Anda di halaman 1dari 3

1.

Definisi MDRO
MDRO didefinisikan sebagai mikroorganisme atau bakteri yang telah menjadi
resisten terhadap satu atau lebih dari agen antimikroba. Multidrugs Resistant (MDR)
merupakan suatu keadaan di mana bakteri resisten terhadap minimal satu antimikroba dari
3 golongan antimikroba dan Multidrug-resistant Organisms (MDRO) adalah organisme
sebagian besar bakateri yang mengalami MDR (Magiorakos dkk., 2012). MDR ini dapat
disebabkan karena beberapa hal antara lain pemakaian antibiotik yang tidak tepat dosis,
diagnostik dan bakteri penyebab (Siegel dkk., 2007). Beberapa MDRO antara lain yaitu
MRSA ( methcillin resistent Staphyloccus aureus), vancomycin resistant enterococci,
extendedspectrum beta laktamase gram negatif basil (ESBLs), multidrug-resistant
Streptococcus pneumoniae (MDRSP), carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE),
dan multidrug-resistant Acinetobacter. C. difficile adalah membentuk spora, toksin, gram
positif bakteri anaerob.

2. Faktor resiko MDRO


Ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan MDRO yaitu :
a. Immunocompromised
b. Usia lanjut
c. Lama rawat inap
d. Perawatan di ICU
e. Penyakit kronis seperti gagal ginjal kronis, DM tipe 1
f. Dermatitis atau lesi kulit
g. Prosedur invasif seperti dialyisis dan prosedur medis yang masuk ke dalam tubuh
seperti urinary catheters, vasculer catheter, dan ventilasi
h. Kurangnya kepatuhan praktisi kesehatan dalam pencegahan infeksi seperti hand
hygiene

3. Mekanisme Transmisi MDRO


Mekanisme transmisi bakteri patogen ke pasien yang rentang melalui tiga
cara antara lain transmisi dari flora normal pasien , transmisi dari flora lingkungan
layanan kesehatan dan transmisi dari flora pasien atau tenaga kesehatan . Transmisi
dari flora normal pasien adalah transmisi yang terjadi jika bakteri dapat hidup dan
berkembang baik pada kondisi normal dan menyebabkan infeksi. Transmisi dari flora
lingkungan layanan kesehatan adalah transmisi yang terjadi jika bakteri dapat hidup
pada lingkungan sekitar misalnya air, tempat-tempat lemabab . Sedangkan transmisi
flora pasien atau tenaga kesehatan adalah transmisi yang terjadi akibat kontak
dengan pasien atau melalui perantara misalnya peralatan makan, pakaian, tangan
kesehatan yang terkontaminasi (WHO,202)

4. Mekanisme resistensi terhadap antibiotik


Bakteria dapat menunjukkan resistensi terhadap antibiotik melalui beberapa
mekanisme. Beberapa spesies bakteri mungkin saja memang bersifat resisten
terhadap satu kelas antibiotik. Pada kasus seperti ini, seluruh strain spesies bakteri
tersebut kemungkinan resisten terhadap semua anggota kelas antibiotik itu.
Perhatian yang lebih ditujukan pada kasus-kasus resistensi yang didapat, dimana
populasi bakteri yang pada awalnya peka kemudian menjadi resisten terhadap suatu
antibiotik dan kemudian berprofiliferasi dan menyebar dalam pengaruh tekanan
selektif dari penggunaan antibiotik tersebut. Beberapa mekanisme resistensi
antibiotik dengan mudah dapat menyebar ke berbagai genus bakteri. Pertama,
bakteri mendapatkan gen yang mengkode enzim-enzim, seperti -laktamase, yang
menghancurkann antibiotik sebelum menghasilkan efek. Kedua, bakteri mempunyai
pompa efflux yang mengeluarkan antibiotik dari sel sebelum antibiotik tersebut
mencapai target dan memberikan efeknya. Ketiga, bakteri mendapatkan beberapa
gen yang bekerja pada jalur metabolik yang merubah dinding sel bakteri sehingga
tidak lagi mengandung tempat ikatan dengan antibiotik, atau terjadi mutasi pada gen
porin bakteri yang membatasi akses antibiotik menuju target intraselular. Dengan
demikian, populasi bakteri yang secara normal peka terhadap antibiotik dapat
menjadi resisten melalui mekanisme seleksi dan mutasi, atau dengan cara
memperoleh informasi genetik dari bakteri lain yang mengkode gen resistensi. Hal
yang terakhir ini, terjadi melalui beberapa mekanisme genetik yaitu transformasi,
konjugasi atau transduksi. Melalui mekanisme pertukaran materi genetik ini,
menjadikan bakteri yang menjadi resisten terhadap banyak kelas antibiotik. Bakteri
dengan multidrugs resistance ini (didefinisikan sebagai bakteri yang resisten
terhadap lebih dari atau sama dengan tiga kelas antibiotik) telah menjadi masalah
yang sangat memerlukan perhatian serius terutama di rumah sakit dan institusi
kesehatan lainnya dimana hal tersebut paling sering terjadi. Mutasi spontan dapat
menyebabkan timbulnya resistensi dengan beberapa cara yaitu :
a. Merubah protein target dimana antibiotik berikatan, dengan merubah atau
menghilang tempat ikatan
b. Meningkatkan produksi enzim-enzim yang membuat antibiotik menjadi
tidak aktif
c. Menurunkan aktivitas atau merubah saluran protein membran luar sel
bakteri sehingga antibiotik tidfak dapat masuk atau
d. Meningkatkan aktivitas pompa yang mengeluarkan antibiotik dari sel
bakteri.
Strain bateri yang membawa mutasi genetik yang menyebabkan resistensi
ini terseleksi akibat penggunaan antibiotika, yang mana antibiotik tersebut
membunuh strain yang peka dan membiarkan strain resisten baru untuk berthan
hidup dan berkembang. Resistensi didapat yang berkembang karena mutasi
kromosomal dan seleksi ini disebut dengan evolusi vertikal (vertical evolution).
Bakteri juga dapat menjadi resisten dengan memperoleh material genetik
yang baru dari bakteri resisten lainnya. Kejadian ini disebut dengan evolusi horisontal
(horizontal evolution) dan dapat terjadi antara strain dalam spesies yang sama atau
antara genus atau spesies yang berbeda. Mekanisme pertukaran materi genetik ini
adalah dengan konjugasi, transduksi dan transformasi. Untuk setiap proses tersebut,
transposon berperan dalam memfasilitasi pemindahan dan penggabungan gen
resistensi ke dalam genome pejamu atau ke dalam plasmid.
Selama konjugasi, bakterin gram negatif memindahkan plasmid yang
mengandung gen resistensi ke bakteri yang berdekatan, melalui suatu stuktur yang
disebut pilus yang menggabungkan kedua bakteri tersebut. Sedangkan konjugasi
pada bakteri gram positif biasanya dimulai dengan produksi sex pheromones yang
memfasilitasi penyatuan bakteri donor dan resipien, yang membuat terjadinya
pertukaran DNA. Pada proses transduksi, gen resistensi dipindahkan dari satu
bakteri ke bakteri lainnya dengan perantara bakteriofag. Sekarang proses tersebut
merupakan suatu yang relatif jarang terjadi. Sedangkan transformasi merupakan
suatu proses dimana bakteri mendapat dan menggabungkan segmen DNAnya
dengan segmen DNA dari bakteri lain yang melepaskan sebagian DNAnya ke
lingkungan setelah mereka lisis. Hal ini dapat memindahkan gen resistensi ke strain
yang pada awalnya peka.Mutasi dan seleksi ini, bersama dengan pertukaran materi
genetik membuat banyak spesies bakteri yang dapat cepat beradaptasi dengan
antibiotik.

5. Cara Mengontrol MDRO


a. Dukungan lembaga
Dukungan rumah sakit ini sangat penting. Dapat ditunjukkan dengan pengadaan
hand rub dan tempat cuci tangan untuk mengurangi kemungkinan penyebaran
bakteri dari pasien satu ke pasien lain.
b. Edukasi
Edukasi ini diberikan pada petugas kesehatan maupun keluarga pasien. Yaitu
edukasi mengenai pentingnya hand hygiene.
c. Penggunaan antibiotic yang benar
Penggunaan antibiotic harus sesuai dengan penyebab infeksinya. Jika tidak, hal
itu dapat menyebabkan terjadinya resitensi bakteri terhadap antibiotic.
d. Lingkungan
Lingkungan sekitar pasien seperti bed pasien, meja pasien, pintu, meja perawat,
perlu dibersihkan dengan antiseptic (dapat digunakan alcohol hand rub) untuk
mengurangi penyebaran bakteri.