Anda di halaman 1dari 1

Suatu lumpur memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan

suatu operasi pemboran sehingga perlu diperhatikan sifat-sifat dari lumpur tersebut
seperti densitas, viskositas, gel strength ataupun filtration loss.

Densitas merupakan salah satu sifat lumpur pemboran yang sangat penting sekali, karena
densitas lumpur akan mempengaruhi fungsi lumpur sebagai berikut, yaitu: mengangkat cutting
kepermukaan, menjaga kestabilan lubang bor dengan mengontrol tekanan formasi. Operasi
pemboran akan berjalan seimbang dan lancar apabila tekanan formasi sama atau minimal
mendekati dengan tekanan fluida pemboran. Pengontrolan pada fluida pemboran sangat erat
kaitannya dengan densitas lumpur itu sendiri

Densitas lumpur yang terlalu besar akan menyebabkan lumpur hilang ke formasi (lost
circulation), sedangkan apabila densitas lumpur terlalu kecil akan menyebabkan kick atau
masuknya fluida formasi ke lubang sumur. Maka densitas harus disesuaikan dengan keadaan
formasi yang akan dibor.
Sand content atau kandungan pasir pada lumpur (lumpur yang terkontaminasi setelah
lumpur melewati formasi batuan pasir) juga akan mempengaruhi kinerja dan sifat lumpur, antara
lain ;memperlambat kecepatan bor, merangsang terjadinya jepitan pipa, dan menaikan densitas
lumpur. Jadi kandungan pasir juga harus dikontrol dalam lumpur pemboran .itulah sebabnya
peralatan pembersih (solid control equipment ) seperti shale shaker, desander, desilter, degasser
harus berfungsi maksimal agar program lumpur berhasil . Batas maximum sand content pada
lumpur pemboran adalah 2%.
Lumpur pemboran bisa mengendalikan sifat sifat lumpur salah satu caranya dengan
menambahkan bahan-bahan adiktif, sebagai berikut :

1. Bahan pemberat lumpur, seperti bentonite, calcium carbonate, CMC, garam-garam


terlarut dan pasir.

Sedangkan untuk menurunkan densitasnya biasanya lumpur ditambahkan dengan air