Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMA KELAS X

RPP ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran

Disusun oleh :

Moch Masyudi Kamal Alfarid (036111030)

BIOLOGI 6 D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PAKUAN

BOGOR

2014
RENCANA PELAKSANAAN DAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA PASUNDAN 1 CIANJUR

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas / Semester : X (Sepuluh) / 2

Topik : Ekologi

Subtopik : Satuan Ekosistem dan Komponen Penyusun Ekosistem

Pertemuan ke- :1

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (2JP)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman


hayati, ekosistem dan lingkungan hidup.

1.2. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang keanekaragaman


hayati, ekosistem dan lingkungan hidup.

1.3. Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan menyayangi
lingkungan sebagai manisfestasi pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1. Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung
jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong,
bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan
proaktif dalam dalam setiap tindakan dan dalam melakukan pengamatan dan
percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar kelas/laboratorium.

2.2. Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip
keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di
laboratorium dan di lingkungan sekitar.

3.9. Menganalisis informasi/data dari berbagai sumber tentang ekosistem dan semua
interaksi yang berlangsung didalamnya.
Indikator :
- Menjelaskan pengertian ekosistem.
- Menyebutkan komponen penyusun ekosistem (komponen biotik dan komponen
abiotik).

4.9. Mendesain bagan tentang interaksi antar komponen ekosistem dan jejaring makanan
yang berlangsung dalam ekosistem dan menyajikan hasilnya dalam berbagai bentuk
media.

Indikator :

- Mengamatai komponen biotik dan abiotik.

C. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dari ekosistem.

2. Peserta didik dapat menyebutkan komponen penyusun ekosistem (komponen biotik


dan komponen abiotik).

3. Peserta didik dapat menjelaskan interaksi antarkomponen ekosistem.

D. Materi

SATUAN-SATUAN DALAM EKOSISTEM

Ekosistem tersusun atas makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Sebagai contoh,
ekosistem sawah terdiri atas hewan dan tumbuhan yang hidup bersama-sama. Pada ekosistem
sawah tersebut, terdapat rumput, tanaman padi, belalang, ulat, tikus, burung pemakan ulat,
burung elang, dan masih banyak lagi. Dalam ekosistem, terdapat satuan-satuan makhluk
hidup. Individu, populasi, komunitas, biosfer yang merupakan satuan makhluk hidup dalam
satu ekosistem, dan sinar matahari sangat berperan terhadap kelangsung- an hidup satuan-
satuan ekosistem tersebut.

1. Individu

Pernahkah kalian melihat seekor domba atau seekor ayam atau sebatang pohon mangga?
Seekor domba atau seekor ayam dinamakan individu. Demikian juga dengan sebatang pohon
mangga. Individu adalah satuan makhluk hidup tunggal

2. Populasi

Sekumpulan domba di padang rumput disebut dengan populasi domba. Sekumpulan ikan
nila di dalam kolam air tawar disebut dengan populasi ikan nila. Jika di dalam kolam tersebut
juga ditumbuhi sekumpulan tumbuhan teratai, berarti dalam kolam tersebut juga terdapat
populasi tumbuhan teratai. Kumpulan individu-individu yang sama dapat mem- bentuk
populasi. Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup dalam suatu habitat
tertentu. Dari contoh di atas, dapatkah kalian menyebutkan contoh-contoh populasi yang
lain?

a. Kepadatan Populasi

Besarnya populasi ditunjukkan oleh jumlah individu di dalam suatu populasi per satuan
luas. Besarnya populasi per satuan luas ini disebut kepadatan populasi. Misalkan, satu areal
perkebunan murbai luasnya 1.000 m2. Dalam kebun tersebut terdapat 1.000 pohon murbai
dan 20.000 ekor ulat sutra. Itu berarti kepadatan populasi pohon murbai adalah 1.000
pohon/1.000 m2 atau 1 pohon/m2 dan kepadatan populasi ulat sutra adalah 20.000 ekor/1.000
m2 atau 20 ekor/m2.

b. Perubahan Populasi

Perubahan populasi dapat terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan ini terjadi karena
adanya pertambahan atau pengurangan jumlah populasi. Berkurang atau bertambahnya
populasi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya, perubahan musim, imigrasi,
ataupun emigrasi. Imigrasi adalah pertambahan populasi karena adanya kelahiran (natalitas)
dan pendatang dari tempat yang lain, sedangkan emigrasi adalah berkurangnya populasi
karena adanya kematian (mortalitas) dan perginya individu ke tempat yang lain. Populasi
adalah sekumpulan individu sejenis yang hidup dalam suatu habitat tertentu. Kepadatan
populasi adalah besarnya populasi per satuan luas. Perubahan populasi terjadi karena adanya
pertambahan atau pengurangan jumlah populasi.Biologi X 210

3. Komunitas

Coba kalian perhatikan kolam ikan yang ada di rumah kalian atau teman kalian. Di dalam
kolam ikan air tawar, terdapat sekumpulan ikan nila, sekumpulan tumbuhan teratai,
sekumpulan ganggang hijau, dan sekumpulan katak. Sekumpulan populasi yang hidup dalam
air tawar ini disebut sebagai komunitas kolam air tawar. Komunitas adalah sekumpulan
berbagai macam populasi makhluk hidup yang hidup dalam suatu wilayah tertentu. Suatu
komunitas tersusun dari semua populasi yang hidup dan saling berinteraksi antara satu
dengan yang lain dalam suatu wilayah dan waktu tertentu.

4. Ekosistem

Komunitas ikan air tawar selalu berhubungan dengan kolam ikan, air, udara, tanah, dan
sinar matahari. Komunitas tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan yang tidak hidup di
sekitarnya. Antara komunitas dan lingkungan tak hidupnya terbentuk suatu interaksi atau
hubungan yang saling memengaruhi satu sama lain dalam membentuk suatu sistem ekologi
yang disebut ekosistem. Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan hidupnya
yang saling berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik. Oleh karena itu, ekosistem
disebut juga sistem lingkungan. Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem
yang terbentuk karena pengaruh alam sekitar dan bukan karena campur tangan manusia,
contohnya, sungai, laut, danau, hutan, dan gunung, sedangkan ekosistem buatan adalah
ekosistem yang dibentuk oleh manusia, contohnya, kolam ikan, akuarium, waduk, dan sawah.

5. Biosfer

Ekosistem mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Ekosistem yang kecil akan


membentuk ekosistem yang lebih besar. Seluruh ekosistem di muka bumi ini akan
membentuk satu ekosistem yang lebih besar yang disebut biosfer.

KOMPONEN PENYUSUN EKOSISTEM

Dari sebuah lingkungan kita dapat menemukan komponen penyusun ekosistem, yaitu
komponen yang terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya. Lingkungan yang menyertai
suatu organism dapat berupa organisme hidup (biotik) dapat pula bukan organisme.
Secara garis besar komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen biotik dan
abiotik.

1. Komponen abiotik

Komponen abiotik suatu ekosistem merupakan keadaan fisik dan kimia yang menyertai
kehidupan organisme sebagai medium dan substrat kehidupan. Komponen ini terdiri dari
segala sesuatu tak hidup dan secara langsung terkait pada keberadaan organisme, antara lain
sebagai berikut.

a. Tanah

Tanah berperan penting bagi tumbuhan, hewan, dan manusia, sebagai tempat tumbuh
dan hidupnya tanaman, melakukan aktivitas kehidupan, tempat berlindungnya hewan tertentu
seperti tikus dan serangga, serta sumber nutrisi bagi tanaman. Kondisi tanah ditentukan oleh
derajat keasaman (pH) tanah, tekstur atau komposisi tanah yang mempengaruhi kemampuan
tanah terhadap penyerapan air, garam mineral dan nutrisi yang sangat penting bagi tanaman.

b. Air

Semua organisme hidup tidak dapat lepas dari ketergantungannya terhadap air. Air
diperlukan organisme dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhannya, tergantung dari
kemampuannya menghemat penggunaan air. Organisme yang hidup pada habitat kering
umumnya memiliki cara penghematan air. Keadaan air sangat ditentukan oleh faktor-faktor
berikut.

1) Salinitas atau kadar garam bagi organisme yang hidup pada habitat air sangat
berpengaruh.
2) Curah hujan mempengaruhi jenis organisme yang hidup pada suatu tempat.
3) Penguapan mempengaruhi adaptasi tanaman pada tempat tertentu.
4) Arus air mempengaruhi jenis hewan dan tumbuhan yang dapat hidup pada habitat air
tertentu.

c. Udara

Udara sangat penting bagi kehidupan organisme. Sebagaimana manusia membutuhkan


udara untuk bernapas. Kondisi udara pada suatu tempat sangat dipengaruhi oleh hal-hal
sebagai berikut.
1) Cahaya matahari, sangat penting untuk laju proses fotosintesis tumbuhan hijau untuk
memberikan pasokan oksigen ke lingkungan. Hanya memerlukan waktu sebentar saja
bagi kalian untuk menggali secangkul lapisan tanah di kebun. Namun, proses alam
berabad- abad untuk menciptakan lapisan tanah.
2) Kelembaban, merupakan kadar air yang terdapat di udara yang mempengaruhi
kecepatan penguapan dan kemampuan bertahan hewan terhadap kekeringan.
3) Angin, berpengaruh terhadap tumbuhan dalam hal system perakaran dan penyerbukan
tanaman.

d. Topografi

Topografi merupakan variasi letak suatu tempat di permukaan bumi ditinjau pada
ketinggian dari permukaan air laut, garis bujur, dan garis lintang. Perbedaan topografi
menyebabkan jatuhnya cahaya matahari menjadi berbeda, menyebabkan suhu, kelembaban,
dan tekanan udara maupun pencahayaan juga berbeda. Hal ini yang mempengaruhi
persebaran organisme.

e. Iklim

Iklim merupakan kombinasi berbagai komponen abiotik pada suatu tempat, seperti
kelembaban udara, suhu, cahaya, curah hujan dan lain-lain. Kombinasi abiotik ini berkaitan
dengan kesuburan tanah dan komunitas tumbuhan pada suatu tempat.

2. Komponen biotik

Komponen biotik suatu ekosistem merupakan komponen yang terdiri dari organisme
yang dikelompokkan sebagai berikut.

a. Berdasarkan cara memperoleh makanan


1) Organisme autotrop Organisme autotrop Organisme autotrop Organisme autotrop
Organisme autotrop, merupakan organisme yang dapat mengubah bahan anorganik
menjadi organik (dapat membuat makanan sendiri). Organisme autotrop dibedakan
menjadi dua tipe.
a) Fotoautotrop adalah organisme yang dapat menggunakan sumber energi
cahaya untuk mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Contohnya
tumbuhan hijau.
b) Kemoautotrop adalah organisme yang dapat memanfaatkan energi dari reaksi
kimia untuk membuat makanan sendiri dari bahan organik. Contohnya bakteri
nitrit dan nitrat

2) Organisme heterotrop Organisme heterotrop Organisme heterotrop Organisme


heterotrop Organisme heterotrop, adalah organisme yang memperoleh bahan organik
dari organisme lain. Contohnya hewan, jamur dan bakteri non autotrop.

b. Berdasarkan kedudukan fungsional dalam ekosistem


1) Produsen, semua organisme autotrop.
2) Konsumen, semua organisme heterotrop. Contohnya karnivora,herbivora dan
omnivora.
3) Pengurai atau perombak, organisme yang mampu menguraikan organisme mati
menjadi mineral atau bahan anorganik kembali. Contohnya bakteri dan jamur.
4) Detritivora, organisme yang memakan bahan organik dan diubah menjadi partrikel
organik yang lebih kecil strukturnya. Contohnya cacing tanah dan kumbang kotoran

E. Pendekatan / Strategi, Metode Pembelajaran

1. Pendekatan : Scientific
2. Metode : Diskusi, Tanya Jawab
3. Model : Student Teams Achievement Division (STAD)

F. Alat dan Sumber Pembelajaran

1. Alat dan Bahan : Alam sekitar, Gambar/model ekosistem


2. Sumber Belajar : Buku Biologi X

G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Pendahuluan Guru memberi salam, menanyakan kabar dan berdoa 10 (menit)
bersama yang dipimpin oleh ketua kelas. Selanjutnya
guru memeriksa kehadiran siswa.

Apersepsi :

Guru memberikan pertanyaan : Apa kalian


pernah memperhatikan lingkungan disekitar? Apa
yang klian lihat disana?

Motivasi :

Guru menunjukan charta gambar kemudian


memberikan pertanyaan. Mana dari gambar
diatas yang termasuk kedalam ekosistem biotik
dan abiotik?.

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan


setiap kelompok terdiri dari lima orang secara
heterogen.

Kegiata inti Mengamati 60 (menit)

Guru memberikan informasi tentang kegiatan yang


akan dilakukan yaitu pengamatan satuan-satuan
ekosistem dan komponen penyusun ekosistem
Siswa membaca tentang materi yang akan dipelajari di
buku paket siswa.
Siswa membaca kegiatan pengamatan satuan-satuan
ekosistem dan komponen penyusun ekosistem

Question / Menanya

Peserta didik dimotivasi untuk bertanya jawab dengan


teman sekelompoknya.

- Apa yang dimakasud dengan ekosistem?

- Sebutkan satuan-satuan dalam ekositem!

- Komponen apa saja penyusun ekosistem?

- Sebutkan contoh komponen biotik dan abiotik!

- Apakah perbedaan organisme autotrof dan organisme


heterotrof?

- Apakah hubungan saling ketergantungan antara


komponen abiotik dan komponen biotik?

Experiment / Mengumpulkan Informasi

Siswa mencari informasi dari berbagai sumber (buku,


internet, dsb) mengenai kegiatan pengamatan.
Guru memberikan penilaian sikap pada saat siswa
melakukan diskusi.
Setiap anggota kelompok menganalisis berbagai
informasi yang diperoleh.
Associate / Mengolah Informasi

Siswa menggali informasi, melakukan pengamatan


dan mendiskusikannya.

Masing-masing kelompok mencatat hasi pengamatan,


berupa tabel, gambar atau laporan tertulis.

Siswa membahas dan menyimpulkan berdasarkan


hasil dari pengamatannya.

Guru berkeliling membimbing kelompok-kelompok


belajar pada saat mereka berdiskusi.

Communicate / mengkomunikasikan

Siswa mempresentasikan hasil yang telah


didiskusikan dalam bentuk penyajian yang menarik di
depan kelas.

Perwakilan dari setiap kelompok maju kedepan untuk


membacakan hasil pembahasan kelompok dan siswa
yang lain memperhatikan.

Guru memberikan penghargaan kepada kelompok


yang mendapatkan nilai tertinggi.

Guru memberikan penjelasan singkat pentingnya


mempelajari ekosistem untuk kepentingan manusia,
hewan dan tumbuhan.

Penutup Guru merangkum materi pembelajaran dengan 10 (menit)


melibatkan siswa.

Guru memberikan tes formatif kepada siswa dan


siswa mengerjakan tes formatif dengan teliti dan jujur

Guru memberikan tugas terstruktur kepada siswa


untuk dikerjakan dirumah yaitu merangkum materi
Rantai makanan

H. Penilaian

1. Metode dan Bentuk Instrumen


Metode Bentuk Instrumen

1. Sikap Lembar pengamatan sikap dan rubrik

2. Keterampilan Mengkomunikasikan Lembar pengamatan keterampilan


komunikasi

3. Tes Tertulis Tes Pilihan Ganda

a. Lembar Pengamatan Sikap

Pengamatan Perilaku Ilmiah

Aspek yang Dinilai


No. Nama Rasa Ingin Tanggung Keaktifan Kerjasama
Tahu Jawab

dst.

Rubrik Penilaian Perilaku

NO Aspek yang dinilai Rubrik

1 Rasa ingin tahu 3. Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar


(curiosity) antusias, aktif dalam kegiatan kelompok

2. Menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak


terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok ketika disuruh
1. Tidak menunjukkan antusias dalam
pengamatan, sulit terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok walaupun telah didorong
untuk terlibat
2 Tanggung jawab 3. Tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas
dalam belajar dan dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan,
bekerja baik secara berupaya tepat waktu
individu maupun
berkelompok 2. Berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan
tugas, namun belum menunjukkan upaya
terbaiknya

1. Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam


menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak
selesai

3 Keaktifan pada saat 3. Aktif dalam tanya jawab, dapat


pembelajaran mengemukakan gagasan atau ide, menghargai
pendapat siswa lain

2. Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut


mengemukakan gagasan atau ide,
menghargai pependapat siswa lain
1. Aktif dalam tanya jawab, tidak ikut
mengemukakan gagasan atau ide, kurang
menghargai pendapat siswa lain

4 Kerjasama antar 3. Bekerjasama dalam melakukan pengamatan,


teman kelompok merumuskan masalah dan mengemukakan
pendapat

2. Bekerjasama dalam melakukan pengamatan,


tidak ikut serta dalam merumuskan masalah
dan mengemukakan pendapat

1. Melakukan pengamatan secara individual tidak


melibatkan teman kelompoknya

Penilaian Keterampilan Komunikasi

Keterampilan diskusi kelompok


Jumlah
No Siswa Penguasaan Cara Ketepatan Nilai
Antusias Skor
materi mengkomunikasikan jawaban

1.

2.
3.

4.

5.

6.

7.

8.

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

Keterangan :

Skala penilaian keterampilan dibuat dengan rentang antara 1 sampai dengan 5.

1 = Sangat Kurang. 2 = Kurang. 3 = Cukup. 4 = Baik. 5 = Sangat Baik.

*) Ketentuan:

FORMAT PENILAIAN

Nilai :

Jumlah Skor X 100

Banyak siswa
a. Instrumen Soal Pengetahuan

Tes Formatif Pilihan Ganda

1. Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut...... (C1)

A. Komunitas C.Populasi
B. Ekosistem D.Ekologi

2. Sekumpulan makhluk hidup sejenis yang menempati suatu daerah tertentu disebut..... (C1)
A. Individu C.Komunitas
B.Populasi D.Ekosistem

3. Hal yang mungkin terjadi jika semua produsen mati....... (C2)


A. Konsumen akan subur
B. Dekomposer akan mati
C. Konsumen akan mati
D. Jumlah pemakan tumbuhan akan mati

4. Hewan pemakan segala (omnivor) biasanya mendominasi ekosistem, karena omnivor


memperoleh energi dari ....... (C2)
A. Berbagai sumber makanan C. Konsumen I
B. Produsen D. Dekomposer

5. Organisme autotrof di ekosistem perairan adalah.............


A. Alga C. Udang
B. Ikan D. Serangga air

6. Ekosistem yang ada diseluruh bumi disebut...............


A. Lingkungan C. Biosfer
B. Bioma D. Habitat

7. Ekosistem terdiri atas ekosistem alami, buatan. Di bawah ini yang termasuk ke dalam
ekosistem buatan adalah....... (C3)
A. Laut dan hutan C. Kebun dan aquarium
B. Hutan dan aquarium D. Sungai dan gurun
8. Berikut ini pernyataan yang tidak tepat tentang produsen, yaitu...... (C4)
A. Produsen adalah semua golongan tumbuhan
B. Produsen adalah semua golongan tumbuhan hijau
C. Produsen adalah penghasil zat makanannya sendiri
D. Padi, jagung ,dan rumput merupakan contoh produsen

9. Didalam suatu ekosistem terdapat sejumlah tumbuhan, beberapa ekor ulat, sejumlah katak,
dan ular. Apabila semua katak dalam ekosistem tersebut kita hilangkan, akibat yang terjadi
adalah....... (C4)
A. Tumbuhan akan tumbuh semakin lebat
B. Ular akan berkembang dengan pesat
C. Ulat akan terancam punah
D. Ular akan terancam punah

10. Berkurangnya suatu populasi makhluk hidup akan mempengaruhi populasi makhluk
hidup lainnya dalam suatu ekosistem. Contohnya....... (C3)
A. Hama wereng menyebabkan tanaman padi tidak berproduksi maksimal
B. Perburuan tikus disawah menyebabkan populasi ular punah
C. Penangkapan ular di sawah menyebabkan populasi tikus bertambah
D. Pada siang hari populasi burung di sawah banyak, sedangkan pada malam hari sedikit

Kunci Jawaban

Kunci Kunci
No Skor No Skor
Jawaban Jawaban

1 B 10 6 C 10

2 B 10 7 C 10

3 C 10 8 A 10

4 A 10 9 D 10

5 A 10 10 B 10
Disetujui Oleh,

Bogor, April 2014

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

(......................) (......................)

NIP. NIP.