Anda di halaman 1dari 1

GAGAK PUTIH

Sang fajar menepikan mimpi si pembual

Memetik mimpi yang hampir nyata di dunianya.

Mengiris dedaunan hati yang rapuh, demi sebuah dendam.

Melambai bagai senandung lembayung sore,

Yang menantikan suara merdu gagak renta.

Siapa engkau wahai si fana,berani melawan karma yang


menggebu deru?

Tiadakah engkau mahfum akan biasnya yang elok?

Ataukah engkau memang punya nyawa 9?

Kepada gagak kulantunkan dawai petang yang sendu.

Untuk meraih kembali mimpi yang teroesir waktu.

Lembayung senja,November 2016