Anda di halaman 1dari 5

Bekerja dengan banyak gambar di autocad tentunya akan sangat merepotkan jika dalam

penggambarannya tidak diiringi dengan "manajemen gambar" yang baik. maksud manajemen
gambar dalam konteks ini adalah mengatur segala sesuatu (tools dan menu yang disediakan
autocad) yang berguna untuk memudahkan penggambaran. Ada banyak cara dalam
memanajemen gambar dalam AutoCAD, dan salah satunya cara dalam memanajemen gambar
tersebut adalah dengan menggunakan Manajemen Layer . Sebelum membahas tentang
manajemen layer pada AutoCAD, ada baiknya perlu saya ulaskan sedikit mengenai layer itu
sendiri. layer secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengelompokan objek
secara bersama-sama. Layer sendiri dapat diibaratkan sebagai suatu kertas yang tembus pandang,
tiap-tiap kertas (layer) tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. nahtaruhlah sekarang
anda mempunyai 5 buah kertas (layer), dan katakanlah anda ingin menggambar sebuah rumah
pada kertas-kertas (layer) tersebut. Pada kertas pertama anda buat gambar atapnya, kemudian
pada kertas kedua anda gambar dinding-dindingnya, pada kertas tiga anda buat gambar jendela
dan pintunya, selanjutnya pada kertas keempat dan kelima masing-masing anda gambar teras dan
taman-tamannya. Nahjika kemudian kertas-kertas tembus pandang ini ditumpuk menjadi satu,
maka akan menjadi satu kesatuan gambar yang disebut dengan gambar rumah. Sekarang timbul
pertanyaan Lho kenapa harus pakai lima kertas gambar, kan pakai satu kertas gambar aja sudah
cukup toh???, New Picture (32) Jawabannya : Disinilah letak penting layer, dia telah
mengelompokan tiap objek pada kertas (layer) terdefinisi. Memang benar satu kertas saja sudah
cukup untuk menggambar, tapi jika suatu ketika anda membutuhkan atau mau mengedit objek
tertentu seperti gambar atap misalnya, maka ruang gambar anda akan terbatasi oleh objek seperti
dinding, jendela, teras, dll yang seharusnya dapat anda matikan (off) atau dikunci (lock) jika
anda menggunakan banyak kertas (layer). Jadi apabila kertas (layer) tertentu tidak ingin anda
perlihatkan pada layar tampilan, maka setiap saat anda bisa membuat kertas (layer) tersebut
menjadi lock (kunci), off (mati), atau freeze (bekukan/dimatikan). Inilah pentingnya penggunaan
layer dan lebih-lebih lagi jika anda bekerja dengan banyak gambar (kompleks), maka pengunaan
layer akan sangat berguna sekali. Beberapa Manfaat dari Layer Dengan semakin kompleksnya
suatu gambar, maka layer yang berbeda dapat dihidup, dimatikan atau dikunci, sehingga
penggambaran akan menjadi lebih mudah Elemen objek yang berlainan jenis dapat dibedakan
dengan warna yang berlainan pula, sehingga pembedaan antar elemen objek satu dengan objek
yang lainnya dapat dilihat dengan jelas Meningkatkan produktivitas gambar Dengan
memanfaatkan layer, pada waktu akan mencetak gambar, dapat dipilih gambar tertentu yang
dikehendaki saja. Cukup mudah dipahami kan..!, baik sekarang kita akan melanjutkan ke inti
bahasan kita yaitu memanajemen gambar CAD dengan layer II. Kenapa disebut sebagai layer II,
karena layer ini terletak pada customize-menu layer II pada menu tools di AutoCAD. Manajemen
Gambar CAD dengan LAYERS II layer II Gambar diatas adalah tools dari Group Layers II, jika
pada layar tampilan AutoCAD anda tidak ada, maka bisa dikeluarkan dengan cara klik kanan
pada area kosong menu toolbar, kemudian pilih Layers II (lihat bagian yang saya lingkari pakai
warna merah) pada gambar dibawah ini menu layer Klik Layers II, hingga muncul menu tools
seperti ini : layer II Ada 10 tool pada menu tool layers II, dari kiri ke kanan adalah sebagai
berikut : Layer Match Layer Change (Change to current layer) Layer Isolate Layer Unisolate
Layer Copy Object (Copy object to new layer) Layer Walk Layer Freeze Layer OFF Layer Lock
Layer Unlock Adapun fungsi masing-masing tool, adalah sebagai berikut : 1. Layer match,
berfungsi untuk mengganti layer dari objek yang terseleksi ke layer yang dikehendaki. menu
command : laymch laymach Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard
laymch kemudian enter ) - klik kiri objek yang akan diganti layernya tekan enter tekan n
pada keyboard tekan enter kemudian muncul kotak dialog change to layer seperti gambar
disamping, pilih layer yang anda kehendaki klik OK. Maka secara otomatis layer dari objek
tersebut telah berganti menjadi layer lain yang telah anda pilih. 2. Layer Change (Change to
current layer), berfungsi untuk merubah layer dari objek yang terseleksi ke layer sekarang yang
sedang aktif menu command : laycur Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard
laycur kemudian enter ) klik kiri objek objek yang anda kehendaki tekan enter, maka secara
otomatis layer objek tersebut akan berganti menjadi layer sekarang yang sedang aktif. 3. Layer
Isolate, berfungsi untuk memisahkan layer dari object yang terseleksi terhadap layer object lain
dengan cara me-locking (mengunci) objek yang tidak terseleksi tersebut. (nb : tool ini favorit
saya kalau saya sedang mengerjakan gambar 3D he..he..he). menu command : layiso Caranya :
klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard layiso kemudian enter ) klik kiri objek yang
anda maksudkan tekan enter 2x, maka secara otomatis semua objek lain selain dari objek yang
anda klik tadi, akan redup warnanya dan layernya terkunci otomatis, sehingga anda akan lebih
mudah jika anda akan mengedit objek yang anda klik tadi. ( info lengkap mengenai tool ini, lihat
ulasan saya disini ) 4. Layer unisolate, berfungsi untuk mengembalikan semua layer yang
terkunci, akibat penggunaan layer isolate menu command : layuniso Caranya : setelah
penggunaan layer isolate, maka klik tool ini (atau anda bisa ketik pada keyboard layuniso
kemudian enter ), maka secara otomatis semua layer yang terkunci akan normal kembali. 5.
Layer Copy Object (Copy object to new layer), berfungsi untuk mengkopi satu objek atau lebih
ke layer lain. menu command : copytolayer New Picture (30)Caranya : klik tool ini ( atau anda
bisa ketik pada keyboard copytolayer kemudian enter ) - klik kiri objek yang akan dicopy
tekan enter tekan n pada keyboard tekan enter kemudian muncul kotak dialog copy to
layer seperti gambar disamping, pilih layer yang anda kehendaki klik OK klik kiri basepoint
dari objek tersebut Copy ketempat yang anda inginkan. Maka secara otomatis layer objek baru
hasil dari copy objek tadi telah berganti layernya, ke layer baru yang telah anda kehendaki. 6.
Layer Walk, berfungsi untuk memeriksa objek berada pada layer yang mana menu command :
laywalk Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard laywalk kemudian enter ),
kemudian akan muncul kotak dialog layer walk, dari sini anda bisa mengecek/menginvestigasi
objek anda berada pada layer yang mana, silahkan dengan mengklik layer tersebut satupersatu,
dan anda bisa melihat efek yang terjadi pada layar gambar anda, setiap anda memilih(mengklik)
layer pada kotak dialog tersebut satu persatu. 7. Layer Freeze, berfungsi untuk menonaktifkan
layer dari objek yang terseleksi atau yang anda kehendaki, dengan cara mem frozen (mematikan)
layer tersebut. menu command : layfrz Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada
keyboard layfrz kemudian enter ), klik kiri objek yang akan anda frozen kemudian enter,
maka secara otomatis objek tersebut akan dihidden (disembunyikan), dan tidak itu saja semua
objek lain yang memiliki layer yang sama seperti layer dari objek yang anda freeze ini juga
otomatis akan dihidden juga. 8. Layer OFF, berfungsi untuk mematikan layer dari objek yang
terseleksi atau yang anda kehendaki. menu command : layoff Caranya : klik tool ini ( atau anda
bisa ketik pada keyboard layoff kemudian enter ), klik kiri objek yang akan anda matikan (off)
kemudian enter, maka secara otomatis objek tersebut akan dimatikan (karena layernya di off
kan), dan tidak itu saja semua objek lain yang memiliki layer yang sama seperti layer dari objek
yang anda matikan ini juga otomatis akan dimatikan juga. 9. Layer Lock, berfungsi untuk
mengunci layer dari layer objek yang terseleksi atau yang anda kehendaki menu command :
laylck Caranya : klik tool ini ( atau anda bisa ketik pada keyboard laylck kemudian enter ), klik
kiri objek yang akan anda kunci (lock) kemudian enter, maka secara otomatis objek tersebut
akan dikunci (karena layernya terlocking), dan tidak itu saja semua objek lain yang memiliki
layer yang sama seperti layer dari objek yang anda kunci ini juga otomatis akan dikunci juga. 10.
Layer Unlock, berfungsi untuk membuka objek yang terkunci layernya, akibat penggunaan
layerlock, atau layiso, ( khusus untuk layer yang terkunci akibat penggunaan layiso, karena layer
yang dimatikan adalah semua layer yang tidak terpilih, maka untuk membukanya harus diklik
satu persatu, maksudnya begini katakanlah objeknya ada empat dengan masing2 layer yang
berbeda, semisal layer 1,2,3 dan 4. Jika anda akan me-layiso objek1(layer1) maka otomatis objek
2,3, dan 4 pasti akan terkunci karena layer 2,3, dan 4 nya dikunci. Kalau anda memakai layer
unisolate, maka dengan sekali klik layer 2,3, dan 4 akan terbuka, tetapi apabila anda
menggunakan layer lock, maka untuk membuka layer dari objek yang terkunci tadi anda harus
mengklik satu persatu object 2,3, dan 4 ). Cukup mudah dipahami kan! he..he..he

Amazing Offers: http://bit.ly/cheap_gadgets


Jika anda membuat file baru di autocad (File > New) seharusnya anda tidak perlu membuat layer
baru karena itu akan memakan waktu lama sekali. Anda harus mengatur semua warna dan layer
yang ada. Jika layernya sedikit tidak akan merepotkan, namun jika layernya ratusan bahkan
ribuan, hal ini tidaklah mungkin dilakukan ulang, karena waktu akan terbuang sia-sia hanya
untuk membuat layer baru.

Di sini ada tips yang mudah berkaitan dengan layer autocad.


Cara mendapatkan layer untuk ditempatkan di file baru, anda hanya perlu meng-copy objek pada
file lama kemudian pastekan di file baru. Maka layar akan secara otomatis akan masuk ke file
dwg baru.

Buka file sertaan Layer_02.dwg atau Anda masih berada pada file yang sama dari downloadan
sebelumnya.

1. Buat file baru, klik menu bar File > New atau tekan Ctrl + N

2. Setelah lembar kerja file baru terbuka, kembali ke file Layer_02.dwg, caranya: klik menu
bar Window > klik Layer_02.dwg. Seperti tampak pada gambar berikut.
3. Seleksi semua objek, tekan Ctrl + A (select all) > kemudian tekan Ctrl + C (copy).
Munculkan lagi file baru tersebut dengan cara yang sama

4. Paste-kan objek yang di-copy ke file baru tersebut, tekan Ctrl + V ( paste ).

5. Maka semua layer akan masuk ke file baru. Mudahkan..?

6. Jika objek yang di-copy tidak terlihat di layar, maka klik 2X scrollmouse (mouse bagian
tengah).

7. Save file baru tersebut jika Anda perlukan.

Lalu bagimana jika objek yang ada pada file lama jumlahnya ribuan? Apakah harus mengcopy
semua objek? Tentu akan membuat file baru berat, kan?
Untuk mendapatkan layer, copy aja objek seperlunya.

Alternatif cara lainnya yaitu: anda harus memiliki file daftar layer tersendiri. Saat anda
membutuhkannya layer-layer tersebut, tinggal di-INSERT seperti block.
Contohnya bisa anda download di halaman ini: Daftar Layer.dwg
Kemudian anda coba sendiri. Buat file baru > ketik I (insert) > tekan Spasi/enter > masukkan file
Daftar Layer.dwg ke file baru tersebut. Untuk memecahnya, lakukan perintah explode.
Mudah kan?

Catatan Tips:

Jika Anda meng-copy objek antar file AutoCAD maka secara otomatis layer layer
tersebut juga akan ikut dicopy beserta sifat/properti dari layer tersebut, misalnya layer
tersebut bersifat non plot layer (layer yang anda seting tidak bisa diprint).
Jika Anda meng-copy layer/objek ke file AutoCAD baru namun kemudian Anda
menghapus objek tersebut maka layer tidak akan ikut terhapus, kecuali jika Anda
melakukan perintah Purge (PU) yang fungsinya untuk membersihkan file AutoCAD
berkaitan dengan semua properti yang tidak ada objeknya. Misalnya ada layer pintu,
namun tidak ada objek gambar pintunya, ada dimensi style skala 1:100 namun tidak ada
objek dimensi skalanya.