Anda di halaman 1dari 2

TUGAS 3

PERBANDINGAN SISTEM KOMUNIKASI

Salam,

Jawaban

1. - Ciri-ciri sistem komunikasi yang diterapkan di Negara-negara


komunis
Terbatasnya kebebasan komunikasi
Terjadinya pembodohan terhadap masyarakat karena proses
penyikapan atas suatu peristiwa cenderung dipaksakan untuk
sama
Akan melahirkan sikap fatalis masyarakat pada kebijakan
negara dan partai meskipun hak-hak mereka dikorbankan
Akan semakin tidak dimaknai dan dihormati hak asasi
manusia secara benar dan proporsional
Akan menyebabkan keberhasilan dan kegagalan negara dalam
mencapai arah serta tujuan politik ekonomi menjadi tidak
penting
Pusat sistem komunikasi tidak akan pernah bergeser dari
kelompok elit partai yang merasa berhak mengarahkan
pendapat publik
Menjadikan pusat sistem komunikasi yang cenderung
menyeragamkan pendapat publik internal sekaligus menjadi
corong utama dalam mengarahkan pendapat publik eksternal.

- Ciri-ciri komunikasi di Negara komunis tidak mungkin diterapkan


di Indonesia karena dengan tegas mewaspadai bahaya komunis
melalui peraturan perundang-undang negara. Sistem komunikasi
di Indonesia berdasar Filsafat Pancasila yang pengaturan hak-hak
asasi manusia sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia.
Hal ini sebagai suatu identitas bahwa sistem komunikasi
Indonesia berbeda dengan sistem lain, dalam hal kesertaan
masyarakat di bidang media massa maka masyarakat diberi
kesempatan untuk mengelolanya.

2. Sistem tanggung jawab sosial merupakan sistem yang berada


dalam dua ambang yaitu antara paham libertarian dan paham
otoritarian.
Dalam kenyataan empirik maka sistem tanggung jawab sosial tidak
dapat diterapkan secara utuh dan sistem ini hampir diklaim oleh
seluruh sistem politik termasuk sistem komunis. Sistem tanggung
jawab sosial terlalu menyerahkan tanggung jawab pada individu
atau lembaga media massa, sehingga kurang memperhatikan
terhadap nilai-nilai subjektif.
Sistem tanggung jawab sosial cenderung kepada sifat-sifat
monopolistik, terutama bagi mereka yang menyandang modal kuat,
sehingga media massa merupakan ajang bisnis yang sangat
menguntungkan. Pada gilirannya media massa tidak lagi melakukan
fungsinya, yaitu fungsi layanan informasi yang bermutu pada
masyarakat, karena terlalu berorientasi kepada komersial tanpa
memperhatikan akibat moral masyarakat.

3. Dalam situasi yang begitu terbuka seperti saat ini, banyak pakar
jurnalisme yang menerangkan bahwa saat ini kehidupan pers di
Negara kita cenderung menganut sistem tanggung jawab sosial,
yakni dalam setiap pemberitaannya media massa dituntut untuk
mampu bertanggung jawab secara sosial kepada masyarakat
umum, bersinergi dengan nilai-nilai kemanusiaan universal dan
senantiasa melakukan kerja jurnalistik dengan dilandasi prinsip
sosial yang teguh.
Namun, kebebasan pers itu justru menjadi sesuatu yang bermakna
absur bagi masyarakat, bukan hanya karena masih adanya berbagai
upaya pembelengguan kerja-kerja jurnalistik oleh pemerintah
maupun pihak penguasa lainnya yang merasa tidak senang atas
substansi berita tertentu. Media massa sendiri pun kerap menjadi
biang kerok dalam hal ini, terutama dalam konteks konsistensinya
atas pemberitaan yang menyangkut isu tertentu yang bersifat
fenomenal.

Media massa sering kali terkesan gemar mempermainkan fikiran


publik. Gejala ini sangat terasa jika kita mencermati atraktif-
inkonsisten yang dilakukan oleh redaksi media massa saat memilih
isu yang patut diusung sebagai beritanya. Memang benar bahwa
media massa dituntut untuk selalu siap bergerak selaras dengan
gerak dinamis masyarakat itu sendiri, sehingga pemilihan berita
yang layak terbit haruslah bersifat terkini dan mampu merangkum
segala peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.

Terima Kasih

Henni Hidayah
Nim 015272722
Prog.S1 Ilmu Komunikasi

Anda mungkin juga menyukai