Anda di halaman 1dari 4

APPENDIX 16B

ILUSTRASI EARNING PER SHARE KOMPREHENSIF

WEBSTER CORPORATION
NERACA
PER 31 DES 2007

Utang Jangka Panjang


Utang Wesel 14% $ 1,000,000
Utang Obligasi Convertible 8% 2,500,000
Utang Obligasi Convertibel 10% 2,500,000
Total Utang Jangka Panjang $ 6,000,000
Ekuitas Pemegang Saham
Saham Preferen Kumulatif 10% Convertible, nilai par $100
100,000 lbr diotorisasi, 25,000 lbr diterbitkan dan beredar $ 2,500,000
Saham Biasa, nilai par $1, 5,000,000 lbr diotorisasi
500,000 lbr diterbitkan dan beredar 500,000
Tambahan Modal Disetor 2,000,000
Laba Ditahan 9,000,000
Total Ekuitas Pemegang Saham $ 14,000,000

Catatan dan Asumsi:

1. Hak opsi sejak July 2005 diberikan untuk membeli 50,000 lbr saham biasa
pada harga $20 per lbr. Harga pasar rata-rata dari saham biasa Webster
selama 2007 adalah $30 per lbr. Semua opsi masih beredar pada akhir tahun
2007.
2. Kedua utang obligasi 8% dan 10% diterbitkan tahun 2006 pada nilai nominal.
Setiap utang obligasi dapat dikonversikan menjadi 40 lbr saham biasa (setiap
utang obligasi memiliki nilai nominal $1,000).
3. Saham preferen convertible 10% kumulatif diterbitkan pada awal tahun 2007
pada nilai par. Setiap lembar saham preferen convertible dapat dikonversikan
menjadi 4 lbr saham biasa.
4. Rata-rata pajak pendapatan adalah 40%
5. 500,000 lbr saham biasa beredar selama sepanjang tahun.
6. Dividen saham preferen tidak diumumkan pada tahun 2007
7. Laba bersih tahun 2007 adalah $1,750,000.
8. Tidak ada utang obligasi ataupun saham preferen yang dikonversi pada tahun
2007.
Penghitungan earning per share awal untuk tahun 2007 dimulai dari jumlah
berdasarkan rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar. Catatan yang perlu
diperhatikan dalam menghitung earning per share adalah:
1. Ketika saham preferen adalah kumulatif, perusahaan harus membagikan
deviden saham preferen baik mengumumkan atau tidak mengumumkan
dividen saham preferen.
2. Perusahaan harus menghitung earning per share dari $3 sebagai langkah
awal karena earning per share inilah yang nantinya akan dikurangi dengan
adanya sekuritas convertible dan opsi.

Net Income $ 1,750,000


Dikurangi: dividen saham preferen convertible 10% kumulatif 250,000
Pendapatan yang dibagikan ke pemegang saham 1,500,000
Rata-rata tertimbang saham biasa 500,000
Earning per share $3.00

Diluted Earning Per Share

Langkah-langkah untuk menghitung diluted earning per share adalah:

1. Tentukan untuk setiap sekuritas dilutive, efek kepada setiap lembar saham
dari sekuritas tersebut dengan asumsi sekuritas tersebut di-exercise atau
dikonversi.
2. Urutkan hasil dari langkah 1 dari yang terkecil sampai ke yang terbesar
dalam mempengaruhi earning per share. Hal tersebut berarti mengurutkan
hasil tadi dari yang paling dilutive ke yang kurang dilutive.
3. Mulai dari earning per share dasar/awal berdasarkan rata-rata tertimbang
saham biasa yang beredar ($3), hitung ulang earning per share dengan
menambahkan efek yang terkecil dari langkah nomer 2. Jika hasil dari
perhitungan ini kurang dari $3, lanjutkan ke angka yang lebih kecil berikutnya
dan hitung ulang. Lanjutkan proses ini selama hasil penghitungan ulang lebih
kecil dari hasil penghitungan ulang sebelumnya. Proses penghitungan ulang
akan berakhir ketika tidak ada lagi sekuritas yang harus diuji atau sebagian
sekuritas bertahan atau meningkatnya earning per share.

Dari contoh kasus Webster di atas, langkah pertama perhitungan ulang eps adalah
dengan menentukan efek yang ditimbulkan dari secara berurutan adanya hak opsi
(dengan metode saham treasury), utang obligasi convertible 8%, 10% , dan saham
preferen convertible 10% kumulatif.

1. Efek dari opsi (dengan metode saham treasuri)


- Menghitung jumlah nilai opsi yang dapat diexercise dan kemudian dibagi
dengan harga rata-rata pasar dari saham biasa didapatkan jumlah saham
treasuri yang bisa didapatkan oleh perusahaan jika opsi diexercise.
- Menghitung jumlah lembar saham yang dapat dibeli kembali selain saham
treasuri yang sudah diexercise dengan cara mengurangi jumlah lembar
saham yang di opsi dengan jumlah saham treasuri yang sudah diexercise.
- Karena tidak ada incremental numerator effect dari perhitungan ini, maka
tidak ada efek yang diberikan opsi ini.
2. Efek dari Utang Obligasi 8% (jika dikonversikan menjadi saham biasa)
- Menghitung beban bunga untuk tahun tersebut yaitu 8% x nilai nominal
obligasi.
- Mengurangkan beban bunga tersebut dengan pajak untuk bunga tersebut
dengan tarif 40%.
- Menghitung efek dari utang obligasi 8% dengan membagi beban bunga
bersih setelah pajak dengan jumlah lembar saham yang dapat
dikonversikan dari 2,500 lembar utang obligasi dengan 40 lembar saham
biasa per 1 lembar utang obligasi.
3. Efek dari Utang Obligasi 10% (jika dikonversikan menjadi saham biasa)
- Menghitung beban bunga untuk tahun tersebut yaitu 10% x nilai nominal
obligasi.
- Mengurangkan beban bunga tersebut dengan pajak untuk bunga tersebut
dengan tarif 40%.
- Menghitung efek dari utang obligasi 8% dengan membagi beban bunga
bersih setelah pajak dengan jumlah lembar saham yang dapat
dikonversikan dari 2,500 lembar utang obligasi dengan 40 lembar saham
biasa per 1 lembar utang obligasi.
4. Efek dari Saham Preferen 10% kumulatif (jika dikonversikan menjadi saham
biasa)
- Menghitung dividen saham preferen
- Menghitung jumlah lembar saham biasa jika saham preferen
dikonversikan ke saham biasa dengan jumlah 4 lembar saham biasa per 1
lembar saham preferen.
- Menghitung efek dari saham preferen convertible kumulatif dengan
membagi dividen saham preferen dengan jumlah lembar saham biasa
yang dikonversi.

Langkah berikutnya adalah mengurutkan efek sekuritas terhadap earning per share
dari yang memberi efek terkecil sampai ke yang terbesar.

Langkah berikutnya adalah menghitung ulang earning per share.

1. Penghitungan ulang menggunakan efek dari opsi


- Menambahkan pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham dengan
incremental numenator effect dari opsi.
- Menambahkan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
dengan saham biasa yang dapat dibeli kembali selain saham treasuri yang
sudah diexercise.
- Membagi pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham dengan total
rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar.
2. Penghitungan ulang menggunakan efek dari utang obligasi 8%
- Menjumlahkan pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham dengan
beban bunga bersih setelah pajak.
- Menjumlahkan total rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
seperti poin (1) dengan jumlah saham biasa yang dapat dikonversikan.
- Membagi pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham dengan total
rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar.
3. Penghitungan ulang menggunakan efek dari utang obligasi 10%
- Menjumlahkan total pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham
pada poin (2) dengan beban bunga bersih setelah pajak.
- Menjumlahkan total rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
seperti poin (2) dengan jumlah saham biasa yang dapat dikonversikan.
- Membagi pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham dengan total
rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar.

4. Penghitungan ulang menggunakan efek dari saham preferen konvertibel 10%


kumulatif
- Menggunakan total pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham
pada poin (3) dijumlahkan dengan dividen saham preferen.
- Menjumlahkan total rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
seperti poin (3) dengan jumlah saham biasa yang dapat dikonversikan.
- Membagi pendapatan yang bisa dibagi ke pemegang saham dengan total
rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar.

Langkah berikutnya adalah menghentikan penghitungan ulang ketika ditemukan


bahwa sekuritas dilutive berikutnya tidak menghasilkan earning per share yang
lebih kecil dari penghitungan sebelumnya.