Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perawatan Bayi Baru Lahir Di Rumah

Hari / Tgl : Kamis, 27 April 2017

Waktu : 30 Menit

Sasaran : Ibu pada tahap masa nifas

Tempat : Ruang Nifas

A. LATAR BELAKANG
Laporan Save The Children tentang kematian bayi untuk tahun 2013
yang diluncurkan Selasa (25/02) mengungkapkan kematian saat kelahiran
di Indonesia turun dari 390 per 100.000 anak pada tahun 1994 menjadi
228 kematian.

Salah satu yang dapat memicu atau membetuk menurunya angka


kematian bayi adalah dengan diberikanya pendidikan kesehatan kepada
ibu atau orang tua bayi mengenai Perawatan bayi baru lahir yang dapat
dilakukan dirumah. Maka dari itu, Promosi Kesehatan atau penyuluhan
yang akan dilakukan oleh mahasiswa Program Profesi Ners STIKES
Mataram angkatan XI A dapat bermanfaat bagi ibu atau peserta
penyuluhan demi meningkatkan hak derajat kesehatan setinggi-tingginya.

B. ANALISA SITUASI
1. Peserta
Semua ibu yang dirawat di ruang nifas

2. Tempat
a. Di laksanakan di ruang rawat inap
b. Lingkungan nyaman dan tenang
c. Waktu pemberian pendidikan kesehatan pada pagi hari jam
10.00 wib.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1
1. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah mendapatkan pembelajaran diharapkan peserta dapat
mengetahui, memahami dan mengaplikasikan bagaimana perawatan
bayi baru lahir di ruamah sehingga dapat melakukan secara mandiri.
2. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan (health education), peserta mampu
menyebutkan dan mengaplikasikan :
1. Memandikan bayi
2. Perawatan tali pusat
3. Pemeriksaan bayi di fasilitas pelayanan kesehatan.
4. Kebiasaan yang merugikan bayi.
5. Penimbangan bayi dan balita
D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Materi : (terlampir)
a. Memandikan bayi
b. Perawatan tali pusat
c. Pemeriksaan bayi di fasilitas pelayanan kesehatan.
d. Kebiasaan yang merugikan bayi.

E. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi input
a. Tim penyuluh kesehatan lengkap dengan jumlah .......... orang,
terdiri atas : (1) Penyuluh (1) Pembawa acara (....) Fasilitator
(1) Observer.
b. Tim penyuluh kesehatan menguasai materi penyuluhan dengan
konsep yang sama.
c. Lingkungan/ruang penyuluhan cukup luas untuk peserta
penyuluhan, suasana cukup tenang.
d. Peralatan : lembar balik dan leaflet menarik dan jelas dibaca.
e. 80 % peserta yang diundang datang pada acara penyuluhan.
2. Evaluasi proses
a. Pembawa acara, fasilitator, observer, penyuluh menjalankan
fungsinya sesuai dengan uraian tugas.
b. Penyuluh menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan
dengan suasana yang rileks.
c. 80 % peserta mengikuti secara aktif acara penyuluhan dari awal
sampai akhir.

2
d. 80 % peserta bertanya tentang materi penyuluhan.
3. Evaluasi output
Setelah proses penyuluhan diharapkan :

a. 90 % peserta dapat menyebutkan cara memandikan bayi


b. 80 % peserta dapat menyebutkan cara perawatan tali pusat.
c. 80 % peserta dapat menyebutkan pemeriksaan bayi di fasilitas
pelayanan kesehatan
d. 80 % peserta dapat menyebutkan kebiasaan buruk pada bayi.

3
4. Pengorganisasian dan Uraian Tugas
a. Protokol/Pembawa Acara
1) Uraian tugas :
a) Membuka acara penyuluhan,
memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
b) Mengatur proses dan lama
penyuluhan.
c) Menutup acara penyuluhan.
a. Penyuluh / Pengajar
1) Uraian tugas :
a) Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyampaian materi penyuluhan.
b) Menyampaikan / menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan
dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta.
c) Memotivasi peserta untuk bertanya.
b. Fasilitator
1) Uraian tugas :
a) Ikut bergabung dan duduk di antara peserta.
b) Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c) Memotivasi peserta untuk bertanya materi penyuluhan yang belum
jelas.
d) Menginterupsi penyuluh tentang istilah / hal-hal yang kurang jelas
atau mengena bagi peserta.
c. Observer
1) Uraian tugas :
a) Mencatat nama, alamat, dan
jumlah peserta yang datang serta menempatkan diri ke tempat yang
memungkinkan dapat mengawasi jalannya proses penyuluhan.
b) Mencatat pertanyaan yang
diajukan peserta.
c) Mangamati perilaku verbal dan
non verbal peserta selama proses penyuluhan.
d) Menyampaikan evaluasi langsung
secara tertulis pada penyuluh tentang hal yang dirasa tidak sesuai
4
dengan rencana penyuluhan.

5. ANTISIPASI MASALAH
a. Bila dari hasil pengamatan observer peserta kurang perhatian, bicara
sendiri/tidak aktif suasana tenang dan mengembalikan perhatian peserta
pada proses penyuluhan serta memotivasi peserta untuk aktif bertanya.
b. Untuk mencegah peserta meninggalkan acara penyuluhan sebelum selesai
penjelasan/demonstrasi materi penyuluhan, sejak awal pembawa acara perlu
mengingatkan pada peserta.
c. Bila terdapat anak-anak yang dapat mengganggu kelancaran proses
penyuluhan, fasilitator dapat mengajaknya bermain di luar ruangan
penyuluhan.
F. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
1. Pendekatan
Pendekatan Educational, sharing, diskusi dan demonstrasi.
2. Kegiatan Pendidik dan Peserta

KEGIATAN KEGIATAN KLIEN /


WAKTU TAHAP
PERAWAT MASYARAKAT

3, Menit Pra 1. Menyi 1. A


interaksi apkan alat atau lat dan media siap
media satuan sebelum
acara penyuluhan. penyuluhan.
2. Menyi
apkan mental dan
fisik mahasiswa 2. M
yang akan ahasiswa sia mental
melakukan dan fisik
penyuluhan.
3. Menyi
apkan masyarakat
sebagai peserta
penyuluhan. 3. M
asyarakat berkumpul
untuk pelaksanaan
penyuluhan.
5 Menit Orientasi 1. Meng 1. M
ucapakan salam embalas salam
2. Memp
erkenalan diri 2. M
3. Menya endengarkan
mpaikan maksud penjelasan
dan tujuan 3. M
5
4. Menen endengarkan
tukan kontrak penjelasan
waktu dan materi
sebelum 4. S
penyuluhan etuju dengan
dilakukan kontrak waktu dan
materi.
15 Menit Kerja 1. 1. Mendeng
Menggali arkan penjelasan
pengetahuan
peserta mengenai
perawatan bayi di
rumah.
2.
Menjelaskan 2. Mendengarkan
pengertian dan penjelasan
manfaat peserta
mengenai
perawatan bayi di
rumah.
8 menit Terminasi 1. 1.
Mengevaluasi peserta Mendengarkan dan
dengan menjawab
menanyakan 2.
kembali materi Peseta antusias dan siap
yang telah mengaplikasikan
disampaikan. pendidikan
2. kesehatan yang telah
Memberikan disampaikan.
reinforcement
positif terhadap
peserta.
3.
Memberikan
kesimpulan dan
menegaskan
kembali kepada 3.
peserta mengenai mendengarkan
perawatan bayi di
rumah
4.
Mengucapkan salam

4.
Membalas salam
penutup

G. METODE
Metode yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan ini adalah :
6
a. Ceramah
b. Tanya jawab / diskusi
c. Demonstrasi

H. ALAT DAN MEDIA


a. Leaflet
b. Lembar balik
c. Alat-alat demonstrasi
1) Pantum
2) Sabun mandi bayi
3) Kapas
4) Air hangat
5) Handuk
6) Kain bedong bayi.
7) Bak mandi bayi
8) Perban/kasa
I. EVALUASI
a. Evaluasi Struktur.
1) 90% Peserta hadir di tempat penyuluhan
b. Evaluasi Proses.
1) Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
2) Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara
benar.
c. Standar Evaluasi
1) Peserta dapat menyebutkan cara memandikan bayi
2) Peserta dapat menyebutkan cara perawatan tali pusat.
3) Peserta dapat menyebutkan pemeriksaan bayi di fasilitas pelayanan
kesehatan
4) Peserta dapat menyebutkan kebiasaan buruk pada bayi.

Lampiran Materi
Perawatan Bayi Baru Lahir

7
A. PENGERTIAN
Bayi baru lahir adalah hasil konsepsi yang baru keluar dari rahim seorang ibu
melalui jalan kelahiran normal atau dengan bantuan alat tertentu sampai usia 1 bulan.
Bayi baru lahir fisiologis adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dan
berat badan lahir 2500-4000 gram. (Depkes RI, 2007).
B. MANFAAT PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI RUMAH
1. Meningkatkan kemandirian orangtua terhadap perawatan bayinya
2. Meningkatkan kualitas hidup bayi
3. Mengurangi angka kematian bayi baru lahir
4. Meminimalkan biaya perawatan
5. Meningkatkan hubungan orangtua dan bayi
C. PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DIRUMAH
Merawat bayi merupakan hal yang tidak mudah, apalagi bagi orang tua yang baru
mempunyai anak pertama. banyak sekali pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan
bayi. Hal yang sering di pertanyakan oleh orang tua baru adalah bagaimana
memandikan bayi yang benar serta aman bagi bayi tersebut. Adapun perawatan bayi
baru lahir yang dapat dilakukan dirumah:
1. Memandikan bayi
Memandikan bayi adalah Membersihkan tubuh bayi dengan menggunakan
sabun dan air hangat dengan suhu 38o C dimana keadaan suhu bayi sudah stabil.
a. Prosedur
1) Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir
2) Bayi diposisikan membujur dan pakaian bayi dilepas
3) Bersihkan mata bayi dengan kapas mata dari dalam keluar
4) Bersihkan pantat dari tinja sebelum dimandikan agar air mandi tetap bersih
5) Bersihkan kelamin bayi dengan hati-hati
6) Bayi disabun mulai dari leher,dada,perut ( tali pusat disabun dari
ujung kepangkal ) dilanjutkan kebagian kaki,terakhir kepala dan lengan
7) Bilas bayi mulai dari muka,lengan,dada,perut,paha,dan kak
8) Bayi diposisikan telungkup,kemudian bersihkan leher
belakang,tengkuk,punggung,dan pantat
9) Bayi dikeringkan dengan handuk
10) Rawat tali pusat,dikeringkan dengan gaas steril
11) Bayi diberi pakaian lengkap
12) Bersihkan alat dan lingkungan
13) Cuci tangan
b. Hal yang perlu diperhatikan.
1) Bayi dimandikan paling cepat 6 jam setelah lahir
2) Bayi mandi dengan air hangat, untuk menghindari suhu tubuhnya turun
yang dapat berbahaya bagi bayi.
3) Mandikan dengan cepat, bersihkan muka, leher dan ketiak dengan air dan
sabun
4) Keringkan seluruh tubuh dengan cepat

8
5) Bayi tidak boleh dibedong, cukup dipakaikan baju, topi, kaus kaki
dan diselimuti sehingga terjaga kehangatannya.
6) Jangan memandikan bayi jika demam atau pilek
7) Bayi umur 1-7 hari dimandikan cukup 1 kali dalam sehari, menjelang
siang hari.
2. Pengertian Tali Pusat Bayi
Tali pusat ( Funiculus umbilicalis ) adalah saluran kehidupan bagi janin
selama dalam kandungan, dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang
selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat-zat gizi dan oksigen janin.Tetapi begitu bayi
lahir, saluran ini sudah tidak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat
atau dijepit.
a. Cara Membersihkan Tali Pusat
1) Cuci tangan bersih
2) Gunakan handscoon
3) Ambil kapas bulat atau kapas bertangkai yang telah dibubuhi alkohol 70%,
lalu bersihkan sisa tali pusar, terutama bagian pangkalnya (yang menempel
pada perut).
4) Lakukan dengan hati-hati, apalagi bila pusar bayi masih berwarna merah.
5) Gunakan jepitan khusus dari plastik untuk memegang ujung tali pusarnya,
agar lebih mudah dalam membersihkan dan melilitkan perbannya.
6) Ambil kasa kering lalu bungkus sisa tali pusat. Usahakan agar seluruh
permukaan hingga ke pangkalnya tertutup perban.
7) Lilitkan perban/kasa sedemikian rupa agar bungkusan tidak terlepas.
Pastikan tidak terlalu ketat, agar bayi tidak kesakitan.
8) Gunakan kain kasa untuk mengikat perban agar tetap pada tempatnya.
b. Hal yang perlu diperhatikan
1) Tali pusat dalam keadaan bersih, terbuka dan kering agar kuman tetanus
tidak dapat hidup.
2) Jangan membubuhi apapun pada pangkal tali pusat (termasuk alkohol dan
povidon yodium) agar lekas kering dan lepas.
3) Bila tali pusat terlihat kotor, bersihkan tali pusat dengan air bersih dan
sabun mandi, lalu segera keringkan dengan kain bersih.
4) Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
5) Bila tali pusat basah, berbau atau dinding perut disekitarnya kemerahan
harus segera dibawa ke petugas kesehatan, poskesdes, puskesmas atau
fasilitas kesehatan yang lain.
3. Pemeriksaan kesehatan bayi pada 1 minggu pertama :
a. Kematian bayi banyak terjadi pada minggu pertama atau hari-hari pertama
setelah lahir.

9
b. Bayi Baru Lahir gampang sakit dan gejala sakit pada Bayi Baru Lahir sulit
dikenali. Apabila bayi sakit, penyakitnya cepat menjadi berat dan serius
bahkan bisa meninggal
c. Pentingnya pemeriksaan bayi pada minggu pertama yaitu untuk mengetahui
sedini mungkin bila bayi tidak sehat, atau ada kelainan bawaan.
d. Ibu dan Ayah yang memeriksakan bayinya ke petugas kesehatan mendapatkan
pengetahuan cara merawat bayi baru lahir, menyusui yang benar, menghindari
terjadinya infeksi serta pemantauan berat badan bayi.
4. Pemeriksaan bayi pada hari ke 8 28 :
a. Pemeriksaan bayi baru lahir perlu dilakukan untuk memantau kesehatan bayi,
sehingga dapat segera diketahui bila ada tanda atau gejala bayi sakit.
b. Pemeriksaan untuk mengetahui cara menyusui dan perawatan bayi yang benar
dan kecukupan pemberian ASI.
c. Pelayanan kesehatan yang diberikan yaitu pemeriksaan fisik, penimbangan
berat badan, pengukuran lingkar kepala, nasehat pemberian ASI dan informasi
tentang tanda-tanda bahaya bayi sakit.
5. Kebiasaan yang merugikan bayi.
Adapun kebiasaan yang dapat merugikan bayi adalah.
a. Tali pusat bayi dibubuhi ramuan
b. Bayi tidak boleh dibawa keluar rumah sebelum 40 hari
c. Bayi tidak boleh diimunisasi karena takut demam
d. Mengobati sendiri jika bayi sakit
e. Memberikan makanan-minuman selain ASI eksklusif
f. Mengayun bayi dengan kencang

10