Anda di halaman 1dari 20

SIFAT KHUSUS PRODUK PERTANIAN DAN CARA

MENANGGULANGINYA
Produksi bersifat musiman.
Karena bersifat musiman, maka hasil produksi akan diperoleh pada waktu-
waktu tertentu, sesuai dengan umur tanaman yang bersangkutan. Kita tidak bisa
memaksakan tanaman padi berbuah pada umur satu bulan, karena kebetulan pada
saat itu persediaan beras telah habis atau harga beras terlalu tinggi karena terlalu
banyak permintaan. Sifat produksi yang demikian inilah sering menimbulkan
kesulitan dalam proses pengimbangan. Begitu pula di saat-saat panen sering
dijumpai beberapa kesulitan dalam hal penyimpanan dan pengangkutan. Pada saat
ini biaya-biaya penyimpanan dan pengangkutan biasanya meningkat. Pedagang-
pedagang pengumpul harus menyediakan modal yang cukup besar untuk membeli
hasil-hasil pertanian itu, untuk menyewa gudang dan ongkos transpor.
Salah satu cara untuk mengatasi sifat pertanian yang musiman ini adalah
Teknologi rumah kaca. Hal ini merupakan salah satu teknologi untuk menghilangkan
ketergantungan musim dalam meproduksinya. Sedangkan dari sisi pasca panennya,
teknologi penyimpanan dengan CA (controlled atmosfir) misalnya dapat dijadikan alternatif
untuk memperpanjang masa simpan produk segar hasil pertanian, sehingga pasokan pasar
bisa dilakukan sepanjang tahun, tanpa tergantung pada musim panen.

Mudah rusak / perishable.


Produk pertanian dikenal tidak tahan lama dan mudah rusak, dikarenakan
beberapa faktor antara lain; proses pengolahan pasca panennya masih rendah,
kandungan air dari produk pertanian relatif banyak sehingga memudahkan
perkembangbiakan bakteri pembusuk. Faktor lain yaitu biologis dan fisiologis produk
pertanian tersebut.
Salah satu cara penanggulangan sifat yang mudah rusak ini dapat dilihat pada
petani sayuran seperti sayur kol, sawi, kentang, dll. Mereka memanen sayur mereka
pada sore hari dan keesokan harinya, tepatnya pada waktu subuh, mereka
membawa sayuran mereka tersebut di pasar. Atau apabila jarak tempat
pemasaran mereka sangat jauh (di luar kota), mereka akan melakukan
pengangkutan pada malam hari, setelah pemanen di sore harinya. Hal ini mereka
lakukan agar sayuran mereka tetap sejuk, tidak terkena terik matahari. Selain itu,
misalnya bagi tanaman serealia, seperti padi, kedelai, jagung dan sebagainya yang
bisa dilakukan adalah menurunkan kadar air panen produk pertanian. Caranya
dengan melakukan penjemuran hingga dicapai kadar air tertentu, lalu dikemas dan
dapat disimpan agar tahan lama sehingga resiko kerusakan produk dapat
diminimalisir.

Nilai tukarnya rendah


Harga produk pertanian relatif murah. Hal ini dikarenakan produsen hanya
sebagai price taker sehingga fluktuasi hargapun relatif tajam. Salah satu cara untuk
menanggulanginya adalah resi gudang. Resi gudang tujuannya untuk memperkecil
fluktuasi harga, dimana petani tidak perlu menjual barangnya segera setelah panen
yang biasanya harganya sangat rendah (penjualan terpaksa). Dengan menahan
barangnya beberapa waktu diharapkan harga menjadi lebih baik.. Sistim resi
gudang ini dapat memperkuat daya tawar-menawar petani serta menciptakan
efisiensi di dunia agribisnis, dimana petani bisa menunda penjualan komoditi setelah
panen, sambil menunggu harga membaik kembali, dengan menyimpan hasil panen
mereka di gudang-gudang tertentu yang memenuhi persyaratan. Dan apabila si
petani ingin melanjutkan kegiatan bercocok tanamnya, maka kebutuhan modal
petani bisa dicukupi dengan adanya mekanisme pembiayaan dari sistem resi
gudang ini, sehingga saat harga komoditi di pasaran sudah mulai membaik, petani
bisa menjual hasil panen itu.
Berat atau besar (volumnious) serta berat (bulky).
Kebanyakan hasil-hasil pertanian timbangannya adalah berat dan memerlukan
banyak tempat. Hal ini berarti nilai per satuan berat dan per satuan volume adalah
lebih kecil dibandingkan nilai barang-barang industri. Sifat produk pertanian yang
demikian inilah yang membutuhkan sistem pengangkutan yang lancar, baik sarana
maupun prasarananya.

http://dokumen.tips/documents/sifat-khusus-produk-pertanian-dan-cara-
menanggulanginya.html

Produksi pertanian dapat disarikan dalam beberapa sifat dan ciri sebagai berikut
(Teken dan Hamid, 1982) :

1. Produksi yang diperoleh dari usaha secara kecil-kecilan (small scale


production). Produksi secara kecil-kecilan ini adalah akibat dari usaha yang
dilakukan petani secara kecil-kecilan pula. Padi atau beras, misalnya,
dihasilkan oleh berjuta-juta petani. Dengan demikian petani-petani tidak dapat
mempengaruhi permintaan atas jenis barang yang dihasilkannya. Mereka sulit
untuk saling berkomunikasi dalam hal penjualan, penyimpanan dan
sebagainya, karena terbatasnya kemampuan dan pengetahuan akan hal
tersebut. Berbeda halnya dengan perusahaan-perusahaan industri, karena
telah memiliki kemampuan yang besar untuk menganalisis situasi pasar,
melakukan grading, penyimpanan dan sebagainya, maka mereka tidak
mengalami kesulitan dalam hal penjualannya. Mereka dapat menguasai atau
mengendalikan produksinya sewaktu-waktu, jika permintaan menurun.
Perusahaan-perusahaan industri dengan mudah dapat diorganisir atau
mengorganisir dirinya.

2. Produksi bersifat musiman. Karena bersifat musiman, maka hasil produksi


akan diperoleh pada waktu-waktu tertentu, sesuai dengan umur tanaman
yang bersangkutan. Kita tidak bisa memaksakan tanaman padi berbuah pada
umur satu bulan, karena kebetulan pada saat itu persediaan beras telah habis
atau harga beras terlalu tinggi karena terlalu banyak permintaan. Sifat
produksi yang demikian inilah sering menimbulkan kesulitan dalam proses
pengimbangan. Begitu pula di saat-saat panen sering dijumpai beberapa
kesulitan dalam hal penyimpanan dan pengangkutan. Pada saat ini biaya-
biaya penyimpanan dan pengangkutan biasanya meningkat. Pedagang-
pedagang pengumpul harus menyediakan modal yang cukup besar untuk
membeli hasil-hasil pertanian itu, untuk menyewa gudang dan ongkos
transpor.
3. Produksi terpencar. Tempat produksi pertanian tidak terpusat, tetapi
letaknya terpencar. Hal ini disebabkan petani itu selalu mencari tempat yang
keadaan tanah dan iklimnya cocok untuk tanamannya, tanpa
memperhitungkan apakah dekat atau jauh dari kota atau pasar. Petani tidak
dapat dipaksakan melakukan produksi di tempat yang tandus atau
bergunung-gunung, meskipun secara ekonomis mudah dijangkau oleh para
pedagang pengumpul atau konsumen. Karena keterpencaran ini maka dapat
dibayangkan kesulitan dalam proses pengumpulan agar menjadi suatu jumlah
yang besar.

4. Produk hasil-hasil pertanian bersifat berat (bulky), mengambil banyak


tempat (volumnious) dan cepat atau musah rusak (perishable).
Kebanyakan hasil-hasil pertanian timbangannya adalah berat dan
memerlukan banyak tempat. Hal ini berarti nilai per satuan berat dan per
satuan volume adalah lebih kecil dibandingkan nilai barang-barang industri.
Sebungkus rokok yang beratnya beberapa gram nilainya dalam Rupiah kira-
kira sama dengan 1-2 kg singkong. Jelas dalam hal ini bahwa akan terjadi
perbedaan dalam hal pengangkutan dan penyimpanan. Dapat dibayangkan
betapa besar perbedaan nilai jika kita mengangkut 1 ton singkong dan 1 ton
rokok pada tarif dan jarak yang sama. Selain itu sifat hasil pertanian juga
mudah rusak atau busuk, sehingga diperlukan perawatan dan penyimpanan
yang baik dan pengangkutan yang cepat ke tempat konsumen.

http://berusahatani.blogspot.co.id/2010/01/sifat-dan-ciri-produk-pertanian.html

karakteristik produk pertanian dan sifat produksi pertanian

Karakteristik Produk Pertanian

1. Produk pertanian gampang rusak, oleh sebab itu produk pertanian harus secepatnya
dikonsumsi atau diolah serta membutuhkan pengawetan.

2. Dalam melakukan aktivitas penjualan maupun pembelian produk pertanian,penjual


dan pembeli dihadapkan pada berbagai tinggkatgrade barang, tetapi secara ummum
produk pertanian dapat diaktakan homogen.

3. Produk pertanian banyak memakan tempat dikaitkan dengan nilainya dibandingkan


produk-produk non-pertanian,sehingga berpengaruh terhadap fasilitas-fasilitas
pemasaran yang harus disediakan oleh lembaga-lembaga pemasaran. Apabila sewa
ruangan atau pengepakan produk pertanian lebih mahal dapat memungkinkan
lembaga pemasaran dapat berpindah usaha pada komoditi nlainnya.

4. Produk pertanian memerlukan proses pengolahan lebih lanjutnya.


5. Rasio biaya tetap dan rasio biaya variabel secara langsung berpengaruh terhadap
respon penawaran produsen,yaitu mengenai slope dan posisi kurva penawaran pasar.
Oleh karena itu karakteristik pemasaran pertanian harus dipertimbangkan sebagai
disiplin ilmu.

6. Produk pertanian mempunyai sifat mudah rusak (perishable)

7. Menempati ruang yng besar tapi nilainya rendah (bulky), maka akan membutuhkan :

a. Perawatan dan penyimpanan yg baik


b. Pengangkutan harus cepat
c. Pengepakan yng benar

Sifat Produksi Pertanian


1. Bersifat musiman, sehingga untuk dapat memproduksinya sangat tergantung oleh lingkunga
2. Produksi pertanian biasanya berbentuk bahan mentah,sehingga harus melalui proses
pengolahan.
3. Produksi yg diperoleh umumnya dari usaha secara kecil2an (small scale production),
dampaknya :
a. petani tidak bisa mempengaruhi permintaan
b. Petani sulit untuk saling komunikasi dalam penjualannya karena terbatasnya pengetahuan
dan akses informasi
4. Produksi bersifat musiman, sedangkam konsumsi bersifat reguler (kontinyu), dampak:
a. fluktuasi harga
b. Sering menimbulkan kesulitan dlm penyeimbangan, penyimpanan dan pengangkutan
5. Produksi terpencar dan terkonsentrasi pada daerah tertentu, dampak :
a. Kesulitan dlm proses pengumpulan
b. Pedagang kesulitan dalam pengangkutan dan penyimpanan

http://elinalilinagribisnis.blogspot.co.id/2012/10/karakteristik-produk-pertanian-dan.html

Pengendalian Atmosfer disekitar produk, dibedakan menjadi


1. Modifikasi Atmosfer
2. Controlled Atmosfer
3. Modifikasi Aktif
Atmosfir Terkendali atau Controlled Atmosphere (CA) pada TempatPenyimpanan
Penyimpanan dengan amosfir yang terkendali harus digunakan sebagai
tambahan dan bukan sebagai pengganti untuk pengelolaan suhu yang dan
kelembaban nisbi yang baik. Beberapa cara sederhana untuk merubah komposisi
udara di lingkungan tempat penyimpanan tercantum di bawah (dari Kader,
2002). Udara yang masuk ke ruang penyimpanan atau yang akan disirkulasikan
dalam ruangan harus melalui monitor dan sistim kendali.

Pengendalian Kelembaban
Secara Alami : Beberapa Jenis Buah memiliki lapisan lilin untuk menghambat
penguapan air
Secara buatan : Dapat menggunakan lilin lebah untuk pelapisan buah

Kandungan Udara
Kandungan Udara Normal :
1. Oksigen = 21%
2. Nitrogen = 79%
3. Karbondioksida = 0,03%
Pengaturan Kelembaban Udara
Kehilangan Air dapat menyebabkan Kelayuan pada sayur dan Buah
Kehilangan Air dapat dipengaruhi oleh Respirasi, Transpirasi dan Kelembaban
Udara
Penyimpanan "Pengaturan Atmosfer"
Usaha Memperpanjang umur simpan produk segar
1. Menurunkan Konsentrasi Oksigen
2. Meningkatkan Konsentrasi Karbondioksida
3. Kombinasi Keduanya
Beberapa Jenis Produk Peka Terhadap Konsentrasi Oksigen rendah atau peka
terhadap konsentrasi gas karbondioksida
Kelembaban Udara
RH tinggi menguntungkan krena menurunkan transpirasi, menurunkan
kehilangan air dan menunda kelayuan

RH tinggi merugikan karena kondendasi air, pertumbuhan akar dan pertunasan


dan pertumbuhan jamur
RH Optimal dari 40-100%
DASAR PENGEMBANGAN MAS/CAS
Penggunaan Insektisida dan Fumigan banyak menimbulkan efek negatifnya :
1. Resistensi serangga
2. Bahaya residu
3. Masalah lingkungan

Salah satu Alternatifnya adalah penggunaan MAS/CAS

DEFINISI
Sistem penyimpanan pangan dengan memanipulasi/memodifikasi komposisi
normal dari atmosfir (oksigen, karbondioksida, nitrogen) dalam ruang
tertutup/kedap udara sehingga menghasilkan komposisi baru yang bersifat
mematikan serangga hama pasca panen dalam waktu tertentu.
MAS/CAS dikembangkan dari konsep penyimpanan kedap udara yang telah
diterapkan sejak dahulu Konsentrasi oksigen turun, konsentrasi karbondioksida
naik.

KONSEP MAS/CAS

MAS/CAS dikembangkan dari konsep penyimpanan kedap udara (AIRTIGHT


STORAGE) yang telah diterapkan sejak dahulu.

Pada penyimpanan kedap udara, konsentrasi oksigen (O2) turun, sementara


konsentrasi karbon-dioksida (CO2) naik sebagai akibat dari proses respirasi
(kapang, serangga, dan biji-bijian) dalam lingkungan tertutup.

AIRTIGHT STORAGE
Penyimpanan kedap udara dalam tanah (undeground airtight storage)
merupakan sistem penyimpanan yang paling kuno (pada zaman besi).
Konsepnya baru diakui pada abad ke 20.

Penyimpanan dalam tanah masih digunakan sebagai teknik penyimpanann biji-


bijian jangka panjang.

Contoh : Penyimpanan dalam tanah (undeground)

KONSEP MAS/CAS YANG BERKEMBANG


Konsentrasi CO2 tinggi :
60 % + sisa udara
(sumber gas : dalam tabung, es kering)

2. Konsentrasi O2 rendah :
1 % O2, Nitrogen, dan gas-gas lain yang inert
(sumber gas nitrogen : dalam tabung)

3. Gas hasil pembakaran :


1% O2, 12 % CO2, N2, dan gas-gas inert lain

Perbedaan MAS dan CAS


MAS : Komposisi atmosfir berubah selama penyimpanan karena pemberian CO2
hanya sekali saja pada awal penyimpanan.
Contoh :
Pada awal penyimpanan : CO2 100 %
Pada akhir penyimpanan
(setelah 12 minggu) : CO2 46 %
CAS : Komposisi atmosfir khususnya CO2 selama penyimpanan konstant karena
CO2 diberikan secara terus-menerus selama penyimpanan.

FAKTOR YANG BERPERAN DALAM MAS/CAS


1. SUHU
Jika suhu naik efektivitas CO2 meningkat
2. RH
Jika RH naik mortalitas hama turun
3. KONSENTRASI CO2
> 35 % selama minimal 1 minggu
4. SPESIES SERANGGA
Serangga dengan stadia tersembunyi (hidden infestation) lebih sensitif
dibandingkan dengan serangga eksternal.
5. TEKANAN ATMOSFIR
Peningkatan tekanan atmosfir mempercepat pembasmian serangga.

PENGARUH MAS/CAS TERHADAP MUTU BAHAN PANGAN

Mutu pangan/gizi tidak terganggu


- Mutu pengolahan tidak terganggu
- Parameter lain seperti kadar ALB, KA stabil
Jika kadar air > 20 % kadar ALB akan naik

rumah kaca

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi planet bumi.


Dengan adanya energi dari cahaya matahari, maka setiap makhluk hidup dapat
hidup dan dapat melakukan perkembangan dengan baik. Tumbuh - tumbuhan
merupakan makhluk hidup yang mutlak membutuhkan cahaya dari matahari.
Proses fotosintesis pada tumbuh - tumbuhan hanya dapat terjadi dengan adanya
bantuan cahaya matahari.

Rumah kaca (Green house) adalah bangunan di mana tanaman


dibudidayakan. Rumah kaca terbuat dari kaca atau plastik. Rumah kaca dapat
menjadi panas karena radiasi elektromagnetik yang datang dari matahari dan
memanaskan tumbuhan, tanah, dan barang lainnya di dalam bangunan ini.
Rumah kaca melindungi tanaman dari panas dan dingin yang berlebihan,
melindungi tanaman dari badai debu dan menolong mencegah hama.
Pengontrolan cahaya dapat mengubah tanah tak subur menjadi subur. Rumah
kaca digunakan untuk membudidayakan tanaman yang memiliki nilai jual yang
tinggi seperti tanaman hias dan buah - buahan. Pada rumah kaca, sinar matahari
dapat masuk dengan leluasa karena dinding dan atap pada rumah kaca di
rancang khusus dari bahan kaca yang transparan. Sehingga dapat dikatakan
cahaya yang berasal dari matahari dapat dimanfaatkan secara optimal. Telah
disebutkan sebelumnya bahwa cahaya matahari mutlak diperlukan oleh setiap
jenis tumbuhan hijau untuk proses fotosintesis. Dengan adanya cahaya matahari
pada rumah kaca maka proses fotosintesis dapat berlangsung dengan baik
sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dibudidayakan pada
rumah kaca dapat berlangsung dengan baik dan tanaman juga dapat
menghasilkan produksi yang baik pula.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa pengertian dari greenhouse ?
2. Bagaimana perpindahan energi radiasi di dalam rumah kaca?
3. Manfaat apa saja yang di dapat jika menggunakan green House?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari green house.
2. Untuk mengetahui perpindahan energy radiasi di dalam rumah kaca.
3. Untuk mengetahui manfaat jika menggunakan green House.
1.4 Manfaat
Dengan adanya mata kuliah ipa terpadu ini diharapkan kita sebagai
Mahasiswa dapat Memahami tentang green house/rumah kaca.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengenalan greenhouse

Pada tahun 2050, diprediksi bahwa 80% dari populasi di dunia akan
tinggal di kota, meninggalkan tempat tinggal dan lahan pertanian mereka. Oleh
karena itu, tentu saja masyarakat akan bercocok tanam di tempat tinggal yang
baru. Namun dengan keterbatasan lahan untuk pertanian, masyarakat tentunya
akan menanam tanaman makanan mereka sendiri di kebun, dapur atau di
GreenHouse (Rumah Kaca) yang dianggap baik untuk pertumbuhan tanaman.

Gambar 1. Tanamam dalam kaca

Rumah kaca (atau rumah hijau) adalah sebuah bangunan di mana


tanaman dibudidayakan. Sebuah rumah kaca terbuat dari gelas atau plastik; Dia
menjadi panas karena radiasi elektromagnetik yang datang dari matahari
memanaskan tumbuhan, tanah, dan barang lainnya di dalam bangunan ini.

Rumah kaca atau green house pada prinsipnya adalah sebuah bangunan
yang terdiri atau terbuat dari bahan kaca atau plastik yang sangat tebal dan
menutup diseluruh pemukaan bangunan, baik atap maupun dindingnya.
Didalamnya dilengkapi juga dengan peralatan pengatur temperature dan
kelembaban udara serta distribusi air maupun pupuk. Bangunan ini tergolong
bangunan yang sangat langka dan mahal, karena tidak semua tempat yang kita
jumpai dapat ditemukan bangunan semacam ini. Green house biasanya hanya
dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan, Balai Penelitian dan
perusahaan yang bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market
hortikultura. Namun di negara-negara pertanian yang sudah maju seperti USA,
Australia, Jepang dan negara-negara Eropa sebagian besar tanaman
hortikulturanya ditanam di rumah kaca. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan
greenhouse di mancanegara sudah umum dilakukan. Bahkan mungkin sudah
berpuluh tahun sebelum negara kita mengadopsi tekhnologi tersebut .

Kaca yang digunakan untuk rumah kerja bekerja sebagai medium


transmisi yang dapat memilih frekuensi spektral yang berbeda-beda, dan
efeknya adalah untuk menangkap energi di dalam rumah kaca, yang
memanaskan tumbuhan dan tanah di dalamnya yang juga memanaskan udara
dekat tanah dan udara ini dicegah naik ke atas dan mengalir keluar. Oleh karena
itu rumah kaca bekerja dengan menangkap radiasi elektromagnetik dan
mencegah konveksi. Lihat rumah kaca surya (teknikal) untuk diskusi teknikal
bagaimana rumah kaca surya bekerja.

Rumah kaca sering kali digunakan untuk mengembangkan bunga, buah


dan tanaman tembakau. Lebah bumble adalah polinator pilihan untuk banyak
polinasi rumah kaca, meskipun tipe lebah lain juga digunakan, dan juga polinasi
buatan.

Selain tembakau, banyak sayuran dan bunga juga dikembangkan di rumah


kaca pada akhir musim dingin atau awal musim semi, yang kemudian
dipindahkan ke luar begitu cuaca menjadi hangat.

Ruangan yang tertutup dari rumah kaca mempunyai kebutuhan yang unik,
dibandingkan dengan produksi luar ruangan. Hama dan penyakit, dan panas
tinggi dan kelembaban, harus dikontrol, dan irigasi dibutuhkan untuk
menyediakan air.

Rumah kaca menjadi penting dalam penyediaan makanan di negara garis


lintang tinggi. Kompleks rumah kaca terbesar di dunia terletak di Leamington,
Ontario (dekat tempat paling selatan Kanada) di mana sekitar 200 "acre" (0.8
km) tomat dikembangkan dalam gelas.

Rumah kaca melindungi tanaman dari panas dan dingin yang berlebihan,
melindungi tanaman dari badai debu dan "blizzard", dan menolong mencegah
hama. Pengontrolan cahaya dan suhu dapat mengubah tanah tak subur menjadi
subur. Rumah kaca dapat memberikan negara kelaparan persediaan bahan
makanan, di mana tanaman tak dapat tumbuh karena keganasan lingkungan.

2.2 Bentuk sederhana dari Green house


Gambar 1. greenhouse yang digunakan di Indonesia sebagian besar digunakan
untuk penelitian percobaan budidaya

2.3 Cara kerja greenhouse

Apabila intensitas cahaya matahari pada rumah kaca terlalu besar


sehingga dapat meningkatkan temperatur dalam rumah kaca, maka atap pada
rumah kaca akan diganti dengan warna yang lebih gelap dengan digerakkan oleh
motor stepper. Sedangkan bila intensitas cahaya matahari mengalami
penurunan, maka atap pada rumah kaca akan diganti dengan warna yang lebih
terang (transparan) juga digerakkan oleh motor stepper. Apabila cahaya
matahari tidak tersedia akibat faktor cahaya, maka perangkat pengendalian
intensitas cahaya tersebut akan menghidupkan lampu secara otomatis dan akan
mematikan lampu apabila cahaya matahari telah kembali seperti sedia kala.
Dengan adanya perangkat pengendalian intensitas cahaya pada rumah kaca ini
diharapkan akan memaksimalkan pemanfaatan rumah kaca sebagai media untuk
membudidayakan tanaman, sehingga tanaman dapat mengalami perkembangan
yang baik serta menghasilkan produksi yang baik pula.

2.4 Prasyarat mendirikan greenhouse

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi bila kita bermaksud


mendirikan green house. Hal ini sangat erat kaintannya dengan investasi,
pertimbangan pemasaran, pengadaan sarana produksi, infrastruktur serta
industri pengolahan dan pemasarannya. Sehingga pembuatan green house ini
tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa pertimbangan. Adapun beberapa lokasi
ideal yang dapat dijadikan tempat green house harus memenuhi beberapa
kriteria diantaranya : (1) intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi pada
musim hujan, (2) suhu yang cukup dan mendukung, dalam arti tidak terlalu
panas juga tidak terlalu dingin, (3) dekat dengan pusat keramaian/pasar, (4)
dekat sumber air yang baik dan cukup sepanjang tahun, (5) dekat dengan
instalasi listrik, (6) tempatnya harus datar tidak boleh mempunyai kemiringan (7)
tanah yang digunakan merupakan tanah yang tidak bergerak dan terakhir (8)
dekat dengan sarana penunjang seperti kantor, laboratorium, jalan besar
(mudah dijangkau kendaraan) untuk mempermudah pengawasan dan
penggunaannya.

Selain itu ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan diantaranya :
batasan kekuatan muatan, penetrasi cahaya dalam green house dan biaya.
Meskipun di Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan dan
musim kemarau namun perlu diperhatikan pula kekuatan atap dan
bangunannya. Baik atap maupun bangunan harus kokoh dan kuat dari terpaan
angin maupun hujan deras. Kemiringan atap pun minimal harus 28o.

Tanpa mengesampingkan aspek kekokohannya, struktur konstruksi


bangunan green house haruslah bisa menjaga agar penetrasi (cahaya yang
masuk) tetap maksimal. Agar penetrasi cahaya sesuai dengan kebutuhan
tanaman, sebaiknya atap penutup haruslah terbuat dari bahan yang sangat
transparan. Selain itu pilar-pilar penyokong sebaiknya dicat dengan warna yang
dapat memantulkan cahaya.

2.5 Manfaat greenhouse

Rumah kaca/green house yang digunakan di Indonesia sebagian besar


digunakan untuk penelitian percobaan budidaya, percobaan pemupukan,
percobaan ketahanan tanaman terhadap hama maupun penyakit, percobaan
kultur jaringan, percobaan persilangan atau pemuliaan, percobaan hidroponik
dan percobaan penanaman tanaman diluar musim oleh para mahasiswa , para
peneliti, para pengusaha dan praktisi disemua bidang pertanian. Green House
sebagai Sarana Penunjang Agribisnis Hortikultura sangat Mendukung Upaya
Peningkatan Produksi dan Kontinyuitas Produk. Adanya green house yang
mampu menciptakan iklim yang bisa membuat tanaman mampu berproduksi
tanpa kenal musim ini ternyata juga mampu menghindarkan dari serangan hama
dan penyakit yang tidak diujikan. Selain itu dengan adanya green house
penyebaran hama dan penyakit yang diujicoba dapat dicegah . Hal ini berbeda
dengan percobaan yang dilakukan di luar green house dimana dalam waktu yang
sangat singkat hama dan penyakit dapat cepat menyebar luas karena terbawa
angin maupun serangga.

Sejalan dengan bertambahnya waktu dan tingginya serapan tekhnologi


pertanian, peranan green house bagi dunia pertanian kita semakin lama semakin
dibutuhkan. Dengan semakin maraknya pembangunan perumahan maupun
kawasan industri akhir-akhir ini membuat lahan pertanian makin berkurang.
Padahal kebutuhan akan pangan di dalam negeri semakin lama semakin besar
dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan
pemikiran itulah penggunaan green house untuk kegiatan bisnis pertanian
semakin diperlukan. Pemikiran pengembangan green house untuk agribisnis
hortikultura yang didasari pada keinginan pemenuhan kebutuhan produk
pertanian yang kontinyu tanpa kenal musim.

2.6 Kelebihan dan keuntungan menggunakan Rumah Kaca

Kelebihan

Berdasarkan informasi dari Agricultural Western Australia 2000


mengungkapkan beberapa dari penggunaan green house ini antara lain :

1. Tanaman dapat berproduksi secara kontinyu dan berkesinambungan sepanjang


tahun. Hal ini disebabkan pada green house kita dapat mengatur suhu,
kelembaban, tekanan udara maupun pH sedemikian rupa sesuai dengan
kebutuhan crop. Hal ini berkaitan dengan subsistem yang berkelanjutan dalam
agribisnis yaitu pengolahan/agroindustri maupun pemasaran dimana dengan
produksi yang kontinyu maka pasokan ke pasar maupun industri selanjutnya pun
bisa terpenuhi juga.
2. Penggunaan air, pupuk maupu pestisida lebih efisien, baik dalam dosis
penggunaan, waktu maupun tempat. Karena kita menggunakan polybag yang
tentu sangat efektif dalam penggunaan pupuk, air dan pestisida.
3. Resiko tanaman terserang penyakit menjadi lebih kecil karena lingkungan
dalam green house sendiri secara langsung maupun tidak telah terlindung dari
lingkungan luar.

Kekurangan

Investasi/biaya yang harus dikeluarkan untuk mendirikan green house


memang cukup besar. Selain itu Terjadinya Efek rumah kaca, meningkatnya suhu
permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat
ekstrem di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan
ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap
karbon dioksida di atmosfer.

Efisiensi Fotosintesis
Hanya sedikit keraguan bahwa kadar CO2 dalam atmosfir adalah kurang
optimal bagi fototosintesis ketika faktor lain yang berpengaruh terhadap
tanaman (cahaya, air, suhu dan unsur hara) mencukupi. Fotosintesa Netto
adalah jumlah fotosintesa brutto minus fotorespirasi, dan fotorespirasi
setidaknya memiliki besaran mengubah 50% karbohidrat hasil fotosintesa
kembali menjadi CO2, dengan peningkatan CO2 fotorespirasi diperkirakan akan
menurun. Peningkatan Biomassa terbukti terjadi ketika dilakukan pengayaan
CO2. Ini tak selalu muncul dari fotosintesa netto. Kadar CO2 yang tinggi memicu
penggunaan air yang efisian dalam tanaman C4 seperti jagung. Peningkatan
efisiensi air ini merangsang pertumbuhan tanaman.

Dampak langsung yang dapat dijejaki dari peningkatan CO2 adalah


peningkatan tingkat fotosintesa daun dan kanopi. Peningkatan fotosintesis akan
meningkat sampai kadar CO2 mendekati 1000 ppm. Hasil paling pasti adalah
tanaman tumbuh cepat dan lebih besar. Ada perbedaan antara spesies. Spesies
C3 lebih peka terhadap peningkatan kadar CO2 dibanding C4. Terjadi juga
pertambahan luas dan tebal daun, berat per luas, tinggi tunas, percabangan,
bibit dan jumlah dan berat buah. Ukuran Tubuh meningkat seiring rasio akar-
batang. Rasio C:N bertambah. Lebih dari itu semua hasil panen meningkat.
Terutama pada Kentang, Ubi Jalar, Kedelai. Dengan meningkatnya kadar CO2
menjadi dua kali sekarang secara global, hasil pertanian diperkirakan akan
meningkat sampai 32% dari sekarang. Perkiraan sementara saat ini sekitar 5%-
10% dari kenaikan produksi pertanian adalah akibat kenaikan kadar CO2.
Manfaat pengayaan CO2 terhadap pertumbuhan dan produktifitas tanaman saat
ini telah dikenal telah dikenal luas. Banyak pengujian yang dilakukan dalam
lingkungan terkontrol secara penuh atau sebagian, terhadap beberapa tanaman
komersial (padi, Jagung, gandum, kedelai, kapas, kentang, tomat, ubi jalar, dan
beberapa tanaman hutan), yang membuktikannya.

Manipulasilingkunganinidilakukandalamduahal,yaitumenghindarikondisilingkungan
yangtidakdikehendakidanmemunculkankondisilingkunganyangdikehendaki.

Kondisilingkunganyangtidakdikehendakiantaralain:

a. Eksesradiasisinarmataharisepertisinarultravioletdansinarinframerah.

b. Suhuudaradankelembabanyangtidaksesuai.

c. Kekurangandankelebihancurahhujan.
d. Gangguanhamadanpenyakit.

e. Tiupananginyangterlalukuatsehinggadapatmerobohkantanaman.

f. Tiupanangindanseranggayangmenyebabkankontaminasipenyerbukan.

g. Eksespolutanakibatpolusiudara.

Sementarakondisilingkunganyangdikehendakiantaralain:

a. Kondisicuacayangmendukungrentangwaktutanamlebihpanjang.

b. Mikroklimat seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan
pertumbuhantanaman.

c. Suplaiairdanpupukdapatdilakukansecaraberkaladanterukur.

d. Sanitasilingkungansehinggatidakkondusifbagihamadanpenyakit.

e. Kondisinyamanbagiterlaksananyaaktivitasproduksidanpengawasanmutu.

f. Bersihdariekseslingkungansepertipolutandanminimnyaresidupestisida

g. Hilangnyagangguanfisikbaikolehanginmaupunhewan.
BAB II

PEMBAHASAN

Green House ( Rumah kaca) atau rumah hijau adalah sebuah


bangunan yang terbuat dari kaca atau plastik yangsangattebaldanmenutupdiseluruh
pemukaan bangunan, baik atap maupun dindingnya. Rumah kaca menjadi panas karena
radiasi elektromagnetik yang datang dari matahari memanaskan tumbuhan,
tanah, dan barang lainnya di dalam bangunan ini.

Didalamrumahkacadilengkapijugadenganperalatanpengaturtemperaturedankelembaban
udarasertadistribusiairmaupunpupuk.Bangunaninitergolongbangunanyangsangatlangkadan
mahal,karenatidaksemuatempatyangkitajumpaidapatditemukanbangunansemacamini.Green
housebiasanyahanyadimilikiolehPerguruanTinggiataulembagapendidikan,BalaiPenelitiandan
perusahaanyangbergerakdibidangbisnisperbenihan,bungadanfreshmarkethortikultura.

Secaraumumgreenhousedapatdidefinisikansebagaibangunkontruksidenganataptembus
cahaya yang berfungsi memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat
berkembangoptimal.

Perpindahan Energi radiasi di dalam Rumah Kaca, awalnya sejumlah


energi radiasi yang memasuki rumah kaca sebagian dipantulkan oleh bermacam-
macam permukaan di dalam struktur bangunan dan dilakukan keluar menembus
penutup. Sisanya akan diserap oleh tanaman, tanah, benda yang ada dalam
rumah kaca.

Energi akan dikeluarkan sebagai panas laten oleh transpirasi, hal tersebut
memanasi udara rumah kaca oleh konduksi dan konveksi intrenal, atau hal itu
diemisikan sebagai gelombang pendek, mengalami perubahan ketika diserap
dan dikonversi menjadi bahang, dan suatu bagian dari yang ada saat itu adalah
radiasi gelombang panjang yang terperangkap di dalam struktur tanaman.
Kejadian terperangkapnya gelombang panjang di dalam rumah kaca, dan
meningkat temperatur udara di dalam ruangan di kenal sebagai efek rumah
kaca.
Gambar . Keseimbangan radiasi dan pemanasan pada rumah kaca (Tinus
dam Donal, 1979).

Manfaatapasajayangdidapatjikamenggunakangreenhouse,

1. Pengaturanjadwalproduksi.

Dunia pertanian kita masih demikian tergantungnya pada keadaan cuaca, bila terjadi
perubahan musim, apalagi bila tidak terprediksi akan menyebabkan sulitnya menentukan jenis
tanaman yang akan diproduksi. Jika musim hujan terlalu panjang akan menyebabkan banyaknya
penyakit termasuk pembusukan akar. Jika musim terlalu kering akan menyebabkan tanaman
kekuranganair,hamajugaakanmenyerangyangdapatmenimbulkankerugian.Demikianpulapada
saattertentusuatukomoditassulitditemuimengakibatkanharganyademikiantinggi,sementarapada
waktulainkebanjiranprodukmenyebabkanhargaanjlok,sehinggakerugiansegeratiba.

Untuk itu perlu sekali mengurangi ketergantungan pada lingkungan luar menggantikan
denganmikroklimatyangdiatur.Dengandemikiandapatdijadwalkanproduksisecaramandiridan
berkesinambungan.Sehinggakonsumentidakperlukehilangankomoditasyangdibutuhkan,jugakita
tidakperlumembanjiripasardenganbjeniskomoditasyangsamayangmenyebabkanhargaanjlok.

2. Meningkatkanhasilproduksi

Padaluasanarealyangsamatingkatproduksibudidayadidalamgreenhouselebihtinggi
dibandingkandiluargreenhouse.Karenabudidayadidalamgreenhousekondisilingkungandan
pemberianharadikendalikansesuaikebutuhantanaman.Gejalahilangnyaharayangbiasaterjadi
pada areal terbuka seperti pencucian dan fiksasi, di dalam green house diminimalisir. Budidaya
tanamansepertiinidikenalsebagaihidroponik.

Kondisiarealyangberatapdanlebihtertatamenyebabkanpengawasandapatlebihintensif
dilakukan.Bilaterjadigangguanterhadaptanamanbaikkarenahama,penyakitataupungangguan
fisiologis,dapatdengansegeradiketahuiuntukdiatasi.

3. Meningkatkankualitasproduksi

EksesradiasimataharisepertisinarUV,kelebihantemperatur,airhujan,debu,polutandan
residupestisidaakanmempengaruhipenampilanvisual,ukurandankebersihanhasilproduksi.

Dengankondisilingkunganyangterlindungidanpemberiannutrisiakuratdantepatwaktu,
makahasilproduksitanamanakanberkwalitas.Pemasakanberlangsunglebihserentak,sehinggapada
saatpanendiperolehhasilyanglebihseragam,baikukuranmaupunbentukvisualproduk.

4. Meminimalisasipestisida

Greenhouseyangbaikselaindirancanguntukmemberikankondisimikroklimatidealbagi
tanaman,jugamemberikanperlindungantanamanterhadaphamadanpenyakit.Perlindunganyang
umumdilakukanadalahdenganmemasanginsectscreenpadadindingdanbukaanventilasidibagian
atap.Insectscreenyangbaiktidakdapatdilewatiolehhamasepertikutudaun.

Pada beberapa green house bagian pintu masuknya tidak berhubungan langsung dengan
lingkungan luar. Ada ruang kecil, semacam teras transisi yang dibuat untuk menahan hama atau
patogenyangterbawaolehmanusia.Padalantairuanginijugaterdapatbakberisicairanpencuci
hamadanpatogen.UntukpintudapatditambahkanlembaranPVCsheet.

5. Asetdanperformance

Saatinisangatbiasaorangmembangungreenhousedengansistemknockdown.Dengancara
inigrenhousebukanlahasetmati,manakalakarenasuatuhaladaperubahankebijakan,makastruktur
greenhousetersebutdapatdipindahkanataumungkindijualkepihaklainyangmemerlukandengan
hargayangproporsional.

Dengan adanya green house maka kesan usaha akan terlihat lebih modern dan padat
teknologi. Hal ini tentunya akan meningkatkan performance petani atau perusahaan yang
menggunakannya.

6. Saranaagrowisata

Greenhousebanyakjugadigunakansebagairuangkoleksiberbagaijenistanamanbernilai
tinggi.Didalamgreenhousepengunjungdapatmelihatberbagaijenistanamanyangmenarik,bahkan
langka, sehingga dapat menjadi daya tarik. Ada yang khusus mengkoleksi kaktus, anggrek atau
berbagaijenistanamandengansuasanadibuatsepertidialambebas.DiIndonesiagreenhouseseperti
inibanyakditemukandiberbagaikebunrayadantempatagrowisata.
BAB IV

KESIMPULAN

1. Rumahkacaataugreenhousepadaprinsipnyaadalahsebuahbangunanyangterdiriatauterbuat
daribahankacaatauplastikyangsangattebaldanmenutupdiseluruhpemukaanbangunan,baikatap
maupun dindingnya. Didalamnya dilengkapi juga dengan peralatan pengatur temperature dan
kelembabanudarasertadistribusiairmaupunpupuk.Bangunaninitergolongbangunanyangsangat
langkadanmahal,karenatidaksemuatempatyangkitajumpaidapatditemukanbangunansemacam
ini. Green house biasanya hanya dimiliki oleh Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan, Balai
Penelitian dan perusahaan yang bergerak dibidang bisnis perbenihan, bunga dan fresh market
hortikultura.

2. Sejumlah energi radiasi yang memasuki rumah kaca sebagian dipantulkan


berbagai permukaan di dalam struktur bangunan dan dilakukan keluar
menembus penutup. Sisanya akan diserap oleh tanaman, tanah, benda yang ada
dalam rumah kaca.

3. Manfaat yang di dapat menggunakan Green House yaitu : Pengaturan jadwal produksi,
meningkatkan hasil produksi, meningkatkan kualitas produksi, meminimalisasi pestisida, aset dan
performance,saranaagrowisata

Anda mungkin juga menyukai