Anda di halaman 1dari 6

ALAT PENGERINGAN YANG DIGUNAKAN

DALAM INDUSTRI FARMASI

DISUSUN OLEH :

Kiki Tri Rahayu [201410410311161]


Dwi Ayu Permatasari [201410410311168]
Edo kurnia Putra [201410410311177]
Rosmalina Laksmi Rosanti [201410410311178]
Selvi Rahma Dewi [201410410311184]
Hilda Octavia [201410410311192]
Devi Sesyarani [201410410311199]
Diah Dwi Wahyuni [201410410311205]
Vita Diana Rosyad [201410410311208]

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014
Berikut ini beberapa alat pengering yang digunakan dalam industri farmasi :

1. Pengering Rotari

Pengering rotari telah menjadi andalan bagi banyak industri yang menghasilkan produk
dalam tonase yang tinggi. Pengeringan ini biasanya membutuhkan modal yang besar dan
kurang efisien, tetapi sangat fleksibel. Penggunaan tabung uap yang dibenamkan dalam sel
yang berputar membuat pengeringan pancuran (Cascanding Rotary Dryer) lebih efisien
secara termal (Arun S. Mujumdar, 2006).

2. Pengering Beku (Freeze Drying)

Pada proses ini, air dihilangkan dengan mengubahnya dari bentuk beku (es) ke bentuk gas
(uap air) tanpa melalui fase cair,yang biasa disebut dengan sublimasi. Pengeringan beku ini
dapat meninggalkan kadar air sampai 1%, sehingga produk bahan alam yang dikeringkan
menjadi stabil dan sangat memenuhi syarat untuk pembuatan sediaan farmasi dari bahan alam
yang kadar airnya harus kurang dari 10%. Selain rasa, bau dan kandungan gizinya yang
umumnya tetap, hasil pengeringan bahan tersebut juga dapat disimpan pada suhu kamar
dalam wadah bersegel (Lachman, 1988).
3. Spray Drying

Spray drying merupakan suatu proses pengeringan untuk mengurangi kadar air suatu bahan
sehingga dihasilkan produk berupa bubuk melalui penguapan cairan. Spray drying
menggunakan atomisasi cairan untuk membentuk droplet, selanjutnya droplet yang terbentuk
dikeringkan menggunakan udara kering dengan suhu dan tekanan yang tinggi (Patel, 2009).

Prinsip dasar Spray drying adalah memperluas permukaan cairan yang akan dikeringkan
dengan cara pembentukan droplet yang selanjutnya dikontakkan dengan udara pengering
yang panas. Udara panas akan memberikan energi untuk proses penguapan dan menyerap uap
air yang keluar dari bahan. Pengeringan semprot (spray drying) cocok digunakan untuk
pengeringan bahan cair. Cairan yang akan dikeringkan dilewatkan pada suatu nozzle
(semacam saringan bertekanan) sehingga keluar dalam bentuk butiran (droplet) cairan yang
sangat halus. Butiran ini selanjutnya masuk kedalam ruang pengering yang dilewati oleh
aliran udara panas. Evaporasi air akan berlangsung dalam hitungan detik, meninggalkan
bagian padatan produk dalam bentuk tepung. Pada pengeringan menggunakan pengering
model terowongan (tunnel drying), udara panas dihembuskan melewati produk didalam ruang
pengering yang berbentuk terowongan (Patel, 2009)

4. Drying Oven

Drying oven berfungsi sebagai pengering granul sebelum di proses menjadi tablet. Kelebihan
alat ini yaitu cepat dalam proses pengeringan, suhu merata di area pengering sampai 80C di
sirkulasikan oleh pressure blower yang sekaligus berfungsi sebagai vaccum untuk membuang
uap air sisa proses pengeringan (Arun S. Mujumdar, 2006).
5. Tray Dryer

Metode pengeringan dengan tray dryer merupakan metode pengeringan yang sudah lama
tetapi sering digunakan untuk pengeringan bahan padatan, butiran, serbuk atau granul yang
jumlahnya tidak terlalu besar. Umumnya alat berbentuk persegi dan didalamnya berisi rak-rak
yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan (Lachman, 1988).

Prinsip kerja alat ini bekerja dengan udara panas dan panas transfer , yang dihasilkan dengan
bantuan pemanas listrik atau batang kumparan . Sirkulasi udara tersebut kipas dan seragam
membanji mempertahankan suhu panas. Alat ini digunakan dalam keadaan vakum dengan
waktu pengeringan umumnya lama (10-60 jam) (Lachman, 1988).

6. Doublecone Vacuum Dryer

Vacuum dryer merupakan salah satu tipe pengering drum (drum dryer). Drum yang terbuat
dari logam (stainless steal) dihembuskan udara panas dari dalam, pada saat bersamaan bahan
yang akan dikeringkan dimasukkan ke permukaan drum yang berputar. Panas yang ada di
permukaan drum akan menurunkan kadar air dalam bahan, air dibuang melalui pompa
vacuum, sehingga bahan atau sediaan tersebut dapat mengering. Perbedaan vacuum dryer dan
drum dryer adalah pada penggunaan vacuum (drumnya di vakum) sehingga proses
pengeringan menjadi lebih cepat karena adanya pengurangan atau penurunan tekanan di
dalam drum akibat pemvakuman. Aplikasi penggunaan metode ini biasanya digunakan dalam
pengeringan larutan atau suspensi (Hajare, 2009).
7. Flash dryers

Flash Dryer adalah sebuah instalasi alat pengering yang digunakan untuk mengeringkan
adonan basah dengan mendisintregasikan adonan tersebut kedalam bentuk serbuk dan
mengeringkanya dengan mengalirkan udara panas secara berkelanjutan. Proses pengeringan
yang terjadi di Flash dryer berlangsung dengan sangat cepat. Seperti asal katanya flash
yang berarti kilat. Maka alat ini mengeringkan bahan yang dikeringkan dengan sangat cepat,
dalam hitungan mili sekon. Flash Dryer cocok digunakan untuk mengeringkan bahan yang
sensitive terhadap panas. Flash Dryer tidak cocok digunakan untuk material yang dapat
menyebabkan erosi pada alat dan berminyak. Digunakan untuk mengeringkan bahanbahan
pada perusahaan :

1. Chemicals (pembuatan bahan Anorganik dan Organik)

2. Chemicals (pembuatan Pestisida dan Bahan Kimia Pertanian)

3. Chemicals (pembuatan Zat warna dan Pigmen)

4. Pupuk (pembuatan pupuk organic dan anorganik)

5. Keramik

6. Industri Makanan

7. Industri Farmasi (untuk pembuatan obat-obatan herbal) (Lachman, 1988).

8. Conduction Dryers

Conduction Dryers dapat mengeringkan solutions, bubur, pasta, dan butiran yang
mengandung pigmen, lempung, bahan kimia, batu bara halus, dan garam-garam, serta dapat
juga digunakan untuk waktu retensi yang relatif singkat. Dryer atau pengering mengendalikan
kecepatan pengeringan dan mengontrol waktu retensi (Arun S. Mujumdar, 2006).

Tidak seperti pada sistem lain pengeringan dengan Conduction Dryers menggunakan suhu
yang rendah. Kapasitas pengering dan kinerja tergantung pada area perpindahan panas yang
tersedia dan kondisi operasi untuk produk tertentu. Waktu pengeringan dapat dengan mudah
disesuaikan dalam pengering tersebut. Perpindahan panas secara konduksi menjamin
penguapan dan pengeringan (Arun S. Mujumdar, 2006).