Anda di halaman 1dari 3

Alkalinitas berkaitan dengan kemampuan suatu larutan untuk bereaksi dengan suatu asam.

Dari
analisa alkalinitas kita bisa mengetahui konsentrasi hidroksil, bikarbonat, dan karbonat.
Pengetahuan tentang konsentrasi ion-ion ini diperlukan misalnya untuk mengetahui kelarutan
batu kapur yang masuk kedalam sistem lumpur pada saat bit menembus formasi batuan
limestone.

Alkalinitas tinggi disebabkan oleh adanya bikarbonat dan sisa-sisadari karbonat dan hidroksida
lumpur, akibatnya ada perubahan adanya senyawa garam dan asam lemah. Lumpur terlalu sadah
karena adanya ion Ca2+dan Mg2+ saatmenembus formasi gypsum. Hal ini menyebabkan
terbentuknya kerak pada dinding pipa dan dihilangkan menggunakan mesin pelunak air
komersial. Kandungan klorida terlalu tinggi karena kontaminasi ion kloridadari air formasi
menyebabkan kerusakan pada pipa pemboran. Kandungan ion besi berlebih karena senyawa Fe
dari korosi pipa. Dan lumpur berdasarkan percobaan ini mengandung ion CO3- dan HCO3- (2P
<M).

Sedangkan kandungan ion klor C l diperlukan untuk mengetahui kontaminasi garam yang

masuk ke dalam sistem lumpur saat bit menembus kubah garam ataupun kontaminasi garam
yang berasal dari air formasi.

Manfaat penentuan kandungan ion kalsium untuk mengetahui kemungkinan terjadinya


kontaminasi lumpur oleh gypsum, yang akan merubah sifat-sifat fisik lumpur, seperti besar water
loss dan gel strenghtnya. Manfaat penentuan kandungan ion magnesium untuk menyelidiki
kandungan Mg2+ di dalam lumpur bor (filtrat lumpur) yang akan berguna dalam menentukan
kesadahan total dari lumpur (filtrat lumpur). Manfaat penentuan kandungan ion klorida untuk
mengetahui kontaminasi garam yang masuk ke sistem lumpur pada waktu pemboran menembus
formasi garam ataupun kontaminasi garam yang berasal dari air formasi. PH sebagai salah satu
sifat kimia lumpur pemboran merupakan faktor yang penting di dalam treatment lumpur dalam
suatu operasi pemboran. pH dipakai untuk menentukan tingkat kebasaan dan keasaman dari
lumpur pemboran, derajat pH pada umumnya berkisar antara 8.5 hingga 12. Jadi lumpur yang
digunakan adalah dalam keadaan basa.

Dalam operasi pemboran pengontrolan kualitas lumpur harus selalu dilakukan sehingga
lumpur pemboran tetap berfungsi dengan kondisi yang ada.

Perubahan kandungan ion-ion tertentu dalam lumpur pemboran akan berpengaruh terhadap
sifat-sifat fisik lumpur. Dengan adanya analisa kimia terhadap lumpur bor kita akan mengetahui
pH, alkalinitas, kesadahan total, dan kandungan ion-ion lainnya. Dengan mengetahui alkalinitas
kita akan mengetahui besar konsentrasi hidroksil, bikarbonat, dan karbonat. Pengetahuan tentang
konsentrasi ion-ion diperlukan misalnya untuk mengetahui kelarutan batu kapur yang masuk ke
sistem lumpur pada waktu pemboran menembus formasi limestone.
Reaksi kimia dipengaruhi oleh lingkungannya, yang pada prinsipnya reaksi kimia ini dipengaruhi
oleh karakteristik pH lumpur. Dalam bidang perminyakan analisa kimia lumpur pemboran,
berguna untuk menentukan pH suatu lumpur pemboran, apabila lumpur bersifat asam maka akan
bersifat korosif pada alat pemboran.

Alkalinity is concerned with the ability of a solution to react with an acid. From alkalinity
analysis we can know the concentration of hydroxyl, bicarbonate, and carbonate. Knowledge of
the concentrations of these ions is necessary, for example, to find out the limestone solubility that
enters the sludge system as it penetrates limestone rock formations.

High alkalinity is caused by the presence of bicarbonate and residual carbonates and sludge
hydroxides, consequently there is a change in the presence of salts and weak acids. Mud is too
crowded because of the Ca2 + and Mg2 + ions as it penetrates the gypsum formation. This
results in the formation of the crust on the pipe wall and is removed using a commercial water
softening machine. The chloride content is too high because contamination of chlorididine ion
water formation causes damage to the drilling pipe. The content of iron ions is excessive due to
Fe compounds from pipe corrosion. And the mud based on this experiment contains CO3- and
HCO3- ions (2P <M).

While the content of chlorine ions is needed to determine the contamination of saline into the
mud system when the bit to penetrate the salt dome or salt contamination from the formation
water.

The benefits of determining calcium ion content to determine the possibility of mud
contamination by gypsum, which will change the physical properties of the mud, such as large
water loss and gel strenghtnya. The benefit of determining the content of magnesium ions to
investigate Mg2 + content in the drill mud (filtrate mud) will be useful in determining the total
hardness of the mud (filtrate mud). The benefits of determining the chloride ion content to
determine salt contamination entering the sludge system at the time of drilling through salt
formation or salt contamination derived from water formation. PH as one of the chemical
properties of drilling mud is an important factor in the treatment of sludge in a drilling operation.
The pH is used to determine the level of alkalinity and acidity of the drilling mud, the degree of
pH generally ranging from 8.5 to 12. So the mud used is in alkaline state.

In drilling operations the mud quality control should always be done so that the drilling mud
works with the existing conditions.
Changes in the content of certain ions in the drilling mud will affect the physical properties of the
mud. Given the chemical analysis of the drill mud we will know the pH, the alkalinity, the total
hardness, and the content of the other ions. By knowing the alkalinity we will know the large
concentrations of hydroxyl, bicarbonate, and carbonate. Knowledge of the concentration of ions
is necessary for example to know the solubility of limestone entering the sludge system at the
time of drilling through the limestone formation.

Chemical reactions are influenced by their environment, which in principle is influenced by the
characteristics of pH sludge. In the field of petroleum chemical analysis of drilling mud, it is
useful to determine the pH of a drilling mud, if the sludge is acidic it will be corrosive to the
drilling tool.