Anda di halaman 1dari 6

TUGAS RESUME

ETIKA BISNIS DAN PROFESI

DI SUSUN OLEH :
ASLAM HADI MUHAMMAD
142140004

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016
HAKIKAT EKONOMI & BISNIS
HAKIKAT EKONOMI
Ekonomi berasal dari kata Yunani oikonomia yaitu pengelolaan rumah, yang berarti cara rumah
tangga memperoleh dan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup (fisik) anggota
rumah tangganya (Capra, 2002).
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi. Ilmu
ekonomi berkembang berdasarkan asumsi dasar bahwa adanya kebutuhan (needs) manusia yang tidak
terbatas dihadapkan pada sumber daya yang terbatas (scarce resources), sehingga timbul persoalan
bagaimana mengeksploitasi sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien guna memenuhi
kebutuhan manusia yang tak terbatas.
Ilmu ekonomi modern telah memunculkan paradigma tentang hakikat manusia sebagai berikut :
1. Manusia adalah makhluk ekonomi
2. Manusia mempunyai kebutuhan tak terbatas
3. Dalam upaya merealisasikan kebutuhannya, manusia bertindak rasional
Dampak dari paradigma tersebut :
1. Tujuan manusia hanya mengejar kekayaan materi dan melupakan tujuan spiritual
2. Manusia cenderung hanya mempercayai pikiran rasionalnya saja dan mengabaikan adanya
potensi kesadaran transedental (kesadaran spiritual, kekuatan tak terbatas, Tuhan) yang
dimiliki manusia
3. Mengajarkan bahwa sifat manusia itu serakah

ETIKA DAN SISTEM EKONOMI


Sistem ekonomi adalah jaringan berbagai unsur yang terdiri atas pola pikir, konsep, teori, asumsi
dasar, kebijakan, infrastruktur, institusi, seperangkat hukum, pemerintahan, negara, rakyat, dan unsur
lainnya yang semuanya ditujukan untuk meningkatkna produksi dan pendapatan masyarakat.
Ada 2 paham sistem ekonomi ekstrem:

Ekonomi kapitalis (adanya kebebasan individu untuk memiliki, mengumpulkan, dan


mengusahakan kekayaan secara individu)
Ekonomi Komunis tujuan sistem ekonomi komunis dan sistem ekonomi kapitalis: keduanya
hanya ditujukan untuk mengejar kemakmuran/ kenikmatan duniawi dengan hanya mengandalkan
kemampuan pikiran rasional dan melupakan tujuan tertinggi umat manusia
Selain kedua sistem ekonomi ekstrem tersebut ada juga satu sistem ekonomi yang mencakup bebragai
etika yang sesuai yaitu sistem ekonomi pancasila. Soekarno dan Hatta memperkenalkan falsafah negara:
Pancasila. Pokok-pokok pikiran dalam falsafah Pancasila:
1. Tujuan: mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera (sila ke-5).
2. Landasan operasional: kepercayaan kepada Tuhan YME sebagai landasan spiritual (sila ke-1),
HAM (sila ke-2), persatuan/ kebersamaan rakyat dalam wilayah Indonesia (sila ke-3), dan
kearifan demokrasi (sila ke-4).
Falsafah Pancasila sebenarnya dilandasi oleh semua etika:
1. Teori teonom (sila ke-1)
2. Teori egoisme/ teori hak (sila ke-2)
3. Teori deontologi, teori kewajiban (sila ke-3dan 4)
4. Teori utilitarianisme/ altruisme (sila ke-5)

ETIKA DAN SISTEM KOMUNIS


Tujuan sistem ekonomi komunis: untuk memeratakan kemakmuran masyarakat dan
menghilangkan eksploitasi oleh manusia. Tetapi sistem komunis tersebut mengalami kegagalan walaupun
tujuannya sangat mulia, berikut adalah kelemahannya :
1. Sistem ekonomi komunis didasarkan atas hakikat manusia tidak utuh
2. Alat-alat produksi dan kekayaan individu tidak diakui
3. Produktivitas tenaga kerja sangat rendah karena rakyat yang bekerja untuk negara tidak
termotivasi untuk bekerja lebih giat
4. Keadaan perekonomian negara-negara Blok Komunis semakin memburuk karena terjadi
pemborosan kekayaan negara, terutama untuk memproduksi senjata yang dipaksakan
dalam rangka perang dingin menghadapi negara-negara Blok Barat.

ETIKA DAN SISTEM KAPITALIS


Tujuan sistem ekonomi kapitalis: manusia direndahkan hanya untuk mengejar kemakmuran
ekonomi (fisik) semata dan mengabaikan kekuatan Tuhan. Sistem ekonomi kapitalis yang berkembang
melahirkan beberapa perusahaan multinasional yang memiliki ciri ciri sebagai berikut :
a. Kekayaan mereka sudah demikian besar, bahkan sudah melewati pendapatan negara-
negara yang sedang berkembang.
b. Kekuasaan para pemiliknya telah melewati batas-batas wilayah suatu negara. Bahkan
tidak jarang mereka ini mampu mengendalikan keijakan aparat pemerintah dan legislatif
di negara-negara di mana perusahaan ini berada demi keuntungan perusahaan-perusahaa
tersebut.
Akibat dari sistem kapitalis bisa dirasakan hingga saat ini, antara lain :
1. Terjadi pemanasan global dan kerusakan lingkungan di bumi akibat kerakusan para
pemilik modal yang didukung oleh aparat pemerintah.
2. Terjadi ketidakadilan distribusi kekayaan yang mengakibatkan timbulnya
kesenjangan kemakmuran yang makin tajam.
3. Ancaman kekerasan, konflik antar negara, kemiskinan, dan pengangguran makin
meluas.
4. Korupsi, kejahatan kerah putih, dan penyalahgunaan kekuasaan untuk mengejar
kekayaan pribadi dengan mengorbankan kepentingan orang banyak telah meluas.
5. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang, perjudian, kebebasan seks, pembunuhan,
perampokan, pencurian, dan tindakan-indakan amoral lainnya makin meluas.
6. Gaya hidup modern yang boros dan terlalu konsumtif, penumpukan harta kekayaan
yang jauh melampaui ukuran yang normal, serta pamer kemewahan dan kekayaan
telah menjadi ciri yang sangat menonjol.
7. Munculnya tanda-tanda tekanan mental dan psikologis, seperti stres, kasus bunuh
diri, tindakan anarkis massal, pembunuhan karena masalah sepele, percecokan dan
perceraian rumah tangga, dan kasus sejenisnya sudah makin meluas.
8. Penyakit akibat gaya hidup modern, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi,
HIV/AIDS, dan penyakit sejenisnya makin mengancam umat manusia.
ETIKA DAN SISTEM EKONOMI PANCASILA
Secara teoritis, sistem ekonomi Pancasila merupakan fondasi yang paling baik dan paling sesuai
untuk membangun hakikat manusia seutuhnya. Beberapa periode Indonesia telah berganti preseiden, akan
tetapi dalam penerapan sistem ekonomi Pancasila masih jauh dari harapan, rakyat masih tetap miskin. Hal
ini disebabkan karena perekonomian bangasa Indonesia realitanya dibangun berlandasakan Korupsi,
Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Hal ini menyimpang jauh dari konsep Ekonomi Pancasila.

PENGERTIAN DAN PERAN BISNIS


Aktivitas bisnis bukan saja kegiatan dalam rangka menghasilkan barang dan jasa tetapi juga
termasuk kegiatan mendistribusikan barang dan jasa tersebut ke pihak-pihak yang memerlukan. Terdapat
dua pandangan tentang bisnis yang diungkapkan oleh Sonny Keraf (1998) yaitu pandangan realistis dan
pandangan idealis. Pandangan realistis melihat tujuan bisnis adalah untuk mencari keuntungan bagi
pelaku bisnis, sedangkan aktivitas produksi dan distribusi barang merupakan sarana/alat untuk
merealisasikan keuntungan tersebut.

LIMA DIMENSI BISNIS


1. Dimensi Ekonomi. Dari sudut pandang ini, bisnis adalah kegiatan produktif dengan tujuan
memperoleh keuntungan.
2. Dimensi Etika. etika adalah tinjauan kritis tentang baik-tidaknya perilaku atau tindakan.
3. Dimensi Hukum. Dapat membedakan dua macam pandangan tentang status perusahaan yaitu
legal creator dan legal recognition.
4. Dimensi Sosial. Agar bisa melihat di dalam organisasi perusahaan terdapat berbagai elemen,
unsur, orang, dan jaringan yang saling terhubung, saling berinteraksi, saling bergantung, dan
saling berkepentingan.
5. Dimensi Spiritual. Melihat perusahaan atau stakeholder agar patuh dengan ajaran agama.
PENDEKATAN PEMANGKU KEPENTINGAN ( STAKEHOLDER )
Tanggung Jawab Manajemen dan Teori Pemangku Kepentingan
Dari sudut pandang pengelola perusahaan (manajemen), dijumpai beberapa paradigma berkaitan
dengan peran dan tanggung jawab manajemen dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengelolaan
perusahaan jelas adalah untuk meningkatkan laba dan kekayaan pemilik. Makin banyaknya perusahaan
yang dimiliki oleh masyarakat umum (go public) maka mulai ada pemisahan antara pengelola
(manajemen,eksekutif) dengan pemilik perusahaan (pemegang saham).
Hubungan Tingkat Kesadaran, Teori Etika, dan Paradigma Pengelolaan Perusahaan

Tingkat Teori Etika Paradigma Pengelolaan Sasaran Perusahaan


Kesadaran
Kesadaran Teori Egoisme Paradigmakepemilikan Memperoleh keuntungan dan
Hewani keuntungan optimal bagi pengelola yang
Teori Hak Paradigma pemegang sekaligus merangkap sebagai pemilik
saham perusahaan
Pengelola sudah terpisah dari para
pemegang saham selaku pemilik
perusahaan
Sasaran perusahaan adalah memperoleh
kekayaan dan keuntungan optimal bagi
pemegang saham

Kesadaran Teori Paradigma Ekuitas Sasaran pengelolaan perusahaan untuk


manusiawi Utilitatianisme meningkatkan kekayaan dan keuntungan
investor
Teori keadilan
Paradigma perusahaan Sasaran pengelolaan perusahaan adalah
Teori kewajiban
untuk kesejahteraan seluruh masyarakat
Teori keutamaan
Kesadaran Teori Teonom Paradigma perusahaan Tujuan pengelolaan perusahaan adalah
Transedental tercerahkan sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan
melalui pengabdian tulus untuk
kemakmuran bersama dan menjaga
kelestarian alam

Analis Pemangku Kepentingan (Stakeholder Analis)


dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan pendekatan pemangku kepentingan, antara lain:
o Lakukan identifikasi semua pemangku kepentingan
o Cari tahu kepentingan dan kekuasaan setiap golongan pemangku kepentingan
o Cari tahu apakah ada koalisi kepentingan dan kekuasaan

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN ( CORPORATE SOCIAL


RESPONSIBILITY - CSR )
Pengertian CSR
a. The World Business Council for Sustainable Development mendefinisikan CSR sebagai
komitmen bisnis untuk secara terus-menerus berperilaku etis dan berkontribusi dalam
pembangunan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya,
masyarakat lokal, serta masyarakat luas pada umumnya.
b. EU Green Paper on CSR memberikan definisi sebagai suatu konsep di mana perusahaan
mengintegrasikan perhatian pada masyarakat dan lingkungan dalam operasi bisnisnya
serta dalam interaksinya dengan para pemangku kepentingan secara sukarela.
c. Magnan dan Ferrel mendefinisikan CSR sebagai suatu bisnis telah melaksanakan
tanggung jawab sosialnya jika keputusan yang diambil telah mempertimbangkan
keseimbangan antar berbagai pemangku kepentingan yang berbeda-beda.
d. A.B Susanto mendefinisikan CSR sebagai tanggung jawab perusahaan baik ke dalam
maupun ke luar perusahaan. Tanggung jawab ke dalam diarahkan kepada pemegang
saham dan karyawan dalam wujud profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan, sedangkan
keluar dikaitkan dengan peran perusahaan sebagai peningkat kesejahteraan dan
kompetensi masyarakat.
e. Elkington mengemukakan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan mencakup tiga
dimenti, yang lebih popular dengan singkatan 3P, yaitu: Profit, People, dan Planet.
Konsep CSR memadukan tiga fungsi perusahaan secara seimbang, yaitu: fungsi ekonomis, sosial, dan
alamiah
Tingkat/Lingkup Keterlibatan CSR
Lawrence, Weber, dan Post(2005) melukiskan tingkat kesadaran ini dalam bentuk tingkat
keterlibatan bisnis dengan pemangku kepentingan dalam beberapa tingkatan hubungan, yaitu: inactive,
reactive, dan interactive. Bersarkan tingkat/lingkup keterlibatan ini, Lawrence, Weber, dan Post (2005)
membedakan dua prinsip CSR, yaitu: prinsip amal dan prinsip pelayanan. Perbedaan kedua prinsip ini
terletak pada perbedaan kesadaran dan lingkup keterlibatan.
Pro & Kontra Terhadap CSR
Alasan-alasan yang menentang CSR menurut Sonny Keraf (1998) antara lain:
a. Perusahaan adalah lembaga ekonomi yang tujuan pokoknya mencari keuntungan, bukan
merupakan lembaga social
b. Perhatian manajemen akan terpecah dan akan membingungkan mereka bila perusahaan
dibebani banyak tujuan
c. Biaya kegiatan sosial akan meningkatkan biaya produk yang akan ditambahkan pada
harga produk sehingga pada gilirannya akan merugikan masyarakat/konsumen itu sendiri
d. Tidak semua perusahaan mempunyai tenaga yang terampil dalam menjalankan kegiatan
sosial
Sementara itu, alasan yang mendukung CSR adalah :
a. Kesadaran yang meningkat dan masyarakat semakin kritis terhadap dampak negatif dari
tindakan perusahaan yang merusak alam serta merugikan masyarakat sekitar
b. Sumber daya alam yang makin terbatas
c. Perimbangan yang lebih adil dalam memikul tanggungjawab dan kekuasaan dalam
memikul beban sosial dan lingkungan
d. Bisnis sebenarnya mempunyai sumber daya yan berguna
e. Menciptakan keuntungan jangka panjang