Anda di halaman 1dari 43

Katalog : 1101002.

3573

Kota Malang

id
.
go
s.
bp
a.
ot
gk
an
al
m
://
tp
ht

BADAN PUSAT STATISTIK


KOTA MALANG
ht
tp
://
m
al
an
gk
ot
a.
bp
s.
go
. id
STATISTIK DAERAH

KOTA MALANG
2016
Nomor Publikasi : 35730.1607
Katalog BPS : 1101002.3573
Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm

id
Jumlah halaman : iv + 43 halaman

.
go
s.
bp
Naskah:
a.
ot

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik


gk
an
al

Diterbitkan oleh:
m
://

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang


tp
ht

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya


DAFTAR ISI
1 Geogrs dan Iklim 1
11 Industri .. 18
2 Pemerintah 2
3 Penduduk ..... 5 12 Hotel dan Pariwisata . 19
4 Ketenagakerjaan .. 7 13 Transportasi dan Komunikasi 20

id
5 Pendidikan 9 14 Perbankan dan Investasi ...

o.
21
6 Kesehatan ....

.g
11 15 Harga-Harga . 22
7 Perumahan dan Ling- ps
16 Pengeluaran Penduduk .
12 21
.b
kungan .
a

17 Perdagangan . 22
ot

8 Pembangunan Manusia 14
18 Pendapatan Regional ..
gk

9 Pertanian 16 23
an

10 Pertambangan . 19 Perbandingan Regional ... 24


17
al

Lampiran Tabel 27
m
://
tp
ht
Publikasi Sta s k Daerah Kota Malang 2016 diterbitkan oleh
Badan Pusat Sta s k Kota Malang berisi berbagai data dan in-
formasi terpilih seputar Kota Malang yang dianalisis secara se-
derhana untuk membantu pengguna data memahami perkem-
bangan pembangunan serta potensi yang ada di Kota Malang.
Publikasi Sta s k Daerah Kota Malang 2016 diterbitkan untuk
melengkapi publikasi-publikasi sta s c yang sudah terbit secara
ru n se ap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi yang
sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis.
Materi yang disajikan dalam Sta s k Daerah Kota Malang

id
2016 memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait

o.
dengan pembangunan diberbagai sektor di Kota Malang dan

.g
diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam
ps
perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan.
.b
Kri k dan saran konstruk f berbagai pihak kami harapkan
a
ot

untuk penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga pub-


likasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data sta s k,
gk

baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akade-


an

misi maupun masyarakat luas.


al
m

Kepala
://
tp

Badan Pusat Sta s k Kota Malang


ht

Drs. MOHAMMAD SARJAN


1
GEOGRAFI DAN IKLIM
KONDISI GEOGRAFI DAN IKLIM
MENJADIKAN KOTA MALANG SEBAGAI KOTA WISATA
Kota Malang berada pada ketinggian 440-667 meter di atas permukaan laut dengan rata
-rata suhu udara 22o - 24o C, udara yang sejuk menjadikan Kota malang merupakan
salah satu kota tujuan wisata

ota Malang merupakan salah satu kota


tujuan wisata di Jawa Timur. Faktor
pendukungnya antara lain potensi alam dan iklim.
Kota Malang secara geografis berada pada
posisi 112.060 - 112.070 Bujur Timur, 7.060 - 8.020
Lintang Selatan.
Posisi Kota Malang berada di tengah-tengah
wilayah Kabupaten Malang, karena batas wilayah

id
Utara, Timur, Selatan dan Barat merupakan

o.
wilayah Kabupaten Malang.

.g
Luas Wilayah Kota Malang sebesar 110.06
2
km yang terbagi dalam lima kecamatan yaitu ps
.b
Luas Wilayah Kota Malang
Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Sukun,
a

Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing dan


ot

Kecamatan Lowokwaru. Kecamatan terluas


gk

berada di Kecamatan Kedungkandang (39.89


an

km2 ). Sedangkan yang terkecil berada di


al

2
Kecamatan Klojen (8.83km ).
m

Kota Malang berada pada ketinggian 440 -


://

667 meter di atas permukaan laut. Suhu udara


tp

berkisar 19oC - 30oC dengan kelembaban 65 -


ht

91%. Kecepatan angin mencapai 30 Km/jam


dengan arah angin dari Tenggara. Jumlah Curah Jumlah Curah Hujan (mm) per Bulan

Hujan yang terjadi selama tahun 2015 sebesar


1.969 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan
Desember mencapai 533 mm, sedangkan pada
bulan Maret curah hujan juga relatif tinggi
mencapai 496 mm.

Pada tahun 2015 terdapat 4 bulan yang tidak


mengalami hujan yaitu pada bulan Juli,
Agustus, September dan Oktober
2
PEMERINTAHAN
TAHUN 2014 KOTA MALANG MELAKSANAKAN PILKADA YANG
PERTAMA

Dari hasil Pemilu Legislatif kursi terbanyak diraih oleh PDI Perjuangan sebanyak 11 kursi
dari 45 kursi yang tersedia, sedangkan hasil pilkkda terpilih H. Moch Anton sebagai wali-
kota periode 2014 - 2019

HASIL PEROLEHAN PEMILU LEGISLATIF 2014 ota Malang dipimpin oleh seorang
KOTA MALANG walikota yang dipilih secara langsung
PEROLEHAN PEROLEHAN oleh penduduk yang sudah mempunyai hak
PARTAI
SUARA KURSI
pilih melalui pilihan walikota. Tahun 2014
NASDEM 16.205 1 telah terpilih Bapak Mohamad Anton sebagai
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 50.901 6 Walikota Malang untuk periode

id
26.082 3
kepemimpinan tahun 2014 - 2019.

o.
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

.g
PDI PERJUANGAN 92.217 11 Dalam menjalankan kepemimpinan
PARTAI GOLONGAN KARYA 40.464 5
ps
sebagai eksekutif, Walikota bekerja sesuai
dengan amanat masyarakat yang terwakili
.b
PARTAI GERINDA 39.785 4
33.836 5 dalam Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
a

PARTAI DEMOKRAT
ot

PARTAI AMANAT NASIONAL 27.162 4 Daerah (DPRD) yang terpilih pada saat
gk

PARTAI PERSATUAN PEM-


Pemilu Legislatif tahun 2014. Dari Hasil
BANGUNAN
23.273 3
Pemilu Legislatif anggota DPRD Kota
an

PARTAI HATI NURANI RAKYAT 28.007 3 Malang terwakili dari Partai PDI Perjuangan
al

mendapatkan 11 kursi, Partai Golkar


m

PARTAI BULAN BINTANG 6.652 0


mendapatkan 5 kursi, Partai Demokrat
://

PARTAI KEADILAN DAN PER-


3.345 0 mendapatkan5 kursi, Partai Kebangkitan
tp

SATUAN INDONESIA

Bangsa mendapatkan 6 kursi, Partai


ht

Jumlah 387.929 45
Keadilan Sosial mendapatkan 3 kursi, Partai
Gambar 2.1.
Amanat Nasional mendapatkan 4, Partai
Keterwakilan Gender pada Kursi Anggota Dewan
Perwakilan Daerah Kota Malang Periode 2009-2014 Gerindra 4, Partai Persatuan Pembangunan
dan Partai Hanura mendapatkan 3 kursi dan
Partai Nasdem mendapatkan 1 kursi.

Dari seluruh kursi yang tersedia 37 kursi


diisi oleh wakil rakyat dari kaum laki-laki dan
8 kursi diwakili oleh kaum perempuan.
Secara gender keanggotaan dewan sudah
mulai mempertimbangkan adanya wakli
rakyat dari kaum perempuan.
2
PEMERINTAHAN
DARI 9.657 PNS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MALANG 8.43%
ADALAH GOLONGAN I DAN 4,71% PENDIDIKAN TERAKHIR SD

Tahun 2015 jumlah PNS dilingkungan Pemerintah Kota Malang berkuran 100 pegawai
dibanding tahun 2014, belum adanya penerimaan pegawai baru sebagai pengganti
utamanya yang pensiun menjadi penyebabbnya

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Dalam menyelenggarakan pemerintahan,


Pemerintah Kota Malang Tahun 2013-2015
aparatur pemerintah sebagai abdi Negara dan
Tingkat 2013 2014 2015
abdi masyarakat mempunyai peran yang penting
IV/d 1 1 1 menyelenggarakan berbagai tugas baik itu tugas-
IV/c 25 42 41 tugas umum pemerintahan, tugas pembangunan
IV/b 391 535 549 maupun dalam tugas dalam pelayanan
IV/a 2.563 2.227 2.171
masyarakat (publik).

id
III/d 824 813 809

o.
III/c 852 871 873
Gambaran jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS)

.g
III/b 862 924 950 yang berada di Pemerintah Kota tahun 2015
III/a 884 1.212 1.201 ps
sebanyak 9.657 PNS. Jumlah PNS di Tahun 2015
.b
II/d 204 304 301 berkurang dibanding Tahun 2014. Pengurangan
a

II/c 565 865 818 pegawai terbanyak di golongan II utamanya di hol


ot

II/b 961 634 623 IId, selain itu di golongan IV juga relative banyak
gk

II/a 388 508 505 mengalami pengurangan pegawai, utamanya di


an

I/d 411 235 230 golongan IV a.


I/c 70 253 259
al

I/b 482 310 303


m

I/a 52 23 23
://

Jumlah 9.535 9.757 9.657


tp

Dengan kebijakan pemerintah untuk Zero


Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang
ht

Growth untuk ASN, jumalh ASN di Pemerintah


Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kota Malang tahun 2015 mengalami pengu-
dan Jenis Kelamin 2015
rangan sebanyak 1 persen.

Jika dilihat dari jenjang pendidikan, PNS yang


berada di Pemerintah Kota Malang terbanyak
jenjang pendidikan terakhirnya adalah Sarjana
(S1) yaitu sebanyak 59,80 persen. Sedangkan
masih ada yang pendidikan terakhirnya SD yaitu
sebanyak 4,71 persen.
2
PEMERINTAHAN
REALISASI PENGGUNAAN ANGGARAN OLEH PEMERINTAH KOTA
MALANG SEBESAR 98,57 PERSEN DARI PENDAPATAN

Penerimaan keuangan daerah berasal dari dana perimbangan dari Pemerintah Pusat
Daerah. Belanja terbesar digunakan untuk belanja pegawai yaitu mencapai 51,63 persen

Guna menyelenggarakan berbagai kegiatan


Realisasi Penerimaan Keuangan Daerah Kota
Malang Tahun 2013-2015 (Jutaan Rupiah) Pemerintah Kota Malang menyediakan
Anggaran yang tercantum dalam Realisasi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD). Realisasi penggunaan anggaran oleh
Pemerintah Kota Malang sebesar 98.57 persen
dari pendapatan. Jumlah realisasi Anggaran

id
yang digunakan pemerintah Kota Malang

o.
Tahun 2015 mencapai Rp. 1.803,420 Milyar

.g
dari realisasi pendapatan pemerintah Kota

ps
Malang tahun 2015 sebesar 1.829,072 Milyar.
.b
Kontribusi terbesar penerimaan keuangan
a

daerah berasal dari dana perimbangan dari


ot

Pemerintah Pusat Daerah. Dana tersebut yang


gk

terdiri dari bagi hasil pajak, bagi hasil bukan


an

pajak (sumber daya alam), dana alokasi umum


Persentase Realisasi Belanja Keuangan Daerah
al

Kota Malang Tahun 2013-2015 (DAU) dan dana alokasi khusus. Tahun 2015
m

mencapai Rp. 926 Milyar. Dana perimbangan


://

tahun 2015 lebih rendah dibandingkan tahun


tp

2014. Pengurangan berasal dari dana Bagi


ht

Hasil Pajak dan Dana Alokasi Khusus. Dana


Bagi hasil pajak turun sekitar 50 persen
sedangkan Dana Aloksi Khusus turun sebesar
35 persen.

Anggaran belanja pemerintah Kota Malang


tahun 2015 meningkat 26 persen dibandingkan
tahun 2014. Belanja terbesar digunakan untuk
belanja pegawai yaitu mencapai 51.63 persen.
Sedangkan 25.86 persen digunakan untuk
belanja barang dan jasa dan 18.72 persen
digunakan untuk belanja modal.
3
PENDUDUK
JUMLAH PENDUDUK KOTA MALANG 2015 HASIL PENGHITUNGAN
PROYEKSI PENDUDUK MENCAPAI 851.298 JIWA

Rasio jenis kelamin penduduk Kota Malang dibawah 100 yaitu sebesar 97,25 persen
artinya jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit dibandingkan penduduk perempuan

ahun 2010 adalah tahun di- Piramida Penduduk Kota Malang Hasil
Proyeksi Sensus Penduduk 2010,
aksanakanya Sensus Penduduk di se- 2015
luruh wilayah Indonesia. Laju pertumbuhan
penduduk tahun 2010 sebesar 0,80 persen.
Berdasarkan laju pertumbuhan tersebut
jumlah penduduk Kota Malang Tahun 2015

id
diproyeksikan sebanyak 851.298 jiwa.

o.
Dari struktur penduduk Kota Malang per-

.g
bandingan antara penduduk laki-laki dengan
perempuan sebesar 97,25%, artinya dari 97-
ps
.b
98 penduduk laki-laki dari 100 penduduk per-
a
ot

empuan. Struktur penduduk Kota Malang jika


gk

dilihat dari bentuk piramida penduduk maka


penduduk Kota Malang dikategorikan se-
an

bagai penduduk intermediate (umur median


al

sebesar 29,03, umur tersebut masuk ke-


m

lompok 20-29 tahun yang dikategorikan se-


://

Karakteristik Penduduk Kota Malang, 2015


bagai penduduk intermediate). Sedangkan
tp

dilihat dari struktur berdasarkan piramida


ht

Kelompok Persen-
penduduk, maka penduduk Kota Malang di Umur
Laki2 Perempuan Jumlah
tase
golongkan sebagai penduduk Tua ( persen-
0-14 94.267 90.254 184,521 21,68
tase jumlah penduduk kelompok umur 15-64
15-64 304.974 313.509 618,483 72,65
tahun sebesar 72,65% lebih besar dari 60%
65+ 20.472 27.822 8,294 5,67
maka masuk kelompok penduduk tua). Jika
Jumlah 419.713 431.585 851,298 100,00
struktur umur dikaitkan dengan kemampuan
Rasio Jenis Kelamin 97,25
penduduk berproduksi secara ekonomi maka
Depedency Ratio 37,64
37-38 penduduk usia produktif akan me-
Umur Median 29,03
nangung 100 penduduk usia muda dan usia
Penghitungan Umur Median
lanjut. Hal ini ditunjukkan dari besaran angka
ketergantungan penduduk Kota Malang
sebesar 37,64%.
3
PENDUDUK
KEPADATAN PENDUDUK KOTA MALANG SEBESAR 7.735 jiwa/Km2

Wilayah terpadat berada di Kecamatan Klojen yaitu mencapai 11.792 jiwa/Km2 . Upaya
menekan jumlah penduduk dengan program Keluarga Berencana, tercacat 77% pasan-
gan usia subur (PUS) sebagai peserta KB aktif.

Peta Kepadatan Penduduk Kota


Malang Tahun 2010 Sedangkan penyebaran kepadatan
penduduk di Kecamatan dapat dilhat pada
Gambar peta kepadatan penduduk Kota
Malang. Kepadatan penduduk paling besar
berada di Wilayah Kecamatan Klojen
2
(11.792 jiwa/Km ). Sedangkan yang
terendah berada di Wilayah Kecamatan

id
Kedungkandang (4.665 jiwa/Km2 ).

o.
.g
Jumlah Peserta KB Aktif dan PUS, 2015
*** ps
.b
Uraian Jumlah Tahukah anda kepadatan penduduk Ko-
a
ot

ta Malang Tahun 2014 sebesar 7.686 jiwa/


1. Peserta KB Aktif 99.021
Km2 ,wialayah terpadat berada di Kecamatan
gk

2. PUS 128.477 Klojen dengan kepadatan penduduk sebesar


an

3. % Terhadap PUS 77
11.815 jiwa/Km2.
al

Jika dilihat dari piramida penduduk Kota


m

Sumber: BKBPM Kota Malang


Malang Nampak dasar piramida relatif lebih
://
tp

pendek dibandingkan dengan bagian tengah


Jumlah Peserta KB Aktif Dirinci Menurut
piramida, keadaan ini menggambarkan bah-
ht

Alat Kontrasepsi Yang Digunakan, 2015


wa tingkat kelahiran relatif menurun. Kondisi
Jenis Alat Kontrasepsi Jumlah
diatas tidak lepas dari upaya Pemerintah
1. Spiral 23.686 dalam menekan angka kelahiran. Salah
upaya tersebut antara lain dengan program
2. MOP 264
Keluarga Berencana (KB), yaitu program
3. MOW 9.610 penggunaan alat kontrasepsi kepada
Pasangan Usia Subur (PUS). Dari hasil
4. Susuk 4.545
pencatatan administrasi Badan Keluarga
5. Suntik 43.104
Berencana & Pemberdayaan Masyarakat
6. Pil 13.473 (BKBPM) Kota Malang jumlah peserta KB
7. Kondom 4.339 aktif sebanyak 99.021 PUS dari 128.477
PUS. Sedangkan Alat kontrasepsi terbanyak
Sumber: BKBPM Kota Malang
menggunakan Suntik (43.104 peserta).
KETENAGAKERJAAN
JUMLAH PENDUDUK YANG TERMASUK ANGKATAN KERJA TAHUN
2015 SEBESAR 406.935

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota malang tahun 2015 sebesar 60,56 persen
4
eberapa indikator yang bisa digunakan
untuk memantau perkembangan
Jumlah Angkatan Kerja Kota Malang,
kondisi ketenagakerjaan di Kota Malang
2013-2015
adalah Angkatan Kerja Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK), Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT),dan penduduk
yang bekerja menurut lapangan pekerjaan.
Secara konseptual penduduk yang

id
dikelompokkan sebagai Penduduk Usia Kerja

o.
(PUK) adalah penduduk berusia 15 tahun ke

.g
atas. Penduduk ini dapat dikelompokkan ke
dalam 2 golongan, yaitu mereka yang ps
.b
termasuk dalam Angkatan Kerja (AK) dan
a

mereka yang Bukan Angkatan Kerja (BAK). Sumber: Keadaan Angkatan Kerja di Jawa Timur, 2015
ot

Angkatan Kerja didefinisikan sebagai


gk

penduduk berumur 15 tahun ke atas yang


an

kegiatan utamanya selama seminggu sebelum


al

pencacahan sedang dan sementara tidak Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja


(TPAK) Kota Malang, 2013-2015
m

bekerja serta mereka yang tidak mempunyai


://

pekerjaan (menganggur). Dari hasil pendataan


tp

Survei Angkatan Kerja Nasional Nasional


ht

(SAKERNAS) jumlah Angkatan Kerja


Penduduk Kota Malang Tahun 2015 sebanyak
406.935 jiwa.

Tingkat Partisipasi angkatan Kerja (TPAK)


merupakan perbandingan antara jumlah
penduduk angkatan kerja dengan jumlah
penduduk berusia 15 tahun ke atas (Penduduk
Usia Kerja). Tingkat Partisipai Angkatan Kerja Sumber: Keadaan Angkatan Kerja di Jawa Timur 2015

(TPAK) di Kota Malang Tahun 2014 sebesar


60,56, artinya ada sekitar 60-61 penduduk
yang merupakan kategori angkatan kerja dari
100 penduduk yang berusia 15 tahun ke atas.
4
KETENAGAKERJAAN
34 PERSEN PENDUDUK BEKERJA DI LAPANGAN USAHA PERDAGANGAN
BESAR, ECERAN, RUMAH MAKAN DAN HOTEL

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang Tahun 2015 mencapai 7,28 per-
sen, meningkat disbanding tahun 2014 (7,22 persen)

Berdasarkan hasil pendataan SAKERNAS


Persentase Penduduk Usia 15 Tahun 2015 penduduk yang bekerja di Kota Malang
Ke Atas Yang Bekerja Berdasarkan
Lapangan Usaha, 2015 persentase paling banyak terserap pada
lapangan usaha Perdagangan 34 persen
dari total penduduk yang bekerja. Lapangan
Usaha yang cukup besar menyerap tenaga

id
kerja adalah lapangan usaha Jasa Ke-

o.
masyarakatan, Sosial dan Perorangan,

.g
lapangan usaha ini mampu menyerap 30 per-

ps
sen penduduk yang bekerja.
.b
Salah satu indiktor yang cukup penting
a

dalam masalah ketenagakerjaan adalah


ot

tingkat pengangguran. Tingkat pengangguran


gk

Sumber: Keadaan Angkatan Kerja di Jawa Timur 2015 secara konseptual didefinisikan sebagai
an

perbandingan antara penduduk usia kerja


al

yang menganggur dengan total penduduk


m

usia kerja yang termasuk kedalam angkatan


://

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kerja. Sedangkan menganggur didefinisikan


tp

Penduduk Kota Malang, 2013-2015


penduduk usia kerja yang tidak mempunyai
ht

pekerjaan, sedang mencari pekerjaan,


sedang mempersiapkan usaha atau tidak
mencari pekerjaan karena merasa tidak
mungkin mendapatkan pekerjaan tapi mau
bekerja jika ada peluang atau tidak mencari
pekerjaan/tidak mempersiapkan usaha
karena sudah diterima bekerja tetapi belum
mulai bekerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)


penduduk usia kerja di Kota Malang tahun
Sumber: Keadaan Angkatan Kerja di Jawa Timur 2015 2015 sebesar 7,28%. Tingkat penganguuran
di Tahun 2015 mengalami kenaikan 0.06 poin
dibandingkan pada Tahun 2014.
5
PENDIDIKAN
DENGAN SARANA PENDIDIKAN YANG LENGKAP MENEMPATKAN
KOTA MALANG SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN

Tingkat partisipasi sekolah Kota Malang untuk usia 7-12 tahun mencapai 100 persen.
Usia 13-15 tahun mencapai 98,95 persen

arana pendidikan yang ada di Kota Jumlah Sekolah Berdasarkan Jenjang


Pendidikan, 2013-2015
Malang untuk jenjang Sekolah Dasar
(SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahun Jenjang Pendidikan 2013 2014 2015
2015/2016 sebanyak 323 lembaga. Untuk
1. SD/MI 318 321 323
jenjang Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP)
2. SLTP/MTs 123 125 131
dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) jumlah
lembaga yang pada Tahun 2015/2016 3. SLTA/MA 59 62 62

id
sebanyak 131 lembaga. Pada jenjang 4. SMK 51 53 55

o.
pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Sumber: Dinas Pendidikan Kota Malang

.g
(SLTA) dan Madrasah Aliyah (MA) Tahun
2015/2016 sebanyak 62 lembaga dan jenjang
ps Jumlah Murid SD/MI , 2013-2015
.b
pendidikan SMK sebanyak 53 lembaga.
a
ot

Jumlah murid SD tahun ajaran 2015/2016


gk

yang terdaftar sebanyak 87.422 murid 4.932


guru. Perbandingan jumlah murid terhadap
an

jumlah sekolah untuk jenjang SD sebesar 270


al

artinya rata-rata 1 sekolah menampung 270


m

murid, sedangkan perbandingan jumlah murid


://

terhadap jumlah guru sebesar 17,73 artinya


tp

1 orang guru menangani 17 sampai 18 murid.


ht

Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 7


Jumlah Murid SLTP/MTs, 2013-2015
-12 tahun mencapai 100 persen. APS adalah
perbandingan antara jumlah penduduk usia
sekolah tertentu yang sedang sekolah
dengan seluruh penduduk menurut kelompok
usia yang sama dalam persen.

Pada jenjang SLTP jumlah murid tahun


ajaran 2015/2016 yang terdaftar 42.962 murid
dan 3.243 guru. Perbandingan jumlah murid
terhadap jumlah sekolah sebesar 327,
sedangkan perbandingkan jumlah murid
terhadap guru sebesar 5,08. Adapun Angka
5
PENDIDIKAN
JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SEMAKIN DIMINATI
Dari 51.594 murid di jenjang pendidikan menengah ke atas 29.984 memilih untuk mengi-
kuti pendidikan di jenjang sekolah menengah kejuruan, atau hamper 58 persen.

Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 13-15


Jumlah Murid SMA/MA dan SMK,
2013-2015 sebesar 98,95 persen

Pada jenjang SMA dari 62 lembaga


jumlah murid yang terdaftar sebanyak 21.610
dengan jumlah guru sebanyak 2.042 guru.

id
Perbandingan jumlah murid terhadap sekolah

o.
sebesr 348, sedangkan terhadap guru

.g
sebesar 10,58.
ps
Pada jenjang SMK jumlah lembaga yang
.b
ada sebanyak 54 dengan jumlah murid
a
ot

sebanyak 29.984 murid dengan jumlah guru


2.384. Perbandingan antara murid dengan
gk

jumlah sekolah sebesar 555 sedangkan


an

***Tahukah Anda
dengan guru sebesar 12,59. Angka
al

Angka Par sipasi Sekolah usia 7-12 Partisipasi Sekolah (APS) pada usia 16-18
m

mencapai 100% tahun 78,93%


://
tp

Salah satu indiktor kualitas sumber daya


manusia dibidang pendidikan adalah tingkat
ht

Angka Melek Huruf (AMH) Penduduk kemampuan masyarakat untuk dapat


Kota Malang, 2012-2014
membaca dan menulis atau angka melek
huruf.
Jenis
2012 2013 2014
Kelamin
Angka melek huruf (AMH) penduduk Kota
Laki-laki 99,46 97,94 96,11 malang tahun 2014 sebesar 97,45%.
Perempuan 97,59 97,51 97,25 Kemampuan baca tulis penduduk Kota
Malang tahun 2014 tidak lebih baik
Laki2+
98,50 97,72 97,45
Perempuan dibandingkan pada tahun 2013 (97,72%).
Kemampuan baca tulis laki-laki cenderung
Sumber: SUSENAS 2012-2014
lebih besar dibandingkan perempuan. Tahun
2013 AMH untuk laki-laki sebesar 96,11%,
sedangkan perempuan sebesar 97,25%.
KESEHATAN
SARANA KESEHATAN YANG BERADA DI KOTA MALANG SUDAH
MEMADAI, TERDAPAT 11 RUMAH SAKIT UMUM
Tingkat pemanfaatan tempat tidur rawat inap (BOR) mencapi 51,4 persen dengan rata-
rata rata lama rawat inap selama 4,64 hari
6
arana kesehatan yang berada di Kota
Malang cukup lengkap, dimana terdapat 11 Jumlah Sarana Kesehatan di Kota Malang,
Rumah Sakit Umum. Jumlah tempat tidur yang 2015
tersedia di Rumah Sakit yang berada di Kota
Sarana Kesehatan Jumlah
Malang sebanyak 2.468 tempat tidur. Rata-rata
pemanfaat tempat tidur (BOR) mencapai 51,4 1. Rumah Sakit Umum 11
persen, yang artinya 51 - 52 tempat tidur dari 100 2. Rumah Sakit Khusus 13
tempat tidur di rumah sakit dimanfaatka oleh 3. Puskesmas Rawat Inap 5

id
penduduk Kota Malang. Sedangkan rata-rata hari 4. Puskesmas Non Rawat 10

o.
Inap
perawatan 4,64 persen, artinya Artinya dari 100

.g
4. Puskesmas Keliling 15
orang pasien yang dirawat di Kota Malang, mere-
ka mendapatkan perawatan rata-rata 4-5 hari. ps5. Puskesmas Pembantu 33
.b
6. Puskesmas Pembantu 4
Sedangkan tenaga kesehatan yang berada di Gadar
a
ot

Kota Malang antara lain tenaga medis sebanyak 7. Rumah Bersalin 1


gk

1055, perawat sebanyak 2.629, bidan sebanyak 8. Balai Pengobatan/Klinik 43

631, tenaga kefarmasian sebanyak 369 dan tena- 9. Balai Pengobatan/klinik 29


an

ga kesehatan lainnya 135. 9. Apotik 219


al

10.Toko Obat 8
Sebagian besar sarana pelayanan di pusk-
m

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Malang


esmas dipersiapkan untuk memberikan pela-
://
tp

yanan kesehatan dasar bagi kunjungan rawat


ht

jalan, sedangkan rumah sakit yang dilengkapi


dengan berbagai fasilitas di samping memberikan
pelayanan pada kasus rujukan untuk rawat inap
juga melayani kunjungan rawat jalan.

Kunjungan pasien rawat jalan di puskesmas


Kota Malang selama tahun 2015 mencapai
633.331 kunjungan, dan kunjungan rawat inap
mencapai 963 kunjungan. Sedangkan kunjungan
ganggungan jiwa di puskesmas mencapai 9.938
kunjungan. Sedangkan kunjungan rawat jalan di
rumah sakit seluruh Kota Malang mencapai
1.053.909 kunjungan, dan kunjungan rawat inap
mencapai 230.804 kunjungan
7
PERUMAHAN & LINGKUNGAN
PENGGUNAAN AIR KEMASAN SEBAGAI SUMBER AIR MINUM 33,57 %

70,12 persen rumah tangga yang berada di Kota Malang menempatu rumah dengan
status sebagai rumah milik sendiri dengan 39,99 persen menempati luas bangunan 50 -
99 m2.

Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Luas alah satu indikator kesejahteraan


Lantai Rumah yang digunakan,
2015 adalah dapat dilihat dari sisi
perumahan. Berbagai fasilitas yang
dapat mencerminkan tingkat
kesejahteraan tersebut antara lain luas
lantai, sumber air minum, fasilitas tempat
buang air besar serta sumber

id
penggunaan penerangan.

o.
Berdasarkan hasil SUSENAS Tahun

.g
2015 70,12% rumah tangga menempati
ps
rumah milik sendiri, 19,53% masih
.b
berstatus kontrak/sewa, 9,07% berstatus
a
ot

sewa, 0,43% rumah dinas; dan 0,29%


gk

berstatus lainnya. Rumah tangga yang


menempati bangunan dengan luas lantai
an

kurang dari 20 m2 sebanyak 14,26%,


al

Persentase Rumah Tangga Dirinci Menurut


Sumber Air Minum, 2015 sedangkan yang menempati bangunan
m

dengan luas lantai lebih dari 150 m2


://

13,18%. Sedangkan terbanyak menem-


tp

pati luas bangunan 50 sampai 99 m2 .


ht

Rumah tangga yang menggunakan


sumber air minum air cukup diminati
penduduk Kota Malang. Tahun 2015
penggunaan air kemasan oleh rumah
tangga sebagai sumber air minum men-
capai 33,57%. Penggunaan air leding
meteran sebagai sumber air minum oleh
rumah tangga di Kota Malang sebesar
32,75%.
7
PERUMAHAN & LINGKUNGAN
78 PERSEN RUMAH TANGGA TELAH MEMILIKI TEMPAT BUANG
AIR SENDIRI
Saran perumahan yaitu fasilitas penerangan menunjukkan 99,80 persen telah
menggunakan listerik PLN dengan lingkungan 85,38 persen tempat pembuanagn akhir
tinja ke dalam tangka.

Rumah tangga di Kota Malang Persentase Rumah Tangga Dirinci Menurut


Penggunaan Fasilitas Tempat Buang Air
78,40% telah menggunakan fasilitas Besar Tahun 2015
tempat buanga air besar yang
digunakan sendiri . Sedangkan 19,90%
masih digunakan bersama dengan
rumah tangga lainnya dan 0,79%
menggunakan fasilitas umum dan masih
ada 0,91% yang tidak mempunyai fasili-

id
tas tempat buang air besar.

o.
.g
Kualitas tempat buang besar yang
dipergunakan rumah tangga 96,47% ps
.b
menggunakan jenis kloset leher angsa,
a

2,46% menggunakan plengsengan,


ot

0,91% menggunakan cemplung/cubluk .


gk

Sedangkan tempat pembuangan akhir


an

tinja 85,38% ke dalam tangki, 10,19%


al

langsung ke sungai dan 3,18% ke


m

lobang tanah.
**** Tahukah Anda
://

Salah satu indikator kualitas


Kondisi fasilitas perumahan rumah tangga di
tp

perumahan lainnya adalah sumber Kota Malang sudah baik; 100% rumah tangga
ht

penerangan. 99,80% rumah tangga di sudah menggunakan sumber penerangan dari


Kota Malang telah menggunakan listrik PLN, sedangkan sumber air minum sudah mulai
yang berasal dari PLN, sedangkan bergeser ke penggunaan air kemasan
0,20% masih belum menggunakan
fasilitas listrik Non PLN.
8
PEMBANGUNAN MANUSIA
PEMBANGUNAN MANUSIA KOTA MALANG MENUNJUKKAN PRESTASI
YANG MENGGEMBIRAKAN, URUTAN 1 SE JAWA TIMUR

Indeks Pembangunan Manusia Kota Malang tahun 2015 mencapai 80,05 dengan ke-
cepatan menuju pembangunan yang diharapkan (reduksi shortfall) sebesar 5,20.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)


alah satu ukuran/indikator yang Kota Malang, 2013 -2015
dipergunakan untuk melihat
perkembangan kualitas sumber daya
manusia (sdm) yang mampu melihat
keberhasilan pembangunan adalah Indeks
Pembangunan Manusia (IPM).

id
o.
IPM adalah indeks komposit yang

.g
mengukur keberhasilan pembangunan
manusia dari tiga dimensi, yaitu dimensi ps
.b
kesehatan , dimensi pengetahuan dan
Sumber: BPS Kota Malang
a

dimensi standar kehidupan yang layak.


ot

Dimensi kesehatan diukur dari angka


gk

harapan hidup, dimensi pengetahuan diukur


Tahun 2015 IPM mengalami perubahan
an

dari angka harapan sekolah dan rata-rata


metode penghitungan. Dengan peru-
lama sekolah dan dimensi standar bahan metode menempatkan Kota Ma-
al

lang pada posisi urutan ke 1 se Jawa


kehidupan yang layak diukur dengan
m

Timur.
kemampuan daya beli.
://
tp

IPM Kota Malang tahun 2015 mencapai


ht

80,05. Perkembangan angka IPM


dibandingkan dengan tahun 2015
meningkat dengan tingkat kemajuan
pencapaian disbanding tahun sebelumnya
mencapai 1,39 persen. Perkembangan IPM
pada tahun 2015 tersebut merupakan yang
tertinggi selama lima tahun terakhir. Nilai
perkembangan IPM Kota Malang jauh
melampaui perkembangan IPM Provinsi Sumber: IPM Kota Malang

Jawa Timur secara umum.

.
PEMBANGUNAN MANUSIA
USIA HARAPAN HIDUP PENDUDUK KOTA MALANG MENCAPAI
72,60 TAHUN

Dari sisi kualitas pendidikan menunjukkan harapan sekolah penduduk Kota Malang
mencapai 15,23 tahun dengan rata-rata lama sekolah 10,94 tahun
8
Angka Harapan Hidup dan Indeks Salah satu komponen pembentuk IPM
Kesehatan Kota Malang, 2013 -2015 adalah Indeks Kesehatan. Indeks
Kesehatan tahun 2015 sebesar 81,92
dimana Angka Harapan Hidup mencapai
Tahun AHH Indeks Kesehatan
72,60 tahun.
2013 72,28 80,43

id
Indeks Pendidikan pada metode

o.
2014 72,30 80,46 pneghitungan yang baru komponen yang

.g
2015 72,60 81,92 dipergunakan adalah gabungan antara
ps
Angka harapan sekolah (EYS) dan angka
.b
Angka Harapan Sekolah, Rata-rata Lama rata-rata lama sekolah (MYS). Indeks
a

Sekolah dan Indeks Pendidikan Pendidikan Kota Malang sampai dengan


ot

Kota Malang, 2013 - 2015 tahun 2015 mencapai 76,05. Dibandingkan


gk

Angka Hara- Rata-rata Indeks tahun 2014 Indeks pendidikan meningkat


an

Tahun pan Sekolah lama sekolah Pendidi- sebesar 2,62 poin. Kenaikan poin pada
(EYS) (MYS) kan
al

Indeks Pendidikan tahun 2015 relatif tinggi


m

2013 14,16 9,82 72,05 dibandingkan tahun tahun sebelumnya.


://

Hal ini dapat diartikan bahwa kinerja di


tp

2014 14,47 9,97 73,43 bidang pendidikan menunjukan prestasi


ht

yang cukup bagus.


2015 15,23 10,13 76,05
Indeks Daya beli tahun 2015 sebesar
Pengeluaran Per Kapita Riil Disesuaikan 83,37 dengan pengeluaran per kapita riil
dan Indeks Pendidikan Kota Malang, yang disesuaikan sebesar Rp. 15.420 ribu.
20132015
Dibandingkan tahun 2014 Indeks Daya Beli
Pengeluaran Per meningkat 0,05 poin. Peningkatan yang
Tahun Kapita Riil Dis- Indeks PPP relatif kecil. Hal ini menunjukkan bahwa
esuaikan
kemampuan daya beli penduduk Kota
2013 15.378 83,29 Malang tahun 2015 mengalami kenaikan
2014 15.399 83,32 yang relatif kecil dibandingkan tahun 2014.

2015 15.420 83,37


9
PERTANIAN
SEMAKIN BERKURANGNYA LUAS LAHAN UNTUK PERTANIAN
MENGUATKAN POSISI KOTA MALANG MENUJU KOTA MODERN

Kota Malang masih memiliki lahan untuk kegiatan pertanian yaitu sekitar 1.174 ha,
dengan produksi padi sebanyak14.265 ton dalam selama tahun 2015

Perkembangan Luas Lahan Sawah


ota Malang dalam rangka di Kota Malang, 2013-2015
pembangunan lebih memprioritaskan
pembangunan di sektor riil terutama di
sektor industri, perdagangan dan jasa-jasa,
sedangkan sektor pertanian cenderung
tergeser oleh sektor tersebut. Hal ini terlihat
dari perkembangan luas lahan sawah di Kota

id
Malang cenderung berkurang. Tahun 2015

o.
Luas lahan pertanian di Kota Malang men-

.g
capai 1.174 ha .
ps
.b
Perkembangan Luas Panen Padi
a

di Kota Malang, 2013-2015


ot

Tahun 2015 produktivitas padi sawah


gk

meningkat dibandingkan tahun 2014 .


Tahun 2014 produktivitas padi sawah
an

sebesar 66.39 kw/ha sedangkan tahun


2015 mencapai 72,15 kw/Ha.-
al
m

Sektor Pertanian meskipun bukan


://

merupakan sektor yang menunjang


tp

perekonomian di Kota Malang, kegiatan di


ht

sektor pertanian masih terlihat, salah satunya


adalah kegiatan pertanian padi. Dengan Perkembangan Produksi Padi
berkurangnya lahan pertaninan berpengaruh di Kota Malang, 2013-2015

terhadap luas panen mununjukkan keadaan


yang semakin berkurang, dari 1.985 ha pada
tahun 2014 menjadi 1.977 ha. Hal ini tidajk
terjadi dengan produksi padi tahun 2015
meningkat dari 13.179 ton pada tahun 2014
menjadi 14.265 ton. Keadaan ini menunjuk-
kan produktivitas pada tahun 2015 lebih ba-
gus dibanding tahun 2014.
PERTAMBANGAN & ENERGI
ENERGI LISTRIK YANG BERASAL DARI PLN MASIH MENJADI SUMBER
UTAMA ENERGI BERBAGAI KALANGAN

92.91 persen dari total produksi listrik telah terjual ke 324.914 pelanggan dan 81
persen produksi air PDAM Kota Malang yang telah dikonsumsi oleh masyarakat
10
Kota Malang.

Listrik ysng terjual (Juta)dan Jumlah


pelanggan (Ribu) PLN, 2015
Energi listrik yang bersumber dari PLN
masih merupakan sumber energi yang
dipergunakan oleh semua kegiatan baik
untuk kegiatan ekonomi maupun rumah
tangga.

id
Jumlah pelanggan pengguna listrik PLN

o.
pada tahun 2015 sebanyak 324.914

.g
pelanggan. Dari 974 (juta Kwh) listrik yang
ps
diproduksi yang terjual sebanyak 905 (juta
.b
Kwh.
a
ot

Air bersih merupakan salah satu


gk

kebutuhan pokok yang sangat penting.


Pengadaan air bersih oleh pemerintah Kota
an

Produksi dan Konsumsi Air Bersih (m3),


2015 Malang dilakukan oleh Perusahaan Daerah
al

Air Minum (PDAM). Jumlah pelanggan


m

sampai dengan akhir Desember 2015 telah


://

mencapai 146.795 pelanggan.


tp
ht

Produksi yang dihasilkan oleh PDAM


sampai dengan bulan Desember 2015
mencapai 43.288.029 m3 dengan total kon-
sumsi 35.165.716 m3.

Kenaikan jumlah pelanggan PLN pada tahun 2015 meningkat sebe-


sar 35 persen , kenaikan tersebut relative tinggi dibandingkan tahun
2014 (3 persen). Tetapi berbanding terbalik dengan kenaikan listrik
yang terjual, yaitu hanya 3 persen tahun 2015, sedangkan tahun
2014 lebih tinggi yaitu 6 persen.
INDUSTRI
11 DARI TENAGA KERJA YANG ADA 32 PERSEN TERSERAP DI
KEGIATAN INDUSTRI PENGOLAHAN TEMBAKAU

Dari 52 perusahaan yang terdapat survei industry besar dan sedang tahun 2015 tercatat
4.446 tenaga kerja yang terserap dengan total nilai produksi sebesar 1,359 trilyun.

Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja


Industri Besar dan Sedang, 2015) ota Malang merupakan salah satu kota
yang perekonomiannya didukung oleh
Jumlah Jumlah Tenaga
Sub Sektor Industri
Perusahaan Kerja
kegiatan industri, dimana kontribusi
1. Makanan dan Minuman 11 830 terhadap pembentukan Produk Domestik
2.Pengolahan Tembakau 7 1.440 Brutonya mencapai 33,05%. Kegiatan industri
3. Tekstil dan Pakaian Jadi 7 494 dikelompokkan berdasarkan jumlah tenaga
4. Kulit, Barang dari Kulit & alas 4 300 kerja. Kelompok Industri Kecil dan Rumah

id
kaki

tangga adalah perusahaan industri dengan

o.
5. Kayu, anyaman dan kertas, 8 217
barang dari kertas dan
sejenisnya tenaga kerja kurang dari 10 orang, kelompok

.g
6.Penerbitan, percetakan & 9 472 industri sedang adalah perusahaan dengan
reproduksi media rekaman

7. Kimia dan barang dari kimia 23


ps
tenaga kerja 20-99 dan kelompok industri
.b
8. Karet, barang dari karet dan 3 453 besar adalah perusahaan dengan tenaga
a

barang dari plastik


ot

9. Barang galian bukan logam


kerja sama dengan atau lebih dari 100.
3 100
gk

Salah satu kegiatan BPS yang secara rutin


10. Mesin, mesin listrik dan 1 44
peralatan kedokteran, alat ukur,
setiap tahun dan pendataannya dilakukan
an

peralatan navigasi,optik, jam &


lonceng
secara sensus adalah survei perusahaan
al

11. Kendaraan bermotor, alat 2 25


angkut, selain kendaraaan industri sedang dan besar. Dari hasil survei
bermotor roda 4 atau lebih
m

12. Furnitur dan Industri 3 44 industri besar dan sedang, jumlah perusahaan
://

Pengolahan lain
industri tahun 2015 sebanyak 52 perusahaan.
tp

Jumlah 52 4.446
Jumlah tenaga kerja dari 52 kegiatan
ht

*) jumlah perusahaan yang berhasil didata industri besar dan sedang selama tahun 2015
Produktifitas Tenaga Kerja Industri Besar tersebut sebanyak 4.446 tenaga kerja. Total
dan Sedang, 2015)
nilai produksi sebesar Rp. 1,359 trilyun. Dari
total tersebut Rp. 653 milyar merupakan nilai
produksi dari kegiatan industri makanan dan
minuman.
Adanya kegiatan ekspor ke luar negeri me-
nyebabkan produktifitas tenaga kerja di
kegiatan industry furniture dan pengolahan
lainnya mencapai 3,17 milyar per tenaga kerja
per tahun.
12
HOTEL DAN PARIWISATA
SEBAGAI KOTA TUJUAN WISATA MAKA KEBEADAAN SARA
AKOMODASI SANGAT DIPERLUKAN
Jumlah sarana akomodasi di Kota Malang sebanyak 104 hotel dengan 4.324 kamar..
Dengan tingkat hunian kamar mencapai 72,42 persen untuk hotel berbintang dan 39,93
persen untuk hotel non bintang dan akomodasi lainnyua

Tingkat Hunian Kamar (Persen) Hotel Berbintang


dan Tak Berbintang, 2015
ota Malang merupakan salah satu kota
tujuan wisata di wilayah Jawa Timur.
Salah satu penunjang kegiatan pariwisata
adalah keberadaan jasa akomodasi. Jumlah
akomodasi yang ada di Kota Malang pada tahun

id
2015 sebanyak 104.

o.
Tingkat hunian kamar hotel berbintang di Kota

.g
Malang tahun 2015 mencapai 72,42% artinya
rata-rata kamar yang terjual berkisar 72-73%
ps
.b
dari kamar yang tersedia, sedangkan hotel tak
a

berbintang mencapai 39,93% yang artinya


ot

kamar yang terjual 39-40% dari kamar yang


gk

tersedia. Pola tingkat hunian kamar hotel


an

berbintang dan tak berbintang sebagaimana


al

tergambar menunjukkan pola yang sama. Pun- Jumlah Tamu Yang Datang Asing dan Domes-
tik di Hotel Berbintang dan Tak Berbintang,
m

cak tingkat hunian kamar hotel berbintang terjadi 2015


://

pada bulan April. Sedangkan tingkat hunian ho- Berbintang Tak Berbintang
tp

Bulan
tel melati mencapai puncaknya pada bulan Jan- Asing Domestik Asing Domestik
ht

uari. Januari 1.043 36.820 4 10.374

Pebruari 1.225 34.532 8 9.785

Jumlah tamu asing yang datang di hotel Maret 1.530 40.346 0 10.097

berbintang selama tahun 2015 mencapai 21.003 April 1.534 45.102 0 10.102

pengunjung dan tak berbintang 127 pengunjung. Mei 1.682 56.948 0 12.127

Juni 1.028 42.974 2 9.244


Untuk tamu domestik yang menggunakan fasili-
Juli 1.874 50.870 32 10.505
tas hotel berbintang selama tahun 2015 men-
Agustus 3.206 52.049 40 10.549
capai 577.374 orang sedangkan hotel tak September 2.453 46.770 6 10.412

berbintang mencapai 129.343 orang. Oktober 2.139 56.803 32 10.905

Nopember 1.956 55.036 0 11.783

Desember 1.333 59.124 3 13.460

Tahun 2015 21.003 577.374 127 129.343

Sumber: Kota Malang Dalam Angka Tahun 2015


13
TRANSPORTASI & KOMUNIKASI
PENGGUNAAN SARANA ANGKUTAN DALAM KOTA BERALIH KE
KENDARAAN PRIBADI RODA DUA

Jumlah kendaraan roda dua meningkat cukup tajam 19.009 unit dalam satu tahun. Hal
ini merupakan salah satu indikasi berkurangnya jumlah penumpang angkutan umum
dalam kota

alan sebagai sarana penunjang transportasi


Jumlah Kendaran Bermotor Tahun 2014- memilliki peran yang sangat penting khususnya
2015
untuk transportasi darat. Untuk mendukung
Jenis Kendaraan 2014 2015
transportasi darat, sarana jalan yang ada di Kota
1. Penumpang
Malang pada tahun 2015 sepanjang 189,73 km.
1.1. Umum 2.659 2.606 Dari total panjang jalan yang ada, 98,67% dalam
1.2. Non Umum 72.503 77.682 kondisi baik, 1,33% dalam kondisi rusak .
1.3. Dinas 656 700

id
Dari 187,73 km jalan yang berada di Kota
2. Bus

o.
Malang tahun 2015 harus menopang kendaraan
2.1. Umum 511 543

.g
bermotor sebanyak 512.072 kendaraan. Jika
2.2. Non Umum

2.3. Dinas
310

40
327

48
ps
dilihat dari jenis kendaraan jumlah kendaraan
.b
yang masuk kategori kendaraan penumpang un-
3. Truk
a

tuk umum sebanyak 6.527 kendaraan, jumlah ter-


ot

3.1. Umum 3.170 3.378 sebut meningkat dibandingkan tahun 2014


gk

3.2. Non Umum 14.613 15.042 sebanyak 179 kendaraan. Kendaraan umum jenis
an

3.3. Dinas 166 178 bis tahun 2014 sebanyak 543 kendaraan. Jika
4. Sepeda Motor 392.559 411.568 dibandingkan dengan tahun 2014 bertambah 32
al

kendaraan. Jumlah kendaraan jenis sepeda motor


m

Jumlah 487.187 512.072


yang berada di Kota Malang mencapai 411.568
://

Sumber: Kantor Bersama Samsat Kota Malang


tp

kendaraan. Penambahan kendaraan roda dua


Jumlah Pengiriman Berita Melalui Kantor
dari tahun ke tahun cenderung bertambah. Tahun
ht

Pos, 2012-2014
2015 terjadi penambahan sebanyak 19.009 unit.

Komunikasi pengiriman surat dengan


menggunakan system surat elektronik atau e-mail
pada masa sekarang sudah menjadi sarana ter-
cepat untuk berkominkasi, meskipun demikian
komunikasi melalui Pos ternyata juga masih
diminati. Hal ini terlihat dari berbagai kegiatan
yang dilakukan melalui jasa Pos pada tahun 2014
antara lain pengiriman surat biasa mencapai
1.184.200 pucuk, ekspres 1.765.350 pucuk, surat
Sumber: Kota Malang Dalam Angka 2012, kilat khusus sebanyak 1.458.939 pucuk.
2013, 2014 .
PERBANKAN DAN INVESTASI
DALAM MENOPANG PEREKONOMIAN DI KOTA MALANG TER-
DAPAT 44 KANTOR CABANG BANK .

Keberadaan Bank Indonesia di Kota malang merupakan salah satu indikasi bahwa Kota
14
Malang merupakan kota yang tingkat kegiatan ekonominya cukup tinggi. Total asset
kegiatan perbankan sampai akhir tahun 2015 mencapai Rp.41.754,773 Milyar.

Salah satu unsur yang menjadi kunci penggerak


roda perekonomian adalah kegiatan di sektor Jumlah Bank di Kota Malang, 2015
perbankan, lembaga-lembaga keuangan dan tak
Kantor
Kantor Kantor Kantor
Uraian cabang
kalah pentingnya adalah adanya investasi. Pusat Cabang
Pembantu
Kas

Untuk kegiatan perbankan, jumlah lembaga Bank


Konvensional
perbankan yang di wilayah Kota Malang pada tahun
Bank Umum 0 28 111 87
2015 terdiri atas 44 kantor cabang bank umum
konvensional, 8 kantor pusat Bank Perkreditan BPR 8 3 0 11

id
Rakyat (BPR), 13 kantor cabang bank umum Bank Syariah

o.
syariah dan 12 kantor pusat BPR konvensional dan

.g
Bank Umum 0 12 4 2
2 Kantor pusat BPR syariah.
ps
BPR Syariah 1 1 0 0
.b
*** Tahukah Anda Sumber: Bank Indonesia Malang
a

Jumlah Bank yang beroperasi di Kota Malang


ot

mencapai 39 Bank Pemerintah dan Bank Swasta.


gk
an

Total asset Bank Umum pada awal tahun 2015


al

sebesar Rp. 36.957.941 Milyar. Sampai dengan


Pertumbuhan (Persen) Aset Bank Umum Di
m

akhir tahun 2015 mencapai Rp. 41.754.773 Milyar. Kota Malang, 2014-2015
://

Jika dilihat partumbuhan asset tahun 2015


tp

cenderung lebih lambat dibandingkan tahun 2014.


ht

Pertumbuhan pada triwulan 1 tahun 2015 lebih


lambat dibanding triwulan 4 Tahun 2014. Sampai
akhir tahun pertumbuhan asset terus melambat.
Pada triwulan 3 pertumbuhan asset sempat lebih
cepat disanding triwulan sebelumnya.
Total Dana dari pihak ketiga sampai akhir tahun
2015 mencapai Rp. 22.120.282 Milyar. Dana pihak
ketiga berasal dari Giro, tabungan dan deposito.
Kontribusi yang paling besar dari tabungan, sampai Sumber: Bank Indonesia Malang
akhir tahun 2014 mencapai Rp. 17.128,913 Milyar.
Milyar. Sedangkan dana pihak ketiga tersebut yang
disalurkan melalui pemberian kredit sebesar Rp.
13.915.407 Milyar.
HARGA-HARGA
15 KOTA MALANG MENJADI SALAH SATU KOTA YANG MEMILIKI
PERAN BESAR DALAM MENYUMBANG INFLASI NASIONAL

Indeks Harga Konsumen Kota Malang sampai akhir Desember 2015 mencapai 123,12
(tahun dasar 2012). Inflasi tahun 2015 mencapai 3.88, jauh dibawah inflasi tahun 2014
yang mencapai 8.14

alah satu indikator ekonomi makro Indeks Harga Konsumen (IHK)


yang cukup penting adalah inflasi. Inflasi Kota Malang 2015
(Tahun Dasar 2007)
perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK).
IHK merupakan perbandingan suatu harga
tahun berjalan dengan harga tahun dasar.
Untuk penghitungan IHK tahun 2015 tahun

id
dasar yang dipergunakan adalah tahun 2012

o.
atau tahun yang dipergunakan sebagai

.g
tahun pembanding.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota


ps
.b
Malang secara umum sampai dengan bulan
a

Desember 2015 sebesar 123.12 Dalam


ot

penghitunganya IHK dibagi menjadi 7


gk

*** Tahukah Anda


Kelompok Komoditi. Dari 7 Kelompok
an

tersebut selama tahun 2015 IHK tertinggi Kota Malang merupakan salah
al

dicapai oleh kelompok transpor, komunikasi satu kota yang memberikan andil
m

dan jasa keuangan yaitu sebesar 136,40%. dalam penghitungan inflasi nasion-
://

Kelompok sandang merupakan kelompok al


tp

dengan IHK paling rendah yaitu sebesar


ht

108,23%. Tingkat Perubahan Harga Kota Malang, 2014-2015

Secara umum selama periode tahun 2015


tingkat kenaikan harga di Kota Malang
mencapai 3,88 persen atau dengan kata lain
terjadi inflasi. Bila dibandingkan tahun 2014
tingkat inflasi tahun 2015 lebih rendah
Selama tahun 2015 inflasi tertinggi terjadi
pada bulan Desember, sebesar 0,85 persen
Salah satu pemicu inflasi yang tinggi terse-
but adalah kebijakan pemerintah terhadap
kenaikan harga bahan makanan mengalami
kenaikan harga sebesar 3,91 persen.
16
PENGELUARAN PENDUDUK
POLA PENGELUARAN PENDUDUK KOTA MALANG MENGARAH
KE POLA MASYARAKAT METROPOLIS

Persentase pengeluaran penduduk Kota malang 61 persen untuk pengeluaran non


makanan, lebih besar dibandingkan untuk makanan yang hanya 39 persen, dengan
16.67 persen total pengeluarannya lebih dari 2 juta per kapita se bulan..

Persentase Penduduk berdasarkan


Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan,
2015
alah satu pendekatan tingkat
pendapatan penduduk adalah
dengan pendekatan pengeluaran. Dari
hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional
tahun 2015 2,40 persen penduduk penge-

id
luarannya kurang dari RP. 300.000,- per

o.
bulann. Sedangkan 16,67 persen penge-

.g
luarannya lebih dari Rp. 2.000.000,- per
ps
bulan. Sedangkan 22,33 persen penge-
.b
luaran penduduk per bulan berada pada
a

rentang Rp. 500.000,- sampai dengan Rp.


ot

Tahukah Anda *** 749.999,-


gk

Ada 28,30 persen penduduk pengeluran Rata-rata total pengeluaran penduduk


an

perkapita perbulan berada pada selang per bulan per kapita sebesar Rp.
al

Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 1.999.999,- 1.260.186,-. Dari total pengeluaran


m

tersebut 39,21 persen digunakan untuk


://

pengeluaran makanan dan 60,79 persen


tp

Persentase Pengeluaran Rumah Tangga


Perbulan Antara Kelompok Makanan dan untuk pengeluaran non makanan. Dari
ht

Non Makanan, 2015


total pengeluaran makanan 37 persen
untuk pengeluaran makanan dan
minuman jadi. Pengeluaran tersebut
merupakan pengeluaran terbesar pada
kelompok makanan. Sedangkan untuk
kelompok non makanan pengeluaran
untuk perumahan dan fasilitas rumah
tangga merupakan pengeluaran terbesar
yaitu sebesar 42 persen .
17
PERDAGANGAN
PERAN EKONOMI KEGIATAN SEKTOR PERDAGANGAN DI KOTA
MALANG SEBESAR 28,90 PERSEN
Sarana kegiatan ekonomi ditunjang oleh keberadaan 28 pasar tradisional dengan pelaku
usaha sebanyak 13.671 pedagang.

Realisasi Ekspor dan Impor (US$)


di Kota Malang, 2015
ektor Perdagangan merupakan sektor
yang sangat dominan dalam membentuk
perekonomian Kota Malang, kontribusi
pembentukan Produk Domestik Regional
Bruto (PDRB) mencapai 28,90 persen.

Sarana tempat belanja atau pasar


tradisional yang ada di Kota Malang

id
sebanyak 28 pasar dengan berbagai kelas

o.
pasar. Dengan jumlah bedak sebanyak

.g
2.758 unit, 15.788 los/emper dan PKL 2.251.
Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Realisasi Ekspor di Kota Malang, 2015


ps
Sedangkan jumlah pedagang 13.671
.b
pedagang.
a
ot
gk

***Tahukah Anda
an

Produk Cina dan Malaysia mendominasi


al

kegiatan importir di Kota Malang****


m
://

Kegiatan ekspor ke luar negeri yang


tp

berasal dari Kota Malang selama tahun 2015


ht

total nilai sebesar 28.523.747,11 US$,


Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan vol 148.169,63 Kg. Komoditi ekspor
Realisasi Impor di Kota Malang, 2015 yang mempunyai nilai terbesar adalah
perhiasan emas . Sedangkan negara tujuan
dengan nilai ekspor terbesar ke Singapura
sebesar 23.294.172,27 US$. Untuk
kegiatan impor Cina merupakan Negara
importir terbesar Kegiatan import mencapai
41,3% dari kegiatan impor di Kota Malang,
senilai 2.649.922,35 US$.

Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan


18
PENDAPATAN REGIONAL
PENDAPATAN REGIONAL ATAS DASAR HARGA BERLAKU MEN-
CAPAI 51,83 TRILYUN
Perekonomian Kota Malang didukung oleh kegiatan lapangan usaha Industri Pen-
golahan; Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reperasi Mobil dan Sepeda Motor; dan
Konstruksi

alah satu indikator penting untuk PDRB Dan Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang
2014-2015
mengetahui kondisi ekonomi di suatu
daerah dalam suatu periode tertentu Uraian 2014 2015

adalah data Produk Domestik Regional


PDRB ADHB
Bruto (PDRB). PDRB pada dasarnya 46.565.259,4 51.827.980,3
(Juta Rp.)
merupakan jumlah nilai tambah yang
dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam
PDRB ADHK
suatu daerah tertentu, atau merupakan 39.724.309,8 41.951.560,2

id
(Juta Rp)
jumlah nilai barang dan jasa akhir (neto)

o.
yang.

.g
Pertumbuhan
5,80 5,61
Ekonomi (%)
Besaran PDRB Atas Dasar Harga ps
.b
Berlaku tahun 2015 mencapai Rp.
Distribusi PDRB menurut Lapangan Usaha, 2015
a

51.827.980,3 juta sedangkan atas dasar


ot

harga konstan sebesar Rp. 41.951.560,2 LAPANGAN USAHA


2015
gk

(Juta Rp) (%)


juta. Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang
1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 142.690,2 0,30
an

Tahun 2015 mencapai 5,61 persen. Pertum-


2 Pertambangan dan Penggalian 157.491,5 0,10
buhan sektoral tercepat terjadi di lapangan
al

3 Industri Pengolahan 51.714,9 26,50


usaha Jasa Kesehatan dan Sosial mencapai
m

4 Pengadaan Listrik, Gas 13.734.280,2 0,03

9,83 persen. Pertumbuhan tersebut dipicu


://

5 Pengadaan Air 14.510,7 0,19


tp

berdirinya RSUD Kota Malang. 6 Konstruksi 97.071,5 12,53


ht

Perdagangan Besar dan Eceran, dan


7 6.496.491,9 28,90
*** Tahukah Anda Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

8 Transportasi dan Pergudangan 14.977.147,2 2,41


Ekonomi di Kota Malang dikendalikan
oleh kegiatan yang berada di kelompok ter- 9 Penyediaan Akomodasi & Makan Minum 1.250.611,6 4,79

sier . 10 Informasi dan Komunikasi 2.484.650,6 3,97

11 Jasa Keuangan 1.538.546,8 2,97

12 Real Estate 729.613,2 1,41

13 Jasa Perusahaan 399.521,4 0,77


Perekonomian Kota Malang didukung
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
14 788.581,0 1,52
oleh kegiatan lapangan usaha Perdagangan dan Jaminan Sosial Wajib
15 Jasa Pendidikan 4.224.457,9 8,15
Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1.292.020,6 2,49
Sepeda Motor (28,90%), Industri
17 Jasa lainnya 1.534.008,2 2,96
Pengolahan (26,50%) dan Konstruksi
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 51.827.980,3 100
(12,53%).
19
PERBANDINGAN REGIONAL
KOTA MALANG MERUPAKAN KOTA TERPADAT PENDUDUKNYA
DIBANDING KAB/KOTA DI WILAYAH KARISIDENAN MALANG

Jumlah penduduk Kota Malang menempati urutan ke 5 dari 8 kab/kota di wilayah ka-
risidenan Malang, tetapi terpadat penduduknya mencapai 7.441 jiwa per km2. .

Peta Wilayah Eks Karisidenan Malang


ntuk melihat sejauh mana keberhasilan
pemerintah daerah dalam pembangunan
dapat dilihat dari berbagai ukuran atau indikator
makro ekonomi maupun sosial. Selain itu
keberhasilan suatu daerah dapat dilihat
dengan membandingkan indikator tersebut
dengan daerah lain.

id
Indikator makro yang dipergunakan untuk

o.
mengukur tingkat keberhasilan pembangunan

.g
suatu daerah antara lain jumlah penduduk,
ps
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB),
.b
PDRB per kapita, Laju Pertumbuhan Ekonomi,
a

Jumlah Penduduk Kabupaten dan Kota


ot

Se Eks Karisidenan Malang, 2015 Tingkat Pengangguran Terbuka, dan IPM.


gk

Posisi Kota Malang berada di wilayah Eks


an

Karesidenan Malang bersama dengan Kab.


Malang, Kota Batu, Kab/Kota Pasuruan, Kab/
al

Kota Probolinggo, dan Kab Lumajang.


m
://

Jumlah Penduduk merupakan salah satu


tp

indikator yang sangat mendasar bagi


ht

pembangunan suatu daerah. Dari sisi jumlah


penduduk Kota Malang berada dibawah jumlah

Kepadatan Penduduk Kab/Kota Eks


penduduk Kabupaten Malang, Kab. Pasuruan,
Karisidenan Malang, 2015 Kab. Probolinggo dan Kab. Lumajang. Jumlah
Penduduk terbanyak berada di wilayah Kab.
Malang (2.544.315 jiwa), sedangkan yang
paling sedikit berada di wilayah Kota Pasuruan
(194.815 jiwa).

Jika dilihat dari kepadatannya maka Kota


Malang merupakan kota terpadat (7.441 jiwa/
Km2), sedangkan Kabupaten Lumajang memilki
kepadatan penduduk terendah (557 jiwa/Km2 ).
PERBANDINGAN REGIONAL
DENGAN PERUBAHAN TAHUN DASAR MENEMPATKA KOTA MA-
LANG PADA POSISI KE 2 UNTUK NILAI PDRB PER KAPITA

Dilihat dari sisi pertumbuhan Kota Batu meninjukkan pertumbuhan tertinggi diantara 8
19
kab/kota yang ada di wilayah karisidenan Malang.

Perubahan penghitungan PDRB dengan


PDRB ADHB dan ADHK (Juta) Kabupaten dan
tahun dasar 2010 menempatkan Kota Malang Kota Se Eks Karisidenan Malang, 2015

pada posisi ke 11 besaran PDRB se Kab/Kota


Kab/Kota ADHB ADHK
di Jawa Timur, sebelumnya menempati posisi
Kota Malang 51,827,980.32 41,951,560.17
ke 6 dengan seri tahun dasar 2000.
Kabupaten Malang 73,842,920.74 55,315,997.76
Sedangkan di wilayah Eks Karisidenan Kota Batu 11,510,377.21 9,145,948.64
Malang PDRB Kota Mlang menempati posisi Kota Pasuruan 5,949,432.50 4,813,309.69
Kabupaten Pasuruan 104,275,035.10 84,399,765.30

id
ke 3 setelah Kabupaten Pasuruan dan Kota Probolinggo 8,071,958.01 6,629,055.87

o.
Kabupaten Malang. Kabupaten
25,678,239.36 19,570,350.72

.g
Probolinggo
Jika dibandingkan dengan jumlah Kabupaten Lumajang 24,456,796.75 18,677,690.52

penduduk, maka PDRB perkapita Kota


ps
.b
PDRB Perkapita (Ribu) Kabupaten dan Kota Se
Malang menempati posisi ke 2 dibawah Eks Karisidenan Malang, 2015
a
ot

Kabupaten Pasuruan, yaitu sebesar Rp.


60.881 Ribu. Sedangkan Kabupaten
gk

Probolinggo PDRB per kapita paling rendah


an

(Rp. 22,515. rIBU).


al
m
://

***Tahukah Anda
tp

Kota Malang menempati peringkat kedua


ht

untuk PDRB per Kapita di eks Karisidenan


Malang.
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten dan
Kota Se Eks Karisidenan Malang, 2015

Kab/kota yang laju pertumbuhannya paling


pesat adalah Kota Batu yaitu sebesar 6,65
persen. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa
Kota Batu merupakan Kota yang baru berdiri
sekitar 11 tahun sehingga pembangunan
dipacu di semua sektor. Kota Malang menem-
pati posisi ke tiga setelah Kota Batu dan Kota
Probolinggo.
PERBANDINGAN REGIONAL
19 IPM KOTA MALANG MENEMPATI URUTAN PERTAMA DARI 8 KAB/
KOTA SE KARISIDENAN MALANG

Dengan kecepatan menuju IPM yang diharapakan sebesar 5,20, IPM Kota Malang tahun
2015 mencapai 80,05

Indikator makro lain yang dapat


Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kab/Kota Se
Eks Karisidenan Malang, 2015 menjadi ukuran keberhasilan suatu
wilayah adalah sejauh mana Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT).

Dari 8 kabupaten/kota Tingkat


Pengangguran Terbuka (TPT) terbesar

id
berada di Kota Malang yaitu sebesar

o.
7,28 persen, sedangkan yang terendah

.g
adalah Kabupaten Probolinggo (2,51
ps
persen).
.b
Untuk pembangunan manusia yang
a
ot

dalam hal ini indiktor yang


Sumber: BPS Propinsi Jawa Timur
gk

menggambarkan keberhasilan
pembangunan manusia adalah Indeks
an

Pembangunan Manusia (IPM). Dengan


al

metode penghitungan yang baru Kota


m

Malang menempati posisi tertinggi


://

dibandingkan dengan 7 Kab/Kota yang


tp

Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks


Kesehatan, Indeks Pendidkan dan Indeks Daya Beli lain, bahkan menempati urutan ke 1 se
ht

Kab/kota Se Eks Karisidenan Malang, 2015


Jawa Timur yaitu mencapai 80,05.
Indeks Indeks Indeks
Sedangkan yang terendah berada di
Kab/Kota IPM
Kesehatan Pendidikan Daya Beli
wilayah Kabupaten Lumajang dengan
Kota Malang 80,05 80,92 76,05 83,37
besaran 63,01. Dari dimensi kesehatan
Kabupaten Malang 66,63 79,97 55,71 66,02
Kota Probilinggo paling rendah, demikian
Kota Batu 72,62 80,25 64,67 73,80
juga dimensi pendidikannya juga paling
Kota Pasuruan 73,78 78,22 67,90 75,61
rendah dibanding kota lainnya.
Kabupaten Pasuruan 65,04 76,66 54,45 65,90
Sedangkan dari dimensi kemampuan
Kota Probolinggo 71,01 76,49 65,19 71,79
daya beli Kabupaten Lumajang
Kabupaten Probolinggo 63,83 71,00 52,28 70,06
menunjukkan nilai paling rendah.
Kabupaten Lumajang 63,02 75,80 52,39 63,01

Sumber: Penghitungan IPM BPS Propinsi Jatim


ht
tp
://
m
al
an
gk
ot
a.b
ps
.g
LAMPIRAN TABEL

o.
id
Lampiran 1. Curah Hujan dan Hari Hujan, 2015

Curah Hujan
Bulan Hari Hujan
(mm3)

Januari 23,6 83

Pebruari 23,8 80

Maret 23,7 79

April 23,8 81

Mei 24,2 77

id
Juni 23,7 78

o.
Juli 22,4 80

g
s.
Agustus 22,0 bp 76
September 22,6 67
a.

Oktober 24,6 66
ot

Nopember 24,8 76
gk

Desember 23,7 87
an
al

Sumber: Kota Malang Dalam Angka 2016


m
://
tp
ht

36
Lampian 2. Jumlah Kursi Anggota Dewan Perwakilan
Daerah Kota Malang Periode 2014-2019

PARTAI LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH

NASDEM 1 0 1

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 6 0 6


PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 3 0 3
PDI PERJUANGAN 9 2 11
PARTAI GOLONGAN KARYA 4 1 5

id
3 1 4

o.
PARTAI GERINDA

g
PARTAI DEMOKRAT 4 1 5

s.
bp
PARTAI AMANAT NASIONAL 4 0 4
a.

PARTAI PERSATUAN PEM-


BANGUNAN 1 2 3
ot

PARTAI HATI NURANI RAKYAT 2 1 3


gk

PARTAI BULAN BINTANG 0 0 0


an

PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN


0 0 0
al

INDONESIA
m

Jumlah 37 8 45
://

Sumber: Kota Malang Dalam Angka 2015


tp
ht

37
Lampiran 3. Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat
Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2015

Jenjang Pendidikan Jumlah Persentase

(1) (2) (3)


Sampai dengan SD 455 4,71

SLTP/Sederajat 658 6,81

SMA/Sederajat 1 930 19,99

id
o.
Diploma I, II 279 2,89

g
s.
bp
Tingkat Sarjana/Dokter/Ph.d 5 775 59,80
a.
ot

Jumlah 9 657 100,00


gk
an
al
m
://
tp
ht

38
Lampiran 4 Realisasi Penerimaan Keuangan Daerah Kota Malang,
2013-2015 (Jutaan Rupiah)

Jenis Pendapatan 2013 2014 2015

Pendapatan Asli Daerah 317,850 372,545 424,939

Pajak Daerah 238,499 278,885 316,682


Retribusi Daerah 38,485 45,557 35,281

Hasil Perngelolaan Kekayaan Daerah


16,571 13,385 14,649
Yang Dipisahkan

Lain2 PAD yang sah 24,293 34,721 58,324

id
Dana Perimbangan Pusat Daerah 863,736 956,695 926,364

g o.
Bagi Hasil Pajak 39,835 66,740 33,850

s.
Bagi hasil bukan Pajak bp 46,898 50,203 53,164
Dana Alokasi Umum 746,686 808,447 818,758
Dana Alokasi khusus 30,315 31,304 20,590
a.

Transfer Pemerintah Propinsi 191,569 217,906 224,102


ot
gk

Dana Otonomi Khusus 0,000 0,00 0,00

Dana Penyesuaian 191,569 217,906 224,102


an

Transfer Pemerintah Propinsi 109,068 154,505 152,348


al

Pendapatan Bagi Hasil Pajak 109,068 154,505 152,348


m

Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 0,00 0,00 86,536


://
tp

Lain-lain Pendapatan Yang Syah 42,621 19.023 14,781


ht

Pendapatan Hibah 17,756 19,023 14,781

Dana Darurat 0,00 0,00 0,00

Pendapatan Lainnya 24,846 0,00

Total 1,524,846 1.720,681 1.829,072

Sumber: Kota Malang Dalam Angka 2014,2015,2016

39
Lampiran 5 Realisasi Pengeluaran Keuangan Daerah Kota Malang Tahun
2013-2015 (Jutaan Rupiah)

Jenis Pengeluaran 2013 2014 2015

Jumlah Belanja 1.486,378 1.602,921 1.803,420

Belanja Operasional 1.133,023 1.284,446

Belanja Modal 353,264 318,462 337,647

Belanja Tidak Terduga 1.990 13,261 657,238

id
o.
Transfer 26 0,00

g
s.
Pembiayaan Netto bp
(Penerimaan Pembiayaan
144.325 161,116
Daerah Pengeluaran
a.

Pembiayaan Daerah)
ot
gk

Sisa Lebih Pembiayaan


182.793 117,759
Anggaran (SILPA)
an
al

Sumber: Kota Malang Dalam Angka 2014, 2015, 2016


m
://
tp
ht

40
Lampiran 6. Jumlah Penduduk Kota Malang Dirinci Menurut
Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2015

Kelompok Laki-Laki+
Laki-Laki Perempuan
Umur Perempuan

0-4 32.560 30.938 63.498

5-9 31.779 30.135 61.914

10-14 29.928 29.181 59.109

15-19 38.940 43.185 82.125

id
o.
20-24 53.449 51.674 105.123

g
s.
25-29 37.066 34.613
bp 71.679

30-34 33.855 33.079 66.934


a.
ot

35-39 30.519 31.063 61.582


gk

40-44 28.854 30.765 59.619


an

45-49 26.254 29.179 55.433


al
m

50-54 23.528 26.039 49.567


://
tp

55-59 19.092 20.220 39.312


ht

60-64 13.417 13.692 27.109

65-69 8.886 10.191 19.077

70-74 5.934 7.510 13.444

75+ 5.652 10.121 15.773

Jumlah 419.713 431.585 851.298

41
Lampiran 7 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas Yang Bekerja
Berdasarkan Lapangan Usaha, 2015

2015
Lapangan Pekerjaan Utama
Laki-laki Perempuan Laki2+Perempuan

1. Pertanian, Kehutanan, Per-


6.513 1.477 7.990
buruhan dan Perikanan
2. Pertambangan dan Penggali-
- - -
an
3. Industri Pengolahan 27.995 25.927 53.922

id
o.
4. Listrik, Gas dan Air 641 441 1.082

g
s.
3. Bangunan 26.905 bp 470 27.375
4. Perdagangan Besar, Eceran,
67.466 61.790 129.256
Hotel dan Rumah makan
a.

5. Angkutan, Pergudangan dan


ot

19.714 2.030 21.744


Komunikasi
gk

6. Keuangan dan Jasa-jasa 14.852 8.786 23.638


an

7. Pertambangan dan Penggali-


55.705 56.617 377.329
al

an, Listrik, Gas dan Air


m
://

Jumlah 219.791 157.538 377.329


tp
ht

42
Lampiran 9. Laju Pertumbuhan PDRB, 2014-2015

Lapangan Usaha/Industri 2014 2015

A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1,86 2,23

B. Pertambangan & Penggalian -1,87 -3,58

C. Industri Pengolahan 2,81 2,50

D. Pengadaan Listrik dan Gas 0,67 -0,40

id
E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,

o.
Limbah dan Daur Ulang
3,09 3,71

g
s.
F. Konstruksi bp 8,84 5,30
G. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor
5,48 6,56
a.

H. Transportasi dan Pergudangan 7,17 6,83


ot
gk

I. Penyediaan Akomodasi dan Makan dan


Minum
10,46 8,12
an

J. Informasi dan Komunikasi 8,14 8,14


al

K. Jasa Keuangan dan Asuransi 6,72 7,13


m
://

L. Real Estate 7,25 7,25


tp
ht

M, N. Jasa Perusahaan 8,77 8,77


O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib
0,11 3,72

P. Jasa Pendidikan 8,31 8,31

Q. Jasa Kesehatan 9,07 9,83

S,T,U. Jasa Lainnya 4,55 3,64

Produk Domestik Regional Bruto 5,80 5,61

43
id
o.
.g
ps
a .b
ot

Mencerdaskan Bangsa
gk
an
al
m
://
tp
ht

BADAN PUSAT STATISTIK


KOTA MALANG
Jl. Janti Barat No47A, Kota Malang
Telp (0341)801164, Faks (0341)805871
E-mail : bps3573@bps.go.id

Anda mungkin juga menyukai