Anda di halaman 1dari 31

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini kita sering mendengar dari berbagai media baik cetak maupun
elektronik tentang maraknya masalah lingkungan. Kebanyakan di negara-negara
berkembang seperti halnya di Indonesia masalah lingkungan belum mendapat
perhatian optimal.
Kondisi faktual Indonesia sendiri menunjukkan bahwa berbagai bencana
lingkungan harus menjadi prioritas utama untuk dicarikan alternatif solusinya.
Kebakaran hutan, sampah perkotaan yang menggunung, kelangkaan penyediaan air
bersih dan bencana lingkungan lainnya adalah beberapa contoh ketidakefektifan
kebijakan atau program pemerintah terhadap masalah lingkungan. Padahal di masa
lalu, kita bangga mempunyai sekian juta hektar hutan tropis yang dianggap sebagai
paru-paru dunia. Contoh masalah lingkungan seiring dengan globalisasi yang lain
adalah laju konversi lahan produktif dalam bentuk hutan dan pertanian menjadi
lahan industri dan pemukiman semakin tinggi. Earth Policy Institute melaporkan
bahwa luas hutan di dunia pada tahun 2005 sebesar 3592 juta hektar atau berkurang
sebesar 8,4% dibandingkan tahun 1990 yang tercatat sebesar 4077 juta hektar.
Menurut angka yang dilaporkan Forest Watch Indonesia bekerja sama dengan
World Resources Institute serta Global Forest Watch, angka penurunan luas hutan
di Indonesia terus meningkat yaitu tercatat sekitar 2 juta hektar per tahun mulai
tahun 1996. Konversi atas nama industrialisasi tersebut mempunyai andil yang
besar terhadap terjadinya berbagai bencana lingkungan tersebut atau setidak-
tidaknya penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan.
(http://www.scribd.com/doc/62025000/4/Perkembangan-Teknologi-dan-Masalah-
Lingkungan yang diunduh pada tanggal 10 Maret 2014, pukul 19.23 )
Dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia, maka akan bertambah pula
sampah yang akan di hasilkannya. Maka bagaimana cara pengolahan sampah
menjadi sangat penting untuk dibahas. Jika pada tahun 2011 saja jumlah penduduk

1
2

dunia mencapai 7 milliar, maka pada tahun 2050 jumlahnya diperkirakan mencapai
9,3 milliar (BPS, 2011). Tidak ada data yang pasti mengenai sampah yang ada di
Indonesia maupun di dunia. Namun dapat diperkirakan bahwa dengan semakin
meningkatnya jumlah penduduk dunia ini maka kebutuhan akan pemenuhan akan
meningkat dan konsekuensi lainnya adalah peningkatan jumlah sampah.
Permasalahan sampah tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi hampir
disemua negara di belahan bumi ini. Dan di Indonesiapun permasalahan sampah
tidak hanya terjadi di satu kota saja, tapi terjadi di beberapa kota, terutama kota
besar.
Di Indonesia dengan semakin meningkatnya jumlah sampah maka pola
lama pengelolaan sampah di Indonesia yang berupa pengumpulan-pengangkutan-
pembuangan (P3) mulai bergeser ke pemilahan-pengolahan-pemanfaatan-
pembuangan residu (P4). sebagaimana diundangkannya UURI No 18/2008 tentang
Pengelolaan Sampah. Selain itu dalam rencana nasional Sanitasi Lingkungan
Berbasis Masyarakat juga telah dicantumkan bahwa penangan sampah memerlukan
upaya mulai dari partisipasi masyarakat hingga pemerintah. Pengolahan sampah
menjadi sangat penting karena sangat berpengaruh pada biaya pengolahan. Sampah
yang tercampur akan membutuhkan biaya pengolahan yang lebih mahal. Oleh
karena kunci dari pengelolaan sampah adalah pemilahan, atau pemisahan antara
jenis sampah yang satu dengan jenis sampah yang lain.
Lalu bagaimana pengolaan sampah yang berasal dari rumah tangga akan di
bahas dalam makalah ini. Dimana dalam proses pengolahannya masyarakat
berperan dalam pengolahan dan pemanfaatkan sampah anorganik.

1.2 Rumusan Masalah

Mengetahui permasalahan penulisan yang layak untuk diangkat dalam


penulisan ini, secara umum akan dijabarkan perumusan pada inti permasalahan
yang akan ditulis, yaitu:
1. Apa definisi dari sampah?
2. Apa definisi dari sampah anorganik?
3. Bagaiman cara pengolahan sampah anorganik?
4. Bagaimana Tindakan Yang Dapat Dilakukan Untuk Menanggulangi
Sampah?
1.3 Tujuan Penulisan

2
3

Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, maka tujuan penulisan ini adalah:
1. Untuk mendiskripsikan definisi dari sampah.
2. Untuk mendiskripsikan definisi dari sampah anorganik .
3. Untuk mendiskripsikan cara pengolahan sampah anorganik.
4. Untuk mendiskripsikan tindakan yang dapat dilakukan untuk
menanggulangi sampah.
1.4 Manfaat Penulisan
a. Manfaat bagi penulis :
Dapat menambah wawasan tentang kemampuan dalam memecahkan
masalah pelestarian lingkungan hidup.
b. Manfaat bagi para siswa-siswi.
1. Meningkatkan kesadaran mahasiswa-mahasiswi akan pentingnya
pelestarian lingkungan.
2. Mahasiswa-mahasiswi akan tergerak aktif dalam melestarikan
lingkungan di lingkungan sekitar.
3. Mahasiswa-mahasiswi akan berpikir kreatif dalam upaya pelestarian
lingkungan di lingkungan sekitar.
4. Mahasiswa-mahasiswi akan berpikir cepat dalam menyikapi masalah
lingkungan.
1.5 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yakni data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa
literatur, sumber tertulis atau dokumen yang memiliki relevansi dengan penulisan
ini, seperti buku-buku dan website.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

3
4

2.1 Pengertian Lingkungan

Lingkungan hidup disebut dengan lingkungan hidup manusia


(human environment) atau dalam sehari-hari juga cukup disebut
dengan "lingkungan" saja. Unsur-unsur lingkungan hidup itu
sendiri biasanya terdiri dari: manusia, hewan, tumbuhan dan lain
sebagainya. Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak
dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak
terlepas dari kehidupan manusia. Istilah lingkungan hidup dalam
bahasa Inggris disebut dengan environment, dalam bahasa
Belanda disebut dengan Millieu, sedangkan dalam bahasa
Perancis disebut dengan I'environment. (http://sartika-
siahaan.blogspot.com/2012_02_01_archive.html yang diunduh
pada tanggal 16 September 2012, pukul 19.45)

Dalam Undang-Undang no. 23 tahun 1997 tentang


Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi lingkungan hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan
makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang
memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain. (Winarti, 148)

Adapun pengertian lingkungan yang dikemukakan oleh beberapa ahli,


menurut situs http://sartika-siahaan.blogspot.com/2012_02_01_archive.html yang
di unduh pada tanggal 16 September 2012, pukul 19.45, antara lain :
a. Menurut Otto Sumarwoto (1989), lingkungan hidup adalah suatu
kesatuan ruang dengan semua daya, benda dan keadaan serta makhluk
hidup di sekitarnya. Manusia serta perilakunya memengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk
hidup lainnya.
b. Ahmad (1987) mengemukakan bahwa lingkungan hidup adalah sistem
kehidupan yang terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan
ekosistem.

4
5

c. St. Munajat Danusaputra, lingkungan adalah semua benda dan kondisi


termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam
ruang serta manusia berada dan memengaruhi kelangsungan hidup serta
kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya.
d. Emil Salim, lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan
dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan
memengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.

2.2 Pengertian Daur Ulang


Menurut situs http://id.wikipedia.org/wiki/Daur_ulang yang diunduh pada
tanggal 11 Maret 2014, pukul 14.15, Daur ulang adalah proses untuk menjadikan
suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah
yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan
bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi,
kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses
pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah
padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan,
pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama
dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah
3R (Reuse, Reduce, and Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas,
logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos
yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam,
tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada
sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan
kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan
sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemprosesan material baru untuk proses
produksi.
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan
barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya
kertas bekas harus menjadi kertas dengan kualitas yang sama, atau busa polistirena
bekas harus menjadi polistirena dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit
dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan
bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material

5
6

menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material
berharga dari sampah, seperti emas dari prosesor komputer, timah hitam dari
baterai, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi lingkungan, seperti merkuri.
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari
sampah. Proses daur ulang aluminium dapat menghemat 95% energi dan
mengurangi polusi udara sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi
aluminium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup
besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan
plastik.
Material-material yang dapat didaur ulang dan prosesnya di antaranya adalah:
Bahan bangunan
Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin
penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspal, batu bata, tanah, dan batu.
Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan
hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru
semacam bata.
Baterai
Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini
relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki
perhatian khusus dalam pemprosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih
mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi
mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia.
Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.
Barang Elektronik

Barang elektronik yang populer seperti komputer dan telepon genggam


umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat
ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya
adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja,
silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip,
processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur
ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan

6
7

diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya
masih belum jelas.

Logam
Besi dan baja adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia.
Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari
sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang meliputi proses logam pada
umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak
mengurangi kualitas logam tersebut.
Contoh lainnya adalah aluminium, yang merupakan bahan daur ulang paling
efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang
tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan
yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.
Bahan Lainnya
Kaca dapat juga didaur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainya
dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama-sama dengan
material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah
ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material
kaca daur ulang.
Kertas juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah
dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu
mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas
harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau
mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah.
Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya
saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk
plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut
sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang
berbentuk segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah
contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan kadang-
kadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk Low Density Poly
Etilene, PS untuk Polistirena, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur
ulang.

7
8

8
9

BAB 4

PEMBAHASAN

4.1 Definisi Sampah

Menurut UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah


didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang
berbentuk padat. Atau sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan
setelah berakhirnya suatu proses. Sampah terbagi atas dua yaitu sampah organik
dan sampah anorganik.
4.2 Definisi Sampah Anorganik
Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit
terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu yang sangat
lama. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral
dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat
di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan

9
10

tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan
dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga,
misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

4.3 Cara Pengolahan Sampah Anorganik


Ada beberapa tahap, dalam pengolahan sampah salah satunya sampah
anorganik , antara lain :
1. Pemilihan
Kegiatan pemilahan sampah merupakan bagian yang sangat penting dalam
upaya mengurangi timbunan sampah yang akan dibawa ke TPA. Kegiatan
pemilahan ini dilakukan dengan memasukkan sampah ke dalam 3 wadah/tempat
berdasarkan jenisnya.
Sampah-sampah organik, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan,
dan daun-daunan. Sampah jenis ini dapat dimanfaatkan untuk diolah
menjdai kompos.
Sampah-sampah anorganik yang bermanfaat, seperti kertas bekas,
plastik, gelas/kaca. Sampah keras dapat dimanfaatkan kembali menjadi
kertas daur dan memiliki nilai ekonomis. Sampah plastik dapat
digunakan kembali atau dapat dijual. Sampah gelas/kaca dapat
dimanfaatkan kembali atau dijual.
Sampah-sampah anorganik yang tidak bermanfaat, seperti logam
kecil, puntung rokok. Sampah ini ditampung, dikumpulkan untuk
kemudian diangkut oleh petugas kebersihan.
2. Pengumpulan
Sistem pengumpulan sampah, khususnya sampah rumah tangga yang saat
ini dilakukan berdasarkan kondisi dan kultur masyarakat. Umumnya di kota-
kota besar terutama di wilayah Jakarta pengumpulan sampah dilakukan sebagai
berikut :
Tiap Rumah Tangga menyediakan tempat atau wadah sampah tertutup
yang dilapisi kantong plastik, untuk menampung sampah yang tidak
dapat dimanfaatkan.
Dipo adalah tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang
meliputi satu kelurahan kurang lebih 30.000 warga, dengan daya
tampung sampah sekitar 150 meter kubik.

10
11

Pool Container, biasanya terletak di pinggir jalan di sebuah lokasi


pemukiman dan memiliki volume kurang lebih 6-10 meter kubik,
berbentuk sebuah bak penampungan besi. Pool caontainer ini diangkut
oleh truk dinas kebersihan dengan sistem hidrolik.
3. Pengangkutan
Pengangkutan sampah daarti tempat penampungan sementara (TPS) ke tempat
pembuangan akhir (TPA) dilakukan oleh dinas kebersihan. Pengangkutan
sampah dilakukan dengan sistem pembagian lokasi, setiap truk pengangkut
sampah mempunyai tugas di wilayah tertentu. Jenis angkut yang digunakan
dalam pengangkutan sampah ke TPA antara lain:
Truk Terbuka, memiliki kapasitas cukup besaruntuk mengangkut
sampah dari TPS ke TPA dengan menutup bagian atas dengan jaring atau
terpal.
Truk Kompaktor, mengangkut sampah dari pemukiman sebagai tempat
pembuangan sampah sementara.
Truk Tripper, mengangkut sampah dari TPS ke TPA.
Truk Hidrolik Kontainer, bertugas mengangkut kontainer yang sudah
penuh ke TPA.
4. Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus memenuhi persyaratan umum antara
lain:
1. Sudah tercakup dalam tata ruang kota dan daerah.
2. Jenis tanah harus kedap air, sehingga mencegah tercemarinya air tanah.
3. Daerah yang tidak produktif untuk tanah pertanian.
4. Digunakan minimal 5 sampai 10 tahun.
5. Tidak berpotensi mencemari sumber air.
6. Jarak dengan daerah pusat pelayanan kurang lebih 10 km.
7. Merupakan daerah bebas banjir.
8. Tidak berlokasi di danau, sungai, atau laut.

4.4 Tindakan yang dapat Dilakukan untuk Menanggulangi Sampah Anorganik


Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dalam menanggulangi sampah
salah satunya sampah anorganik , antara lain :
1. Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
a. Reduce

11
12

Reduce dalam bahasa Indonesia yakni mengurangi. Mengurangi dalam hal


ini contohnya adalah mengurangi pemakaian plastik, mengurangi pemakaian
kertas tissue, menggunakan alat tulis sekolah yang isi ulang.
b. Reuse
Reuse dalam bahasa Indonesia yakni menggunakan kembali. Reuse cukup
terbukti untuk mengurangi Global Warming. Salah satu contohnya adalah
menggunakan kembali kertas bekas (kedua sisinya). Dengan cara ini dapat
mengurangi jumlah kertas yang digunakan yang berarti mengurangi jumlah
pohon yang ditebang untuk membuat kertas. Semakin sedikit jumlah pohon
yang ditebang sama artinya mengurangi dampak Global Warming.
c. Recycle
Recycle atau mendaur ulang. Mendaur ulang barang-barang yang tidak
dipakai dengan barang-barang yang berguna. Misalkan kain-kain perca
dijadikan tas, tempat pensil. Hal ini tentunya dapat menghemat biaya
sehingga masyarakat pada umumnya yang menerapkan cara ini tidak perlu
membeli barang yang baru.
2. Memanfaatkan Botol-Botol Bekas untuk Membangun Rumah Hunian
Banyak sekali sampah yang berserakan di lingkungan sekitar kita
terutama dengan sampah botol-botol bekas yang tergeletak begitu saja dan
kadang terisi air hujan yang dapat menjadi sarang nyamuk. Sebuah pertanyaan
dalam diri kita, ingin dikemanakan sampah-sampah seperti botol-botol bekas?
Seorang warga bandung bernama Ridwan Kamil (38) memiliki sebuah
ide gagasan yang sangat brilian, Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF),
memanfaatkan botol-botol bekas untuk membangun rumah sebagai huniannya,
rumah yang ramah lingkungan ini tentunya sangat nyentrik sehingga banyak
orang penasaran ingin melihatnya. Rumah ini kemudian terkenal dengan nama
Rumah Botol(Gambar 4,1 dan Gambar 4.2).
Rumah hasil karya Ridwan Kamil ini tidak cukup mendapat acungan
jempol saja, rumah uniknya mendapat gelar juara dalam Green Design Award
2009, yang diselenggarakan oleh BCI Asia (Building Construction Information
Asia). Rumah tinggalnya yang memanfaatkan botol bekas minuman berenergi
itu ternyata berhasil menyisihkan karya delapan puluh peserta lain dari delapan
negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina,
Hongkong, dan Cina. Sungguh benar-benar prestasi anak bangsa yang sangat
membanggakan.

12
13

Bermula dari ide saat melihat pekerja bangunan di rumahnya yang


sering minum minuman berenergi, ide memanfaatkan botol bekas pun muncul.
Ridwan Kamil menghabiskan 30.000 botol bekas untuk membangun rumahnya,
yang berdiri di atas tanah seluas 373 meter persegi, di kawasan Cigadung
Selatan. Botol-botol bekas yang ia gunakan sengaja ia pasang di tempat yang
dilalui sinar matahari, tujuannya adalah untuk menangkap dan membiarkan sinar
matahari tersebut dapat tembus ke dalam rumah. Dindingnya yang terbuat dari
kaca, membuat sinar matahari lebih mudah masuk sehingga tidak perlu
menyalakan lampu pada siang hari. Selain ramah lingkungan, rumah botol juga
berjasa dalam penghematan energi dan mengurangi dampak pemanasan global.
Rumah botol ini juga terkesan sangat artistik dilihat.
Apa yang dilakukan Ridwan Kamil bisa menjadi salah satu alternatif
penyelesaian soal sampah di negara kita, yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Ide kreatif bisa menyulap barang tak berguna menjadi mahakarya, yang tidak
hanya indah dipandang tetapi juga bermanfaat. Jika dilihat dari faktor
lingkungan, sampah botol bekas sangat susah terurai dalam tanah. Butuh waktu
hingga jutaan tahun lamanya untuk dapat menguraikan zat yang terdapat dalam
botol bekas.
3. Mendaur Ulang Sampah menjadi Barang yang Bernilai Ekonomis
Sampah anorganik biasanya berupa botol, kertas, plastik, kaleng, sampah
bekas alat- alat elektronik dan lain-lain. Sampah ini sering kita jumpai di
beberapa tempat seperti sungai, halaman rumah, lahan pertanian dan di jalan-
jalan. Sifatnya sukar diurai oleh mikroorganisme sehingga akan bertahan lama
menjadi sampah. Sampah plastik bisa bertahan sampai ratusan tahun, sehingga
dampaknya akan sangat lama. Untuk mengatasi masalah sampah anorganik,
dapat dilakukan dengan cara 3R. Salah satunya adalah reduce ( daur ulang).
Dengan bermodal kreatifitas dalam mengolah sampah anorganik menjadi
nilai ekonomis. Berikut beberapa pengolahan sampah anorganik yang telah
didaur ulang, antara lain :
a. Daur Ulang dari Sampah Kertas (Gambar 4.3 dan Gambar 4.4)
Kertas merupakan bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan
dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Peluang bisnis kertas daur
ulang ini menarik karena dapat dilakukan oleh siapa saja dan
membutuhkan modal yang sedikit. Kita dapat menggunakan alat-alat

13
14

yang ada disekitar kita. Ternyata tidak banyak orang yang tahu bahwa
dengan kreatif dapat menguntungkan kita, kerajinan kertas daur ulang
dapat menghasilkan omset yang berlimpah.
Kertas daur ulang dapat dikreasikan menjadi benda benda seni
yang memiliki nilai jual cukup tinggi, misalnya saja dibuat pigura, kotak
pensil, kartu ucapan, blocknote, ataupun souvenir lainnya. Konsumen
kreasi kertas daur ulang rata rata adalah para pengrajin yang membuat
kotak kado, kotak pensil, serta kerajinan lain dari daur ulang kertas.
Selain para pengrajin hasil daur ulang kertas juga diminati para
masyarakat umum, yang kebanyakan dari anak muda. Mereka
menganggap benda benda dari kertas daur ulang memiliki nilai seni
lebih tinggi.
Koran atau kertas bekas bisa menjadi sumber penghasilan jika
kita jeli melihatnya. Mungkin selama ini benda tersebut kita buang atau
dijual ke tukang barang bekas dengan imbalan yang tidak seberapa. Nah
ternyata dari kertas bekas tersebut tersimpan potensi peluang usaha
bisnis. Intinya kita menambahkan nilai tambah pada benda tersebut agar
bernilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang
menjanjikan. Dengan menggunakan produk kertas daur ulang kita juga
turut mendukung kampanye go green yang saat ini sedang gencar
digalakan oleh berbagai kalangan. Apa itu go green? Secara harafiah
artinya membuat bumi kita lebih hijau atau dengan kata lain
menjadikan kita lebih perduli terhadap lingkungan di sekitar kita, salah
satunya adalah dengan memakai produk daur ulang sehingga dapat
mengurangi sampah yang ada di lingkungan kita.
Menurut penelitian, ternyata kertas daur ulang menghemat
sumber daya alam, menghemat energi, mengurangi emisi gas rumah kaca
, dan membuat ruang TPA gratis untuk jenis lain dari sampah yang tidak
dapat didaur ulang. Daur ulang satu ton kertas dapat menghemat 17
pohon, 7.000 galon air, 380 galon minyak, 3,3 meter kubik ruang TPA
dan 4.000 kilowatt energi yang cukup untuk kekuatan rumah rata-rata US
selama enam bulan-dan mengurangi emisi gas rumah kaca oleh satu
metrik ton ekuivalen karbon (MTCE).
b. Daur Ulang dari Kaleng Bekas (Gambar 4.5)

14
15

Kaleng bekas yang barangkali dibuang ke sampah alangkah


sebaiknya kita kumpulkan serta di daur lagi sedikit jadi berguna untuk di
buat jadi prakarya kerajinan tangan pastinya modal barang yang telah
dibuang juga sedikit kreatifitas untuk buat jadi bermanfaat layaknya
kerajinantangan dari barang bekas botol yang kedepannya juga sekurang-
kurangnya mempunyai nilai jual.
Bahan :
- Kaleng bekas
-Cat minyak warna putih
-Cat minyak warna-warni
- Kuas untuk melukis
- Pensil
Cara Membuat :
Bersihkan kaleng terlebih dahulu, kemudian netralkan warna bagian luar
kaleng dengan cat minyak warna putih, untuk mempermudah membuat
pola gambar. Lalu keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar
matahari. Setelah cat kering, buatlah gambar di permukaan kaleng
dengan pensil sesuai dengan kreatifitas Anda, dan beri warna dengan
kuas menurut pola gambar yang sudah Anda buat. Kalau sudah jadi
keringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Kaleng-kaleng
cantik ini bisa untuk tempat pensil, celengan, hiasan, ataupun sebagai
souvenir ulang tahun.
c. Daur Ulang dari Kain Perca (Gambar 4.6 dan Gambar 4.7)
Dari kain sisa jahitan yang awalnya tidak bernilai, bisa
dikreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan yang memiliki
fungsi dan harga jual cukup tinggi. Misalnya saja seperti bed cover,
sarung bantal maupun sprei, keset, serbet, taplak meja, boneka, kotak
pensil, dompet handpone, tas, dan lain sebagainya.
Cara membuat kerajinan keset dari kain perca, yakni :
Potong kain perca berbentuk segi empat dengan ukuran kurang lebih
5 x 5 cm atau 8 x 8 cm, bisa disesuaikan keinginan Anda.
Lipat diagonal potongan kain perca tersebut membentuk segitiga
seperti yang terlihat pada gambar (a), kemudian lipat kain ke dalam
hingga membentuk seperti gambar (b) dan kembali lipat sampai
seperti gambar (c).
Lakukan kegiatan diatas sebanyak-banyaknya.

15
16

Sebagai alas keset, Anda bisa menggunakan kain perca dengan


ukuran yang lebih besar dan dibentuk sesuai degan keinginan.
Misalnya saja berbentuk oval, segi empat, kupu-kupu, ikan, atau pola
unik lainnya.
Kemudian sambungkan potongan-potongan kain perca yang telah
dibentuk seperti gambar (c), sehingga memenuhi bentuk pola yang
telah disiapkan.
Bila pola sudah terhias dengan cantik, produk siap dikemas dan
dipasarkan.
d. Daur Ulang dari Sampah Plastik (Gambar 4.8)
Limbah plastik adalah bahan yang sulit diuraikan
mikroorganisme jika hanya ditimbun di dalam tanah. Butuh waktu
hingga ratusan tahun lamanya untuk membuat plastik dapat terurai.
Butuh banyak cara untuk dapat mereduksi limbah plastik dari atas
permukaan bumi. Salah satunya, yaitu dengan memanfaatkannya
menjadi barang lain yang berharga dan bermanfaat. Hanya perlu sedikit
sentuhan kreasi yang unik agar limbah plastik itu dapat menjadi lebih
bernilai secara ekonomi. Banyak sekali kreasi yang bisa dibikin dari
plastik bekas ini, mulai dari tas, dompet, tempat minum plastik, payung,
lampion,dll.
Kerajinan dari sampah plastik merupakan kerajinan yang bisa
menjadi alternatif peluang usaha di sekeliling kita. Seperti diketahui
Plastik merupakan bahan kebutuhan yang banyak dipergunakan dalam
kehidupan manusia modern. Akan tetapi sisa sampah dari plastik menjadi
permasalahan tersendiri bagi kehidupan. Karena Sampah plastik
merupakan limbah rumah tangga yang sangat sulit untuk diuraikan
berbeda dengan sampah organik yang cepat bisa terurai. Untuk
menguraikan sampah plastik diperlukan waktu yang sangat lama bisa
berpuluh-puluh tahun, sampah organik bisa diurai dan diubah menjadi
kompos dalam beberapa hari saja, Di lain sisi penggunaan plastik dalam
kehidupan sehari-hari justru semakin meningkat sehinga problem
semakin pelik. Solusinya adalah dengan mengurangi penggunaan bahan
yang berasal dari plastik atau mendaur ulang sampah plastik menjadi

16
17

barang yang bermanfaat . Sampah plastik bisa diolah menjadi aneka


Kerajinan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Peluang
usaha Kerajinan sampah plastik ini disamping mendatangkan rezeki juga
mengurangi polusi akibat sampah plastik.
e. Daur Ulang dari Sampah Botol Plastik (Gambar 4.9)
Botol plastik yang dianggap limbah dan mengotori lingkungan
ternyata dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang kerajinan yang
benilai seni serta dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita
dapat menjadikan botol plastik menjadi lampu hias yang cantik. Berikut
cara pembuatan lampu hias dari botol plastik bekas.
Alat dan bahan yang digunakan :
1. Botol plastik bekas yang lumayan besar
2. Sendok plastik secukupnya
3. Lem tembak
4. Cutter/ gunting
5. Set lampu
Cara pembuatan lampu hias dari Botol bekas adalah :
1. Siapkan sendok plastik secukupnya, potong semua sendok
plastik pada pangkal tangkainya. Dan yang kita pakai
hanyalah sendok yang bagian cekung
2. Potong/lubangi bagian bawah (dasar) botol membentuk
lingkaran. Ukuran lubang disesuaikan dengan besar lampu.
Lubang ini nantinya akan digunakan untuk memasukkan dan
mengganti lampu
3. Tempelkan potongan-potongan sendok melingkar
mengelilingi botol plastik dengan lem. Dimulai dari bagian
bawah botol, melingkar. Lalu dilanjutkan di atasnya
melingkar, dan begitu seterusnya (lihat gambar) sampai
seluruh permukaan botol tertutup sendok, dan hanya
menyisakan mulut botol saja.
4. Buatlah 1 buah rangkaian potongan sendok melingkar
menyerupai gelang dengan menggunakan lem, dengan ukuran
menyesuaikan.
5. Tempelkan rangkain sendok menyerupai gelang ini pada
botol bagian atas. Jadi akan menutup dan menyamarkan
mulut botol yang masih terlihat.

17
18

6. Masukkan rumah lampu berserta kabelnya dari bawah botol,


dan pasang lampunya.
7. Bila menginginkan warna lain, bisa dengan memakai jenis
lampu yg berwarna. Kerajinan tangan lampu hias pun jadi,
dan siap untuk kita gunakan.

4. Media Tanam Apung Berbasis Sampah Anorganik Sebagai Solusi Cerdas


Petani Agraris
Media tanam apung berbasis sampah anorganik (Gambar 4.10) ini
merupakan sebuah solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang
terjadi sekarang ini yaitu adanya degradasi lahan pertanian yang disebabkan
semakin bertambahnya populasi penduduk dan bertambahnya bangunan-
bangunan yang mengakibatkan semakin menyempitnya lahan pertanian. Dengan
adanya media tanam apung ini akan sangat membantu para petani khususnya di
Indonesia dengan memanfaatkan lahan perairan sebagai media tanam.
Teknik Implementasi
Media tanam apung ini dibangun dengan menggunakan bahan dari sampah botol
air mineral sebagai media apungnya, kemudian diatasnya ada beberapa lapisan
yaitu lapisan tanah pada bagian paling atas dan lapisan yang berisi sabut kelapa
yang digunakan sebagai pengontrol penyerapan air yang nantinya dapat
mengontrol kelembaban tanah. Kemudian dari lapisan yang paling atas sampai
lapisan yang berisi botol-botol air mineral ditutup dengan papan penutup agar
tanah tidak mengalami abrasi. Dalam penerapannya media tanam apung ini
diikat dengan bambu yang digunakan untuk menahan media tersebut agar tidak
berubah tempat karena pergerakan air.
Pihak-pihak yang terkait dalam implementasi media tanam apung
Media tanam apung ini merupakan salah satu metode yang dapatdigunakan
sebagai solusi cerdas petani agraris di Indonesia mengingat saat inimulai terjadi
degradasi lahan pertanian yang ada di Indonesia. Jadi,
untuk mengimplementasikannya membutuhkan sosialisasi yang dapat dilakukan
dengancara penyuluhan maupun seminar-seminar, dan dapat pula dengan
menggunakancara penerapan langsung, dalam hal ini dapat melibatkan dan

18
19

bekerjasama dengan para petani yang menjadi percontohan sebagai penerapan


media tanam apung.
Berkerjasama Dengan Elemen Masyarakat
Media tanam apung memiliki potensi yang besar bagi para petani
karenamemiliki manfaat-manfaat diantaranya pemanfaatan lahan perairan
sebagai mediatanam, selain itu juga pemanfaatan sisa sampah anorganik berupa
botol air mineral yang digunakan untuk media apungnya dan jika dilihat dari
segi biayayang dikeluarkan untuk penanaman lebih murah dan lebih efisien.
Dalam proses penyiramannyapun juga tidak perlu lagi melakukan penyiraman
karena mediayang dipakai langsung bersentuhan dengan air sehingga
kelembaban tanah dapat secara otomatis terkontrol. Untuk itu, dalam
implementasinya dapat melibatkan petani sehingga petani memiliki bekal ilmu
tambahan yang berkenaan dengan pemanfaatan lahan perairan dan pemanfaatan
sampah anorganik sehingga menjadilebih berdaya guna.
Bekerjasama Dengan Pemerintah
Media tanam apung ini memiliki potensi besar dalam pemanfaatan
lahan perairan dan juga pemanfaatan sampah anorganik khususnya botol air
mineral.Untuk itu, dalam implementasinya dapat melibatkan pemerintah agar
memberikankebijakan serta turut mempublikasikan maupun merekomendasikan
media tanamapung sebagai solusi yang bisa dilakukan oleh petani setempat.
Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan
untuk mengimplementasikan media tanam apung sehingga tujuan atau
perbaikanyang diharapkan dapat tercapai
Pembuatan media tanam apung ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu:
Persiapan
Pada tahap ini mempersiapkan peralatan-peralatan yang digunakan
untuk membuat media tanam apung diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Botol air mineral bekas : sebagai media apung agar media tanam yang ada
tidak tenggelam.
b. Sabut kelapa : sebagai media penyerapan air dan media pengontrol
kelembaban tanah.
c. Tanah : sebagai media tanam.
d. Bambu : sebagai pengikat papan kayu yang sudah dipasang.

19
20

e. Papan kayu : sebagai pelapis media botol air mineral, sabut kelapa dantanah
agar tanah tidak mengalami abrasi.
Adapun ukuran media yang digunakan minimal sebesar 5x5 meter
yangdibutuhkan untuk membuat media tanam apung minimal seperti table di
bawahini:

Implementasi
Pada tahap ini akan dilakukan perancangan media tanam apung.
Setelah peralatan disiapkan dan dirasa sudah cukup, langkah selanjutnya adalah
melakukan beberapa tahapan pembuatan diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Merakit atau menyusun botol air mineral yang sudah disiapkan
sehinggamembentuk persegi dengan ukuran 5x5 m.
b. Membuat media tanam dengan membentuk papan kayu yang sudahdisediakan
dengan membentuk bidang ruang dengan ukuran ruang 500x500x80 cm.
c. Meletakkan media papan kayu diatas botol yang sudah dirakit tersebut.
d. Meletakkan sabut kelapa tepat diatas lapisan botol-botol air mineral.
e. Meletakkan media tanah yang sudah disiapkan tepat di lapisan paling atas
yang nantinya lapisan tanah ini digunakan sebagai media tanam.
f. Mengikat lapisan botol dengan menggunakan bambu yang sudah disediakan
sehingga dapat menahan abrasi.
Dampak dan Manfaat Media Tanam Apung
Dengan penerapannya media tanam apung ini terdapat beberapa kelebihan
diantaranya tidak perlu ada proses penyiraman karena secara otomatiss abut
kelapa tersebut menyerap air dari bawah dan menyalurkannya ke tanah sehingga
kelembaban tanah akan tetap terjaga dan ini akan berpengaruh
pada pertumbuhan tanaman tersebut. Selain itu jika ditinjau dari segi
ekonomi, penerapan media tanam apung ini tergolong praktis dan ekonomis
karena tidak membutuhkan banyak biaya untuk pembuatannya dan ramah

20
21

lingkungan karena memanfaatkan sampah anorganik sebagai salah satu bahan


pembuatannya juga akan membantu pemerintah untuk menanggulangi polusi
yang disebabkan banyaknya sampah anorganik yang tidak dimanfaatkan dan
belum sempat didaur ulang.
5. Pembakaran Sampah

Beberapa orang beranggapan bahwa membakar sampah dapat merusak


ozon karena asap yang dihasilkan olehnya. Memang hal ini benar adanya. Akan
tetapi terdapat beberapa cara untuk mengurangi bahaya kerusakan lingkungan
dari membakar sampah.

Salah satunya adalah dengan dibakar dalam insinerator. Namun


sebaiknya sampah-sampah yang dibakar merupakan sampah-sampah yang tidak
berbahaya yaitu salah satunya adalah plastik.

Salah satu manfaat pembakaran sampah adalah panasnya bisa digunakan


untuk kegiatan industri sebagai tenaga panas. Beberapa industri memanfaatkan
pembakaran sampah untuk sumber energi seperti pembangkit uap, listrik,
bahkan air panas. Contoh industri yang memanfaatkan pembakaran sampah ini
adalah PLTSa Gedebage

6. Pengolahan Sampah Menggunakan Konsep Bank Sampah


Sampah adalah Sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam
yang berbentuk padat. Permasalahan sampah di Indonesia sangat lah Konkrit
dimana pengelolaan yang dilakukan masih belum optimal dimana masih
menggunakan pola lama dimana sampah yang dihasilkan belum dipilah, hanya
dicampur lalu di buang. Padahal dengan memilah sampah, dapat di dapat nilai
ekonomis yang ada. Konsep pengelolaan sampah yang sedang berkembang di
Indonesia adalah pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah (Gambar
4.11).
Konsep Bank Sampah Menggunakan 5 M
1. Mengurangi sampah
a. Meminimalkan penggunaan tas plastik
b. Membiasakan membawa tas belanja dari rumah
c. Meminimalkan sisa makanan

21
22

d. Menggunakan sapu tangan/lap kain2.


2. Memilah Sampah
3. Memanfaatkan Sampah
a. Memanfaatkan halaman balik kertas yang masih kosong
b. Memanfaatkan kertas bekas untuk amplop
c. Memanfaatkan kaleng bekas untuk pot bunga
d. Memanfaatkan sisa makanan/sayuran untuk makanan ternak/ikan.
4. Mendaur Ulang Sampah
a. Mengolah sampah kertas menjadi kertas daur ulang/kerajinan
b. Mengolah bungkus bekas menjadi aneka kerajinan
c. Mengolah gabus styrofoam menjadi bataco, pot bunga dsb
d. Mengolah sampah kaca menjadi aneka bentuk seni dan alat rumah tangga
e. Mengolah sampah organik menjadi kompos/pupuk
f. Mengolah kotoran ternak menjadi pupuk dan gasbio
g. Mengolah daun kering, ranting tanaman menjadi briket bioarang
5. Menabung Sampah
Cara Mendirikan Bank Sampah :
a. Melakukan sosialisasi berdirinya bank sampah
b. Membentuk pengelola bank sampah
c. Melatih pengelola bank sampah
d. Menyiapkan kelengkapan bank sampah
e. Mencari pembeli sampah (rosok/pengepul)
f. Mempromosikan berdirinya bank sampah
g. Melakukan pelayanan tabungan sampah sampah
h. Melakukan MONEV (monitoring dan evaluasi)
i. Melakukan Sosialisasi Bank Sampah
j. Penjelasan Teknis Pelayanan Menabung
k. Praktek Pelayanan Bagi Teller
l. Pelatihan Bank Sampah
Cara Menabung Sampah :
1. Secara Individual (Penabung Datang Ke Bank Sampah)
a. Pilah sampah dari rumah
b. Tabung di Bank Sampah
c. Teller Bank Sampah :
1) Menimbang sampah (kg)
2) Menentukan jenis sampah
3) Menulis dalam slip setoran tabungan sampah (no. rekening, nama
penabung, hari, tgl, alamat)

22
23

4) Melabeli jenis sampah yang ditabung (nama, alamat, tanggal,


jenis, berat)
5) Memasukkan ke loker bank sampah
6) Mengkomunikasikan ke pembeli sampah
7) Memasukkan hasil tabungan sampah ke rekening penabung
d. Pihak Ketiga (Pengepul) Mengambil Sampah Para Penabung.
2. Secara Komunal (Petugas Bank Sampah Mendatangi Tps Tiap Rt)
a. Pilah sampah dari rumah
b. Tabung sampah di TPS terpilah di tiap RT
c. Petugas Bank Sampah mengambil sampah di TPS tiap RT
d. Pihak Ketiga (Pengepul) Mengambil Sampah Para Penabung

Ketentuan Di Bank Sampah :


1. Sampah yang dapat ditabung adalah sampah yang sudah terpilah dari rumah
Buku rekening dan nomor rekening atas nama anak-anak
2. Pelayanan tabungan sampah tergantung kesepakatan
3. Buku tabungan tidak diberikan kepada penabung (disimpan di bank sampah)
4. Tabungan dengan sistem berjangka (menengah), penabung dapat mengambil
tabungan setelah tiga bulan
5. Sistem bagi hasil (tergantung kesepakatan)

Manfaat Bank Sampah


1. Berkurangnya jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA
2. Membantu mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah
3. Membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih
4. Aspek Pendidikan
a. Menanamkan pentingnya mengelola sampah rumah tangga kepada
masyarakat dengan cara diinvestasikan/ditabung
b. Pendidikan lingkungan hidup sejak dini terhadap anak-anak dengan tidak
meninggalkan tumbuh kembang mereka
c. Anak-anak akan memahami pentingnya menabung
d. Anak-anak akan memaknai sampah yang mereka hasilkan
5. Aspek Sosial Ekonomi

23
24

a. Menambah pendapatan keluarga dari sampah yang mereka tabung di


bank sampah
b. Menciptakan jiwa entreprenuer bagi masyarakat di bidang pengelolaan
sampah, contoh : sebagai direktur dan teller bank sampah
c. Merubah persepsi negatif yang berkembang di masyarakat terhadap
penggiat sampah terutama pemulung
d. Dalam jangka panjang akan merubah strata kehidupan sosial
kemasyarakatan di Indonesia, dengan semakin banyaknya
wirausahawan baru dibidang pengepul sampah.

BAB 5

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil penulisan makalah ini dapat disimpulkan beberapa kesimpulan sebagai
berikut :
1. Sampah sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah
berakhirnya suatu proses.
2. Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit
terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan waktu
yang sangat lama.
3. Cara mengolah sampah anorganik adalah diawali dengan
pemilahan,pengumpulan, pengangkutan dan tempat pembuangan akhir.

24
25

4. Tindakan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi sampah adalah


menerapkan prinsip 3r (reduce, reuse, recycle), mendaur ulang sampah
anorganik menjadi nilai ekonomis,
media tanam apung berbasis sampah anorganik, pembakaran sampah dan
pengelolaan sampah menggunakan konsep bank sampah.

DAFTAR PUSTAKA

Winarti. 2010. Buku Panduan Pendidik Geografi. Klaten : Intan Pariwara.


Wibowo, B. Prasetya. 2011. Meraup Rupiah dari Teras Rumah. Jakarta: Penebar
Swadaya.
http://serambiusaha.blogspot.com/2011/10/memanfaatkan-kain-perca-sebagai-
peluang.html yang diunduh pada tanggal 10 Maret 2014, pukul 16.32.
http://idkf.bogor.net/yuesbi/eDU.KU/edukasi.net/Peng.Pop/Lingk.Hidup/Mengolah.Sam
pah/all.htm#atas yang diunduh pada tanggal 11 Maret 2014, pukul 18.22.
http://www.larizo.com/lampu-hias-dari-botol-plastik-bekas/ yang diunduh pada tanggal
11 Maret 2014, pukul 18.28.
http://www.scribd.com/doc/62025000/4/Perkembangan-Teknologi-dan-Masalah-
Lingkungan yang diunduh pada tanggal 11 Maret 2014, pukul 19.23.
http://bentoel35.blogspot.com/ yang diunduh pada tanggal 11 Maret 2014, pukul 19.26.

25
26

http://andrisetiawan020187.blogspot.com/2012/05/bank-sampah.html yang diunduh


pada tanggal 11 Maret 2014, pukul 19.28.
https://www.academia.edu/3120431/MEDIA_TANAM_APUNG_BERBASIS_SAMPA
H_ANORGANIK_SEBAGAI_SOLUSI_CERDAS_PETANI_AGRARIS yang
diunduh pada tanggal 11 Maret 2014, pukul 19.35.

LAMPIRAN

Gambar 4.1

26
27

Gambar 4.2

Gambar 4.3

Gambar 4.4

27
28

Gambar 4.5

Gambar 4.6

Gambar 4.7

28
29

Gambar 4.8

Gambar 4.9

29
30

Gambar 4.10

Gambar 4.11

30
31

31

Anda mungkin juga menyukai