Anda di halaman 1dari 48

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR


BAB X
SPESIFIKASI TEKNIS

BAB. I
PEKERJAAN PENDAHULUAN
Pasal 1
1. Uraian Pekerjaan
1.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi :
1.1.1. Pembangunan Gedung Sentra Pemuda Tahun Anggaran 2016 dengan bentuk dan ukuran seperti
yang ditunjukan pada gambar dan dokumen lainnya.
1.1.2. Selain pekerjaan utama yang disebut diatas, maka Kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan lain yang
merupakan pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mendukung terlaksananya pekerjaan tersebut
atas biaya kontraktor, misalnya :
a. Membuat papan nama pekerjaan.
b. Pagar pengaman proyek
c. Mobilisasi material
d. Quality Control
e. Sop drawing
f. Foto dokumentasi
g. Pengurusan Ijin dan keselamat kerja
1.1.3. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak disebutkan satu persatu, tetapi merupakan suatu kesatuan sistem yang
tak bisa dipisahkan.
1.2. Sarana Bekerja dan Tata Cara Pelaksanaan
1.2.1. Untuk kelancaran pekerjaan Kontraktor harus menyediakan pelaksana yang dianggap memadai
sebagai penanggung jawab penuh dan dengan wewenang penuh dilapangan. Pelaksana harus
memenuhi kualifikasi minimal sebagai Tenaga Ahli yang berpengalaman dalam Pembangunan gedung
Bertingkat yang ditunjukkan dalam Curriculum Vitae yang bersangkutan. Kontraktor harus mengajukan
Curriculum Vitae Site Manager yang bersangkutan untuk memperoleh persetujuan tertulis dari Direksi.
Direksi Proyek/Konsultan Pengawas berhak untuk menolak/meminta agar personil Site Manager dan
Personil Kontraktor lainnya diganti jika ternyata dianggap tidak memenuhi kualifikasi atau tidak bisa
bekerja sama membentuk team work demi suksesnya proyek ini.
1.2.2. Kontraktor harus menyediakan semua peralatan yang nyata-nyata diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan. Direksi berhak meminta kepada Kontraktor untuk mengadakan peralatan pembantu
pekerjaan yang dianggap perlu untuk menjamin kecepatan, mutu dan ketepatan pekerjaan. Semua
biaya mobilisasi dan sewa pakai peralatan dianggap telah diperhitungkan dalam penawaran Kontraktor.
Sebagai gambaran, peralatan minimal yang harus digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah :
a. Mesin Las
b. Beton Molen
c. Mesin Listrik (Gen-set)
d. Mesin Pemadat (Stamper Compaction Equipment)
e. Pompa Air
f. Alat-alat ukur lengkap
g. Bor Listrik
h. Alat-alat pertukangan sederhana wajib dimiliki oleh setiap tukang
i. Dan alat-alat lainnya yang diperlukan
Jenis, jumlah, kondisi dan pemilikan alat-alat harus tercermin dalam lampiran
penawaran kontraktor.
1.2.3. Kontraktor wajib meneliti situasi Tapak-Job Site dan hal lain yang dapat mempengaruhi penawaran. itu
sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib melakukan survey ulang guna (MC-0) memperoleh akurasi

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

data yang up to date. Kelalaian atau kekurang telitian Kontraktor dalam hal ini tidak dapat diajukan sebagai
alasan untuk mengajukan claim. Pekerjaan harus dilaksanakan dengan penuh keahlian sesuai dengan
ketentuan-ketentuan dalam Spesifikasi Teknis, Gambar Rencana, Berita Acara Penjelasan, Berita Acara Rapat
Lapangan, serta petunjuk dari Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Tim Teknis Pengelola Proyek.
1.2.4. Dalam melaksanakan pekerjaan Kontraktor wajib melakukan pendekatan dengan Masyarakat dan Pegawai
dilingkungan setempat untuk memperoleh dukungan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.
1.2.5. Selama pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus bisa mengatur dan menjamen bahwa kegiatan perkantoran
dilingkungan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Tojo Una-una tidak terganggu.

Pasal 2
Persyaratan Khusus

2.1. Standar-standar yang berlaku.


Semua pekerjaan dalam kontrak ini harus dilaksanakan dengan mengikuti dan memenuhi
persyaratan-persyaratan teknis yang tertera dalam Persyaratan Normalisasi Indonesia (NI),
Standardisasi Nasional Indonesaia (SNI) dan peraturan-peraturan setempat lainnya yang berlaku
atas jenis-jenis pekerjaan yang bersangkutan yaitu :
2.1.1. SK.SNI.T-15-1991-03
Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung
2.1.2. SK.SNIS-04-1989-F
SK.SNIS-05-1989-F
SK.SNIS-06-1989-F
Tentang Spesifikasi Bahan Bangunan
2.1.3. American Society For Testing & Materials (ASTM)
2.1.4. Standar Industri Indonesia (SII)
2.1.5. AV 1941/SU 41 : Algemene Voorwarden Voor De Uitvoering Bij Aanneming Van Openbare Werken.
2.1.6. American Institute of Steel Construction (AISC)
2.1.7. American Welding Society (AWS)
2.1.8. Petunjuk-petunjuk dari Direksi/Pengawas Lapangan
Untuk pekerjaan-pekerjaan yang belum termasuk dalam standar-standar yang tersebut
diatas, maupun standarstandar Nasional lainnya maka diberlakukan standar Internasional
yang berlaku atas pekerjaan-pekerjaan tersebut atau setidak-tidaknya berlaku standar-
standar persyaratan teknis dari negara-negara asal bahan pekerjaan yang
bersangkutan.
2.1.9. Dokumen Lelang berupa gambar-gambar rencana kerja dan Spesifikasi Teknis.
2.1.10. Berita Acara Aanwijzing
2.1.11. Berita Acara Rapat Lapangan
2.1.12. Perintah tertulis Direksi Lapangan / Konsultan Pengawas yang disampaikanpada Buku Harian Lapangan
atau surat resmi.
2.1.13. Brosur resmi (user manual) dari Produsen yang materialnya digunakan.
2.1.14. Pada prinsipnya semua material yang akan digunakan harus mendapat izin/persetujuan tertulis dari
Direksi/Konsultan Pengawas yang diaplikasikan dalam bentuk Surat Persetujuan Bahan. Material yang
masuk tanpa persetujuan Direksi/Konsultan Pengawas adalah tanggung jawab Kontraktor dan Direksi
berhak untuk menolak atau memerintahkan pembongkaran dan tidak diprogress.
2.1.15. Semua material yang masuk kedalam area proyek (digudang dan dilapangan terbuka) tidak bisa
dikeluarkan dari area proyek tanpa izin dari Direksi Proyek/Konsultan Pengawas.

2

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

2.1.16. Semua pekerjaan hanya bisa dilaksanakan atas izin dari Direksi / Konsultan Pengawas yang diaplikasikan
dalam bentuk Surat Ijin Kerja. Pekerjaan yang dilaksanakan tanpa izin Direksi/Konsultan Pengawas
adalah tanggung jawab Kontraktor dan tidak akan diprogres.
2.2. Ukuran dan Patokan.
Ukuran-ukuran dalam pekerjaan ini menggunakan sistem metrik, sebagai peil + 0,00 (datum
line) dari pekerjaan ini mengikuti peil pada pekerjaan yang telah ditentukan. Apabila Beanc Mark
(BM) yang dipasang berubah letak atau rusak maka dibawah pengawasan Konsultan
Pengawas, Kontraktor wajib membuat BM yang baru, dimana BM yang dibuat harus kokoh/kuat
dan tidak bergerak selama masa pelaksanaan. Kontraktor wajib menambahkan jika diperlukan
oleh Direksi/Konsultan Pengawas. BM yang baru tersebut terbuat dari balok beton dengan titik
yang terbuat dari besi dia. 14 cm. Selama pelaksanaan pekerjaan, surveyor/juru ukur Kontraktor
harus selalu standby di Job Site lengkap dengan peralatannya. Semua pekerjaan yang akan
dimulai harus diukur bidik ulang sebelum diizinkan secara tertulis oleh Direksi untuk
dilaksanakan.

Pasal 3
Pagar Pengaman dan Papan Nama Proyek

3.1.Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor lebih dulu membuat pagar untuk pengaman, atas biaya kontraktor.
3.2.Papan Nama Proyek dipasang sesuai dengan petunjuk Direksi dan menjadi beban Kontraktor dan telah diperhitungkan dalam
penawaran Kontraktor.

Pasal 4
Pekerjaan Persiapan
4.1. Sebelum Pekerjaan Dimulai.
Kontraktor harus melaksanakan pembersihan lapangan sebelum memulai pekerjaan sehingga semua
kotoran, puing-puing, sampah, rumput, batang Kali dan lain-lain tidak ada lagi di Job Site. Dengan
demikian seluruh Job Site terlihat denga jelas. Demikian pula seluruh bekas pondasi, baik dari Kali
maupun pasangan batu atau beton harus dicabut/dibersihkan.
4.2.Setelah Pekerjaan Selesai.
Setelah pekerjaan selesai sebelum diadakan penyerahan pekerjaan kepada Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan, Kontraktor harus membersihkan seluruh site dari segala macam kotoran, puing-puing dan
semua peralatan yang digunakan selama masa konstruksi. Kotoran-kotoran tersebut harus dikeluarkan
dari lokasi pekerjaan sehingga bila hal ini belum diselesaikan secara tuntas, maka pekerjaan tidak
akan dianggap selesai 100 (seratus) %.
4.3.Selama Pekerjaan Berlangsung.
4.3.1. Kontraktor bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapian job site selama pekerjaan berlangsung.
4.3.2. Kontraktor bertanggung jawab atas kebersihan jalan raya yang dilalui oleh kendaraan yang mengangkut
material dari dan ke job site.
4.3.3. Kontraktor bertanggung jawab atas kelancaran lalu lintas umum di sekitar job site.
4.3.4. Kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan jalan raya di sekitar job site yang jelas-jelas diakibatkan oleh
kegiatan Kontraktor.
4.3.5. Kontraktor harus berupaya sedemikian rupa, sehingga selama masa pelaksanaan, bangunan-bangunan
disekitar pekerjaan tidak mengalami kerusakan. Kontraktor harus menangani hingga tuntas semua claim dari
tetangga akibat pelaksanaan pekerjaan ini.
4.3.6. Kontraktor harus menjamin bahwa selama pekerjaan berlangsung Perkantoran tidak tergannggu.

3

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

4.3.7. Kebersihan yang dimaksud dalam pasal ini meliputi :


4.3.7.1. Kebersihan terhadap kotoran-kotoran yang ditimbulkan oleh sisa-sisa pembuangan berbagai jenis
sampah.
4.3.7.2. Kebersihan terhadap jenis kotoran-kotoran yang disebabkan oleh sampah sisa-sisa bahan
bangunan, pecahan-pecahan batu bata dan serpihan Kali , dll.
4.3.7.3. Kebersihan dalam arti kata kerapihan pengaturan material dan peralatan sehingga menunjang
mobilisasi pelaksanaan di job site.
4.4.Gudang Material.
Kontraktor wajib membuat gudang material dan peralatan, Gudang tersebut terutama dimaksudkan
untuk penyimpanan material dan peralatan yang memerlukan perlindungan dari alam ataupun
terhadap pencurian.
4.5.Generator Set & Penyediaan Air Sementara.
4.5.1. Genset.
Untuk keperluan perlengkapan pada malam hari dan untuk keperluan bekerja, Kontraktor wajib
menyediakan dan mengoperasikan satu set Generator dengan kapasitas sesuai keperluan
4.5.2. Untuk keperluan pekerja dan Direksi, Kontraktor wajib menyediakan tempat penampungan air yang bersih.
Kualitas air harus memenuhi syarat kesehatan sesuai standar WHO. Kontraktor bertanggung jawab
sepenuhnya akan akibat yang timbul dari pemakaian air yang tidak memenuhi syarat tersebut.
4.6.Jalan Masuk Sementara.
Jika dianggap perlu, direksi berhak memerintahkan Kontraktor untuk membuat jalan masuk sementara
yang memungkinkan kelancaran pemasukan material dan sebagainya. Sejauh mungkin jalan masuk
sementara tersebut, dapat ditingkatkan sebagai jalan yang memang menjadi bagian dari lingkup
pekerjaan Kontraktor.
Pasal 5
Metode Pelaksanaan dan Gambar Kerja
5.1.Metode Pelaksanaan.
Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor yang diwakili oleh Site Manager harus
memberikan rencana tertulis mengenai Metode Pelaksanaan. Metode pelaksanaan harus
dipresentasikan dihadapan Direksi, Konsultan Perencana dan konsultan pengawas. Hasil dari
presentasi metode pelaksanaan setelah disetujui bersama oleh Direksi, KonsultanPerencana,
Konsultan Pengawas merupakan keputusan yang mengikat didalam pelaksanaan pekerjaan ini.
5.2.Gambar Kerja.
5.2.1. Kontraktor wajib membuat gambar kerja/shop drawing atas rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan.
5.2.2. Direksi pekerjaan dan Konsultan Pengawas, berhak untuk memerintahkan Kontraktor untuk membuat gambar
kerja (shop drawing) atas bagian-bagian pekerjaan yang memerlukan penjelasan lebih detail.
5.2.3. Pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud baru bisa dilaksanakan jika shop drawing telah disetujui oleh Direksi
Pekerjaan/Konsultan Pengawas, yang ditandai dengan tanda tangan diatas gambar tersebut.

4

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

BAB II
PEKERJAAN STRUKTUR
Pasal 1
Pekerjaan Pendahuluan
1.1.Pengukuran
1. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya, harus segera
dilaporkan kepada pemberi tugas untuk dimintakan keputusan.
2. Segala pengukuran tapak menjadi tanggung jawab Pemborong.
1.2. Pekerjaan Bongkaran.
1. Pekerjaan ini terdiri dari pengambilan, pengangkutan, penempatan hasil bongkaran dari rumah genset
dan rangka atap Gedung Uji Kendaraan.
2. Sebelum dilakukan pembongkaran, pemborong harus mendapatkan ijin pembongkaran dari Pemberi
Tugas serta ijin-ijin lain dari Pemkot setempat termasuk pembuangan puing dan lain-lain.
3. Dalam pelaksanaan pembongkaran ini, pemborong wajib membuat usulan rencana pembongkaran
minimal menyebutkan : metode pembongkaran, lokasi pembuangan puing, pengamanan terhadap
instalasi M/E dan genset serta jangka waktu pelaksanaan.
4. Puing bekas bongkaran tidak diijinkan untuk dipakai sebagai bahan bangunan.

Pasal 2
Pekerjaan Galian Tanah, Timbunan Dan Pemadatan
2.1.Umum.
2.1.1. Uraian.
1. Pekerjaan ini mencakup penggalian, penimbunanpengambilan, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk konstruksi timbunan.
2. Segala perubahan dan spesifikasi ini harus dikonsultasikan secara tertulis kepada Konsultan dan harus
mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan untuk memulai pekerjaan.
3. Galian Pondasi yang digunakan yaitu penggalian Pondasi Bored Pile 20 cm dan galian pondasi Poor Plat
sedalam 2 meter
4. Timbunan yang dicakup oleh ketentuan dalam pasal ini adalah timbunan dari tanah lempung. Adapun tanah
lempung yang digunakan harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan oleh Konsultan. Timbunan tanah
lempung akan digunakan untuk stabilitas lereng sehingga kekuatan timbunan adalah faktor yang sangat
kritis.
2.1.2. Survei.
1. Sebelum pekerjaan galian dan timbunan dimulai, harus dilakukan survei topografi. Level yang disepakati
harus dicatat dan ditandatangani oleh Konsultan dan Kontraktor.
2. Kontraktor harus memuat hasil survei dalam bentuk gambar tampak dan penampang dengan skala yang
disetujui oleh Konsultan. Gambar penampang harus pada interval 10 m. Konsultan akan memverifikasi dan
memeriksa gambar tampak dan penampang.
2.1.3. Peralatan.
Kontraktor harus mengajukan metode kerja termasuk output kerja harian, jumlah, type dan
kapasitas peralatan yang akan dioperasikan kepada Konsultan. Pemilihan peralatan harus
mempertimbangkan kondisi lapangan dan lingkungan.

5

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

2.2.Pekerjaan Timbunan.
2.2.1. Lingkup.
1. Pekerjaan ini terdiri dari galian, pengambilan, pengangkutan, penempatan dan pemadatan tanah untuk
timbunan. Galian dan timbunan pada umumnya diperlukan sesuai garis kelandaian dan ketinggian dari
penampang melintang yang telah disetujui.
2. Pekerjaan galian pondasi harus sesuai dengan gambar bestek baik kedalamannya maupun dimensinya,
dan dipastikan tetap terjaga dari genangan air untuk memudahkan pengecorannya.
3. Timbunan/urugan kering (diatas elevasi air) menggunakan material lempung sesuai gambar rencana dan
harus memenuhi kepadatan yang diisyaratkan pada spesifikasi ini.
4. Pekerjaan timbunan kering (lempung) harus dilakukan sesuai elevasi gambar rencana.
2.2.2. Toleransi Dimensi
1. Kelandaian dan ketinggian yang diselesaikan setelah pemadatan tidak akan melebihi tinggi 10 mm atau 20
mm lebih rendah dari yang ditentukan atau disetujui.
2. Semua permukaan timbunan akhir yang tidak terlindung harus cukup halus dan rata serta mempunyai
kemiringan yang cukup untuk menjamin pengaliran bebas dari air permukaan.
3. Permukaan lereng timbunan yang selesai tidak akan berbeda dari garis profil yang ditentukan dengan
melebihi 10cm dari ketebalan yang dipadatkan.
4. Timbunan tidak boleh dihamparkan dalam ketebalan lapisan yang dipadatkan melebihi 30 cm.
2.2.3. Standar Rujukan.
1. Kontraktor harus menyelesaikan semua pengujian dibawah pengawasan Konsultan dan harus mengajukan
laporan dalam waktu 1 (satu) minggu setelah masing-masing pengujian dilaksanakan.
2. Pengujian mencakup :
a. Analisis Saringan : AASHTO T 88 78
b. Pemadatan Lapangan : AASHTO T 99 74
c. Penetapan Batas Cair Tanah : AASHTO T 89 69
d. Penetapan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah : AASHTO T 90 70
e. CBR : AASHTO T 193 72
f. Unit Weight :
g. Water Content : ASTM d 2216
2.2.4. Pengajuan Persetujuan Pekerjaan.
1. Kontraktor harus mengajukan hal-hal berikut kepada Konsultan sebelum suatu persetujuan untuk memulai
pekerjaan dapat diberikan oleh Konsultan.
a. Gambar penampang melintang terinci yang menunjukkan permukaan yang dipersiapkan bagi timbunan
yang akan ditempatkan.
b. Hasil pengujian kepadatan yang memberikan hasil pemadatan yang baik dari permukaan yang
dipersiapkan dimana timbunan tersebut akan ditempatkan.
2. Kontraktor harus mengajukan hal-hal berikut kepada Konsultan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum
tanggal yang diusulkan dari penggunaan bahan-bahan yang diajukan untuk digunakan sebagai timbunan:
a. Dua contoh material timbunan masing-masing seberat 50 kg dari bahan-bahan, salah satu akan ditahan
oleh Konsultan untuk rujukan selama periode kontrak.
b. Pernyataan tentang asal dan komposisi dari setiap bahan-bahan yang diusulkan untuk digunakan
sebagai timbunan bersama dengan data pengujian laboratorium yang membuktikan bahwa bahan-
bahan tersebut memenuhi sifat yang ditentukan.
3. Kontraktor harus mengajukan hal berikut secara tertulis kepada Konsultan segera setelah penyelesaian
setiap bagian pekerjaan dan sebelum setiap persetujuan diberikan untuk penempatan bahan-bahan lain
diatas timbunan :
a. Hasil pengujian kepadatan.
b. Hasil pengujian pengukuran permukaan dan data pengukuran membuktikan bahwa permukaan berada
dalam toleransi yang ditentukan.

6

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

2.2.5. Kondisi Tempat Kerja.


1. Kontraktor harus menjamin lahan pekerjaan selalu kering sebelum dan selama pekerjaan pemadatan.
2. Timbunan harus mempunyai kemiringan yang cukup untuk menunjang sistem drainase dari aliran air hujan
dan pekerjaan yang diselesaikan mempunyai drainase yang baik. Air dari tempat kerja harus dikeluarkan
kedalam sistem drainase permanen. Penjebak lumpur harus disediakan pada sistem drainase sementara
yang mengalirkan kedalam sistem drainase permanen.
3. Kontraktor harus menjamin pada tempat kerja suatu persediaan air yang cukup untuk pengendalian kadar
air timbunan selama operasi pemadatan.
2.2.6. Perbaikan Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Syarat.
1. Timbunan akhir yang tidak sesuai dengan penampang melintang yang ditentukan atau disetujui atau
dengan toleransi permukaan yang ditentukan, harus diperbaiki dengan mengupas permukaan tersebut dan
membuang atau menambah material sebagaimana diperlukan, disusul dengan pembentukan pemadatan
kembali.
2. Timbunan yang terlalu kering untuk pemadatan dalam batas kadar air yang ditentukan atau sebagaimana
diarahkan oleh Konsultan, harus dikoreksi dengan mengupas material disusul dengan penyiraman dengan
jumlah air secukupnya dan mencampur secara keseluruhan dengan sebuah mesin perata (grader) atau
peralatan lain yang disetujui.
3. Timbunan yang terlalu basah untuk pemadatan dalam batas kadar air yang ditetapkan atau sebagaimana
diarahkan oleh Konsultan, harus dikoreksi dengan pengupas material disusul dengan pengerjaan dengan
mesin perata (grader) berulang-ulang atau peralatan lainnya yang disetujui, dengan selang istirahat antara
pekerjaan, dibawah kondisi cuaca kering. Jika tidak atau jika pengeringan yang cukup tidak dapat dicapai
dengan pengerjaan dan membiarkan material terlepas, maka Konsultan dapat memerintahkan agar material
tersebut dikeluarkan dari pekerjaan dan diganti dengan material kering yang memadai.
4. Timbunan yang menjadi jenuh karena hujan atau banjir atau sebaliknya setelah dipadatkan secara
memuaskan sesuai dengan spesifikasi ini, pada umumnya tak akan memerlukan pekerjaan perbaikan
asalkan sifat bahan-bahan dan kerataan permukaan masih memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini.
5. Perbaikan timbunan yang tidak memenuhi persyaratan sifat atau kepadatan bahan-bahan dari spesifikasi ini
sebagaimana yang diarahkan oleh Konsultan, harus dilakukan pemadatan tambahan, penggarukan
kemudian disusul dengan pengaturan kadar air dan pemadatan kembali atau pembuangan dan penggantian
bahan-bahan.
2.2.7. Pemulihan Pekerjaan Setelah Pengujian.
Semua lubang pada pekerjaan akhir yang dibuat oleh pengujian kepadatan atau lainnya harus
ditimbun kembali oleh Kontraktor tanpa penundaan dan dipadatkan sampai persyaratan
toleransi permukaan dan kepadatan dari spesifikasi ini.
2.2.8. Pembatasan Cuaca.
Timbunan tidak boleh ditempatkan, dihampar atau dipadatkan sewaktu hujan turun, dan tak
ada pemadatan yang boleh dilakukan setelah hujan atau sebaliknya bila kadar air bahan-
bahan material berada di luar batas yang ditentukan.

2.2.9. Royalti Bahan-bahan.


Bila bahan-bahan timbunan didapat dari luar daerah milik, Kontraktor harus membuat semua
pengaturan yang diperlukan dan membayar semua biaya dan royalti kepada pemilik tanah dan
pejabat sebelum mengeluarkan bahan-bahan.

2.2.10. Bahan-Bahan.
1. Sumber Bahan-bahan.
Bahan-bahan timbunan harus dipilih dari sumber yang disetujui.

7

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

2. Bahan Timbunan.
a. Bahan timbunan terdiri dari timbunan tanah yang digali dan disetujui oleh Konsultan sebagai bahan-
bahan yang memenuhi syarat untuk penggunaan dalam pekerjaan permanen. Material yang
digunakan adalah material silty clay yang memenuhi klasifikasi USCS sebagai material CL, ML, atau
SM (khusus untuk timbunan di bawah muka air tanah). Clay fraction (< 0.002 mm) bahan-bahan
timbunan harus memenuhi minimal 25% yang ditunjukkan dari hasil analisis saringan.
b. Tanah yang mempunyai sifat mengembang (shrinkage) sangat tinggi yang mempunyai suatu nilai
aktivitas lebih besar daripada 1,0 atau suatu derajat pengembangan yang digolongkan oleh
AASHTO T 258 sebagai sangat tinggi atau ekstra tinggi, tidak akan digunakan sebagai bahan
timbunan. Nilai Aktivitas harus diukur sebagai Indeks Plastisitas, IP (AASHTO T90) dan Persentase
Ukuran Tanah Liat (AASHTO T88).
c. Indeks Plastisitas, IP (AASHTO T90) dari material timbunan harus lebih kecil dari 15 % dan batas
cair, LL harus lebih kecil dari 45 % (AASHTO T90).
d. Bahan-bahan timbunan tidak mengandung mineral Montmorillonite yang ditunjukkan dari hasil test
mineralogi.
e. Material yang telah dipadatkan menurut Modified Proctor, harus memiliki : Undrained Shear
Strength (Cu) untuk sample tanah yang dijenuhkan lebih besar dari 60 kPa atau sample tanah
kering setelah dipadatkan > 120 kPa. Specific Grafity (Gs) lebih besar dari 2,6. Kepadatan
kering minimum harus mencapai kepadatan minimal 95 % Modified Proctor maximum density untuk
bahan timbunan umum, dan 98 % Modified Proctor maximum density untuk bahan timbunan
subgrade jalan.
2.2.11. Penempatan dan Pemadatan Timbunan.
1. Persiapan Tempat Kerja.
a. Sebelum menempatkan timbunan pada suatu daerah maka semua operasi pembersihan dan
pembongkaran, termasuk penimbunan lubang yang tertinggal pada waktu pembongkaran akar pohon
harus telah diselesaikan dan bahan-bahan yang tidak memenuhi syarat harus telah dikeluarkan
sebagaimana telah diperintahkan oleh Konsultan. Seluruh areal harus diratakan secukupnya sebelum
penimbunan dimulai.
b. Di mana ukuran tinggi timbunan adalah satu meter atau kurang, maka daerah pondasi timbunan
tersebut harus dipadatkan secara penuh (termasuk penggarukan dan pengeringan atau pembasahan
bila diperlukan) sampai lapisan atas 15 cm dari tanah memenuhi persyaratan kepadatan yang
ditentukan untuk timbunan yang akan ditempatkan di atasnya.
c. Bila timbunan tersebut akan dibangun di atas tepi bukit atau ditempatkan pada timbunan yang ada,
maka lerenglereng yang ada harus dipotong untuk membentuk terasering dengan ukuran lebar yang
cukup untuk menampung peralatan pemadatan sewaktu timbunan ditempatkan dalam lapisan
horisontal.

2. Penempatan Timbunan.
a. Timbunan harus ditempatkan pada permukaan yang dipersiapkan dan disebarkan merata serta bila
dipadatkan akan memenuhi toleransi ketebalan lapisan yang diberikan. Di mana lebih dari satu lapisan
yang akan ditempatkan, maka lapisan tersebut harus sedapat mungkin sama tebalnya.
b. Timbunan tanah harus dipindahkan segera dari daerah galian tambahan ke permukaan yang
dipersiapkan dalam keadaan cuaca kering. Penumpukan tanah timbunan tidak akan diizinkan selama
musim hujan, dan pada waktu lainnya hanya dengan izin tertulis dari Konsultan.

8

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

c. Dalam penempatan timbunan di atas atau pada selimut pasir atau bahan-bahan drainase porous
lainnya, maka harus diperhatikan untuk menghindari pencampuran adukan dari kedua bahan-bahan
tersebut. Dalam hal pembentukan drainase vertikal, maka suatu pemisah yang luas antara kedua
bahan-bahan tersebut harus dijamin dengan menggunakan acuan sementara dari lembaran baja tipis
yang secara bertahap akan ditarik sewaktu penempatan timbunan dan bahan drainase porous
dilaksanakan.
d. Di mana timbunan akan diperlebar, maka lereng timbunan yang ada harus dipersiapkan dengan
mengeluarkan semua tumbuhan permukaan dan harus dibuat terasering sebagaimana diperlukan
sehingga timbunan yang baru terikat pada timbunan yang ada hingga disetujui oleh Konsultan.
Timbunan yang diperlebar kemudian harus dibangun dalam lapisan horisontal sampai pada ketinggian
tanah dasar. Tanah dasar harus ditutup dengan sepraktis dan secepat mungkin dengan lapis pondasi
bawah sampai ketinggian permukaan jalan yang ada untuk mencegah pengeringan dan kemungkinan
peretakan permukaan.
e. Sebelum sebuah timbunan ditempatkan, seluruh rumput dan tumbuhan harus dibuang dari permukaan
atas di mana timbunan tersebut ditempatkan dan permukaan yang sudah dibersihkan dihancurkan
dengan pembajakan atau pengupasan sampai kedalaman minimum 20 cm.
3. Pemadatan
a. Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan maka setiap lapisan harus dipadatkan
secara menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan layak serta disetujui oleh Konsultan sampai
suatu kepadatan yang memenuhi persyaratan yang ditentukan.
b. Pemadatan tanah timbunan akan dilakukan hanya bila kadar air bahan-bahan berada dalam batas
antara 2 % lebih daripada kadar air optimum (wet of optimum). Kadar air optimum tersebut harus
ditentukan sebagai kadar air di mana kepadatan kering maksimum diperoleh bila tanah tersebut
dipadatkan sesuai dengan AASHTO T-180.
c. Semua timbunan batuan harus ditutup dengan lapisan dengan tebal 20 cm dari bahan-bahan yang
bergradasi baik yang berisi batu-batu tidak lebih besar dari 5cm dan mampu mengisi semua sela-sela
bagian atas timbunan batuan. Lapisan penutup ini harus dibangun sesuai dengan persyaratan untuk
timbunan tanah.
d. Setiap lapisan timbunan yang ditempatkan harus dipadatkan sebagaimana ditentukan, diuji untuk
kepadatan dan diterima oleh Konsultan sebelum lapisan berikutnya ditempatkan.
e. Timbunan harus dipadatkan dimulai dari tepi luar dan dilanjutkan ke arah sumbu areal reklamasi
dengan suatu cara yang sedemikian rupa sehingga setiap bagian menerima jumlah pemadatan yang
sama.
f. Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai/dimasuki oleh alat pemadat biasa, harus ditempatkan
dalam lapisan horisontal dari bahan-bahan lepas tidak lebih dari 15 cm tebal dan seluruhnya dipadatkan
dengan menggunakan alat pemadat tangan mekanis (mechanical tamper) yang disetujui. Perhatian
khusus harus diberikan guna menjamin pemadatan yang memuaskan di bawah dan di tepi pipa untuk
menghindari rongga-rongga dan guna menjamin bahwa pipa ditunjang sepenuhnya.

4. Perlindungan Timbunan Yang Sudah Dipadatkan


a. Kontraktor harus menjaga dan melindungi timbunan yang sudah dipadatkan dari segala pengaruh yang
merusak mutu timbunan.
b. Kontraktor harus memelihara talud dan timbunan terhadap terjadinya longsoran lokal pada talud.
Apabila terjadi kelongsoran lokal pada talud, maka Kontraktor harus memperbaikinya dalam waktu 24
jam setelah ada instruksi dari Direksi Teknik/Konsultan. Semua biaya perbaikan talud yang diperlukan
menjadi tanggungan Kontraktor.

9

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

c. Apabila Direksi Teknik memandang perlu, maka Direksi Teknik berhak memerintahkan pengujian
tambahan pada sebagian atau keseluruhan timbunan yang sudah diuji dan diterima. Apabila terbukti
bahwa timbunan tersebut mengalami penurunan mutu sehingga tidak memenuhi Spesifikasi Teknik ini,
maka Kontraktor wajib atas biayanya sendiri memperbaiki timbunan tersebut sampai memenuhi
Spesifikasi Teknik ini, maka Kontraktor wajib atas biayanya sendiri memperbaiki timbunan tersebut
sampai memenuhi Spesifikasi Teknik ini dan menanggung biaya pengujian yang diperintahkan Direksi
Teknik.
2.2.12. Jaminan Kualitas.
1. Pengawasan Kualitas Bahan
a. Jumlah data penunjang untuk hasil pengujian yang diperlukan untuk persetujuan awal kualitas bahan-
bahan harus sebagaimana diarahkan oleh Konsultan, tetapi harus termasuk semua pengujian yang
relevan yang telah ditentukan, sekurang-kurangnya tiga contoh yang mewakili sumber bahan-bahan
yang diajukan yang terpilih untuk mewakili serangkaian kualitas bahan-bahan yang akan diperoleh dari
sumber tersebut.
b. Menyusul persetujuan mengenai kualitas bahan-bahan timbunan yang diajukan, maka pengujian
kualitas bahanbahan tersebut harus diulangi lagi atas kebijaksanaan tenaga Konsultan, dalam hal
mengenai perubahan yang diamati pada bahan-bahan tersebut atau pada sumbernya.
c. Suatu program rutin pengujian pengawasan mutu bahan-bahan harus dilaksanakan untuk
mengendalikan keanekaragaman bahan yang dibawa ke tempat proyek. Jangkauan pengujian tersebut
harus sebagaimana diarahkan oleh Konsultan tetapi untuk setiap 1000 meter kubik timbunan yang
diperoleh dari setiap sumber.
2. Persyaratan Pemadatan untuk Timbunan Tanah
a. Ketebalan hamparan untuk setiap lapisan yang akan dipadatkan adalah 30 cm.
b. Pemadatan setiap lapis (lift) yang telah ditentukan harus mencapai kepadatan minimal 95 % Modified
Proctor maximum density pada kadar air optimum + 2%.
c. Lapisan yang lebih dari 30 cm di atas ketinggian elevasi muka air rata-rata harus dipadatkan sampai 95
% dari standar maksimum kepadatan kering yang ditentukan sesuai dengan AASHTO T-180. Untuk
tanah yang mengandung lebih dari 10 % bahan-bahan yang tertahan pada ayakan 3/4 inch, kepadatan
kering maksimum yang dipadatkan harus disesuaikan untuk bahan-bahan yang berukuran lebih besar
sebagaimana diarahkan oleh Tenaga Ahli/Insinyur.
d. Pengujian kepadatan dengan uji sand cone harus dilaksanakan untuk setiap 500 m2pada setiap
lapisan timbunan yang dipadatkan sesuai dengan ASTM D-1556 dan bila hasil setiap pengujian
menunjukkan bahwa kepadatan kurang dari kepadatan yang disyaratkan maka Kontraktor harus
membetulkan pekerjaan tersebut.
3. Percobaan Pemadatan
a. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk pemilihan peralatan dan metoda untuk mencapai tingkat
pemadatan yang ditentukan. Dalam hal bahwa Kontraktor tidak mampu untuk mencapai kepadatan
yang disyaratkan, maka pemadatan berikutnya belum boleh dilaksanakan, kecuali dengan seizin
Konsultan Pengawas.
b. Suatu percobaan lapangan harus dilaksanakan dengan jumlah lintasan alat pemadat dan kadar air
harus diubahubah sampai kepadatan yang ditentukan tercapai dan disetujui Konsultan. Hasil percobaan
lapangan ini kemudian harus digunakan untuk menentukan jumlah lintasan yang disyaratkan, jenis alat
pemadat dan kadar air untuk semua pemadatan yang selanjutnya.
2.2.13. Pengukuran.
1. Timbunan akan diukur sebagai jumlah meter kubik bahan-bahan yang dipadatkan yang diterima lengkap di
tempat. Volume yang diukur harus didasarkan pada gambar penampang melintang yang disetujui dari profil
tanah atau profil galian sebelum suatu timbunan ditempatkan serta pada garis, kelandaian dan ketinggian

10

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

dari pekerjaan timbunan akhir yang ditentukan dan disetujui. Metoda perhitungan volume bahan-bahan
harus merupakan metoda luas bidang ujung rata-rata, dengan menggunakan penampang melintang dari
pekerjaan yang berjarak tidak lebih dari 25 meter.
2. Timbunan yang ditempatkan di luar garis dan penampang melintang yang disetujui, termasuk setiap
tambahan timbunan yang diperlukan sebagai akibat pekerjaan terasiring atau pengikatan timbunan pada
lereng yang ada atau sebagai akibat penurunan pondasi, tidak akan diukur untuk pembayaran, kecuali :
a. Timbunan diperlukan untuk mengganti bahan-bahan yang kurang sesuai atau lunak atau untuk
mengganti bahanbahan batuan atau keras lainnya.
b. Tambahan timbunan diperlukan untuk membetulkan pekerjaan yang kurang memuaskan atau kurang
stabil atau gagal dalam hal bahwa Kontraktor tidak dianggap bertanggung jawab.
3. Pekerjaan timbunan kecil yang menggunakan timbunan biasa dinyatakan sebagai bagian dari pos
pekerjaan tanah tidak akan diukur untuk pembayaran sebagai timbunan di bawah bab ini.
4. Timbunan yang digunakan di luar batas kontrak dari konstruksi timbunan atau untuk mengubur bahan-
bahan yang tidak memenuhi syarat atau tidak terpakai, tidak akan dimasukkan dalam pengukuran
timbunan.
5. Bila bahan-bahan galian yang digunakan untuk timbunan, maka bahan-bahan ini akan dibayar sebagai
timbunan di bawah bab ini.
6. Jumlah hasil kerja yang diukur dengan cara di atas akan dibayarkan berdasarkan mata pembiayaan di
bawah ini. Biaya tersebut sudah termasuk pekerjaan persiapan, penyelesaian dan penempatan material,
keuntungan jasa kontraktor serta semua kegiatan untuk mencapai hasil kerja yang sebaik-baiknya.
7. Jumlah timbunan yang diukur akan dibayar untuk setiap meter kubik timbunan.
8. Timbunan yang telah disetujui dan diterima oleh Konsultan sebagi drainase porous akan diukur dan tidak
akan dimasukkan ke dalam pengukuran timbunan di dalam bab ini.

Pasal 3
Pekerjaan Beton Bertulang
3.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan beton bertulang dilaksanakan diperuntukan yaitu :
1. Sloof.
2. Ring Balok
3. Kolom
4. Plat Beton
5. Balok balok beton bangunan lain yang ditunjukkan dalam gambar.

3.2. Persyaratan Material.


3.2.1. Referensi.
SKBI-2.3.53.1987
SNI 03-1727-1989
SNI 03-1728-1989
SNI 03-1736-1989
SNI 03-1750-1990
SNI 03-1756-1990
SNI 03-2461-1991
SNI 03-2495-1991
SNI 03-2834-1992
SNI 03-2847-1992

11

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

SNI 03-2854-1992 SPEK SMP 18 I/12


SNI 03-2914-1992
SNI 03-3976-1995
SK SNI S-36199003
SK SNI T-28-1991-03
SK SNI T-15-1992-03
3.2.2. Persyaratan Material.
6. Portland Cement (PC).
Semua PC yang digunakan harus PC dengan merk standar yang disetujui oleh badan
yang berwenang dan memenuhi persyaratan PC tipe I sesuai spesifikasi yang termuat
dalam SNI dan harus sesuai dengan kondisi di lapangan. Semua pekerjaan harus
menggunakan satu macam merk PC, PC harus disimpan dengan baik, dihindarkan dari
kelembaban sampai tiba saatnya untuk dipakai. PC yang telah mengeras atau membatu
tidak boleh digunakan, PC harus disimpan sedemikan rupa sehingga mudah untuk
diperiksa dan diambil contohnya.
7. Batu Split/Kerikil.
Batu split/kerikil dan pasir harus keras, tahan lama dan bersih serta tidak mengandung
bahan yang merusak dalam bentuk ataupun jumlah yang cukup banyak, yang dapat
memperlemah kekuatan beton. Split/kerikil harus memenuhi syarat-syarat yang terdapat
pada SNI 1734-1989, atau daftar berikut ini :
Split/Kerikil Pasir
Ayakan % Lewat Ayakan
(Berat Kering)
Ayakan % Lewat Ayakan
(Berat Kering)
30 mm 100 - 10 mm 100
25 mm 90 100 5 mm 90 100
15 mm 25 60 2.5 mm 80 100
5 mm 0 10 1.2 mm 50 90
2.5 mm 0 5 0.6 mm 25 60
0.3 mm 10 30
0.15 mm 2 10

8. Air.
Air harus bersih dan bebas dari bahan organik, alkali, garam, asam dan sebaiknya air
tersebut dapat diminum.
9. Bahan Pembantu (Admixture).
Atas pilihan Kontraktor atau permintaan Direksi/Konsultan Pengawas, bahan pembantu
boleh ditambahkan pada campuran beton untuk mengatur pengerasan beton, efek
penggunaan air atau penambahan mutu beton, biaya penambahan bahan pembantu
ditanggung oleh Kontraktor. Bahan pembantu yang digunakan harus berkualitas baik
dan dapat diterima dan disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas, dan penggunaannya
sesuai dengan petunjuk penggunaan dari produk tersebut dan yang disyaratkan dalam
BAHAN PEMBANTU sesuai dengan SNI 03-2495-1991.

12

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Jumlah penggunaan PC dalam adukan adalah tetap dan tidak tergantung ada atau tidak
adanya penggunaan bahan pembantu dan pencampurannya harus sesuai dengan
petunjuk dari pabrik.
10. Besi Tulangan.
a) Tulangan baja harus mempunyai diameter yang sesuai dengan gambar
rencana dan bebas dari karat. Semua dimensi/ukuran besi tulangan yang akan
digunakan merupakan dimensi sebenarnya sesuai keterangan gambar
b) Besi untuk tulangan penyimpanannya harus bebas dari kontaminasi langsung
dengan udara, tanah lembab, aspal, olie (minyak) dan gemuk.
Pengikat tulangan beton harus menggunakan kawat beton yang berukuran garis tengah
minimal 1 mm. Mutu beton/kuat tekan beton yang diinginkan adalah K-275. Dengan
persetujuan tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas, Kontraktor dapat melaksanakan
pekerjaan cor beton dengan menggunakan sistem beton siap pakai (ready mix
concrete) yang terlebih dahulu memberikan data spesifikasi mutu beton yang
dikehendaki kepada Konsultan Pengawas sebelum pekerjaan pengecoran
dilaksanakan.

3.3. Syarat dan Pengecoran.


Semua persyaratan bahan dan pelaksanaan harus memenuhi standar yang berlaku di Indonesia dan
merupakan pemilihan bahan yang terbaik dengan pengawasan yang ketat dari Direksi/Konsultan
Pengawas. Pemilihan bahan dan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan standar pelaksanaan
akan mendapatkan hasil yang sempurna.
3.3.1. Rencana Kerja, Metode Pelaksanaan dan Ijin Pengecoran.
Kontraktor harus menyerahkan secara tertulis rencana kerja dan metode pelaksanaan
pengecoran caping beamkepada Konsultan Pengawas untuk mendapat persetujuan tertulis,
sebelum pekerjaan pengecoran dimulai. Sebelum dilaksanakan pengecoran, dilaksanakan
pemeriksaan bersama Kontraktor dan Konsultan Pengawas dan apabila telah memenuhi
syarat ijin pengecoran dapat dikeluarkan.
3.3.2. Trial Mix Design dan Perbandingan Adukan.
1. Sebelum dilaksanakan pekerjaan pengecoran, Kontraktor harus melaksanakan rencana pengadukan
beton/trial mixdesign untuk mendapatkan mutu beton yang dikehendaki. Untuk itu Kontraktor perlu
melakukan pengujian material di laboratorium yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas untuk
semua material beton, atas biaya kontraktor. Berdasarkan analisa dan hasil test sampel tersebut,
laboratorium akan merencanakan suatu campuran beton (mix design) dengan slump yang telah
disyaratkan. Sebagai kontrol suatu campuran beton, data-data yang harus tertulis dalam laporan mix
design mencakup :
a. Tipe dan gradasi material agregat.
b. Aspal agregat.
c. Hasil pengujian material air dan agregat (berat jenis dan berat isi agregat, modulus halus butir pasir,
kadar lumpur, dll.
d. Tipe dan merk PC.
e. Tipe, merk dan komposisi bahan additives (apabila digunakan).
f. Komposisi takaran beton dan takaran dalam 1 m3.
g. Keterangan tentang beton (kemudahan pekerjaan, segregasi kohesi dan lain-lain).
h. Hasil test silinder beton.

13

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

2. Faktor air semen dari beton (tidak terhitung air yang terhisap oleh agregat) tidak boleh melampaui 0,50
(perbandingan berat). Perbandingan campuran tersebut dapat diubah jika diperlukan untuk
mendapatkan mutu beton yang dikehendaki dengan kepadatan, kekedapan, keawetan dan kekuatan
yang lebih baik dengan persetujuan dari Konsultan Pengawas. Kontraktor tidak berhak atas
penambahan kompensasi yang disebabkan oleh perubahan tersebut di atas.
3. Percobaan kekuatan beton di lapangan dalam N/mm2 (MPa) dibuat dengan percobaan beton silinder
( 15 cm tinggi 30 cm), atas biaya kontraktor. Jumlah silinder percobaan yang dibuat harus sesuai
dengan SNI 03-2834-1992. Copy hasil test harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas.
4. Percobaan yang dilakukan di lapangan, pengambilan contoh campuran dan pengujian harus
mengundang dan disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Suatu kali jika kekuatan beton umur 7 hari
kekuatannya kurang dari 70 % dari beton umur 28 hari, maka Konsultan Pengawas berhak untuk
memerintahkan Kontraktor untuk menambah PC ke dalam campuran beton. Dan apabila terdapat beton
dengan umur 28 hari yang tidak mencapai mutu beton yang dikehendaki, maka pengecoran selanjutnya
harus dihentikan sampai persoalan tersebut dapat diselesaikan oleh Kontraktor dan Konsultan
Pengawas.
5. Banyaknya air yang digunakan dalam adukan beton harus cukup. Waktu pengadukan beton harus tetap
dan normal sehingga menghasilkan beton yang homogen tanpa adanya bahan-bahan yang terpisah
satu dengan yang lainnya. Jumlah air dapat diubah sesuai dengan keperluannya dengan melihat
perubahan keadaan cuaca atau kelembaban bahan adukan (agregat) untuk mempertahankan hasil
yang homogen, kekentalan dan kekuatan beton yang dikehendaki.
6. Pengujian kekentalan adukan beton (slump) dan pelaksanaannya sesuai dengan SNI-3976-1995.
Slump yang digunakan dalam proyek ini adalah 8 12 cm sesuai yang ditetapkan oleh Konsultan
Pengawas. Untuk maksud dan alasan tertentu, dengan persetujuan Konsultan Pengawas dapat dipakai
nilai slump yang menyimpang dari ketentuan di atas asal dipenuhi hal-hal sebagai berikut :
a. Mutu beton yang disyaratkan tetap terpenuhi.
b. Tidak terjadi pemisahan dari adukan.
c. Beton yang dapat dikerjakan dengan baik (workability).
3.3.3. Persyaratan Bekisting.
1. Bekisting atau perancah harus digunakan bila diperlukan untuk membatasi adukan beton dan
membentuk adukan beton menurut garis dan permukaan yang diinginkan. Kontraktor harus
bertanggungjawab atas perencanaan yang memadai untuk seluruh bekisting.
2. Pada bagian tertentu Konsultan Pengawas akan memerintahkan Kontraktor untuk membuat shop
drawing dari bekisting.
3. Semua bahan yang akan digunakan/dipasang harus mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
4. Papan bekisting harus terbuat dari plywood, papan yang rata dan halus, dalam keadaan baik
sebagaimana dikehendaki untuk menghasilkan permukaan yang sempurna seperti terperinci dalam
spesifikasi ini.
5. Toleransi yang diijinkan adalah 3 mm untuk garis dan permukaan. Bekisting harus demikian kuat dan
kaku terhadap beban dan lendutan adukan beton yang masih basah dan getaran terhadap beban
konstruksi. Bekisting harus tetap menurut garis dan permukaan yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas sebelum pengecoran.
6. Bekisting harus kedap air, sehingga dijamin tidak akan timbul sirip atau adukan kelur dari sambungan.
7. Pembongkaran dilakukan setelah beton telah mencapai kekuatan setara dengan umur beton 28 hari
dan harus dengan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas. Pembongkaran dilaksanakan dengan
statis, tanpa goncangan atau kerusakan pada beton.

3.3.4. Pengecoran Beton.

14

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

1. Pengecoran harus dengan ijin tertulis dari Konsultan Pengawas dan dilaksanakan pada waktu Konsultan
Pengawas atau wakilnya yang ditunjuk serta Pengawas Kontraktor yang setara ada di tempat kerja.
2. Beton tidak boleh dicor bilamana keadaan cuaca buruk, panas yang dapat menggagalkan pengecoran
dan pengerasan yang baik, seperti ditentukan oleh Konsultan Pengawas.
3. Adukan beton tidak boleh dijatuhkan melalui pembesian atau ke dalam papan bekisting yang tinggi/dalam,
yang dapat menyebabkan terlepasnya split/kerikil dari adukan beton. Beton juga tidak boleh dicor dalam
bekisting yang dapat mengakibatkan penimbunan adukan pada permukaan bekisting di atas beton yang
sudah dicor.
3.3.5. Peralatan Ready Mix.
Kontraktor dapat menggunakan beton ready mix setelah mendapat persetujuan tertulis dari
Konsultan Pengawas. Semua data spesifikasi dan peralatan yang akan digunakan harus
diserahkan kepada Konsultan Pengawas. Peralatan yang digunakan seperti truk molen,
concrete pump dan lain lain harus dalam keadaan baik, terawat dan berfungsi dengan baik
apabila digunakan.
3.3.6. Pemadatan dan Penggetaran.
1. Setiap lapisan beton harus dipadatkan sampai mencapai kepadatan maksimum sehingga bebas dari
kantong/sarang kerikil dan menutup rapat pada semua permukaan dari cetakan dan material yang
melekat.
2. Semua beton harus dipadatkan dengan vibrator dengan kekecepatan minimum 7000 rpm yang bergetar
pada bagian dalam (dari jenis alat tenggelam) dalam waktu maksimal 10 detik setiap kali dibenamkan.
Pada waktu yang sama dilakukan pengetukan pada dinding bekisting sampai betul-betul mengisi pada
bekisting atau lubang galian dan menutupi seluruh permukaan bekisting.
3. Penggunaan vibrator harus dilakukan dengan benar atau dengan petunjuk dari Konsultan Pengawas dan
tidak boleh mengenai bekisting maupun penulangan.
3.3.7. Perawatan Beton.
Beton yang selesai dicetak harus dijaga dalam keadaan basah selama sekurang-kurangnya
14 hari setelah dicor, yaitu dengan cara penyiraman air, karung goni basah, atau cara-cara
lain yang ditentukan oleh Konsultan Pengawas. Air yang yang digunakan dalam perawatan
harus memenuhi spesifikasi air untuk campuran beton.

15

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

BAB III
PEKERJAAN ARSITEKTUR

Pasal 1
Pekerjaan Adukan Dan Campuran
1.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
1.1.1. Pekerjaan Adukan Pasangan Batu Kali
1.1.2. Pekerjaan Adukan Pasangan Batu Bata.
1.1.3. Pekerjaan Adukan Lain Seperti Tercantum Dalam Gambar Kerja.
1.2. Persyaratan Bahan.
1.2.1. Semen.
Sesuai persyaratan dalam Bab II Syarat-syarat Teknis Pekerjaan Struktur.
1.2.2. Pasir.
Pasir yang digunakan adalah jenis pasir pasang dengan butir-butir yang tajam, keras, bersih
dari tanah dan lumpur dan tidak mengandung bahan-bahan organis.
1.2.3. Air.
Air yang dipakai harus bebas dari lumpur, minyak, asam, bahan organik, basa, garam dan
kotoran lainnya dalam jumlah yang dapat merusak.
1.3. Persyaratan Pelaksanaan.
1.3.1. Campuran Dalam Adukan.
Campuran dalam adukan yang dimaksud adalah campuran dalam volume. Cara
pembuatannya menggunakan Mixer selama 3 (tiga) menit.
1.3.2. Jenis Adukan.
1. Adukan biasa adalah campuran 1Pc : 5Ps
Adukan ini untuk pasangan batu bata serta untuk menutup semua permukaan dinding
pasangan bagian dalam bangunan, yang dinyatakan tidak kedap air seperti tercantum
didalam gambar kerja.
2. Adukan kedap air adalah campuran 1Pc : 2Ps.
Adukan plesteran ini untuk :
Menutup semua bagian permukaan dinding pasangan pada bagian luar/tepi luar bangunan.
Semua bagian dan keseluruhan permukaan dinding pasangan yang disyaratkan harus
kedap air seperti tercantum di dalam gambar kerja hingga ketinggian 150 cm dari
permukaan lantai. Semua pasangan bata dibawah permukaan tanah hingga ketinggian
sampai 20 cm dari permukaan lantai, kecuali ditentukan lain dalam gambar kerja.
1.3.3. Jenis Adukan.
Semua jenis adukan tersebut diatas harus disiapkan sedemikian rupa sehingga selalu dalam
keadaan masih segar dan belum mengering pada waktu pelaksanaan pemasangan.
1.3.4. Adukan Kedap Air.
Kontraktor harus mengusahakan agar tenggang waktu antara waktu pencampuran adukan
dengan pemasangan tidak melebihi 30 menit, terutama untuk adukan kedap air.

Pasal 2

16

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Pekerjaan Pasangan Batu Kali


2.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
2.1.1 Pekerjaan Pondasi Pasangan Batu Kali .
2.1.2 Pekerjaan pasangan batu Kali lainnya seperti tercantum dalam gambar kerja.
2.2. Persyaratan Bahan.
2.1.1 Batu Kali .
Batu Kali yang digunakan harus batu pecah dari jenis yang keras, bersudut runcing dan
tidak porous.
2.1.2 Semen.
Sesuai Pasal 1 Butir 1.2.1 bab ini.
2.1.3 Pasir.
Sesuai Pasal 1 Butir 1.2.2 bab ini.
2.1.4 Air.
Air yang dipakai harus bebas dari lumpur, minyak, asam, bahan organik, basa, garam dan
kotoran lainnya dalam jumlah yang dapat merusak.
2.3. Persyaratan Pelaksanaan.
2.3.1 Profil atau Bentuk Pondasi.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi, harus dibuat profil/bentuk pondasi dari bambu
atau Kali pada setiap ujung yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan gambar kerja dan
telah mendapat persetujuan dari Direksi/Konsultan Pengawas.
2.3.2 Galian Pondasi.
Galian pondasi harus telah disetujui secara tertulis oleh Direksi/Konsultan Pengawas.
Kemudian dasar galian harus diurug dengan pasir urug setebal 10 cm, disiram sampai jenuh,
diratakan dan dipadatkan sampai benar-benar padat. Di atas lapisan pasir tersebut diberi
pasangan batu Kali kosong yang dipasang sesuai dengan gambar kerja.
2.3.3 Pasangan Batu Kali .
Pasangan batu Kali untuk pondasi menggunakan adukan dengan campuran 1Pc: 5Ps,
terkecuali disyaratkan kedap air seperti tercantum dalam gambar kerja. Untuk kepala
pondasi batu belah digunakan adukan kedap air 1Pc : 2Ps.
2.3.4 Adukan.
Adukan harus membungkus batu Kali sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian dan
pondasi yang berongga atau tidak padat khususnya pada bagian tengah.
2.3.5 Jarak.
Pada perletakan kolom beton atau kolom praktis harus ditanamkan stek-stek tulangan kolom
dengan diameter dan jumlah besi yang sama dengan jumlah tulangan pokok pada kolom
beton atau kolom praktis tersebut. Stek-stek harus tertanam dengan baik dalam pondasi
sedalam minimum 40-d atau sesuai dengan ukuran dalam gambar kerja. Demikian pula
dengan bagian stek yang tidak tertanam atau mencuat keatas sepanjang minimum 40-d atau
sesuai dengan ukuran dalam gambar kerja.

Pasal 3
Pekerjaan Pasangan Batu Bata

17

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

4.1. Lingkup Pekerjaan.


Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
4.1.1. Pekerjaan Dinding Bata Batu.
4.1.2. Pekerjaan Dinding Batu Alam jenis Batu Andesit Sisir
4.1.3. Pekerjaan pasangan batu lainnya seperti tercantum dalam gambar kerja.
4.2. Persyaratan Bahan.
4.2.1. Batu Bata.
Batu bata yang dipakai adalah batu bata merah dari mutu yang terbaik, dengan pembakaran
sempurna dan merata.
4.2.2. Semen.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.1 bab ini
4.2.3. Pasir.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.2 bab ini.
4.2.4. Air.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.3 bab ini.
4.3. Persyaratan Pelaksanaan Pasangan Batu Bata.
4.3.1. Detail Bentuk Profil.
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Kontraktor harus memperhatikan detail bentuk profil,
sambungan dan hubungan dengan material lain dan melaksanakannya sesuai dengan yang
tercantum didalam gambar kerja.
4.3.2. Sebelum Pemasangan.
Sebelum pemasangan, batu bata harus direndam dalam air bersih dulu sehingga jenuh.
Pada saat diletakkan, tidak boleh ada genangan air di atas batu bata tersebut.
4.3.3. Aduk Perekat/Spesi.
1. Aduk perekat/spesi untuk pasangan batu bata kedap air adalah campuran 1Pc : 2Ps untuk :
a. Dinding pasangan bata daerah basah.
b. Dinding pasangan bata yang langsung berhubungan dengan luar.
c. Saluran.
2. Untuk semua pasangan batu bata terhitung dari P + 0.20 ke atas, dipakai aduk perekat/spesi campuran
1Pc : 4Ps, terkecuali yang disyaratkan kedap air seperti yang tercantum di dalam gambar kerja.
3. Persyaratan pembuatan adukan harus sesuai dengan Pasal 1 dalam bab ini.
4.3.4. Ketebalan Aduk Perekat/Spesi.
Pemasangan harus sedemikiin rupa sehingga ketebalan aduk perekat/spesi harus sama
setebal 1 cm. Semua pertemuan horizontal dan vertikal harus terisi dengan baik dan penuh.
4.3.5. Pemasangan Dinding Pasangan Bata.
Pemasangan dinding pasangan bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri maksimum 24
lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom dan balok praktis.
Persyaratan pelaksanaan kolom dan balok praktis, mengacu pada pelaksanaan pekerjaan
beton di bab lain dalam buku ini.
4.3.6. Pelaksanaan Pemasangan Batu Bata.
Pelaksanaan pemasangan batu bata harus rapih, sama tebal, Iurus, tegak dan pola ikatan
harus terjaga baik diseluruh pekerjaan. Pertemuan sudut antara dua dinding harus rapih dan
siku seperti tercantum dalam gambar kerja.
4.3.7. Pekerjaan Pemasangan Batu Bata Vertikal dan Horizontal.
Pekerjaan pemasangan batu bata harus benar vertikal dan horizontal. Pengukuran dilakukan
dengan tiang lot dan harus diukur tepat. Untuk permukaan yang datar, batas toleransi
pelengkungan atau pencembungan bidang tidak boleh melebihi 5 mm untuk setiap jarak 200

18

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

cm vertikal dan horizontal. Jika melebihi, Kontraktor harus membongkar/memperbaiki dan


biaya untuk pekerjaan ini ditanggung Kontraktor, tidak dapat diklaim sebagai pekerjaan
tambah.
4.3.8. Pemasangan Dinding Batu Alam Andesit Sisir
Dalam pemasangannya harus diatur kerataanya dan spesi semen yang digunakan sebagai perekatnya, adapun jenis batu
alam yang digunakan pada dinding eksterior yaitu jenis batu alam Andesit Bintik Bakar dan lebih jelasnya
dapat dilihat pada gambar kerja.
4.3.9. Pasangan Bata Lapis Aduk Kasar.
Semua pasangan bata yang tertanam dalam tanah harus dilapis aduk kasar sampai setinggi
permukaan tanah.
4.3.10. Siar-Siar.
Setelah bata terpasang dengan adukan, siar-siar harus dikerok dengan kedalaman 1 cm
dengan rapi dan dibersihkan dengan sapu lidi, kemudian disiram air dan siap menerima
plesteran.
4.3.11. Plesteran.
Sebelum diplester, permukaan pasangan bata harus dibasahi dahulu dan siar-siar telah
dikerok dan dibersihkan.
4.3.12. Lubang Dinding Pasangan Bata.
Pembuatan lubang pada dinding pasangan bata untuk perancah sama sekali tidak
diperkenankan.
4.3.13. Bata Yang Patah.
Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5 %. Bata yang
patah lebih dari 2 (dua) bagian tidak boleh dipergunakan.
4.3.14. Pemeliharaan :
Selama pasangan dinding belum difinish, Kontraktor wajib untuk memelihara dan menjaga
atas kerusakan atau pengotoran oleh bahan lain. Apabila pada saat difinish terdapat
kerusakan, berlubang dan lain sebagainya, Kontraktor harus memperbaiki sampai
dinyatakan dapat diterima oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Biaya ini ditanggung oleh
Kontraktor dan tidak dapat diklaim sebagai pakerjaan tambah.

Pasal 4
Pekerjaan Beton Non Struktural
4.1. Lingkup Pekerjaan.
4.1.1. Pekejaan Beton Bertulang. Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
1. Pembuatan kolom praktis 15 x 15 cm.
2. Pembuatan balok praktis/balok latai, ring balok dengan ukuran sesuai yang tercantum dalam gambar
kerja.
4.1.2. Pekerjaan Beton Tumbuk. Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
1. Pembuatan lantai kerja beton tumbuk pada lantai dasar.

4.2. Persyaratan Bahan.


4.2.1. Besi Beton.
Besi beton yang dipakai adalah dari mutu U-24dan U-32 untuk diameter yang lebih kecil dari
12 mm. Besi beton harus bersih dari lapisan minyak, lemak, dan bebas dari cacat seperti

19

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

serpih-serpih. Penampang besi harus bulat serta memenuhi persyaratan NI-2. Diameter besi
beton yang dipasang harus sesuai dengan gambar kerja. Besi beton yang tidak memenuhi
persyaratan harus segera dikeluarkan dari lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada
perintah tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas. Kawat pengikat besi beton adalah baja
lunak dan tidak disepuh/dilapis seng. Diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0.4 mm.
Kawat pengikat harus memenuhi syarat-syarat dalam NI-2 (PBI-1971).
4.2.2. Semen.
4.2.3. Pasir.
Pasir yang dipakai harus pasir beton.
4.2.4. Koral beton/split.
Koral beton/split yang dipakai harus barsih, bersudut tajam, tidak berpori serta mempunyai
gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat NI-2. Penyimpanan/ penimbunan koral
beton/split dengan pasir harus dipisahkan satu dengan yang lain, sehingga kedua bahan
tersebut dijamin mendapatkan perbandingan adukan beton yang disyaratkan.
4.2.5. Air.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.3 bab ini.
4.2.6. Acuan Bekisting dan Perancah.
Papan acuan/bekisting dibuat dari multiplex tebal 10 mm. Balok-balok pengaku dan pengikat
papan acuan dari kaso 5/7. Perancah disyaratkan memakai perancah besi, tidak
diperkenankan memakai bambu.
4.3. Persyaratan Pelaksanaan.
4.3.1. Beton Bertulang.
1. Campuran dan Mutu Beton.
Mutu beton yang disyaratkan dalam pekerjaan bertulang non struktural ini adalah K-175.
2. Pembesian.
Pembuatan tulangan-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan, sambungan,
kait-kait dan sengkang (ring), persyaratannya harus sesuai dengan NI-2 (PBI-1971).
Pemasangan dan penggunaan tulangan beton harus sesuai dengan gambar kerja.
Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin agar besi-besi tersebut tidak
berubah selama pengecoran dan harus bebas dari papan acuan/bekisting atau lantai
kerja dengan memasang selimut beton dan bantalan tahu beton sesuai dengan NI-2
(PBI-1971).
3. Pekerjaan Acuan/Bekisting.
Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan
dalam gambar kerja. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-
perkuatan, sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan kedudukannya
selama pengecoran berlangsung. Acuan harus rapat (tidak bocor), permukaan licin,
bebas dari kotoran tahi gergaji, potongan Kali , tanah lumpur dan sebagainya.
4. Cara Pengadukan.
Cara pengadukan menggunakan beton molen. Takaran untuk semen portland, pasir dan
koral harus seijin Direksi/Konsultan Pengawas. Beton harus dilindungi dari sinar
matahari langsung, hingga terjadi penguapan terlalu cepat. Persiapan perlindungan atas
kemungkinan datangnya hujan harus diperhatikan.
5. Pengecoran Beton.
Sebelum pelaksanaan pangecoran, Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan
persiapan dengan membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh,

20

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian, pemeriksaan panulangan, dan penempatan


penahan jarak. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan Direksi/
Konsultan Pengawas. Pengecoran harus dilakukan dengan menggunakan alat
panggetar beton untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan dari
terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan sarang-sarang koral/split yang dapat
memperlemah konstruksi. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan
pada hari berikutnya, maka tempat penghentian tersebut harus disetujui
Direksi/Konsultan Pengawas. Penyambungan beton lama dengan baton baru harus
memakai adukan perekat CALBOND. Permukaan beton lama yang akan diteruskan
pengecorannya harus dikasarkan, dilapis dengan adukan perekat CALBOND yang
pembuatannya sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat, selanjutnya langsung
dilakukan pengecoran baru.
6. Pekerjaan Pembongkaran Acuan/Bekisting.
Pekerjaan pembongkaran acuan/bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis
dari Direksi/Konsultan Pengawas. Setelah bekisting dibuka, tidak diijinkan mengadakan
perubahan apapun pada permukaan baton tanpa persetujuan Direksi/Konsultan
Pengawas.
7. Pekerjaan Pembuatan Kolom Praktis.
Pemasangan kolom praktis untuk :
a. Setiap pertemuan dinding pasangan batu bata.
b. Dinding pasangan batu bata batu pada bagian dalam bangunan setiap luas 9 m 2.
c. Dinding pasangan batu bata batu pada bagian luar dan tepi luar bangunan setiap luas 9 m 2.
d. Dan atau seperti yang tercantum dalam gambar kerja.
e. Ukuran kolom praktis adalah sesuai pada gambar.
8. Pekerjaan Pembuatan Balok Praktis/Latei dan Ring balok.
a. Pemasangan balok praktis/latei dan ring balok.
b. Di atas lubang pintu, jendela dan bovenlicht.
c. Di tepi atas/akhir dari dinding pasangan batu bata yang bebas sebagai ring balok.
d. Setiap luas 9 m2pasangan dinding yang tinggi.
e. Dan atau superti yang tercantum dalam gambar kerja.
Ukuran balok praktis adalah sesuai gambar kerja.
9. Penulangan beton kolom dan balok praktis sesuai dengan gambar kerja dan atau seperti yang terurai
dalam pekerjaan beton dalam bab lain dalam buku ini.
10. Pemasangan kolom praktis dan balok praktis/lintel separti yang tercantum dalam butir 7 dan 8 di atas,
terlepas apakah pekerjaan tersebut tergambar atau tidak dalam gambar kerja.
11. Pada setiap pertemuan dinding pasangan bata dengan kolom praktis, ring balok beton maupun beton
lainnya seperti tercantum dalam gambar kerja harus diperkuat angker diameter 8 mm tiap jarak 50 mm,
yang terlebih dahulu telah ditanam dengan baik pada bagian kolom dan balok praktis ini. Bagian yang
tertanam dalam pasangan bata minimal sedalam 30 cm kecuali ditentukan lain.

4.3.2. Pekerjaan Beton Tumbuk.


Campuran beton tumbuk adalah 1Pc : 3Ps : 5Kr. Lapisan beton tumbuk harus padat, tidak
berongga, tidak retak dan rata permukaan/waterpass dan atau seperti tercantum didalam
gambar kerja. Tebal lapisan beton tumbuk adalah 6 cm, dan atau sesuai dengan gambar
kerja.
Pasal 5

21

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Pekerjaan Plesteran
5.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
5.1.1. Plesteran aci halus untuk dinding pasangan bata dan permukaan beton.
5.1.2. Plesteran kedap air.
5.1.3. Plesteran biasa.
5.1.4. Plesteran kasar untuk dinding pasangan bata yang tertanam dalam tanah dan untuk dinding batas dengan
tetangga yang terlihat.
5.1.5. Pekerjaan plesteran lainnya seperti terurai dalam gambar kerja.
5.2. Perawatan Bahan.
5.2.1. Semen.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.1 bab ini.
5.2.2. Pasir.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.2 bab ini.
5.2.3. Air.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.3 bab ini.
5.3. Persyaratan Pelaksanaan.
5.3.1. Campuran Plesteran.
Campuran plesteran yang dimaksud adalah campuran dalam volume. Pekerjaan plesteran
dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan dinding pasangan bata atau bidang beton telah
disetujui secara tertulis oleh Direksi/Konsultan Pengawas.
5.3.2. Jenis Plesteran.
1. Plesteran kasar adalah pesteran permukaan tidak dihaluskan.
Campuran plesteran kasar adalah campuran kedap air, yaitu 1Pc : 2Ps dipakai untuk
menutup permukaan dinding pasangan yang tertanam didalam tanah hingga
kepermukaan tanah dan atau lantai.
2. Plesteran biasa adalah campuran 1Pc : 5Ps.
Adukan plesteran ini untuk pasangan batu bata dan batu tempel serta untuk menutup
semua permukaan dinding pasangan bagian dalam bangunan, yang dinyatakan tidak
kedap air seperti tercantum didalam gambar kerja.
3. Plesteran kedap air adalah campuran 1Pc : 2Ps.
Adukan plesteran ini untuk :
a. Menutup semua adukan dinding pasangan pada bagian luar dan tepi luar bangunan.
b. Semua bagian dan keseluruhan permukaan dinding pasangan yang disyaratkan harus kedap air
seperti tercantum didalam gambar kerja hingga ketinggian 150 cm dari permukaan lantai.
c. Semua pasangan bata dibawah permukaan tanah hingga ketinggian minimal 20 cm dari permukaan
lantai, kecuali ditentukan lain dalam gambar kerja.
4. Plesteran halus/aci adalah campuran Pc dengan air yang dibuat sedemikan rupa sehingga mendapatkan
campuran yang homogen. Plesteran halus ini merupakan pekerjaan penyelesaian akhir dari dinding
pasangan. Pekerjaan plesteran halus ini dilaksanakan sesudah aduk plesteran sebagai lapisan dasar
berumur 8 (delapan) hari atau sudah kering benar.
5.3.3. Waktu Pencampuran Aduk Plesteran.
Semua jenis plesteran tersebut diatas harus disiapkan sedemikian rupa sehingga selalu
dalam keadaan masih segar dan belum mengering pada waktu pelaksanaan pemasangan.
Kontraktor harus mengusahakan agar tenggang waktu antara waktu pencampuran aduk
plesteran dengan pemasangan tidak melebihi 30 menit, terutama untuk plesteran kedap air.
Kontraktor harus menyediakan pekerja/tukang yang ahli untuk pelaksanaan plesteran ini,

22

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

khususnya untuk plesteran aci halus. Terkecuali plesteran kasar, permukaan semua aduk
plesteran harus diratakan. Permukaan plesteran tersebut khususnya plesteran halus/aci
halus, harus rata, tidak bergelombang, penuh dan padat, tidak berongga dan berlubang,
tidak mengandung kerikil ataupun benda-benda lain yang membuat cacat. Untuk permukaan
dinding pasangan sebelum diplester harus dibasahi terlebih dahulu dan siar-siarnya dikerok
sedalam 1 cm. Sedang untuk permukaan beton yang akan diplester, permukaannya harus
dibersihkan dari sisa-sisa bekisting, kemudian dikasarkan (scratched). Semua lubang-lubang
bekas pengikat bekisting atau formtie harus tertutup aduk plesteran. Untuk semua bidang
dinding yang akan dilapis dengan cat/wallpaper dipakai plesteran aci halus diatas
permukaan plesterannya. Untuk bidang dinding pasangan yang menggunakan
bahan/material akhir lain, permukaan plesterannya harus diberi alur-alur garis horizontal
untuk memberikan ikatan yang lebih baik terhadap bahan/material yang akan digunakan
tersebut. Untuk setiap pertemuan bahan/material yang berbeda jenisnya pada satu bidang
datar, harus diberi naat/celah dengan ukuran lebar 0.7 cm dalam 0.5 cm. Untuk permukaan
yang datar, batas toleransi pelengkungan atau pecembungan bidang tidak boleh melebihi 5
mm, untuk setiap jarak 2 m. Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan
dinding/kolom seperti yang dinyatakan dan dicantumkan dalam gambar kerja. Tebal plestetan
adalah minimal 1,5 cm dan maksimum 2,5 cm. Jika ketebalan melebihi 2,5 cm, maka
diharuskan menggunakan kawat yang diikatkan/dipaku kepermukaan dinding pasangan yang
bersangkutan, untuk memperkuat daya lekat plesteran. Pekerjaan plesteran dinding hanya
diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi pipa listrik, pipa plumbing untuk seluruh
bangunan.
5.3.4. Pemeliharaan.
Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung dengan wajar. Hal ini
dilaksanakan dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan
melindunginya dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang dapat
mencegah penguapan air secara cepat. Pembasahan tersebut adalah selama 7 (tujuh) hari
setelah pengacian selesai. Kontraktor harus selalu menyiram dengan air sekurang-
kurangnya 2 (dua) kali sehari sampai jenuh, selama plesteran belum dilapis dengan
bahan/material akhir, Kontraktor wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-
kerusakan dan pengotoran dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor, dan tidak dapat diklaim
sebagai pekerjaan tambah. Tidak dibenarkan pakerjaan peyelesaian dengan bahan/material
akhir di atas permukaan plesteran dilakukan sebelum plesteran berumur lebih dari 2 (dua)
minggu, cukup kering, bersih dari retak, noda dan cacat lain superti yang disyaratkan
tersebut diatas. Apabila hasil pekerjaan tidak memenuhi semua yang disyaratkan oleh
Direksi/Konsultan Pengawas, maka Kontraktor harus membongkar dan memperbaiki sampai
disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Biaya untuk perbaikan tersebut ditanggung oleh
Kontraktor dan tidak dapat dijadikan sebagai pekerjaan tambah.

Pasal 6
Pekerjaan Pasangan Keramik
8.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
8.1.1. Pekerjaan Urugan Pasir di Bawah Pasangan Lantai.
8.1.2. Pekerjaan Lantai Kerja di Bawah Pasangan Keramik.

23

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

8.1.3. Pekerjaan Keramik Pada Dinding Km/Wc.


8.1.4. Pekerjaan Keramik Lainnya Seperti Tercantum Dalam Gambar Kerja.
8.2. Persyaratan Bahan.
8.2.1. Semen.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.1 bab ini.
8.2.2. Pasir.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.2 bab ini.
8.2.3. Air.
Sesuai Pasal 1 butir 1.2.3 bab ini.
8.2.4. Keramik (Ceramic Tile).
a. Jenis Penutup lantai yang digunakan yaitu Granit 60 x 60 cm dan Granit 40 x 40 cm
Permukaan : Licin
Warna : Cream Atau Disesuaikan sesuai petunjuk direksi di lapangan
Ukuran : 60 x 60 cm dan 40 x 40 cm
Kualitas : Kelas 1
Produk : Setara Granito
Jenis Plint yang digunakan yaitu Granit Plint 10 x 60 cm
b. Jenis Penutup Lavatory Non slip untuk km/wc, lazed untuk dinding km/wc.
Ketebalan : 6 mm.
Warna : Disesuaikan sesuai petunjuk direksi di lapangan
Ukuran : 20 x 20 cm untuk lantai, 20 x 00 cm untuk dinding
Kualitas : Kelas 1
Produk : Setara Roman
c. Jenis Lantai yang digunakan pada area lobby digunakan keramik bermotif jenis penutup lantai granit,
seperti yang ada pada hambar kerja.
8.2.5. Contoh Bahan.
Kontraktor harus mengajukan contoh bahan sebanyak 3 (tiga) set kepada Pemberi Tugas
untuk mendapatkan persetujuan (tekstur dan warna), selanjutnya dipakai sebagai standard
dalam memeriksa/menerima bahan yang dikirim ke lapangan.
8.2.6. Keramik.
keramik yang akan dipasang, ukuran diagonalnya harus benar-benar sama, masing-masing
tepinya benar-benar menyiku dan tidak cacat.
8.3. Persyaratan Pelaksanaan Ubin Keramik.
8.3.1. Pemasangan.
Pada saat pemasangan, ubin keramik harus dalam keadaan baik, tidak retak, tidak cacat
atau ternoda dan warna sesuai dengan yang disyaratkan.
8.3.2. Direndam Sampai Jenuh Air.
Seluruh pemasangan ubin keramik harus dengan merendam sampai jenuh air, kemudian
ditiriskan berbaris sampai kering.
8.3.3. Pola Pemasangan.
Pola pemasangan ubin keramik harus sesuai dengan gambar kerja/shop drawing atau sesuai
dengan petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas.
8.3.4. Pemotongan.
Bila diperlukan pemotongan ubin keramik, maka harus terlebih dahulu dipergunakan alat
pemotong khusus sesuai dengan petunjuk pabrik. Hasil pemotongan harus siku dan lurus

24

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

(tidak bergerigi), bagian sisi yang terpotong dihaluskan dengan ampelas, sehingga
membentuk pinggiran yang serupa dengan sebelum dipotong.
8.3.5. Ketebalan Finish.
Pemasangan ubin keramik harus benar-benar rata. Permukaannya harus tepat pada peil
finish atau ketebalan finish dan sesuai dengan kemiringan seperti disyaratkan dalam gambar
kerja.
8.3.6. Ubin Keramik Bersih Dari Bercak Noda.
Ubin keramik yang telah terpasang harus segera dibersihkan dari bercak noda aduk parekat
dan aduk pengisi siar dengan lap/kain yang dibasahi dengan air bersih dan dilindungi dari
kemungkinan cacat akibat pekerjaan lain.
8.3.7. Setelah Pemasangan.
Selama 3 x 24 jam setelah pemasangan, ubin keramik harus dihindarkan dari injakan/
pemberian beban.
8.3.8. Kerusakan atau Cacat.
Bila terjadi kerusakan/cacat, Kontaktor diwajibkan untuk memperbaiki kembali dengan tidak
mengurangi mutu pekerjaan. Biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Kontraktor
dan tidak dapat diklaim sebagai pekerjaan tambah.
8.3.9. Pipa Sparing Dan Atau Jaringan Pipa.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan ini, semua pipa sparing dan atau jaringan pipa sudah harus
terpasang pada tempatnya. Kontraktor harus mempelajari gambar kerja dan koordinasi
dengan pekerjaan plumbing dan mekanikal dibawah pengarahan Konsultan Pengawas.

Pasal 7
Pekerjaan Pengecatan
7.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
2. Pekerjaan Pengecatan Permukaan Dinding.
Pekerjaan pengecatan permukaan dinding pasangan batu bata, beton yang ditampakkan.
3. Pekerjaan Pengecatan Permukaan Logam.
Pekerjaan pengecatan permukaan logam seperti tercantum dalam gambar kerja.
4. Pekerjaan Pengecatan Kali .

7.1.1. Pekerjaan Pengecatan Permukaan Dinding.


Pekerjaan pengecatan permukaan dinding pasangan batu bata, beton yang ditampakkan
dan langit-langit. Semua permukaan dinding pasangan batu dan permukaan beton yang
tampak/exposed seperti yang tercantum dalam gambar kerja.
7.1.2. Pekerjaan Pengecatan Logam.
Semua pekerjaan logam yang terpasang seperti yang tercantum dalam gambar kerja dengan
ketentuan sebagai berikut :
1. Semua bagian/permukaan yang tampak/exposed dicat sampai dengan cat finish.
2. Semua bagian/permukaan yang tidak ditampakkan/unexposed dicat hanya sampai dengan cat dasar.
7.2. Persyaratan Bahan.
7.2.1. Cat Tembok.
Ekterior : Cat Kelas I dan Atau setara Dulux
Interior : Cat Kelas I dan Atau setara Dulux

25

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

7.2.2. Cat Logam dan Kali .


Bahan dari jenis synthetic enamel super gloss kualitas utama.
7.2.3. Cat Politur.
Memakai melamik bahan dari produk yang cukup baik tingkat penyerapannya
7.2.4. Plamir.
Bahan dan kualitas utama, produk ex lokal mutu terbaik.
7.2.5. Keaslian Cat.
Kontraktor wajib membuktikan keaslian cat dan produk tersebut diatas mengenai kemurnian
cat yang akan dipergunakan. Pembuktian berupa :
1. Segel kaleng.
2. Test BD.
3. Test laboratorium.
4. Hasil akhir pengecatan.
Biaya untuk pembuktian ini dibebankan kepada Kontraktor. Hasil tes kemurnian ini harus
mendapatkan rekomendasi tertulis dari produsen dan diserahkan ke Direksi/Konsullan
Pengawas.
7.2.6. Contoh Pengecatan.
Kontraktor harus menyiapkan contah pengecatan tiap warna dan jenis cat pada bidang-
bidang transparan ukuran 30 x 30 cm2Pada bidang-bidang tersebut harus dicantumkan
dengan jelas warna, formula cat, jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari cat dasar sampai
dengan lapisan terakhir).
7.2.7. Cat Cadangan.
Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi/Konsultan Pengawas, untuk kemudian
diteruskan ke Pemberi Tugas, minimal 5 Galon tiap warna dan jenis cat yang dipakai.
Kaleng-kaleng cat tersebut harus tertutup rapat dan mencantumkan dengan identitas cat
yang ada di dalamnya. Cat ini akan dipakai sebagai cadangan oleh Pemberi Tugas untuk
perawatan.
7.3. Persyaratan Pelaksanaan.
7.3.1. Tebal Cat.
Lakukan dengan cara terbaik yang umum dilakukan kecuali apabila dispesifikasikan lain.
Tebal minimum dari tiap lapisan jadi (finish) minimum sama dengan syarat yang
dispesifikasikan pabrik. Pengecatan harus rata, tidak bertumpuk, tidak bercucuran, atau ada
bekas yang menunjukkan tanda-tanda sapuan, roller maupun semprotan.
7.3.2. Peralatan Pelindung.
Apabila dari cat yang dipakai ada yang mengandung bahan dasar beracun atau
membahayakan keselamatan manusia, maka Kontraktor harus menyediakan peralatan
pelindung, misalnya : masker, sarung tangan dan sebagainnya, yang harus dipakai waktu
pelaksanaan pekerjaan.
7.3.3. Keadaan Cara Pengecatan.
Tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan ini dalam keadaan cuaca yang lembab atau
hujan atau dalam keadaan angin berdebu bertiup. Terutama untuk pelaksanaan di dalam
ruangan bagi cat dengan bahan dasar beracun atau membahayakan manusia, maka dalam
ruangan tersebut harus mempunyai ventilasi yang cukup atau pergantian udaranya lancar. Di
dalam keadaan tertentu, misalnya untuk ruangan tertutup, Kontraktor harus memakai kipas
angin/fan untuk memperlancar pergantian/aliran udara.
7.3.4. Peralatan.

26

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Peralatan seperti kuas, roller, sikat kawat, kape, pompa udara tekan/vacuum cleaner,
semprotan dan sebagainya harus tersedia dari mutu/kualitas terbaik dan jumlahnya cukup
untuk pekerjaan ini.
7.3.5. Cat Dasar.
Khusus untuk semua cat dasar harus disapukan dengan kuas. Penyemprotan hanya boleh
dilakukan bila disetujui Direksi/Konsultan Pengawas.
7.3.6. Pemakaian ampelas, pencucian dengan air maupun pembersihan dengan kain kering terlebih dahulu harus
mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas terkecuali disyaratkan lain dalam
spesfikasi ini.
7.3.7. Pelaksanaan pekerjaan ini khususnya pengecatan cat dasar untuk komponen bahan/materiallogam, harus
dilakukan sebelum komponen tersebut terpasang.
7.3.8. Standard Pengecatan (Mock-Up)
Sebelum pengecatan dimulai, Kontraktor harus melakukan pengecatan pada satu bidang
untuk setiap warna dan jenis cat yang diperlukan. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan
contoh pilihan warna, tekstur, material dan cara pengerjaan. Bidang-bidang yang akan
dipakai sebagai mock-up ini ditentukan oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Jika masing-
masing bidang tersebut telah ditentukan oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan Perencana,
maka bidang ini akan dipakai sebagai standard minimal keseluruhan Pekejaan Pengecatan.
7.3.9. Hasil pekerjaan yang tidak disetujui Direksil Konsultan Pengawas harus diulang dan diganti. Kontraktor harus
melakukan pengecatan kembali bila ada cat dasar atau cat finish yang kurang menutupi atau lepas
sebagaimana ditunjukan oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Biaya untuk hal ini ditanggung Kontraktor dan
tidak dapat di-klaim sebagai pekerjaan tambah.
7.3.10. Selama pelaksanaan, Kontraktor harus diawasi oleh tenaga ahli/supervisi dari pabrik pembuat. Biaya untuk
hal ini ditanggung Kontraktor, tidak dapat di-klaim sebagai pekerjaan tambah.
7.3.11. Pekejaan Pengecatan Permukaan Dinding Pasangan Bata, Beton, Langit-langit dan Tripleks :
1. Sebelum pelaksanaan :
Seluruh permukaan harus dibersihkan dari debu, lemak, kotoran atau noda lain, bekas-
bekas cat yang terkelupas bagi permukaan yang pernah dicat dan dalam kondisi kering.
2. Pelaksanaan pekerjaan dengan roller.
Pemakaian kuas hanya untuk permukaan dimana tidak mungkin menggunakan roller.

Pasal 8
Pekerjaan Kusen Kayu
8.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
1. Pekerjaan kusen Kayu untuk pintu dan jendela.
2. Pekerjaan rangka daun pintu dan daun jendela Kayu .
3. Pekerjaan pintu kaca tempered pada pintu utama dan yg lainnya sesuai petunuk pada hambar kerja
4. Pekerjaan kusen, rangka daun pintu dan jendela lengkap lainnya sesuai tercantum dalam gambar kerja.
8.1.1. Persyaratan Bahan.
Kayu Kelas II
8.1.2. Kusen dan Rangka Daun Pintu Kayu .
Spesifikasi bahan kusen dan rangka daun jendela.
Jenis : Kayu Kelas I
Ketebalan : Minimum 5cm.
Dan lain-lain sesuai gambar kerja/shop drawing
Persyaratan untuk konstruksi kusen :

27

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

a. Defleksi maksimum 2 mm untuk 1/1500 bentang antara 2 tumpuan.


b. Ketahanan terhadap beban angin (120 kg/cm2)
c. Ketahanan terhadap udara (minimum 15 m3/jam)
d. Ketahanan terhadap air harus disertai dengan hasil test.
Untuk bahan pelengkap lainnya :
a. Sekrup terbuat dari Stainless steel.
b. Weather strip dari neopron rubber gasket.
c. Caulking dan sealant sebagai penutup pengikat alat penggantung dengan alluminium.
d. Angker rangka kusen dati steel plate, tebal 2 mm dengan lapisan zinc mimimal 13 mikron.
Penempatan pada setiap jarak 30 mm.
e. Untuk rangka/profil kusen yang berhubungan dengan udara luar harus diberi bahan kedap air dari
jenis polysol sealant.
8.2. Persyaratan Pelaksanaan.
8.2.1. Umum.
Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar kerja dan
melakukan pengukuran lapangan. Tipe jendela yang terpasang harus sesuai dengan Daftar
Tipe yang tertera dalam gambar kerja dengan memperhatikan ukuran-ukuran, bentuk profil,
material, detail arah bukaan dan lain-lain. Sebelum pekerjaan dimulai, Kontraktor
diwajibkan membuat shop drawing dan membuat contoh jadi (mock-up) detail hubungan
bagian tertentu yang dimintakan oleh Direksi/Konsultan Pengawas untuk disetujui dengan
petunjuk sebagai berikut :
Gambar : Uraian/Informasi.
Denah : Lokasi, jenis bukaan, engsel-engsel.
Daftar jenis pintu : Merk, kualitas, bentuk, material, finish, tipe, jendela, bovenlicht anti
karat, anti yap, glass hardware, dll. Shop drawing detail : Tipe/jenis ukuran, finish
permukaan, glazing metode, lokasi, metoda instalasi, hardware, dll. Dalam pelaksanaan
pekerjaan ini, Kontraktor wajib memperhatikan persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan
Perlengkapan Pintu dan Jendela. Semua kusen dan rangka daun harus dikerjakan selain
pabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat
dipertanggung jawabkan. Kusen dan rangka daun harus dilindungi dari kerusakan, retak,
bercak, noda, lubang, goresan-goresan, pada permukaan yang tampak selama fabrikasi
maupun pemasangan. Apabila ditemui kerusakan, cacat, salah pemasangan, ketidak
tepatan pemasangan, karena Kontraktor kurang cermat dan teliti, maka Kontraktor harus
memperbaiki/ membongkar/mengganti hingga memenuhi spesifikasi dengan biaya
ditanggung Kontraktor tanpa dapat di klaim sebagai pekerjaan tambah. Pemasangan kusen
bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan dinding dan kolom praktis, khususnya pada
kusen-kusen yang langsung diapit oleh kolom praktis. Prinsip pelaksanaan ini perlu
diperhatikan dan dijaga agar angker kusen tetap dapat barfungsi.
8.2.2. Kusen, Rangka Daun Pintu/Jendela Kayu .
Semua profil Kayu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan
kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Bahan yang akan diproses
pabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk, toleransi ukuran,
ketebalan, kesikuan dan kelengkungan yang dipersyaratkan. Pemotongan Kayu
hendaknya dikerjakan pada tempat yang aman terlindung dari benda-benda yang dapat
menyebabkan kerusakan pada permukaan, terutama material besi. Hasil pemotongan
dengan mesin potong, mesin punch, drill setelah dirangkaikan untuk pintu, jendela

28

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

mempunyai toleransi ukuran untuk tinggi dan lebar adalah 1 mm dan untuk diagonal adalah
2 mm. Profil Kayu harus dilindungi terutama dari retak, bercak noda atau goresan pada
permukaan yang tampak selama pabrikasi maupun pemasangan. Pengelasan
diperkenankan menggunakan Non Activated Gas (Argon) dari arah bagian dalam agar
dalam sambungan tidak tampak oleh mata. Sekrup harus dipasang sedemikian rupa,
sehingga tidak terlihat dari luar, menggunakan sekrup anti karat/stainless steel, tiap
sambungan harus kedap air. Untuk pemegang profil dan perlengkapan lain dari profil Kayu
yang akan kontak dengan permukaan metal (besi, tembaga dan lain-lain), maka
permukaan metal bersangkutan harus diteri lapisan chromium untuk menghindari kontak
korosi.
Toleransi pemasangan profil Kayu dengan dinding adalah 10-25 mm, kemudian celah yang
terjadi diberi beton ringan (grout). Agar kedap air dan kedap suara sekeliling tepi profil
diberi lapisan sealant, profil yang bersentuhan dengan bahan alkaline seperti beton, aduk
atau plesteran diberi lapisan Anti Corrosive Treatment dengan insulating varnish seperti
Asphaltic Varnish. Setelah pemasangan profil-kusen Kayu dan jendela, maka sekeliling
kusen yang berhubungan langsung dengan permukaan dinding perlu diberi lapisan Vynil
tape untuk mencegah korosi selama masa pembangunan.
Profil Kayu harus terpasang dengan kuat pada setiap hubungan bersudut 90 derajat
Apabila tidak terpenuhi, Kontraktor harus membongkar, biaya yang timbul adalah
tanggungan Kontraktor. Semua sistem dan mekanisme yang disyaratkan dalam gambar
kerja harus berfungsi dengan sempurna. Daun pintu dan jendela harus dapat dibuka
dengan sempurna, apabila terjadi kemacetan Kontraktor harus membongkar dan
memperbaiki, biaya yang timbul adalah tanggungan Kontraktor. Pada daun pintu
ganda/double door, untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama
pada ruang yang dikondisikan, hendaknya dipasang Mohair, jika perlu dapat digunakan
Synthetic Rubber atau bahan dari Synthetic Resin. Kaca harus diteliti dengan seksama
pada saat terpasang, tidak boleh menimbulkan getaran. Apabila masih terjadi getaran,
maka Profil Rubber Seal pemegang kaca harus diganti atas biaya Kontraktor.
Pemasangan bahan
kedap air antara kaca dan profil Kayu disyaratkan tebal minimum 5 mm. Bahan sealant
yang tampak harus merupakan garis Iurus, sejajar garis profil, bahan yang mengenai kaca
terpasang tidak melebihi 5 mm dari garis profil.
Kotor akibat noda-noda pada permukaan profil, setelah pemasangan harus dibersihkan
dengan Volatile olie". Pintu-pintu dan jendela harus dilindungi dengan Corrugated Card
Board dengan hati-hati agar terlindung dari bentutan alat-alat pada waktu pembangunan.
Bila profil ternoda oleh semen, adukan dan bahan lainnya, bahan pelindung harus
digunakan. Kemudian bercak noda tersebut dicuci dengan air bersih, sebelum kering sapu
dengan kain yang halus kemudian diberi material pelindung.

Pasal 9
PekerjaanAlluminium
9.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :

29

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

9.1.1. Meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan alat bantu yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini sehingga dapat diperoleh hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.ersyaratan
Bahan.
9.1.2. Pekerjaan ini meliputi pembuatan kusen atau seperti yang dinyatakan dalam gambar.
9.1.3. Spesifikasi Bahan Aluminium
Kusen dan Rangka Daun Jendela Aluminium
a. Seluruh pekerjaan kusen aluminium harus mengikuti persyaratan standar NI-3 dan NI-5..
b. Kusen terbuat dari Alumunium berwarna coklat dengan kualitas profil Alexindo Indal dengan ukuran
kusen aluminium 4"
c. Engsel terbuat dari besi.
d. Floor hinges untuk pintu utama digunakan setara merk DORMA.
e. Kunci pintu dan handel yang digunakan, khusus untuk pintu/jendela alumunium
f. Kontraktor harus mengajukan contoh bahan, untuk disetujui oleh Perencana/Direksi Lapangan
Untuk bahan pelengkap lainnya :
f. Sekrup terbuat dari Stainless steel.
g. Weather strip dari neopron rubber gasket.
h. Caulking dan sealant sebagai penutup pengikat alat penggantung dengan alluminium.
i. Angker rangka kusen dati steel plate, tebal 2 mm dengan lapisan zinc mimimal 13 mikron. Penempatan
pada setiap jarak 30 mm.
Untuk rangka/profil kusen yang berhubungan dengan udara luar harus diberi bahan kedap
air dari jenis polysol sealant.
9.1.4. Panel Daun Jendela
Kaca Rayband 5 mm.
Kualitas baik, mempunyai kesikuan yang bagus.
Ketebalan seragam, permukaan tidak melengkung, cukup keras.
9.2. Persyaratan Umum.
9.2.1. Pengukuran Lapangan.
Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar kerja dan
melakukan pengukuran lapangan.
9.2.2. Tipe Aluminium.
Tipe Aluminium yang terpasang harus sesuai dengan tipe yang tertera dalam gambar kerja
dengan memperhatikan ukuran-ukuran, untuk profil, material, detail, arah bukaan Jendela
dan lainnya.

9.2.3. Pelaksanaan Pekerjaan Kunci dan Alat Gantung.


Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, Kontraktor harus memperhatikan pelaksanaan pekerjaan kunci dan alat
gantung.
9.2.4. Rangka Partisi.
Semua rangka Jendela, panel dan daun harus dikerjakan secara pabrikasi.
9.2.5. Rangka dan Panel.
Rangka dan panel harus dilindungi dari kerusakan, retak, bercak, noda, lubang, goresan-
goresan pada permukaan selama pabrikasi maupun pemasangan.
9.2.6. Kerusakan dan Cacat.
Apabila ditemui kerusakan, cacat, salah pemasangan, ketidak tepatan pemasangan karena
Kontraktor kurang cermat dan teliti maka Kontraktor harus mernperbaiki/

30

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

membongkar/mengganti hingga memenuhi spesifikasi dengan biaya ditanggung Kontraktor,


tanpa dapat dituntut sebagai biaya pekerjaan tambah.
9.3. Persyaratan Pelaksanaan.
1. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi di lapangan,
terutama ukuran dan peil lubang bukaan dinding. Kontraktor diwajibkan membuat contoh jadi (mock-up)
untuk semua detail sambungan dan profil aluminium yang berhubungan dengan sistem konstruksi bahan
lain dan dimintakan persetujuan dari Konsultan pengawas dan Perencana.
2. Proses fabrikasi harus sudah berjalan dan siap lebih dulu sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Proses ini
sudah didahului dengan pembuatan shop drawing atas petunjuk Perencana, meliputi gambar denah, lokasi,
merk, kualitas, bentuk, ukuran. Kontraktor juga diwajibkan untuk membuat perhitungan-perhitungan yang
mendasari sistem dan dimensi profil aluminium terpasang, sehingga memenuhi persyaratan yang diminta /
berlaku. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kehandalan pekerjaan ini.
3. Semua frame / kusen baik untuk jendela, pintu dan dinding partisi, dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti
sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
4. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan debu
besi pada permukaannya. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati
tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
5. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar
sambungannya tidak tampak oleh mata. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk
yang sesuai dengan gambar.
6. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup, rivet, stap dan harus cocok.
7. Angkur-angkur untuk rangka / kusen aluminium terbuat dari steel plate setebal 2-3 mm dan ditempatkan
pada interval 600 mm.
8. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat, sedemikian rupa sehingga
hair line dari tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000
kg/cm2. Celah antara kaca dan sistem kusen aluminium harus ditutup oleh sealant.
9. Untuk fitting hardware dan reinforcing materials yang mana kusen aluminium akan bertemu dengan besi,
tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium untuk
menghindari timbulnya korosi.
10. Toleransi pemasangan kusen aluminium disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan
beton ringan / grout.
11. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruang yang dikondisikan,
hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic
resin. Penggunaan ini dilakukan pada swing door dan double door.
12. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya kedap air dan
suara.
13. Tepi bawah ambang kusen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.
14. Engsel untuk jendela yang bisa dibuka diletakkan sejarak jangkauan tangan.
15. Profil aluminium yang akan dipilih harus diajukan secepatnya untuk memperoleh persetujuan Perencana.

Pasal 10
Pekerjaan Perlengkapan Pintu Kayu Dan Jendela Alluminium
(Alat Penggantung Dan Kunci)
10.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini meliputi :
10.1.1. Pekerjaan Perlengkapan Pintu Kayu dan Jendela Aluminium

31

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Pekerjaan perlengkapan pintu Kayu dan jendela Alluminium seperti tercantum dalam
gambar kerja.
10.2. Persyaratan Bahan.
Semua alat penggantung dan pengunci (hardware) yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan
yang tercantum dalam buku spesifikasi ini. Apabila terjadi perubahan atau penggantian, harus
mendapatkan persetujuan terlebih dahulu secara tertulis dari Pemberi Tugas. Kontraktor wajib
mengajukan contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas dan
Direksi/Konsultan Pengawas. Dalam pengajuan tersebut harus dengan komponen yang lengkap
(anak kunci). Pemilihan hardware pintu dan jendela disesuaikan dengan jenis bahan pintu.
10.3. Perlengkapan Pintu Ayun.
1. Engsel (Hinge)
Mekanisme : Ayun satu arah (single swing).
Spesifikasi : Tipe kupu-kupu dengan ring nylon
Memenuhi standard SII -0407-80.
Pemakaian : Pintu Kali dan Kayu .
Ukuran : Standard produk (45 x 75 mm).
Jumlah : 3 (tiga) set per daun pintu.
Warna : Ditentukan kemudian.
2. Kotak Kunci (Lockcase).
Mekanisme : Ayun satu arah (single swing).
Pemakaian : Pintu Kayu .
Spesifikasi : Lockcase yang mempunyai lidah siang (latch bolt)
Dan mempunyai lidah malam (tolling dead bolt)
Warna : Ditentukan kemudian.
3. Silinder (Cylinder).
a. Spesiflkasi : Sistem anak kunci dua arah.
Pemakaian : Pintu Kali pada setiap bangunan.
b. Spesifikasi : Pegangan dalam/luar yang dapat diputar dengan tombol
penekan pada pegangan dalam Jika dalam keadaan darurat, pintu dapat dibuka dan
sisi luar dengan emergency pin
Pemakaian : Pintu kamar mandi.
4. Pegangan Pintu Alluminium Jenis PHD 718 / 50 cm dipasang pada pintu kaca tempered12 mm
Spesiflkasi : Pegangan dalam yang dapat diputar dengan tombol penekan pada
pegangan dalam, indikator isi/kosong H pada sisi luar
Pemakaian : Pintu km/wc umum.
Spesifikasi : Pegangan dalam/luar dengan handle biasa
Pemakaian : Semua pintu Kali dan Kayu .
5. Penahan Pintu (Door Stopper).
Spesifikasi : Bahan galvanized steel dengan panahan karet pada salah satuujungnya. Panjang total
+ 9 cm.
Pemakaian : Pintu yang tidak menggunakan door closer.
6. Door Closer.
Spesifikasi : Lengan dapat disetel untuk menahan pintu tetap terbuka (hold open) pada posisi
tertentu sesuai dengan pilihan.
Memiliki pengatur kecepatan menutup sehingga kecepatan tersebut konstan.
Tipe Hidroulik Automatic back-check.

32

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Pemakaian : Semua pintu ruang ber- AC atau sesuai dengan gambar kerja.
7. Grendel Tanam Putar.
Pemakaian : Pintu Kali dengan dua daun/pintu ganda sesuai dengan gambar Perlengkapan
Pintu Dorong.
1. Rel Pintu
Spesifikasi : Rel pintu dipasang di bagian atas lengkap dengan roda penggantung Pada
bagian bawah dipasang rel dan roda penahan pintu. Besar rel disesuaikan
dengan berat pintu yang digantungnya.
Pemakaian : Semua pintu ruang yang memakai pintu jenis dorong Pintu plat baja pada
bangunan gudang.

10.4. Perlengkapan Jendela Jungkit.


1. Casement.
Mekanisme : Kombinasi dari prinsip engsel dan hak angin, sudut bukaan hingga 135 derajat
Pemakaian : Jendela Kayu Jungkit
Spesifikasi : Bahan dari baja difinish dengan Elektor Galvanized
Ukuran : 900 mm.
Kemampuan menahan beban daun jendela untuk :
Maks. Tinggi : 1525 mm, Maks. berat : 14,50 kg.
Agar dapat sesuai dengan jendela, Kontraktor harus meminta kejelasan tipe ini kepada
pabrik pembuat.
2. Slot.
Spesifikasi : Spring knip.
Pemakaian : Semua jendela jungkit.
Warna : Ditentukan kemudian.
10.5. Kehandalan Kerja.
Seluruh perangkat perlengkapan pintu dan jendela ini harus bekerja dengan baik sebelum dan
sesudah pemasangan. Untuk itu, harus dilakukan pengujian secara kasar dan halus.
10.6. Persyaratan Pelaksanaan.
10.6.1. Shop Drawing.
Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan gambar
dokumen kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan dilapangan. Di dalam shop
drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan
produk, cara pemasangan atau detail-detail khusus yang belum tercakup secara lengkap
didalam gambar dokumen kontrak sesuai dengan standarisasi pabrikasi, dan
pemasangannya untuk setiap pintu dan jendela.
Shop drawing harus disetujui dahulu oleh Direksi/Konsultan Pengawas sebelum
dilaksanakan. Pemasangan semua perangkat perlengkapan pintu, jendela dan bovenlicht
khususny lockcase, handle dan blackplate harus rapi dan sesuai dengan letak posisi yang
telah ditentukan dalam gambar kerja dan atau petunjuk Direksi/Konsullan Pengawas.
Apabila hal tersebut tidak tercapai, maka Kontraktor wajib memperbaiki tanpa tambahan
biaya.
10.6.2. Engsel.
Pemasangan :
Engsel atas : + 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.
Engsel bawah : + 28 cm (as) dari permukaan bawah pintu.
Khusus pintu toilet/peturrasan dan janitor ,adalah + 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.

33

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

10.6.3. Door Stopper.


Pemasangan :
Untuk pintu toilet/peturrasan, dipasang pada dinding dengan minimum ketinggian 155 cm dan 6 cm dari tepi daun pintu.
Untuk pintu lain dipasang pada lantai, letaknya diatur agar daun pintu dan kunci tidak membentur dinding pada saat
pintu terbuka.

Pasal 11
Pekerjaan Langit-Langit
11.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi :
11.1.1. Pekerjaan Calsi Board 3,5 mm.
Pekerjaan langit-langit untuk seluruh ruang dan atau sesuai gambar kerja.
11.1.2. Perawatan Bahan.
11.1.3. Calsiboard Board (GRC) 3,5 mm
Tebal : 3,5 mm.
Ukuran panel : 120 x 240 cm.
11.1.4. Rangka Langit-langit.
Metal Furing
Ukuran sesuai dengan gambar kerja.
Bahan harus memenuhi persyaratan bahan dengan kuat tekan
11.2. Persyaratan Pelaksanaan.
11.2.1. Rangka Langit-langit.
Persyaratan pelaksanaan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
Bahan rangka yang digunakan untuk pemasangan plafond adalah Metal Furing Pola
rangka penggantung langit langit sesuai dengan gambar rencana dan diperhatikan benar-
benar peilnya. Bagian permukaan rangka langit-langit yang akan dipasang rangka langit-
langit harus rata permukaan, Penggantung rangka langit-langit adalah klem besi strip
dengan kawat/kabel baja yang diikatkan ke stek penggantung langit-langit dengan
wartelmur. Stek penggantung langit-langit dari besi beton berdiameter 6 mm, diikatkan
ketulangan pelat lantai atau balok beton, telah dipasang pada saat pengeoxan. Panjang
stek dan jarak penggantungan sesuai dengan gambar kerja.

11.2.2. Langit-langit .
Plafon GRC 4 mm yang dipasang yang telah dipilih dengan baik, bentuk, dan ukuran
masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak, gompal atau cacat lainnya dan
telah mendapat persetujuan dari Direksi/Konsultan Pengawas. Plafon GRC dipasang
dengan cara pemasangan sesuai dengan standard yang dikeluarkan oleh pabrik
pembuatnya, pemakuan dengan paku khusus untuk Plafon GRC, dan pola pemasangan
sesuai gambar kerja. Setelah selesai terpasang, bidang permukaan langit-langit harus
lurus, rata waterpass dan tidak bargelombang, sambungan antar panel saling tegak lurus.
Toleransi kecembungan adalah 0,5 mm untuk jarak 2 m. Penyelesaian akhir (finishing)
adalah dicat. Pekerjaan pengecatan harus sesuai dengan Pasal Pekerjaan Cat.
11.2.3. Peralatan-peralatan Yang Terpasang.
Pada pekerjaan ini, Kontraktor harus mengadakan koordinasi dari berbagai disiplin lain
untuk dapat mengkoordinasikan peralatan-peralatan yang harus terpasang pada panel
langit-langit tersebut, seperti armatur lampu, grill AC. Titik Penginderaan Kebakaran,
Sprinkler dan lain-lain.

34

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Pasal 12
Pekarjaan Sanitair
12.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi pengadaan dan pernasangan :
14.1.1. Pekerjaan Kloset Duduk Monoblock + Shower Basuh.
14.1.2. Pekerjaan Wastafel Keramik.
14.1.3. Pekerjaan Kran Dinding.
14.1.4. Floor Drain.
14.1.5. Pipa Gip dan PVC.
12.2. Persyaratan Bahan.
Jenis, ukuran, warna sesuai dengan petunjuk gambar serta Spesifikasi Teknis ini dan telah disetujui
oleh Pemberi Tugas. SegaIa contoh yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas harus diserahkan
kepada Direksi/Konsultan Pengawas. Semua bahan yang terpasang sesuai dengan contoh yang
telah disetujui. Pemasangan semua unit sanitair harus lengkap dengan fixtures (kran, pipa drain
dan sebagainya)
12.3. Persyaratan Pelaksanaan.
12.3.1. Koordinasi Kerja.
Pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti gambar, uraian dan persyaratan pekerjaan,
spesifikasi serta patunjuk Direksi/Konsultan Pengawas. Diperlukan koordinasi kerja
dengan disiplin lain terutama yang bersangkutan dengan pekerjaan pemasangan, baik
jadwal pekerjaan maupun posisi meletakkan peralatan ditempat.
12.3.2. Peralatan Yang Disetujui.
Semua peralatan sebelum dan sesudah dipasang harus disetujui Direksi/Konsultan
Pengawas dan dijaga dari kerusakan atau hilang sebelum masa penyerahan tiba. Pada
saat pemasangan peralatan, perhatikan semua ukuran, peil, pola dan syarat lain untuk
pemasangan di lantai maupun di dinding/meja beton. Peralatan harus dipasang
sedemikian rupa sehingga tidak ada sumbatan-sumbatan. Pemasangan unit saniter dan
accesoriesnya harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat agar tidak terdapat bekas
carat atau noda. Semua peralatan yang sudah tertanam dalam beton harus bersih dari
kotoran dan tidak cacat.
12.3.3. Sambungan Ulir.
Sambungan pipa dengan accessories unit saniter pada umumnya menggunakan sambungan ulir. Penyambungan
dengan ulir ini terlebih dahulu dilapisi dengan Red Lead Cement dan memakai pintalan serat
halus.Pada tempat-tempat khusus digunakan sambungan flanged. Pada penyambungan dengan
Ranged perlu dilengkapi dengan ring type gasket untuk lebih menjamin kekuatan sambungan.
12.3.4. Pemeriksaan atau Pengujian
Dilarang menutup dengan plesteran sebelum diadakan pemeriksaan/pengujian oleh
Direksi/Konsultan Pengawas.
12.3.5. Fires.
Semua fires yang terpasang di dinding harus diusahakan tepat ditengah atau pada naad
ubin keramik.

Pasal 13
Pekerjaan Perlindungan
13.1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi pengadaan dan pemasangan :

35

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Pekerjaan Sealant.
Pekerjaan Grouting.
Pekerjaan Waterprofing.
13.1.1. Pekerjaan Sealant.
1. Semua celah pada sambungan unit saniter dan accesoriesnya terhadap dinding lantai maupun
antara pipa.
2. Semua celah pada kaca dengan rangka dan dinding.
3. Semua celah pada kusen alluminium.
13.1.2. Pekerjaan Grouting.
Semua pekerjaan penutup celah yang terjadi pada bahan material metal yang tertanam
dalam beton maupun pasangan bata.
13.1.3. Pekerjaan Waterprofing.
Pelapisan dengan bahan/material waterprofing untuk :
1. Bahan/material waterprofing lembaran untuk permukaan atas plat atap beton.
2. Bahan/material waterprofing cair untuk permukaan atas lantai 1 (satu) semua km/wc.
13.2. Persyaratan Bahan.
13.2.1. Pekerjaan Sealant.
Bahan sealant harus sesuai dengan kegunaan, fungsi dan bahan/material, tahan cuaca,
kedap air, tahan terhadap garam dan alkali, bersifat elastis untuk menghadapi perubahan
temperatur, tahan benturan, dan berdaya lekat tinggi dan berbahan dasar dari silikon.
13.2.2. Pekerjaan Grouting.
Bahan grouting dari jenis non shrink dan non-metalic dengan pemakaian dicampur
semen.
13.2.3. Pekerjaan Waterprofing.
Tipe lembaran dengan bahan dasar Bituthene,
Produk : Tipe cair, fibre glass.
13.2.4. Penyerahan Bahan/Material.
Penyerahan bahan/material ditempat pekejaan harus dalam keadaan masih utuh, tertutup
baik dan tersegel dalam kemasannya serta berlabel seperti waktu diterima dari
distributor/pabrik. Jika dalam keadaan cacat atau rusak, maka bahan/material tersebut
tidak diperkenankan untuk dipakai.
13.3. Persyaratan Pelaksanaan.
13.3.1. Kebersihan Bahan/Material.
Sebelum pelaksanaan, permukaan dan semua bahan/material yang termasuk dalam
pekerjaan harus bersih dan bebas dari debu, minyak, air dan noda maupun kotoran
lainnya, pail atau elevasi permukaan tersebut sudah disetujui Direksi/Konsultan
Pengawas.
Apabila dari bahan/material yang dipakai ada yang mengandung bahan dasar yang
beracun atau membahayakan kesehatan keselamatan manusia, maka Kontraktor harus
menyediakan peralatan pelindung (seperti : masker, sarung tangan, dan sebagainnya)
yang harus dipakai pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
Selama pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus diawasi oleh tenaga ahli/supervisi dari
pabrik pembuat. Biaya untuk hal ini ditanggung Kontraktor, tidak dapat di-klaim sebagai
pekerjaan tambah. Prosedur palaksanaan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.
13.3.2. Pekerjaan Sealant.

36

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Sepanjang permukaan yang akan diberi sealant harus kering betul, bersih bebas dari
debu, minyak, lemak, pecahan atau bubuk adukan, partikel bahan/material yang terlepas
maupun noda dan kotoran lainnya. Permukaan bahan harus sudah difinish. Tidak
diperkenankan melaksanakan pekerjaan ini di dalam ruangan tertutup karena sealant
memerlukan kelembaban atmosfir untuk mengeras. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini,
Kontraktor harus memperhatikan cara pemasangan dan jenis sealant yang dibedakan
berdasarkan macam/jenis material yaitu :
1. Material keramik/kaca.
2. Material metal.
3. Material Kali .
4. Material beton.
5. Permukaan aduk plestetan dan lain-lain.
Kontraktor harus mengikuti semua persyaratan/spesifika pabri. Konraktor harus
melaksanakan pekerjaan ini dengan cermat dan teliti sehingga sealant yang
terpasang mempunyai permukaan yang rapih, halus, rata permukaan dan bersih dari
segala noda, kotoran maupun goresan.
13.3.3. Pekerjaan Grouting.
1. Persiapan Permukaan.
Metal yang tertanam telah diberi cat dasar atau cat anti karat, terkecuali untuk baja
stainless steel, persyaratan ini tidak berlaku. Permukaan lubang pada beton maupun
pasangan batu bata harus bersih dan bebas dari debu, minyak, lemak, pecahan atau
bubuk adukan/semen, partikel bahan/material yang terlepas maupun noda dan
kotoran lainnya. Sebelum pemberian grouting, permukaan lubang harus dibasahi
terlebih dahulu tetapi tidak diperkenankan ada butiran air diatas permukaan tersebut
pada waktu pelaksanaan grouting.
2. Pelaksanaan.
Aduk grouting diisikan dari satu arah menerus hingga seluruh celah/lubang tertutup
padat, tidak ada rongga, rata permukaan agar tidak terbentuk rongga udara. Apabila
celah/lubang berukuran kecil, pengisian aduk grouting dapat mempergunakan
corong/alat lain.
3. Perawatan/curing dan Perbaikan.
Permukaan aduk grouting harus dilindungi dari pengeringan dan pengerasan yang
terlalu cepat dengan cara ditutup dengan kain basah.
13.3.4. Pekerjaan Waterprofing.
1. Persiapan permukaan.
Bekisting pada bagian/sisi bawah pelat lantai dan pelat atap beton harus sudah
dilepas agar tidak menghambat butir-butir air dalam beton untuk keluar. Perawatan
beton minimum telah melewati 7 hari dari yang disyaratkan pekerjaan beton
struktural.
Permukaan harus betul-betul kering sebelum pelaksanaan lapisan waterprofing.
Seluruh permukaan harus sudah bebas dari minyak, retak atau lubang, serbuk
beton, debu gumpalan/aduk beton, atau bagian-bagian yang menonjol tajam,
permukaan halus dan rata. Retak, lubang yang tidak berguna dan sebagainya harus
ditutup dengan adukan kedap air 1Pc : 3Psr hingga padat dan diratakan
permukaannya.
2. Pekerjaan Waterprofing Lembaran.

37

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

a. Lapisan Dasar/Primer.
Pelaksanaan dengan semprot atau kuas dengan daya tutup 6 - 8 m2 per liter.
Lapisan Dasar/Primer harus langsung ditutup dengan lembaran waterprofing.
Jika dalam satu hari keja ada area yang telah diberi lapisan dasar/primer tetapi
belum sempat ditutup dengan lembaran waterprofing, rnaka areal tersebut
harus diberi lapisan dasar/primer kembali pada hari kerja berikutnya.
b. Lapisan Lembaran Waterprofing.
- Permukaan horizontal.
1. Lembaran waterprofing harus dipasang mulai dari titik terendah permukaan ke arah titik
tertinggi.
2. Tumpang-tindih (overlap) antara lapisan minimum 65 mm dan atau sesuai dengan
spesifikasi pabrik.
3. Pemasangan berlangsung dari gulungan, ditekan dengan roller (berat + 35 kg dan lebar +
70 cm) dengan seksama, menerus, dan secara merata sehingga tidak terdapat gelembung
udara.
4. Di atas sepanjang siar dilatasi, pelapisan lembaran waterprofing dua kali.
- Permukaan Vertikal.
1. Lembaran waterprofing harus dipasang dari titik terendah hingga titik tertinggi menerus
dalam 1 (satu) lembar, kemudian baru dipasang lapisan baru.
2. Tumpang-tindih (overlap) antara lapisan minimum 65 mm dan atau sesuai dengan
spesifikasi pabrik.
3. Pemasangan barlangsung dari gulungan, ditekan dengan roller (berat +- 35 kg dan lebar +
70 cm) dengan seksama, menerus, dan secara merata sehingga tidak terdapat gelembung
udara.
4. Jika diperlukan, dapat memakai paku beton ukuran terkecil untuk mengikat.
- Pertemuan Sudut/Dinding/Parapet.
Semua pertemuan sudut harus dibuat tumpul 45 derajat, yaitu dengan menutup
sepanjang sudut tersebut dengan aduk kedap air 1Pc : 3Ps, selanjutnya
pelaksanaan pakerjaan waterprofing.
- Lubang Pipa Talang.
1. Setiap lubang pipa talang harus dikerjakan dua lapis lembaran waterprofing.
2. Lapisan pertama, lembaran waterprofing di dinding lubang kebawah sejauh minimal 150
mm, kemudian dari bibir lubang kesegala arah sejauh minimal 150 mm.
3. Lapisan kedua, lembaran waterprofing permukaan atap harus diteruskan masuk kedalam
lubang talang sampai kedalaman minimum 150 mm dari bibir lubang lakang.
Berupa lapisan (screed) kedap air 1Pc : 3Ps dengan tulangan kawat kasa ayam. Tebal
lapisan minimal + 3 cm dan maksimal + 8 cm. Setelah selesai palapisan, perrnukaan
ditabur dengan aspal hingga merata.
- Pengujian.
Kontraktor harus melaksanakan pengujian kebocoran setelah selesai pekerjaan
lapisan waterprofing dan sebelum pekerjaan lapisan pelindung.
Cara pengujian dengan menuangkan air kepermukaan yang telah tertutup
lapisan waterprofing hingga ketinggian + 50 mm dan dibiarkan selama 3 x 24
jam.
Perbaikan Lapisaan Waterprofing.
Jika terdapat kebodoran, lapisan waterprofing diatas kebocoran disobek
secukupnya. Lekatkan potongan lapisan waterproofing baru diatas bagian yang

38

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

sobek sejauh minimal 150 mm kesegala arah. Pekerjaan ini dilaksanakan


setelah pengujian, dan permukaan harus kering betul.
c. Pekerjaan Waterprofing Cair.
Perbandingan campuran semen dengan waterprofing cair adalah 2:1 tanpa
menggunakan air. Pelaksanaan pekerjaan waterprofing cair dilakukan dengan
dituangkan atau memakai kuas dengan volume 1 galon untuk 10 - 15 m2.
- Aplikasi/pemasangan pada pelat beton.
1. Plat beton harus sudah berumur 28 hari, atau bila memakai bahan pemadat (densifier)
plat beton telah benar-benar mengeras, sesuai dengan hasil tes laboratorium.
2. Kemiringan ideal menuju arah roof drain (sesuai yang dicantumkan da!am gambar
kerja).
3. Semua dudukan instalasi/pipa dan lain-lain harus sudah terpasang.
4. Ujung pemberhentian sepanjang bidang tegak /parapet /dinding dibuat groove + 2 mm.
5. Pada bidang pertemuan antara plat lantai dan dinding atau parapet serta semua
dudukan beton atau instalasi akan diisi adukan 5 x 5 cm.
- Lapisan pelindung.
Apabila diperlukan lapisan pelindung, dibuat dari lapisan (screed) kedap air 1Pc
: 3Ps dengan tulangan kawat kasa ayam. Tebal lapisan minimal 3 cm dan
maksimal 8 cm.
- Pengujian.
Kontrator harus melaksanakan pengujian kebocoran setelah selesai pekerjaan
lapisan waterprofing.
Cara pengujian dengan menuangkan air kepermukaan yang telah tertutup
lapisan waterprofing hingga ketinggian + 50 mm dan dibiarkan selama 3 x 24
jam.
- Perbaikan Lapisan Waterprofing.
Apabila terjadi ketidak sempurnaan dalam pelaksanaan (terjadi) kebocoran,
maka Kontraktor diwajibkan memperbaiki kembali pekerjaan tersebut hingga
sempurna dan disetujui Direksi/Konsultan Pengawas dan biaya perbaikan
tersebut menjadi tangung jawab Kontraktor. Metoda pelaksanaan parbaikan
waterprofing harus mengikutl petunjuk dan saran dari pakarnya dan disetujui
oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

13.3.5. Jaminan/Garansi.
Kontraktor wajib menyerahkan jaminan/garansi tertulis bahwa pekerjaan, perbaikan dan
perawatan dari bagianbagian pekerjaan perlindungan ini telah dilaksanakan dengan
standard sesuai spesifikasi teknis dari pabrik pembuat. Jaminan/garansi untuk pekerjaan
perlindungan tersebut tidak kurang dari 5 tahun setelah masa pemeliharaan.

39

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

BAB 4
SYARAT - SYARAT TEKNIS
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
Pasal 1
Sistem Elektrikal
1.1. Lingkup Pekerjaan.
1.1.1. Umum.
Kontraktor harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam
spesifikasi ini maupun yang tertera dalam gambar, dimana bahan dan peralatan yang
digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Bila ternyata terdapat
perbedaan-perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan
spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal dibawah ini, maka merupakan kewajiban
Kontraktor untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehinggai sesuai dengan
ketentuan-ketentuan dan disetujui Direksi/Pengawas Lapangan.
1.1.2. Uraian Lingkup (Scope) Pekerjaan Tenaga & Penerangan.
Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, Kontraktor pekerjaan instalasi listrik ini
harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan dalam keadaan baik
dan siap dipergunakan.
Garis besar lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai betikut :
Pengadaan dan Pemasangan :
1. Pengadaan dan pemasangan Panel Distribusi Penerangan.
2. Instalasi pengkabelan.
3. Instalasi penerangan dan kotak kontak.
4. Armature lampu dan lampu-lampu lainnya seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana.
5. Insfalasi penerangan luar.
6. Instalasi penangkal petir.
7. Instalasi grounding.
8. Melakukan testing dan commissioning.
1.2. Standard/Rujukan.
1.2.1. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 1987)
1.2.2. Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP)
1.2.3. International Electrotechnical Commission (IEC)
1.2.4. SPLN.
1.3. Ketentuan Bahan dan Peralatan.
1.3.1. Panel Tegangan Rendah.
1. Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE/DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC
dan PUIL.
2. Konstruksi dalam parel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur
sedemikian rupa dan setiap kabel diberikan nomor terminal/kabel, sehingga bila akan dilaksanakan
perbaikan-perbaikan, penyambungan-penyambungan pada komponen-komponen dapat dengan
mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. Pengaturan/penempatan
komponen atau peralatan harus mempertimbangkan juga kemungkinan kenaikan temperatur yang
ditimbulkan, baik oleh komponen-komponen itu sendiri ataupun karena keterbatasan ruang panelnya.
3. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T, 1 busbar neutra1
dan 1 busbar untuk grounding, kecuali untuk panel 1 phasa, cukup menggunakan 3 busbar. Besarnya
busbar harus diperhitungkan untuk besar arus tanpa menyebabkan suhu yang lebih dati 65 C.

40

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

4. Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN, lapisan yang dipergunakan untuk
memberi warna busbar dan saluran harus dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang
diperbolehkan.
5. Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran, untuk
Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linear dan ketelirian 1% dan
bebas dari pengarus induksi serta ada sertifikasi tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap
jenis alat ukur).
6. Ukuran dari tiap-tiap panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan serta semua
persyaratan yang berlaku sesuai dengan yang telah disetujui Perencana.
1.3.2. Kabel Tegangan Rendah.
1. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min. 0,6 KV untuk kabel NYM,
NYY & NYFGbY dengan spesifikasi :
a. Conductor : Plain wpper (NYM & NYY), solid or stranded (NYY), Copper/sector shape (NYFGbY).
b. Insultaion : PVC
c. Core Filter : Compound Elastic/Soft PVC
d. Sheat : PVC.
2. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
a. Untuk kabel-kabel instalasi daya dipergunakan jenis NYA dan NYY 2,5 mm.
b. Untuk kabel-kabel instalasi penerangan dipergunakan jenis NYM.
3. Kabel-kabel daya yang ke sub-sub panel harus disertai dengan kabel BC atau NYA sebagai kawat
pentanahan dengan diameter sama dengan diameter kabel feedernya.
4. Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya harus dimintakan persetujuan terlebih
dahulu.
5. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2,5 mm2.
1.3.3. Syarat Khusus (lampu, saklar, kotak kontak, cable ladder/tray, dll).
1. Lampu TLD
a. Pada RKB.
b. TebaI plat besi untuk lighting fixtures tersebut minimum 0,7 mm.
c. Ballast (Transformator) untuk lampu TLD harus dari bahan Low Loss Type.
d. Condensor yang dipasang seri pada lampu-lampu TLD harus dapat memberikan koreksi factor
(cos phi) total minimal 0,85.
e. Fitting lampu TLD (lamp Holder) type.
f. Finishing untuk lampu TLD harus di Cat Oven/Powder Coating.

2. Syarat Umum.
a. Semua lighting fixtures harus dicat dengan cat bakar bebas dan karat, dengan ICI acrylic paint
warna putih, contoh harus disetujui deh Perencana/Direksi Pengawas.
b. Konstruksi lighting fixtures pada umumnya harus memberikan efisiensi penerangan yang
maksimal, rapih kuat sera sedemikian rupa hingga pekerjaan-pekerjaan seperti panggantian
lampu, pembersihan, pemeriksaan dan pekerjaan pemeliharaan dengan mudah dapat
dilaksanakan.
c. Pada semua lighting fixtures harus ditanahkan (grounding).
3. Kotak Kontak dan Saklar.
a. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah type pemasangan
masuk/inbow (Rush-mounting).
b. Kotak-kontak rating 16 A dan mengikuti standard VDE.
c. Flush-box (inbouw doss) untuk tempat saklar, kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai
dan jenis bahan bakely atau metal dari produk yang sama.

41

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

d. Kotak-kontak dinding yang dipasang 50 cm dan permukaan lanlai. Pada ruang-ruang yang
basah/lembab harus dan jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dan isolating switch dipasang
maksimal 130 cm dan permukaan lantai.
e. Kodak kontak khusus/Industrial type, untuk area tertentu, akan ditentukan kemudian.
Spesifikasi dan kotak kontak industrial type adalah sebagai barikut :
- Type : Surface mounting socket Outlets c/w plug
- Material : Polyester-polyamide cover slainless steel screw parts Protection Index :
IP 66
- Operation temperature : - 600 - + 600C
- Vollage operation : 220-240 V atau 380-415 V
- Rated Current : 16 A & 63 A.
- Pole of Configurations : 2P + E, 3P + E atau 3P + E + N.
4. Konduit.
a. Konduit yang digunakan, harus memenuhi standard yang berlaku (British Standard-BS dan
Elecbonical Standardization CENELEC) untuk pengujian karakteristik bahan antara lain, tahan
terhadap bahaya kebakaran tingan kelenturannya dan lahan terhadap getaran mekanis (tidak
mudah pecah) pada saat pengecoran lantai atau kolom beton.
b. Konduit yang dipakai adalah dan jenis PVC High Impact atau metal conduit, dimana diameter
dalam dari konduit minimum 1,5 kali diameter kabel dan minimum diameter dalam adalah 10
mm, atau dinyatakan lain pada gambar. Sedangkan untuk FRC (Fina Recistance Cable)
menggunakan G.1.P dengan diameter 2 kali diameter kabel.
c. Konduit yang dipasang harus dilengkapi dengan segala Accessoriesnya dan material/ bahan
yang sama dengan konduitnya seperti; coupling, saddles, inspecbon elbows, reducens,
locknuts, terminal boxes dan berbagai perlengkapan lainnya, untuk memudahkan baik pada saat
pelaksanaan maupun saat perawatan.
5. Grounding.
a. Kawat grounding menggunakan kawat telanjang (Bare Copper Conductor).
b. Besarnya kawat grounding minimal berpenampang sama dengan penampang kabel masuk
(incoming feeder).
c. Elektroda pentanahan untuk grounding digunakan pipa galvanized minimal berdiameter 11/4,
diujung pipa dipasang copper rod sepanjang 0,5 meter.
d. Nilai tahanan grounding untuk panel-panel maksimum 2 ohm, diukur setelah tidak turun hujan
selama 3 hari berturut-turut.
e. Kedalaman grounding minimum 6 meter.
1.4. Perawatan Teknis Pemasangan.
1.4.1. Panel-panel.
1. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata
(horizontal/waterpas).
2. Setiap kabel yang masuk/keluar dan panel harus dilengkapi dengan gland dan karet atau panutup
yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.
3. Pada lokasi-lokasi yanq khusus (shaft listrik, gudang atau penerangan luar), panel-panel harus
diperlengkapi dengan lubang-lubang ventilasi yang cukup.
4. Khusus untuk panel-panel type free standing, harus diberi alas dengan menggunakan besi kanal UNP
100 x 50 x 5 mm.
5. Untuk panel-panel yang banyak menggunakan komponen kontroll/busbar atau banyak menggunakan
alat ukur harus dilengkapi dengan terminal blok yang baik mutunya (lihat item produk).

42

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

6. Panel-panel yang dilengkapi dengan magnetic contactor dan start/stop push button, harus dibuat
sedemikian rupa sehingga mudah dalam mengoperasikannya dan estetik.
7. Ketinggian panel-panel type wall mounting harus menurut PUIL 1987.
8. Semua panel harus ditanahkan.
1.4.2. Kabel-kabel.
1. Semua kabel dikedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah
lepas untuk mengidentifikasikan arah beban.
2. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasanya
sasuai dengan WIL 1987 pasal 701. Sedangkan untuk kabel instalasi penerangan (NYM) yang
digunakan harus terdiri dari 4 macam warna sesuai dengan ketentuan PUIL (R, S, T, Neutra1 dan
grounding).
3. Kabel daya yang dipasang pada shaft/dinding bangunan harus diletakkan diatas tangga kabel (cable
leadder) atau cable tray yang semuanya ditata dan diklem dengan rapi.
4. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan, kecuali pada kabel penerangan.
5. Untuk kabel dengan diameter 16 mm2 atau lebih harus dilengkap dengan sepatu kabel untuk
terminasinya.
6. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus mempergunakan alat pres
hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri.
7. Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 80 cm minimum, dimana sebelum kabel ditanam
ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan diatasnya diamankan dengan batu tata Cikarang
sebagai pelindungnya. Lebar galian minimum adalah 40 cm atau disesuaikan dengan jumlah kabel.
8. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support, minimum
setiap jarak 50 cm.
9. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel.
10. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih
dalam dan 60 cm dan diberikan pelindung pipa galvanized dengan diameter minimum 2 kali
panampang kabel.
11. Semua kabel yang dipasang diatas langit-langit harus diletakkan pada Cable Ladder.
12. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beron harus dibuatkan sleeve dan pipa
galvanis dengan diameter minimum 2 kali penampang kabel.
13. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak kontak harus didalam kotak terminal yang terbuat
dan bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana
tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm.
14. Setiap pamasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1m disetiap ujungnya.
15. Penyusunan konduit diatas cable leadder harus rapi dan tidak saling menyilang.
16. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak kontak harus didalam kotak penyambungan dan
memakai alat penyambung barupa las-dop merk Legrand atau 3 m dengan memberi isolasi terlebih
dahulu. Warna isolasi harus sama dengan warna kabelnya.
1.4.3. Lampu Penerangan.
1. Pemasangan lampu penerangan harus disesuaikan dengan rencana plafond dan arsitek dan disetujui
oleh Direksi/Pengawas Lapangan.
2. Lampu tidak diperkenankan memberikan beban kepada rangka plafond yang terbuat dari bahan
Kayu .
1.4.4. Kotak Kontak dan Saklar.
1. Kotak kontak dan saklar yang akan dipakai adalah type pemasangan masuk dan dipasang pada
ketinggian 50 cm dari level lantai, untuk kotak kontak biasa 150 cm dari level lantai, dan untuk kotak
kontak AC dipasang dengan ketinggian 275 cm dari lantai.
2. Kotak kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab harus type water dicht (bila ada).
1.4.5. KWH Meter.

43

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

1. Penempatan KWH meter baik dalam panel-panel utama maupun yang terpasang dalam sub-sub
panel harus diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah dilihat/dibaca dengan baik.
2. Koordinasi penempatan KWH meter ditentukan kemudian dilapangan setelah disepakati barsama
Arsitek.
1.4.6. Lampu Penerangan.
1. Pemasangan lampu penerangan disesuaikan dengan rencana plafond Arsitek dan disetujui Pengawas
Lapangan.
2. Lampu tidak diperkenankan memberi beban pada rangka plafond yang terbuat dan bahan Kayu .
3. Tiang lampu penerangan luar dipasang tegak lurus.
4. Lampu penerangan luar dibuat dengan pondasi dan dipasang kotak pengaman (fuse box ) pada
ketinggian maximum 50 cm dari tanah.
1.5. Pengujian.
1.5.1. Umum.
Sebelum semua peralatan utama dan sistem dipasang, harus diadakan pengujian secara
individual. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikatkat
pangujian yang baik dari pabrik yang bersangkutan dan LMK/PLN sarta instansi lain yang
berwenang untuk itu. Setelah paralatan tersebut dipasang, harus diadakan pengujian
secara menyeluruh dari sisbm, untuk menjamin bahwa sistem berfungsi dengan baik.
Semua biaya untuk mendapatkan sertifikat Iulus pengujian dan peralatan untuk pengujian
yang perlu disediakan oleh Kontraktor menjadi tanggung jawab Kontraktor sandiri.
1.5.2. Peralatan dan Bahan.
Peralatan dan bahan Instalasi Listrik yang harus diuji.
1. Panel-panel tegangan rendah.
Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat Iulus pengujian dan pembuat
panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan
bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa
undervoltage, over current, overthennis, short circuit dan lain-lain serta merger antara
fasa, fasa netral, fasa nol.
2. Kabel-kabel tegangan rendah.
Untuk kabel tegangan rendah, sertifikat Iulus pengujian harus dari PLN yang terutama
menjamin bahan isolasi kabel baik serta tidak melanggar ketentuan-ketentuan PLN
tentang isolasi kabel tegangan rendah, pengujian dengan megger tetap harus
dilaksanakan, dengan nilai tahan isolasi minimum 50 mega Ohm. Penyalaan baru
boleh diiaksanakan apabila dinyatakan Iulus oleh Direksi Lapangan yang didasarkan
pada hasil pergukuran (data) langsung dari semua instalasi.
3. Lighting Fixtures.
Setiap lighting fixtures yang menggunakan ballast dan kapasitor harus dilakukan
pengujian atau pengukuran faktor daya (cos phi). Dalam hal ini faktor daya yang
diperbolehkan minimal 0,85.
4. Motor-motor Litrik.
a. Motor-motor listrik yang terpasang, harus dari type yang sesuai dengan pemakaian dan lokasi
dimana motor-motor tersebut dipasang.
b. Pengukuran tahanan isolasi motor-motor listrik harus dilakukan.
c. Pemasangan motor-motor listriik bisa dilaksanakan setelah penunjukkan hasil pengukuran tidak
melanggar ketentuan-ketentuan PUIL 1987.
1.6. Peralatan Maintenance.

44

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Kontraktor diwajibkan menyerahkan peralatan Maintenace (Tools kit) untuk semua system yang
terpasang sesuai dengan produknya masing-masing. Semua peralatan tersebut harus baru dan
asli.
1.7. Produk.
Bahan atau peralatan harus memenuhi spesifikasi.
Kontraktor dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setara dengan yang
dispesifikasikan ke MK. Kontraktor baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis.
Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :
Bahan/Peralatan Merk/Pembuat
1. Terminal Block
2. MCCB, MCB
3. Pembuat Panel
4. Kabel
5. Conduit High Impact
6. Konduit PVC, AW
7. GIP Med. Class
8. Cable Mark
9. Lampu TL & PL :
a. Fluorescent
b. Starter
c. Lamp Holder
d. Ballast low loss
10. Kotak Kontak
11. Kotak Kontak Industry/Isolating Switch
12. Saklar
13. Metal Conduit
14. Cable Leadder/Tray

PEKERJAAN UTILITAS BANGUNAN


Pasal 2
Sistem Penangkal Petir
2.1. Lingkup Pekerjaan.
2.1.1. Umum.
Penangkal petir elektrostatis merupakan penangkal petir modern dengan menggunakan
sistem E.S.E ( Early Streamer Emision ). Sistem E.S.E bekerja secara aktif dengan cara
melepaskan ion dalam jumlah besar ke lapisan udara sebelum terjadi sambaran petir.
Pelepasan ion ke lapisan udara secara otomatis akan membuat sebuah jalan untuk
menuntun petir agar selalu memilih ujung terminal penangkal petir elektrostatis ini dari
pada area sekitarnya. Dengan sistem E.S.E ini akan meningkatkan area perlindungan
yang lebih luas dari pada sistem penangkal petir konvensional. Berikut ini adalah
perbandingan penangkal petir elektrostatis dengan penangkal petir konvensional dan
disetujui Direksi/Pengawas Lapangan.
2.1.2. Uraian Pekerjaan Instalasi Penakal Petir.
Sistem Penangkal Petir yang digunakan yaitu Tongkat Franklin dengan kapasitas radius
150 meter. Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, Kontraktor pekerjaan instalasi
penangkal petir ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan
dalam keadaan baik dan siap dipergunakan.

45

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

Garis besar lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai betikut :


Pengadaan dan Pemasangan :
1. Pengadaan
2. Instalasi kabel konduktor tembaga.
3. Pembumian (grounding).
4. Pemasangan Tongkat Kepala Tembaga.
2.2. Standard/Rujukan.
2.2.1. Undang-Undang No. 12 Tahun 1967
2.2.2. Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP)
2.2.3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999
2.2.4. Permen No. PER. 02/MEN/1989
2.3. Cara Kerja Penangkal Petir jenis Elekctrosatatis
Penangkal petir modern dapat menerima secara struktur besarnya tegangan listrik yang didapat
dari petir dan mengalirkannya ke bumi. Teori diversi sebagai dasar dari prinsip kerja penangkal
petir, menyatakan bahwa kemampuan penangkal petir modern melindungi struktur dikarenakan
kemampuan pembumiannya yang baik. Sehingga sambaran petir yang terjadi dapat dialirkan
dengan aman ke bumi melalui konduktor pembumian. Ujung penangkal petir KURN menggunakan
EGC (Elektro Generating system) mempunyai kemampuan "mengundang" petir yang berada
disekelilingnya. Ini terjadi karena udara disekitar ujung penangkal petir mengalami ionisasi,
sehingga berakibat mempunyai sifat konduktor yang dapat dialiri loncatan listrik. Apabila dilihat
dengan Alat maka akan terlihat garis-garis seperti pelangi.
Sedangkan pangkal ujung bawah penangkal petir idealnya merupakan lapisan yang mempunyai
sifat penghantar listrik. Ini akan membuat daya serap tanah dari ujung penangkal petir akan
tersebar lebih merata. Dalam penghantaran listrik petir, yang harus diperhatikan ialah hambatan
listrik pada konduktor perantara antara ujung atas (air terminal) dan pembumian. Harus dirancang
jalur terpendek dari air terminal menuju pembumian dan setiap belokan harus mempunyai radius
yang cukup besar. Bila hal ini tidak diperhatikan, maka sambaran petir akan mencari penghantar
terpendek menuju pembumian, meskipun tidak melalui jalur penangkal petir (seperti melalui
jaringan kabel rumah atau pipa plumbing). Ini dapat menyebabkan kebakaran dan bencana lain.
Setelah pemasangan penangkal petir, maka harus dianalisa faktor kemampuan tanah untuk
menahan aliran listrik dalam radius tertentu. Pengetesan harus dilakukan untuk menjamin bahwa
semua listrik yang menyambar dapat didistribusikan dengan baik. Ini menyebabkan pemasangan
penangkal petir harus diserahkan kepada ahli pemasang penangkal petir.

Pasal 3
Sistem Pencegah Kebakaran
(Fire Protection)
3.1. Lingkup Pekerjaan.
Persyaratan teknis sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan adalah
setiap ketentuan atau syarat-syarat teknis yang harus dipenuhi dalam rangka mewujudkan kondisi
aman kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungannya, baik yang dilakukan pada tahap
perencanaan, perancangan, pelaksanaan konstruksi dan pemanfaatan bangunan.
3.2. Uraian Pekerjaan Fire Protection Jenis Portable Catridge System
Tabung pemadam yang mudah untuk dibawa dan dapat digunakan/dioprasikan oleh seorangsaja.Ukuaran dari
tabung pemadam api portable unit dihitung mulai dari 1kilogram sampai dengan 9 kilogram.Catatan:Khusus untuk

46

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

tabung pemadam api dengan media (isi) Carbon dioxide dihitung mulai dari ukuran 3 kilogram sampai dengan 6,8
kilogram (standart).
Biasa disebut juga sebagai portable fire extinguisher, adalah alat pemadam yang mudah dibawa/dipindahkan oleh
satu orang (portable) karena ukurannya (dalam pengertian dimensi) tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat.
2.4. Standard/Rujukan.
2.4.1. Permen PU No. 26/PRT/M/2008
2.4.2. NFPA (National Fire Protection Association)
2.5. Cara Kerja Fire Protection Portable Catridge System
Pada silinder system cartridge sebetulnya terdiri dari dua tabung, tabung yang besar yang terlihat sebagai silinder
alat pemadam hanya berfungsi sebagai wadah bagi media pemadam, di dalam tabung ini terdapat satu tabung lagi
yang berukuran kecil sebagai penampung gas pemberi tekanan (biasanya CO2). Tabung ini terdapat di bagian
dalam sebelah atas persis dibawah valve, saat valve ditekan ia akan menekan membran pada tabung CO2
sehingga terjadi lubang, CO2 akan keluar mengisi tabung yang besar dan memberi tekanan yang akan mendorong
media keluar lewat valve.Untuk tabung jenis ini tidak terdapat pressure gauge. Media pemadam yang umum
digunakan untuk jenis ini adalah ABC Dry Chemical powder.
Tabung portable ini dipasang pada daerah-daerah tertentu yang membutuhkan tingkat kondisi kebakaran tinggi dan
mudah dijangkau, seperti ruang pantry, dan area publik yang dianggap perlu.

Pasal 4
Sistem Plumbing dan Sampah dalam Shaft
4.1. Lingkup Pekerjaan.
Bangunan gedung pada umumnya merupakan bangunan yang dipergunakan olehmanusia untuk melakukan
kegiatannya, agar supaya bangunan gedung yang dibangundapat dipakai, dihuni, dan dinikmati oleh
pengguna, perlu dilengkapi dengan prasaranalain, yang disebut prasarana bangunanatauutilitas bangunan.
Utilitas Bangunan merupakan kelengkapan dari suatu bangunan gedung, agarbangunan gedung tersebut dapat
berfungsi secara optimal. Disamping itu penghuninyaakan merasa nyaman, aman, dan sehat.
4.2. Uraian Pekerjaan Plumbing dan Sampah dalam Shaft
4.2.1. Air BersihSistem Sambungan Langsung
a. Pipa distribusi dalam gedung disambung langsung dengan pipa utama Gip , penyediaan air
(PDAM/Sumur Suntik).
b. Sistem tangki atap
Jika system sambungan langsung tidak dapat diterapkan karena terbatasnya tekanan dalam pipa
Gip, Air ditampung lebih dahulu dalam tangki bawah / Ground Resrvoir (dipasang pada lantai
terendah bangunan atau di bawah muka tanah), kemudian dipompakan ke suatu tangki atas yang
biasanya dipasang di atas atap atau di atas lantai tertinggi bangunan. Dari tangki ini didistribusikan
ke seluruh bangunan.
4.2.2. Kotoran Cair
1. Sistem pendistribusian air kotor dari lavatorydari floor drain dialirkan langsung menuju pipa
pembuangan 3, melalui shaft menuju saluran keliling bangunan.
2. Sistem pendistribusian air kotor dari lavatori dari Wastafel dan Urinoir dialirkan langsung menuju pipa
pembuangan 2,5, melalui shaft menuju saluran keliling bangunan.
3. Sistem pendistribusian kotoran padat dari KM/WC dari Closet dialirkan langsung menuju pipa
pembuangan 4, melalui shaft menuju septicktank bangunan.
4.2.3. Kotoran Padat (Tinja)
Pendistribusian kotoran padat dari closet dengan pipa 4, menuju septictank melalui shaft.
4.2.4. Sampah
Penanggulangan sampah pada bangunan kantor sebaiknya dipisahkan antara sampah organik dan an-
organik, yaitu sampah dapur (pantri) dan sampah kertas pada ruang kerja. Dalam hal ini sampah kering

47

Pekerjaan Pembangunan Gedung Sentra Pemuda

yang direkomendasikan akan dibuang melalui shaft sampah, untuk sampah organik hasil buangan dapur
atau pantry akan diberikan perlakuan khusus dikarenakan sampah tersebut akan berbau busuk jika terlalu
lama mengendap.
Sampah organik penangannya yaitu dengan mengumpulkan dengan kantong sampah dan dibuang secara
manual ke tempat sampah terdekat.
Untuk sampah kering penanganannya akan dibuang lelahui shaft sampah kemudian diangkut menuju
tempat sampah.
Shaft sampah akan dilapisi dengan plat baja dengan ketebalan 4 mm, pada keliling ruang shaft, dan setiap
lantainya akan dibuatkan pintu baja.

BAB 5
PENUTUP
5.1. Semua sisa-sisa bahan bangunan dan sampah lainnya serta alat-alat bantu harus dikeluarkan dari lokasi pekerjaan,
segera setelah pekerjaan selesai atas biaya Kontraktor. Untuk itu Kontraktor harus memperhitungkannya dalam
penawaran khusus mengenai mobilisasi/demobilisasi peralatan serta pembersihan seluruh lokasi sebelum dan
setelah pekerjaan selesai.
5.2. Bila terdapat hal-hal yang belum tercakup dalam spesifikasi teknis ini dan memerlukan penyelesaian di lapangan,
maka akan diatur/dibicarakan kemudian dalam rapat-rapat koordinasi lapangan oleh Konsultan Pengawas,
Kontraktor, Konsultan Perencana dan atas persetujuan PemimpinProyek.

Ampana, 26 Juli 2016

Dibuat Oleh Konsultan Perencana :


CV. ERDITA JAYA MANDIRI

HERNAWATI, ST
Direktris

48