Anda di halaman 1dari 5

PERJANJIAN JUAL BELI MATERIAL PASIR

ANTARA
.
DENGAN
PT ..

Nomor : 037/PJB/.....-../III/2017

Pada hari ini .............. tanggal ..............bulan....... Tahun Dua Ribu Tujuh Belas (......-....-
2017) yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : ....................
Jabatan : ....................

Bertindak untuk dan atas nama .. yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA,
sebagai penjual.

Nama : ................
Jabatan : Direktur

Bertindak untuk dan atas nama PT . yang selanjutnya disebut PIHAK


KEDUA,sebagai pembeli.

PASAL 1
JENIS MATERIAL
PARA PIHAK sepakat bahwa jenis material yang dibeli PIHAK KEDUA dari PIHAK PERTAMA
adalah barang berupa Pasir Bangunan sesuai dengan standard sample yang telah disetujui
bersama dan akan dipergunakan oleh Pihak Kedua untuk keperluan milik PIHAK KEDUA, sesuai
dengan ketentuan yang diatur dalam perjanjian ini, yang selanjutnya disebut Material Pasir
Beton/Bangunan.

PASAL 2
HARGA DAN VOLUME MATERIAL
1. Harga Material dalam Pasal 1 perjanjian ini disetujui bersama sebesar :

Volum Harga Satuan/mt


e (Rp.)
No Nama
1 Satuan Keterangan
. Barang
Bulan
(MT)

1. Pasir +- Metric Ton 170.000,- Sampai Marunda


Beton 30.000

2. Nilai Jual Beli dalam ayat 1 Pasal ini bersifat fixed unit price CnF di Pelabuhan Marunda.
3. Volume/jenis barang bersifat estimasi, bisa bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan dan
lkondisi cuaca di lapangan.
4. Harga Material tersebut diatas adalah CnF Franco PIHAK KEDUA yang terletak di Pelabuhan
Marunda Jakarta.

PASAL 3
CARA PEMBAYARAN
1. Pembayaran material akan dilakukan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA
berdasarkan pengiriman setiap tongkang sebagai berikut:
Pembayaran 1 sebesar 25% dari total pembelian Pada saat SPMK (surat perintah mulai
kerja) dari PIHAK KEDUA diterima oleh PIHAK PERTAMA.
Pembayaran 2 sebesar 50% setiap Tongkang Labuh/ANCHORE di Pel Muat PIHAK
PERTAMA (perhitungan berdasar tabel perbub muatan tongkang X 50% X harga
satuan).
Pembayaran 3 PELUNASAN Dibayarkan setelah penghitungan bersama muatan di atas
Tongkang oleh surveyor independen beserta Kedua Pihak sebelum Tongkang berangkat di
Pelabuhan Marunda.

Pembayaran mohon ditransfer ke rekening :


Bank : MANDIRI
A/C : .
An : ..
2. Material dilengkapi dokumen sebagai berikut :
o SKAB
o Foto copy IUP

PASAL 4
JANGKA WAKTU, CARA DAN LOKASI PENYERAHAN MATERIAL
1. Perjanjian ini berlaku terhitung sejak SPJB ini ditandatangani dan berlaku minimal 1 (satu)
tahun sampai dengan tanggal yang ditentukan PARA PIHAK.

2. Pengiriman Barang harus sudah dilakukan oleh PIHAK PERTAMA setelah SPMK/PO BULANAN
diterbitkan oleh PIHAK KEDUA.

3. Serah terima material dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA dilakukan dengan
Sistem pengukuran Material yang dimuat di dermaga muat yang ditunjuk dengan mengukur
volume metric ton oleh surveyor independen dan disaksikkan,disepakati serta ditandatangani
perwakilan kedua belah Pihak

PASAL 5

FORCE MAJEURE

1. Yang dimaksud dengan Force Majeure adalah keadaan atau peristiwa yang terjadi diluar
kekuasaan atau kemampuan manusia, baik langsung maupun tidak langsung yang
mengakibatkan kedua belah pihak tidak mampu melaksanakan baik sebagian ataupun
seluruh dari kewajibannya, antara lain :

a. Gempa bumi.

b. Banjir Tsunami.

c. Pecah Perang.

d. Huru Hara

e. Badai Angin Taupan

f. Kapal Tenggelam

g. Kebakaran yang bukan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan kedua belah pihak

h. Peraturan Pemerintah Pusat maupun Daerah yang tidak memungkinkan lagi pekerjaan
itu dilaksanakan atau dilanjutkan

i. Kejadian langka yang menurut Undang-Undang digolongkan sebagai Force Majeure

2. Apabila terjadi Force Majeure (keadaan Kahar) dimaksud selama pelaksanaan pekerjaan,
maka pihak yang terkena diharuskan melaporkan kejadian tersebut secara tertulis kepada
PARA PIHAK dalam waktu paling lambat 2 x 24 (dua kali dua puluh empat) jam sejak Force
Majeure (keadaan kahar) tersebut terjadi.

3. Jika jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam dalam ayat 2 pasal ini telah dilampaui
sedangkan laporan belum juga disampaikan, maka force majeure tersebut dianggap tidak
pernah ada dan pihak yang terkena tetap harus melaksanakan kewajibannya sesuai isi
perjanjian.

4. Apabila terjadi Force Majeure, maka Surat Perjanjian inI akan dirundingkan kembali secara
musyawarah antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

PASAL 6

JAMINAN / GARANSI

1. PIHAK PERTAMA menjamin kepada PIHAK KEDUA bahwa material tersebut sesuai Pasal 1
diberikan garansi Kwalitas dan spesifikasinya seperti yang ditawarkan dan ada perwakilan
dari PIHAK KEDUA di lokasi muat sebagai Quality

2. Material / Barang yang diterima sesuai dengan penujukan /saran PIHAK KEDUA

3. PIHAK PERTAMA bertanggung jawab atas pengangkutan Material sampai di pelabuhan


Marunda atau tempat yang telah disetujui oleh Para Pihak sebagaimana tercantum dalam
Pasal 2 ayat 4 dalam perjanjian ini.

4. PIHAK KEDUA menjamin dan bertanggung jawab untuk melaksanakan pembongkaran


pasir di tongkang selesai selama 2 (dua) hari 2 (dua) malam dihitung dari kapal sampai di
pelabuhan Marunda.

5. Biaya keterlambatan bongkar di pelabuhan marunda menjadi tanggung jawab PIHAK


KEDUA dan akan di bayarkan langsung ke pemilik tongkang.

6. Apabila menggunakan Pihak Independen Surveyor untuk menghitung Volume Pasir maka
biaya yang timbul menjadi biaya yang akan dibayar langsung oleh PIHAK KEDUA kepada
pihak surveyor tersebut.

PASAL 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka pada dasarnya perselisihan
tersebut akan diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat dalam jangka waktu 30 (tiga
puluh) hari sejak musyawarah pertama dilaksanakan oleh Para Pihak.

2. Apabila jangka waktu sebagaimana terbuat dalam ayat 1 diatas terlampaui, maka kedua
belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan dengan memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kapaniteraan Pengadilan Negeri Setempat.

PASAL 8

PERUBAHAN-PERUBAHAN

Setiap perubahan dalam Perjanjian ini akan dituangkan dalam perjanjian tambahan (Addendum)
yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisah dari perjanjian ini.

PASAL 9

BEA MATERAI

Bea materai Perjanjian ini dan Pajak Pajak lainnya serta penggadaan dokumen untuk kepentingan
PIHAK KEDUA adalah beban masing masing pihak, sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.

PASAL 10

PENUTUP

Hal-hal lain yang belum diatur atau belum cukup diatur atau ada perubahan dalam Surat
Perjanjian ini akan ditentukan kemudian oleh kedua belah pihak dan akan dituangkan dalam satu
addendum yang dijadikan lampiran atau bagian, yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan dari Surat Perjanjian ini.

Demikian Surat Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam rangkap 2
(dua) bermaterai cukup, rangkap pertama asli dipegang oleh PIHAK PERTAMA dan rangkap
kedua asli dipegang oleh PIHAK KEDUA dimana masing-masing rangkap mempunyai kekuatan
hukum yang sama.

PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA,


.. PT. .
..
Direktur Marketing Direktur Utama

Anda mungkin juga menyukai