan, sarana, dan fasilitas lainnya yang terkena
bencana.

Tindakan yang dapat dilakukan oleh individu/masyarakat:


- Kembali ke rumah setelah situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
- Bersihkan atap rumah dari abu gunung hujan debu yang menutupi atap rumah
apabila tebal akan sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya atap
rumah.
- Apabila memungkinkan hindari daerah zona hujan abu.
- Tinggallah di dalam ruangan sampai keadaan dinyatakan aman di luar rumah.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Vulkanisme adalah suatu proses keluarnya magma dari perut bumi ke


permukaan diakibatkan tekanan dari dalam melalui retakan atau lubang kepundaan
(erupsi). Adanya erupsi menyebabkan sutau gunung dikatakan sebagai gunungapi.
Satuan bentuk lahan bentuklahan vulkanik meliputi Kepundaan, Kerucut gunungapi,
Lereng gunungapi atas, Lereng gunungapi tengah, Lereng gunungapi bawah, Kaki
gunungapi, Dataran kaki gunungapi, Dataan fluvial gunungapi, Padang lava, Padang
lahar, Lelehan lava, Aliran lahar, Dataran antar gunungapi, Dataran tinggi lava,
Planezes, Padang abu, tuff, atau Lapili, Solfatar, Fumarol, Bukit gunungapi
terdenudasionla, Leher gunungapi, Sumbat gunungapi, Kerucut parasite, Boka, Dike,
Baranko.

3.2 Saran

Diperlukannya kajian lebih tentang bentuklahan vulkanik dan mitigasi


bencana saat terjadi letusan gunungapi.
DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Tips Siaga Bencana.

Manda, Jariri Arrorah. 2016. Tugas Kelompok Satuan Bentuk Lahan Vulkanik.
Diakses pada tanggal 24 April 2017 di www.slideshare.net.

Noor, Djauhari. 2009. Pengantar Geologi. Pakuan University Press: Universitas


Pakuan Bogor.

Rahmadina, Syifa dkk. 2006. Bentuklahan Asal Vulkanis dan Pengembangan


Wilayahnya. Diakses pada tanggal 24 April 2017 di www.scribd.com.

Rahmad, Riki. -. Bentuklahan Asal Vulkanik. Diunduh pada tanggal 20 April 2017 di
www.academia.edu.