Anda di halaman 1dari 69

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI

DOKTER DAN DOKTER SPESIALIS

KOMITE MEDIK

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SIDOARJO

2013
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter dan Dokter Spesialis di RSUD Kabupaten Sidoarjo ini
akan diberlakukan sepenuhnya mulai tahun 2013 sampai dengan 2015 dan apabila ada kekeliruan
maupun kesalahan akan ditinjau kembali untuk diperbaiki sebagaimana mestinya dan akan
dicantumkan sebagai lampiran Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter dan Dokter Spesialis di
RSUD Kabupaten Sidoarjo

Ditetapkan

Sidoarjo, 1 Maret 2013

Mengetahui Dibuat oleh


Direktur RSUD Sidoarjo Ketua Komite Medik RSUD Sidoarjo

dr. Eddy Koestantono M., MM dr. M. Tauhid Rafii, SpM


NIP. 19551008 198801 1 001 NIP. 19580506 198610 1 005
1. Rancangan Daftar Perincian Kewenangan Klinis Staf Medis dari
Komite Medik
KATA PENGANTAR
SURAT KEPUTUSAN KOMITE MEDIK
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RS
DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN
II. TUJUAN
III. RINCIAN KEWENANGAN KLINIS
IV. KETENTUAN LAIN
V. PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR ISI

Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Anak.. 1


Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Anesthesiologi 2
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Bedah. 3
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Bedah Syaraf.. 4
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Bedah Orthopedi 5
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Bedah Plastik. 6
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Gigi & Mulut. 7
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Jantung.. 8
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Kejiwaan 9
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan... 10
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.. 11
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Mata... 12
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Paru 13
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Penyakit Dalam.. 14
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik. 15
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Saraf.. 16
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis THT 17
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Patologi Anatomi 18
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Patologi Klinik... 19
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Radiologi 20
Daftar Kewenangan Klinis Profesi Dokter Spesialis Umum. 21
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS ANAK

No TATA LAKSANA KASUS


.
1. Alergi Obat
2. Alergi Susu Sapi
3. Anemia Defisiensi Besi
4. Asuhan Nutrisi Pediatri
5. Bayi Berat Lahir Rendah
6. Bronkiolitis
7. Campak
8. Defek Septum Atrium
9. Defek Septum Ventrikel
10. Defisiensi Kompleks Protrombin Didapat Dengan Perdarahan Intracranial
11. Demam Tanpa Penyebab Yang Jelas
12. Demam Tifoid
13. Diabetes Melitus Tipe I
14. Diare Akut
15. Duktus Arteriosus Persisten
16. Ensefalitis
17. Ensefalitis Herpes Simpleks
18. Enuresis
19. Failure To Thrive
20. Gagal Jantung
21. Gagal Nafas
22. Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus
23. Hemofilia
24. Hepatitis Akut
25. Hiperleukositosis
26. Hipertensi
27. Hipoglikemia
28. Hipotiroid Congenital
29. Infant Feeding Practice
30. Infeksi Saluran Kemih
31. Infeksi Virus Dengue
32. Kejang Demam
33. Kelainan Metabolic Bawaan (Inborn Errors Of Metabolism)
34. Kesulitan Makan
35. Ketoasidosis Diabetik
36. Kolestasis
37. Konstipasi
38. Malaria
39. Malnutrisi Energi Protein
No TATA LAKSANA KASUS
.
40. Meningitis Bakterialis
41. Meningitis Tuberkulosis
42. Obesitas
43. Pemantauan Pertumbuhan
44. Penanganan Bayi Baru Lahir dan Ibu Terinfeksi HIV
45. Penilaian dan Tata LaksanaKeseimbangan Asam Basa Tubuh
46. Penyakit Membran Hialin
47. Perawakan Pendek
48. Pneumonia
49. Praskrining Perkembangan Parents Evaluation of Developmental Status (PEDS)
50. Sepsis Neonatal
51. Serangan Asma Akut
52. Sindroma Nefrotik
53. Skrining Child Abuse dan Neglect
54. Skrining Gangguan Berbicara dan Kognitif dengan CLAMS (Clinical Linguistic and
Auditory Milestone Scale) dan CAT (Cognitive Adoptive Test)
55. Skrining Perkembangan dengan Diagram Tata Laksana Anak dengan Gangguan Bicara
56. Skrining Perkembangan Denver II
57. Syok
58. Talasemia
59. Tata Laksana Jangka Panjang Asma
60. Tetanus Neonatorum
61. Tetralogi Fallot
62. Tuberkulosis
63. Urtikaria dan Angiodema

No PROSEDUR TINDAKAN
.
1. Uji Kulit Terhadap Alergi
2. Uji Provokasi Bronchial
3. Uji Provokasi Makanan
4. Uji Provokasi Obat
5. Uji Kulit Tipe Lambat
6. Uji Aspirasi Duodenum
7. Uji Aktivitas Tripsin
8. Uji Hydrogen Napas
9. Uji PABA
10. Uji Pemantauan Refluksi Gastroesofagus
11. Uji Xilosa
12. Uji Fungsi Lambung
13. Uji Enteropati Hilang Protein
14. Uji Fungsi Paru
15. Uji Keringat
16. Uji Motilitas Saluran Cerna
17. Panendoskopi
No PROSEDUR TINDAKAN
.
18. Kolonskopi
19. Endoskopi Ligasi Skleroterapi
20. Bronkoskopi
21. Ultrasonografi
22. Ekokardiografi
23. CT Scan
24. MRI
25. Bronkografi
26. Biopsi Kulit
27. Biopsi Otot
28. Biopsi Hati
29. Biopsi Ginjal
30. Biopsi Pleura
31. Biopsi Saluran Cerna
32. Biopsi Saluran Respiratorik
33. Fungsi Aspirasi Suprapubik
34. Fungsi Sumsum Tulang
35. Fungsi Lumbal
36. Fungsi Servikal
37. Fungsi Asites
38. Fungsi Pleura
39. Fungsi Aspirasi Paru
40. Fungsi Aspirasi Kelenjar dengan Jarum Halus
41. Paracentesis
42. Tap Subdural
43. Dialisis Peritoneal
44. Hemodialisis
45. Elektrokardiografi
46. Elektromiografi
47. Elektroensefalografi
48. Brain Evoked Radio Audiometri (BERA)
49. Kateterisasi Jantung
50. Kateterisasi Kandung Kemih
51. Endotrachel Tube
52. Kateterisasi Umbilicus
53. Broncho Alveolar Lavage (BAL)
54. Gastric Lavage
55. Femoral Central Lines
56. Jugular Venous Central Lines
57. Umbilical Artery Cannulation
58. Intraosseous Line
59. Resusitasi
60. Transfusi Tukar
61. Insertion of Chest Tube
No PROSEDUR TINDAKAN
.
62. WSD (Water Sealed Drainage)
63. Continuous Suction
64. Nebulisasi
65. NRP Certified
66. PALS Certified
67. Breast Feeding Course
68. Vaksinasi
69. Uji Tuberkulin
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS
ANESTHESIOLOGI

No PROSEDUR TINDAKAN
.
1. Anestesiologi
2. Pelayanan Eklampsia di ICU
3. Pelayanan Pasien Paska Operasi PSSW di ICU
4. DSS (Dengue Shock Syndrome) di ICU
5. Anastesia pada Dilatasi Curetase (DC)
6. Labioplasti
7. Tonsilektomi
8. Anastesia pada Herniotomi
9. Anastesia pada Apendictomi
10. Reposisi Terbuka + Fiksasi Ekstremitas Atas
11. Reposisi Terbuka + Fiksasi Ekstremitas Bawah
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS BEDAH SARAF

No TATA LAKSANA KASUS


.
1. Hidrosefalus pada Anak
2. Hidrosefalus pada Dewasa
3. Epidural Hematom (Perdarahan Epidural)
4. Subdural Hematom Akut
5. Subdural Hematom Kronis
6. Abses Cerebri
7. Fraktur Impresi (Depressed Fracture)
8. Meningocele / Meningoenchephalocele
9. Inntraventricular Hemorrage (IVH)
10. Perdarahan Intra Cerebral Spontan (Spontaneous Intra Cerebral Hemorrhage)

No PROSEDUR TINDAKAN
.
1. Kraniotomi konvensional > 4 jam
2. Kraniotomi konvensional < 4 jam
3. Koreksi Fraktur Impresi
4. Kraniotomi Bedah Mikro
5. VP Shunt
6. Externalisasi VP Shunt
7. External Ventricular Drainage
8. Laminektomi
9. Laminektomi Bedah Mikro
10. Laminektomi Discectomy
11. Rekonstruksi Meningocele
12. Kranioplasti
13. Eksisi / Ekstirpasi
14. Fixasi Interna
15. Rekonstruksi Kraniofasial
16. Release Carpal Tunnel Syndrome
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS BEDAH

BEDAH ANAK
No TATA LAKSANA KASUS
.
1. Hernia Inguinoscrotal
2. Appendisitis
3. Hipospadia
4. Invaginasi
5. Soft Tissue Tumor Dinding Torak
6. Limfadenopati Colli
7. Malformasi Anorectal
8. Morbus Hisprung
9. Sindaktili
10. Phimosis, Paraphimosis
11. Hernia Diafragmatika
12. Hernia Umbilikalis
13. Sinus, Fistula, Kista Duktus Omfalomesenterikus
14. Atresia stenosis esophagus
15. Atresia yeyunoineal
16. Atresia kolon
17. Hipertrofik Pilorik Stenosis
18. Synekhila Vulva
19. Peritonitis TB
20. Skim Tag Anal (Hemoroid Eksternal)
21. Tumor Testis
22. Kista Duktus Koledokus
23. Mukokel (Ranula)
24. Polidaktili
25. Bakers Cyst
26. Ganglion
27. Conjoined Twin
28. Hidrokel
29. Hipersplenisme
30. Mirotasi dan vovulus
31. Kista dermoid
32. Higroma Colli
33. Struma
34. Torticolis
35. Tongue Tie
36. Epignatus
37. Fistula Trakeoesofageal
38. Soft Tissue Tumor Ekstremitas
39. Striktur Esofagus
40. Achalasia
41. Ginekomastia
42. Eventrasia Diagfragmatika
43. Soft Tissue Tumor Dinding Perut
44. Abses Dinding Perut
45. Granuloma Umbilikalis
46. Sinus, Fistula, Kista Urakus
47. Gastroskisis
48. Omfalokele
49. Prune Beli Sindroma
50. Gastroesofageal Refluks
51. Volvulus Gaster
52. Perforasi Gaster
53. Gastrointestinal Foreign Bodies and Benzoar
54. Duplikasi Gastroninstestinal
55. Atresia dan stenosis duodenujm
56. Anullar pancreas
57. Pankreas Neoplasma
58. Pseudokista Pankreas
59. Atresia Biliaris
60. Kholesistitis Akut / Perforasi B
61. Kholedokolitiasis / Kholelithiasis
62. Hepatoblastoma
63. Hepatoselular Carcinoma
64. Kista Hepar
65. Mekonium Ileus
66. Necrotizing Enterocolitis
67. Peritonitis Neonatal, Peritonitis Mekonium
68. Short Bowel Syndrome
69. Divertikulum Meckel
70. Gastrointestinal Bleeding
71. Neoplasm of Small Intestine
72. Neoplasm of Colon and Rectum
73. Kista Omentum / Mesenterial
74. Neuronal Intestinal Displasia
75. Neuroblastoma
76. Teratoma Retroperitoneal
77. Teratoma Ovarium
78. Rhabdomiosarkoma Dinding Buli
79. Tumor Wilms
80. Kista Ginjal
81. Uretropelvic Junction Obstruction
82. Megaureter
83. Vesicoureteral Refluks b
84. Ureterocele

No. TATA LAKSANA KASUS


85. Kloaka
86. Fissura Ani
87. Para Anal Abses, Fistel
88. Prolap Rekti
89. Teratoma Sakrokoksigeal
90. Ambigus Genitalis
91. Verikokel
92. Neurogenic Blander
93. Ekstropi Kloaka
94. Ekstropi Blader
95. Torsio Testis
96. Posterior Uretral Valve
97. Urogenital Sinus
98. Imperforated Hymen
99. Trauma Hepar
100 Trauma Pankreas
.
101 Trauma Spleen
.
102 Trauma Gastrointestinal
.
103 Trauma Urogenital
.
104 Pediatric Surgical Indicating Laparoscopic
.

No. PROSEDUR TINDAKAN


1. Herniotomi
2. Apendiktomi
3. Release Chordae, Uretroplasty
4. Reduksi intususepsi, reseksi
5. Eksisi Biopsi
6. Kolostomi, PSARP, pulltrough
7. Pulltrough, (Duhamel, Transanal)
8. Kolostomi, Ileostomi
9. Koreksi Syndaktili
10. Sirkumsisi
11. Repair per Laparatomi / Torakotomi
12. Herniotomi
13. Eksisi
14. Reseksi Anastomosis, gastrostomi
15. Esofagostomi, Replacement
16. Reseksi Anastomosis, Ileostomi
17. Reseksi Anastomosis, Kolostomi
18. Pilotomiotomi
19. Release Sinekia
20. Laparatomi
No. PROSEDUR TINDAKAN
21. Orkidektomi, Diseksi Inguinalis
22. Hapatiko Jejunostomi
23. Eksisi, Marsupialisasi
24. Koreksi Polidaktil
25. Eksisi Kista
26. Eksisi Ganglion
27. Separasi
28. Ligasi Tinggi
29. Splenektomi
30. Reduksi Volvulus, Ladd Proc Apendiktomi
31. Eksisi
32. Eksisi, Injeksi Bleomisin
33. Lobektomi
34. Lengthening M. Sternokleido
35. Reseksi, Ligasi
36. RA, Gastrotomi, Replacement
37. Esofagomiotomi, RA Esofagus
38. Subkutaneus Mastektomi
39. Komplikasi Diafragmatika
40. Insisi/drainase
41. Repair Dinding Perut
42. Repair
43. Abdominoplasti
44. Fundoplikasi
45. Gastripeksi
46. Closure, gastrostomi
47. Endoskopi / Laparotomi
48. Ablasio Duplikasi
49. Duodenoduodenostomi
50. Reseksi Pankreas
51. Kistojejunostomi R & Y
52. Hepaticojejunostomi
53. Kolesistektomi
54. Reseksi, Biopsi, Lobektomi
55. Reseksi Anastomosis
56. RA, Ileostomi, Lavase
57. Intestinal Lengthening
58. Wedge eksisi, RA
59. RA, Ileostomi
60. RA, Hemikolektomi, Kolostomi
61. Pulltrough Prosedur
62. Nefrektomi
63. Pieloplasti
64. Reimplantasi, Tapering
65. Eksisi, Reimplantasi
66. Kloaka
67. Sphincterotomi, Streching
68. Insisi, Fistulektomi
69. Thiersch Prosedur
70. Genitoplasti
71. Augmentasi
72. Kolostomi, Rektal/Blader Closure
73. Blader Closure, Repair Epispadia
74. Orkidopeksi, Orkidektomi
75. Valve Ablation
76. Uretroplasty, vaginoplasty
77. Insisi
78. Reseksi, Closure
79. Drainase
80. Splenektomi, Closure
81. RA, Ileostomi, Closure
82. Nefrektomi, repair rupture
83. Surgery by Laparaskopi
BEDAH DIGESTIF
No. TATALAKSANA KASUS
1. Pankreatitis Akut
2. Ikterus Obstruksi
3. Biliary Cyst
4. Hematom Peritoneal
5. Tumor Ganas Duodenum
6. Zollinger Ellison Syndrome
7. Prolap Recti
8. Perdarahan Varises Esophagus
9. Perdarahan Saluran Makan Bagian Atas
10. Perdarahan Ulkus Duodeni
11. Kolesistitis Kronik
12. Koledokolitiasis
13. Kolangiokarsinoma
14. Devertikulum Zenker
15. Barrets Esophagus
16. Akalasia
17. Trombosis Vena Lienalis
18. Fistula Ani
19. Vilous Adenoma
20. Stenosis Anal
21. Familial Adenomatous Poloposis
22. Kromik Megacolon
23. Karsinoma Esophagus
24. Benign Liver Cyst Kista Hydatid
25. Fistula Trakeosofagus
26 Gastroesofageal Reflux Disease
27. Gastric Leiomyomas and Leiomyosarcomas
28. Karisnoma Kolorectal
29. Koleilithiasis
30. Karsinoma Anal
31. Fissura Ani
32. Pappilary Tumor
33. Cholangitis
34. Ca Gaster
35. Trombosis Haemorrhoid Eksterna
36. Benign Liver Cyst Simple Cyst
37. Metastase Neoplasma ke Hepar
38. Sclerosing Cholangitis
39. Striktur Duktus Biliaris
40. Sindroma Hepatorenal (HRS)
41. Adenoma
42. Melanoma dan Karsinoma Sel Basal Anus
43. Recto Vaginal Fistula
44. Trauma Pankreas
45. Perdarahan akibat Haemorrhoid
46. Abses Hepar
47. Parasternal (morgagni) Hernia
48. Refluks Esophagitis Sliding Hiatal Hernia
49. Hiatal Hernia
50. Hernia Bochdalek
51. Adenocarcinoma Appendix
52. Batu Empedu
53. Ileus Batu Empedu
54. Polip Kandung Empedu
55. Tumor Kandung Empedu
56. Colitis Ulseratif
57. Crohn Disease
58. Divertikulitis
59. Hirsphrung Disease

No. PROSEDUR TINDAKAN


1. Eksisi Ekstra Hepatic Biliary + Mel + Chole
2. Explorasi
3. Paliatif Double by Pass
4. Pembedahan
5. Operasi
6. Endoscopy menghentikan perdarahan
7. Resusitasi transfusi menghentikan perdarahan + endoscopy + operasi
8. Cholecystectomy
9. Stingnektomi Endoskopi dengan Explorasi Duktus
10. Diverticulectomi
11. Splenektomi
12. Reseksi Adenoma
13. Sphincterotomy
14. Protocolectomi
15. Total Abdominal Colectomi
16. Esofagektomi
17. Marsupialisasi dan Insisi dengan Omentum
18. Fundoplikasi dengan Laparoscopi
19. Laparatomi
20. Miles Prosedur Neo Adjuvant radiasi
21. Pancreaticoduodennitomy, Whipple, Pancreatectomy
22. Gastrektomy
23. Caplasi Batu Empedu

BEDAH ONKOLOGI
No. TATALAKSANA KASUS
1 Kanker Payudara
2 Kanker Tiroid
3 Kanker Rongga Mulut
4 Tumor/Kanker Kelenjar Solivaring
5 Soft Tissue Tumor
6 Kanker Kulit Melanoma
7 Kanker Kulit Non Melanoma
No. PROSEDUR TINDAKAN
1. Mastectomi
2. Thyroidectomi

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS BEDAH PLASTIK

No. TATALAKSANA KASUS


1. Luka
2. Parut Hipertrofi
3. Keloid
4. Avulsi Kulit
5. Kontraktur
6. Luka Bakar
7. Trauma Dingin
8. Ulkus Dekubitus
9. Abses Kulit
10. Nevus Pigmentosus
11. Nevus Verukosum
12. Keratosis Seboroika
13. Hairy Nevus
14. Neurofibromatosis
15. Melanoma Maligna
16. Karsinoma Sel Basal
17. Karsinoma Sel Skuamosa
18. Kista Atheroma
19. Kista Dermoid
20. Kista Epidermoid
21. Kista Pelonidal
22. Lipoma
23. Hemangioma
24. Malformasi Vaskuler
25. Trauma Jaringan Lunak Wajah
26. Dislokasi Temporomandibular Joint
27. Fraktur Mandibula
28. Fraktur Maksila
29. Fraktur Nasal
30. Fraktur Zygoma
31. Fraktur NOE (Naso-Orbito-Etmodalis)
32. Fraktur Dasar Orbita
33. Deformitas Paska Ablasi Tumor
34. Kraniosinostosis
35. Ensefalokel Frontalis dan Nasofrontalis
36. Crabiofacial Microstomia
37. Mikrostomia dan Makrostomia
38. Celah Kepala dan Wajah (Craniofacial Cleft)
39. Retrognatia, Prognatia
40. Makrognatia dan Mikrognatia
41. Celah Bibi (Cleft Lip)
42. Sumbing alveolus (Alveolar Cleft)
43. Sumbing Langit-langit (cleft palate)
44. Hypernasality
45. Xentelasma of eyelid
46. Baggy eyelids
47. Ectropion of Eyelids
48. Lagoftalmus
49. Ptosis of The Upper Eyelid
50. Acquired Deformities of Nose
51. Congenital Malformation of Nose
52. Preauricular Sinus and Cyst
53. Deviasi Septum Nasi
54. Congenital and Acquired Absence of Earlobe
55. Tragus Assesorius
56. Makrotia
57. Mikrotia
58. Pointed Ear
59. Low, Set Ears, Misplaced
60. Prominent Ear
61. Constricted Ear
62. Kriptotia
63. Lobuloskiziz
64. Amputasi Traumatik Telinga
65. Gigantomastia
66. Congenital Absence of Breast
67. Absence Nipple (Atelia)
68. Mamae Abberans
69. Putting Asesorius (politelia)
70. Hipoplasia Payudara
71. Ptosis Payudara
72. Inverted Nipple
73. Hipospadia
74. Epispadia
75. Short Urethra
76. Buried Penis
77. Genitalia Ambigu
78. Amputasi Traumatik Penis
79. Artresia Vaginalis
80. Sirkumsisi
81. Amputasi Mayor Ekstremitas Atas
82. Amputasi Kaki
83. Limfedema
84. Paronikia
85. Ingrowing Nail
86. Ulkus Diabetikum
87. Ruptur Tendon Fleksor Tangan
88. Ruptur Tendon Ekstensor Tangan
89. Fraktur Falang Tangan
90. Fraktur Metakarpal
91. Swan Neck Deformity
92. Boutonierre Deformity
93. Malet Finger
94. Amputasi Traumatika Jari dan Pergelangan Tangan
95. Lesi Pleksus Brakialis Kongenital dan Akuisitas
96. Lesi Perifer Nervus Radialis
97. Carpal-Tunnel Syndrome
98. Trigger Finger, Trigger Thumb
99. Dequervains Syndrome
100 Finger Tip Injury
.
101 Blast Injury Tangan dan/atau Lengan
.
102 Syndactily
.
103 Polidactily
.
104 Macrodactily
.
105 Camptodactily
.
106 Clinodactily
.
107 Thumb Hypoplasia
.
108 Congenital Band Syndrome
.
109 Radial Club Hand
.
110. Ulnar Club Hand
111. Radial Claw Hand
112. Ulnar Claw Hand
113. Ganglion
114. Subinvolusi Payudara
115. Bentuk Perut Tidak Harmonis
116. Bentuk Hidung Tidak Harmonis
117. Bentuk Tulang Pipi Tidak Harmonis
118. Bentuk Rahang Bawah Tidak Harmonis
119. Bentuk Dagu Tidak Harmonis
120 Bentuk Bokong Tidak Harmonis
.
121 Bentuk Lengan Tidak Harmonis
.
122 Bentuk Paha Tidak Harmonis
.
123 Bentuk Betis Tidak Harmonis
.
124 Maldesposisi Lemak
.
125 Hipotrofi Lemak
.
126 Facial Wrinkles and Aging
.
127 Hyperhydrosis
.
128 Kebotakan
.
129 Laxity of Vaginal Wall
.
130 Hipertrofi Labia
.
131 Hipertrofi Klitoris
.
132 Sinekia Vagina
.
133 Ruptur Selaput Dara
.
134 Breast Implant
.
135 Transsexual
.
136 Transplant
.
137 Granuloma Silikon
.

PROSEDUR TINDAKAN
1. Debridement
2. Eksisi, penutupan primer, skin graft/flap
3. Split Thickness skin graft
4. Release kontruktur, tendon lengthening
5. Eksisi dan skin graft
6. Debridement, nekrotomi dan rekonstruksi
7. Debridement, penutupan primer/skin graft/flap
8. Insisi Drainase
9. Eksisi Tangensial (shaving), dermabrasi
10. Eksisi, serial eksisi, tissue expansion
11. Eksisi penutup primer
12. Eksisi luas dan diseksi kelenjar getah bening
13. Eksisi luas
14. Eksisi Luas, penutupan primer/skin graft
15. Ekstirpasi, penutupan primer/flap
16. Insisi dan Eksisi, jahit primer/flap
17. Ekstirpasi
18. Reposisi dan Fiksasi
19. Reposisi. Bone graft dan fiksasi
20. Reposisi, bone/cartilage graft, mesh plate
21. Rekonstruksi dengan flap local
22. Rekonstruksi cranial bertahap
23. Rekonstruksi oleh Tim Kraniofasial
24. Eksisi skin tag dan cartilage
25. Rekonstruksi
26. Rekonstruksi wajah dan kepala
27. Orthognatic Surgery
28. Labioplasti
29. Alveolar bone graft
30. Palatoplasti
31. Blefaroplasti atas atau bawah
32. Insisi
33. Koreksi palpebra superior dengan skin graft/flap
34. Koreksi ptosis
35. Rekonstruksi hidung
36. Koreksi/rekonstruksi hidung
37. Eksplorasi dan fistulektomi
38. Koreksi septum nasi
39. Pembuatan lubang telinga yang bersifat kosmetik
40. Eksisi dan penutupan primer
41. Koreksi makrotia
42. Antiheliksplasti
43. Reposisi dan rekonstruksi telinga
44. Otiplasti
45. Lobuloplasti
46. Revaskularisasi dan replantasi
47. Reduksi payudara, liposuction
48. Rekonstruksi pembuatan payudara
49. Pembuatan putting dari jaringan sekitar
50. Eksisi
51. Augmentasi payudara
52. Mastopeksi
53. Rekonstruksi putting
54. Uretroplasti
55. Lipektomi
56. Atresia Vagina
57. Sirkumsisi
58. Modifikasi liposuction
59. Drainase abses, debridement, nail plasty
60. Nailplasty
61. Debridement/nekrotomi, secondary intention
62. Repair tendon
63. ORIF open reduction internal fixation
64. Reposisi tertutup atau terbuka
65. Artroplasti, artrodesis
66. Sinevektomi dan Dynamic Splinting
67. Reposisi dan fiksasi
68. Nerve repair
69. Injeksi sklerosing agent/corticosteroid
70. Carpal tunnel release
71. Release
72. Debridement, nekrotomi dan skin graft
73. Salvage
74. Separasi jaringan, penutupan defek
75. Reseksi kulit dan jaringan lunak
76. Rekonstruksi jari
77. Release constriction band
78. Rekonstruksi dengan prosedur sentralisasi
79. Repair saraf medianus
80. Eksisi terbuka atau secara endoscopis
81. Liposuction, abdominalipection
82. Augmentasi tinoplasti1
83. Reduksi malaris, augmentasi malaris
84. Angle reduction/reshaping
85. Repair/rekonstruksi/augmentasi dagu
86. Liposuction, lipectomi
87. Liposuction atau lipectomi, augmentasi
88. Liposuction, augmentasi dengan pemasangan implant
89. Fat grafting atau pemasangan implant
90. Face Lift
91. Suction curettage, eksisi subdemalis
92. Hair replacement surgery
93. Vaginoplasty
94. Labiaplasty
95. Klitoroplasti
96. Release / separasi labia
97. Hymenoplasty
98. Operasi Ubah Kelamin
99. Transplantasi
100 Eksisi, reduksi/debulking, skin graft
.

BEDAH THORAK KARDIO VASKULAR


TATA LAKSANA KASUS
1. Pneumothoraks
2. Ruptur Trakeobronkial
3. Kanker Paru
4. Pemasangan WSD
5. Empiema
6. Trauma Tumpul Dinding Dada
7. Trauma Laring
8. Trauma Jantung
9. Trauma Esofagus
10. Tymoma
11. Tumor Mediastinum
12. Fraktur Iga
13. Flial Chest
PROSEDUR TINDAKAN
1. Pemasangan WSD
2. Repair Trakea / bronkus
3. Labektomi / pneumonectomi
4. Pemasangan WSD/torakotomi
5. Repair Laring
6. Repair Esophagus
7. Thymothymectomi
8. Torakotomi / sternotomi + Angkat Tumor
9. Fiksasi Iga

BEDAH UMUM
TATALAKSANA KASUS
1. Appendik
2. Haemoroid
3. Hernia
4. Trauma Abdomen
5. Ileus
6. Malformasi Anus dan Rectum
7. Abses Perianal
8. Akut Abdomen
9. Trauma Tusuk Abdomen
PROSEDUR TINDAKAN
1. Apendiktomi
2. Haemoroidectomi
3. Herniotomi
4. Laparotomi
5. Anoplasty

BEDAH UROLOGI
TATALAKSANA KASUS
1. Karsinoma Prostat
2. Keganasan Buli-buli
3. Keganasan pada Penis
4. Trauma Kandung Kemih
5. Sistitis
6. Hipertrofi Prostat
7. Hidrokel Testis
8. Batu Ginjal
9. Striktur Uretra
10. Trauma Uretra Anterior
11. Tumor Adrenal
12. Karsinoma Ginjal
13. Stenosis Ureteropelvik
14. Stenosis / Ruptur Ureter
15. Batu Ureter > 1 cm
16. Batu Ureter < 1 cm
17. Batu Buli > 2 cm
18. Batu Buli < 2 cm
19. Divertikel Buli
20. Hispospadia
21. Undesensus Testis
22. Tumor Testis
23. Stenosis Orifisum Uretra
24. Fimosis
25. Epididintis Kronik
26. Pyonerosis
27. Trauma Uretra Posterior
PROSEDUR TINDAKAN
1. TUR Prostat
2. TUR Bladder Tumor, Sistektomi Radikal
3. Penektomi Total/Parsial
4. Repair Buli-buli
5. Sistoskopi
6. Hidrokelektomi
7. Pyelolitotomi simple/extended
8. Uretrotomi Interna (Sachse)
9. Reseksi Anastomosis Uretra

BEDAH VASKULAR
TATALAKSANA KASUS
1. Ulkus Diabetikum
2. Varises Tungkai
3. Trauma Vaskular
4. Penyakit Reynaud
5. Penyakit Arteri Prefier
6. Hipertensi Portali
7. Deep Vein Obliterans
8. Thromboangiitis Obliterans
9. Arteritis Takayasu
10. Pelayanan Arterio Venous Malformasi
11. Aneurisma Aorta Abdominal
12. Pelayanan Akses Hemodialisa/AV SHUNT
PROSEDUR TINDAKAN
1. Debridement
2. Simpatektomi Torakodorsalis Per Endoskopi
3. Operasi Terbuka / Konvensional
4. Minimal Invasif / Endovaskuler
5. Ligis Vena
6. Interupsi Vana Kafa Interior
7. Trombektomi Vena
8. Endoflebektomi
9. Pintasan Splenorenal Distal
10. TEA
11. BCS / Mastectomi Simplenakatek

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER DAN DOKTER SPESIALIS

GIGI DAN MULUT

BEDAH MULUT
TATALAKSANA KASUS
1. Exodontia :
A. Gigi dengan infeksi
B. Supernumerary
C. Impaksi
D. Malposisi
2. Bedah Dento Alveolar :
A. Gigi Impaksi
B. Alveolectomy pada Eksostosis
C. Kelainan Periapikal
D. Gigi salah letak :
Gigi dengan rotasi
Gigi Diastema
Gigi Transposisi
Gigi Terbenam Posisi Abnormal
3. Infeksi Daerah Oromaksilofacial
4. Trauma Orofacial :
A. Kontusio jaringan lunak
B. Luka abrasi fasial
C. Vulnus fasial
D. Cedera dento alveolar
E. Fraktur mandibula
F. Fraktur maksila dan kompleks tulang lain
5. Neoplasma :
A. Neoplasma jinak rongga mulut
B. Tumor ganas rongga mulut
6. Kista Rongga Mulut
7. Kelainan Kongenital :
A. Pit/Fistula pada Bibir dan Komisura
B. Double Lip
C. Celah bibir
D. Celah langit-langit
E. Mikrostamia
F. Makrostamia
G. Makroglosi
H. Ankiloglosia
I. Torus palatinus dan Torusvmandibularis
J. Frenulum Labii abnormal / frenulum lingualis abnormal
8. Kelaianan Kelenjar Ludah :
A. Sialolitiasis
B. Xerostomia
C. Sialorhea
D. Sjogren Sindrom
E. Mumps (Parotitis Epidemik)
F. Sialedenitis Bakterial Akut
G. Sindrom Mikulicz
H. Sarkoidosis
9. Kelainan Saraf Kranial V dan VII :
A. Trigeminal Neuralgia
B. Bells Palsy
10. Sendi Temporo Mandibula
A. Diskola Sendi Temporo Mandibula ke Anterior
B. Internal Derangement
C. Ankilosis sendi temporo mandibula
11. Bedah Orthognati :
A. Bedah orthognati pada Kelainan Disgnati
PROSEDUR TINDAKAN
1. Gigi Impaksi
2. Alveolektomi pada Eksostosis
3. Kelainan Periapikal
4. Infeksi Daerah Oromaksilofasial
5. Luka Abrasi Fasial
6. Vulnus Fasial
7. Fraktur Mandibula
8. Neoplasma Rongga Mulut
9. Tumor Ganas Rongga Mulut
10. Kista Rongga Mulut
11. Fistula pada Bibir
12. Double Lip
13. Mikrostamia
14. Trauma Orofasial
15. Kelainan Kelenjar Ludah
16. Exodontia
17. Exodontia dengan komplikasi

KEDOKTERAN GIGI ANAK


TATALAKSANA KASUS
1. Oral Hygiene Buruk
2. Gingivitis
3. Demineralisasi Permukaan Halus / Aproksimal
4. Karies Email Gigi Sulung
5. Karies Dentin Gigi Sulung
6. Karies Mencapai Pulpa Vital Gigi Sulung
7. Karies Mencapai Pulpa Non Vital Gigi Sulung
8. Iritasi Pulpa Gigi tetap Muda
9. Hiperemia Pulpa Gigi Tetap Muda
10. Pulpitis Akut Gigi Tetap Muda
11. Pulpitis Kronis Gigi Tetap Muda
12. Gigi Tetap Muda Non Vital
13. Dento Alveolar Abses Akut
14. Dento Alveolar Abses Kronis
15. Persistensi Gigi Sulung
16. Kehilangan Dini Gigi SUlung
17. Gigitan Silang Gigi Anterior
18. Gigitan Silang Gigi Posterior
19. Fraktur Mahkota Gigi Sulung
20. Fraktur mahkota Gigi Tetap muda
21. Akar Gigi Tertinggal
22. Amelogenensis Imperfecta
23. Dentinogenesis Imperfecta
PROSEDUR TINDAKAN
1. Exodontia dengan Komplikasi
2. Exodontia
3. Tambal Sementara
4. Tambal Tetap
5. Scalling
6. Penambalan Sinar
7. Penambalan Amalgam
8. Pembuatan Gigi Palsu Sederhana
9. Perawatan Ortho sederhana
10. Tumpatan Post PSA :
A. Direct :
GIC
Komposit
B. Indirect :
Onlay
Post Cure Crown

KONSERVASI
TATALAKSANA KASUS
1. Karies Dini/Lesi Putih/Karies email tanpa Kavitas
2. Karies :
A. Karies email dengan kavitas
B. Karies mencapai dentin dengan kavitas
C. Karies pada semen / karies akar gigi.
3. Karies Terhenti / Arrested Caries
4. Atrisi, Abrasi, Erosi
5. Resorbsi External dan Internal
6. Perubahan Warna Gigi Eksterna
7. Perubahan Warna Gigi Interna
8. Dentin Hipersensitifitas
9. Pulpitis Reversibel/ Pulpitis Awal/ Pulpitis Hiperemi
10. Pulpitis / Pulpitis Irreversibel
11. Pulpitis Irreversibel Akut
12. Nekrosis Pulpa / Gangren Pulpa
13. Abses Periapeks Akut dan Kronis
14. Kelainan Jaringan Priodontal
15. Kista Radikuler
16. Fraktur Korona (1/3 Mahkota)
17. Fraktur Korona Akar (1/3 Cervikal)
18. Fraktur A Vert dan HOR
19. Dislokasi Gigi
PROSEDUR TINDAKAN
1. Perawatan Saluran Akar
2. Tumpatan post PSA :
A. Direct :
GIC
Komposit
B. Indirect :
Onlay
Post Cure Crown
3. Endo bedah

ORTHODONSIA
TATALAKSANA KASUS
1. Kelainan Fungsi Dentofacial
2. Kelainan Letak Gigi karena Kehilangan Prematur Gigi
3. Kelainan Posisi Gigi (Kelainan Dento Alveolar) :
A. Maloklusi Kelas1
B. Anomali Letak Gigi
C. Jarak Gigit Berlebih
D. Deviasi Garis Tengah
E. Oklusi Lingual Gigi Posterior
F. Gigitan Bersilang Depan/Belakang
G. Tumpang Gigit Berlebih
4. Maloklusi Kelas III :
A. Anomali hubungan Rahang dengan Dasar Tengkorak
B. Prognatisme Mandibula
C. Retrognatisme Maksila
D. Gigitan Bersilang Depan, Belakang
E. Mesiooklusi
F. Tumpang Gigit Berlebih
G. Anomali Letak Gigi
H. Gigitan Terbuka
5. Maloklusi Kelas II :
A. Anomali hubungan Rahang dengan dasar Tengkorak
B. Prognatisme Maksila
C. Retrognatisme Mandibula
D. Anomali hubungn Rahang dengan dasar Tengkorak Lain
E. Dislokasi
F. Jarak Gigit Berlebih
G. Tumpang Gigit Berlebih
H. Gigitan Terbuka
I. Deviasi Garis Tengah
J. Gangguan Sendi Temporo Mandibula
K. Anomali Letak Gigi
L. Oklusi Lingual Gigi Posterior
6. Prognatisme Bimaksiler :
A. Anomali Hubungan Rahang dengan Dasar Tengkorak
B. Prognatisme Maksila
C. Prognatisme Mandibula
7. Retrognatisme Bimaksiler
A. Retrognatisme Maksila
B. Retrognatisme mandibula
8. Kelainan Kranio/Dentofasial Celah Bibir dan/atau Langit-Langit
PROSEDUR TINDAKAN
1. Cetak Rahang Atas dan Rahang Bawah
2. Pemasangan Separator dan Molar Band
3. Pemasangan brecket dan Arch wire/kawat gigi
4. Aktivasi alat orthodinsi, yaitu :
A. Penggantian OPower/Elastik
B. Penggantian Kawat Gigi
C. Slicing/Pengasahan Gigi
5. Rebonding brecket/resement band yang lepas
6. Pencetakan Gigi untuk Evaluasi Perawatan
7. Pelepasan alat ortho dilanjutkan dengan fluoridasi
8. Pencetakan gigi untuk pembuatan retainer
9. Pemasangan retainer lepasan
10. Pemasangan retainer cekat.
PENYAKIT MULUT
TATALAKSANA KASUS
1. Stomatitis Aftosa
2. Chemical Burn
3. Ulkus Traumatikus
4. Ulkus Dekubilitas
5. Lingua Geografika / Benign Migratory Glossitis
6. Denture Sore Mouth / Cronic Atropic Candidiasis
7. Herpes Labialis
8. Liken Planus
9. Leukoplakia
10. Karsinoma Sel Skuamosa

PERIODONTIA
TATALAKSANA KASUS
1. Gingivitis
2. Hiperplastik Gingiva
3. Resesi Gusi
4. Periodontitis

PROSTODONTIA
PROSEDUR TINDAKAN
1. Feeding plate / orthopedic plate
2. Celah Langit/Mandibula pada Anak/Dewasa
3. Cacat pada Hidung/Telinga/Muka
4. Protesa Mata
5. Periodontal Protesis
6. Implant Denture
7. Over Denture
8. Gigi Tiruan Intermediat
9. Gigi Tiruan Lengkap Imediat
10. Gigi Tiruan Sebagai Lepasan Imediat
11. Gigi Tiruan Lengkap Akrilik dengan Kelainan
12. Gigi Tiruan Lengkap Akrilik tanpa Kelainan
13. Gigi Tiruan Sebagian Kerangka Logam
14. Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Akrilik
15. Reparasi Gigi Tiruan
16. Reline / Rebase
17. Splint kaku sendi temporo mandibula
18. Splint keletuk sendi temporo mandibula
19. Mahkota Tiruan/Jaket/Mahkota Penuh
20. Jembatan Tetap
21. Maryland Bridge/Adhesive Bridge
22. Precision Attachment.
GIGI UMUM
TATALAKSANA KASUS
1. Exodontia
2. Bedah Dento-Alveolar :
A. Gigi Impaksi
B. Alvelectomy pada Eksostosis
C. Kelainan Periapikal
3. Infeksi Daerah Oromaksilofacial Ringan sampai dengan Sedang
4. Trauma Orofacial :
A. Kontusio Jaringan Lunak Fasial
B. Luka Ablasi Fasial
5. Sendi Temporo Mandibula :
A. Dislokasi Sendi Temporo Mandibula ke Anterior
B. Internal Derangement
6. Kelainan Fungsi Dentofacial
7. Kelainan Letak Gigi karena Kehilangan Prematur Gigi Sulung
8. Kelainan Posisi Gigi (Kelainan Dento Alveolar) :
A. Maloklusi Kelas 1
B. Anomali Letak Gigi
C. Jarak Gigit Berlebih
D. Deviasi Garis Tengah
E. Oklusi Lingual Gigi Posterior
F. Gigitan Bersilang Depan/Belakang
G. Tumpang Gigit Berlebih
9. Karies Dini/Lesi Putih/Karies Email Tanpa Kavitas
10. Karies :
A. Karies Email dengan Kavitas
B. Karies mencapai Dentin dengan Kavitas
C. Karies pada Semen/Karies Akar Gigi
11. Karies Terhenti/Arrested Caries
12. Perubahan Warna Eksterna
13. Dentin Hipersensitif
14. Pulpitis Reversible/Pulpitis Awal/Pulpitis Hiperemi
15. Pulpitis Irreversible Akut
16. Nekrosis Pulpa/Gangren Pulpa pada Gigi Akar Tunggal
17. Fraktur Korona (1/3 Mahkota)
18. Over Denture
19. Gigi Tiruan Intermediate
20. Gigi Tiruan Lengkap Imediat
21. Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Imediat
22. Gigi Tiruan Lengkap Akrilik tanpa Kelaianan
23. Gigi Tiruan Sebagian Kerangka Logam
24. Gigi Tiruan Sebagian Lepas Akrilik
25. Reparasi Gigi Tiruan
26. Reline/Rebase
27. Mahkota Tiruan/Jaket/Mahkota Penuh
28. Jembatan Tetap
29. Maryland Bridge/Adhesive Bridge
30. Precision Attachment
31. Oral Hygiene Buruk
32. Gingivitis
33. Demineralisasi Permukaan Halus/Approksimal
34. Karies Email Gigi Sulung
35. Karies Dentin Gigi Sulung
36. Iritasi Pulpa Gigi Tetap Muda
37. Hiperemia Pulpa Gigi Tetap Muda
38. Persistensi Gigi Sulung
39. Akar Gigi Tertinggal
40. Hiperplastik Gingiva
41. Resesi Gusi
42. Periodontitis
43. Stomatitis Aftosa
44. Chemical Burn
45. UIkus Traumatikus
46. Ulkus Dekubilitas
47. Lingua Geografika/Benign Migratory Glossitis
48. Denture Sore Mouth/Cronic Atropic Candidiasis
49. Herpes Labialis

PROSEDUR TINDAKAN
1. Exodontia dengan Komplikasi
2. Exodontia
3. Tambal Sementara
4. Tambal Tetap
5. Scalling
6. Penambalan Sinar
7. Penambalan Amalgam
8. Pembuatan Gigi Palsu Sederhana
9. Perawatan Ortho Sederhana
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI SPESIALIS JANTUNG

TATALAKSANA KASUS
1. Stenosis Mitral
2. Regurgitasi Mitral
3. Pengelolaan Stenosis Aortik
4. Pengelolaan Stenosis Regurgitasi Aortik
5. Endokarditis Infektif pada Penggunaan Obat Intravena Berulang
6. Demam Rematik
7. Valvuloplasti Mitral dengan Balon
8. Valvuloplasti Aortik dengan Balon
9. Protokol Konversi Listrik
10. Anomaly Pulmonary Venous Drainage
11. Atrial Septal Defect
12. Atrioventricular Septal Defect
13. Coarctatio Aorta
14. Double Outlet Right Ventricular
15. Gagal Jantung Kongestif (pada anak)
16. Pulmonary Atresia Intact Ventricular Septum
17. Patent Ductus Arteriosus
18. Persistent Tructus Arteriosus
19. Spel Hipoksik
20. Tricuspid Atresia
21. Transposition of The Great Arteries
22. Tetralogy of Fallot
23. Ventricular Septal Defect
24. Kardiomiopati Dilatasi
25. Kardiomiopati Hipertropi
26. Gagal Jantung Kronik
27. Penatalaksanaan Gagal Jantung Akut
28. Klaudikasio Intermiten Tungkai
29. Iskemi Tungkai Kronis Kritis
30. Iskemi Tungkai Akut
31. Diseksi Aorta
32. Emboli Paru
33. Iskemia Mesentrika
34. Insufisiensi Vena Kronis Tungkai (IVK)
35. Trombosis Vena Dalam (TVD)
36. Aneurisme Aorta
37. Ekstrasistol Atrium
38. Sindrom Pre Eksitasi
39. Takikardia Sinus
40. Fibrilasi Atrium
41. Flutter Atrium
42. Takikardia Aritmia
43. Takikardia Atrium Multifokal
44. Takikardia Supra Ventrikular AVRT
45. Takikardia Supra Ventrikular AVNRT
46. Fibrilasi Atrium dengan Sindrom WPW
47. Ekstrasistol Ventrikular
48. Takikardia Ventrikular Idiopatik dari RVOT
49. Takikardia Ventrikular Idiopatik di LV
50. Takikardia Ventrikular Berkas Cabang
51. Takikardia Ventrikular Iskemik
52. Torsade de Pointes
53. Fibrilasi Ventrikular
54. Sindrom QT Panjang
55. Sindrom Brugada
56. Blok AV Derajat I
57. Blok AV Derajat II Tipe 1
58. Blok AV Derajat II Tipe 2
59. Blok AV Derajat III
60. Sindrom Sinus Sakit
61. Blok SA
62. SA Arrest
63. AF Respons Lambat
64. Sindrom Hipersensitif Karotis
65. Sinkope Vaso Vagal
66. Algoritma Pemilihan Pacu Jantung pada Penderita Blok AV total
67. Algoritma Pemilihan Pacu Jantung pada Blok Sindroma Sinus Sakit
68. Penyakit Geriatri
69. Gangguan Asam Basa
70. Gangguan Elektrolit
71. Tirotoksikosis dan Tyroid Strom
72. Dislipidemia
73. Rehabilitasi Medik
74. Tetralogi Fallot
75. Pengelolaan Gagal Jantung Kronik
76. Defek Septum Ventrikel
77. Rehabilitasi Jantung
78. ACS Stemi
79. ACS Non Stemi
80. Trombosis Vena Dalam Akut (TVD Akut), Deep Vein Trombosis (DVT)
81. Iskemi Tungkai Akut (Acut Limb Ischaemia = ALI)
82. Iskemi Tungkai Kronis Kritis (Critical Limb Ischaemia = CLI)
83. Hipertensi
84. Diagnostik, Penanganan profilaksis El
85. Penyakit Jantung Rematik
86. Henti Jantung dan henti Nafas akibat asistole dan PEA
87. Henti Jantung Henti Nafas akibat Ventrikular Takikardi (VT) tanpa Nadi dan Ventrikular
Fibrilantion (VF)
88. Iskemi Tungkai Kronis Kritis (Critical Limb Ischaemia = CLI)

PROSEDUR TINDAKAN
1. Pelayanan Angiografi
2. Temporary Pace Maker (TPM)
3. Pericardiosentesis (Tapping Pericard)
4. Percutaneus Transluminal Coroner Angioplasty (PTCA)
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS JIWA

TATALAKSANA KASUS
1. Gangguan Mental lainnya AKibat Kerusakan dan Disfungsi Otak dan Penyakit Fisik
2. Delirium
3. Demensia
4. Efek Samping Obat Antipsikotik : Parkinsonisme
5. Efek Sanping Obat Akatisia (kegelisahan motorik)
6. Gangguan Mental dan Perilaku karena Penggunaan Zat Psikoaktif
7. Skizofrenia
8. Gangguan Waham Menetap
9. Gangguan Psikotik Akut dan Sementara
10. Gangguan Depresi
11. Gangguan Afektif Bipolar
12 Gangguan Panik
13. Gangguan Cemas Menyeluruh
14. Gangguan Somatisasi
15. Gangguan Kepribadian Khas
16. Autisme pada Anak
17 Gangguan Hiperkinetik
18.. Gangguan Stres Pasca Trauma
19. Gangguan Penyesuaian
20. Sindroma Neuroleptik Maligna (Efek Samping Obat Antipsikotik)
21. Gangguan Obsesif Kompulsif
22. Gangguan Skizoafektif

PROSEDUR TINDAKAN
1. Pemeriksaan Psikiatri (Wawancara dan Pemeriksaan Status Mental)
2. MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)
3. Konseling Adiksi
4. Psikoterapi Supportif
5. Pemberian Injeksi Haloperidol (short & long acting)
6. Pemberian Injeksi Diazepam.
7. Pemberian Injeksi Olanzapine
8. Pemberian Injeksi Fluphenazin Decanoat
9. Pemberian Injeksi Aripiprazole
10. Pengekangan (Restraint)

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS

KEBIDANAN DAN KANDUNGAN

TATALAKSANA KASUS
1 Pre Eklampsia Berat dan Eklampsia
2 Perdarahan Ante Partum
3 Perdarahan Pasca Persalinan
4 Ketuban Pecah Dini
5 Kehamilan Tepat Waktu
6 Penatalaksanaan Abortus
7 Kehamilan Ektopik Terganggu
8 Mola Hidatidosa
9 Neoplasma Ovari Jinak
10 Kanker Ovarium
11. Persalinan Pre-Trem
12. Pertumbuham Janin Terhambat
13. Kanker Endometrium
14. Kaker Serviks
15. Gangguan Haid
16. Endometriosis
17. Menopause
18. SPOK
19. Infertilitas
20. Prolaps Uteri
21. Fistel Anovagina/Rectovagina
22. Rektokel
23. Mioma Geburt
24. Polip Cervix
25. Polip Endometrium
26. Condiloma Accuminata
27. Hyperplasi Endometrium
28. Tumor Vulva
29. Kelainan Vagina
30. Robekan Perineum
31. Keluarga Berencana
32. Kista Bartholini
33. Penyakit Tofroblas Ganas (PTG)
34. Fistula Vesicovaginal

PROSEDUR TINDAKAN
1. Pertolongan Persalinan Normal
2. Pelayanan Pasien Sesaria Sito (SSS)
3. Ekstraksi Vacum
4. Ekstraksi Forceps
5. Histerektomi
6. Kuretase
7. Rawat Jalan Antenatal
8. Pencegahan, Penapisan dan Penanggulangan Kehamilan Resiko Tinggi
9. Perawatan Nifas
10. Senam Hamil
11. Senam Nifas
12. Penyelenggaraan Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Perinatal
13. Pelayanan Keluarga Berencana
14. Penatalaksanaan Reaksi Anafilaktik pada Pasien Obstetri dan Gynekologi
15. Induksi Persalinan
16. Letak Sungsang / Presentasi Bokong
17. Inisiasi Menyusui DIni (IMD)
18. Terapi Cairan Elektrolit
19. Pemberian Transfusi Darah
20. Histeroskopi
21. Laparoskopi
22. Penatalaksanaan Bekas Seksio Sesaria (BSC)
23. Resusitasi bayi baru lahir
24.. USG dalam Obstetri dan Gynekologi
25 Perawatan pre dan pasca operasi
26. Kanker Serviks
27. Kanker Endometrium
28. Kanker Ovarium
29. Kolporrhapi Anterior Posterior
30. Histeroskopi Diagnostik dan Laparoskopi Diagnostik
31. Tubektomi
32. Vaginoplasty
33. Perineoplasti
34. Kauterisasi Condiloma Accuminata
35. Dilatasi dan Kuretase
36. Extirpasi Polip Cervix
37. Extirpasi Polip Endometrium
38. Extirpasi Mioma Geburt
39. Extirpasi Tumor Vulva Jinak
40. Extirpasi Kista Bartholini
41. Hiperplasia Endometrium
42. Fistulografi
43. Marsupialisasi Kista Bartholini

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS DOKTER SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN

TATALAKSANA KASUS
1. Akrodermatitis Enteropatika
2. Dermatitis Atopik
3. Dermatitis Numularis
4. Dermatitis Seboroik
5. Hipersensitivitas Terhadap Gigitan Serangga
6. Prurigo Herba
7. Pitiarisis Rosea
8. Pitiarisis Alba
9. Psoriasis
10. Miliaria
11. Neurodermatitis Sirkumskripta
12. Dermatofitosis
13. Herpes Zoster
14. Moluskum Kontagiosum
15. Morbus Hansen
16. Onikomikosis
17. Pioderma
18. Pitiariasis Versikolor
19. Skabies
20. Tuberkulosis Kutis
21. Varisela
22. Dermatitis Herpetiformis Duhring (DHD)
23. Dermatitis Kontak Alergi
24. Dermatitis Kontak Iritan
25. Eritoderma
26. Erupsi Obat Alergi
27. Lupus Eritematosus Diskoid (LE Diskoid)
28. Pemfigoid Bulossa
29. Pemvigus Vulagaris
30. Urtikaria
31. Acne Vulgaris
32. Alopesia Androgenik
33. Freckles
34. Melasma
35. Penuaan Kulit
36. Vitiligo
37. Dermato Fibroma
38. Fibroma Mole
39. Granuloma Piogenikum
40. Hemangioma
41. Keloid
42. Keratosis Seboroik
43. Kista
44. Nevus Verukosus
45. Siringoma
46. Karsinoma Sel Basal
47. Karsinoma Sel Skuama
48. Melanoma Maligna
49. Herpes Simplek Genital (HG)
50. Infeksi Genital Gonore
51. Infeksi Genital Nonspesifik
52. Kandidosis Vulvovaginal
53. Kandiloma Akuminata
54. Sifilis
55. Trikomoniasis
56. Vaginosis Bakterial
57. Nekrolisis Epidermal Toksik
58. Staphylococcal Scaled Skin Syndrome
59. Steven Johnsons Syndrome

PROSEDUR TINDAKAN
1. Bedah Beku
2. Bedah Kimia/Chemical Peeling
3. Bedah Listrik
4. Biopsi Kulit
5. Eksisi
6. Enukleasi Molluscum
7. Facial
8. Filler
9. Injeksi Intralesi
10. Injeksi Toksin Botulinum
11. Laser Skin Resurfacing
12. Laser Untuk Pigmentasi dan Tattoo
13. Skin Needling
14. Subsisi
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS MATA

TATALAKSANA KASUS
1. Khalazion
2. Hordeolum
3. Konjungtivitis
4. Keratitis
5. Ulkus Kornea
6. Uveitis Anterior
7. Uveitis Posterior
8. Panuveitis
9. Endoftalmitis
10. Episkleritis dan Skleritis
11. Selulitis Orbita
12. Miopia
13. Hipermetropia
14. Astigmatisma
15. Presbiop
16. Amblyopia
17. Anisometropia
18. Pterigium
19. Fraktur Blow Out
20. Lagoftalmus
21. Obstruksi Duktus Nasolakrimal
22. Ptosis
23. Entropion
24. Ektropion
25. Ptisis Bulbi
26. Soket Anoftalmi
27. Retinopati Prematuritas (ROP)
28. Retinoblastoma
29. Glaukoma Kongenital
30. Glaukoma Akut
31. Glaukoma Kronis
32. Glaukoma Suspek
33. Hifema
34. Katarak Kongenital
35. Katarak Senilis
36. Pseudo Tumor Orbita
37. Ablatio Retina
38. Sumbatan Arteri Retina
39. Sumbatan Vena Retina
40. Cebral Seorus Retinopathy
41. Diabetik Retinopati
42. Age Related Macular Degenaration (ARMD)
43. Asetropia
44. Exotropia
45. Neuritis Optika
46. Anterior Ischaemic Optic Neuropathy (AION)

PROSEDUR TINDAKAN
1. Ablasio Retina
2. ALR
3. Aspirasi Hifema
4. Biometri
5. Biopsi simple
6. Blepharoraphy
7. Chalazion
8. DCR
9. ECCE/ ICCE
10. ECCE/IOL + Trabekulektomi
11. ECCE/IOL
12. Eksenterasi
13. Ekstraksi Linier Umum
14. Entropin
15. Enukleasi
16. Everting Suture
17. Evicerasi + DFG
18. Eksplorasi Trauma Tembus
19. Eksterpasi Kista Dermoid
20. Eksterpasi Kista Konjungtiva
21. Eksterpasi Tumor
22. Fasia Lata Suspensi
23. Flap Conjungtiva
24. Graft Mukosa Bibir
25. Granuloma
26. Hordeolum
27. Iridectomi
28. Levator Reseksi
29. Limbal Graft
30. Lithiasis
31. Nukleasi + DFG
32. Orbitotomi Lateral
33. Phacoemulsifikasi
34. Phacoemulsifikasi + Trabekulektomi
35. Pterygium
36. Repair Kanalikulus & Punctum
37. Repair palpebra
38. Ruptur Cornea
39. Ruptur Palpebra
40. Ruptur Palpebra + pigtail
41. Sekunder Implant
42. Skin Graft of Ectropion
43. Tarsoraphi
44. Tonometri Schiotz
45. Trabekulektomi
46. Tumor Orbita
47. Xathel
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS

BEDAH ORTHOPEDI

TATALAKSANA KASUS
1. Fraktur Terbuka
2. Fraktur Tertutup
3. Fraktur Truna
4. Fraktur Clavicul
5. Dislokasi sendi Bahu
6. Dislokasi sendi Acromio Clavicula
7. Fraktur Humerus
8. Fraktur Supracondiler Humeri pada Anak
9. Fraktur Antebrachii
10. Fraktur Distal Radius
11. Fraktur Metacarpal
12. Fraktur Phalanx
13. Fraktur Trauma Thorakolumbal
14. Fraktur Pelvis
15. Fraktur Acetabulum
16. Dislokasi Panggul Posterior
17. Fraktur Collum Femur
18. Fraktur Subtrochanter Femur
19. Fraktur Intertrochanter Femur
20. Fkaktur Femur
21. Fraktur Distal Femur
22. Fraktur Cruris
23. Fraktur Pergelangan Kaki / Ankle
24. Fraktur Calceneus
25. Fraktur Talus
26. Fraktur Metatarsal
27. Hernia Nucleous Pulposus Lumbal
28. Fraktur Spondilitis TB
29. Low Back Pain
30. Osteoarthritis
31. Osteosarcoma
32. Metastatic Bone Disease
33. Giant Cell Tumor

PROSEDUR TINDAKAN
1. ORIF
2. Arthroplasty
3. Arthroscopy
4. Operasi Instrument Tulang Belakang
5. Debridement
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS PARU

TATALAKSANA KASUS
1. Bronkiektasis
2. Penumonia Komuniti (CAP)
3. Pneumonia Nasokomial (HAP)
4. VAP (Ventilator Aqcuired Penumonia)
5. Penumonia / Aspirasi Benda Asing
6. Bronkitis Akut
7. Tuberkulosis (Pleuritis TB)
8. Penyakit Jamur Paru
9. Abses Paru
10. Avian Influenza (Flu Burung)
11. Epiema Toraks
12. Asma
13. PPOK
14. SOPT (Sindrom Obstruksi Bekas TB)
15. Hemoptisis (Batuk Darah)
16. Pneumotoraks
17. ARDS
18. Emboli Paru
19. Edema Paru
20. Gagal Nafas Akut
21. Pneumomediastinum
22. KOR Pulmonale Kronik
23. Kanker Paru
24. Nodul Paru Soliter
25. Tumor Metastasis di Paru
26. Tumor Mediastinum
27. Efusi Pleura karena Keganasan
28. Efusi Pleura karena CKD
29. Efusi Pleura karena CHF
30. Efusi Pleura karena Sirosis Hati
31. Penyakit Paru kerja

PROSEDUR TINDAKAN
1. Arus Puncak Ekspirasi (APE) = Peak Flow Rate (PFR)
2. Spirometri
3. Uji Bronkodilator
4. Pemeriksaan Astrup/Analisa Gas Darah
5. Oksimetri
6. Punksi Pleura
7. Water Sealed Drainage (WSD)
8. Biopsi Trans Torakal (Trans Thoracal Needle Aspiration)
9. Bronchial Toilet
0. Bronchial Washing (Bilasan bronkus)
11. Bronchial Brushing (sikatan bronkus)
12. Biopsi Forsep
13. Trans Bronchial Needle Aspiration (TNB)
14. Intubasi Trakea
15. Kemoterapi
16. Pleurodesis untuk Efusi Pleura
17. Uji Mantoux
18. Biopsi jarum halus kelenjar Getah Bening
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS

PENYAKIT DALAM

TATALAKSANA KASUS
1. Abses Hati
2. Addisons Disease
3. Anemia Aplastik
4. Apheresis
5. Artritis Septik
6. Cushing Syndrome
7. Demam Berdarah Dengue
8. Demam Dengue
9. Demam Tifoid
10. Demam Rematoid
11. Diare Akut
12. Dispepsi
13. DM Tipe 1
14. DM Tipe 2
15. Fever of Unknown Origin (FUO)
16. Gagal Ginjal Akut
17. Gagal Ginjal Kronik
18. Gout Artritis
19. Hematologi
20. Hematoschezia
21. Hemetemesis Melena
22. Hepatitis Virus Akut
23. Hepatitis Virus Kronik
24. Hepatoma
25. Hipertensi Emergensi
26. Hipertensi Essensial
27. Hipertiroidisme
28. Hipoglikemia
29. Hipokalemia
30. Hipokalsemia
31. Hiponatremia
32. Hipotiroidisme
33. HIV-AIDS
34. Idiopatic Trombocytopenia Purpura (ITP)
35. Ileus Paralitik
36. Imobilisasi
37. Inkontinesia Urine
38. Instabilitas dan Jatuh
39. Intoksikasi Opiat
40. Intoksikasi Organo Fosfat
41. Karsinoma Gaster.
42. Karsinoma Kolon
43. Karsinoma Rekti
44. Ketoasidosis Diabetika
45. Koagulasi Intravaskular Diseminata (KID)
46. Kolesistitis Akut
47. Krisis Tiroid
48. Leptospirasis
49. Leukimia Granulositik Kronik (LGK)
50. Limfoma Non-Hodgkin (NHL)
51. Malaria
52. Malnutrisi
53. Nodul Tiroid
54. Osteoartritis
55. Penatalaksanaan Kaki Diabetes
56. Perlemakan Hepatitis Non Alkoholik
57. Sepsis dan Rejatan Sepsis
58. Rhematoid Artritis
59. Sepsis dan Rejatan Sepsis
60. Sindroma Delirium Akut
61. Sindrom Nefrotik
62. Sindrom Syok Dengue
63. Sirosis Hati
64. Sistemik Lupus Eritematosus (SLE)
65. Trombosis Vena Dalam (DVT)
66. Ulkus Dekubitis
67. Ulkus Peptikum

PROSEDUR TINDAKAN
1. Apheresis
2. Aspirasi Cairan Sendi/ Artosentesis
3. Aspirasi Kista Ginjal
4. Biopsi Aspirasi Jarum Halus
5. Biopsi Ginjal
6. Biopsi Sumsum Tulang (+BMP)
7. Bone Marrow Puncure (BMP)
8. Businasi
9. Esofago Gastro Duodenoskopi
10. FNAB : Tiroid, KGB
11. Injeksi Intraartikuler
12. Injeksi Periartikuler
13. Kardioversi
14. Khemoterapi
15. Kolonoskopi
16. Manajemen Perioperatif pada Operasi Non Kardiak
17. Osteoartritis Genu
18. Parasentesis Abdomen
19. Pemasangan CVC (Central Venous Cateter)
20. Pemasangan Double Lumen Long Term
21. Pemasangan Double Lumen Short Term
22. Pemasangan Nutricath
23. Pemasangan Selang Nasogastrik
24. Penyuntikan Intra-Artikuler
25. Peritoneal Dialisis Akut (PDA)
26. Peritoneal Dialisis Mandiri Berkesinambungan
27. Phlebotomi
28. Pungsi Cairan Asites :
A. Diagnostik
B. Terapeutik
C. Paliatif
29. Pungsi Cairan Pleura
30. Pungsi Cairan Sendi
31. Pungsi Sumsung Tulang
32. Skleroterapi dan Ligasi Varises Esofagus
33. Tes Provokasi Bronkus
34. Tes Provokasi Obat
35. Tes Tempel (Patch Test)
36. Tes Tusuk (Skin Prick Test)
37. Transfusi Darah
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS

REHABILITASI MEDIK

TATALAKSANA KEDOKTERAN FISIK & REHABILITASI


1. Anak
2. Gangguan Neuromuskuler
3. Gangguan Musculoskeletal
4. Gangguan Kardiorespirasi
5. Geriatri
6. Pada Rawat Inap
7. Nyeri pada sendi / otot / saraf
8. STROKE
9. Cedera Medulaspinalis
10. Cedera Otak Traumatik
11. Lesi saraf perifer
12. Syndroma Decondisi
13. Parkinson
14. CTEV
15. Peresapan, Pengepasan (Fitting) & Check Out Ortotik dan Prostetik
16. Injeksi Intra Artikular
17. Trigger Point Dry Needling
18. Spray & Strech
19. Manipulasi (spinal, sendi perifer)
20. Taping and Straping / Casting
21. Injeksi Musculoskeletal
22. Injeksi Botulinum Toxin A
23. Injeksi Sensitivity Spinal Segmental
24. I Wt

PROSEDUR ASSESMENT KEDOKTERAN FISIK & REHABILITASI


1. Kekuatan Otot
2. Gerak Sendi/Flesibilitas
3. Fungsi Sensorik
4. Kontrol Postur
5. Pola Jalan
6. Kebugaran Kardiorespirasi
7. Gangguan Bahasa
8. Fungsi Luhur
9. Fungsi Menelan
10. Aktifitas Sehari-Hari & Kualitas Hidup
11. Fungsi Bladder
12. Neurogenic Bowel
13. Fungsi Lakomotor

TERAPI MODALITAS
1. Terapi Listrik
2. Bio Feed Back
3. Terapi Panas
4. Terapi Mekanik
5. Terapi Massage
6. Terapi Nebulisasi/Inhalasi + Postural Drainage
7. Hidroterapi
8. Terapi Laser
9. Therapeutik Exercise + Kinesioterapi
10. Terapi Drainase Limfatik Manual/MLD
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS

SARAF

TATALAKSANA KASUS
1. Trauma Medula Spinalis dan Radiks
2. Cedera Kepala Tertutup
3. Epilepsi
4. Meningitis Tuberkulosis
5. Meningitis Bakterial
6. Tumor Otak (Brain Tumor)
7. Stroke (Trombosis/Emboli Serebri)
8. Stroke (Perdarahan Intraserebral)
9. Ensefalitis
10. Perdarahan Subarakhnoid
11. Sindroma Guillain Barre
12. Fistula Karotid Kavernosus
13. Malformasi Arteri Vena Otak dan Medulla Spinalis
14. Fistula Arteri Vena Otak/Medulla Spinalis dengan atau tanpa Keterlibatan Dura
15. Perdarahan Subarakhnoid
16. Stenosis Arteri Karotis/Vertebro-Basiler/Pembuluh Darah Intrakranial
17. Infeksi SSP AKibat IO HIV

PROSEDUR TINDAKAN
1. Lumbal Pungsi
2. Pemeriksaan Electromyografi (EMG)
3. Pemeriksaan Electroencephalografi (EEG)
4. Transcranial Doppler (TCD)
5. Cerebral/Spinal Angiografi
6. Intravena Trombolysis
7. Intra Arterial Trombolysis
8. Carotid/Intrakranial dan Vertebrobasiler Stenting
9. Penutupan Carotid Cavernosus Fistula (CCF)
10. Thrombektomi/Thrombo Aspiration
11. Embolisasi Malformasi Pembuluh Darah Intrakranial
12. Aneurisma Coiling
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS THT

TATALAKSANA KASUS
1. Angiofibroma Nasofaring
2. Karsinoma Nasofaring
3. Tumor Parotis Jinak
4. Tumor Parotis Ganas
5. Tumor Sinus Jinak
6. Tumor Sinus Ganas
7. Tumor Palatum Jinak
8. Tumor Palatum Ganas
9. Tumor Lidah Jinak
10. Tumor Lidah Ganas
11. Tumor Mandibula Jinak
12. Tumor Mandibula Ganas
13. Tumor Tiroid Jinak
14. Tumor Tiroid Ganas
15. Tumor Hidung Jinak
16. Tumor Hidung Ganas
17. Tumor Telinga Jinak
18. Tumor Telinga Ganas
19. Tumor Laring Jinak
20. Tumor Laring Ganas
21. Tumor Hipopharing Jinak
22. Tumor Hipopharing Ganas
23. Tumor Tonsil Jinak
24. Tumor Tonsil Ganas
25. Tumor Orofaring Jinak
26. Tumor Orofaring Ganas
27. Vertigo Posisi Paroksimal Jinak
28. Penyakit Meniere
29. Tuli Mendadak
30. Tinitus
31. Presbikusis
32. NIHL
33. Neuroma Akustik
34. Bells Palsy
35. Paresis Kanal
36. Tuba Catar
37. Delayed Speech/Developmental Disorder of Speech and Language, Unspecified
38. Tonsilitis Akut
39. Tonsilitis Kronik
40. Obstruksi Laring
41. Abses Peritonsil
42. Abses Submandibula
43. Abses Parafaring
44. Abses Retrofaring
45. Angina Ludovici
46. Kista Tiroid
47. Lymphadenopati Colli
48. Localized Enlarged Lymph Nodes
49. Ranula/Mucocele
50. Chronis Lymphadenitis
51. Gangguan TMJ
52. Parotitis
53. LPR (Gastro-oesophageal Reflux Disease)
54. Kista Duktus Tyroglosus
55. Stomatitis Aptosa
56. Faringitis Akut
57. Faringitis Kronis
58. Laringitis Akut
59. Laringitis Kronis
60. Paralisis Pita Suara
61. Trakeomalasia
62. Stenosis Laring
63. Otitis Media Supuratif Kronika Tipe Benign
64. Otitis Media Supuratif Kronika Tipe Maligna
65. Otitis Eksterna Akut
66. Otitis Media Akut
67. Otitis Media Efusi
68. Fistel Preaurikuler
69. Perikondritis
70. Psedokista Aurikuler
71. Keloid
72. Atresia Liang Telinga
73. Otitis Eksterna Maligna
74. Kolesteatom Eksterna
75. Serumen Otomikosis
76. Serumen
77. Stenosis Liang Telinga
78. Rinitis Simpleks
79. Rinitis Alergi
80. Epitaksis
81. Sinusitis Akut
82. Sinusitis Kronik
83. Polip Hidung
84. Rhinitis Atropi
85. Septum Deviasi
86. Hipertropi Konka
87. Anosmia
88. Midline Granuloma
89. Atresia Koana
90. Disfagia
91. Sleep Apnoea
92. Benda Asing Telinga
93. Benda Asing Hidung
94. Benda Asing Faring
95. Benda Asing Laring
96. Benda Asing Mulut
97. Benda Asing Trakea
98. Benda Asing Esofagus
99. Palato Skisis
100 Labio Skisis
.
101 Labio Palato Skisis
.
102 Trauma Muka
.
103 Fraktur LeFort
.

PROSEDUR TINDAKAN
1. Operasi Tonsilektomi dengan Teknik Diseksi
2. Operasi Adenoidektomi
3. Operasi Trakeostomi
4. Operasi Palatoplasti
5. Operasi Labioplasti
6. Operasi Ekstirpasi Nodul Pita Suara
7. Operasi Abses Leher Dalam
8. Operasi Mastoidektomi Radikal
9. Operasi Timpano Mastoidektomi
10. Operasi Fistulekstomi Fistel Pre Aurikuler
11. Operasi Kanaloplasti
12. Operasi Septoplasti
13. Operasi FESS
14. Operasi Maksilektomi Medial
15. Operasi Maksilektomi Medial per Endoskopik
16. Operasi Reposisi Tertutup Fraktur Nasal
17. Operasi Rinoplasti
18. Operasi Dakriosistorinostomi (DCR)
19. Operasi Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP)

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS

PATOLOGI ANATOMI

PROSEDUR TINDAKAN
Patologi
1. FNAB Lymphadenitis TBC
2. FNAB Carisnoma Mammae
3. Histopatologi Karisnoma Skuamous Serviks
4. Histopatologi Mola Hidatidosa
5. Histopatologi Basalioma
6. Histopatologi Hiperplasia Prostat
7. Histopatologi Adenoma Folikuler Tiroid
8. Histopatologi Leiomioma Uteri
9. Histopatologi Kistadenoma Ovarium
10. Histopatologi Hiperplasia Endometrium
11. Histopatologi Karisnoma Nasofaring
12. Histopatologi Fibroadenoma Mammae
13. Histopatologi Lymphadenitis Tuberkulosa
14. Histopatologi Appendisitis
15. Pelayanan Kedokteran Forensik dan Medikolegal

Forensik
1. Prosedur Pemeriksaan dan Pembuatan Visum et Repertum Korban Hidup (Forensik
Klinik) untuk kasus-kasus :
A. Penganiayaan
B. Korban kekerasan sexual : Perkosaan, sodomi, pelecehan
C. Kecelakaan lalu-lintas, kecelakaan kerja, kebakaran
D. Keracunan / Narkoba
2. Pemeriksaan dan Pembuatan Visum et Repertum Korban Meninggal (Forensik Patologi)
A. Pembunuhan / bunuh diri
B. Identifikasi jenazah tak dikenal / korban masal / bencana (DVI)
C. Kecelakaan Lalu Lintas, kecelakaan kerja, kebakaran
D. Keracunan/Narkoba
E. Tenggelam, Listrik/Petir
3. Pemberian keterangan ahli/saksi a de charge atas permintaan Jaksa/hamik/pengacara
4. Pengawetan Jenazah
5. Rekonstruksi Estetik Jenazah
6. Otopsi klinik untuk kepentingan pendidikan, pengembangan ilmu di bidang
kedokteran/kesehatan/bank jaringan.

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS

PATOLOGI KLINIK

PROSEDUR TINDAKAN
1. Hematologi
A. Darah Rutin (H2TL) : (Hemoglobin, Hematokrit, Trombosit, Leukosit)
B. Darah Lengkap (DL) : (Hemoglobin, Hematokrit, Trombosit, Leukosit, LED, Eristrosit,
Hitung Jenis Leukosit, MCV, MCH, MCHC).
C. LED
D. Retikulosit
E. IT Ratio
F. Eosinofil Total
G. Gambaran darah Tepi (GDT)
H. Golongan Darah
I. Malaria
J. Filaria
2. Hematologi Khusus
A. Agregasi Trombosit
B. Sel LE
C. Serum Iron/ SI
D. TIBC
E. Feritin
F. Gambaran Sumsum Tulang
G. Pewarnaan Sitokimia
3. Koagulasi/Hemostasis
A. Masa Perdarahan
B. Masa Pembekuan
C. Masa Protrombin Plasma (PT)/INR
D. Masa Tromboplastin Parsial Teraktivasi (APTT)
E. Fibrinogen
F. D-Dimer
4. Kimia Klinik Faal Hati
A. SGOT
B. SGPT
C. Protein Total
D. Albumin
E. Globulin
F. Bilirubin Total
G. Bilirubin Direk
H. Bilirubin Indirek
I. Fosfatase Alkali
J. Gamma GT
K. Cholinesterase
5. Elektrolit-Gas Darah
A. Natrium darah
B. Natrium Urin
C. Kalium Darah
D. Kalium Urin
E. Chlorida Darah
F. Chlorida Urin
G. Calsium Urin
H. Magnesium
I. Fosfat Anorganik
J. Analisa Gas Darah
K. Ca Ion
L. Laktat Darah
6. Lemak
A. Kholesterol Total
B. Kholesterol HDL
C. Kholesterol LDL
D. Trigliserida
7. Faal Jantung
A. CK
B. CK-MB Activity
C. CK-MB MASS
D. LDH
E. Troponin T
F. Troponin I
G. NT Pro BNP
H. Myoglobin
8. Faal Ginjal
A. Asam Urat Darah
B. Asam Urat Urin
C. Ureum Darah
D. Ureum Urin
E. Ureum Clearance
F. Creatinin Darah
G. Creatinin Urin
H. Nitrogen Urea Urin (NUU)
I. Mikroalbumin Kuantitatif
9. Diabetes
A. Glukosa Puasa
B. Glukosa 2 jam PP
C. Glukosa Sewaktu
D. Glukosa Kurva Harian
E. GTT Oral
F. HbA 1c
G. Keton Darah
10. Kimia Lain
A. Amilase Pankratik
B. Lipase Darah
11. Imuno Serologi Hepatitis
A. Anti HAV IgM
B. HBsAg
C. Anti HBs
D. HBeAg
E. Anti HBe
F. Anti HBc
G. Anti HBc IgM
H. Anti HCV
12. PHS
A. TPHA
B. VDRL
13. Infeksi Lain
A. Widal
B. Anti Dengue IgG/IgM
C. NS1 Ag
D. Anti HIV
E. Procalcitonin (PCT)
F. Anti Salmonla IgM
G. Anti Leptospira
H.CD4
14. Auto Imun
A. ASTO
B. CRP Kualitatif
C. CRP Kuantitatif
D. RF Kualitatif
15. Imunoglobulin
A. IgE
16. Endokrin (Hormonal)
A. T3
B. T4
C. FT3
D. FT4
E. TSHs
F. Estradiol
G. FSH
H. LH
I. Prolaktin
J. Progesteron
K. Testosteron
L. Tes Kehamilan
17. Penanda Tumor
A. AFP
B. CEA
C. Ca 125
D. Ca 15-3
E. PSA Total
18. Narkoba
A. Amphetamin/Metamphetamin/MDMA
B. Benzodioazepin
C. Cocain
D. Mariyuana/Ganja
E. Morphin
19. Bakteriologi
A. BTA Sediaan Langsung
B. BTA Kultur
C. Biakan Jamur
D. Biakan MO Resistensi Aerob
E. Gaal Kultur
F. Mikroskopis tanpa Pewarnaan
G. Pemeriksaan Pewarnan Gram
H. Pemeriksaan Pewarnaan Difteri
I. Pemeriksaan Pewarnaan GO
J. Pemeriksaan Morbus Hansen
K. Pemeriksaan Sekret
20. Urinalisa
A. Urin rutin
B. Glukosa/Reduksi
C. Chylus
D. Esbach/Protein
E. Protein Bence Jones
F. Urin Kurva Harian
21. Tinja
A. Rutin
B. Darah Samar
C. Analisa Pencernaan
D. Rotavirus
22. Cairan Tubuh
A. Analisa Cairan Otak
B. Analisa Cairan Sendi
C. Analisa Cairan Asites
D. Analisa Cairan Pleura
E. Analisa Sperma
23. Biomelekuler
PCR

DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI

PROSEDUR TINDAKAN
Pemeriksaan Konvensional Tanpa Kontras (Foto Polos) :
1. Pemeriksaan Konvensional Tulang-Tulang Kepala :
A. Foto Kepala (Schedel Posisi AP dan Lateral)
B. Foto Posisi Khusus untuk Tulang Tulang Tertentu :
Tulang Temporal (Posisi Schuller, Stenvers, Chause III)
Foto Basis Cranii
Foto Os Nasal
Foto Orbita
Foto Mandibula
2. Pemeriksaan Konvensional Tulang Belakang :
A. Vertebra Cervical
B. Vertebra Torakal
C. Vertebra Lumbal
D. Sacrum
E. Coccygeus
3. Pemeriksaan Konvensional Tulang-Tulang Ekstremitas Atas :
A. Humerus
B. Antebrachii
C. Scapula
D. Sendi Bahu
E. Elbow
F. Wrist Joint
G. Manus
4. Pemeriksaan Tulang-Tulang Ekstremitas Bawah :
A. Pelvis
B. Femur
C. Cruris
D. Genu
E. Ankle
F. Pedis
G. Calcaneus
5 Foto Toraks, Top Lodortik
6 Foto Traktus Respiratorius Bagian Atas :
a. Sinus Paranasal
b. Soft Tissue Leher
7. Foto BNO (Foto Polos Abdomen)
8. Foto Abdomen 3 Posisi
Pemeriksaan Radiologi Konvensional dengan Kontras :
1. Pemeriksaan Konvensional Saluran Cerna Bagian Atas (OMD)
2. Pemeriksaan Konvensional Saluran Cerna Bagian Bawah :
A. Colon In Loop
B. Lopografi
3. Fistulografi
4. Appendikogram
5. Pemeriksaan Konvensional Trakus Urinarius dengan Kontras Media :
A. IVP
B. Sistogram
C. Sistogram Bipoler
D. Uretosistogram
E. Urethogram
F. MSU (Micturating Sisto Uretografi)
6. HSG
7. Mielografi
Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) :
1. USG Abdomen
2. USG Pelvis
3. USG Ginjal, Buli-Buli dan Prostat
4. USG Toraks
5. USG Organ Superfisial
6. USG Mammae
7. USG Tiroid
8. USG Testis
9. USG Kepala
10. USG Doppler
11. USG Muskuloskeletal
Pemeriksaan CT Scan :
1. CT Scan Otak (Kepala)
2. CT Scan Hipofisa
3. CT Scan Orbita
4. CT Scan Telinga/Tulang Petrosus
5. CT Scan Nasopharyng
6. CT Scan Laring/Oropharyng dan Lidah
7. CT Scan Tiroid
8. CT Scan Sinus Paranasal
9. CT Scan 3D Muka (Facial)
10. CT Scan Toraks
11. CT Scan Abdomen Atas.
12. CT Scan Abdomen Bawah
13. CT Scan Spine (Tulang Belakang : Cervical, Torakal, Lumbal)
14. CT Scan Ekstremitas Atas
15. CT Scan Ekstremitas Bawah
16. CT Scan Colon
17. CT Scan Urografi
18. CT Scan Angiografi
Pemeriksaan Radiologi Kusus pada Bayi/Anak :
1. Pemeriksaan konvensional saluran cerna bagian atas pada anak : Barrium Meal (OMD)
2. Pemeriksaan konvensional saluran cerna bagian bawah pada anak (colon)
3 Appendikogram
4 USG Abdomen
5 USG Abdomen 2 Fase
6 USG Kepala
Pemeriksaan Radiologi Khusus pada Kedaruratan :
1. Pemeriksaan Aspirasi Benda Asing : Foto Toraks, Foto Abdomen, Fluoroscopy, Foto
dengan Kontras Oral
2. Pemeriksaan pada Trauma Columna Vertebra : Foto Polos, CT Scan.
3. Pemeriksaan pada Trauma Traktus Urinarius : Foto Polos, USG, IVP, Urethrogram,
Sistogram, CT Scan bila diperlukan.
4. Trauma Tumpul Abdomen : Foto Polos, USG Fast, CT Scan bila diperlukan.
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS PROFESI DOKTER SPESIALIS EMERGENCY

Kompetensi Emergency Medicine


1. Basic Cardiac Life Support
2. Basic Trauma Life Support
3. Advanced Cardiac Life Support
4. Advanced Trauma Life Support
5. ECG and Resuscitation Support
6. Pediatric Advanced Life Support
7. Fundamental Critical Care Support
8. Basic Emergency Bedah dan Medis
9. Good Clinical Care
10. Communication Skill, Professional Behavior and Probity
11. Maintaining Good Medical Practice, Ethics and Legal Aspects
12. Education, Maintaining Good Clinical Care.
13. Observational Emergency Medicine
14. Methods for Resuscitation
15. Methods for Environmental Emergencies, pre-hospital care and major incident
management
Accident & Emergency Medicine
Prinsip perawatan gawat darurat pada saat penderita berada diruang Triage, Resusitasi,
Observasi dan prinsip diagnosis dalam Bidang Gawat Darurat.
Manipulasi Skill Emergency Medicine
1. Airways Techniques
2. Laryngoscopy
3. Cricothyrotomy
4. Terapi Oksigen
5. Akses Vena Sentral
6. Resusitasi Cairan, Blood Trasnfusion
7. Defirilasi Jantung/DC Shock
8. Needle Decompresian, chest tube insertion
9. Penurunan Tekanan Intrakranial dengan Hyperventilasi
10. Insersi pipa nasogastrik
11. Paracentesis Abdomen
12. Thorakosentesis
13. Kateterisasi Vesica-Urinaria
14. Lavage lambung
15. Insersi pipa sengstaken-Balckmore
16. Insisi dan drainage
17. Toilet and suture
18. Vagal maneuver
19. Transcutaneus Cardiac Pacing
20. Airway techniques pada pediatrik
21. Intravenus akses pada pediatrik
22. Resusitasi pediatrik
23. Immobilisasi fraktur
24. Immobilisas dan traksi spinal
25. Escharotomy
26. Blok saraf ; Biers block, Digital block, Intercostal Block
27. Pemakaian respirator/ventilator sederhana.
Principles of Pre-Hospital care
1. Organization of pre-hospital care services
2. Medical oversight of pre-hospital service
3. Issues of communication, patient care and resuscitation in the pre-hospital environment
4. Equipment, transport and scene safety
5. Role of medical incident officer
6. Role of mobile medical teams
7. Benefits of aero-medical evacuation service
Disaster, Principles of Major Incident Plan
1. Disaster response plan, protocols, reference book etc.
2. Exercise and drills.
3. Workflow protocols : chain of command, communications, triage, resuscitation and
management, disposition, management of other ED patients, staff recall
4. Physical facilities
5. Stockpiling of personal protection equipment
6. Tockpiling of resuscitation equipment, fluids and medications
7. Participate in major incident exercises.
DAFTAR KEWENANGAN KLINIS DOKTER UMUM

TATALAKSANA KASUS
1. Typhoid fever
2. Gastritis
3. Essential hypertension
4. Secondary hypertension
5. Pulmonary hypertension
6. Infeksi saluran napas atas
7. Gastro enteritis
8. Asma ringan
9. Asthma Bronchial
10. Infeksi saluran kencing ringan
11. Pharingitis
12. Rhinitis
13. Tonsilitis
14. Food alergi
15. Acut Bronchitis
16. Malaria
17. Demam Berdarah Dengue
18. Dysentry bacilli
19. Cholera
20. Pertusis
21. Influenza
22. Morbili
23. Mumps
24. Cerebro Vaskular Disease
25. Acute Coronary Syndrome

PROSEDUR TINDAKAN
1. Tindakan resusitasi jantung-paru
2. Penanganan sesak nafas ringan sampai berat (tanpa ventilator)
3. Penanganan awal kegawatdaruratan pada jantung
4. Penanganan pasien dengan syok
5. Menjahit luka ringan sampai sedang
6. Pemasangan tampon hidung bagian anterior
7. Partus normal dengan posisi kepala sudah dipintu vagina
8. Penanganan awal luka bakar
9. Penanganan kejang
10. Penanganan keracunan dan gigitan binatang
11. Penanganan awal trauma kepala
12. Penanganan awal fraktur terbuka dan fraktur tertutup