Anda di halaman 1dari 6

2

lapisan atas. Pati dipisahkan dan dicuci dengan aquades sebanyak 3 kali.
Setelah itu direndam dengan Natrium metabisulfit 3000 ppm sebanyak 5 kali.
Dikeringkan di dalam oven pada suhu 1050C selama 1 jam. Pati hasil
pengeringan disaring dengan saringan 40 mesh.
Metode pembuatan gliserol dengan cara mencampurkan minyak jelantah
yang sudah disaring dan aquades dengan perbandingan (1:2). Campuran minyak
jelantah dan aquades ditambahkan dengan HCl pekat sebanyak 3 mL.
Dipanaskan di atas hotplate pada suhu 1000C selama 180 menit, dengan
pengadukan konstan menggunakan magnetic stirrer.
Adapun metode pembuatan bioplastik yaitu dengan menimbang pati biji
alpukat sebanyak 6 gram kemudian dilarutkan dengan 90 mL aquades di dalam
piala gelas 100 mL. Larutan pati ditambahkan dengan 6 mL asam asetat dan 3
mL gliserol. Dipanaskan di atas teklu sambil diaduk hingga mengental.
Selanjutnya dilakukan pencetakan di atas plat kaca, dan dikeringkan di dalam
oven pada suhu 600C selama 24 jam.

METODE ANALISIS
Analisis Fisika, Uji Kuat Tarik dengan dasar tegangan maksimum yang bisa
ditahan oleh sebuah bahan ketika diregangkan atau ditarik, sebelum bahan
tersebut patah atau sobek.
Uji Kemuluran dengan dasar gaya tarik yang diberikan pada suatu bahan akan
mengakibatkan perubahan panjang hingga batas maksimalnya, dengan demikian
tingkat kemuluran suatu bahan dapat diketahui.
Uji Kuat Sobek dengan dasar penarikan secara terus menerus akan
mengakibatkan objek tarik akan mengalami perpanjangan yang semakin
meningkat hingga melebihi tingkat elastisitasnya. Dengan demikian nilai kuat
sobek dapat ditentukan.
Analisis Kimia, Cemaran Logam Kadmium (Cd) secara Spektrofotometri
Serapan Atom dengan dasar contoh didestruksi dengan HNO3(p) menjadi larutan
garam nitratnya. Di dalam nyala oleh panas, larutan garam akan dijadikan atom
bebas yang dapat mengabsorb energi cahaya. A (absorbansi) contoh
dibandingkan dengan standar masing-masing logam maka kadar unsur logam
dapat dicari. Reaksi:
3

CdX2 CdX2 CdX2 CdX2


(larutan) (aerosol) (padatan) (gas)

2e- + Cd2+
Cd + 2X
(gas) (gas)
Cd + Ehv Cd*
Ehv
Gangguan
AAS
Cd*

Perhitungan:

| | fp
Slope
Kadar Cd=

Cemaran Logam Timbal (Pb) secara Spektrofotometri Serapan Atom dengan


dasar contoh didestruksi dengan HNO3(p) menjadi larutan garam nitratnya. Di
dalam nyala oleh panas, larutan garam akan dijadikan atom bebas yang dapat
mengabsorb energi cahaya. A (absorbansi) contoh dibandingkan dengan standar
masing-masing logam maka kadar unsur logam dapat dicari. Reaksi:
PbX2 PbX2 PbX2 PbX2
(larutan) (aerosol) (padatan) (gas)

2e- + Pb2+
Pb + 2X
(gas) (gas)
Pb + Ehv Pb*
Ehv
Gangguan
AAS
Pb*
4

Perhitungan:

| | fp
Slope
Kadar Pb=

Cemaran Logam Merkuri (Hg) secara Spektrofotometri Serapan Atom


dengan dasar contoh didestruksi dengan HNO 3(p), HClO4(p) dan H2SO4(p) dengan
perbandingan 1:1:5. Larutan direaksikan dengan NaBH4 atau SnCl2 sehingga
menghasilkan gas Hg. Sampel dibaca menggunakan AAS tanpa nyala. Hasil
pembacaan pada sampel dibandingkan dengan larutan standar Hg yang telah
dibuat. Reaksi:
Bila menggunakan NaBH4
BH4- + 3H2O + H+ H3BO3 + 8H
Hg2+ + 2H Hg(g) + 2H+
Bila menggunakan SnCl2
Hg2+ + SnCl2 Hg(g) + Sn4+

Cemaran Logam Cr6+ secara Spektrofotometri Visibel dengan dasar Sampel


diekstrak untuk mendapatkan logam Cr6+ dengan menggunakan H2SO4 1N
kemudian ditambahkan dengan zat pembangkit warna difenil karbazid yang
selanjutnya dapat diukur dengan spektrofotometer visibel yang berprinsip pada
absorbs cahaya dan sifat serapannya mengikuti ketentuan Beer-Lambert.
Reaksi:
Reduksi : Cr +6 + 3e- Cr +3
Oksidasi : SO32- + H2O SO 42- + 2H + + 2e-
2 Cr 6+ + 3SO32- + 3H2O 2Cr 3+ + 3SO42- + 6H +
Perhitungan :

| | fp
slope
6+=
Kadar Cr
5

Karakterisasi Pati, gliserol dan bioplastik secara Spektrofotometri FT-IR


dengan dasar Jika senyawa organik dikenakan sinar infra red yang mempunyai
frekuensi tertentu (bilangan gelombang 500-4000 cm-1), sehingga beberapa
frekuensi diserap oleh senyawa tersebut. Banyaknya frekuensi tertentu yang
melewati senyawa tersebut diukur sebagai presentasi transmisi (presentage
transmittance). Presentasi tranmitasi dengan nilai 100 berarti semua frekuensi
dapat melewati senyawa tersebut tanpa diserap sama sekali. Transmitasi
sebesar 5% mempunyai arti bahwa hampir semua frekuensi diserap oleh
senyawa itu. Besarnya nilai frekuensi yang diserap akan sebanding dengan
frekuensi getaran ikatan kovalen antar atom. Spektrum IR sampel dibandingkan
dengan standar maka gugus fungsi dapat diketahui.
PEMBAHASAN DAN HASIL
Hasil dari pembuatan dan analisis bioplastik biji alpukat (Persea americana mill)
dengan penambahan gliserol dari minyak jelantah, dibandingkan dengan SNI
7818:2014 mengenai kantong plastik mudah teruarai adalah sebagai berikut:
Tabel 1 SNI 7818-2014 : Kantong Plastik Mudah Terurai
No Uraian Satuan Persyaratan Hasil Analisis
1. Kuat tarik ( at break ) Mpa Minimal 13,7 0,01
2. Kemuluran % 400 1120 20
3. Kuat sobek N Minimal 2,0 3
4. Kemudahan terurai - - Mudah terurai
5. Kandungan logam berat
- Kadmium (Cd) bpj Total maksimal 100 < Limit Deteksi
- Timbal (Pb) bpj Total maksimal 100 0,22035
- Merkuri (Hg) bpj Total maksimal 100 < Limit Deteksi
- Krom valensi 6 (Cr6+) bpj Total maksimal 100 -

Hasil dari pengujian kuat tarik dan kemuluran memperlihatkan bahwa hasil
analisis berada di bawah standar maksimal yang telah ditentukan, dengan
demikian maka kedua parameter uji tersebut tidak memenuhi standar. Hal ini
disebabkan karena bahan utama yang digunakan berbeda dan komposisi bahan-
bahan untuk membuat bioplastik ini belum mencapai perbandingan yang
sempurna.

SIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan pembuatan dan analisis bioplastik biji alpukat (Persea americana
mill) dengan penambahan gliserol dari minyak jelantah dibandingkan dengan SNI
7818-2014 dapat disimpulkan bahwa bioplastik yang dibuat belum layak untuk
6

dipasarkan sebagai produk kantong plastik, namun dapat diaplikasikan untuk


produk plastik lainnya yang membutuhkan kriteria plastik sesuai dengan
bioplastik biji alpukat yang telah dibuat.
Berdasarkan pembuatan dan analisis yang telah dilakukan maka disarankan
perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar diperoleh produk bioplastik dengan
kualitas lebih baik dan dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan plastik.

DAFTAR PUSTAKA
1. Agung, Ismail. 2010. Membuat Bioplastik Sederhana.
http://agungsmail.wordpress.com/about/: Diakses Pada Tanggal 4 Agustus
2015 Pukul : 12.45 WIB

2. Anonim. 2010. Bioplastik. http://id.wikipedia.org/wiki/Bioplastik. Diakses Pada


Tanggal 6 Agustus 2015, Pukul: 14.15 WIB

3. Anonim. 2010. Plastik. http:?/id.wikipedia.org/wiki/Plastik. Diakses Pada


Tanggal 6 Agustus 2015, Pukul : 14.20 WIB

4. Avrous, L. 2008. Polylactic Acid: Synthesis, Properties and Applications,in


Monomers, Polymers and Composites from Renewable Resources 1st Editon,
Chapter 21. Amsterdam: Elsevier Ltd.

5. Darni, Yuli, dkk.2008. Sintesa bioplastik dari pati pisang dan gelatin dengan
plasticizer gliserol : Universitas Lampung

6. Gonzalez-Gutierrez. 2010. Development of highly-transparent


protein/starchbased bioplastics. Bioresource Technology. 101: 2007-2013

7. Sanjaya, Gede dan Tyas Puspita. 2007. Pengaruh Penambahan Khitosan dan
Plasticizer Gliserol Pada Karakteristik Plastik Biodegradable dari Pati Limbah
Kulit Singkong: Institut Teknologi Sepuluh November
7

8. Siracusa, V., Rocculi, P., Romani, S., Dalla Rosa, M.. 2008. Biodegradable
polymers for food packaging: a review. Trends Food Sci. Technol. 19: 634
643

9. SNI. 2014. SNI 7818-2014: Kantong Plastik Mudah Terurai. Badan


Standarisasi Nasional, Jakarta.