Anda di halaman 1dari 5

CARA PENULISAN DAN INTERPRETASI STATUS GIZI

PADA ANAK
Ada beberapa cara melakukan penilaian status gizi pada
kelompok masyarakat. Salah satunya adalah dengan pengukuran
tubuh manusia yang dikenal dengan Antropometri. Dalam
pemakaian untuk penilaian status gizi, antropomteri disajikan
dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan variabel lain.
Variabel tersebut adalah sebagai berikut :
a. Umur.
b. Berat Badan
c. Tinggi Badan
Penentuan status gizi dilakukan berdasarkan berat badan
(BB) dan menurut panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB).
Penggunaan Indeks BB/U, TB/U dan BB/TB merupakan
indikator status gizi untuk melihat adanya gangguan fungsi
pertumbuhan dan komposisi tubuh. Grafik pertumbuhan yang
digunakan sebagai acuan adalah grafik WHO.

Cara Menggunakan Grafik Pertumbuhan WHO


1. Tentukan umur, panjang badan (anak di bawah 2 tahun) atau
tinggi badan (anak di atas 2 tahun), dan berat badan.
2. Pilih grafik sesuai usia, jenis kelamin dan indeks yang
dipakai
3. Tentukan angka yang berada pada garis horizontal/mendatar
pada kurva. Garis horizontal pada beberapa kurva
pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan
panjang/tinggi badan.
4. Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada
kurva. Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO
menggambarkan panjang badan, berat badan, dan IMT.
5. Hubungkan angka pada garis horizontal dengan angka pada
garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point).
Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak
berdasarkan kurva pertumbuhan WHO.

Cara Menginterpretasikan Kurva Pertumbuhan WHO


1. Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan
median atau rata-rata.
2. Garis yang lain akan dinamakan garis z-score. Pada kurva
pertumbuhan WHO garis ini diberi angka positif (1,2,3) atau
negative (-1,-2,-3). Titik temu yang berada jauh dari garis
median menggambarkan masalah pertumbuhan.
3. Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3
diartikan di bawah -2.
4. Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan
di atas 2.
5. Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva
pertumbuhan WHO dapat menggunakan tabel berikut.

Interpretasi Status Gizi


Catatan :
1. Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Hal ini
belum bisa dikatakan normal. Singkirkan kelainan hormonal
sebagai penyebab perawakan tinggi.
2. Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah
pertumbuhan tapi lebih baik jika diukur menggunakan
perbandingan berat badan terhadap panjang/tinggi badan atau
IMT terhadap umur.
3. Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukkan beresiko
gizi lebih. Jika makin mengarah ke garis Z- skor 2, resiko
gizi lebih makin meningkat.
4. Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat
pendek memiliki gizi lebih. Hal ini merujuk pada gizi sangat
kurang dalam modul IMCI (Integrated Management of
Childhood Illnes in-service training, WHO, Geneva, 1997).
No Indeks Yang Batas Status Gizi
Dipakai Pengelompokan
1 BB/U < -3 SD Gizi Buruk
-3 s/d <-2 SD Gizi Kurang
-2 s/d +2 SD Gizi Baik
> +2 SD Gizi Lebih
2 TB/U < -3 SD Sangat Pendek
-3 s/d <-2 SD Pendek
-2 s/d +2 SD Normal
> +2 SD Tinggi
3 BB/TB < -3 SD Sangat Kurus
-3 s/d <-2 SD Kurus
-2 s/d +2 SD Normal
> +2 SD Gemuk

Dalam keadaan tertentu dimana berat badan dan


panjang/tinggi badan tidak dapat dinilai secara akurat, misalnya
terdapat organomegali, edema anasarka, spondylitis, atau
kelainan tulang, dan sindrom tertentu maka status gizi ditentukan
dengan menggunakan parameter lain, misalnya lingkar lengan
atas, arm circumference, dan lain lain.