Anda di halaman 1dari 2

Ciri-ciri Atau Sifat Orang Munafik !

Hadits Nabi Muhammad SAW Tentang Orang-Orang Munafik :


Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta.
Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia
mengkhianatinya.(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ciri-Ciri / Sifat-Sifat Munafik Manusia :


1. Apabila berkata maka dia akan berkata bohong / dusta.
2. Jika membuat suatu janji atau kesepakatan dia akan mengingkari janjinya.
3. Bila diberi kepercayaan / amanat maka dia akan mengkhianatinya.

Untuk disebut sebagai orang munafik sejati sepertinya harus memenuhi semua ketiga
persyaratan di atas yaitu pembohong, pengkhianat dan pengingkar janji. Jika baru satu atau
dua ciri saja mungkin belum menjadi munafik tapi baru calon munafik.

1. Berbohong / Dusta

Bohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain. Jadi apabila kita
tidak jujur kepada orang lain maka kita bisa menjadi orang yang munafik. Contoh bohong
dalam kehidupan keseharian kita yaitu seperti menerima telepon dan mengatakan bahwa
orang yang dituju tidak ada tetapi pada kenyataannya orang itu ada. Contoh lainnya seperti
ada anak ditanya dari mana oleh orang tuanya dan anak kecil itu mengatakan tempat yang
tidak habis dikunjunginya.

2. Ingkar Janji

Seseorang terkadang suka membuat suatu perjanjian atau kesepakatan dengan orang lain.
Apabila orang itu tidak mengikuti janji yang telah disepakati maka orang itu berarti telah
ingkat janji. Contohnya seperti janjian ketemu sama pacar di warung kebab bang piih tetapi
tidak datang karena lebih mementingkan bisnis. Misal lainnya yaitu seperti para siswa yang
telah menyepakati janji siswa namun tidak dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

3. Berkhianat/ Tidak Amanah

Khianat mungkin yang paling berat kelasnya dibandingkan dengan sifat tukang bohong dan
tukang ingkar janji. Contohnya seorang yang di amanahkan menjaga harta tapi beliau
menggunakan harta itu untuk kepentingan dirinya sendiri.

Di Bawah adalah antar 30 Sifat Munafik yang boleh wujud pada diri dan membuatkan kita
jadi munafik secara tak sedar. Bacalah dan semaklah samada sifat2 itu ada pada kita. Jika ada
usahalah untuk memperbaiki.
30 Sifat Munafik Yang Wujud Dalam Hati Kita:
Sifat Yang Ke-1 : Dusta
Sifat Yang Ke-2 : Khianat
Sifat Yang Ke-3 : Fujur dalam Pertikaian
Sifat Yang Ke-4 : Mungkir dan Ingkar Janji
Sifat Yang Ke-5 : Malas Beribadah
Sifat Yang Ke-6 : Riya
Sifat Yang Ke-7 : Sedikit Berdzikir
Sifat Yang Ke-8 : Mempercepat Shalat
Sifat Yang Ke-9 : Mencela Orang-Orang yang Taat dan Sholeh
Sifat Yang Ke-10 : Memperolok-olokkan Al Quran, As Sunnah, dan Rasulullah saw
Sifat Yang Ke-11 : Bersumpah Palsu
Sifat Yang Ke-12 : Tidak Mahu Berinfaq
Sifat Yang Ke-13 : Tidak Memiliki Kepedulian terhadap Nasib Kaum Muslimin
Sifat Yang Ke-14 : Suka Menyebakan Kabar Dusta
Sifat Yang Ke-15 : Mengingkari Takdir
Sifat Yang Ke-16 : Mencaci maki Kehormatan Orang-Orang Sholeh
Sifat Yang Ke-17 : Sering Meninggalkan Shalat Berjamaah
Sifat Yang Ke-18 : Membuat Kerosakan di Muka Bumi dengan Dalih Mengadakan Perbaikan
Sifat Yang Ke-19 : Tidak Ada Kesesuaian antara Zahir dengan Batin
Sifat Yang Ke-20 : Takut Terhadap Kejadian Apa pun
Sifat Yang Ke-21 : Berudzur dengan Dalih Dusta
Sifat Yang Ke-22 : Menyuruh Kemungkaran dan Mencegah Kemakrufan
Sifat Yang Ke-23 : Bakhil
Sifat Yang Ke-24 : Lupa Kepada Allah swt
Sifat Yang Ke-25 : Mendustakan janji Allah dan Rasul-Nya
Sifat Yang Ke-26 : Lebih Memperhatikan Zahir, Mengabaikan Batin
Sifat Yang Ke-27 : Sombong dalam Berbicara
Sifat Yang Ke-28 : Tidak Memahami Islam (Ad Din)
Sifat Yang Ke-29 : Bersembunyi dari Manusia dan Menantang Allah dengan Dosa
Sifat Yang Ke-30 : Senang dengan Musibah yang Menimpa Orang-Orang Beriman dan
Dengki Terhadap Kebahagiaan Mereka

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami
turunkan dari langit lalu tumbuhlah dengan suburnya kerana air itutanaman di bumi,
antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak.

Hingga apabila bumi itu sudah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya,
dan pemiliknya mengira bahawa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya
azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanamannya) laksana tanam-
tanamannya yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kelmarin.

Demikianlah Kami menjelaskan tanda kekuasaan (Kami)kepada orang yang berfikir, Allah
menyeru (manusia) ke Darussalam (syura), dan menunjukkan orang yang dikehendaki-Nya
kepada jalan yang lurus (Islam). (Surah Yunus, ayat 24-25)