Anda di halaman 1dari 21

SILABUS

SILABUS

NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 2 SIJUNJUNG


MATA PELAJARAN : UTILITAS GEDUNG
KELAS / SEMESTER : XI / 4
STANDAR KOMPETENSI : MENGGAMBAR UTILITAS
GEDUNG
KODE KOMPETENSI : 04.KK.12
ALOKASI WAKTU : 72 x 45 menit
KOMPETENSI INDIKATOR MATERI PELAJARAN KEGIATAN PENILAIAN AL
DASAR PEMBELAJARAN WA
TM
1. Mendiskripsi Bentuk dan Mahamai tentang Menjelaskan tentang Tes tertulis
kan utilitas jenis utilitas utilitas bangunan serta pengertian utilitas Pengamat- an
bangunan bangunan fungsi dan kegunaan; bangunan Tes lisan
dipahami sanitasi dan drainase, Menjelaskan peralatan Hasil
pompa air, listrik, dan fasilitas apa saja penugasan
penangkal petir, alat yang dikategorikan
komunikasi, AC, dan utilitas bangunan.
alat pemadam Menjelaskan fungsi dan
kebakaran kegunaan dari masing -
masing peralatan dan
fasilitas.
2. Menggambar Instalasi Memahami kegunaan Menjelaskan kegunaan
instalasi listrik listrik listrik pada bangunan. listrik pada bangunan
digambar Memahami Mengenal berbagai
dengan simbol,notasi dan simbol, notasi dan
benar, dimensi yang dipakai dimensi yang dipakai
lengkap dan disesuaikan dgn dalam menggambar
dengan SNI. Memahami instalasi listrik.
simbol,notasi sumber pengambilan Mengenal berbagai
dan dimensi arus listrik. Memahami sumber listrik yang
sesuai SNI penggambaran instalasi digunakan untuk
listrik dalam bangunan, bangunan.
maupun gbr instalasi Menggambar instalasi
kesumber listrik didalam
bangunan dan instalasi
kesumber listrik
lengkap dengan
simbol,notasi dan
dimensi sesuai SNI.
Merapikan gambar
Menggambar Instalasi Memahami lingkup dari Mendiskripsikan
instalasi Plambing plambing pekerjaan plambing lingkup kerja plambing
(khususnya pada rumah tinggal (pada rumah tinggal)
air bersih dan Memahami berbagai Mengenal berbagai
air kotor) peralatan plambing jenis peralatan
digambar yang terpakai pada plambing beserta
dengan rumah tinggal fungsinya pada
benar, Memahami bangunan rumah
lengkap penggambaran instalasi tinggal
dengan plambing (Khususnya Mengambar instalasi air
simbol,notasi air bersih dan air kotor) bersih dankotor
dan dimensi lengkap dengan simbol
sesuai SNI dan dimensi sesuai
dengan standar SNI
Merapikan gambar
Menggambar Pengertian Memahami sistem Mendiskripsikan sistem
Drainase Gedung drainase drainase gedung dan drainase secara umum
gedung segala persaratan Mendiskripsikan
dipahami, teknisnya yang terkait drainase gedung
dan Memahami akan
digambarkan perlunya keberadaan
dengan benar sistem drainase yang
baik pada gedung
Memahami berbagai
persaratan teknis yang
akan berkaitan dengan
baik buruknya drainase
yang direncanakan
Menggambar drainase
gedung dengan benar,
sesuai standar yang
berlaku

Sijunjung, Februari 2011

riswandi
SILABUS

NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 2 SIJUNJUNG


MATA PELAJARAN : DEKORASI INTERIOR DAN EKSTERIOR
KELAS / SEMESTER : XI / 4
STANDAR KOMPETENSI : MENGGAMBAR LAYOUT DEKORASI
INTERIOR DAN EKSTERIOR
KODE KOMPETENSI : 04.KK.12
ALOKASI WAKTU :

MATERI KEGIATA
INDIKA
KOMPETENSI DASAR PELAJA PEMBEL
TOR
RAN ARAN

Mengidentifikasi elemen ruang, dekorasi interior dan eksterior Elemen Memahmi Menjelaskan
elemen pengertian pengertian
ruang pengerti elemen ruang
dipahami elemen Mengidentifi
dekorasi ruang elemen ruang
interior dan Memahami Menjelaskan
dekorasi peran pengertian
eksterior dekorasi dekorasi inter
dipahami interior dan dan dekorasi
dekorasi eksterior
eksterior
pada suatu
bangunan

UTILITAS GEDUNG ( RPP )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP)

Mata Pelajaran : Teknik Gambar Bangunan

Kelas Semester : II/ IV

Alokasi Waktu : 5 jam @ 45 menit

Standar Kompetensi : Menggambar Utilitas Gedung


Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan Utilitas Gedung

Indikator : Bentuk, Jenis dan fungsi Utilitas Bangunan Dipahami

I. Tujuan Pembelajaran

Prasyarat

o Peserta telah memahami fungsi dan kegunaan rumah bagi


penghuni / pemi;lik

o Peserta memahami fungsi dan kegunaan setiap ruangan .

Tujuan Akhir Pembelajaran

o Pesrta dapat Menjelaskan tentang pengertian utilitas bangunan

o Peserta dapat menjelaskan peralatan dan fasilitas apa saja yang


dikategorikan utilitas bangunan.

o Pesrta dapat menjelaskan fungsi dan kegunaan dari masing -


masing peralatan dan fasilitas.

II. Materi Ajar

Secara umum utilitas bangunan dapat diartikan sebagai kelengkapan


bangunan, atau yang
berkaitan dengan segala alat dan peralatan ( fasilitas )yang ditambahkan pada
bangunan tersebut.

Keberadaan utilitas bangunan dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan


fungsi bangunan, sehingga

akan semakin menhadirkan rasa aman dan nyaman bagi pemilik / penghuni.

Berbagai peralatan dan kelengkapan bangunan

1. Listrik, berkaitan dengan fungsi pemanfaatannya, sumber dan


instalasi dalam rumah.

2. Pompa air, Fungsi utamanya adalah memberi tekanan / dorongan


dalam pengaliran air, baik ke reservoir (penampungan ), maupun
dalam pendistribusian ke kran kran pelepasan.

3. Instalasi plumbing dan perlengkapannya.

Pe4ngertian plambing menurut standar yang berlaku, lingkup


kerja plambing, serta berbagai peralatan dan perlengkapan yang
menyertainya.

4. Drainase

Drainase berarti rembesan. Jadi berbicara tentang system drainase


berarti berbicara tentang system pengolahan air limbah dan air
rembesan pada suatu bangunan

5. Penangkal Petir, fungsi utamanya adalah untuk melindungi


bangunan dan penghuninya dari dampak lansung terhadap
sambaran petir

6. Telfon (atau alat komunikasi lainnya), berfungsi untuk


memperlancar komunikasi penghuni dengan sesama , ataupun
komunikasi dengan pihak luar
demi memperlancar segala aktivitas

7. AC (Air Conditioner) yaitu alat untuk menyejukkan dan


memberikan udara segar didalam ruangan.

8. Alat pemadam kebakaran merupakan pertolongan pertama bila di


dalam rumah terjadi kebakaran, api yang masih kecil lebih mudah
dan cepat dapat dipadamkan.
III. Metode

Presentasi, Diskusi,Tanya jawab dan penugasan

IV. Langkah langkah Pembelajaran

KEGIATAN RINC PERALA


IAN TAN TEMP
METO AT SUMBER
N BELA
GURU P. DIDIK WAK PENDUK DE BELAJAR
O JAR
TU UNG
KEGIATAN Konstruksi
AWAL Bangunan
Gedung
Bertingkat
Memb Rendah ,
uka Ir.Ign.Benny
pertem Tertib Puspantoro,
uan / & M.sc.
berdoa berdoa Absensi
& Presen
1. Studio
15 kelengka tasi ,
Absens Memp
pan infor
gamb
i erhatik menit
mengajar ar
an & masi
meresp lainnya
Apresi on PULI 2000
asi & (Peraturan
Motiva Umum Listrik
si Indonesia
2000)
2. KEGIATAN
INTI

Memp 20 Kompute Persen Studio


Menjel
erhatik
menit r dan tasi gamb
askan infocuss, infor ar
an
listrik white masi,
dan board,
fungsi / mistar
keguna dan siku Perancangan
annya siku dan
pada Aktif pemeliharaan
dalam 5
bangun sistem
Tanya menit
an Plambing,
jawa Syofyan
Mohammad
Memin Noerbambang
ta &Takeo
Morimura, PT.
siswa 20 Pradnya
untuk menit Paramita
ikut / Memp
terlibat erhatik diskus
dalam an i
menjel
askan Dasar-Dasar
keguna Plambing, Drs.
an Evri Tahar
listrik Aktif dalam 5 dkk.,Angkasa
Tanya jawa menit

Menjel
askan
pompa Panduan
Lengkap
air Memp
Membangun
beserta erhatik
fungsi / Rumah, Gatut
an Susanta, Griya
keguna
annya Kreasi.
Penug
pada asan
bangun
an Aktif dalam
Tanya jawa
Memin
ta
siswa 20
untuk menit
menjel
askan
berbag
ai
bentuk
Memp
pompa erhatik
air an
yang 5
dikenal menit
inya

Menjel
askan
Memp
instalas erhatik
i an
plumbi
ng dan 20
keleng menit
kapann
ya
beserta Memp
fungsi /
erhatik
keguna
an
annya
20
menit
Memin
ta
siswa
menjel Memp
askan
apa erhatik
saja an 20
bentuk menit
pekerja
an
plumbi
ng
yang 20
itemuk Memp
menit
an di erhatik
rumahn an
ya

Menjel
askan Aktif
system 20
dalam
drainas menit
Tanya
e pada
jawab
bangun
an

Menjel
askan 15
penang menit
kal
petir
dan
fungsi /
keguna
annya
pada
bangun 5
an menit

Menjel
askan
alat
komuni
kasi
serta
fungsi /
keguan
aannya

Menjel
askan
AC
dan
fungsi /
keguna
anya

Menjel
askan
alat
pemad
am
kebaka
ran dan
fungsi /
keguna
annya

Tanya
jawab
berkait
an dgn
penjela
san
diatas

Menga
presiasi
siswa
yang
aktif,
dan
membe
r
jawaba
n benar

PENUTUP

Menyi
mpulka Meres
n pon
materi dengan
dgn dengan
melibat aktif
kan
3. siswa
15
menit
Evalua
si lisan

Berdoa
Menut
bersam
up dan a
berdoa

V. PENILAIAN
Lembaran Soal

Nama :

Kelas :

Kompetensi Dasar : Mendiskripsikan Utilitas Gedung

Pengetahuan

URAIAN SKOR
N SKOR
SOAL JAWABA MAKSIM
O SISWA
N AL
1. Yang dimaksud dengan utilitas gedung adalah 0.6
Sebutkan lima macam kelengkapan / fasilitas
2. 0.8
yang dikategorikan utilitas gedung
Selain dimanfaatkan untuk penerangan, untuk
3. 0.8
apa lagi listrik dimanfaatkan ?
Jelaskan dengan ringkas, Bagaimana pompa
4. air difungsikan dalam pendistribusian air
didalam rumah 1.5
Yang dimaksud dengan instalasi plambing
5. 1.0
adalah
6 Fungsi utama instalasi plambing adalah 1.0
Coba jelaskan, apa pemahaman anda tentang
7 1.5
drainase
Bagian mana dari bangunan / rumah yang di
8 1.0
kategorikan drainase ?
Untuk menghadirkan suasana yang sejuk
9 didalam rumah, terkadang ventilasi saja tidak 1.0
cukup. Upaya apakah yang harus dilakukan ?
1 Coba anda jelaskan, apa yang anda ketahui
0.8
0 tentang penangkal petir
Jumlah skor maksimal 10

Nilai Pengetahuan = Jumlah skor siswa X 10

Jumlah skor maks.

Tugas di rumah :

1. Coba diidentifikasi apa saja dirumah anda yang dikategorikan utilitas


gedung.
2. Apasaja peralatan dan fasilitas geung ( selain penjelasan di atas ) yang
dapat dikategorikan utlitas gedung.( lengkapi dengan contoh / gambarnya)

SIKAP

Skor
No Sikap Bobot Nilai
( 0 -10 )
1. Displin 0,2
2. Minat 0,2
3. Kerja sama 0,2
4. Kerajinan 0,2
5. Keaktifan 0,2

Nilai siswa = 60%Np + 25 % Nt + 15% Ns

Ket : Np = Nilai Pengetahuan

Nt = Nilai Tugas

Ns = Nilai Sikap

Sijunjung, Juni 2011

Mengetahui

Wakil Kepala Bidang Kurikulum Guru Kompetensi / Mata diklat

Zamzanel Fahmi Riswandi

Nip. 131 686 975 Nip. 131 854 803

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Nama Sekolah : SMK N 2 SIJUNJUNG
Mata Pelajaran : Utilitas Gedung
Kelas/Semester : XI/II
Pertemuan Ke : 2
Alokasi Waktu : 7 x 40 menit
Standar Kompetensi : Menggambar utilitas gedung
Kompetensi Dasar : Menggambar instalasi listrik
Indikator :
Kegunaan listrik pada bangunan dijelaskan
Simbol-simbol listrik digambar berdasarkan standarisasi teknik ketenagalistrikan

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini siswa mampu:
1. Menjelaskan kegunaan listrik pada bangunan
2. Mengenal berbagai simbol dalam menggambar instalasi listrik sesuai standarisasi
ketenagalistrikan
3. Menjelaskan macam-macam hubungan saklar

B. Materi Ajar
Fungsi utama listrik adalah untuk penerangan di dalam rumah. Fungsi lainnya antara lain
untuk menghidupkan alat-alat elektronik dan mesin agar dapat bekerja. Sumber listrik umumnya
diambil dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan pekerjaan jaringan listrik di dalam rumah
harus dilaksanakan oleh Perusahaan Instalatir yang telah diakui PLN.
Simbol-simbol listrik yang digunakan untuk menggambar instalasi listrik antara lain:
C. Metode Pembelajaran
1. Metode ceramah
2. Tanya Jawab
3. Praktik

D. Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan awal
Berdoa
Absensi
Motivasi
2. Kegiatan inti
Menjelaskan kegunaan listrik pada bangunan
Mengenal berbagai simbol dalam menggambar instalasi listrik sesuai standarisasi
Menjelaskan macam-macam hubungan saklar
3. Kegiatan akhir
Memberikan pertanyaan lisan
Memberikan tugas individu
Berdoa
Salam

E. Sumber Belajar
1. Buku Teknik Listrik Instalasi Penerangan
2. Buku Panduan Instalasi Listrik untuk Rumah
3. Internet

F. Penilaian
1. Lisan
2. Praktek

G. Tugas
Membuat gambar denah rumah tempat tinggal dilengkapi simbol-simbol kelistrikan

BANK SOAL

SMK NEGERI I KOTO XI TARUSAN


UJIAN SEMESTER GENAP

Pogram Studi : Teknik Gambar Bangunan


Standar kopetensi : Menggambar Konstruksi rangka atap
Kelas :
Semester :
Tahun Pembelajaran :
Alokasi Waktu :
Soal objektif, lingkari salah satu jawaban yang anda anggap benar
1. Gambar disebelah adalah beberapa model bentuk atap. Gambar A adalah bentuk
atap

A. Limas
B. Perisai
C. Pelana
D. Joglo

2. Berdasarkan gambar pada soal no 1., gambar B


adalah bentuk atap
A. Limas
B. Perisai
C. Pelana
D. Datar / dak

3. Berdasarkan gambar pada soal no 1, gambar C


adalah bentuk atap
A. Perisai
B. Pelana
C. Datar /dak
D. Joglo

4. Pada atap berbentuk perisai, antara garis jurai dengan garis dinding akan terbentuk
sudut
A.
30
B.
35
C.
45
D.
60
5. Urutan yang benar untuk pemasangan atap seng gelombang dengan sistem reng
adalah
A. Seng gelombang, reng, usuk, kasau, gording
B. Seng gelombang, reng, usuk, gording, kasau
C. Seng gelombang,reng, usuk, gording, kaki kuda kuda
D. Seng gelombang, kasau, reng, gording, kaki kuda kuda

6. Bagian dari konstruksi ranka atap yang dapat dikategorikan drainase adalah
A. Lisplank
B.
Usuk
C. Talang air
D. Papan reuter

7. Gambar disebelah adalah salah satu simpul


pertemuan /ikatan antara balok kuda kuda yang terjadi antara

A. Tiang makelar dengan balok tarik


B. Tiang makelar dengan kaki kuda kuda
C. Kaki kuda kuda dengan balok tarik
D. Kaki kuda- kuda dengan balok apit

8. Bentangan suatu kuda kuda biasanya


ditentukan berdasarkan
A. Panjang balok tarik
B. Panjang kaki kuda kuda
C. Jarak as dinding terluar ke as dinding terluar lainnya
dimana kuda kuda ditempatkan
D. Jarak antara kuda kuda yang satu dengan kuda kuda lainnya

9. Untuk memperkuat perletakan kuda kuda satu dengan kuda kuda lainnya terhadap
dorongan / beban horizontal maka digunakanlah
A. Papan reuter
B. Balok gording
C. Ikatan angin /balok angin
D. Balok skor

10. Secara umum struktur atap terdiri atas beberapa bagian. Pengelompokan paling benar
untuk struktur atap adalah
A. Empat bagian : 1. penutup atap, 2. rangka atap, 3.gording, 4. Kuda kuda
B. Tiga bagian : 1. Penutup atap & rangka atap, 2. Gording, 3. Kuda kuda
C. Dua bagian : 1. Penutup atap, rangka atap, gording, 2. Kuda kuda
D. Dua bagian : 1. Penutup atap, rangka atap, 2. Gording, Kuda - kuda
Soal Esay, tulis jawaban anda lansung dihalaman soal atau pada bagian belakang
halaman soal
1. Atap adalah merupakan bagian dari struktur bangunan yang berfungsi sebagai .

CARA MENGHITUNG KKM


Sampingan | 24 Desember 2013 | inasariedy

CARA MENGHITUNG KKM

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan
peserta didik mencapai ketuntasan. KKM harus ditetapkan diawal tahun ajaran oleh satuan
pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau
beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan
pendidik atau forum KKG secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

KKM berfungsi sebagai acuan bagi seorang guru untuk menilai kompetensi peserta didik
sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) suatu mata pelajaran atau Standar Kompetensi (SK),
sebagai acuan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran,
sebagai target pencapaian penguasaan materi sesuai dengan SK/KDnya, sebagai salah satu
instrumen dalam melakukan evaluasi pembelajaran, dan sebagai kontrak pedagogik antara
pendidik, peserta didik dan masyarakat (khususnya orang tua dan wali murid).

Adapun langkah dan tahapan penetapan KKM antara lain:

1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga
aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik. Hasil penetapan KKM
indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran.

2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala
sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian
3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta
didik, orang tua, dan dinas pendidikan.
4. KKM dicantumkan dalam laporan hasi belajar atau rapor pada saat hasil penilaian dilaporkan
kepada orang tua/wali peserta didik.

Salah satu langkah awal bagi guru sebelum melaksanakan kegiatan awal pembelajaran
adalah menentukan Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setiap mata pelajaran memiliki nilai
KKM yang berbeda. Lebih jauh, dalam satu mata pelajaran terdapat nilai KKM yang berbeda
pada tiap aspek. Dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), pendidik bias lebih
leluasa dalam menentukan nilai KKM. Sebagai catatan bahwa nilai KKM yang ideal adalah 75.

Langkah awal penentuan KKM yaitu menentukan estimasi KKM di awal tahun
pembelajaran bagi mata pelajaran yang diajarkan. Penentuan estimasi ini didasarkan pada hasil
tes Penerimaan Siswa Baru (PSB) bagi siswa baru, dan mendasarkan nilai KKM pada nilai yang
dicapai siswa pada kelas sebelumnya.

Penentuan KKM dapat pula ditentukan dengan menghitung tiga aspek utama dalam proses
belajar mengajar siswa. Secara berurutan cara ini apat menentukan KKM Indikator KKM
Kompetensi Dasar (KD) KKM Standart Kompetensi (SK) KKM Mata Pelajaran. Berikut ini
langkah-langkah penghitungannya:

1. Kompleksitas

Kompleksitas merupakan tingkat kesulitan materi pada tiap indikator, kompetensi dasar maupun
standart kompetensi. Semakin tinggi tingkat kompleksitas maka semakin kecil skor yang dipakai.
Rentang nilai yang digunakan misalnya: jika kompleksitas tinggi rentang nilai yang digunakan
(50-64), kompleksitas sedang (64-80), dan kompleksitas rendah (81-100)

2. Daya Dukung

Faktor ini lebih ditujukan pada ketersedian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah
dalam menunjang Kegiatan Belajar Siswa. Sekolah yang memiliki daya dukung tinggi maka skor
yang digunakan juga tinggi. Pada aspek daya dukung rentang nilai yang digunakan sangat
fleksibel sesuai dengan kondisi sekolah. Salah satu contohnya: jika daya dukung tinggi maka
rentang nilai yang digunakan (81-100), daya dukung sedang (65-80), untuk daya dukung rendah
(50-64).

3. Intake

Intaks merupakan tingkat kemampuan rata-rata siswa. Intaks bisa didasarkan pada hasil/nilai
penerimaan siswa baru dan nilai yang dicapai siswa pada kelas sebelumnya (menentukan
estimasi). Contoh rentang nilai yang bisa digunakan: jika intake siswa tinggi maka rentang nilai
yang digunakan (81-100), intake sedang (65-80), untuk intake rendah (50-64).

Lebih lengkap lagi perhatikan tabel di bawah ini:


Aspek yang dianalisis Kriteria dan Skala Penilaian

Tinggi Sedang Rendah


Kompleksitas
< 65 65-79 80-100

Tinggi Sedang Rendah


Daya Dukung
80-100 65-79 <65

Tinggi Sedang Rendah


Intake siswa
80-100 65-79 <65

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI


1. Kompleks : Tinggi = 1

Sedang = 2
Rendah = 3
2. Daya dukung : Tinggi =3
Sedang =2
Rendah =1
3. Intake : Tinggi = 1
Sedang = 2
Rendah = 3
Jika indikator memiliki kriteria : kompleks rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik
sedang. Maka nilainya adalah : ( 3 + 3 + 2 ) / 9 x 100 = 88,89 dibulatkab menjadi 89.

Kompetensi Dasar dan Indikator Keriteria Ketentuan Minimal

Kriteria Penetapan Ketuntasan

Kompleksitas Daya dukung Intake

1.1 Memahami konsep integral tak tentu.


1.1.1. Mampu mendefinisikan integral tentu dan 2 2 3
integral tak tentu.

1.1.2. Menghitung nilai integral tentu dan integral tak


tentu 3 2 2

1.1.3. Mampu mendefinisikan pengintegralan fungsi


f(x) terhadap x dalam bentuk.
2 3 1

Langkah-langkah Menentukan KKM

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan


rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung
meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan
pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar minimal secara terus menerus
untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan
KKM adalah sebagai berikut:

1. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas.

2. Tentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen, sesuaikan dengan kemampuan masing-


masing aspek:

a. Aspek Kompleksitas

Semakin komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah, tetapi semakin mudah KD
maka nilainya semakin tinggi.

b. Aspek Sumber Daya Pendukung

Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi.

c. Aspek Intake

Semakin tinggi kemampuan awal siswa (intake) maka nilainya semakin tinggi.

3. Jumlahkan nilai setiap komponen, selanjutnya dibagi 3 untuk menentukan KKM setiap KD.

4. Jumlahkan seluruh KKM KD, selanjutnya dibagi dengan jumlah KD untuk menentukan KKM
mata pelajaran.

5. KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama, tergantung pada kompleksitas KD,
daya dukung, dan potensi siswa.