Anda di halaman 1dari 10

J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN, Vol. 19, No.1, Maret.

2012: 56 - 65

ADSORPSI ION SIANIDA DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN ADSORBEN


HIBRIDA AMINOPROPIL SILIKA GEL DARI SEKAM PADI
TERIMPREGNASI ALUMINIUM
(Adsorption of Cyanide Ions in Solution Using a Hybrid Adsorbent Aminopropyl
Silica Gel from Rice Husks of Impregnated With Aluminum)

Amaria
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya
Kampus Unesa Ketintang Surabaya Gedung C3 Lt 1, Telp. 031-8298761
e-mail:amariajeng@yahoo.com

Diterima: 2 Januari 2012 Disetujui: 2 Maret 2012

Abstrak
Telah dibuat dua macam adsorben hibrida aminopropil silika gel yang terimpregnasi aluminium
(APSG-Al) dan silika gel terimpregnasi aluminium (SG-Al) dari silika gel sekam padi sebagai bahan
untuk adsorpsi ion sianida dalam larutan.
Interaksi antara adsorben dengan ion sianida dalam larutan dilakukan dalam sistem batch. Parameter-
parameter yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengaruh pH medium, pengaruh waktu interaksi dan
pengaruh konsentrasi awal ion sianida terhadap kemampuan adsorpsi adsorben hibrida amino silika gel
terimpregnasi aluminium. Analisis kuantitatif ion-ion sianida yang tersisa di dalam filtrat diuji dengan
alat elektroda selektif ion. Data hasil pengaruh waktu interaksi dianalisis dengan model kinetika adsorpsi,
data hasil pengaruh konsentrasi ion sianida dianalisis dengan model isoterm adsorpsi Langmuir dan
Freundlich. Di samping itu gugus fungsional yang diperkirakan terlibat dalam adsorpsi diidentifikasi
dengan spektrofotometer infra merah dan kristalinitas adsorben diuji dengan defraksi sinar X.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil identifikasi spektroskopi infra merah menunjukkan
adsorben APSG-Al memiliki gugus silanol (Si-OH), siloksil ( Si-O-Si), gugus amina primer, NH2. Hasil
analisis XRD nilai 2 pada 65,51 menunjukkan bahwa aluminium yang terimpregnasi pada silika
berbentuk alumina Al2O3. Hasil adsorpsi ion sianida oleh hibrida aminopropil silika gel terimpregnasi
aluminium (APSG-Al) menunjukkan adsorpsi sianida terjadi maksimum pada pH 5 sebesar 67,62 %,
sedangkan SG-Al mengadsorpsi sianida secara maksimum pada pH 8 sebesar 51,11%. Kajian kinetika
dari pengaruh waktu interaksi menunjukkan bahwa adsorben APSG-Al maupun SG-Al memiliki
konstanta laju adsorpsi k1 masing-masing adalah 2,7. 10-3 dan 1,9.10-3 min-1. Data kapasitas adsorpsi
menunjukkan bahwa adsorben APSG-Al dan SG-Al cenderung mengikuti model isoterm adsorpsi
Freundlich.

Kata kunci: hibrida aminopropil silika gel terimpregnasi aluminium, sekam padi, isoterm Langmuir,
kapasitas adsorpsi, konstanta laju adsorpsi.

Abstract

This research has made two kinds of adsorbents, namely hybrid aminopropil silica gel from rice husk
that has been impregnated with aluminum (APSG-Al) and silica gel impregnated with aluminum (SG-Al)
of rice husk silica gel as the material for the adsorption of cyanide ions in solution.
The interaction between the adsorbent with cyanide ions in solution performed in a batch system. The
parameters examined in this study were the influence of medium pH, the effect of interaction time and the
effect of initial concentration of cyanide ion adsorption ability of adsorbent hybrid amino silica gel
impregnated with aluminum. Quantitative Analysis of cyanide ions left in the filtrate was tested by means
of ion selective electrode. The effect of interaction time data were analyzed with kinetic model, the data of
the influence of cyanide ion concentration was analyzed by Langmuir adsorption isotherm model and
Freundlich.
The results showed that the infrared spectroscopic identification results show APSG-Al adsorbent has
silanol groups (Si-OH), siloxil (Si-O-Si), primary amine group, NH2. The result of XRD analysis of the
price of 2 at 65.51 indicates that the aluminum impregnated with the silica in the form of alumina Al2O3.
The result of adsorption of cyanide by the hybrid silica gel impregnated with aluminum aminopropil
Maret 2012 AMARIA: ADSORPSI ION SIANIDA 57

(APSG-Al) showed maximum adsorption occurred at pH 5 was 67.62%, silica gel impregnated with
aluminum was 51,11%. Study the kinetics of the effect of interaction time showed that the adsorbent
APSG-Al and SG-Al-Al has the adsorption rate constant k1 is 2.7, 10-3and 1.9,10-3 min-1, respectively.
Adsorption equilibrium data showed that the adsorbent APSG-Al and SG-Al tend to follow the adsorption
isotherm model Freundlich.

Keywords: hybrid of aminopropil silica gel impregnated with aluminum, rice husk, Langmuir isotherm,
adsorption capacity, adsorption rate constant

PENDAHULUAN dkk (2005). Hasil penelitiannnya menun-


jukkan bahwa bahan hibrida amino silika
Sekam padi merupakan limbah pertanian pada pH gelasi 7 memiliki kapasitas adsorpsi
yang cukup melimpah di Indonesia. Saat ini Ni(II) duabelas kali lebih besar daripada
pemanfaatan sekam padi masih terbatas silika gel tanpa modifikasi aminopropil-
untuk bahan bakar batu bata, industri trimetoksisilan. Amaria,dkk (2010) telah
keramik, genteng, abu gosok dan arang. melakukan modifikasi permukaan silika gel
Sekam padi terdiri dari senyawa organik dan dari sekam padi dengan 3-aminopropil-
anorganik. Komponen organik terdiri dari triethoksisilan untuk mengadsorpsi ion
protein, lemak, senyawa nitrogen, serat, sianida. Hasilnya menunjukkan bahwa bahan
pentosa, selulosa dan lignin. Senyawa- hibrida amino silika memiliki kapasitas
senyawa ini merupakan hasil proses adsorpsi dua kali lebih besar daripada silika
metabolisme dalam tanaman. Komponen gel sekam padi tanpa modifikasi. Amino-
anorganik merupakan mineral-mineral yang propiltrietoksisilan merupakan senyawa
dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan. organosilika dengan gugus amina primer
Pada pembakaran sekam padi semua (Melde, et al., 2008) akan membentuk gugus
komponen organik diubah menjadi gas NH3+ dalam air atau asam. Dengan sifat
karbondioksida (CO2) dan air (H2O) dan tersebut, hibrida amino silika gel dapat
tinggal abu yang merupakan komponen mengadsorpsi spesies anionik seperti CN-
anorganik. Abu sekam padi mengandung dalam air.
kadar silika tinggi (SiO2) sekitar 94,5 % Modifikasi permukaan silika gel juga
(Priyosulistyo, 1999). Oleh karena itu dapat dilakukan dengan cara impregnasi
pembuatan silika gel dari abu sekam padi (memasukkan) logam aluminium agar
dapat meningkatkan nilai tambah limbah permukaannya lebih elektropositif (Shin, et
sekam padi. al. 2004). Aluminium dalam boehmit
Penggunaan silika sangat luas, antara lain (AlOOH) diterapkan untuk mengadsorpsi
untuk detergen, komponen alat elektronik, anion IO3-, F-, dan SO42- (Brinker and
mekanik, medis, adesif, kolom kromatografi Scherer, 1990). Jang, et al., (2002) juga
dan keramik. Silika gel sebagai bahan dasar menyatakan bahwa silika gel yang diim-
adsorben dapat mengadsorpsi ion-ion logam pregnasi dengan oksida-oksida logam
atau polutan-polutan yang berbahaya, karena aluminium, besi dan seng dapat meng-
silika gel memiliki gugus fungsional silanol adsorpsi arsen dengan daya adsorpsi yang
(Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si). Modifikasi lebih besar daripada tanpa impregnasi.
permukaan silika gel dengan menambahkan Dalam penelitian ini, untuk memperbesar
gugus fungsional organik akhir-akhir ini kapasitas adsorpsi adsorben terhadap ion
telah banyak dikembangkan (Jal, et al. 2004). sianida, dilakukan impregnasi aluminium
Hal ini dilakukan dengan tujuan mening- terhadap silika gel (SG-Al), sehingga
katkan fungsi bahan/material tersebut. meningkatkan sifat elektropositif permukaan
Modifikasi dengan gugus fungsional organik silika gel. Untuk menambah sifat elektro-
atau logam dapat menghasilkan selektivitas positif permukaan silika gel dalam penelitian
pengikat ion yang lebih besar. Modifikasi ini juga dilakukan modifikasi permukaan
permukaan silika gel dengan aminopropil- silika gel yang terimpregnasi aluminium
trimetoksisilan melalui proses sol gel untuk dengan 3-aminopropiltrietoksisilan (APSG-
mengadsorpsi Ni(II) telah dilakukan Sriyanti, Al), sehingga diharapkan kapasitas adsorpsi
C2H5O OC2H5

Si O Si NH2

58 J.J.MANUSIA
MANUSIADAN
DANLINGKUNGAN,
LINGKUNGAN Vol. 19, No.1, Maret.
H OC2HVol.
2012:
5
19,
56No.
- 651

OH OC2H5
O
+ C2H5OH
Al
n
OH HO Si O Al Al
n
O a) c) Si O Si NH2
O
OH OC2H5

HO

Si O
Si NH2
O
O
Si H
O

O
O
Si
O Al Al
n
OH b)
HO O
H
Si O

Gambar 1. Struktur kimia adsorben a) Silika gel terimpregnasi aluminium (SG-Al)


b) Silika gel termodifikasi aminopropil trietoksisilan, c) Aminopropil silika
gel terimpregnasi aluminium

terhadap sianida juga meningkat. Struktur yang bertujuan untuk menghilangkan


kimia adsorben silika gel yang terimpregnasi pengotor-pengotor pada sekam padi. Kemu-
aluminium dan yang termodifikasi dengan 3- dian dikeringkan di bawah sinar matahari
aminopropil triethoksisilan disajikan pada selama 48 jam. Sekam padi yang telah kering
Gambar 1a dan 1b. dihaluskan dengan mesin peng-gilingan.
Pengabuan sekam padi dilakukan dalam
METODE PENELITIAN tanur pada suhu 750oC selama 4 jam. Abu
digerus dan diayak dengan ayakan 200 mesh.
Bahan Tahap kedua dilakukan pencucian terhadap
Bahan-bahan yang digunakan dalam abu sekam padi dengan pengasaman dan
penelitian ini: limbah sekam padi dari peng- dengan larutan Na2EDTA 0,1M, kemudian
gilingan padi Jagir Wonokromo Surabaya disaring, dicuci dan dinetralkan dengan
Jawa Timur, HCl, NaOH, AlCl3.6H2O 10%, aquades.
KCN, AgNO3, etanol, toluena, dietileter
berkualitas analitik dari Merck, 3-amino- Pembuatan natrium silikat
propiltrietoksisilan dari Aldrich, aquade- Lima gram abu sekam padi dimasukkan
mineral, kertas saring Whatman 42 dan ke dalam gelas kimia dan ditambah masing-
kertas indikator universal. masing dengan aquademineral sebanyak 50
mL dan diasamkan dengan HCl 6M sampai
Alat pH 1. Setelah itu campuran diaduk dengan
Seperangkat alat Elektroda Selektif Ion pengaduk magnet selama 2 jam. Campuran
(Cole Palmer-Eutech Instruments ION 510), tersebut kemudian disaring dan dicuci
Spektrofotometer IR (Buck M-500), dengan aquademineral sampai pH 7
Difraktometer sinar X (Philips), tanur (Kalapathy, et al., 2002). Residu yang di-
(Heraeus), Hot plate, oven, pH meter (Eutech peroleh ditambah larutan Na2EDTA 0,1M.
Ion 510), Sentrifuse Centurion K 60, Shacker Campuran diaduk kembali dengan pengaduk
type VXR, lumpang dan alu, magnetik stirer, magnet selama 1 jam, selanjutnya disaring
tabung sentrifuge, neraca analitik, sepe- dan dicuci dengan aquademineral. Residu
rangkat alat gelas, ayakan ukuran 200, 400 ditambahkan larutan NaOH 3,5M dan
mesh, botol polietilen dan pompa vakum. didihkan selama 1 jam. Campuran disaring
dengan kertas saring Whatman 42 dan filtrat
Prosedur yang dihasilkan adalah natrium silikat,
Pengabuan sekam padi dan Pencucian abu kemudian diukur volumenya dan disimpan
Tahap pertama dilakukan pencucian dalam botol yang bersih (Amaria, dkk 2010).
sekam padi dengan menggunakan air panas
Maret 2012 AMARIA: ADSORPSI ION SIANIDA 59

Data difraktogram memberikan informasi


Pembuatan silika gel mengenai 2, d-spacing dan intensitas bahan.
Larutan natrium silikat sebanyak 1:1
ditambahkan larutan HCl 2M, kemudian Adsorpsi Sianida
diaduk dengan pengaduk magnet sampai Pengaruh pH
terbentuk gel dan pHnya 7. Kemudian Sebanyak 50 mg adsorben diinteraksikan
disimpan selama 24 jam. Gel dihancurkan dan dengan 25 mL larutan KCN konsentrasi 5
dicuci dengan aquades sampai netral (pH air mg/L. Pada percobaan ini dilakukan lima
cucian = 7) dan bebas klor (air cucian ditetesi macam satuan pH sistem yaitu 3, 4, 5, 6, 7, 8,
larutan AgNO3 0,1 M), kemudian dioven pada 9 kemudian dikocok dengan alat pengocok
suhu 120oC selama 48 jam. Silika gel digerus pada kecepatan 500 rpm selama 120 menit,
dan diayak dengan ukuran 200-400 mesh. dan disentrifus pada 2500 rpm selama 20
Selanjutnya silika gel dikalsinasi pada suhu menit. Filtrat diukur dengan alat Elektroda
500oC selama 1 jam. Silika gel diaktivasi Selektif Ion.
dengan HCl 3 M selama 5 jam dan dicuci Variasi Waktu
sampai pHnya netral serta bebas klor. Setelah Sebanyak 50 mg adsorben diinter-
itu dioven pada 120oC selama 48 jam . aksikan dengan 25 mL larutan KCN 50 mg/L
dengan pH optimum dari percobaan pengaruh
Impregnasi Aluminium pada Silika gel dan pH di atas. Waktu interaksi dilakukan secara
Pembuatan Hibrida Amino Silika Gel bervariasi yaitu 5-120 menit dengan dikocok
Terimpregnasi Aluminium pada 500 rpm selama 60 menit. Selanjutnya
disentrifugasi. Filtrat yang didapat diukur
Sepuluh gram silika gel ditambah dengan dengan alat Elektroda Selektif Ion untuk
100 ml larutan AlCl3 10% (Qadeer and Ikram, menentukan kadar sianida sisa.
2005) dan diaduk dengan pengaduk magnet Variasi Konsentrasi Adsorbat
selama 2 jam, kemudian didiamkan selama 24 Sebanyak 50 mg adsorben diinteraksikan
jam dalam suhu ruang, setelah itu dicuci dengan 25 mL larutan KCN dengan pH
dengan aquadest sampai netral dan disaring. optimum hasil dari percobaan variasi pH di
Endapan yang diperoleh dikeringkan dalam atas. Dalam percobaan ini berbagai
oven pada suhu 100oC selama 3 jam. Silika konsentrasi sianida dibuat 1- 200 mg/L.
gel terimpregnasi logam aluminium yang Kemudian dikocok dengan alat pengocok
diperoleh dikalsinasi pada 550oC selama 4 pada 500 rpm selama 60 menit dan
jam (Shin, et al., 2004). disentrifugasi. Filtrat yang diukur dengan alat
Enam gram silika gel terimpregnasi Elektroda Selektif Ion untuk menentukan
aluminium (SG-Al) tersebut disuspensi dalam kadar sianida sisa.
20 mL larutan 3-aminopropil-trietoksisilan Metode Pengukuran Kadar Sianida
yang dibuat dalam toluena kering (10% v/v, Elektroda Selektif Ion adalah salah satu
yang dibuat dengan penambahan natrium metode yang sering direkomendasikan oleh
sulfat anhidrat ke dalam toluen), kemudian para peneliti untuk penentuan ion sianida
diaduk dengan pengaduk magnet pada suhu dalam air. Pada percobaan adsorpsi pengaruh
kamar selama 12 jam dengan direfluks. pH, waktu dan konsentrasi awal sianida,
Setelah diperoleh slury (bubur) hibrida amino penentuan kandungan sianida yang tersisa di
silika gel terim-pregnasi aluminium (APSGAl), dalam larutan diukur dengan alat Elektroda
dikeringkan, kemudian dicuci dengan toluena, Selektif Ion (ESI). Jumlah sianida yang
etanol, dan dietileter secara bergantian. teradsorpi oleh adsorben pada saat setimbang
Setelah kering APSG-Al dikeringkan secara dihitung dengan persamaan (Vijayaraghavan,
vakum pada suhu 100oC selama 8 jam et al., 2004) berikut di bawah ini:
(Goswami, et al., 2003).
(C o C f )V
Karakterisasi Bahan dengan XRD q
Karakterisasi bahan dilakukan dengan W
menggunakan difraktometer sinar X (XRD).
60 J.J. MANUSIA
MANUSIA DAN
DAN LINGKUNGAN,
LINGKUNGAN Vol. 19, No.1, Maret.Vol. 19,56No.
2012: 1
- 65

a
% Transmitansi

Gambar 2. Spektra IR a) Silika gel (SG), b)Silika gel terimpregnasi Aluminium(SG-Al)


dan c) Hibrida Aminopropil silikagel terimpregnasi aluminium (APSG-Al)

b)

a)

Gambar 3. Difraktogram a) silika gel sekam padi dan


b) silika gel sekam padi terimpregnasi aluminium

dengan q adalah adsorbat yang teradsorp pita 1632,8 cm-1 menunjukkan vibrasi tekuk
(mg/g); C o dan C f adalah konsentrasi OH dari Si-OH. Pada bilangan gelombang
1098,7 cm-1 dengan intensitas tajam me-
adsorbat di dalam larutan pada keadaal awal
nunjukkan vibrasi ulur asimetri Si-O dari
dan akhir (mg/L), V adalah volume larutan
siloksan Si-O-Si (Viart dan Rehspinger,
(L) dan W adalah berat (adsorben) (g)
1994). Ini diperkuat adanya vibrasi ulur
simetri Si-O dari Si-O-Si pada bilangan
gelombangnya 804,8 cm-1 .
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada Gambar 2b, tampak adanya serapan
khas NH2 3419,2 cm-1 yang telah bergeser
Identifikasi Gugus Fungsional Adsorben
dari 3433,5 cm-1 (Amaria, dkk 2010) dan
Spektra inframerah hibrida aminopropil
intensitas peak silika gel yang terimpregnasi
silika gel terimpregnasi aluminium dan silika
Al menjadi berkurang dibandingkan dengan
gel terimpregnasi aluminium disajikan pada
intensitas peak aminopropil silika gel.
Gambar 2. Pada Gambar 2a, tampak ada pita
Penurunan intensitas ini disebabkan adanya
pada bilangan gelombang 3431,7 cm-1
aluminium yang terimpregnasi pada silika gel
menunjukkan vibrasi ulur-OH dari Si-OH
dapat merusak struktur dan mengganggu
(Silverstein, et al., 1991). Ini diperkuat adanya
vibrasi ulurOH. Bilangan gelombang
Maret 2012 AMARIA: ADSORPSI ION SIANIDA 61

siloksan (Si-O-Si) juga berubah menjadi nisme reaksi SN2, ion sianida akan meng-
1085,8 cm-1, ini bergeser dari 1095,7 cm-1 gantikan ion hidroksida (OH-), seperti disa-
(Amaria, dkk 2010) yang disebabkan adanya jikan persamaan reaksi di bawah.
gangguan vibrasi oleh aluminium pada regang Sementara itu pada pH di atas 9 adsorpsi
tak simetris dari siloksan. Vibrasi ulur C-H menurun, dikarenakan struktur silika gel
untuk senyawa hidrokarbon jenuh tampak mulai rusak. Seperti hasil pengujian kestabilan
pada bilangan gelombang 2934,5 cm-1 silika gel pada kondisi asam sampai basa,
(Sastrohamidjojo, 1992). yang dilakukan Amaria, dkk (2008) menun-
jukkan bahwa silika gel pada pH 10 kesta-
Karakterisasi dengan Difraktometer Sinar X bilannya mulai menurun karena silika gel larut
Hasil karakterisasi adsorben dengan pada kondisi basa.
difraktometer sinar X disajikan pada Gambar Pada Gambar 4, menunjukkan bahwa
3Untuk mengetahui bahwa aluminium (III) adsorpsi sianida oleh aminopropil silika gel
telah terimpregnasi pada sistem silika gel, terimpregnasi aluminium (APSG-Al) terjadi
dapat dikaji dengan memperhatikan hasil maksimum pada pH 5 sebesar 67,62 %.
difraktometer sinar-X pada peak Al2O3. Data Adanya aluminium mempengaruhi pH sistem
difraktometer sinar X dengan standar peak karena aluminium mampu berikatan dengan
Al2O3 disajikan pada Tabel 1. Standar Al2O3 ligan H2O atau OH- dari pelarut, sehingga
dengan 2 sebesar 66,52 dan intensitasnya mempengaruhi kebasaan amina dari APSG.
sebesar 23% pada h k l (2 1 4) dari kartu data Pada suasana asam, aluminium hadir
PDF. Standar Al2O3 digunakan sebagai pem- dalam spesi [Al(OH)2]+ dan [Al(OH)]2+.
banding karena spesi Al(III) yang tersubstitusi Kehadiran spesies tersebut diduga mencapai
pada silika gel akan membentuk Al2O3 maksimal pada pH 5 dan turun pada pH yang
berdasarkan perlakuan dan proses kalsinasi. lebih besar. Kehadiran spesies-spesies
Angka d-spacing dan intensitas Al2O3 yang tersebut menyebabkan terjadinya pertukaran
tersubstitusi pada silika gel telah mengalami ion- ion CN- dengan ligan OH-. Reaksi
pergeseran, hal ini dikarenakan pengaruh pertukaran juga didukung data kekuatan ligan,
yang diberikan oleh sistem silika gel itu dimana kekuatan ligan CN- lebih besar dari
sendiri. kekuatan ligan OH-, sehingga mampu
mendorong ligan OH- keluar (Douglas, et.al.
Pengaruh pH 2994). Ligan OH- yang dikeluarkan dari
Adsorpsi ion sianida oleh SG-Al dengan pertukaran tersebut menyebabkan pH diakhir
pengaruh pH medium (Gambar 3) terjadi reaksi bersifat basa. Peningkatnya pH larutan
maksimum pada pH 8 sebesar 51,11 %. Hal menyebabkan jumlah situs aktif amina pada
ini dimungkinkan karena pada pH di atas 7 APSG-Al yang terprotonasi mengalami
silika gel mengalami hidrolisis (Schubert dan penurunan, sehingga menyebabkan daya
Hushing, 2000), sehingga bila suatu ion adsorpsi APSG-Al lebih rendah daripada
menyerang atom silikon akan terjadi meka- APSG terhadap CN-.

Tabel 1. Hasil uji kristalinitas SGAl menggunakan Difraktometer Sinar-X, dengan


standar Al2O3 yang menunjukkan 2 sebesar 66,52o dan intensitas sebesar 23% pada h k l
(2 1 4) dari kartu data PDF.
Adsorben d-spacing () Intensitas (%) 2(o)
Standar Al2O3 - 23 66,52o
SG-Al10 1,42 48,05 65,51

OH

Si CN + OH-
Si OH + CN - Si

CN
62 J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN Vol. 19, No. 1

80
SGAL
70
APSGAL
60

CN teradsorp (%)
50

40

30

20

10

0
0 2 4 pH 6 8 10

Gambar 4. Pengaruh pH medium pada adsorpsi ion sianida dengan


adsorben SG-Al dan APSG-Al.

6.00E-04

5.00E-04
CN teradsorp (mol/g )

4.00E-04

3.00E-04

2.00E-04

1.00E-04 SG-Al
APSG-Al
0.00E+00
0 20 40 60 80 100 120
Waktu (m enit)

Gambar 5. Pengaruh waktu adsorpsi ion sianida


dengan adsorben SG-Al dan APSG-Al

Pada suasana asam, aluminium hadir APSG-Al yang terprotonasi mengalami


dalam spesi [Al(OH)2]+ dan [Al(OH)]2+. penurunan, sehingga menyebabkan daya
Kehadiran spesies tersebut diduga mencapai adsorpsi APSG-Al lebih rendah daripada
maksimal pada pH 5 dan turun pada pH yang APSG terhadap CN-.
lebih besar. Kehadiran spesies - spesies
Kinetika Adsorpsi
tersebut menyebabkan terjadinya pertukaran
Adsorpsi ion sianida oleh kedua adsorben
ion - ion CN- dengan ligan OH-. Reaksi
SG-Al dan APSG-Al mula-mula berlangsung
pertukaran juga didukung data kekuatan
cepat dan kemudian menjadi lebih lambat.
ligan, dimana kekuatan ligan CN- lebih besar
Adanya gugus aminopropil pada silika gel
dari kekuatan ligan OH-, sehingga mampu
yang terimpregnasi aluminium menurunkan
mendorong ligan OH- keluar (Douglas, et.al.
laju adsorpsi (Gambar 4). Adsorpsi sianida
1994). Ligan OH- yang dikeluarkan dari
oleh kedua adsorben berlangsung relatif
pertukaran tersebut menyebabkan pH diakhir
cepat pada menit ke 30. Model kinetika
reaksi bersifat basa. Peningkatnya pH larutan
adsorpsi orde satu yang mencapai kese-
menyebabkan jumlah situs aktif amina pada
timbangan yang dikembangkan Santoso, et
Maret 2012 AMARIA: ADSORPSI ION SIANIDA 63

al. (2007) dapat digunakan untuk mengalami dekomposisi ketika proses hibri-
menetapkan laju adsorpsi ion sianida pada disasi dengan aminopropiltrietoksisilan.
silika gel yang terimpregnasi aluminium Kapasitas adsorpsi
maupun pada bahan hibrida aminopropil Data kapasitas adsorpsi ion sianida oleh
silika gel terimpregnasi aluminium. Model SG-Al dan APSG-Al ditentukan dengan
kinetika adsorpsi ini ditunjukkan dengan menerapkan model isoterm adsorpsi Lang-
persamaan 1: muir dan Freundlich. Model isoterm adsorpsi
C A0 Langmuir ion sianida, dinyatakan dengan
Ln rumus (Oscik, 1982):
CA t (1)
k1 Q
CA CA
C 1 C
(2)
Dengan C A0 adalah konsentrasi ion logam
m bK b

mula-mula, C A adalah konsentrasi ion logam m adalah kadar ion sianida yang
dalam larutan, t adalah waktu dalam satuan teradsorpsi oleh adsorben, C adalah konsen-
k1 trasi ion sianida pada saat setimbang (mg/L).
menit, Q= adalah konstanta Persamaan garis lurus dihasilkan dibuat
k1 melalui plot C/m terhadap C, digunakan
kesetimbangan adsorpsi desorpsi, dan k1 untuk menentukan konstanta kesetimbangan
adalah konstanta laju adsorpsi. Penerapan (K) dan kapasitas adsorpsi (b) yaitu dari
model kinetika dilakukan dengan membuat intersep (1/bK) dan slope (1/b). Energi total
kurva ln (CAo/CA)/CA terhadap t/CA, sehingga adsorpsi per mol dapat ditentukan dari harga
diperoleh slope yang merupakan harga k1 dan konstanta kesetimbangan dengan persamaan
intersep sebagai harga Q. E = -G = RT Ln K.
Seperti yang disajikan Gambar 5, menun- Model isoterm adsorpsi Freundlich
jukkan bahwa bertambahnya senyawa amino- juga diterapkan untuk mengetahui proses
propiltrietoksisilan pada silika gel terimpreg- adsorpsi berlangsung secara multilayer atau
nasi aluminium malah menurunkan laju monolayer, dinyatakan dengan rumus
adsorpsi. Hal ini diperkuat dengan data kons- (Santosa, et al. 2007) log m = log B + 1/n log
tanta laju adsorpsi k1 menurun 1,42 kali dari C, dengan m = ion yang teradsorp per gram
2,7. 10-3 untuk adsorben SG-Al menjadi adsorben saat setimbang, B kapasitas
1,9.10-3 untuk APSG-Al (Tabel 2). Penurun- adsorpsi Freundlich, dan n adalah konstanta.
an konstanta laju adsorpsi ini diperkirakan
aluminium yang termpregnasi pada silika gel,

Tabel 2. Parameter Kinetika Adsorpsi ion sianida pada Adsorben SG-Al dan APSG-Al
Adsorben Q (mol/L)-1 k1 (min-1) k-1(min-1) (mol/L) R2
SG-Al 570,24 2,7. 10-3 4,73.10-6 0,8854
-3 -6
APSG-Al 195,29 1,9.10 9,73.10 0,8839

Tabel 3. Kapasitas adsorpsi (nm), Energy (E) dan afinitas adsorpsi


dari isoterm Langmuir dan afinitas adsorpsi (K)
Langmuir Freundlich
Adsorben nm (mol/g) B
K E (kJ/mol) R2 n R2
10-5 (mol/g) 10-5

SG-Al 74,560 437,871 15,271 0,945 2321,667 1,4149 0,989

APSG-Al 66,789 491,353 15,560 0,839 1687,772 1,5216 0,968


64 J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN Vol. 19, No. 1

Penerapan dua model isoterm adsorpsi alumina Al2O3. Adsorpsi ion sianida oleh
dihasilkan data seperti yang disajikan pada hibrida amino silika gel terimpregnasi
Tabel 3. Seperti yang telah teramati bahwa aluminium (APSG-Al) dan silika gel terim-
konstanta laju adsorpsi adanya gugus organik pregnasi aluminium (SG-Al) secara
aminopropiltrietoksisilan pada silika gel maksimum terjadi pada pH 5 dan pH 8, yaitu
terimpregnasi ternyata menurunkan sebesar 67,62 % dan pH 8 sebesar 51,11%.
kapasitas adsorpsi. Isoterm adsorpsi Lang- Impregnasi aluminium pada silika gel
muir diterapkan untuk adsorpsi monolayer meningkatkan konstanta dan kapasitas
dari adsorben yang situs permukaannya adsorpsi sianida, sedangkan modifikasi
homogen, sedangkan model isoterm Freun- aminopropiltri-etoksisilan pada silika gel
dlich diterapkan untuk adsorpsi multilayer terimpregnasi aluminium menurunkan kons-
pada permukaan yang heterogen. Penurunan tanta laju dan kapasitas adsorpsinya. Kajian
adsorpsi sianida oleh karena adanya gugus kinetika dari pengaruh waktu adsorpsi
amina pada silika gel adalah sebesar 1,12 kali menunjukkan bahwa adsorben APSG-Al dan
untuk kapasitas adsorpsi monolayer dan 1,38 SG-Al memiliki konstanta laju adsorpsi k1
kali untuk kapasitas adsorpsi multilayer. masing-masing adalah 2,7. 10-3 dan 1,9.10-3
Pada adsorben SG-Al terdapat penambahan min-1. Data kapasitas adsorpsi menunjukkan
logam Al(III) yang terikat pada gugus silanol bahwa adsorben APSG-Al dan SG-Al
dari permukaan silika gel yang telah cenderung mengikuti model isoterm Freun-
terimpregnasi logam aluminium dan memi- dlich.
liki muatan parsial positif, sehingga dapat
berikatan secara kuat dengan sianida yang
mempunyai muatan negatif. Pada adsorben UCAPAN TERIMAKASIH
APSG-Al, adanya gugus amina pada silika
gel terimpregnasi aluminium menurunkan Pada kesempatan ini penulis mengucap-
afinitas permukaan SG-Al, sehingga interaksi kan terimakasih kepada Direktorat Jendral
dengan ion sianida menjadi lemah. Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan
Berdasarkan harga R2 penerapan model Nasional melalui Program Penelitian Strategi
isoterm Langmuir diperoleh adalah 0,839 Nasional yang telah mendanai penelitian ini
untuk adsorben APSG-Al dan 0,945 untuk dan kepada Wahyu, Yudi, Rahmad dan Eka
adsorben SG-Al. Hal ini menunjukkan bahwa dalam hal pengumpulan data.
adsorben SG-Al sesuai dengan model isoterm
Langmuir, yang artinya situs-situs aktif pada
permukaan SG-Al adalah homogen. DAFTAR PUSTAKA
Penerapan Freundlich untuk adsorben SG-Al
diperoleh R2 0,989 ini lebih besar dari harga Amaria, Agustini, R. dan Mitarlis, 2008.
R2 dari model isoterm Langmuir. Sementara Pengembangan Material Berbasis Silika
itu pada adsorben APSG-Al jika diterapkan dari Sekam Padi sebagai Bahan
model isoterm Freundlich, diperoleh R2 = Adsorben dan Aplikasinya untuk
0,968. Penghilangan Polutan Anorganik dan
Organik, Laporan Penelitian Program
Payung Riset Unggulan Universitas
KESIMPULAN Negeri Surabaya.
Amaria, Rudiana Agustini dan Dina Kartika
Berdasarkan data eksperimen dapat Maharani, 2010. Hibrida Aminopropil
disimpulkan bahwa hasil identifikasi Silika Gel dari Sekam Padi Sebagai
spektroskopi infra merah menunjukkan Adsorben Untuk Adsorpsi Ion Sianida
adsorben APSG-Al memiliki gugus silanol Dalam Larutan, Prosiding Seminar
(Si-OH), siloksil ( Si-O-Si), gugus amina Nasional Kimia, Jurusan Kimia FMIPA
primer, NH2. Hasil analisis XRD nilai 2 Universitas Negeri Surabaya, 20
pada 65,51 menunjukkan bahwa aluminium Pebruari 2010.
yang terimpregnasi pada SG-Al berbentuk
Maret 2012 AMARIA: ADSORPSI ION SIANIDA 65

Brinker and Scherer, 1990. Sol-Gel Science: Abu Sekam Padi Untuk Peningkatan
The Physics and Chemistry of Sol- Gel Mutu Beton, Laporan Penelitian Hibah
Processing, Academic Press Limited, Bersaing VI/2, Lembaga Penelitian,
London. Universitas Gadjah Mada.
Douglas, B., Mc Daniel, D., and Alexander, Santosa, S.J., Siswanta, D., Kurniawan, A.,
J. 1994. Concepts and Models of Rahmanto, W.H., 2007. Hybrid of
Inorganik Chemistry. Thrid Edition. Chitin and Humic Acid as High
Canada: John Wiley & Sons, Inc. Performance Sorbent for Ni(II). Surface
Goswami, A., Singh, A.K., Venkataramani, Science.2007.04.163
B. 2003. 8-Hidroxyquinoline anchored Sastrohamidjojo, H. 1992. Spektroskopi
to silica gel via new moderate size Inframerah. Yogyakarta: Liberty.
linker: synthesis and applications as Schubert dan Husing, 2000. Synthesis of
ametal ion collector for their flame Inorganic Materials, Wiley-VCH
atomic absorption spectrometric Verlag GmbH, Weinheim, Federal
determination. Talanta 60: 1141-1154. Republic of Germany.
Jal, P.K, Patel, S., and Mishra, B.K. 2004. Shin, E. W., Han, J. S., Jang, M., Park, J. K.,
Chemical modification of silica surface Rowell, R. M. 2004. Phosphate
by immobilization of functional goups Adsorption on Aluminium-Impregnated
for extractive concentration of metal Mesoporous Silikates: Surface Structure
ions. Elsevier: Talanta 62, 1005-1028. and Behavior of Adsorben, Environ. Sci.
Jang, M., Shin, E. W., Park, J. K. 2002. Technol, Vol. 38, p.912-917. .
Removal of Arsenic Using Mesoporous Silverstein, R.M.; Bassler,G.C. and Morrill
Silicate Media Impregnated Metal T.C., 1991, Spectrosmetric
Oxides Nano-Particles. The Proceedings Identification of Organic Compounds
of the WEFTEC02 meetings, The Water fifth Edition , John Wiley & Sons, Inc,
Environment Federation: Chicago, IL. New York.
Kalapathy, U., Proctor, A., and Shultz, J., Sriyanti, Taslimah, Nuryono, dan Narsito,
2002, An Improved Method for 2005. Sintesis Bahan Hibrida Amino
Production of Silika From Rice Hull Silika Dari Abu Sekam Padi Melalui
Ash. Bioresource Technology, 85.285- Proses Sol Gel, JKSA. Vol. VIII. No. 1.
289. April 2005 hal 1-10.
Melde, B. J., Johnson, B. J., Charles, P. T. Viart, N and Rehspringer J.L., 1994, Study of
2008. Mesoporous Silicate Materials in Formation Mechanisms of Sol-Gel
Sensing, Sensor, 8, 5202-5228 ; DOI : Silica, Internet.
10.33390/s8085202. Vijayaraghavan, K.; Jegan, J.R.; and Velan,
Oscik, J. 1982, Adsorption, England: Ellis M., 2004. Copper Removal from
Horwood Limited Aqueous Solution by Marine Green
Priyosulistiyo, HRC., Sudarmoko, Bambang Alga Ulva reticulate. Electron ic
Supriyadi, Bambang Suhendro dan P Journal of Biotechnology, 7.1, 61-71.
Sumardi, 1999, Pemanfaatan Limbah