Anda di halaman 1dari 23

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Latar belakang disusunnya RSB terutama dikaitkan dengan pencapaian
kinerja BLUD sampai dengan saat ini, permasalahan yang dihadapi BLUD, kondisi
yang diharapkan di masa yang akan datang terutama setelah menjadi BLUD, serta
keterkaitannya dengan kebijakan perencanaan daerah (jangka panjang dan jangka
menengah).

1.2. Tujuan
Memuat tujuan disusunnya RSB terutama dikaitkan dengan perlunya
panduan untuk penyusunan program dan kegiatan tahunan dan sinkronisasi dengan
perencanaan daerah

1.3. Pengertian dan Ruang Lingkup


Memuat definisi rencana strategi bisnis BLUD serta ruang lingkup/cakupan
RSB dalam kaitannya dengan aspek pelayanan dan pendukung layana

1.4. Konsepsi Dasar


Memuat konsep dasar filosfi RSB dalam kaitannya dengan perencanaan
BLUD sebagai satuan kerja atau unit kerja perangkat daerah. Dalam konsepsi dasar
juga harus menjelaskan tentang dasar hukum dan keterkaitan RSB dengan proses
perencanaan dan pembangunan daerah

1.5. Metodologi
Metodologi mencakup jenis data yang digunakan, metode pengumpulan
data (observasi, survey, wawancara, dokumentasi), serta gambaran umum tahapan
penyusunan RSB mulai tahapan deskriptif (berupa potret kondisi BLUD), analisis
strategis (SWOT, Balanced Scorecard, atau metode lainnya), penyusunan target
kinerja, penyusunan program dan kegiatan, serta proyeksi keuangan.
BAB II
PROFIL BLUD

2.1. Sejarah
Memuat sejarah/aspek historis perkembangan BLUD sejak berdiri hingga sekarang

2.2. Aspek Legal


Memuat dasar hukum atau ijin operasional satuan kerja/unit kerja sampai dengan
dasar operasional BLUD (jika sudah menjadi BLUD).

2.3. Lokasi Bisnis


Memuat alat kantor dan alamat operasional pelayanan (kantor pusat dan cabang
jika ada). Harus dijelaskan juga jangkauan wilayah geografis pelayanan.

2.4. Gambaran Produk Jasa


Memuat produk/jasa yang ditawarkan kepada masyarakat baik produk utama
maupun produk pendukung.

2.5. Isu-isu Strategis


Memuat isu-isu yang aktual terjadi pada saat proses penyusunan RSB misalnya
dikaitkan dengan tuntatan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan BLUD,
upaya peningkatan pelayanan (baik aspek kuantitas dan kualitas), upaya
transparansi dan akuntabilitas publik, kondisi persaingan (regional, nasional, atau
internasional), serta kebijakan pemerintah.
BAB III
ANALISA LINGKUNGAN BISNIS

3.1. Pengukuran dan Evaluasi Kinerja 3 Tahun Terakhir dan Prognosa Tahun
Berjalan
Disajikan dalam bentuk deskriptif dan evaluasi terkait pencapaian kinerja BLUD
dalam 3 (tiga) tahun terakhir terkait dengan aspek pelayanan, (2)SDM,
(3)Sarana/prasarana, dan (4)Keuangan. Kinerja yang disajikan harus terukur dan
terdeskripsikan secara jelas.
3.1.1. Kinerja Pelayanan
Kinerja layanan puskemas terdiri dari kinerja upaya kesehatan masyarakat (UKM)
dan upaya kesehatan perorangan (UKP). Aspek kinerja tersebut dijabarkan sebagai
berikut ini:
a. Upaya Kesehatan Masyarakat
PROG
No Uraian Standar REALISASI NOSIS
2014 2015 2016 2017
1 Cakupan Bumil K-4 100%
Cakupan Pelayanan
2 100%
Persalinan Sesuai Standar
Cakupan Pelayanan BBLR
3 100%
sesuai standar
Cakupan Pelayanan Balita
4 100%
sesuai standar
Cakupan Skrining
Kesehatan Anak Usia
5 100%
Pendidikan Dasar sesuai
standar
Cakupan Skrining
6 Kesehatan Warga Usia 100%
Produktif sesuai standar
Cakupan skrining
7 kesehatan lansia sesuai 100%
standar.
Cakupan pelayanan
8 penderita hipertensi sesuai 100%
standar.
Cakupan pelayanan
9 penderita Diabetes Melitus 100%
sesuai standar
Cakupan pelayanan
10 gangguan jiwa (ODGJ) 100%
berat sesuai standar.
Cakupan pelayanan
11 penderita TB sesuai 100%
standar
Cakupan pemeriksaan HIV
pada orang berisiko
12 100%
terinfeksi HIV sesuai
standar.

b. Usaha Kesehatan Perorangan (UKP)


Pencapaian kinerja UKP Puskesmas selama 3 (tiga) tahun terakhir adalah
sebagai berikut:
1. Perkembangan Layanan yang Tersedia

No Uraian Jenis Layanan 2014 2015 2016 2017*

1 Rawat Inap ada ada ada ada


Kapasitas (bed) .. .. ..
2 Rawat Jalan
Poli Fisioterapi
Poli
Poli

3 Gawat Darurat
4 Penunjang
Farmasi
Laboratorium

Dst

2. Perkembangan Jumlah Pengguna Layanan


Tabel
Perkembangan Jumlah Kunjungan per Jenis Layanan

No Uraian Jenis Layanan 2014 2015 2016 2017*


1 Rawat Inap (hari rawat inap)
Rawat Inap (jumlah
kunjungan)
2 Rawat Jalan
3 Gawat Darurat
4 Penunjang
a. Farmasi (jumlah
resep)
b. Laboratorium
(kunjungan)
c. Konseling Gizi
(kunjungan)
d. Dst
*prognosa

Tabel
Pengguna Layanan Berdasarkan Jenis Pasien

No Uraian Jenis Pasien 2014 2015 2016 2017*

1 Pasien Umum
2 Pasien Askes
3 Pasien Jamkesda SPM
4 Pasien Jamkesda Non SPM
5 Pasien Jamsostek
6 Pasien Jamkesmas
7 Pasien Jampersal
8 BPJS*
*Prognosa
**Mulai tahun 2014
3. Kepuasan Pelanggan (jika pernah diukur)
Tabel
Kepuasan Pelanggan

No Indeks Kepuasan Pelanggan 2014 2015 2016 2017*

1 Nilai IKM
*prognosa
4. Pola Morbiditas
Tabel
Pola Morbiditas Rawat Jalan
2014 2015 2016
Jenis Jumla Jenis Jumla Jenis Jumla
No Penyakit h % Penyakit h % Penyakit h %
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumla
h

Tabel
Pola Morbiditas Rawat Inap
2014 2015 2016
Jenis Jumla Jenis Jumla Jenis Jumla
No Penyakit h % Penyakit h % Penyakit h %
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumla
h

5. Kualitas Layanan
Tabel
Kualitas Pelayanan
No Indikator 2014 2015 2016 2017*
Angka infeksi luka operasi
1
kecil
Angka komplikasi pasca
2
bedah minor
Kematian ibu melahirkan
3
yang ditangani
Angka kematian ibu karena
4
eclampsia
Angka kematian ibu karena
6
perdarahan
Angka kematian ibu karena
7
sepsis
Angka kematian bayi dgn BB
8
=<2000 Gram
ALOS (average length of
9
stay)
(diisi
setelah
Lama pencarian rekam survey
10 n.a n.a n.a
medic 30
pasien
)
Angka kematian pasien rawat
inap yang ditangani >48 jam
setelah dirawat (NDR)
11
(jumlah pasien meningggal >
48 jam/jumlah pasien keluar)
x (1/1000)
Angka kematian pasien rawat
inap yang ditangani
seluruhnya (GDR)
12
(jumlah pasien
meningggal/jumlah pasien
keluar) x (1/1000)
*Prognosa

6. Efisiensi
No Indikator 2014 2015 2016 2017*
1 Bed Occupancy Ratio (BOR)
2 Bed Turn Over (BTO)
3 Turn Over Internal (TOI)

*Prognosa

3.1.2. Kinerja Sumber Daya Manusia


Kinerja SDM terkait dengan perkembangan SDM baik untuk pelaksanaan layanan
maupun administrasi pendukung layanan.

Tabel
Perkembangan Jumlah SDM
2014 2015 2016 2017*
N
Indikator PN
o PNS Non PNS Non PNS Non Non
S
1 Dokter Umum
2 Kesmas
3 Kesling
4 Gizi
5 Rekam Medik
6 Keuangan
7 Administrasi
8 Perawat
9 Bidan
10 Dokter Gigi
11 Perawat Gigi
12 Apoteker
13 Asisten Apoteker
14 Analis Kesehatan
15 Pendukung lainnya
Jumlah

*Prognosa

. Ilustrasi tabel

Tabel
Perkembangan SDM berdasarkan Tingkat Pendidikan
2014 2015 2016 2017*
N
Indikator PN
o PNS Non PNS Non PNS Non Non
S
1 S3
2 S2/Spesialis
3 S1
4 Diploma
5 SMA/sederajat
6 SMP/sederajat
7 SD
Jumlah
*Prognosa

. Ilustrasi tabel
Tabel
Jumlah Tenaga Medik/Paramedik
yang Sudah Bersertifikat (dan Masih Berlaku)
No Indikator 2014 2015 2016 2017*
1 ACLS
2 BCLS
3 PONED
4 Dst
*Prognosa
. Ilustrasi tabel

3.1.3. Kinerja Sarana-Prasarana


Kinerja sarana/prasarana dikaitkan dengan perkembangan sarana/prasarana yang
dimiliki puskesmas guna pelaksanaan layanan maupun kegiatan dukungan
pelayanan. Sarana yang dimiliki tersebut bersumber dari dana APBD I, APBD II,
APBN, atau Hibah Pihak Ketiga (masyarakat).
Tabel ..
Daftar Sarana Puskesmas (2016)- Eksisting
APBD APB APB Hiba Lainny TOTA Keterang
No Kelompok Sarana
II DI N h a L an
1 Tanah (m2)
Gedung dan
2
Bangunan (m2)
Peralatan dan Mesin
3
(jenis)
Kefarmasian
Penyuluhan
kesehatan
Klinik Sanitasi
KIA
KB
Imunisasi
Gizi dan Laktasi
Poli Umum
UGD
Pengobatan Gigi dan
Mulut
Laboratorium
Rawat Inap
Rawat Inap PONED
4 Kendaraan
Mobil (unit)
Sepeda Motor (unit)
Jalan, Irigasi, dan
5
Jaringan (m2)
6 Aset Lainnya
Software (paket)
Buku (eksemplar)

analisis .
3.1.4. Kinerja Keuangan
Pencapaian kinerja keuangan ditinjau dari perkembangan pendapatan dan belanja 3
(tiga) tahun terakhir. Kinerja

Tabel .
Pencapaian Pendapatan
Jumlah (dlm juta Rp)
No Uraian
2014 2015 2016 2017*
1 Pendapatan Kapitasi (JKN) - -
Pendapatan Layanan Non
2
Kapitasi
Rawat Inap
Rawat Jalan
IGD
Farmasi
Penunjang
3 Pendapatan Kerjasama
4 Pendapatan Hibah
Pendapatan Puskesmas
5
Lainnya
6 Dana APBD Kota
7 Dana APBD Provinsi
8 Dana APBN
TOTAL (A+B+C+D)
*Prognosa
. Ilustrasi tabel
Tabel .
Pencapaian Belanja
Jumlah (dlm juta Rp)
No Uraian
2014 2015 2016 2017*
Belanja Didanai dari Pend.
A
Operasional
1 Belanja Pegawai
2 Belanja Barang dan Jasa
3 Belanja Modal
Total
Belanja Didanai dari APBD
B
Kab.
1 Belanja Pegawai
2 Belanja Barang dan Jasa
3 Belanja Modal
Total
Belanja Didanai dari APBD
C
Provinsi
1 Belanja Pegawai
2 Belanja Barang dan Jasa
3 Belanja Modal
Total
D Belanja Didanai dari APBN
1 Belanja Pegawai
2 Belanja Barang dan Jasa
3 Belanja Modal
Total
Total Belanja (A+B+C+D)
*Prognosa
. Ilustrasi tabel
Tabel
Analisis Kinerja Keuangan
Realisasi
No Uraian
2014 2015 2016 2017*
Pertumbuhan Pendapatan =
(Pendapatan tahun ini
1 - -
Pendaptan Tahun
Lalu)/Pendaptan Tahun Lalu
Tingkat Kemandirian =
2 Pendapatan Fungsional/Total
Belanja
Cost Recovery =
3 Pendapatan Fungsional/Biaya
Operasional Pelayanan
3.2. Analisa Lingkungan Internal
Mencakup analisis kekuatan dan kelemahan dari faktor-faktor internal yang relevan
dengan operasional BLUD misalnya dikaitkan dengan kondisi kinerja pelayanan
yang diberikan, aspek manajerial dan SDM, sarana dan prasarana yang dimiliki,
serta kondisi kinerja keuangan. Sebaiknya analisis tersebut disajikan dalam bentuk
tabel penilaian strength & weakness dari faktor-faktor tersebut secara kuantitatif
dalam bentuk scoring.

Tabel Faktor Strategis Internal (Internal Strategic Factor Analysis


Summary/IFAS)
No Bobot Rating Skor
Uraian Faktor
(a) (b) (c) (d) (e) = c x d
KEKUATAN (STRENGTH)
1 Contoh : (faktor kinerja pelayanan) 0,2 2 0,4
BOR
Contoh : (faktor SDM) 0,2 1 0,2
2
Jumlah Dokter
3 Dst 0,1 1 0,1

KELEMAHAN (WEAKNESS)
Contoh: (faktor sarana) 0,3 -3 -0,9
1
Perkembangan peralatan medis
Contoh : (faktor keuangan) 0,1 -1 -0,1
2
Cost Recovery
3 Dst 0,1 -1 -0,1
TOTAL (f) 1 (g) -0,4
(catatan : isian faktor dan angka di atas adalah contoh)

(a) Diisi no urut faktor


(b) Diisi uraian faktor. Posisi faktor internal ada di kekuatan atau kelemahan
tergantung dari hasil analisis yang dilakukan.
(c) Diisi bobot faktor dari 0 s.d. 1 setiap komponen. Total bobot komponen
kekuatan dan kelemahan maksimal 1. Pembobotan disesuaikan dengan
prioritas strategis yang tetapkan oleh BLUD. Makin menjadi prioritas utama
makin tinggi bobotnya. Makin tidak menjadi prioritas, makin rendah bobotnya.
(d) Diisi rating kinerja pada kisaran 1 s.d. 4 untuk kekuatan yang artinya makin
tinggi skor (mendekati 4) makin tinggi rating kekuatannya. Untuk rating
kinerja kelemahan berada pada angka -1 s.d. -4 artinya makin rendah skor
makin besar kelemahannya. Penentuan skor berdasarkan atas kondisi aktual
dibandingkan dengan kondisi ideal atau benchmark.
(e) Diisi kolom C x kolom D.
(f) Total bobot harus = 1
(g) Merupakan TOTAL SKOR KEKUATAN DAN KELEMAHAN yang
menunjukkan lebih dominan mana antara kekuatan dan kelemahan pada
perkembangan strategis BLUD tersebut

3.3. Analisa Lingkungan Eksternal


Mencakup analisis faktor eksternal BLUD misalnya dikaitkan dengan aspek regulasi
dan kebijakan pemerintah, kondisi perekonomian secara makro, jaringan
kerjasama/asosiasi, serta kondisi persaingan yang dihadapi oleh BLUD. Sebaiknya
analisis tersebut disajikan dalam bentuk tabel penilaian peluang (opportunity) dan
ancaman (threat) yang dikuantifikasi dalam bentuk scoring.

Tabel Faktor Strategis Eksternal (External Strategic Factor Analysis


Summary/EFAS)
No Uraian Faktor Bobot Rating Skor
(a) (b) (c) (d) (e) = c x d
PELUANG (OPPORTUNITIES)
1 Contoh : (faktor asosiasi/ 0,2 1 0,2
kerjasama)
Jaringan asosiasi RS yang kuat
Contoh : (faktor SDM) 0,2 1 0,2
2
Jumlah Dokter
3 Dst 0,1 1 0,1

ANCAMAN (THREATHS)
Contoh: (faktor pesaing) 0,2 -2 0,4
1
Perkembangan jumah RS Swasta
Contoh : (faktor inflasi) 0,2 -1 -0,2
2 Tingkat harga obat dan peralatan
medis yang naik terus
3 Dst 0,1 -1 -0,1
TOTAL (f) 1 (g) -0,2
(catatan : isian faktor dan angka di atas adalah contoh)
(a) Diisi no urut faktor
(b) Diisi uraian faktor. Posisi faktor eksternal ada di peluang atau ancaman
tergantung dari hasil analisis yang dilakukan.
(c) Diisi bobot faktor dari 0 s.d. 1 setiap komponen. Total bobot komponen
peluang dan ancaman maksimal 1. Pembobotan disesuaikan dengan
prioritas strategis yang tetapkan oleh BLUD. Makin menjadi prioritas utama
makin tinggi bobotnya. Makin tidak menjadi prioritas, makin rendah bobotnya.
(d) Diisi rating kinerja pada kisaran 1 s.d. 4 untuk peluang yang artinya makin
tinggi skor (mendekati 4) makin tinggi rating peluangnya. Untuk rating kinerja
ancaman berada pada angka -1 s.d. -4 artinya makin rendah skor makin
besar ancamannyanya. Penentuan skor berdasarkan atas kondisi aktual
dibandingkan dengan kondisi ideal atau benchmark.
(e) Diisi kolom C x kolom D.
(f) Total bobot harus = 1
(g) Merupakan TOTAL SKOR PELUANG DAN ANCAMAN yang menunjukkan
lebih dominan mana antara peluang dan ancaman terkait perkembangan
strategis BLUD tersebut

3.4. Posisi Strategis


Dari tabel penilaian (scoring) analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan)
serta analisis lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) ditentukanlah posisi
strategis dalam bentuk grafik posisi kuadran. Grafik posisi menunjukkan posisi
strategis yang akan menjadi dasar dalam menentukan faktor kunci keberhasilan
strategis serta prioritas strategis yang akan dilakukan.

Gambar 3..
Posisi Strategis BLUD

Kuadran I (Skor IFAS (Kekuatan dan Kelemahan): Positif, Skor EFAS (Peluang dan
Ancaman Positif)
Ini merupakan situasi yang menguntungkan. BLUD memiliki peluang dan kekuatan
sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang diterapkan dalam
kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

Kuadran II (Skor IFAS (Kekuatan dan Kelemahan): Positif, Skor EFAS (Peluang dan
Ancaman Negatif):
Meskipun menghadapi berbagai ancaman, BLUD ini masih memiliki kekuatan dari segi
internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/jasa
layanan dan pasar).

Kuadran III (Skor IFAS (Kekuatan dan Kelemahan): Negatif, Skor EFAS (Peluang dan
Ancaman (Positif):
BLUD menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak menghadapi
beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strategi ini yaitu meminimalkan masalah
internal BLUD sehingga dapat merebut pasar yang lebih baik (turn around).

Kuadran IV (Skor IFAS (Kekuatan dan Kelemahan): Negatif, Skor EFAS (Peluang dan
Ancaman (negatif):
Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, BLUD menghadapi berbagai
ancaman dan kelemahan internal. Fokus strategi yaitu melakukan tindakan
penyelamatan agar terlepas dari kerugian yang lebih besar (defensive).

3.5. Faktor-faktor Kunci Keberhasilan


Faktor kunci keberhasilan merupakan faktor yang menjadi penentu utama
keberhasilan strategis BLUD. Faktor tersebut terkait dengan posisi kuadran pada
BLUD hasil analisis SWOT yaitu pilihan alternatif tindakan untuk menjaga
keberlangsungan dan perkembangan BLUD. Faktor tersebut akan menjadi penentu
program yang akan dilaksanakan oleh BLUD selama 5 tahun ke depan.
BAB IV
ARAH BISNIS SKPDIUNIT SKPD

4.1. Nilai (value) yang dianut


Nilai yang dianut adalah nilai atau spirit yang menjadi dasar semangat
pelaksanaan pelayanan BLUD. Nilai tersebut identik dengan budaya organisasi
yang dikembangkan BLUD.

4.2. Visi Strategis


Visi merupakan kondisi yang akan dicapai atau dicita-citakan oleh BLUD.
Visi tersebut harus selaras dengan tugas dan fungsi dari BLUD dan unit organisasi
di atasnya.

4.3. Misi Strategis


Misi merupakan tugas dan fungsi yang diemban BLUD untuk merealisasikan
visi yang dicanangkan

4.4. Inisiatif dan sasaran Strategis


Sasaran strategis merupakan indikator kinerja utama yang merupakan
ukuran pencapaian keberhasilan strategis BLUD. Indikator sasaran harus terukur
misalnya ditinjau dari segi aspek pelayanan, SDM, sarana/prasarana, dan
keuangan. Inisiatif strategis merupakan langkah-langkah strategis yang harus
dilakukan dalam merealisasikan sasaran strategis yang dicanangkan.
BAB V
RENCANA STRATEGI BISNIS

5.1. Program Kerja


Memuat program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 (lima)
tahun ke depan sesuai dengan sasaran strategis yang akan dicapai. Program dan
kegiatan harus selaras dengan rencana jangka panjang dan rencana jangka
menengah yang pemerintah daerah.
Program dan kegiatan harus ditunjukkan pula indikator kinerjanya beserta
dengan kerangka pembiayaan/anggarannya.
5.1.1. Program Penyelenggaraan Layanan
1. Penyelenggaraan Layanan UKM
Kegiatan :
Sub Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :

Total Biaya (dlm jutaan Rp)


Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

2. Penyelenggaraan Layanan UKP (termasuk obat/AHP/Jaspel)


Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :

Total Biaya (dlm jutaan Rp)


Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

3. Penyelenggaraan Administrasi Puskesmas (termasuk gaji PNS, ATK, dll)


Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :

Total Biaya (dlm jutaan Rp)


Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

5.1.2. Program Pengembangan Layanan


1. Pengembangan Layanan UKM
Program :
Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :

Total Biaya (dlm jutaan Rp)


Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

2. Pengembangan Layanan UKP


Program :
Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :

Total Biaya (dlm jutaan Rp)


Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

3. Pengembangan SDM
Program :
Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :

Total Biaya (dlm jutaan Rp)


Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

4. Pengembangan Sarana/Prasarana
Program :
Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :

Total Biaya (dlm jutaan Rp)


Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

5. Pengembangan Aspek Administrasi


Program :
Kegiatan :
2018 2019 2020 2021 2022
Indikator Kinerja :
Total Biaya (dlm jutaan Rp)
Sumber Dana (BLUD/APBD/APBN)

5.2. Proyeksi Keuangan 5 Tahun


Proyeksi keuangan terdiri dari:
1. Proyeksi Pendapatan 5 (lima) tahun
Jumlah (dlm jutaan Rp)
No Uraian Jenis Pendapatan
2018 2019 2020 2021 2022
1 Pendapatan Kapitasi (JKN)
Pendapatan Layanan Non
2
Kapitasi
Rawat Inap
Rawat Jalan
IGD
Farmasi
Penunjang
3 Pendapatan Kerjasama
4 Pendapatan Hibah
5 Pendapatan BLUD Lainnya
6 Dana APBD Kabupaten
7 Dana APBD Provinsi
8 Dana APBN
TOTAL

2. Proyeksi Belanja 5 (lima) tahun


Jumlah (dlm jutaan Rp)
No Uraian Jenis Belanja
2018 2019 2020 2021 2022
A Didanai BLUD
Rutin Penyelenggaraan
1
Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Total
2 Pengembangan Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Total
TOTAL BELANJA Didanai
BLUD
B Didanai APBD II
Rutin Penyelenggaraan
1
Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Total
2 Pengembangan Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Total
TOTAL BELANJA Didanai
APBD II
C Didanai APBD I
Rutin Penyelenggaraan
1
Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Total
2 Pengembangan Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Total
TOTAL BELANJA Didanai
APBD I
D Didanai APBN
Rutin Penyelenggaraan
1
Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Total
2 Pengembangan Layanan
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Total
TOTAL BELANJA Didanai
APBN
TOTAL BELANJA
KESELURUHAN

3. Proyeksi Investasi/Belanja Modal 5 (lima) tahun


Jumlah (dlm jutaan Rp)
No Uraian Jenis Belanja
2018 2019 2020 2021 2022
A Didanai BLUD
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)
TOTAL Belanja Modal
Didanai BLUD
B Didanai APBD II
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)

TOTAL Belanja Modal


Didanai APBD II
C Didanai APBD I
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)

TOTAL Belanja Modal


Didanai APBD I
D Didanai APBN
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)
Rincian (nama aset)

TOTAL Belanja Modal


Didanai APBN
TOTAL BELANJA
KESELURUHAN

4. Proyeksi Laporan Keuangan 5 tahun terdiri dari Proyeksi Posisi


Keuangan/Neraca, Proyeksi Laporan Aktivitas/Operasional, Proyeksi Laporan
Perubahan Ekuitas, dan Proyeksi Laporan Arus Kas
(terlampir)
BAB VI
PENUTUP

Memuat kesimpulan dari RSB yang disusun, hal-hal penting yang perlu ditekankan,
implikasinya terhadap kegiatan operasional BLUD, serta keterbatasan RSB (jika
mungkin ada).
Lampiran :
1. Proyeksi Laporan Keuangan 2018-2022
2. Proyeksi Tarif 2018-2022
3. Target Kinerja 2018-2022
4. Matriks Penyelarasan Visi, Misi, Program, Kegiatan, dan Indikator Kinerja
5. Target Jumlah SDM 2018-2022
6. Daftar Tarif yang masih berlaku