Anda di halaman 1dari 5

Laporan Fisiologi Cekaman Kekeringan pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) 1

Fisiologi Cekaman Kekeringan Kacang Hijau


(Vigna Radiata)
Nur Humaidah, Nur Fadlilatus Sholihah. Riska Irawan, Faridah Tsuraya, Vita Siti Fatimah
Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi
Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

AbstrakKacang Hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah mencapai 34oC pada siang hari dan curah hujan sangat rendah.
satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak diminati Sehingga, Indonesia cenderung mengalami kekeringan dan
oleh masyarakat Indonesia. Adanya pengaruh buruk dari dapat menyebabkan menurunnya produksi kacang hijau [3].
cekaman kekeringan terhadap tanaman dapat menurunkan laju Cekaman kekeringan termasuk cekaman abiotik yang dapat
pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta menurunkan
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta
hasil produktivitas tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap dapat menurunkan hasil produksi tanaman [4]. Kekeringan
pertumbuhan dan biomassa tanaman kacang hijau (Vigna radiata merupakan istilah untuk menyatakan bahwa tanaman
L.). Metodologi pada penelitian ini dilakukan dengan pemberian mengalami kekurangan air akibat keterbatasan air dari
air menurut metode penimbangan atau gravimetri. Cekaman lingkungan [5]. Kekeringan disebabkan karena (1) kekurangan
kekeringan yang diberikan yaitu 100% KL, 75% KL, 50% KL, suplai air di daerah sistem perakaran dan (2) permintaan air
25% KL. Pengamatan dilakukan setiap hari. Parameter tinggi yang berlebihan oleh daun karena laju evapotranspirasi lebih
tanaman, luas daun, dan jumlah daun diamati setiap hari. tinggi dibandingkan dengan laju absorbsi air oleh akar [6].
Pengamatan jumlah akar, panjang akar, berat basah dan berat
Cekaman kekeringan mempengaruhi semua aspek
kering tanaman dilakukan pada saat pemanenan atau hari ke-22.
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tanaman yang diberi
pertumbuhan dan metabolisme tanaman termasuk integritas
perlakuan 75%, 50% dan 25% mengalami penurunan membran, kandungan pigmen, keseimbangan osmotik,
pertumbuhan bila dibandingkan dengan kontrol (100%) namun aktivitas fotosintesis [7], penurunan potensial air protoplasma
perbedaan tersebut tidak signifikan. Pada perlakuan 75%, 50% [8] penurunan pertumbuhan [9] dan penurunan diameter
dan 25% memiliki luas daun yang lebih kecil daripada perlakuan batang [10]. Jika kebutuhan air tidak dipenuhi maka
100%. Namun luas daun dengan pemberian air 25% memiliki pertumbuhan tanaman akan terhambat, karena air berfungsi
luas yang lebih lebar daripada perlakuan 75% dan 50%. melarutkan unsur hara dan membantu proses metabolisme
Perlakuan cekaman ini berpengaruh terhadap jumlah dan dalam tanaman [11].
panjang akar. Berat kering dan berat basah terbesar didapatkan
Respon adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan
pada perlakuan kekeringan 75%. Hal ini tidak sesuai dengan
teori.
dapat berupa respon jangka panjang, seperti perubahan
pertumbuhan dan perubahan biokimiawi. Perubahan
Kata KunciKacang Hijau, Cekaman Kekeringan, pertumbuhan meliputi penurunan pertumbuhan batang dan
Pertumbuhan, Biomassa, Gravimetri daun, sedangkan perubahan kimiawi dapat berupa akumulasi
senyawa organik compatible yang berfungsi menjaga
keseimbangan osmolit dalam tubuh tumbuhan. Salah satu
I. PENDAHULUAN senyawa organik kompatibel yang terakumulasi ketika

K acang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu


komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak
diminati oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini mengandung
cekaman kekeringan adalah prolin [12].
Adanya pengaruh buruk dari cekaman kekeringan terhadap
tanaman yang dapat menurunkan laju pertumbuhan dan
zat-zat gizi, antara lain : amilum, protein, besi, belerang, perkembangan tanaman, serta menurunkan hasil produktivitas
kalsium, lemak, mangan, magnesium, niasin, vitamin (B1, A, tanaman. Sehingga, penelitian ini perlu dilakukan untuk
dan E). Manfaat lain dari tanaman ini adalah dapat digunakan mengetahui pengaruh cekaman kekeringan terhadap
untuk pengobatan hepatitis, beri beri, demam nifas dan kurang pertumbuhan dan biomassa tanaman kacang hijau (Vigna
darah [1]. Permintaan kacang hijau oleh konsumen semakin radiata L.).
meningkat tiap tahunnya, namun tidak diimbangi dengan hasil
produksinya. Pada tahun 2009 dan 2010 juga mengalami
II. METODOLOGI
penurunan produksi hingga 2.148 ton akibat penurunan luas
lahan sebesar 2.050 ha dari tahun 2008 dari luas lahan yang A. Alat dan Bahan
mencapai 6.173 ha menjadi 3.110 ha [2]. Hal ini, juga
diperparah dengan adanya permasalahan yang berhubungan Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
dengan iklim. Pada musim kemarau, suhu di Indonesia bisa timbangan, polybag ukuran 25 x 25 cm, sprayer, gelas ukur,
Laporan Fisiologi Cekaman Kekeringan pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) 2

kertas koran, oven dan alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan


dalam praktikum ini adalah biji kacang hijau (Vigna radiate
L.), tanah, pupuk NPK, dan air.

B. Cara Kerja
Langkah awal yang dilakukan adalah penyiapan media
tumbuh penanaman yang terdiri dari tanah dan pupuk NPK
sebanyak 3 kg dengan perbandingan tanah : pupuk adalah 10:1
untuk masing-masing polybag. Diambil sebanyak 1 kg media
tanam kemudian disiram dengan air sampai keluar tetesan
pertama dari polybag dan ditimbang berat basah media tanam
tersebut selanjutnya media tanam tersebut di oven pada suhu Gambar 3.1. grafik pertumbuhan batang tanaman kacang hijau
100oC sampai mencapai berat konstan. Perlakuan ini dilakukan dengan perlakuan penambahan air (a) 100 %, (b) 75%, (c)
untuk mengetahui kapasitas lapang dari media tanam. 50% dan (d) 25% kapasitas lapang
Selanjutnya, dilakukan pemilihan benih kacang hijau yang
akan disemai. Sebelum dilakukan penyemaian terlebih dahulu Cekaman kekeringan berpengaruh terhadap pertumbuhan
biji kacang hijau di rendam dalam air selama 12 jam. tinggi batang kacang hijau. Pertumbuhan vegetatif sangat peka
Perendaman biji kacang hijau ini dapat membantu terhadap kekurangan air di dalam tanaman, karena
mempercepat proses imbibisi. Sel-sel biji kacang yang kering pertumbuhan tanaman berhubungan dengan turgiditas.
mempunyai nilai osmosis yang rendah, sehingga mempunyai Hilangnya turgiditas dapat menghentikan pembesaran sel
nilai potensial osmotik yang rendah dan mempunyai nilai sehingga tanaman lebih lambat pertumbuhannya. Pada
defisit tekanan osmotik yang tinggi. Apabila biji yang kering penelitian yang telah dilakukan, tanaman yang diberi
direndam dalam air dalam waktu yang lama akan terjadi perlakuan 75%, 50% dan 25% mengalami penurunan
peristiwa imbibisi yang sebenarnya juga merupakan suatu pertumbuhan bila dibandingkan dengan kontrol (100%) namun
proses difusi air atau osmosis [13]. Selanjutnya, biji kacang perbedaan tersebut tidak signifikan. Diduga dengan kadar air
hijau disemaikan pada bak plastik yang berisi media tumbuh 100 % kapasitas lapang menyediakan air cukup tersedia bagi
penanaman dan dilakukan perawatan yaitu penyiraman setiap tanaman, sebaliknya dengan kadar air tanah yang semakin
hari. Semaian yang telah muncul daun trifoliate pertama rendah maka kelembaban tanah menjadi rendah sehingga air
dengan ketinggian tanaman yang relatif sama kemudian kurang tersedia bagi tanaman, secara tidak langsung dapat
dipindahkan ke polybag yang berisi media tanam. Setiap menghambat laju fotosintesis sehingga pertumbuhan menjadi
masing-masing polybag di isi dengan 3 tanaman sebagai terhambat. Hal tersebut yang diduga menyebabkan kematian
pengulangan. Kemudian dilakukan perlakuan cekaman tanaman pada hari ke 16. Tanaman menjadi layu pada awalnya
kekeringan dengan pemberian air air menurut metode dan berangsur menjadi kering.
penimbangan atau gravimetri. Perlakuan cekaman kekeringan Hasil tersebut sesuai dengan penelitian yang menyatakan
yang diberikan yaitu 100% KL, 75% KL, 50% KL, 25% KL. bahwa respon tanaman terhadap kekeringan secara morfologi
Pengamatan dilakukan setiap hari. Parameter tinggi tanaman, dapat berupa penghambatan pertumbuhan batang [14].
luas daun, dan jumlah daun dilakukan setiap hari. Sedangkan Diketahui bahwa air merupakan komponen utama penyusun sel
parameter jumlah akar, panjang akar, berat basah dan berat dan jaringan bahkan 90% sel termasuk sel tumbuhan disusun
kering tanaman dilakukan pada saat pemanenan atau hari ke- oleh air. Ketika terjadi defisit air di daerah sistim perakaran
22. (rhizosfer) karena berkurangnya suplai air baik dari
pengairan/irigasi maupun dari air hujan, maka kebutuhan air
tanaman tidak terpenuhi, sehingga terjadi ketidakseimbangan
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
antara ketersediaan dan penggunaan air.
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Banyak proses metabolisme tanaman harus tetap
Konsentrasi berlangsung, namun di sisi lainnya kebutuhan air tanaman
Parameter
100% 75% 50% 25%
Tinggi 28,4 29,73 28,9 26,93
tidak tercukupi sehingga sel-sel tanaman mengalami
Jumlah daun 2 2 2 2 kekurangan air. Akibat cekaman kekeringan pada tanaman
Luas Daun 163,66 165,33 162 164 yaitu penutupan stomata, penurunan laju fotosintesis dan laju
Akar (cm) 3,67 2,8 3,1 3,9 transpirasi, penurunan laju penyerapan dan translokasi nutrien
B. Kering (mg) 35,36 53,33 43,3 34,8 (unsur hara), penurunan pemanjangan sel, serta penghambatan
B. Basah (mg) 306 503 443 290
pertumbuhan [15]. Jika laju fotosintesis menurun, maka
pertumbuhan tanaman juga akan terpengaruh, karena
A. Tinggi Tanaman berkurangnya sumber energi yang diperlukan untuk proses
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil pembelahan dan pembesaran sel [16][17]. Terhambatnya
pertumbuhan batang tanaman kacang hijau (Vigna radiata) aktivitas pembelahan sel, menyebabkan tidak terjadinya
disajikan dalam grafik dibawah ini: penambahan massa atau isi sel dan pembentangan sel,
sehingga sel-sel tetap mengecil [16][17].
Laporan Fisiologi Cekaman Kekeringan pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) 3

terhadap kekeringan dapat berupa penurunan luas dan jumlah


daun [18][19]. Hal tersebut karena ketika beradaptasi terhadap
B. Luas dan Jumlah Daun
cekaman kekeringan, terjadi penghambatan pertumbuhan.
Hasil pertumbuhan daun kacang hijau (Vigna radiata) Sebagaimana halnya tinggi tanaman, pembentukan daun juga
disajikan dalam grafik dibawah ini: dipengaruhi oleh pembelahan dan pembesaran sel.
Diketahui bahwa daerah daerah (zona) titik tumbuh
pada tanaman dikenal sebagai daerah (zona) meristematik.
daerah ini dipenuhi dengan sel sel meristematik yang selalu
membelah. Aktivitas pembelahan sel dapat menyebabkan
pertambahan jumlah sel yang mempengaruhi pertambahan
ukuran tubuh tanaman. Akan tetapi pada kondisi kekurangan
air, aktivitas pembelahan sel dapat menurun atau bahkan
terhenti, sehingga tidak ada penambahan ukuran sel. Selain itu,
panjang daun yang terhambat karena terhambatnya
pembelahan sel juga berkaitan dengan ketersediaan unsur hara,
sehingga pembelahan sel di daerah titik tumbuh menjadi
lambat atau bahkan terhenti.
Pertumbuhan meliputi dua tahap yaitu pembelahan sel
Gambar 3.2. grafik pertambahan luas daun kacang hijau
(cell division) dan pemanjangan/pembentangan sel (cell
(Vigna radiata) dengan perlakuan pemberian air (a) 100%, (b)
enlargement/cell expansion) [20]. Kedua proses ini
75%, (c) 50% dan (d) 25% dari kapasitas lapang.
dipengaruhi oleh tekanan turgor sel (tekanan hidrostatik). Pada
kondisi cekaman kekeringan dengan potensial air sel lebih
rendah, pembelahan dan pembentangan sel terbatas sehingga
dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. Pada tanaman
yang mengalami cekaman kekeringan, terjadi penghambatan
panjang daun juga dimaksudkan untuk mengurangi luas
permukaan daun dan reduksi jumlah stomata untuk mencegah
proses penguapan. Transpirasi yang berlebihan tanpa
diimbangi dengan ketersediaan air tanah yang cukup, dapat
menyebabkan penurunan pertumbuhan, gangguan fungsi
fisiologi, biokimiawi, dan kematian pada tanaman.
Namun pada penelitian yang dilakukan menunjukkan
hasil yang tidak sesuai. Seharusnya pada pemberian air yang
lebih rendah menyebabkan penghambatan pertumbuhan yang
Gambar 3.3. grafik pertambahan jumlah daun kacang hijau lebih besar pula sehingga menyebabkan luas daun semakin
(Vigna radiata) dengan perlakuan pemberian air (a) 100%, (b) kecil bila dibandingkan dengan permberian air 100%. Banyak
75%, (c) 50% dan (d) 25% dari kapasitas lapang. factor yang mampu mempengaruhi hal tersebut, salah satu
diantanya adalah perbedaan kualitas benih. Diduga benih pada
Pada pengamatan luas daun didapatkan hasil perlakuan 25% (biji 3) lebih bagus dibandingkan dengan benih
pengamatan pertama pada hari ke 7. Hal ini disebabkan pada perlakuan lain sehingga lebih tahan terhadap cekaman
karena pada hari ke 0-4 daun belum tumbuh, hanya ada kekeringan dengan tetap melakukan pembelahan sel untuk
plumula. Pada perlakuan 75%, 50% dan 25% memiliki luas memperluas bagian daun.
yang lebih kecil daripada perlakuan 100%. Namun luas daun C. Jumlah dan Panjang Akar
dengan pemberian air 25% memiliki luas yang lebih lebar
daripada perlakuan 75% dan 50%. Penurunan luas daun peda Pada saat kekurangan air, akar berperan penting dalam
perlakuan 100% di hari ke 19 dan 22 bukan disebabkan karena adaptasi tanaman karena akar mampu mengabsorbsi air dengan
penurunan pertumbuhan, namun karena patahnya daun akibat memaksimalkan sistem perakaran. Beberapa karakter
kesalahan saat pengukuran. Sedangkan pada pengamatan morfologi akar yang menunjukkan resistensi tanaman terhadap
jumlah daun, didapatkan pertumbuhan 2 daun pada hari ke 4 kekurangan air ialah pemanjangan akar ke lapisan tanah yang
pada semua perlakuan. Pada perlakuan kontrol (100%) dan lebih dalam, pertambahan luas dan kedalaman sistem
75% jumlah daun terus bertambah sampai hari ke 22 yaitu
perakaran, jumlah akar serta perluasan distribusi akar secara
berjumlah 4. Sedangkan untuk tidak perlakuan 50% dan 25%
jumlah daun tidak bertambah sampai hari ke 22 dan tetap horizontal dan vertikal.
berjumlah 2. Hal tersebut diduga dipengaruhi penghambatan Pada Praktikum Fisiologi Cekaman dengan cekaman
pertumbuhan yang diakibatkan oleh kekurangan air di kekeringan, dilakukan 4 perlakuan yaitu 100% ; 55 ml, 75% ;
lingkungan. 41,2 ml, 50% ; 27,5 ml, dan 25% ; 13,7 ml. Perlakuan
Menurut penelitian Xu et al. (2009) dan Song Ai & cekaman ini berpengaruh terhadap jumlah dan panjang akar.
Banyo (2011) yang menyatakan bahwa respon tanaman Dari hasil praktikum di dapatkan hasil bahwa pada perlakuan
Laporan Fisiologi Cekaman Kekeringan pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) 4

100% jumlah akar dari ke-3 pengulangan menghasilkan 1 akar berfungsi sebagai penyerap air. Adanya rambut akar yang
dengan panjang akar rata-rata 3,67 cm. Pada perlakuan 75% berlebih juga akan membantu mengabsorbsi air lebih banyak.
jumlah akar dari ke-3 pengulangan menghasilkan 1 akar
dengan panjang akar rata-rata 2,8 cm. Perlakuan 50% jumlah
D. Berat Basah dan Kering
akar dari ke-3 pengulangan menghasilkan 1 akar namun
memiliki banyak rambut akar, Dengan panjang akar rata-rata Berdasar pada praktikum yang dilakukan, berikut adalah
3,1 cm. Dan pada perlakuan 25% jumlah akar dari ke-3 hasil berat basah dan kering dari tanaman kacang hijau yang di
pengulangan menghasilkan rata-rata 3 akar dengan panjang cekam kekeringan.
akar rata-rata 3,9 cm. Berdasar pada hasil table 1, maka didapatkan hasil pada
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin perlakuan 100% berat basah rata-ratanya 306 mg dan berat
kekurangan air (tercekam kekeringan) suatu tanaman maka keringnya 35,36 mg. Pada perlakuan 75% berat basah rata-
berpengaruh nyata terhadap jumlah dan panjang akar. ratanya 506 mg dan berat keringnya 53,33 mg. Perlakuan 50%
Peningkatan panjang dan jumlah akar ini merupakan respons berat basah rata-ratanya 306 mg dan berat keringnya 43,3 mg,
morfologi yang penting dalam proses adaptasi tanaman dan perlakuan 25% berat basah rata-ratanya 290 mg dan berat
terhadap kekurangan air [21]. keringnya 3,8 mg.
Perlakuan cekaman kekeringan 100% dan 75% masing- Berat kering terbesar didapatkan pada perlakuan
masing memiliki 1 akar, hal ini dikarenakan air yang berada di kekeringan 75% disusul secara berturut-turut dengan perlakuan
lingkungan masih dapat di jangkau oleh akar tersebut, 50%, 100% dan 25%. Hasil ini kurang sesuai dengan teori.
sehingga tanaman kacang hijau tidak melakukan pemanjangan Berdasarkan teori menyatakan bahwa tanaman yang
akar untuk mencari sumber air ke tanah bagian dalam. Hal ini kekurangan air maka produktivitasnya akan semakin menurun.
berbeda dengan perlakuan cekaman kekeringan 25% yang Hal ini berkaitan dengan proses fotosintesis pada tanaman.
memiliki jumlah dan panjang akar tertinggi di bandingkan Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah pada
dengan konsentrasi lainnya. Hal ini dikarenakan kacang hijau perlakuan dilakukan pengulangan 3 kali termasuk pada
melakukan suatu adaptasi agar dapat survive dikondisi perlakuan 100%. Pada biji kacang hijau ke-1 dan ke-2
kekurangan air (kekeringannya) ini yang bertujuan untuk biomassanya sedikit, sehingga mempengaruhi rata-rata
memperoleh sumber air. Hal ini didasarkan pada mekanisme biomassa yang dihasilkan. Dimungkinkan distribusi absorbsi
morfofisiologis tanaman untuk menghindar dari kekurangan air oleh ke-3 kacang hijau tidak seimbang sehingga hanya
air, yaitu kemampuan tanaman untuk mencari sumber air jauh kacang kedelai ke-3 yang memiliki biomassa tertinggi.
dari permukaan tanah pada saat terjadi kekurangan air di Respons tanaman terhadap kekurangan air ini dapat dilihat
daerah dekat permukaan tanah. berdasarkan biomassa. Pertumbuhan sel merupakan fungsi
Pada umumnya tanaman dengan pengairan yang baik tanaman yang paling sensitif terhadap kekurangan air. Hal ini
memiliki akar yang lebih panjang dibandingkan dengan linear dengan pernyataan bahwa Defisit air pada tanaman
tanaman yang tumbuh di tempat yang kering. Walaupun dapat mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman [24].
demikian, panjang akar juga berkaitan dengan ketahanan Apabila fotosintesis suatu tanaman berjalan normal atau
tanaman pada saat terjadi kekurangan air. Hal ini disebabkan meningkat maka laju pembelahan, perpanjangan serta
karena pada saat kekurangan air, tanaman akan memanjangkan pembentukan jaringan berjalan cepat, sebaliknya bila proses
akarnya sampai ke lapisan tanah yang memiliki ketersediaan fotosintesis menurun maka pembelahan sel lambat berakibat
air yang cukup, sehingga tanaman tersebut dapat bertahan pertumbuhan batang, daun dan akar juga lambat [25].
hidup. Tanaman berakar panjang akan memiliki kemampuan Air di dalam jaringan tanaman selain berfungsi sebagai
yang lebih baik dalam mengabsorbsi air dibandingkan dengan penyusun utama jaringan yang aktif mengadakan kegiatan
tanaman berakar pendek [22]. Hal ini merupakan fungsi dari fisiologis, juga berperan penting dalam memelihara turgiditas
pemanjangan akar terhadap resistensi adanya cekaman. yang diperlukan untuk pembesaran dan pertumbuhan sel [26].
Penelitian menyebutkan bahwa kekurangan air pada Peranan yang penting ini menimbulkan konsekuensi bahwa
beberapa varietas dapat meningkatkan distribusi akar yang secara langsung atau tidak langsung kekurangan air pada
lebih merata baik secara horizontal maupun secara vertikal. tanaman (kekeringan) akan mempengaruhi semua proses
Distribusi akar pada beberapa varietas yang diairi sebanyak metabolisme dalam tanaman yang mengakibatkan
25% kapasitas lapang meningkat secara horizontal maupun terganggunya proses pertumbuhan [27] sehingga
vertikal dibandingkan dengan tanaman yang disiram sampai mempengaruhi biomassa dari suatu tanaman. Berkurangnya
100% kapasitas lapang. Hal tersebut disebabkan karena akar produktivitas (biomassa) tanaman pada saat kekurangan air
akan berusaha memperluas distribusi perakaran dan menembus disebabkan oleh penurunan aktivitas metabolisme primer
daerah-daerah yang memiliki persediaan air yang lebih termasuk fotosintesis dan penyusutan luas daun. Tanaman
banyak, yaitu pada lapisan tanah yang lebih dalam. Distribusi yang mengalami kekurangan air ini umumnya memiliki ukuran
akar seperti ini akan meningkatkan kemampuan tanaman untuk yang lebih kecil dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh
mencukupi kebutuhan air [23]. normal. Kekurangan air dapat menurunkan hasil produksi
Pada perlakuan 50% dan 25% juga didapatkan hasil adanya tanaman yang sangat signifikan dan bahkan bisa menjadi
rambut akar yang banyak. Pada saat kekurangan air, akar penyebab kematian pada tanaman [28].
selain akan tumbuh lebih panjang, lebih halus, juga akan Faktor lain yang mendukung adalah Karakter morfologi
memiliki banyak cabang dan rambut akar. Rambut akar akar. Karakter morfolgi akar akan mempengaruhi satu atau
lebih komponen hasil produksi, karena hal ini berkaitan erat
Laporan Fisiologi Cekaman Kekeringan pada Kacang Hijau (Vigna Radiata) 5

dengan jumlah air yang dikumpulkan oleh akar, efisiensi air [16] Chaves, M.M., J.P. Maroco., & J.S. Pereira. 2003. Understanding Plant
Responses to Drought : from genes to whole plant. Functional Plant
yang dikumpulkan (proses asimilasi pada akar yang
Biology 30: 239-264
mempengaruhi jumlah produksi biomasa untuk tiap satuan [17] Mapegau, 2006. Pengaruh Cekaman Air terhadap Pertumbuhan dan
jumlah air yang ditranspirasi), indeks pemanenan, serta Hasil Tanaman Kedelai. Jurnal Ilmiah Pertanian KULTURA 41(1): 43-
besarnya kebutuhan air pada tanaman [29]. 51
[18] Xue, X.N., A.H. Liu, X.J. Hua. 2009. Proline Accumulation And
Transcriptional Regulation of Proline Biosynthesis And Degradation in
IV. KESIMPULAN Brassica napus, BMB Rep. (42): 2834
[19] Song Ai & Banyo (2011) Song. A. N., & Y. Banyo. 2011. Konsentrasi
Cekaman kekeringan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman. Jurnal
luas dan jumlah daun, panjang dan jumlah akar, berat basah Ilmiah Sains 11(2): 166 173
[20] Lambers, H., F.S., Chapin., & T.L.Pons. 1998. Plant Physiological
dan berat kering tanaman kedelai (Vigna radiata L.).
Ecology. Springer-Verlag. New York.
Perlakuan 100% sebagai kontrol memiliki pertumbuhan dan [21] Budiasih. 2009. Respon tanaman padi gogo terhadap cekaman
perkembangan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan kekeringan. Ganec Swara Edisi Khusus 3(3): 22-27
75%,50%, dan 25%. Tetapi, perlakuan 100% tidak [22] Palupi ER, Dedywiryanto Y. 2008. Kajian karakter toleransi cekaman
menunjukkan hasil produktivitas yang lebih baik dari kekeringan pada empat genotipe bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis
perlakuan 75%,50%, dan 25%. Saran untuk penelitian ini Jacq). Bul Agron 36(1): 24-32
[23] Kurniasih B, Wulandhany F. 2009. Penggulungan daun, pertumbuhan
dilakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis biokimia.
tajuk dan akar beberapa varietas padi gogo pada kondisi cekaman air
yang berbeda. Agrivita 31(2): 118-128
DAFTAR PUSTAKA [24] Jumin, H. B. 2002. Agronomi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
[25] Harjadi,S.S., 2005. Pengantar Agronomi. Gramedia, Jakarta. Hal. 168-
[1] Atman. Teknologi budidaya kacang hijau (Vigna radiata L.) di lahan
sawah. Jurnal Ilmiah Tambua, Vol. VI, No.1, 89-95 hlm. BPTP 169.
Sumatera Barat.(2007) [26] Kramer, P.J. 1963. Water stress and plant growth. Agronomic Journal
[2] BPS, 2011. Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Kacang 55: 31-35.
Hijau Tahun 2010. Biro Pusat Statistik Sumatera Utara, Medan. [27] Pugnaire, F.I., and J. Pardos. 1999. Constrains by Water Stress on Plant
[3] Wijayanto, T., G. R. Sadimantara., & M. Etikawati.2012. Respon Fase Growth. In Passarakli, M. (Ed.) Hand Book Of Plant and Crop Stress.
Pertumbuhan Beberapa Genotipe Jagung Lokal Sulawesi Tenggara New York: John Wiley & Sons
Terhadap Kondisi Kekurangan Air. Jurnal Agroteknos 2 (2): 86-91.
[28] Nio SA, Banyo Y (2011) Konsentrasi klorofil daun sebagai indikator
[4] Taiz L, Zeiger E, 1991. Plant Physiology. California: The
Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. kekurangan air pada tanaman. Jurnal Ilmiah Sains 11(2): 166-173
[5] Bray, E. A. 1997. Plat Responses to Water Defycit. Trend in Plant [29] Passioura, JB. 1982. Drought resistance in crops with emphasis on rice.
Science 2(2): 48-54. International Rice Research Institute. Los Banos
[6] Mathius, N. T., Liwang, T., Danuwikarsa, M. I., Suryatmana, G.,
Djajasukanta, H., Saodah, D. dan Astika, I. G. P. W. 2004. Respons
Biokimia Beberapa Progeni Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Kondisi Lapang. Balai Penelitian
Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor
[7] Anjum, S.A., X.Y. Xie., L.C.Wang., M.F. Salem., C. Man., & W. Lei.
2011. Morphological, Physiological, and Biochemical Responses of
Plants to Drought Stress. African J. of Agric. Res.6(9): 2026 2032.
[8] Mundree, S.G. 2002. Physiological and molecular insight into drought
tolerance. Af. J Biotechnol. 1(2):28 38.
[9] Suhartono., R.A. Z. Sidqi., & A. Khoiruddin. 2008. Pengaruh Interval
Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelei
(Glycine max L. Merril.) Pada Berbagai Jenis Tanah. EMBRYO 5(1):
98-112.
[10] Belitz, A.R. & C.E. Sams, 2007. The Effect Of Water Stress On The
Growth, Yield, And Flavonolignan Content In Milk Thistle (Silybum
marianum). Acta Hort. 756:259-266.
[11] Wayah,E.,Sudiarso., & R. Soelistyono. 2014. Pengaruh Pemberian Air
Dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman
Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt L.). Jurnal Produksi Tanaman
, 2 (2): 94-102.
[12] Farooq, M., A. Wahid., N.Kobayashi., D. Fujita., & S.M.A. Basra.2009.
Plant Drought Stress: Effects, Mechanisms and Management. Agron.
Sustain. Dev. 29 : 185212.
[13] Dwidjoseputro, 1991. Pengantar fisiologi Tumbuhan. Gramedia.
Jakarta
[14] Wu, Y., & D.J. Cosgrove. 2000. Adaptation of Roots to Low Water
Potential by Change in Cell Wall Extensibility and Cell Wall Proteins. J.
of Exp. Bot. 51(350): 1543 1553
[15] Lisar, S.Y.S., R. Motafakkerazad., M.M. Hossain., & I.M.M. Rahman.
2012. Water Stress in Plants: Causes, Effects and Responses. Water
Stress, Prof. Ismail Md. Mofizur Rahman (Ed.), ISBN: 978-953-307-
963-9,InTech, Available from: http://www.intechopen.com/books/water-
stress/water-stress-inplants-causes-effects-and-responses