Anda di halaman 1dari 4

Antropometri pada Anak

Pada anak, pengukuran antopometri disesuaikan dengan usia untuk mengetahui status
gizi anak tersebut. Usia dihitung dalam bulan penuh.
Pengukuran yang dilakukan berupa berat badan, panjang badan, dan tinggi badan.
Ukuran panjang badan (PB) digunakan untuk anak umu 0-24 bulan yang diukur telentang.
Bila anak umur 0-24 bulan diukur berdiri, maka hasil pengukurannya dikoreksi dengan
menambahkan 0,7 cm. Ukuran tinggi badan (TB) digunakan untuk anak umur di atas 24
bulan yang diukur bediri. Bila anak umur di atas 24 bulan diukur telentang, maka hasil
pengukurannya dikoreksi dengan mengurangkan 0,7 cm.
Untuk mengukur berat badan, dapat digunakan dua macam timbangan:
Tipe salter spring balance:
o Timbangan gantung (posyandu)
o Maksimum berat 25 kg dengan ketelitian 100 g
Tipe Bathroomscale:
o Untuk anak yang sudah bisa berdiri sendiri,
o Atau menimbang anak bersama ibunya
o Maksimum berat 100 kg dengan ketelitian 100 g.
Cara pengukuran berat badan anak adalah :
1. Lepas pakaian yang tebal pada bayi dan anak saat pengukuran. Apabila perlu, cukup
pakaian dalam saja. Sebelumnya pastikan alat pengukur telah dikalibrasi dan jarum
penunjuk masih dalam posisi 0 (0,00 kg dalam timbangan digital)
2. Tidurkan bayi pada meja timbangan. Apabila menggunakan timbangan dacin,
masukkan anak dalam gendongan, lalu kaitkan gendongan ke timbangan. Sedangkan
apabila dengan berdiri, ajak anak untuk berdiri diatas timbangan injak tanpa
dipegangi. Pastikan posisi badan anak dalam keadaan berdiri tegak, mata/kepala lurus
ke arah depan, kaki tidak menekuk.
3. Apabila anak tidak mau ditimbang, ibu disarankan untuk menimbang berat badannya
lebih dulu, kemudian anak digendong oleh ibu dan ditimbang
Selisih antara berat badan ibu bersama anak dan berat badan ibu sendiri menjadi berat
badan anak. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat rumus berikut :

BB anak = (Berat badan ibu dan anak) BB ibu


4. Tentukan hasil timbangan sesuai dengan jarum penunjuk pada timbangan.

Untuk mengukur panjang / tinggi badan, menggunakan dua alat ukur:


Baby length board:
o Untuk bayi dan anak kurang 2 tahun
o Mengukur crown-heel length dengan ketelitian 0,1 cm.
Vertical measures (microtoise):
o Untuk anak yang sudah bisa berdiri sendiri ( 2 tahun)
o Mengukur tinggi badan dengan ketelitian 0,1 cm.
Cara pengukuran tinggi badan anak adalah :
a. Usia kurang dari 2 tahun :
1. Siapkan papan atau meja pengukur. Apabila tidak ada, dapat digunakan pita pengukur
(meteran). Untuk mempermudah pengukuran sebaiknya dilakukan oleh dua orang.
2. Pengukur pertama membaringkan anak telentang tanpa bantal (supinasi) dan
memastikan posisi kepala tegak lurus alat pengukur (frankfurt plane position).
pengukur kedua meluruskan lutut sampai menempel pada meja (posisi ekstensi)
3. Luruskan bagian puncak kepala dan bagian bawah kaki (telapak kaki tegak lurus
dengan meja pengukur) lalu ukur sesuai dengan skala yang tertera.

b. Usia 2 tahun atau lebih :


1. Tinggi badan diukur dengan posisi berdiri tegak, sehingga tumit rapat, sedangkan
bokong, punggung dan bagian belakang kepala berada dalam satu garis vertikal dan
menempel pada alat pengukur.
2. Tentukan bagian atas kepala dan bagian kaki menggunakan sebilah papan dengan
posisi horizontal dengan bagian kaki, lalu ukur sesuai dengan skala yang tertera.
Secara normal, pertambahan
ukuran lingkar pada setiap tahap relatif
konstan dan tidak dipengaruhi oleh
faktor ras, bangsa dan letak geografis. Saat lahir, ukuran lingkar kepala normalnya adalah 34-
35 cm. Kemudian akan bertambah sebesar + 0,5 cm/bulan pada bulan pertama atau menjadi +
44 cm. Pada 6 bulan pertama ini, pertumbuhan kepala paling cepat dibandingkan dengan
tahap berikutnya, kemudian tahun-tahun pertama lingkar kepala bertambah tidak lebih dari 5
cm/tahun, setelah itu sampai usia 18 tahun lingkar kepala hanya bertambah + 10 cm
Adapun cara pengukuran lingkar kepala adalah :
1. Siapkan pita pengukur (meteran)
2. Lingkarkan pita pengukur pada daerah glabella (frontalis) atau supra orbita bagian
anterior menuju oksiput pada bagian posterior. Kemudian tentukan hasilnya
Indikator status gizi pada anak yang lain berupa lingkar lengan atas (LiLA), diukur
dengan pita ukur non-elastis. Pertambahan lingkar lengan atas ini relatif lambat. Saat lahir,
lingkar lengan atas sekitar 11 cm dan pada tahun pertama, lingkar lengan atas menjadi 16 cm.
Selanjutnya ukuran tersebut tidak banyak berubah sampai usia 3 tahun.
Ukuran lingkar lengan atas mencerminkan pertumbuhan jaringan lemak dan otot yang
tidak berpengaruh oleh keadaan cairan tubuh dan berguna untuk menilai keadaan gizi dan
pertumbuhan anak prasekolah.
Cara pengukuran lingkar lengan atas sebagai berikut :
1. Tentukan lokasi lengan yang diukur. Pengukuran dilakukan pada lengan bagian kiri,
yaitu pertengahan pangkal lengan dan siku. Pemilihan lengan kiri tersebut dengan
pertimbangan bahwa aktivitas lengan kiri lebih pasif dibandingkan dengan lengan
kanan sehingga ukurannya lebih stabil.
2. Lingkarkan alar pengukur pada lengan bagian atas. Hindari penekanan pada lengan
yang diukur saat pengukuran.
3. Tentukan besar lingkar lengan sesuai dengan angka yang tertera pada pita pengukur
Analisis hasil pengukuran antropometri dapat menggunakan 3 cara:
Nilai skor-Z atau SD
o Ukuran antropometrik (BB-U, TB-U, BB-TB) disajikan sebagai nilai SD
atau skor-Z di bawah atau di atas nilai mean atau median rujukan
o Normal bila antara -2SD sampai +2SD
o Kurang bila -2SD
o Lebih bila +2SD
Nilai persentil
o Ukuran antropometrik (BB-U, TB-U, BB-TB) disajikan sebagai posisi
individu dalam sebaran populasi rujukan.
o Normal bila antara persentil 5 dan 95
o Kurang bila kurang persentil 5
o Lebih bila lebih persentill 95
Nilai % terhadap median
o Ukuran antropometrik (BB-U, TB-U, dan BB-TB) disajikan sebagai % dari
nilai median rujukan.
o 90% median TB-U mendekati nilai -2SD
o 80% median BB-TB mendekati nilai -2SD
o 80% median BB-U mendekati nilai -2SD