Anda di halaman 1dari 64

LANGKAH-LANGKAH PEMODELAN MENGGUNAKAN PLAXIS V8.2

Pada bagian ini dijelaskan tentang cara-cara yang dilakukan untuk memodelkan proyek

5 ke dalam bentuk model analisa yang bisa dihitung oleh Plaxis. Adapun langkah-

langkah tersebut adalah berikut ini:

a. Membuat file baru

Buka program Plaxis, pilih “new project” kemudian klik OK

program Plaxis, pilih “new project” kemudian klik OK b. Input geometri Yang harus dilakukan pada bagian

b. Input geometri

Yang harus dilakukan pada bagian tabsheet project adalah:

Langkah pertama dalam menggambar geometri adalah dengan memberi nama

terlebih dahulu, misalkan “Project 5”.

Kemudian karena dinding penahan tanah adalah struktur memanjang, sehingga

sebagai model dipilih “plain strain”.

Pilih juga 15-node agar analisa elemen yang lebih detail.

Proses tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Proses tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini: Yang harus dilakukan pada bagian tabsheet dimensions adalah:

Yang harus dilakukan pada bagian tabsheet dimensions adalah:

Menentukan standar unit yang digunakan untuk panjang, gaya, dan waktu.

Menentukan

batas

ruang

kerja

dalam

menggambar

geometri

untuk

mempermudah penggambaran. Dan juga, menentukan spasi grid & interval yang

ingin digunakan. Semakin kecil spasi, maka titik bantu akan semakin banyak.

Pada contoh ini, satuan panjang = meter, gaya = kN, waktu = hari. Kemudian

spasi grid = 1 m, dengan interval 4.

Klik OK.

Proses tersebut ditunjukkan oleh gambar berikut ini:

Proses tersebut ditunjukkan oleh gambar berikut ini: Jika ingin melakukan perubahan, dapat melakukan pengaturan ulang pada

Jika ingin melakukan perubahan, dapat melakukan pengaturan ulang pada bagian

file, ke general settings.

Langkah-langkah pengambaran geometri:

Gunakan geometry line

pengambaran geometri: ∑ Gunakan geometry line untuk menggambar area dan objek seperti beban. Atau dapat

untuk menggambar area dan objek seperti beban.

Atau dapat juga menggunakan input berdasarkan titik di sumbu kartesius (X &

Y). Misalkan 0 ;

0 untuk titik 0 dan -6 ; 0 untuk titik 1, dst. Sehingga pada

akhirnya seperti gambar geometri dinding penahan tanah jenis MSE berikut ini:

∑ Klik Standard Fixities untuk membatasi daerah yang dianalisa oleh Plaxis. ∑ Gambarkan juga lokasi

Klik Standard Fixities

untuk membatasi daerah yang dianalisa oleh Plaxis.∑ Klik Standard Fixities ∑ Gambarkan juga lokasi ditempatkannya geosintetik sebagai perkuatan tanah menggunakan

Fixities untuk membatasi daerah yang dianalisa oleh Plaxis. ∑ Gambarkan juga lokasi ditempatkannya geosintetik

Gambarkan juga lokasi ditempatkannya geosintetik sebagai perkuatan tanah

menggunakan geogrid

.
.
Menggunakan input sumbu X,Y dapat memasukkan angka koordinat berikut ini: Geogrid Input Awal Input Akhir

Menggunakan input sumbu X,Y dapat memasukkan angka koordinat berikut ini:

Geogrid

Input Awal

Input Akhir

(X,Y)

(X,Y)

1

0

; 0,2

4,2 ; 0,2

2

0

; 0,6

4,2 ; 0,6

3

 

0

;

1

4,2 ; 1

4

0 ; 1,4

4,2 ; 1,4

5

1 ; 1,8

4,2 ; 1,8

6

2 ; 2,2

4,2 ; 2,2

7

3 ; 2,6

4,2 ; 2,6

8

 

4

; 3

4,2 ; 3

9

5 ; 3,4

4,2 ; 3,4

10

6 ; 3,8

4,2 ; 3,8

11

7 ; 4,2

4,2 ; 4,2

Jika ada garis yang ingin dihapus dapat menggunakan select

Jika ada garis yang ingin dihapus dapat menggunakan select , klik pada garis tersebut, lalu tekan

, klik pada

garis tersebut, lalu tekan delete. Jika ingin kembali ke step sebelumnya, dapat

menggunakan redo

.
.

c.

Input pembebanan.

Langkah-langkah

yang

dilakukan

pada saat

input

pembebanan

adalah

sebagai

berikut:

Setelah

terlebih

dulu

menggambar

geometri

pembebanan

pada

langkah

sebelumnya. Selanjutnya adalah memberi keterangan jenis pembebanan dan

besarnya. Pembebanan merata menggunakan distributed load – load system

A/distributed load – load system B

load – load system A/distributed load – load system B . Sedangkan pembebanan terpusat menggunakan point

. Sedangkan pembebanan terpusat

menggunakan

point

loads

load

system

A/point

loads

load

system

B

point loads – load system A/point loads – load system B . Karena pada kasus ini

. Karena pada kasus ini hanya ada satu pembebanan merata, maka

yang digunakan cukup distributed load – load system A. Posisikan pembebanan

seperti menggambar geometri. Atau bisa juga dengan memasukkan koordinat

pembebanannya. Misalnya input awal 0,22 ; 4,6, input akhir 12 ; 4.6.

geometri. Atau bisa juga dengan memasukkan koordinat pembebanannya. Misalnya input awal 0,22 ; 4,6, input akhir

Untuk memberi nilai besarnya pembebanan, maka dapat meng-klik pada garis

beban, contohnya seperti gambar di bawah ini:

pada garis beban, contohnya seperti gambar di bawah ini: ∑ Setelah didobel klik akan muncul dialog

Setelah didobel klik akan muncul dialog seperti di bawah ini:

didobel klik akan muncul dialog seperti di bawah ini: ∑ Pilih distributed load (system A) ,

Pilih distributed load (system A), klik OK, sehingga akan muncul dialog seperti

berikut ini:

Pembebanan dapat divariasikan sesuai dengan keadaan di lapangan. Untuk kasus ini besar pembebanan adalah 15

Pembebanan dapat divariasikan sesuai dengan keadaan di lapangan. Untuk kasus ini

besar pembebanan adalah 15 kN/m 2 .

d. Input Data Material

Sebelum melakukan generate mesh, terlebih dulu semua geometri yang digambar di

Plaxis harus dipastikan telah diberi input material menggunakan material set

,
,

sehingga akan muncul dialog seperti di bawah ini:

harus dipastikan telah diberi input material menggunakan material set , sehingga akan muncul dialog seperti di

Di dalam plaxis, dapat digunakan pemodelan tipe material dengan pilihan soil &

interfaces (parameter tanah dan gesekan dengan material lain), plates (bored pile,

soldier pile, tiang pancang, dll), geogrids, anchors (angkur, strut, dll). Misalkan

akan memodelkan jenis tanah (soil & interfaces), langkah-langkah yang harus

dilakukan adalah:

Klik pada New, lalu akan muncul dialog seperti di bawah ini:

pada New , lalu akan muncul dialog seperti di bawah ini: Beri nama jenis tanah, misalkan

Beri nama jenis tanah, misalkan “pondasi”. Pilih analisa material model Mohr-

Coulomb, dengan tipe material drained karena desain 120 tahun sehingga

kondisi tanah akan drained, lalu masukkan parameter massa jenis tidak jenuh 18

kN/m 3 dan massa jenis jenuh 18 kN/m 3 .

Untuk

pilihan

warna

material

dapat

diatur

sesuai

kehendak,

dengan

cara

mengatur setting-an warna di pojok kiri bawah.

Klik next untuk berpindah ke tabsheet parameters, masukkan nilai modulus

Young, diasumsikan 50.000 kN/m 3 dan angka poisson 0,25 karena dianggap

tanah dasar memiliki tingkat kekerasan yang tinggi (dipadatkan dengan baik).

Angka pada alternatives dan velocities akan berubah secara otomatis dari data

input sebelumnya. Selanjutnya masukkan nilai kohesi 60 kN/m 2 , dan = 0.

masukkan nilai kohesi 60 kN/m 2 , dan = 0. ∑ Klik next untuk berpindah ke

Klik next untuk berpindah ke tabsheet interfaces. Karena tidak ada friksi antara

tanah dengan material lain, maka bagian ini dapat dilewatkan dulu. Klik OK.

Pindahkan dengan cara menarik (drag) material lempung ke geometri tanah

seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:

∑ Untuk membuat material tanah perkuatan dan timbunan, dapat mengulangi langkah seperti membuat properti material

Untuk membuat material tanah perkuatan dan timbunan, dapat mengulangi

langkah seperti membuat properti material tanah. Parameter-parameter yang

dimasukkan dicontohkan oleh gambar berikut ini:

yang dimasukkan dicontohkan oleh gambar berikut ini: Material model adalah Mohr-Coulomb dengan tipe drained ,

Material model adalah Mohr-Coulomb dengan tipe drained, dengan γ = 18

Kekakuan diasumsikan 5.000 kN/m 2 karena tanah perkuatan dipadatkan sudah baik dan cukup kaku, dengan

Kekakuan diasumsikan 5.000 kN/m 2 karena tanah perkuatan dipadatkan sudah

baik dan cukup kaku, dengan angka poisson 0,35 dan pk sebesar 37,39°, dilatasi

13°. Nilai kohesi dimasukkan sangat kecil untuk memodelkan kohesi = 0.

Pindahkan dengan cara menarik (drag) material tanah perkuatan ke geometri

seperti ditunjukkan oleh gambar berikut ini:

∑ Untuk membuat material facing yang merupakan blok beton, dapat mengulangi langkah seperti membuat properti

Untuk membuat material facing yang merupakan blok beton, dapat mengulangi

langkah seperti membuat properti material tanah. Parameter-parameter yang

dimasukkan dicontohkan oleh gambar berikut ini:

langkah seperti membuat properti material tanah. Parameter-parameter yang dimasukkan dicontohkan oleh gambar berikut ini:

Facing merupakan blok yang terbuat dari beton. Namun material model juga

dapat

dimodelkan menggunakan Mohr Coulomb tipe non porous, dengan γ =

25 kN/m 3 (Berdasarkan buletin Plaxis).

, dengan γ = 25 kN/m 3 (Berdasarkan buletin Plaxis). Karena merupakan material beton maka kekakuan

Karena merupakan material beton maka kekakuan dihitung sebesar 2,143 × 10 4

dengan rasio poisson beton 0,2.

Pindahkan dengan cara menarik (drag) material tanah perkuatan ke geometri

seperti ditunjukkan oleh gambar berikut ini:

Pindahkan dengan cara menarik (drag) material tanah perkuatan ke geometri seperti ditunjukkan oleh gambar berikut ini:

Untuk memodelkan material geosintetik langkah-langkah yang harus dilakukan

adalah sebagai berikut:

Pilih set type - geogrids, seperti gambar di bawah:

∑ Pilih set type - geogrids , seperti gambar di bawah: ∑ Klik New , kemudian

Klik New, kemudian beri nama geogrid pada kasus ini RE560. Dengan tipe

analisa elastoplastic. Nilai EA dan didapatkan dari interpolasi berikut ini:

Geogrid

Temperatur

Design Load

Desain (°C)

(kN/m)

RE560

20

24,09

RE560

30

21,85

EA Plaxis untuk 20 °C (umur desain 120 tahun) = 388 kN/m

N p Plaxis untuk 20 °C (umur desain 120 tahun) = 41,66 kN/m

Sehingga, nilai EA & N p Plaxis untuk 30 °C dapat diinterpolasikan:

EA (30 C)

EA (30 C)

EA (30 C)

Beban Kerja 30 C

=

 

Beban Kerja 20 C

=

21,85

388

24,09

=

352 kN/m

 

EA (20 C)

∑ Cara mendefinisikan material geogrid yang telah digambar pada geometri adalah pilih geogrid di geometri

Cara mendefinisikan material geogrid yang telah digambar pada geometri adalah

pilih geogrid di geometri menggunakan select

merah, lalu klik Apply.

di geometri menggunakan select merah, lalu klik Apply . , lalu geogrid akan menyala ∑ Lakukan

, lalu geogrid akan menyala

select merah, lalu klik Apply . , lalu geogrid akan menyala ∑ Lakukan generate mesh sehingga

Lakukan generate mesh

klik Apply . , lalu geogrid akan menyala ∑ Lakukan generate mesh sehingga akan muncul hasil

sehingga akan muncul hasil seperti di bawah ini:

Klik update . e. Input Kondisi Awal Pada bagian ini harus didefinisikan kondisi awal, dimana

Klik update

.
.

e. Input Kondisi Awal

Pada bagian ini harus didefinisikan kondisi awal, dimana belum ada timbunan dan

perkuatan. Sehingga langkah-langkahnya seperti berikut ini:

Klik initial condition

bawah ini:

seperti berikut ini: ∑ Klik initial condition bawah ini: , sehingga akan muncul seperti gambar di

, sehingga akan muncul seperti gambar di

bawah ini: , sehingga akan muncul seperti gambar di ∑ Gambarkan muka air tanah pada 0,0

Gambarkan muka air tanah pada 0,0 menggunakan phreatic level

muka air tanah pada 0,0 menggunakan phreatic level . Analisa menggunakan K o -Procedure karena air

. Analisa

menggunakan K o -Procedure karena air & kontur tanah tidak berbeda elevasi

pada awalnya.

∑ Klik untuk menghitung tekanan air yang bekerja, sehingga akan muncul besar tekanan air tanah

Klik

∑ Klik untuk menghitung tekanan air yang bekerja, sehingga akan muncul besar tekanan air tanah yang

untuk menghitung tekanan air yang bekerja, sehingga akan muncul

besar tekanan air tanah yang bekerja.

sehingga akan muncul besar tekanan air tanah yang bekerja. ∑ Non-aktifkan facing , tanah timbunan &

Non-aktifkan facing, tanah timbunan & beban, karena pada awalnya, tidak ada

facing, tanah timbunan & beban di atas tanah pondasi. Klik pada initial pore

pressure

beban di atas tanah pondasi. Klik pada initial pore pressure . Menggunakan select , klik pada

. Menggunakan select

beban di atas tanah pondasi. Klik pada initial pore pressure . Menggunakan select , klik pada

, klik pada facing, tanah timbunan,

beban, sehingga warna menjadi hilang, sehingga akan muncul seperti gambar di

bawah ini:

hilang, sehingga akan muncul seperti gambar di bawah ini: ∑ Klik untuk menghitung tegangan efektif tanah

Klik

sehingga akan muncul seperti gambar di bawah ini: ∑ Klik untuk menghitung tegangan efektif tanah yang

untuk menghitung tegangan efektif tanah yang bekerja, sehingga akan

muncul besar tegangan efektif tanah dasar yang bekerja.

tegangan efektif tanah yang bekerja, sehingga akan muncul besar tegangan efektif tanah dasar yang bekerja. Klik

Klik update

.
.

f.

Kalkulasi

Langkah-langkah yang diperlukan pada fase ini adalah sebagai berikut:

Proses perhitungan dimulai dengan meng-klik calculate

akan muncul dialog seperti di bawah ini:

calculate akan muncul dialog seperti di bawah ini: , sehingga Pilih calculation type plastic seperti

, sehingga

akan muncul dialog seperti di bawah ini: , sehingga Pilih calculation type plastic seperti dicontohkan di

Pilih calculation type plastic seperti dicontohkan di atas.

Selanjutnya beri nama fase 1, timbunan 1, lalu klik parameters

muncul dialog seperti berikut:

di atas. ∑ Selanjutnya beri nama fase 1, timbunan 1, lalu klik parameters muncul dialog seperti

. Akan

∑ Klik Ignore undrained behavior dan Reset displacements to zero . Lalu klik define ,

Klik Ignore undrained behavior dan Reset displacements to zero. Lalu klik

define

dan Reset displacements to zero . Lalu klik define , sehingga akan muncul gambar seperti di

, sehingga akan muncul gambar seperti di bawah ini:

define , sehingga akan muncul gambar seperti di bawah ini: Karena Plaxis berbasis pada konstruksi bertahap,

Karena Plaxis berbasis pada konstruksi bertahap, maka harus didefinisikan tahap

konstruksi dari mulai timbunan awal, pondasi untuk facing, perkuatan geogrid

dari

step

awal

hingga

step

akhir.

Pada

kondisi

awal,

harus

diaktifkan

menggunakan select

menggunakan select dan klik di geometri timbunan 1 dan gali tanah untuk menempatkan pondasi facing ,

dan klik di geometri timbunan 1 dan gali tanah untuk

menempatkan pondasi facing, serta klik pada geometri hingga menyala kuning.

facing , serta klik pada geometri hingga menyala kuning. Klik update . ∑ Lakukan proses mendefinisikan

Klik update

.
.

Lakukan proses mendefinisikan tahapan konstruksi di atas hingga pada akhirnya

semua dalam kondisi menyala, seperti ditunjukkan gambar berikut ini:

di atas hingga pada akhirnya semua dalam kondisi menyala, seperti ditunjukkan gambar berikut ini: Klik update

Klik update

di atas hingga pada akhirnya semua dalam kondisi menyala, seperti ditunjukkan gambar berikut ini: Klik update

. Lalu

.
.

Setelah semua proses tersebut diatas telah dijalankan. Maka akan keluar output

seperti berikut ini:

dijalankan. Maka akan keluar output seperti berikut ini: ∑ Untuk menghitung faktor keamanan, dibuat satu fase

Untuk menghitung faktor keamanan, dibuat satu fase lagi menggunakan calculation

type phi/chi reduction. Cara ini berprinsip pada reduksi nilai kohesi dan sudut geser

tanah hingga mencapai kondisi longsor. Dari sana faktor kemanan yang dihitung

Plaxis didapat.

Klik next

faktor kemanan yang dihitung Plaxis didapat. ∑ Klik next , sehingga akan muncul dialog seperti fase-fase

, sehingga akan muncul dialog seperti fase-fase sebelumnya.

Beri

nama

misalkan

FS

dan

pilih

calculation

type

phi/chi

reduction

seperti

dicontohkan di bawah ini:

∑ Klik calculate sehingga Plaxis akan menghitung faktor keamanan. Klik pada output , dan akan

Klik calculate

∑ Klik calculate sehingga Plaxis akan menghitung faktor keamanan. Klik pada output , dan akan muncul

sehingga Plaxis akan menghitung faktor keamanan. Klik

pada output

sehingga Plaxis akan menghitung faktor keamanan. Klik pada output , dan akan muncul hasil seperti gambar

, dan akan muncul hasil seperti gambar berikut ini:

sehingga Plaxis akan menghitung faktor keamanan. Klik pada output , dan akan muncul hasil seperti gambar
∑ Untuk melihat grafik perhitungan faktor keamanan/FS, maka klik pada multipliers , dan lihat pada
∑ Untuk melihat grafik perhitungan faktor keamanan/FS, maka klik pada multipliers , dan lihat pada

Untuk melihat grafik perhitungan faktor keamanan/FS, maka klik pada

multipliers, dan lihat pada -Msf.

Besar faktor keamanan yang didapat pada contoh ini adalah 2,59. ∑ Untuk melihat besar gaya

Besar faktor keamanan yang didapat pada contoh ini adalah 2,59.

Untuk melihat besar gaya aksial yang bekerja pada geogrid, caranya adalah

mendobel klik pada grid, lalu pilih forces > axial forces. Akan muncul tampilan

berikut ini:

> axial forces . Akan muncul tampilan berikut ini: Klik pada table detil. , akan muncul

Klik pada table

detil.

. Akan muncul tampilan berikut ini: Klik pada table detil. , akan muncul besar gaya yang

, akan muncul besar gaya yang bekerja pada geogrid secara

LANGKAH-LANGKAH PEMODELAN MENGGUNAKAN TENSARWALL

Bagian ini adalah langkah-langkah dalam memasukkan input pada TensarWall untuk

memodelkan kasus 5. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini:

a. Membuat file baru

Tampilan awal saat membuka TensarWall.

a. Membuat file baru Tampilan awal saat membuka TensarWall. Buat file baru, sehingga akan muncul tampilan

Buat file baru, sehingga akan muncul tampilan seperti berikut ini:

file baru Tampilan awal saat membuka TensarWall. Buat file baru, sehingga akan muncul tampilan seperti berikut

b. Input Geometri

Pertama-tama, pilih dulu jenis facing yang digunakan, klik pada

pilih dulu jenis facing yang digunakan, klik pada , lalu pilih facing jenis tensar wall system

, lalu

pilih facing jenis tensar wall system/TW1 dengan kemiringan 90 derajat.

jenis tensar wall system /TW1 dengan kemiringan 90 derajat. ∑ Input data geometri sesuai dengan studi

Input data geometri sesuai dengan studi kasus, misalkan studi kasus proyek 5.

Maka input datanya adalah demikian:

studi kasus proyek 5. Maka input datanya adalah demikian: Setelah klik pada set , geometri akan

Setelah klik pada set, geometri akan berubah seperti gambar berikut ini:

c. Input Pembebanan Untuk menginput pembebanan, klik pada beikut ini: , sehingga akan muncul tampilan

c. Input Pembebanan

Untuk menginput pembebanan, klik pada

beikut ini:

Pembebanan Untuk menginput pembebanan, klik pada beikut ini: , sehingga akan muncul tampilan Masukkan beban sebesar

, sehingga akan muncul tampilan

klik pada beikut ini: , sehingga akan muncul tampilan Masukkan beban sebesar 15 kN/m 2 .

Masukkan beban sebesar 15 kN/m 2 .

Setelah diberi beban, klik pada

sebesar 15 kN/m 2 . Setelah diberi beban, klik pada , sehingga GWT didefinisikan terletak pada

, sehingga GWT didefinisikan terletak pada

level 0 m. Akan muncul tampilan seperti berikut ini:

d. Input Data Tanah Masukkan data-data tanah dari proyek 5, seperti contoh berikut ini: e.

d. Input Data Tanah

Masukkan data-data tanah dari proyek 5, seperti contoh berikut ini:

data-data tanah dari proyek 5, seperti contoh berikut ini: e. Input Material Geogrid Klik pada .

e. Input Material Geogrid

Klik pada

contoh berikut ini: e. Input Material Geogrid Klik pada . Masukkan data jenis geogrid, level tiap

. Masukkan data jenis geogrid, level tiap spasi pemasangan dan level

geogrid paling dasar sehingga akan seperti tampilan berikut ini:

f. Kalkulasi Pada bagian ini, perhitungan dilakukan langsung dengan mengklik pada “GO check external dan

f.

Kalkulasi

Pada bagian ini, perhitungan dilakukan langsung dengan mengklik pada “GO check

external dan GO check internal”. Kemudian TensarWall akan mengecek stabilitas

eksternal dan internal dari model yang telah dibuat.

eksternal dan internal dari model yang telah dibuat. Dari gambar di atas, stabilitas eksternal dan internal

Dari gambar di atas, stabilitas eksternal dan internal berstatus OK.

g. Pengecekan Gaya-Gaya Tiap Level

TensarWall dapat melakukan perhitungan gaya-gaya pada model yang telah dibuat.

Caranya adalah dengan mengklik pada

model yang telah dibuat. Caranya adalah dengan mengklik pada . Lalu akan muncul tampilan berikut ini:

. Lalu akan muncul tampilan berikut ini:

mengklik pada . Lalu akan muncul tampilan berikut ini: Masukkan level yang ingin diukur, lalu klik

Masukkan level yang ingin diukur, lalu klik calculate, maka TensarWall akan

menghitung gaya pendorong dan gaya penahan yang dicek tiap 3°.

h. Faktor Keamanan

Untuk melihat besar faktor keamanan yang dihitung oleh TensarWall. Klik pada

bagian print

yang dihitung oleh TensarWall. Klik pada bagian print , dari sana bisa dilihat perhitungan gaya-gaya oleh

, dari sana bisa dilihat perhitungan gaya-gaya oleh TensarWall dan

besar faktor keamanan.

Output faktor keamanan ada 3 jenis, yaitu: 1. Faktor keamanan untuk geser pada bagian yang

Output faktor keamanan ada 3 jenis, yaitu:

1. Faktor keamanan untuk geser pada bagian yang memotong grid. Besarnya dapat

dihitung menggunakan persamaan di bawah ini:

FK =

Gaya Pendorong

Gaya Penahan

FK =

FK =

R

Z

162,63

82,538

2.

Faktor keamanan untuk geser pada bagian yang tidak

memotong grid. Pada

kasus ini FK-nya yang dihitung TensarWall adalah 2,058.

3. Faktor keamanan untuk geser sepanjang grid perkuatan. Pada kasus ini FK yang

dihitung TensarWall adalah 2,106.

i. Gaya Pada Geogrid

Besar gaya yang bekerja pada geogrid berdasarkan perhitungan TensarWall dapat

diketahui dengan mudah, caranya adalah dengan menggunakan TensarWall versi

AS, klik pada bagian geogrid, akan muncul grafik seperti berikut ini:

pada bagian geogrid, akan muncul grafik seperti berikut ini: Dengan demikian gaya-gaya pada setiap geogrid bisa

Dengan demikian gaya-gaya pada setiap geogrid bisa ditampilkan. Total gaya yang bekerja adalah luas area yang dibentuk oleh grafik di atas.

CONTOH LANGKAH MENGHITUNG FAKTOR KEAMANAN STABILITAS

LOKAL METODE SATU BAJI (RANKINE)

Proyek 1

Data tanah proyek 1 adalah sebagai berikut:

Tipe Tanah

c´ (kN/m 2 )

´ cv (°)

´ p (°)

ψ

γ

(°)

(kN/m 3 )

Tanah Perkuatan

0

28

38,58

13,23

18

Tanah Timbunan

0

28

38,58

13,23

18

Tanah Pondasi

100

0

0

0

18

Data geogrid proyek 1 untuk suhu 30 °C adalah sebagai berikut:

Geogrid

Temperatur

Beban Kerja

Desain (°C)

Izin (kN/m)

RE560

30

21,85

RE520

30

13,01

Data koordinat geogrid untuk proyek 1 adalah sebagai berikut:

Lapis

Geogrid

Koordinat

Geogrid

Level

Diukur dari GWT

Panjang Akhir

Perkuatan

(m)

(m)

 

1 RE560

0,2

4,4

 

2 RE560

0,6

4,4

 

3 RE560

1,0

4,4

 

4 RE560

1,4

4,4

 

5 RE560

1,8

4,4

 

6 RE520

2,2

4,4

 

7 RE520

2,6

4,4

 

8 RE520

3,0

4,4

 

9 RE520

3,4

4,4

 

10 RE520

3,8

4,4

 

11 RE520

4,2

4,4

 

12 RE520

4,6

4,4

Geometri dari proyek 1 adalah sebagai berikut:

Facing Tipe TW1 Standard (Tensar Wall System) Beban Luar 4,8 m Tanah Tanah Perkuatan Timbunan
Facing Tipe TW1 Standard
(Tensar Wall System)
Beban Luar
4,8 m
Tanah
Tanah
Perkuatan
Timbunan
90°
90°
0,4 m
4,4 m

Keterangan gambar:

Beban luar

: 15 kN/m 2

Kemiringan dinding

: 90 derajat

Tipe facing

: TW1 Standard (Tensar Wall System)

Kedalaman pondasi

: -0,1H atau -0,5 meter

Level GWT

: 0 meter

Koefisien guling

:

1

Koefisien geser

: 0,8

Tinggi timbunan di

sebelah facing

: 0,4 meter

Menghitung koefisien tekanan aktif tanah (K a )

K

K

K

a

a

a

=

=

=

tan

tan

2

2

45

45

0,361

'

2

28

2

Menghitung tekanan efektif tanah arah horizontal pada setiap geogrid

'

h

=

K

a

z

i

+

K

a

q

Geogrid 12 (teratas)

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 0,2 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 6,71 kN/m 2

Geogrid 11

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 0,6 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 9,31 kN/m 2

Geogrid 10

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 1,0 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 11,91 kN/m 2

Geogrid 9

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 1,4 m + 0,361 × 15 kN/m 2

Geogrid 8

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 1,8 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 17,11 kN/m 2

Geogrid 7

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 2,2 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 19,71 kN/m 2

Geogrid 6

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 2,6 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 22,31 kN/m 2

Geogrid 5

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 3,0 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 24,91 kN/m 2

Geogrid 4

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 3,4 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 27,51 kN/m 2

Geogrid 3

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 3,8 m + 0,361 × 15 kN/m 2

Geogrid 2

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 4,2 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 32,71 kN/m 2

Geogrid 1 (terbawah)

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 4,6 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 35,31 kN/m 2

Menghitung tegangan maksimum pada tiap geogrid

T pendorong i = σ´ h × S v

Geogrid 12 (teratas)

T pendorong 12 = 6,71 kN/m 2 × 0,2 m

T pendorong 12 =

Geogrid 11

1,34 kN/m

T pendorong 11 = 9,31 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 11 = 3,73 kN/m

Geogrid 10

T pendorong 10 = 11,91 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 10 = 4,77 kN/m

Geogrid 9

T pendorong 9 = 14,51 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 9 = 5,80 kN/m

Geogrid 8

T pendorong 8 = 17,11 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 8 = 6,84 kN/m

Geogrid 7

T pendorong 7 = 19,71 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 7 = 7,88 kN/m

Geogrid 6

T pendorong 6 = 22,31 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 6 = 8,92 kN/m

Geogrid 5

T pendorong 5 = 24,91 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 5 = 9,96 kN/m

Geogrid 4

T pendorong 4 = 27,51 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 4 = 11,00 kN/m

Geogrid 3

T pendorong 3 = 30,11 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 3 = 12,04 kN/m

Geogrid 2

T pendorong 2 = 32,71 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 2 = 13,08 kN/m

Geogrid 1 (terbawah)

T pendorong 1 = 35,31 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 1 = 14,12 kN/m

T

all

T all untuk geogrid tipe RE560 suhu desain 30 °C = 21,85 kN/m

T all untuk geogrid tipe RE520 suhu desain 30 °C = 13,01 kN/m

Menghitung gaya penahan yang mencegah geogrid tercabut dari tanah yang

menjepitnya

T penahan i = 2 × α p × L ai × (σ´ v ) × tan (

2 φ cv )

3

T penahan i = 2 × 0,8 × L ai × (γ × z i + q) × tan 18,67°

Lai

1.10 1.35 1.59 1.83 2.07 4,8 m 2.31 2.55 2.79 3.03 3.28 3.52 0,4 m
1.10
1.35
1.59
1.83
2.07
4,8 m
2.31
2.55
2.79
3.03
3.28
3.52
0,4 m
3.76
4,4 m

Geogrid 12 (teratas)

0.20

T penahan 12 = 2 × 0,8 × 1,1 × (18 kN/m 3 × 0,2 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 12 = 11,11 kN/m

Geogrid 11

T penahan 11 = 2 × 0,8 × 1,35 × (18 kN/m 3 × 0,6 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 11 = 18,76 kN/m

Geogrid 10

T penahan 10 = 2 × 0,8 × 1,59 × (18 kN/m 3 × 1 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 10 = 28,31 kN/m

Geogrid 9

T penahan 9 = 2 × 0,8 × 1,83 × (18 kN/m 3 × 1,4 m) × tan 18,67°

T penahan 9 = 39,72 kN/m

Geogrid 8

T penahan 8 = 2 × 0,8 × 2,07 × (18 kN/m 3 × 1,8 m) × tan 18,67°

T penahan 8 = 53,01 kN/m

Geogrid 7

T penahan 7 = 2 × 0,8 × 2,31 × (18 kN/m 3 × 2,2 m) × tan 18,67°

T penahan 7 = 68,19 kN/m

Geogrid 6

T penahan 6 = 2 × 0,8 × 2,55 × (18 kN/m 3 × 2,6 m) × tan 18,67°

T penahan 6 = 85,24 kN/m

Geogrid 5

T penahan 5 = 2 × 0,8 × 2,79 × (18 kN/m 3 × 3,0 m) × tan 18,67°

T penahan 5 = 104,06 kN/m

Geogrid 4

T penahan 4 = 2 × 0,8 × 3,03 × (18 kN/m 3 × 3,4 m) × tan 18,67°

T penahan 4 = 124,97 kN/m

Geogrid 3

T penahan 3 = 2 × 0,8 × 3,28 × (18 kN/m 3 × 3,8 m) × tan 18,67°

T penahan 3 = 147,64 kN/m

Geogrid 2

T penahan 2 = 2 × 0,8 × 3,52 × (18 kN/m 3 × 4,2 m) × tan 18,67°

T penahan 2 = 172,19 kN/m

Geogrid 1

T penahan 1 = 2 × 0,8 × 3,76 × (18 kN/m 3 × 4,6 m) × tan 18,67°

T penahan 1 = 198,65 kN/m

Menghitung faktor keamanan overstress tiap geogrid

FK

overstress

=

T all

T pendorong i

Menghitung faktor keamanan cabut tiap geogrid

FK

cabut

=

T

ppenahan i

T

penorong i

Tabel Hasil Perhitungan Faktor Keamanan Internal Satu Baji Proyek 1

Geogrid

z i (m)

T

pendorong

T

all

FK overstress

L ai (m)

T

penahan

FK cabut

(kN/m)

(kN/m)

(kN/m)

12

0,20

 

1,34

13,01

9,71

1,10

11,11

8,29

11

0,60

 

3,73

13,01

3,49

1,35

18,76

5,03

10

1,00

 

4,77

13,01

2,73

1,59

28,31

5,93

9

1,40

 

5,80

13,01

2,24

1,83

39,72

6,85

8

1,80

 

6,84

13,01

1,90

2,07

53,01

7,75

7

2,20

 

7,88

13,01

1,65

2,31

68,19

8,65

6

2,60

 

8,92

13,01

1,46

2,55

85,24

9,56

5

3,00

 

9,96

21,85

2,19

2,79

104,06

10,45

4

3,40

 

11,00

21,85

1,99

3,03

124,97

11,36

3

3,80

 

12,04

21,85

1,81

3,28

147,64

12,26

2

4,20

 

13,08

21,85

1,67

3,52

172,19

13,16

1

4,60

 

14,12

21,85

1,55

3,76

198,65

14,07

 

FK Minimum

 

1,46

 

5,03

CONTOH LANGKAH MENGHITUNG FAKTOR KEAMANAN STABILITAS

LOKAL METODE DUA BAJI PADA BIDANG YANG MEMOTONG GEOGRID

Proyek 1

Data tanah proyek 1 adalah sebagai berikut:

Tipe Tanah

c´ (kN/m 2 )

´ cv (°)

´ p (°)

ψ

γ

(°)

(kN/m 3 )

Tanah Perkuatan

0

28

38,58

13,23

18

Tanah Timbunan

0

28

38,58

13,23

18

Tanah Pondasi

100

0

0

0

18

Data geogrid proyek 1 untuk suhu 30 °C adalah sebagai berikut:

Geogrid

Temperatur

Beban Kerja

Desain (°C)

Izin (kN/m)

RE560

30

21,85

RE520

30

13,01

Data koordinat geogrid untuk proyek 1 adalah sebagai berikut:

Lapis

Geogrid

Koordinat

Geogrid

Level

Diukur dari GWT

Panjang Akhir

Perkuatan

(m)

(m)

 

1 RE560

0,2

4,4

 

2 RE560

0,6

4,4

 

3 RE560

1,0

4,4

 

4 RE560

1,4

4,4

 

5 RE560

1,8

4,4

 

6 RE520

2,2

4,4

 

7 RE520

2,6

4,4

 

8 RE520

3,0

4,4

 

9 RE520

3,4

4,4

 

10 RE520

3,8

4,4

 

11 RE520

4,2

4,4

 

12 RE520

4,6

4,4

Geometri dari pola keruntuhan proyek 1 adalah sebagai berikut: 59° 4,8 m Lai 42° 0.20
Geometri dari pola keruntuhan proyek 1 adalah sebagai berikut:
59°
4,8 m
Lai
42°
0.20
0,4 m
4,4 m

Langkah-langkah menghitung:

Menghitung koefisien tekanan aktif tanah (Ka)

K

K

K

a

a

a

=

=

=

tan

tan

2

2

45

45

0,361

'

2

28

2

Menghitung tekanan efektif tanah arah horizontal pada setiap geogrid

'

h

=

K

a

z

i

+

K

a

q

Geogrid 12 (teratas)

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 0,2 m + 0,361 × 15 kN/m 2

Geogrid 11

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 0,6 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 9,31 kN/m 2

Geogrid 10

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 1,0 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 11,91 kN/m 2

Geogrid 9

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 1,4 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 14,51 kN/m 2

Geogrid 8

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 1,8 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 17,11 kN/m 2

Geogrid 7

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 2,2 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 19,71 kN/m 2

Geogrid 6

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 2,6 m + 0,361 × 15 kN/m 2

Geogrid 5

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 3,0 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 24,91 kN/m 2

Geogrid 4

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 3,4 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 27,51 kN/m 2

Geogrid 3

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 3,8 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 30,11 kN/m 2

Geogrid 2

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 4,2 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 32,71 kN/m 2

Geogrid 1 (terbawah)

σ´ h = 0,361 × 18 kN/m 3 × 4,6 m + 0,361 × 15 kN/m 2

σ´ h = 35,31 kN/m 2

Menghitung tegangan maksimum pada tiap geogrid

T pendorong i = σ´ h × S v

Geogrid 12 (teratas)

T pendorong 12 = 6,71 kN/m 2 × 0,2 m

T pendorong 12 =

Geogrid 11

1,34 kN/m

T pendorong 11 = 9,31 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 11 = 3,73 kN/m

Geogrid 10

T pendorong 10 = 11,91 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 10 = 4,77 kN/m

Geogrid 9

T pendorong 9 = 14,51 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 9 = 5,80 kN/m

Geogrid 8

T pendorong 8 = 17,11 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 8 = 6,84 kN/m

Geogrid 7

T pendorong 7 = 19,71 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 7 = 7,88 kN/m

Geogrid 6

T pendorong 6 = 22,31 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 6 = 8,92 kN/m

Geogrid 5

T pendorong 5 = 24,91 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 5 = 9,96 kN/m

Geogrid 4

T pendorong 4 = 27,51 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 4 = 11,00 kN/m

Geogrid 3

T pendorong 3 = 30,11 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 3 = 12,04 kN/m

Geogrid 2

T pendorong 2 = 32,71 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 2 = 13,08 kN/m

Geogrid 1 (terbawah)

T pendorong 1 = 35,31 kN/m 2 × 0,4 m

T pendorong 1 = 14,12 kN/m

Menghitung gaya penahan yang mencegah geogrid tercabut dari tanah yang

menjepitnya

T penahan i = 2 × α p × L ai × (σ´ v ) × tan (

2 φ cv )

3

T penahan i = 2 × 0,8 × L ai × (γ × z i + q) × tan 18,67°

Geogrid 12 (teratas)

T penahan 12 = 2 × 0,8 × 0 × (18 kN/m 3 × 0,2 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 12 = 0

Geogrid 11

T penahan 11 = 2 × 0,8 × 0 × (18 kN/m 3 × 0,6 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 11 = 0

Geogrid 10

T penahan 10 = 2 × 0,8 × 0,11 × (18 kN/m 3 × 1 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 10 = 1,96 kN/m

Geogrid 9

T penahan 9 = 2 × 0,8 × 0,28 m × (18 kN/m 3 × 1,4 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 9 = 12,39 kN/m

Geogrid 8

T penahan 8 = 2 × 0,8 × 0,73 m × (18 kN/m 3 × 1,8 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 8 = 26,13 kN/m

Geogrid 7

T penahan 7 = 2 × 0,8 × 1,18 m × (18 kN/m 3 × 2,2 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 7 = 43,38 kN/m

Geogrid 6

T penahan 6 = 2 × 0,8 × 1,63 m × (18 kN/m 3 × 2,6 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 6 = 73,49 kN/m

Geogrid 5

T penahan 5 = 2 × 0,8 × 2,09 m × (18 kN/m 3 × 3 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 5 = 88,39 kN/m

Geogrid 4

T penahan 4 = 2 × 0,8 × 2,54 m × (18 kN/m 3 × 3,4 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 4 = 116,56 kN/m

Geogrid 3

T penahan 3 = 2 × 0,8 × 2,99 m × (18 kN/m 3 × 3,8 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 3 = 147,86 kN/m

Geogrid 2

T penahan 2 = 2 × 0,8 × 3,44 m × (18 kN/m 3 × 4,2 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 2 = 182,67 kN/m

Geogrid 1

T penahan 1 = 2 × 0,8 × 3,89 m × (18 kN/m 3 × 4,6 m + 15 kN/m 2 ) × tan 18,67°

T penahan 1 = 220,97 kN/m

T

all

T all untuk geogrid tipe RE560 suhu desain 30 °C = 21,85 kN/m

T all untuk geogrid tipe RE520 suhu desain 30 °C = 13,01 kN/m

Menghitung faktor keamanan overstress tiap geogrid

FK

overstress

=

T all

T pendorong i

Menghitung faktor keamanan cabut tiap geogrid

FK

cabut

=

T

ppenahan i

T

penorong i

Tabel Hasil Perhitungan Faktor Keamanan Internal Dua Baji Proyek 1

Geogrid

z i (m)

T

pendorong

T

all

FK overstress

L

ai

T

penahan

FK cabut

(kN/m)

(kN/m)

(m)

(kN/m)

12

0,20

 

1,34

13,01

9,71

0,00

   

11

0,60

 

3,73

13,01

3,49

0,00

   

10

1,00

 

4,77

13,01

2,73

0,11

 

1,96

0,41

9

1,40

 

5,80

13,01

2,24

0,57

12,39

2,14

8

1,80

 

6,84

13,01

1,90

1,02

26,13

3,82

7

2,20

 

7,88

13,01

1,65

1,47

43,38

5,51

6

2,60

 

8,92

13,01

1,46

2,20

73,49

8,24

5

3,00

 

9,96

21,85

2,19

2,37

88,39

8,87

4

3,40

 

11,00

21,85

1,99

2,83

116,56

10,60

3

3,80

 

12,04

21,85

1,81

3,28

147,86

12,28

2

4,20

 

13,08

21,85

1,67

3,73

182,67

13,97

1

4,60

 

14,12

21,85

1,55

4,18

220,97

15,65

 

FK Minimum

 

1,46

 

0,41

CONTOH LANGKAH MENGHITUNG FAKTOR KEAMANAN INTERNAL

METODE DUA BAJI

Proyek 1

Data tanah proyek 1 adalah sebagai berikut:

Tipe Tanah

c´ (kN/m 2 )

´ cv (°)

´ p (°)

ψ

γ

(°)

(kN/m 3 )

Tanah Perkuatan

0

28

38,58

13,23

18

Tanah Timbunan

0

28

38,58

13,23

18

Tanah Pondasi

100

0

0

0

18

Data geogrid proyek 1 untuk suhu 30 °C adalah sebagai berikut:

Geogrid

Temperatur

Beban Kerja

Desain (°C)

Izin (kN/m)

RE560

30

21,85

RE520

30

13,01

Data koordinat geogrid untuk proyek 1 adalah sebagai berikut:

Lapis

Geogrid

Koordinat

Geogrid

Level

Diukur dari GWT

Panjang Akhir

Perkuatan

(m)

(m)

 

1 RE560

0,2

4,4

 

2 RE560

0,6

4,4

 

3 RE560

1,0

4,4

 

4 RE560

1,4

4,4

 

5 RE560

1,8

4,4

 

6 RE520

2,2

4,4

 

7 RE520

2,6

4,4

 

8 RE520

3,0

4,4

 

9 RE520

3,4

4,4

 

10 RE520

3,8

4,4

 

11 RE520

4,2

4,4

 

12 RE520

4,6

4,4

Kasus 1: Asumsi pola kelongsoran di bidang yang tidak memotong geogrid Geometri dari asumsi kasus

Kasus 1: Asumsi pola kelongsoran di bidang yang tidak memotong geogrid

Geometri dari asumsi kasus 1 ini adalah sebagai berikut:

q = 15 kN/m 4,8 m δ = φ´ 0.20 0,4 m 4,4 m
q = 15 kN/m
4,8 m
δ = φ´
0.20
0,4 m
4,4 m

Langkah-langkah menghitung:

Menghitung koefisien tekanan tanah aktif (K a ) metode Coulomb

K a

K a

K

a

=

=

=

 

2 '

 

cos

1

 

2

+

sin ( ' + ) ◊ sin ' cos
sin
(
'
+
)
sin
'
cos

 

2

cos (28)

 

1

 

2

+

+ ( sin 28 + 28 ) ◊ sin(28)

(

sin 28

+

28

)

sin(28)

cos (28)

 

0,282

Menghitung berat tanah yang longsor di dalam perkuatan

Q

=

luas trapesium

1

 
 

Q

=

( jumlah sisi sejajar)

tinggi

 
 

2

Q

=

1

(4,6 m

+

4,2 m)

4,4 m

18 kN / m

2

Q

=

348,48 kN / m

 

3

Menghitung total tekanan lateral yang bekerja

P ah

P ah

P ah

= 0,5

= 0,5 0,282 18 kN / m

= 62,536 kN / m

K

a

H

2

+

K

a

q

H

3

4,2 m

2

+

0,282 15 kN / m

3

4,2 m

Menghitung total tekanan vertikal yang bekerja

P

av

P

av

P

av

=

=

=

tan

62,536 kN / m 33,351kN / m

P

'

ah

tan (28)

Menghitung rasio gaya arah horizontal terhadap vertikal (R f )

R

f

R f

R

f

=

=

=

P ah

P

av

+

Q

62,536 kN / m

33,351kN / m

0,164

+

348,48 kN / m

Menghitung sudut kritis yang dibentuk oleh asumsi pola kelongsoran (θ u )

u

u

u

1

1

0,4 m

4,4 m

sisi depan

sisi samping

= tan

= tan

=

5,194

Menghitung faktor keamanan geser

FS

FS

FS

s

s

s

=

=

=

(

1 R

f

tan(5,194)

)

tan

 

'

 

(

R

f

+

tan

u

)

(

1 0,164 tan(5,194)

)

tan(28)

 

(

0,164

+ tan(5,194)

)

2,055

Hasil perhitungan TensarWall = 2,058. Selisih dengan perhitungan manual

TensarWall = 2,058. Selisih dengan perhitungan manual sebesar 0,003 Kasus 2: Asumsi pola kelongsoran di bidang

sebesar 0,003

Kasus 2: Asumsi pola kelongsoran di bidang geser sepanjang geogrid

Geometri dari asumsi kasus 2 ini adalah sebagai berikut:

q = 15 kN/m 4,8 m 2 δ = φ´ 3 0.20 0,4 m 4,4
q = 15 kN/m
4,8 m
2
δ =
φ´
3
0.20
0,4 m
4,4 m

Langkah-langkah menghitung:

Menghitung koefisien tekanan tanah aktif (K a ) metode Coulomb

K a

K a

K a

K

a

=

=

=

=

 

2 '

 

cos

 

2

 

)

+

1

sin

(

'

+

 

sin

 

'

  cos cos 2

  cos

cos

2

 

'