Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

NUTRISI POST PARTUM


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Keperawatan
Maternitas

Disusun Oleh:
Kelas

Nama :
NIM :

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD)
JL. Raya Pasir Gede, No. 19, Bojong Herang, Kec. Cianjur, Telp.(0263)
267206.Fax.270953 Cianjur 4321
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Nutrisi Post Partum

Sasaran : Ibu Post Partum

Hari/Tanggal : Senin, Mei 2017

Waktu Pertemuan : 30 Menit

Tempat : RSUD Cianjur

Pemberi Materi :

A. Latar Belakang
Nutrisi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan
metabolismenya. Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui
akan meningkat 25%, karena berguna untuk proses kesembuhan karena
sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk
menyehatkan bayi semua itu akan meningkat tiga kali dari kebutuhan biasa.
Nutrisi yang di konsumsi harus bermutu tinggi, bergizi dan cukup
kalori. Kalori bagus untuk proses metabolisme tubuh, kerja organ tubuh,
proses pembentukan ASI. Wanita dewasa memerlukan 2.200 k kalori. Ibu
menyusui memerlukan kalori yang sama dengan wanita dewasa 700 k.
kalori pada 6 bulan pertama kemudian + 500 k. kalori bulan selanjutnya.
Selain nutrisi, ibu juga memerlukan cairan tubuh Fungsi cairan sebagai
pelarut zat gizi dalam proses metabolisme tubuh. Minumlah cairan cukup
untuk membuat tubuh ibu tidak dehidrasi. Asupan tablet tambah darah dan zat
besi diberikan setelah 40 hari post partum. Minum kapsul Vit A (200.000
unit).
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan mengenai pneumonia diharapkan
orangtua dapat memahami arti dari nutrisi, tujuan nutrisi untuk ibu post
partum, menu makanan yang seimbang, penambahan frekuensi makanan
selingan dan makanan yang harus dihindari oleh ibu post partum.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan selama 30 menit diharapkan orangtua
dapat:
a. Menjelaskan pengertian nutrisi
b. Menyebutkan tujuan nutisi untuk ibu post partum

C. Materi Penyuluhan (Terlampir)


1. Pengertian
2. Tujuan
3. Menu makanan yang seimbang
4. Penambahan frekuensi makanan selingan
5. Makanan yang harus dihindari oleh ibu post partum

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. Media
Leaflet

F. Kegiatan Penyuluhan

N Kegiatan Mahasiswa Waktu Kegiatan Peserta


o
1 Pendahuluan 5 Menit Menjawab salam
a. Memberi salam Menjawab
b. Memberi pertanyaan Menyimak
Menyimak
Apersepsi
a. Mengkomunikasikan
pokok bahasan
b. Mengkomunikasikan
tujuan
2 Kegiatan Inti 15 Menit Menyimak
a. Memberikan Bertanya
Memperhatikan
penjelasan tentang
nutrisi post partum
b. Memberikan
kesempatan pasien
untuk bertanya
c. Menjawab pertanyaan
3 Penutup 5 Menit Memperhatikan
a. Menyimpulkan materi Menjawab
Menjawab salam
penyuluhan
b. Memberikan evaluasi
secara lisan
c. Memberikan salam
penutup

G. Evaluasi
1. Prosedur : Akhir penyuluhan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuk soal : Tanya jawab
4. Jumlah soal : 3 soal
5. Jenis soal :
a. Apakah yang dimaksud dengan nutrisi?
b. Sebutkan 2 tujuan dari nutrisi untuk ibu post partum?
6. Jawaban :
a. Nutrisi ibu post partum yaitu nutrisi yang seharusnya dikonsumsi ibu
pasca melahirkan prinsipnya yaitu tinggi kalori dan protein.
b. Untuk mempercepat kesembuhan ibu terutama kesembuhan alat
reproduksi, untuk memenuhi nutrisi ibu, agar dapat mencukupi
kebutuhan asi bayi nya
TEORI

NUTRISI POST PARTUM

A. Pengertian
Nutrisi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan
metabolismenya. Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui
akan meningkat 25%, karena berguna untuk proses kesembuhan karena
sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk
menyehatkan bayi semua itu akan meningkat tiga kali dari kebutuhan biasa.
Nutrisi yang di konsumsi harus bermutu tinggi, bergizi dan cukup
kalori. Kalori bagus untuk proses metabolisms tubuh, kerja organ tubuh,
proses pembentukan ASI. Wanita dewasa memerlukan 2.200 k kalori. Ibu
menyusui memerlukan kalori yang sama dengan wanita dewasa + 700 k.
kalori pada 6 bulan pertama kemudian + 500 k. kalori bulan selanjutnya.
Nutrisi ibu post partum yaitu nutrisi yang seharusnya dikonsumsi ibu
pasca melahirkan prinsipnya yaitu tinggi kalori dan protein.
Ibu post partum memerlukan makanan yang mengandung tinggi
protein, sayuran daun hijau dan buah-buahan setiap hari.
B. Tujuan
1. Untuk mempercepat kesembuhan ibu terutama kesembuhan alat
reproduksi
2. Untuk memenuhi nutrisi ibu, agar dapat mencukupi kebutuhan asi bayi nya
3. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu dan bayi
4. Untuk mencegah terjadinya penyakit anemia dan malnutrisi pada ibu post
partum
5. Untuk menunjang tumbuh kembang bayi
6. Untuk memproduksi ASI yang banyak

C. Menu Makanan Yang Seimbang


Makanan ibu post partum adalah makanan yang mengandung gizi seimbang:
1. Sumber Karbohidrat
a. Nasi
b. Sagu
c. Jagung
d. Terigu
e. Roti
f. Kentang
Makanan di atas berfungsi sebagai penambah tenaga
2. Makanan Yang Mengandung Lemak
a. Mentega
b. Keju
Makanan di atas berfungsi sebagai sumber energi.
3. Makanan Yang Mengandung Protein
a. Protein Hewani
1) Hati
2) Telur
3) Susu
4) Ikan
5) Daging
6) Udang
b. Protein Nabati
1) Tempe
2) Tahu
3) Kedelai
4) Kacang Hijau
Fungsinya sebagai zat pembangun.
4. Sayuran dan Buah-Buahan
a. Bayam
b. Sawi
c. Kangkung
d. Wortel
e. Tomat
f. Jeruk
g. Pepaya
h. Pisang
Fungsinya untuk mencukupi kebutuhan cairan dan serat
5. Vitamin dan Suplemen
a. Zat besi untuk penambah darah
b. Asam folat untuk kecerdasan anak
c. Vitamin B Complek untuk mencegah anemia

D. Penambahan Frekuensi Makanan Selingan


1. Roti tawar + keju
2. Buah-buahan
3. Bubur kacang hijau
4. Susu
Bisa diberikan pada jam antara makan pagi dan siang pada saat ibu merasa
lapar

E. Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Post Partum


1. Kopi
Kafein harus dihindari karena kafein pada ibu menyusui tidak akan
terbuang secara sempurna, melainkan sebagian kafein tersebut akan tersisa
pada ASI yang dihasilkan. Pada akhirnya, ASI yang dihasilkan akan
mengandung kafein dan tertelan oleh bayi. Ini akan menyebabkan bayi
menjadi rewel dan sulit tidur, karena mereka belum dapat mengeluarkan
kafein dari dalam tubuh sebaik orang dewasa.
2. Coklat
Coklat dapat berbahaya bagi bayi yang sedang dalam masa
menyusui. Coklat mengandung kafein yang tinggi, yaitu antara 535 mg
dalam setiap 30 gr coklat.

3. Makanan Yang Pedas


Kandungan rasa pedas yang terdapat didalam makan sedikit banyak
akan terkonsumsi oleh bayi melalui ASI, dan akan membuat perut bayi
menjadi panas (Iritasi) dan bahkan dapat mengakibatkan diare.
4. Overdosis Vitamin C
Vitamin c jika diberikan sesuai dosis, dapat membantu meningkatkan
daya tahan tubuh dan juga membantu untuk mempercepat penyembuhan.
Tetapi jika diberikan secara berlebihan kandungan vitamin c yang terdapat
dalam ASI akan membuat perut bayi menjadi perih dan akan membuat
iritasi pada sistem pencernaan bayi.
Pada umumnya, jika tubuh kelebihan vitamin c maka akan dibuang
melalui sistem ekskresi (Urine) sehingga secara umum tidak akan
berbahaya. Tetapi jika bayi yang masih kecil, sistem pencernaan mereka
belum bekerja dengan baik sehingga kelebihan vitamin c akan tersimpan
lama didalam tubuh dan dapat menimbulkan efek negatif.
5. Lemak Jenuh dan Lemak Trans
Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans akan dapat
berbahaya bagi perkembangan otak bayi. Hindari makanan gorengan yang
memakai minyak bekas karena mengandung lemak jenuh yang tinggi.
Selain itu hindari makanan fast food seperti hamburger dan hot dog karena
mengandung lemak trans (trans fat) yang berbahaya.
6. Alkohol dan Nikotin
Alkohol dan nikotin akan terbawa dalam ASI dan terkonsumsi oleh
bayi. Efek negatif alkohol dan nikotin pada bayi akan sangat terasa,
diantaranya kecanduan terhadap kedua hal tersebut. Hal ini akan membuat
bayi pusing, lemah, sulit bangun dan juga produksi ASI pun akan
berkurang.