Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Tentang

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN DESAIN


PRODUK, PEMASARAN DAN KEWIRAUSAHAAN DI DESA SANCA
KECAMATAN CIATER KABUPATEN SUBANG

Oleh :

NAMA : INDAH PERMATA BENA


NPM : 200110150190
KELAS :E

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

SUMEDANG

2016

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan nikmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Pembangunan tak merata. Kemudian shalawat beserta
salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah
memberikan pedoman hidup yakni Al-Quran dan sunnah untuk keselamatan umat
di dunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas pada mata kuliah Komunikasi
Pembangunan di program studi Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas
Padjadjaran. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Unang
Yunasaf , S.Pt., M.Si., selaku dosen pembimbing mata kuliah Komunikasi
Pembangunan

Penyusun menyadari bahwa masih sangat banyak terdapat kekurangan-


kekurangan dalam penulisan makalah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan
kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.

Sumedang , 10 Oktober 2016

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 4

BAB I PENDAHULUAN 4

1.1 Latar Belakang 4

1.2. Identifikasi Masalah 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6

BAB III PEMBAHASAN 10

BAB IV PENUTUP 16

4.1 Kesimpulan 16
4.2 Saran 16

DAFTAR PUSTAKA

3
I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Komunikasi pembangunan adalah suatu komitmen untuk meliput secara
sistematik problematika yang dihadapi dalam pembangunan. Salah satu
terminologi komunikasi pembangunan adalah penyuluhan. Penyuluhan
diartikan seebagai proses pendidikan dengan sistem pendidikan non formal
untuk mengubah perilaku orang dewasa agar memiliki pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang lebih baik, sehingga sasaran dapat memilih dan
mengambil keputusan dari berbagai alternatif pengetahuan yang ada dan untuk
menyelesaikan permasalahan dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya.
Penyuluhan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat tersebut.
Pemberdayaan masyarakat merupakan langkah yang strategis dalam
meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian rakyat
terutama di pedesaan.
Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan sangat dibutuhkan oleh
masyarakat yang bergerak dalam usaha kecil menengah dan industri rumah
tangga, khususnya di daerah Sanca, Kecamatan Ciater. Aktivitas industri
rumah tangga di daerah ini sudah mulai berkembang baik, berawal dari
pemanfaatan hasil bumi oleh ibu rumah tangga pemenuhan kebutuhan sehari-
hari.
Hal ini menjadi perhatian sehingga perlu adanya penyuluhan mengenai
desain produk, pemasaran dan kewirausahaan. Tujuannya untuk memberi
informasi kepada masyarakat mengenai halhal yang harus dilakukan setelah
proses produksi. Metode dari kegiatan ini adalah metode deskriptif yang
memaparkan pentingnya penyuluhan desain produk, pemasaran dan
kewirausahaan dengan melakukan dialog interaktif dengan pelaku usaha.

1.2 Identifikasi Masalah

4
1. Bagaimana proses penyuluhan desain produk, pemasaran dan
kewirausahaan di desa Sanca?
2. Bagaimana tingkat keberhasilan penyuluhan desain produk, pemasaran
dan kewirausahaan di desa Sanca?

II

KERANGKA TEORI

5
Menurut Mardikanto (2005), berbagai pemahaman yang terjadi di
masyarakat dalam mengartikan penyuluhan, hanya sebatas kegiatan penyampaian
informasi, perkunjungan, sosialisasi, tetapi dalam perspektif ilmu penyuluhan
memiliki makna yang tidak sesederhana itu. Sebagai proses, maka kegiatan
penyuluhan mencakup kegiatan edukasi, diseminasi / penyebarluasan informasi,
fasilitasi, konsultasi, supervisi, serta monitoring dan evaluasi. Sedangkan tujuan
penyuluhan juga tidak sekedar penyampaian informasi, melainkan sampai dengan
terjadinya perubahan perilaku penerimanya. Perubahan tersebut tidak dilakukan
melalui pemaksaan, melainkan proses belajar mengajar (Mulyana Deddy, 2000).

Menurut Undang-undang tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan


dan Kehutanan Nomor 16 Tahun 2006, pengertian penyuluhan dijelaskan pada
Bab I Pasal 1 (1): Penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan yang selanjutnya
disebut penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku
usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya
dalam mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya
lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,
pendapatan dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam
pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Menurut Marzuki (2008), pengertian penyuluhan adalah proses pendidikan


dengan sistem pendidikan non formal untuk mengubah perilaku orang dewasa
agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang lebih baik, sehingga
sasaran dapat memilih dan mengambil keputusan dari berbagai alternatif
pengetahuan yang ada dan untuk menyelesaikan permasalahan dalam upaya
meningkatkan kesejahteraannya. Dari pengertian ini konsep-konsep penting yang
terkait dengan penyuluhan adalah:

1. Proses pendidikan (pendidikan non formal dan pendidikan orang dewasa)


2. Proses perubahan (menuju perilaku yang baik, sesuai yang diiinginkan)
3. Proses pemberdayaan (memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baru).

6
Robinson (1994) menjelaskan bahwa pemberdayaan adalah suatu proses
pribadi dan sosial; suatu pembebasan kemampuan pribadi, kompetensi, kreatifitas
dan kebebasan bertindak. Sedangkan Ife (1995) mengemukakan bahwa
pemberdayaan mengacu pada kata empowerment, yang berarti memberi daya,
memberi power (kuasa), kekuatan, kepada pihak yang kurang berdaya.
Payne (1997) menjelaskan bahwa pemberdayaan pada hakekatnya
bertujuan untuk membantu klien mendapatkan daya, kekuatan dan kemampuan
untuk mengambil keputusan dan tindakan yang akan dilakukan dan berhubungan
dengan diri klien tersebut, termasuk mengurangi kendala pribadi dan sosial dalam
melakukan tindakan.. Orang-orang yang telah mencapai tujuan kolektif
diberdayakan melalui kemandiriannya, bahkan merupakan keharusan untuk
lebih diberdayakan melalui usaha mereka sendiri dan akumulasi pengetahuan,
ketrampilan serta sumber lainnya dalam rangka mencapai tujuan tanpa tergantung
pada pertolongan dari hubungan eksternal.
Pranarka & Vidhyandika (1996) menjelaskan bahwa proses
pemberdayaan mengandung dua kecenderungan. Pertama, proses pemberdayaan
yang mene-kankan pada proses memberikan atau mengalihkan sebagian kekuatan,
kekuasaan atau kemampuan kepada masyarakat agar individu lebih berdaya.
Slamet (2003) menjelaskan lebih rinci bahwa yang dimaksud
denganmasyarakat berdaya adalah masyarakat yang tahu, mengerti, faham
termotivasi,berkesempatan, memanfaatkan peluang, berenergi, mampu
bekerjasama, tahu berbagai alternative, mampu mengambil keputusan, berani
mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi dan mampu
bertindak sesuai dengansituasi. Proses pemberdayaan yang melahirkan
masyarakat yang memiliki sifat seperti yang diharapkan harus dilakukan secara
berkesinambungan dengan mengoptimalkan partisipasi masyarakat secara
bertanggungjawab.
Jamasy (2004) mengemukakan bahwa konsekuensi dan tanggungjawab
utama dalam program pembangunan melalui pendekatan pe mberdayaan adalah
masyarakat berdaya atau memiliki daya, kekuatan atau kemampuan. Kekuatan
yang dimaksud dapat dilihat dari aspek fisik dan material, ekonomi, kelembagaan,

7
kerjasama, kekuatan intelektual dan komitmen bersama dalam menerapkan
prinsip-prinsip pemberdayaan.
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai
pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan,
baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki
arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda,
"desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu
berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk benda nyata.Proses desain
pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai macam
aspek lainnya dengan sumber data yang didapatkan dari riset, pemikiran,
brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini,
proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul
istilah "perancangan proses". Salah satu contoh dari perancangan proses adalah
perancangan proses dalam industri kimia.
Penggunaan istilah design atau desain bermula dari gambar teknik
arsitektur (gambar potong untuk bangunan) serta di awal perkembangan, istilah
desain awalnya masih berbaur dengan seni dan kriya. Di mana, pada dasarnya seni
adalah suatu pola pikir untuk membentuk ekpresi murni yang cenderung fokus
pada nilai estetis dan pemaknaan secara privasi. Sedangkan desain memiliki
pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas fundamental seni dengan tidak
hanya menitik-beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan latar
industri secara massa, yang memang pada realitanya pengertian desain tidak
hanya digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga dalam bidang teknologi,
rekayasa. Desain proses, berbeda dengan proses desain, adalah perencanaan yang
digunakan untuk membuat langkah-langkah dalam menciptakan suatu desain.
Secara lebih mudah berarti perancangan. Proses desain ini termasuk ke dalam
ilmu desain, bukan metode desain, dan banyak dibutuhkan oleh perusahaan, salah
satunya adalah industri manufaktur. ( Suhardiyono, 1990)
Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah aktivitas, serangkaian
institusi, dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan
mempertukarkan tawaran yang bernilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan
masyarakat umum. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia

8
yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang
manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada
segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak
hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya
yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka
manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan
sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan
kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai
dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang
(place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja
dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki
pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat
tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak
konsumen yang dituju.
Perubahan selera konsumen, lingkungan ekonomi dan persaingan yang
semakin tajam membuat peranan pemasaran sangat penting untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan mendapatkan
laba bagi perusahaan. Peran pemasaran sangat penting untuk mengetahui
keinginan konsumen dan perusahaan berusaha memenuhinya.

III
PEMBAHASAN

9
Kegiatan penyuluhan desain produk, pemasaran dan kewirausahaan ini
telah dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat
berlangsung selama satu hari pada hari Kamis, 27 Januari 2011 bertempat di GOR
Balai Desa Sanca. Materi ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Teeknologi Ilmu
Pngan, Bapak Dwi Purnomo S.Tp., M.T.
Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode pengarahan dan
bimbingan dengan cara penyuluhan serta juga dengan cara peragaan dan
demontrasi cara-cara pengaplikasian sistem manajemen usaha dan sistem
informasi sederhana yang aplikatif bagi usaha pengolahan hasil bumi seperti
nenas yang menjadi komoditas utama.
Pembicara, memberikan penyuluhan dengan menggunakan power point
dan terdapat beberapa gambar sehingga penyampaian lebih menarik. Bahasa yang
digunakan juga ringan, sehingga mudah untuk dimengerti oleh masyarakat.
Awal kegiatan, materi ini berisi tentang perbandingan produk Indonesia
dengan Malaysia. Malaysia telah memiliki SDM yang lebih kreatif didalam
pengolahan pangan, dari kualitas produk pangan hingga pengemasan yang
menarik. Isi mater ini dapat membangkitkan semangat masyaraakat untuk berpikir
lebih kreatif dalam pengolahan produk pangan dan pemasarannya. Setelah
membandingkan produk Indonesia dengan produk Malaysia, materi berikutnya
adalah mengenai desain keamanan suatu produk. Materi ini dapat membimbing
masyarakat mengenai desain yang aman bagi produk. Selain dengan pengemasaan
yang menarik juga kemasan produk yang aman. Materi berikutnya adalah
mengenai pemasaran, produk harus dikembangkan agar pemasaran juga berlanjut
dan untuk memasarkan suatu produk juga harus memiliki konsep untuk dapat
bersaing kedunia pasar yang lebih luas.
Kegiatan terakhir penyuluhan adalah mengenai pengembangan perubahan
dan keberhasilan, hal ini berawal dari visi misi, program kerja, sumberdaya modal
dan manusia, keterampilan professional, motivasi dan intensif
Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan desain produk, pemasaran
dan kewirausahaan di Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Sumedang
merupakan sebuah bentuk komunikasi pembangunan. Terminologi komunikasi

10
pembangunan yang dipakai adalah penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat
dalam hal pengembangan masyarakat.

3.1. Kaitan dengan Penyuluhan


Penyuluhan berasal dari kata suluh, yang berarti obor. Dalam arti kata,
mampu memberi penerangan, dari keadaan yang gelap menjadi terang.
Penyuluhan merupakan jenis khusus pendidikan pemecahan masalah
(problem solving) yang berorientasi pada tindakan, mengajarkan,
mendemontrasikan dan memotivasi sesuatu. Fungsi penyuluhan
dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara praktik yang biasa
dijalankan oleh masyarakat dengan pengetahuan umum dan teknologi yang
berkembang secara dua arah (two way traffic).
Kegiatan pelaksanaan ini menggunakan metode pengarahan dan
bimbingan dengan cara penyuluhan serta dengan cara peragaan dan
demontrasi cara-cara pengaplikasian sistem manajemen usaha dan sistem
informasi sederhana yang aplikatif bagi usaha pengolahan hasil bumi
tersebut. Penyuluhan yang dilakukan berguna untuk mengajak, membimbing,
memotivasi masyarakat dalam pengembangan kehidupannya dengan cara-
cara baru (inovasi) yang lebih mudah.
Kegiatan penyuluhan yang lain mengenai pengembangan perubahan dan
keberhasilan. Pengembangan perubahan dan keberhasilan berawal dari visi,
dilanjutkan dengan misi, program kerja, sumber daya modal, dan manusia,
keterampilan proffessional serta motivasi dan intensif.
Kegiatan penyuluhan bertujuan agar masyarakat di desa Sanca bisa
mengembangkan potensi alam yang ada dan bisa bersaing dengan produk-
produk dari desa lainnya.

3.2. Kaitannya dengan Pengembangan Masyarakat


Community development atau pengembangan masyarakat dikaitkan
dengan usaha memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan
dan pendayagunaan sumber sumber yang ada pada dan menekankan prinsip
partisipasi sosial. Konsep pengembangan masyarakat memiliki fokus pada
upaya menolong anggota masyarakat memiliki kesamaan minat untuk bekerja

11
sama mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melalukan kegiatan
bersama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk pengembangan masyarakat itu
sendiri. Seperti pada materi membandingkan antara produk Indonesia dengan
produk Malaysia. Materi ini dapat membimbing masyarakat mengenai desain
yang aman bagi produk, desain proses yang aman, manufaktur yang aman, dan
penggunaan produk yang aman bagi konsumen. Maka akan menghasilkan
suatu produk, selain dengan pengemasan yang menarik juga kemasan prroduk
yang aman. Masyarakat yang sebelumnya tidak mengerti bagaimana
mendesain produk dan akhirnya mengerti. Hal ini menjadi pengembangan
masyarakat sehingga masyarakat itu dapat diberdayakan untuk tujuan
memperbaiki kualitas hidup di masyarakat Desa Sanca.

3.3. Kaitan dengan Model Komunikasi


Model komunikasi yang dipakai dalam penyuluhan adalah Model
komunikasi Lasswell
Model komunikasi Lasswell merupakan ungkapan verbal berikut ini:
Who
Says what
In which channel
To whom
With what effect?

Unsur sumber (who) mengundang pertanyaan mengenal pengendalian


pesan. Unsur pesan (say what) merupakan bahan untuk analisis isi. Saluran
komunikasi (In which channel) menarik untuk mengkaji mengenal analisis
media. Unsur penerima (To whom) banyak digunakan untuk studi analisis
khalayak. Unsur pengaruh (with what effect) berhubungan erat dengan kajian
mengenai efek pesan pada khalayak. Oleh karena itu, model Lasswell ini
banyak diterapkan dalam komunikasi massa.

12
Komunikasi pada penyuluhan ini juga penting untuk kelancaran dalam
penyuluhan, sesuai dengan model komunikasi lasswell ada lima unsur
komunikasi pada penyuluhan ini yaitu:
1. Sumber (source), sumber dari komunikasi ini adalah pembicara atau orang-
orang yang melakukan penyuluhan di Desa Sanca
2. Pesan (Meesage). Informasi yang ingin dii berikan berkaitan dengan desain
produk, pemasaran dan kewirausahaan. Hal ini tentu bermanfaat agar
konsumen bisa tertarik pada produk di Desa Sanca dan untuk
memberdayakan masyarakat tersebut.
3. Saluran (media), media yang diguanakan adalah media elektronik yaitu
penyuluhan dengan menggunakan power point dan terdapat beberapa gambar
sehingga penyampaian lebih menarik, bahasa yang digunakan juga ringan
sehingga mudah dimengerti oleh masyarakat.
4. Penerima (receiver), sasaran dari penyuluhan ini adalah masyarakat yang
memiliki industri kecil di daerah Sanca Kecamatan Ciater, Kabupaten
Subang.
5. Efek (effect), efek dari penyuluhan ini adalah masyarakat di Desa Sanca
termotivasi untuk memperrbaiki beberapa permasalahan dalam pengolahan
pangan pada produk mereka sehingga kehidupam masyarakat dapat lebih baik
lagi.

3.4. Tingkat keberhasilan


Indikator dari kegiatan yaitu:
a. Pengelolaan
Sebelum kegiatan usaha pengelolaan diusahakan dengan pencatatan
sederhana dan setelah kegiatan adanya usaha pengelolaan diusahakan dengan
pencatataan sederhana yang baik dan teratur.
b. Rencana usaha
Sebelum kegiatan masyarakat belum memiliki rencana pengembangan
usahanya dan setelah kegiatan adanya kesadaran masyarakat dan
keterampilan untuk rencana pengembangan usahanya

13
c. Pemasaran dan kelembagaan
Sebelum kegiatan belum adanya sistem pemasaran yang efektif dan
memperkenalkan situs pemasaran dan setelah kegiatan adanya aktivitas
pengaktifan pemasaran agar dapat diakses oleh masyarakat luas.

Pada kegiatan penyuluhan yang dilakukan, awalnya masyarakat tidak tahu


bagaimana mengembangkan potensi alam yang mereka miliki untuk
dipasarkan sehingga memiliki nilai tambah bagi sektor ekonomi sehingga
dapat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu,
mereka juga belum memahami pentingnya menjaga kehigienasan pada saat
dan pengolahan produk.
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta yang hadir mulai termotivasi untuk
memperbaiki beberapa permasalahan dalam pengolahan pangan pada pangan
pada produk mereka. Mereka mulai menyadari pentingnya kehigienisan untuk
bersaing dengan dunia pasar yang lebih luas.
Dalam kegiatan juga dibahas mengenai bahan pewarna makanan yang
masyarakat gunakan. Mereka sadari bahwa hal itu dapat mengurangi
keminatan konsumen terhadap produk pangan mereka didunia pasar yang
lebih luas sehingga mereka akan mengatasi masalah pewarnaan makanan ini.
Permasalahan yang lebih mencolok selain kehigienisan, untuk dapat
menembus pasar yang lebih luas adalah mengenai pengemasan. Selama ini
produsen rumah tangga untuk pengemasan hanya dengan merekatkan
memakai streples atau lilin. Solusi yang didapatkan dari penyuluhan bisa
mengemas produk dengan menggunakan alat pres plastik (sealer) yang
berfungsi untuk merekatkan kedua bagian plastik.
Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat sangat antusias, hal
ini disebabkan jarangnya masyarakat mendapat pengetahuan yang
disampaikan pemateri berupa manajerial pemasaran usaha rumah tangga.
Pada sesi tanya jawab peserta banyak bertanya mengenai pemasaran produk
dan kendala yang dialami. Kurangnya perhatian dari pemerintah dalam hal
pemberdayaaan sumber daya pengusaha rumah tangga atau usaha kecil
menengah di pedesaan.

14
IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
1. Penyuluhan merupakan jenis khusus pendidikan pemecahan masalah
(problem solving) yang berorientasi pada tindakan, mengajarkan,
mendemontrasikan dan memotivasi sesuatu.
2. Tujuan penyuluhan untuk menjembatani kesenjangan antara praktik yang
biasa dijalankan oleh masyarakat dengan pengetahuan umum dan teknologi
yang berkembang secara dua arah (two way traffic) dan memberdayakan
masyarakat agar kualitas hidunya meningkat.

15
3. Penyuluhan desain produk, pemasaran dan kewirausahaan di Desa Sanca
Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, sudah berhasil dilakukan. Hal ini
terbukti melalui cara masyarakat menanggapi penyuluhan dan berubahnya
perilaku serta tindakan masyarakat.

4.2. Saran
Penyuluhan sangat penting untuk meningkatkan kualitas masyarakat serta
menambah pengetahuan masyarakat. Peran pemerintah dalam hal penyuluhan juga
sangat diperlukan

DAFTAR PUSTAKA

Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Remaja


rosdakarya
Suhardiyono. 1990. Penyuluhan : Petunjuk bagi penyuluh pertanian. Jakarta:
Erlangga
Laporan KKNM Integratif Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.
Yunasaf, Unang. 2012. Komunikasi Pembangunan. Bnadung: Unpad Press

16