Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL

RENCANA KUNJUNGAN RUMAH PADA NY. E DENGAN


GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI

OLEH :

NAMA : RAHMAINI
NIM : 1441017

CI AKADEMIK CI CLINIK

( ) ( )

PRAKTEK PROFESI (NERS) KEPERAWATAN JIWA


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKes TENGKU MAHARATU
PEKANBARU
2015
RENCANA KUNJUNGAN RUMAH

A. Identitas Klien
Nama : Ny. S
Umur : 55 Tahun
No. RM : 047771
Pendidikan terakhir : SMP
Alamat : Jl. Mangga Gg. Raya Baru RT 006 / RW 002 Pekanabru
Pekerjaan : IRT
Suku : Melayu
Agama : Islam
Status dalam keluarga : Ibu
Status perkawinan : Kawin

B. Tujuan Kunjungan Rumah

1. Tujuan Umum

a. Memberikan informasi tentang keadaan klien pada keluarga.


b. Memberikan penyuluhan kesehatan pada keluarga tentang bagaimana cara

merawat klien dengan halusinasi dirumah klien.


c. Menjelaskan penggunaan obat secara teratur serta jenis dan fungsinya.

2. Tujuan khusus

a. Memvalidasi data dan melengkapi data yang diperoleh dari klien dan data

sekunder (rekam medik) mengenai :


Alasan masuk atau dirawat di Rumah Sakit.
Faktor predisposisi dan presipitasi.
Genogram keluarga.
Persepsi keluarga terhadap penyakit yang diderita klien.
Support system dalam keluarga.
b. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang perawatan klien gangguan jiwa di

rumah dikaitkan dengan 5 fungsi keluarga yaitu :


Keluarga dapat mengenal masalah yang menyebabkan klien kambuh.
Keluarga dapat mengambil keputusan dalam melakukan perawatan

terhadap klien.
Keluarga dapat merawat klien dirumah.
Keluarga dapat memodifikasi lingkungan yang terapeutik dalam

merawat klien.
Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di

masyarakat untuk merawat kesehatan klien.


c. Memberikan pendidikan kepada keluarga sesuai dengan masalah yang

ditemukan saat pengkajian.


d. Memotivasi keluarga untuk melanjutkan perawatan di rumah.

C. Rencana Tindakan Keperawatan


a. Orientasi
Assalamualaikum bapak/ibu
Perkenalkan nama saya Rahmaini, bapak/ibu bisa panggil saya Rahma, saya

adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Tengku Maharatu

yang sedang praktek profesi di Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru, dan

mendapat tugas kunjungan rumah (Home Visite) ke rumah bapak dan ibu.
Nama bapak/ibu siapa ? dan biasanya dipanggil apa ?
Bagaimana perasaan bapak/Ibu hari ini? Bagaimana pendapat bapak dan ibu

tentang orang tua perempuan bapak dan ibu sekarang?


Maksud kedatangan saya kesini adalah untuk berbincang-bincang mengenai

masalah orang tua bapak dan ibu dan cara perawatannya dirumah.
Kita diskusi disini saja ya pak/buk? Berapa lama bapak/ibu mempunyai waktu?

bagaimana kalau 30 menit ?


b. Kerja
Apa masalah yang bapak/Ibu hadapi dalam merawat Ny. S? Apa yang sudah

dilakukan?
Masalah yang dialami Ny. S sekarang disebut gangguan. Ini adalah salah satu

gejala penyakit yang dialami juga oleh pasien-pasien yang lain.


Tanda-tandanya antara lain bicara atau tertawa sendiri, marah-marah tanpa

sebab, mendengarkan suara-suara aneh, menyendengkan telinga kearah tertentu

serta menutup telinga.


Apabila masalah gangguan perubahan sensori persepsi: halusinasi dengar ini

tidak diatasi maka seseorang bisa mengalami resiko mencederai diri sendri, orang

lain, dan lingkungan.


Untuk menghadapi keadaan yang demikian, Ibu dan anggota keluarga yang lain

harus sabar dalam menghadapi Ny.S Untuk merawat Ny.S, keluarga perlu

melakukan beberapa hal. Pertama keluarga harus membantu Ny.S mengenali

halusinasinya dengan cara berdiskusi dengan Ny.S tentang isi halusinasi seperti

apa yang didengar, waktu terjadi halusinasi, frekuensi terjadinya halusinasi,

situasi yang menyebabkan halusinasi dan respon Ny.S saat halusinasi muncul.

Kedua, keluarga perlu melatih Ny.S untuk mengontrol halusinasi dengan empat

cara. Pertama, menghardik halusinasi yaitu mengatakan pergi saya tidak mau

dengar... kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar

lagi. Coba bapak peragakan. Nah begitu, bagus pak! Kedua, dengan cara

bercakap-cakap dengan orang lain yaitu mencari teman untuk diajak ngobrol jika

suara-suara itu terdengar. Begini contoh komunikasinya Buk: bu, saya lihat

sekarang ibu sudah bisa bercakap-cakap dengan orang lain. Perbincangannya

juga lumayan lama. saya senang sekali melihat perkembangan ibu. ibu, coba

berbincang-bincang dengan saudara yang lain.


Nah sekarang coba bapak/Ibu peragakan cara komunikasi seperti yang saya

contohkan
Bagus pak, bapak/ibu telah memperagakan dengan baik sekali. Ketiga,

melakukan kegiatan yang sudah terjadwal. Contohnya bapak/ibu dapat menyuruh

Ny.S untuk menyapu halaman jika suara-suara itu muncul. Keempat, minum obat
dengan teratur. Ny.S memiliki beberapa macam obat yang diminumnya. Yang

warna orange (CPZ) 3 kali sehari jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam

berfungsi untuk menghilangkan suara-suara. Yang putih (THP) 3 kali sehari

jamnya sama berfungsi untuk rileks dan tidak kaku. Sedangkan yang pink (HLP)

3 kali sehari jamnya sama berfungsi agar pikiran tenang. Kalau suara-suara sudah

hilang, obatnya tidak boleh diberhentikan. Sebab kalau putus obat, Ny.S akan

kambuh lagi dan sulit mengembalikan ke keadaan semula. Kalau obat habis bisa

minta kedokter dan harus teliti dalam menggunakan obat-obatan ini. Pastikan

obatnya benar-benar punya Ny.S baca nama kemasan dan minum pada

waktunya dengan cara yang benar yaitu diminum sesudah makan dan tepat

jamnya. Serta perhatikan jumlah obat sekali minum dan harus cukup minum 10

gelas perhari.
kalau Ny.S bisa melakukan latihannya dengan baik jangan lupa dipuji ya,

pak/buk!
c. Terminasi
Bagaimana pak/buk ada yang mau ditanyakan? Bagaimana perasaan bapak/ibu

setelah kita berbincang-bicang tentang keadaan Ny.S dan cara merawat

Ny.S?
Coba bapak/ibu sebutkan lagi bagaimana cara merawat Ny.S.?
Bagus, pak/buk.
Nanti coba bapak/Ibu lakukan kepada Ny.S. Dan tolong ceritakan kepada semua

keluarga agar mereka juga melakukan hal yang sama.


Nah pak/buk! Berhubung waktu kita juga sudah habis dan sepertinya sudah

tidak ada lagi yang mau dibahas, saya pamit dulu ya pak/bu! Assalamualaikum.

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Mata Ajar : Keperawatan Jiwa


Pokok Bahasan : Halusinasi

Sub Pokok Bahasan : Cara merawat pasien dengan Halusinasi dirumah

Sasaran : Keluarga Ny. S

Waktu : 25 Menit

Tempat : Di Rumah Ny. S

Nama Mahasiswa : Rahmaini

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan tentang halusinasi yang terjadi pada

pasien keluarga mampu memahami tentang halusinasi dan mampu merawat

pasien dengan halusinasi di rumah.


2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang halusinasi selama 30 menit

keluarga mampu :
a. Menjelaskan pengertian dari halusinasi
b. Menjelaskan penyebab halusinasi
c. Menjelaskan jenis-jenis halusinasi
d. Menyebutkan tanda dan gejala halusinasi
e. Menjelaskan tahapan halusinasi
f. Menjelaskan cara menghentikan halusinasi
g. Menjelaskan peran anggota keluarga dalam merawat pasien halusinasi

pendengaran.

B. Materi
Terlampir

C. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

D. Media
1. Lembar Balik
2. Leaflet

E. Rincian Kegiatan
No Waktu Penyampaian Materi Kegiatan Lansia
1. 3 Menit Pembukaan
1. Mengucap Salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Memperkenalkan
kepada keluarga nama
3. Menjelaskan topik 3. Mendengarkan
penyuluhan dan waktu
yang diperlukan

2. 18 Menit 1. Menjelaskan pengertian 1. Memperhatikan

dari halusinasi
2. Menjelaskan penyebab 2. Mendengarkan dan
memperhatikan
halusinasi
3. Mendengarkan dan
3. Menjelaskan jenis-jenis
memperhatikan
halusinasi
4. Menyebutkan tanda dan 4. Mendengarkan dan
memperhatikan
gejala halusinasi
5. Menjelaskan tahapan
5. Mendengarkan dan
halusinasi memperhatikan
6. Menjelaskan cara
6. Mendengarkan dan
menghentikan halusinasi
memperhatikan
7. Menjelaskan peran anggota
7. Mendengarkan dan
keluarga dalam merawat
memperhatikan
pasien halusinasi

pendengaran.

4. 5 Menit Penutup
1. Memberikan kesempatan 1. Bertanya

kepada keluarga untuk

bertanya. 2. Menyimpulkan .
2. Memberikan kesempatan

kepada anggota keluarga

untuk menyimpulkan
materi yang telah dipelajari 3. Menjawab salam
3. Salam penutup : Menutup

kegiatan dengan mengucap

salam.

F. Evaluasi

1. Keluarga dapat menjelaskan kembali pengertian dari halusinasi

2. Keluarga dapat menjelaskan kembali cara menghentikan halusinasi

3. Keluarga dapat menjelaskan peran sebagai anggota keluarga dalam merawat

pasien yang halusinasi

G. Ringkasan Materi
1. Pengertian halusinasi
Halusinasi adalah Ketidakmampuan manusia dalam membedakan antara

rangsang yang timbul dari sumber internal seperti pikiran, perasaan, sensasi

somatik dengan impuls dan stimulus eksternal (Keliat, 2006)


Halusinasi adalah Suatu gejala gangguan jiwa dimana pasien merasakan

sensori palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan

(Stuart & Sundeen, 1998)


2. Penyebab halusinasi

a. Psikologis

b. Keturunan

c. Kelainan pada otak

d. Lingkungan

e. Rasa kesepian yang memuncak

f. Stres dan kecemasan


g. Rasa perpisahan

3. Jenis halusinasi

a. Pendengaran

b. Penglihatan

c. Penciuman

d. Peraba

e. Pengecap

4. Tanda dan gejala halusinasi

a. Berbicara sendiri

b. Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk akal

c. Tertawa sendiri tanpa sebab

d. Ketakutan

e. Ekspresi wajah tegang

f. Tidak mau mengurus diri

g. Sikap curiga dan bermusuhan

h. Menarik diri dan menghindari orang lain

5. Tahapan halusinasi
a. Tahap I: Halusinasi bersifat menyenangkan
Tanda :

1) Menyeringai/tertawa tidak sesuai

2) Menggerakkan bibir tanpa bicara

3) Gerakan mata cepat

4) Bicara lambat

5) Diam dan pikiran dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikkan


b. Tahap II: Halusinasi bersifat menjijikkan
Tanda :

1) Cemas

2) Konsentrasi menurun

3) Ketidakmampuan membedakan yang nyata dan tidak nyata

c. Tahap III : Halusinasi bersifat mengendalikan


Tanda :

1) Cenderung mengikluti halusinasi

2) Kesulitan berhubungan dengan orang lain

3) Perhatian atau konsentrasi menuru/ cepat berubah

4) Kecemasan berat ( berkeringat, gemetar, tidak mampu mengikuti

petunjuk)

d. Tahap IV: Halusinasi bersifat menaklukkan


Tanda :

1) Pasien mengikuti perintah halusinasi

2) Tidak mampu mengendalikan diri

3) Tidak mampu mengikuti perintah nyata

4) Beresiko mencederai diri,orang lain, lingkungan.

6. Cara menghentikan halusinasi

a. Ajarkan pada klien untuk tidak mengikuti perintah halusinasi

Contoh: Saya tidak mau mendengar kamu

b. Ajarkan klien untuk meminta tolong pada orang lain untuk menghentikan

halusinasi

Contoh: Apakah kamu (orang lain) mendengar apa yang saya dengar?
c. Meminta orang lain untuk menyapa jika klien berbicara sendiri

7. Peran anggota keluarga dalam merawat pasien halusinasi pendengaran.

a. Jangan biarkan pasien sendiri

b. Anjurkan untuk terlibat dalam kegiatan rumah (buat jadwal)

c. Bantu klien untuk berlatih cara menghentikan halusinasi

d. Motivasi keluarga untuk awasi klien minum obat

e. Jika pasien terlihat bicara sendiri atau tertawa sendiri maka segera disapa atau

ajak bicara

f. Motivasi keluarga untuk mengontrol keadaan klien

g. Beri pujian positif pada klien dan keluarga jika mampu melakukan apa yang

dianjurkan

h. Segera bawa ke Rumah Sakit jika halusinasi berlanjut dan beresiko

mencederai diri dan orang lain.

H. Tindakan Keperawatan

SP 1
KELUARGA

1. Diskusikan masalah keluarga dalam merawat pasien

2. Berikan pendidikan kesehatan tentang halusinasi

SP 2

KELUARGA

1. Latih keluarga mempratekkan cara merawat pasien dengan halusinasi


2. Latih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien halusinasi

SP 3

KELUARGA

1. Bantu keluarga membuat jadwal aktivitas dirumah termasuk minum obat atau

membuat perencanaan pulang bersama keluarga ( Discharge Planning )

2. Jelaskan Follow Up pasien untuk pulang

DAFTAR PUSTAKA

Keliat Budi Anna, dkk. (2006). Proses Keperawatan kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Stuart & sundeen. (1998). Buku saku keperawatan jiwa. Jakarta: EGC.

Stuart, G.W. (2007). Buku saku keperawatan jiwa. Jakarta: EGC.

Townsed, N.C. (1998). Buku saku keperawatan psikiatri pedoman untuk pembuatan
rencana keperawatan. Jakarta. EGC.

LEMBAR PENGESAHAN
Proposal ini telah disetujui untuk ditampilkan

pada tanggal Agustus 2015

Menyetujui,

CI Akademik CI Klinik

(Ns. Carles, S. Kep) (Ns. Syaparuddin Daud, S. Kep MM)

Kasi Bagian Diklit


RSJ Tampan Pekanbaru

(Ns. Syaparuddin Daud, S. Kep, MM)

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE)


Nama : Rahmaini, S. Kep

Pokok Bahasan : Halusinasi

Sub Pokok Bahasan : Cara merawat pasien dengan Halusinasi dirumah

Pekanbaru, Agustus 2015

(Rahmaini, S. Kep)

Disetujui Oleh:

CI Akademik CI Klinik

(Ns. Carles, S. Kep) (Ns. Syaparuddin Daud, S. Kep MM)

Mengetahui :
Kasi Bagian Diklit
RSJ Tampan Pekanbaru

(Ns. Syaparuddin Daud, S. Kep, MM)