Anda di halaman 1dari 4

FUNGSI AIR DALAM SEL

Air merupakan kebutuhan pokok bagi semua tanaman juga merupakan


bahan penyusun utama dari pada protoplasma sel. Di samping itu, air adalah
komponen utama dalam proses fotosintesis, pengangkutan assimilate hasil proses
ini kebagian-bagian tanaman hanya dimungkinkan melalui gerakan air dalam
tanaman. Dengan peranan tersebut di atas, jumlah pemakaian air oleh tanaman
akan berkorelasi posistif dengan produksi biomase tanaman, hanya sebagian kecil
dari air yang diserap akan menguap melalui stomata atau melalui proses
transpirasi (Dwidjoseputro, 1984).

Air dalam tanaman berkisar antara 80-90 persen dari berat kering tanaman.
Persentase ini akan menjadi lebih besar lagi pada bagian-bagian tanaman yang
sedang aktif tumbuh. Penyerapan air (water absorbtion) oleh akar ini sangat
dipengaruhi oleh keadaan lingkungan yaitu air yang tersedia dalam tanah,
temperature tanah, aerasi tanah dan konsentrasi larutan tanah (Harwati, 2007).

Di dalam sel, air terdapat dalam dua bentuk, yaitu: bentuk bebas dan
bentuk terikat. Air dalam bentuk bebas mencakup 95% dari total air di dalam sel.
Umumnya air berperan sebagai pelarut dan sebagai medium dispersi sistem
koloid. Air dalam bentuk terikat mencakup 4-5% dari total air di dalam sel.
Kandungan air pada berbagai jenis sel bervariasi diantara tipe sel yang berbeda.
Kandungan air (persen dari berat basah total) pada hati tikus 672%, otot rangka
tikus 76% , telur bintang laut 77%, E. coli 73%, dan biji jagung 13%, tentu
berbeda beda karena lingkungan dan perannya. Air merupakan medium tempat
berlangsungnya transpor nutrien, reaksi-reaksi enzimatis metabolisme sel dan
transpor energi kimia. Di dalam sel hidup, kebanyakan senyawa biokimia dan
sebagian besar dari reaksi-reaksinya berlangsung dalam lingkungan cair (Mayes et
al., 1988).

Air berperan aktif dalam banyak reaksi biokimia dan merupakan penentu
penting dari sifat-sifat makromolekul seperti protein. Karena struktur Air
mempunyai produk ionisasinya seperti ion O+ dan H maka sangat mempengaruhi
berbagai sifat komponen penting sel seperti enzim, protein, asam nukleat, dan
lipida. Hal yang sering muncul sebagai contoh, aktivitas katalitik enzim sangat
tergantung pada konsentrasi ion H+ dan OH-. Karena itulah , semua aspek dari
struktur dan fungsi sel harus beradaptasi dengan sifat-sifat fisik dan kimia air.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa air merupakan komponen sel yang
dominan dan berfungsi untuk (Lehninger, 1988) :

1) Pelarut berbagai zat organik dan anorganik, misalnya berbagai jenis ion-ion,
glukosa, sukrosa, asam amino, serta berbagai jenis vitamin.

2) Bahan pengsuspensi zat-zat organik dengan molekul besar seperti protein,


lemak, dan pati. Dalam hal tersebut, air merupakan medium dispersi dari sistem
koloid protoplasma.

3) Air merupakan media transpor berbagai zat yang terlarut atau yang tersuspensi
untuk berdifusi atau bergerak dari suatu bagian sel ke bagian sel yang lain.

4) Air merupakan media berbagai proses reaksi-reaksi enzimatis yang berlangsung


di dalam sel.

5) Air digunakan untuk mengabsorbsi panas dan mencegah perubahan temperatur


yang drastis atau mendadak di dalam sel.

6) Air sebagai bahan baku untuk reaksi hidrolisis dan sintesis karbohidat .misal
dalam fotosintesis.

Elemen utama sebuah sel adalah protoplasma. Protoplasma pada semua sel
terdiri atas dua komponen utama, yaitu air dan komponen anorganik / komponen
organik.Dari reaksi reaksi kimia yang terjadi antara senyawa senyawa inilah yang
mengakibatkan adanya gejala gejala kehidupan di protoplasma. Gejala kehidupan
itu misalnya metabolisme , tumbuh , bergerak , berkembang biak , sirkulasi zat
dll. Komponen-komponen anorganik terdiri atas air, garam-garam mineral, gas
oksigen, karbon dioksida, nitrogen, dan ammonia. Komponen organik terutama
terdiri atas karbohidrat, lipida, protein, dan beberapa komponen-komponen
spesifik seperti enzim, vitamin, dan hormone. Pada sel tumbuhan, protoplasma
mengandung sekitar (Robertis, 1975):

* 75-85% air

* 10-20% protein

* 2-3% lipida

* 1% karbohidrat, dan

* 1% zat-zat anorganik lainnya.

Kekurangan air mempengaruhi semua aspek pertumbuhan tanaman, yang


meliputi proses fisiologi, biokimia, anatomi dan morfologi. Pada saat kekurangan
air, sebagian stomata daun menutup sehingga terjadi hambatan masuknya CO2
dan menurunkan aktivitas fotosintesis. Selain menghambat aktivitas fotosintesis,
kekurangan air juga menghambat sintesis protein dan dinding sel (Ai, 2011).
Tanaman yang mengalami kekurangan air secara umum mempunyai ukuran yang
lebih kecil dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh normal (Kurniasari et al.,
2010). Kekurangan air dari tingkat paling ringan sampai paling berat
mempengaruhi prosesproses biokimia yang berlangsung dalam sel. Kekurangan
air mempengaruhi reaksi-reaksi biokimia fotosintesis, sehingga laju fotosintesis
menurun. Kekurangan air menyebabkan penurunan hasil yang sangat signifikan
dan bahkan menjadi penyebab kematian pada tanaman (Ai, 2011).

Kekurangan air mengakibatkan perubahan di tingkat molekuler, seluler,


fisiologi dan morfologi. Perubahan yang terjadi dapat berupa pengurangan volume
sel, penurunan luas daun, penebalan daun, adanya rambut pada daun, perubahan
ekspresi gen, perubahan metabolisme karbon dan nitrogen, perubahan produksi
dan aktivitas enzim dan hormon, peningkatan sensitivitas stomata, penurunan laju
fotosintesis. Kekurangan air yang terus-menerus akan menyebabkan perubahan
tidak dapat balik dan pada akhirnya tanaman akan mati (Ai, 2011).
DAFTAR PUSTAKA

Ai, Nio Song., dan Yunia Banyo. 2011. Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai
Indikator Kekurangan Air pada Tanaman. Jurnal Ilmiah Sains Vol. 11 No.
2
Dwidjoseputro, D. 1984. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Penerbit PT. Gramedia.
Jakarta. Pp. 66-106.
Harwati, Ch Tri. 2007. Pengaruh Kekurangan Air (Water Deficit) Terhadap
Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman Tembakau. Jurnal Inovasi
Pertanian Vol. 6, No. 1
Kurniasari, A. M. Adisyahputra, R. Rosman. 2010. Pengaruh Kekeringan pada
Tanah Bergaram NaCl terhadap Pertumbuhan Tanaman Nilam. Jurusan
Biologi FMIPA UI. Jakarta.
Lehninger, Albert L. 1988. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1 Terjemahan Dr. Ir.
Maggy Thenawijaya. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Mayes PA, Harper HA, Murray RK, Granner DK, Rodwell VW. 1988.
Biochemistry. California: Aplleton and Lange, Nowarlk, Connecticut.
Roberitis, De. 1975. Cell biology 6th edition. London: W.B. Saunders Company.