Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pemadam kebakaran adalah orang yang bertanggung jawab untuk memadamkan


kebakaran. Biasanya mereka bekerja dalam group/kelompok. Sesuai dengan jenis
pekerjaanya. Pemadam kebakaran mempunyai potensi bahaya yang sangat tinggi. Oleh
karena itu, mereka harus dilengkapi dengan alat pelindung diri yang sesuai dengan potensi
kecelakaan yang ada misalnya, jaket anti api, helm, gloves, dan alat bantu pernafasan
dalam hal ini adalah Self Contain Breathing Apparatus (SCBA).

Pemilihan alat-alat pelindung saluran pernapasan harus didasarkan kepada hasil


evaluasi terhadap bahaya yang berkaitan dengan pengelompokan seperti digambarkan di
atas, oleh karena setiap jenis bahaya akan memerlukan jenis alat pelindung yang berbeda.

SCBA adalah alat bantu pernafasan yang terdiri dari penutup wajah, selang, serta
tabung oksigen. Dalam pemakaianya alat ini sangatlah rumit karena harus dipasang dalam
waktu yang singkat dan pemasanganyapun harus benar-benar kuat(tidak longgar). Selain
untuk proses pemadaman kebakaran, SCBA dapat digunakan pada saat bekerja ditempat
kandungan oksigenya sedikit (Mey,2012).

Sebagai ahli keselamatan dan kesehatan kerja kita harus dapat memasang alat ini
dengan cepat, baik dan benar. Oleh karena itu pada praktikum sistem penanggulangan dan
pecegahan kebakaran dengan judul Breathing Apparatus ini kita dilatih untuk cara
memakai SCBA dengan cepat, baik dan benar.

1.2. Tujuan
Tujuan pada praktikum ini adalah
- Tujuan umum : mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan teori penggunaan
Breathing Apparatus.
- Tujuan khusus : mahasiswa mampu memahami tentang prosedur pemakaian
Breathing Apparatus dan dapat memakai Breating Apparatus.

1.3. Manfaat
- Dapat mengaplikasikan teori penggunaan Breathing Apparatus
- Dapat memahami tentang prosedur pemakaian Breathing Apparatus dan dapat
memakai Breating Apparatus.
BAB II

DASAR TEORI

2.1. Definisi

SCBA adalah alat bantu pernapasan untuk waktu tertentu sesuai dengan jumlah
oksigen yang tersedia pada alat tersebut. SCBA terdiri dari dari Tabung(botol) bertekanan
udara masker dan peralatan-peralatan pembawa. SCBA diisi dengan udara bebas sebagai
alat bantu pernapasan. Peralatan ini biasa digunakan untuk petugas pemadam kebakaran,
pekerja di area berbahaya/beracun seperti : pabrik kimia, lingkungan kerja yang terbatas
(contoh : membersihkan tangki, masuk kedalam terowongan yang kandungan oksigennya
rendah).
Bagian-bagian SCBA

Gambar 2.1 Self Contained Breathing Apparatus


Sumber : Mey,2012
Gambar 2.2 SCBA lengkap dengan bagian-bagiannya
Sumber : Mey,2012

2.2. Jenis SCBA


A. Ada tiga macam SCBA berdasarkan fungsinya,yaitu :
1. SCBA Rescue unit adalah SCBA yang digunakan sebagai alat bantu
pernapasan pada waktu melakukan proses pertolongan/penyelamatan atau
pada saat melakukan pekerjaan dilingkungan yang terkontaminasi gas
berbahaya. Waktu optimal penggunaan SCBA jenis ini selama 30 menit.
2. SCBA work unit adalah jenis SCBA yang digunakan selama sekitar 10 menit,
dan SCBA jenis ini dilengkapi alat penyambung uadara untuk botol-botol
cadangan udara lainnya. Karena adanya penyambungan maka SCBA ini dapat
digunkan lebih dari 30 menit.
3. SCBA Escape Unit adalah SCBA yang digunakan untuk membantu pernapasan
pada waktu meninggalkan lokasi berbahaya menuju lokasi yang aman dengan
waktu penggunaan 10 menit. SCBA ini sering digunakan untuk pertolongan
korban yang telah terpapar bahan berbahaya pada saat evakuasi. SCBA ini
sering disebut SCBA emergency.

B. Sedangkan berdasarkan cara kerjanya, SCBA dibagi menjadi 2 yaitu :


1. Rangkaian terbuka (open circuit)
Rangkaian terbuka adalah aliran pernapasan yang dibuang keluar atau ke
atmosfer.
2. Rangkaian tertutup (closed circuit)
Aliran pernapasan disimpan didalam respirator untuk selanjutnya di tangkap
CO2 dan kemudian direkondisi dengan oksigen segar.

Tabel 2.1 jumlah udara yang dibutuhkan seseorang sesuai aktifitasnya


No Aktifitas Jumlah udara yang
dibutuhkan (liter/menit)
1. Tidur 6 Sumber : Mei,
2. Istirahat 9,3 2012
3. Bekerja ringan 19,7
4. Bekerja sedang 29,2 2.3. Pengisian Ulang SCBA
5. Bekerja berat 40 Penggunaan SCBA
6. Bekerja sangat berat 59,5
harus selalu dalam keadaan
7. Bekerja maksimum 132
terkontrol yaitu pengguna
harus memastikan bahwa kandungan udara dalam SCBA benar-benar cukup ketika
melakukan pekerjaan. Apabila kandungan Udara dalam SCBA telah habis, pengisian dapat
dilakukan dengan pengisian air breathing compressor bertekanan tinggi denga filter-filter
khusu untuk menyaring udara dan mengurangi kandungan air2. Udara yang dihasilkan
kompresor secara berkala harus dilakukan uji kandungan, untuk memastikan kondisi dan
kandungan udara yang dihasilkan. Sama halnya dengan botol SCBA juga harus dilakukan
hidro test untuk memastikan kondisi dan kekuatan botol terhadap tekanan.

Perlu diperhatikan dalam pengisian SCBA akan mengakibatkan botol menjadi panas,
karena perubahan tekanan pada ruang tertutup akan berbanding lurus dengan perubahan
suhu. Untuk itu harus dilakukan peredaman panas dengan cara merendam botol pada saat
pengisian. Hal ini dilakukan sebagai keselamatan kerja dan menupayakan suhu botol dalam
keadaan stabil sehingga setelah pengisian dilakukan botol tetap dalam keadaan dingin.

2.4. Perhitungan Waktu Penggunaan SCBA


Rumus pengunaan waktu SCBA sebagai berikut :

Waktu penggunaan = volume botol (liter) x preasure (bar) / 40 liter/menit

40 liter/menit adalah kebutuhan udara rata-rata seseorang pada saat bekerja berat.

Contoh :

bila diketahui volume botol 9 liter dan tekanan 300 bar, maka = 9 x 300 / 40 = 2700 / 40 =
67,5 menit

waktu penggunaan SCBA secara optimum adalah hasil perhitungan dikurangi 10 menit
sebagai waktu sebelum pemakaian masker dan 10 menit waktu cadangan, sehingga dari
contoh tersebut maka waktu optimumnya adalah 47,5 menit.

2.5. Pengelompokan alat pelindung saluran pernapasan


Alat-alat pelindung saluran pernapasan dapat digambarkan atas dasar kemampuan
dan keterbatasanya dan dibagi dalam 3 kelompok besar:

1. Alat pembersih udara


2. Alat penyalur udara
3. Gabungan antara pembersih udara dan alat-alat penyalur udara

Ad. 1. Alat pembersih udara

Alat pembersih udara membersihkan (memurnikan) udara yang terkontaminasi.


Udara di lingkungan kerja yang dialirkan melewati suatu elemen pembersih udara akan
dapat menghilangkan gas-gas dan uap bahan kimia yang khusus, aerosol (partikel) atau
suatu campuran dari pencemar-pencemar tersebut. Alat jenis ini (alat-alat pembersih udara)
dibatasi cara penggunaanya dilingkungan kerja yang mengandung oksigen (0) cukup untuk
mendukung kehidupan (kandung oksigen > 18%) dan tingkat kadar pencemar di udara
lingkungan tempat kerja dalam batas kadar maksimum alat yang digunakan (respirator).

Umur (masa) penggunaan dari suatu alat pembersih udara dibatasi oleh kadar
pencemar udara, kecepatan pernapasan si pemakai, suhu dan tingkat kelembaban di dalam
lingkungan tempat kerja dan kapasitas membersihkan dari media pembersih udara
(Soeripto,2008).

a. Respirator Pembersih Aerosol (partikel)


Respirator pembersih aerosol (partikel) memberikan perlindungan terhadap
partikel pencemar udara termasuk : debu, serat, kabut dan fume, namun
respirator ini tidak melindungi terhadap gas-gas dan uap bahan kimia ataupun
udara yang kekurangan oksigen (kandungan oksigen < 18%)
Respirator untuk membersihkan aerosol terdiri dari topeng muka dan filter unit
(bagian untuk meletakkan atau menempatkan filter). Filter dapat merupakan
bagian dari respirator yang dapat diganti atau merupakan bagian dari respirator
yang permanen.
Banyak faktor yang harus dipertimbangkan bagi respirator yang digunakan untuk
membersihkan aerosol (partikel) ini ialah : tahanan kepada pernapasan yang
ditimbulkan oleh elemen penyaring, adaptasi dari topeng ialah bagian dari alat
yang menutup wajah yang memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran,
ukuran atau diameter debu yang harus ditangkap oleh filter media. Filter
umumnya terdiri dari sebuah lapik dari serat yang halus dan dalam filter berserat
ini berbagai macam mekanisme penyaringan dapat terjadi pada saat udara diisap
melewati filter.
Mekanisme penyaringan disini termasuk penangkapan partikel pada saat udara
diisap melewati filter, pengendapan partikel dengan kelembapanya disebabkan
oleh tumbukan partikel dengan serat dan penyebaran partikel yang mengikuti
gerakan Brown yang menyebabkan partikel berpindah ke serat. Untuk beberapa
filter daya-tarik elektrostastik juga memainkan peranan penting.
Effisiensi penyaringan tergantung kepada diameter dari serat, jumlah lubang,
sifat dari media filter dan ukuran partikel dari pencemar.
Filter umumnya dibuat dari serat sellulosa, mskipun serat gelas (fiber glass),
serat wol, serat keramik, plastik atau campuran serat-serat tersebut juga dapat
digunakan. Serat ini mungkin dilapisi dengan damar (resin) untuk memberi sifat
elektrostastik.
Tahanan pernapasan yang rendah diperlukan suatu media filter yang relatif lebih
besar dan kehalusan dari filter adalah suatu fungsi dari perembesan debu yang
diperkenankan. Lubang-lubang filter yang banyak dapat memberi tahanan
pernapasan yang rendah dengan luas filter yang kecil, namun tidak dapat
menghentikan (menyaring) debu yang sangat kecil (halus). Apabila filter telah
dibebani debu, maka tahanan pernapasan naik, akibatnya filter harus diganti
dengan yang baru. Untuk udara lingkumgan tempat kerja yang sangat berdebu
interval pergantian harus lebih sering dilakukan. Tahanan pernapasan yang
berlebihan dapat membuat penghirupan napas tenga kerja cenderung menjadi
berat.
Penghembusan terhadap tahan juga melelahkan filter yang dapat diganti kadang-
kadang digunakan karena filter dan bahan kimia dalam cartridge tidak dilakukan
pada saat yang bersamaan.
Struktur respirator pembersih debu dengan filter (filter dalam cartridge). Sebagai
berikut :
Penyarimg (filter)

Katup isap

Masker

Katup penghembusan

Gambar 2.3 Diagram alir proses penyaringan

Sumber : Soeripto,2008.

Pemilihan respirator pembersih aerosol

Dalam memilih respirator pembersih aerosol ini sangat penting untuk pertimbangkan hal-hal
sebagai berikut:

Hal-hal yang harus diperhatikan: Kondisi-kondsi yang diperlukan:

Efisiensi pengumpulan debu Lebih tinggi lebih baik


Tahanan pengisapan dan Lebih rendah lebih baik
penghembusan
Efisiensi kenaikan dari tahanan Lebih ringan lebih baik
pengisapan udara
Berat respirator Lebih ringan lebih baik
Lapangan pandang Lebih luas lebih baik
Kerapatan pelekatan kepada Pelekatan kuat dan tidak bocor
wajah Untuk memulihkan efisiensi
Pemulihan (recovery) dari Pengumpulan debu dengan
perlakuan sederhana
pengeringan
Memiliki umur pemakaian yang
Umur pemakaian lama
Untuk pembersih aerosol yang dapat dibuang ada beberapa hal yang perlu mendapat
perhatian:

1. Gunakan respirator yang telah lulus uji dari lembaga yang berwenang dari
negara yang memproduksi.
2. Jangan menggunakan respirator melebihi batas waktu pemakaian yang telah
ditetapkan dalam lembar pedoman.
3. Tidak dianjurkan menggunakan respirator yang telah dipakai untuk hari
berikutnya, respirator harus dibuang.
4. Pilihlah respirator yang cocok/pas dengan ukuran wajah si pemakai dan
pakaikan respirator.

b. Respirator Pembersih Gas atau Uap Bahan Kimia


Respirator pembersi udara jenis ini melindungi terhadap gas dan uap bahan kimia
pencemar dengan menggunakan bermacam-macam filter bahan kimia untuk
memurnikan udara yang diisap. Perbedaannya dengan filter aerosol adalah dalam
penggunaan cartridge dan canister yang berisi bahan kimia penyerap.
Penyerap berbentuk butiran-butiran, bahan yang berpori yang dapat berinteraksi
dengan molekul gas atau uap pencemar untuk membersihkan udara.
Perbedaanya dengan filter aerosol (pembersih aerosol) yang efektif terhadap
beberapa jenis partikel, cartridge dan canister dirancang untuk melindungi terhadap
pencemar yang khusus seperti uap amoniak dan uap merkuri atau kelompok
kontaminan (pencemar) seperti uap bahan kimia organik.
Karbon aktif yang umum digunakan untuk menyerap atau menghilangkan uap
bahan kimia organik adalah karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat
besar, dipertinggi lagi dengan menggunakan bahan kimia, panas dan uap.
Karbon aktif yang umumnya dipakai adalah dari batok kelapa atau coal. Umumnya
uap bahan kimia organik yang berat molekulnya lebih besar dari 50 atau titik
didihnya lebih besar dari 70C dapat diserap dengan sangat effektif oleh karbon
aktif. Sebaliknya untuk gas dan uap yang akan diserap dengan lemah (pelan), maka
penyerap dapat diisi dengan bahan kimia pereaksi untuk membuat mereka lebih
selektif. Contoh : karbon aktif yang diisi dengan iodine untuk menghilangkan uap
merkuri atau garam-garam nikel klorida untuk menghilangkan gas amonia.

Respirator dengan cartridge berisi bahan kimia (topeng gas dengan cartridge)
Respirator jenis ini terdiri dari topeng setengah muka, biasanya dilengkapi
dengan katup penghembusan dan hubungkan secara langsung kepada satu
atau dua cartridge yang berisi dengan bahan kimia dalam jumlah terbatas.
Respirator ini sangat berguna untuk menghadapi pajanan yang berupa gas-gas
atau uap bahan kimia dengan daya meracun rendah. Bahan kimia yang ada di
dalam cartridge umumnya berbentuk butiran-butiran dan dapat mengekstrak
pencemar dari udara yang melewatinya. Karbon aktif banyak digunakan untuk
menyerap (mengekstrak) gas dan uap bahan kimia organik, kadang-kadang
digabungkan dengan soda kapur untuk menghilangkan gas-gas dan uap asam.
Soda kapur sendiri digunakan untuk gas-gas asam dan kadang-kadang
aluminia aktif, silica gel dan hopcalite juga digunakan. Pencemar diadsorpsi
pada permukaan butiran-butiran atau bereaksi dengan bahan-bahan tersebut.
Cartridge memiliki keterbatasan waktu dalam pemakaian.
Perbedaan jenis-jenis bahan kimia yang tersedia di dalam cartridge untuk
memberi perlindungan terhadap uap bahan kimia organik (dengan kadar
sampai 1.000 ppm), gas-gas asam (sampai 50 ppm), amonia (sampai 700 ppm)
dan uap merkuri. Pada umumnya cartridge untuk bahan kimia tidak akan
digunakan terhadap gas dan uap yang:
Sangat beracun (untuk HCN).
Sangat aktif dengan bahan-bahan kimia (isi) dalam cartridge
(misalnya nitro parafin seperti nitro metana).
Yang tidak dapat dihilangkan oleh bahan kimia yang ada di dalam
cartridge (misalnya karbon monoksida).
Yang mengakibatkan iritasi berat kepada mata (misalnya S0).
Yang tidak dapat dideteksi (dirasakan) dengan membau atau
dirasakan (misalnya bromomethan).
Respirator dengan canister berisi bahan kimia (topeng gas dengan canister)
Respirator dengan canister berisi bahan kimia ini terdiri dari penutup seluruh
muka (topeng muka) yang menutup mata, hidung dan mulut, yang dihubungkan
baik secara langsung ataupun yang dihubungkan melalui pipa lentur dan tidak
kusut kepada suatu canister (kaleng) yang berisi butiran-butiran suatu jenis
bahn kimia penyerap atau jenis-jenis yang diperlukan untuk mengumpulkan
(mengekstrak) pencemar gas-gas atau uap dalam udara yang diisap ke dalam
pernapasan.
Jadi jelas bahwa respirator dengan canister berisi bahan kimia ini mempunyai
fungsi melindungi tenaga kerja dari pencemar bahan kmia yang ada di udara
lingkungan kerja dan oksigen (udara dengan kandungan oksigen < 18%).
Canister yang umumnya tersedia termasuk yang dirancang untuk memberi
perlindungan terhadap uap bahan kimia organik, gas-gas asam, amonia,
karbon dioksida dan juga untuk bermacam-macam (gabungan) pencemar
bahan kimia (baik partikel maupun gas dan uap bahan kimia).
Sesungguhnya antara cartridge dengan canister itu sama dasar perbedaanya
terletak pada volume penyerapan dan bukan pada fungsinya. Canister
mempunyai volume penyerapan yang lebih besar.
Canister ini perlu dipilih secara berhati-hati, disesuaikan dengan
mempertimbangkan kondisi pajanan (kadar dan jenis pencemar yan ada). Perlu
diingat bahwa tidak ada satu bahan kimia yang akan dapat menghilangkan
semua pencemar yang ada diudara lingkungan kerja.
Canister memberi perlindungan yang efektif dan dapat dipercaya untuk
penggunaan secara rutin atau dalam keadaan darurat namun digunakan dalam
keterbatasan yang normal. Respirator dengan canister bahan kimia tidak
memberi perlindungan terhadap udara yang kekurangan oksigen (kandungan
oksigen diudara < 18%) dan kadar pencemar yang 2% lebih dari volume (batas
untuk phosphine kurang dari 0.5% dan untuk amonia lebih dari 3%). Lamanya
perlindungan yang dapat diberikan oleh canister akan tergantung kepada jenis
canister (khususnya adalah ukuranya dan kualitas dari bahan kimia penyerap),
konsentrasi pencemar diudara lingkungan kerja dan aktivitas dari pemakai.
Canister dengan ukuran yang lebih kecil akan memberi waktu perlindungan
yang lebih singkat, sesuai dengan bahan kimia yang terbatas, agar tidak
digunakan diudara lingkungan kerja yang mengandung pencemar yang
kadarnya 0.5% lebih besar dari volume canister yang dirancang. Untuk
pencemar yang khusus (spesifik) akan memberi perlindungan lebih lama
terhadap pencemar tersebut dari pada kepada campuran pencemar dengan
bermacam-macam bentuk fisiko.
Canister dan cartridge harus diganti jika tenaga kerja dapat mencium bau
bahan kimia, dapat merasakan atau mengalami iritasi. Canister dan cartridge
harus tidak digunakan untuk gas-gas dan uap bahan kimia yang memiliki sifat
peringatan yang sangat lemah. Sifat-sifat peringatan yang sangat lemah adalah
bau, rasa atau misalnya pengaruh iritasi yang tidak dapat dirasakan pada kadar
bahan sama dengan NAB nya atau dibawah NAB nya.
Apabila rasa bahan kimia, bau atau iritasi ditemukan, tenaga kerja harus keluar
dari lingkungan tempat kerja ke ruangan atau tempat yang segar (udaranya
yang bersih dari pencemar)
Dan mengganti canister atau cartridge atau respiratiornya.
Sedang untuk filter aerosol atau partikel disatu pihak, menjadi lebih effisien bila
partikel yang ditangkap (dikumpulkan) menutup ruangan antar serat filter
(menutup lubang filter) sehingga udara semakin sulit untuk melewati filter, pada
kondisi seperti ini maka tenaga kerja akan merasakan sulit untuk bernapas
sehingga filter harus diganti. Untuk lingkungan kerja yang sangat berdebu,
penggantian filter harus dilakukan lebih sering.
Konstruksi respirator dengan canister dapat terlihat pada bagian bawah ini:

Respirator gabungan untuk menghilangkan partikel, gas dan uap.


Respirator ini menggunakan filter untuk menghilangkan aerosol (partikel) dan
cartridge atau canister berisi bahan kimia untuk pajanan terhadap beberapa
kontaminan (pencemar) atau lebih dari satu bentuk fisik pencemar (contoh:
kabut dan uap), umumnya filter merupakan suatu bagian yang permanen dari
canister, namun juga dapat menjadi bagian yang permanen ataupun diganti
pada cartridge bahan kimia. Penggantian filter dan bahan kimia dalam cartridge
tidak dilakukan dalam waktu yang sama. Filter yang digunakan bersama-sama
dengan cartridge selalu diletakkan pada bagian depan jalan masuk ke cartridge.
Udara tercemar yang masuk ke dalam cartridge, pertama-tama partikel udara
akan tersaring pada filter, sedang pencemar yang berupa gas-gas dan uap
akan dapat melewati filter dan demikian udara masuk melewati butiran-butiran
bahan kimia penyerap, maka pencemar gas-gas dan uap akan berinteraksi
dengan butiran-butiran bahan kimia penyerap dan pencemar tersebut diserap,
sehingga udara benar-benar bersih dari pencemar.
Konstruksi filter aerosol dan bahan kimia penyerap didalam respirator
gabungan dapat digambarkan sebagai berikut:

c. Respirator penyalur udara


Alat penyalur udara adalah kelompok respirator yang menyediakan udara yang
dapat diisap oleh pemakai, ini tergantung kepada udara diluar gedung. Udara yang
diperlukan untuk bernafas disalurkan atau dialirkan lewat sebuah slang (pipa) yang
dihubungkan kepada suatu sumber udara yang tidak tercemar.
Respirator penyalur udara dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Topeng berpipa saluran udara dengan blower
Topeng berpipa saluran udara tanpa blower
Respirator dengan pipa udara (untuk aliran yang berkelanjutan/kontinu dan jenis
yang diperlukan).
1. Topeng berpipa saluran udara terdiri dari topeng muka yang menutup
seluruh muka dihubungkan dengan seang (pipa) yang lentur dan tidak kusut
slang dihubungkan dengan sumber udara yang murni (tidak tercemar).
Udara dapat dialirkan dengan menggunakan pengisapan paru-paru atau
dialirkan dengan menggunakan aliran bertekanan dari blower yang
dioperasikan dengan tangan ataupun dioperasikan dengan menggunakan
tenaga listrik. Pada jenis ini tidak ada katup balik yang melindungi udara
yang diisap dari slang (pipa) yang umumnya dihubungkan dengan pakaian
atau tali kuda (harness) yang sangat kuat atau sabuk. Topeng berpipa
saluran udara tanpa blower dapat digunakan dengan pipa yang panjangnya
maksimum 15 m, sedang topeng berpipa saluran udara dengan blower
dapat menggunakan pipa yang maksimum panjangnya kira-kira 50-80 m, ini
tergantung dari jenis blower dan katup penyedia (penyalur).
Topeng berpipa saluran udara dapat digunakan oleh orang (tenaga kerja)
yang masuk ke dalam tangki atau lubang (terowongan) yang mungkin
terdapat debu, kabut, uap atau gas yang berbahaya.
2. Respirator ini terdiri dari sebuah topeng menutup seluruh muka atau
menutup separuh muka atau penutup kepala yang dihubungkan dengan
sebuah pipa yang digunakan untuk mengirim udara pernapasan baik dari
suatu kompresor atau udara yang dimampatkan dalam lubang silinder. Jika
udara disalurkan oleh suatu kompresor, alat ini harus dilengkapi dengan alat
pengaman (keselamatan) khusus sesuai yang ditentukan oleh lembaga
yang berwenang (di Amerika oleh OSHA).
Semua kompresor harus dilengkapi dengan alarm sebagai petunjuk kalau
alat telah menjadi panas atau kompresor rusak. Bila kompresor diberi
minyak pelumas, udara harus diambil sampelnya agak sering untuk
mengetahui adanya karbon monoksida (CO) atau alarm untuk CO harus
dipasang atau keduanya digunakan. Suatu katup untuk mengendalikan
aliran atau alat pengatur aliran udara yang menuju kepernapasan tenaga
kerja harus dipasang. Tekanan udara masuk maksimum yang
diperkenankan adalah 125 psi.

d. Respirator gabungan antar alat-alat pembersih udara dan penyalur udara


Respirator jenis ini adalah gabungan dari respirator dengan pipa aliran udara dan
suatu alat pembantu untuk memurnikan (membersihkan) udara sebagai pembantu
yang membersihkan perlindungan apabila penyediaan (penyaluran) udara gagal atau
macet. NIOSH dan MSHA memperbaiki respirator gabungan antara respirator
dengan pipa penyalur udara dan respirator pembersih udara dengan aliran udara
yang dialirkan secara berkelanjutan maupun dengan pengaturan tekanan aliran
udara yang dialirkan. Respirator ini dapat digunkan baik untuk membersihkan udara
maupun untuk menyalurkan udara. Versi yang paling terkenal adalah salah satu
elemen pembersih udara dari jenis filter yang sangat efisien, dan ini disusun menjadi
satu kesatuan secara menyeluruh bersama-sama dengan bahan kimia di dalam
cartridge.

2.6. Hal-hal yang harus diperhatikan berhubungan dengan SCBA

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan yang berhubungan dengan SCBA :
Pastikan SCBA selalu ada dalam kondisi siap digunakan
Pastikan tekanan udara dalam kondisi penuh/sesuai dengan kapasitas
Tempatkan SCBA dalam posisi
Pakailah SCBA dengan benar dan cepat, mengingat fungsi SCBA sebagai
peralatan bantu pernapasan pada kondisi darurat terkena paparan gas
berbahaya.
Lakukan perawatan rutin, jika terdapat kebocoran atau kerusakan segera
laporkan untuk di perbaiki dan pengisian ulang.
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Alat dan Bahan


Adapun peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. Self Contain Breathing Apparatus
2. Stop watch

3.2 Prosedur Praktikum

Mulai

Mengambil peralatan SCBA pada tempatnya

Menggunakan SCBA dengan tangan yang kuat

Menghubungkan saluran penyalur udara

Menghubungkan tali pundak sampai tabung di belakang terlihat menonjol

Menghubungkan ikat pinggang

Mengalungkan face mask

A
A

Memasang Lung Demand dengan face mask

Menbuka cylinder valve dan mengecek tekanan

Membuka LOV

Membuka face mask

Membuka face mask

Menutup LOV dan Cylinder valve

Meletakkan kembali SCBA ke tempat semula

Selesai

Gambar 3.3 Prosedur Kerja Praktikum Self Contain Breathing Apparatus (SCBA)
DAFTAR PUSTAKA

Handoko. Lukman. 2009. Modul Automatic Fire Extinguisher Laboratory

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Surabaya: PPNS.

Mey, R.2012. Modul Self Contained Breathing Apparatus, Politeknik Perkapalan Negeri

Surabaya : PPNS

Soeripto, M. 2008. Higiene Industri.FKUI : Jakarta


LAMPIRAN