Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS KEBUTUHAN DOKTER UMUM DI RSUD KOTA BEKASI

TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Rumah Sakit Umum Kota Bekasi dalam menjalankan roda pelayanannya dalam
masalah kesehetan di wilayah kota Bekasi sudah mengalami perkembangan yang pesat yaitu
menuju suatu layanan yang berkelas A sehingga dapat menjangkau dan memberikan layanan
kesehatan spesialistik dan subspesiaistik yang bukan hanya segi kuantitas tetapi kwalitas
layanannya.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka Rumah Sakit Umum Kota Bekasi sudah
melakukan beberapa langkah langkah yang kongkrit yaitu berusaha menambah jenis dan
jumlah layanan dengan membangun beberapa fasilitas pelayanan yang belum ada sebelumnya
dan menambah serta memperbaiki beberapa fasilitas yang sudah ada. Salah satu fasilitas yang
sedang dikerjakan adalah menambah unit perawatan kelas 3, unit stroke, Unit perawatan Jiwa,
Unit pelayanan Paru komprehensif dan unit pelayanan Jantung dan Pembuluh darah
Komprehensif dan unit Rehabitasi Napza Rawat jalan serta penambahan fasilitas pada unit
rehabilitasi medik, uni rawat Inap, dan Unit radiologi.
Sesuai dengan jumlah fasilitas yang bertambah, maka dibutuhkan juga penambahan
jumlah SDM yang nantinya akan bekerja pada unit-unit lama dan unit-unit yang baru yang
akan beroperasional pada pertengahan 2017. Dokter umum sebagai lini pertama pada layanan
di Rumah Sakit pada tingkat primer juga membutuhan penambahan tenaga untuk mengisi unit-
unit tertentu seseuai dengan kompetensinya. Untuk itu perlu adanya analis tenaga dokter umum
di RSUD Kota Bekasi sebagai dasar permintaan tenaga yang dibutuhkan pada tahun 2017.
Pada halaman berikutnya akan dipaparkan mengenai analisis situasi, analisis
permasalahan, perhitungan beban kerja dokter umum, dan analisis kebutuhan dokter umum
tahun 2017.

1.2. Rumusan Masalah


RSUD Kota Bekasi merupakan rumah sakit yang akan menuju ke pengembangan tipe
A. pemasalahan yang ada adalah belum pernah disusunnya analis kebutuhan dokter umum di
RSUD Kota Bekasi serta adanya penambahan unit-unit baru dimana dokter umum juga ikut
berperan dalam pelayanan di unit-unit baru tersebut dengan mempertimbangkan beban kerja,
standar kelonggaran, serta kuantitas kegiatan pokok dari waktu kerja yang tersedia serta
analisis kualifikasi tenaga dokter yang tepat dalam menjalankan atau menduduki jabatan atau
posisi yang sudah ditentukan yang sesuai dengan persyaratan kompetensi tenaga dokter umum
yang sudah ditetapkan.

1.3. Tujuan Analisis


1.3.1. Tujuan Umum
Analisis init bertujuan untuk menghitung jumlah kebutuhan dokter umum serta
kualifikasi berdasarkan kompetensi dokter umum yang bertugas di unit-unit di RSUD Kota
Bekasi

1
1.3.2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus analisis ini dibuat adalah :
1. Menghitung waktu kerja dokter umum di seluruh unit pelayanan di RSUD Kota
Bekasi
2. Menghitung beban kerja dokter umum di masing-masing unit pelayanan dan di
selurh unit Pelayanan di RSUD Kota Bekasi.
3. Menghitung standar kelonggaran dokter umum di seluruh unit pelayanan di RSUD
Kota Bekasi
4. Menghitung Kuantitas kegiatan pokok dokter umum di seluruh unit pelayanan di
RSUD Kota Bekasi
5. Menghitung jumlah kebutuhan dokter umum di seluruh unit pelayanan di RSUD
Kota Bekasi
6. Mengetahui kualifikasi dokter umum yang dibutuhkan untuk pelayanan di seluruh
unit pelayanan di RSUD Kota Bekasi sesuai dengan kompetensinya.

1.4. Manfaat Analisis


Secara aplikatif analisis ini dapat memberikan gambaran kegiatan dan beban kerja
seluruh dokter umum yang akan digunakan sebagai dasar permintaan kebutuhan tenaga dokter
umum pada tahun 2017 dengan menggunakan metode WISN (Workload indicator staff needs).

1.5. Ruang Lingkup Analisis


Adapun ruang lingkup analisis kebutuhan dokter umum di RSUD Kota Bekasi adalah
sebagai berikut :
1. Analisis Situasi Tenaga dan Penempatan dokter umum saat ini.
a. Jenis Kompetensi dokter umum
b. Unit kerja dokter umum
c. Kinerja Dokter umum di seluruh unit di RSUD Kota Bekasi tahun berjalan
d. Rencana pengembangan unit kerja dokter umum di RSUD Kota Bekasi tahun
2017
2. Perhitungan dengan WISN
a. Penetapan waktu kerja tersedia
b. Penetapan Unit Kerja dan Kategori SDM
c. Menyusun Standara Beban Kerja
d. Menyusun Standar Kelonggaran
e. Menghitung Kebutuhan Dokter Umum per unit kerja
3. Penetapan jumlah kebutuhan dokter umum di RSUD Kota Bekasi tahun 2017

2
II. ANALISIS SITUASI TENAGA DAN PENEMPATAN DOKTER UMUM
2.1. Jenis Kompetensi Dokter Umum
Kompetensi dokter umum adalah kompetensi yang ditetap sesuai dengan ketetapan dari
Perkonsil no 11 tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter Indonesia dan SK PB IDI no.
1530/PB/A.4/12/2014 serta untuk di rumah sakit ditambahkan dengan kompetensi tambahan
yang hanya bisa dilakukan di Rumah sakit melalui tambahan pelatihan khusus untuk
kompetensi terstentu sesuai unit pelayanan masing-masing dokter umum sesuai penugasan dari
direktur.
Jenis Kompetensi dokter umum dan tambahan pelatihan yang diperlukan untuk dokter
umum yang dapat dilakukan di RSUD Kota bekasi dapat dilihat pada tabel 2.1.

Tabel 2.1.
Jenis Kompetensi dokter umum dan Tambahan Pelatihan yang diperlukan

No Jenis Kompetensi Dokumen Pelatihan Tambahan


1 Standar Kompetensi Dokter SKDI dan SK PB IDI Tidak ada
Indonesia (180 Penyakit)
2 Penatalaksanaan SKDI dan Sura ATLS, ACLS, PPGD
Kegawatdaruratan Medik Penugasan Klinis
Direktur
3 Penatalaksanaan Surat Penugasan Pelatihan Resusitasi
Kegawadarutan Neonatus Direkur Neonatus
4 Penatalaksanaan Pasien-pasien Surat Penugasan Pelatihan ICU
Kritis Direktur
5 Medical Check up Surat Penugasan Pelatihan Hiperkes
Direktur dan surat
Penugasan dari
Kemkes
6 VCT dan Pemberian ARV Surat Penugasan Pealtihan VCT dan ARV
Direktur
7 Penatalaksanaan Pasien Surat Penugasan Pealihan Konselor adiksi
ADIKSI klinis Direktur dan ISCAN
8 Perawatan pasien Hemodialisa Surat Penugasan Pelatihan Hemodialisa
klinis direktur
9 Bantuan Hidup Dasar Surat Penugasan Pelatihan BHD dan Code
klinis direktur blue management
10 Penatalaksanaan pasien kritis Surat Penugasan Pelatihan Advance
Neurologi klinis direktur Neurologi Life Support
11 Penatalaksanaan Pasien-pasien Surat Penugasan ISCAN dan Pelatihan
Adiksi klinis direktur Konseling Adiksi

3
2.2. Unit Kerja dan Kerja Dokter Umum dan Tenaga Dokter Umum yang Tersedia
Sesuai dengan kompetensi dasar dokter umum dan kompetensi tambahan yang didapat
setelah melalui pelatihan-pelatihan khusus maka unit kerja dokter umum sekarang yang
memang sudah disepakati bersama antara manajemen dan fungsional dokter serta Komite
medik adalah sebagai berikut :
1. Instalasi Gawat Darurat
2. Unit Medical Check Up
3. Poliklinik Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM)
4. Poliklinik VCT
5. Unit PONEK
6. Instalasi Hemodialisa
7. Unit Case Mix
8. ICU/PICU
9. Instalasi Radiologi (Ka Instalasi)
10. Instalasi KMKP (Ka. Instalasi)
11. Instalasi Gawat Darurat (Ka. Instalasi)
12. Instalasi Rawat Jalan (Ka Instalasi)
Dokter umum fungsional yang sekarang terdaftar sebagai tenaga pegawai di RSUD kota
bekasi memliki status sebagai tenaga PNS, Tenaga BLUD, dan Dokter Tamu, dengan jumlah
total dokter umum teregistrasi di Kepegawaian yaitu 26 dokter umum. Daftar Nama dokter dan
unit kerja masing-masing dokter dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2.
Daftar Nama Dokter Umum yang terdaftar di kepegawaian di RSUD Kota Bekasi sampai
bulan Oktober 2016.

No Nama Dokter Jenis Pegawai Keterangan


1 dr. Aditya Yanuarani PNS Aktif
2 dr. Andri Wisnu Aji BLUD Aktif
3 dr. Corry Christina Hutagalung PNS Aktif
4 dr. Djuanto PNS Aktif
5 dr. Eka Aprilia PNS Aktif
6 dr. Firdaus Jaya Permana, MARS PNS Aktif
7 dr. H. Apifuddin Ahmad PNS Aktif
8 dr. Tejo Priyanto PNS Aktif
9 dr. Helena Silalahi PNS Aktif
10 dr. Hera Agustina, MKM PNS Aktif
11 dr. Hj. Eni Triwahyuni PNS Aktif/ Rencana pindah
Januari 2017
12 dr. Hj. Hendar Munasty PNS Aktif
13 dr. Iwan Hendriawan PNS Aktif
14 dr. Librianti PNS Aktif
15 dr. Linda Silviana Indrusdati PNS Aktif
16 dr. Lita Hasnah P. BLUD Tubel/ masih membantu
pelayanan
17 dr. Ratna Dewi Suriani A, MKKK PNS Aktif
18 dr. Reza Hardian Natsir BLUD Aktif

4
19 dr. Richard Sabar Nelson S. PNS Aktif
20 dr. Santi Jojor Sitorus PNS Tubel/ masih sesekali
membantun pelayanan
21 dr. Teffy Aulia Merry Dame PNS Tubel/ masih sesekali
membantun pelayanan
22 dr. Tri Dini Lestari BLUD Aktif
23 dr. Wibawa Kurniawan PNS Aktif
24 dr. Yasni Rufaidah Zainuddin, PNS Aktif
MKM
25 dr. Aliza Ramadhani Putriana Dokter Tamu Aktif
26 dr. Eliati Susiana Dokter Tamu Aktif
27 dr. Dito Dokter Tamu Aktif

Dokter umum tersebut ditempatkan di unit-unit dan Instalasi tersebut di atas, dan
selaian sebagai fungsional dokter, ada beberapa dokter umum yang ditugaskan sebagai
fungsional manajerial di beberapa unit dan instalasi di RSUD Kota Bekasi dan memegang
jabatan tertentu di unit atau instalsi tersebut. Daftar unit kerja dokter umum dan jabatan dokter
umum di RSUD Kota Bekasi dapat dilihat pada tabel 2.3.
Tabel 2.3.
Daftar Unit kerja Dokter umum yang Aktif dan Jabatannya di Unit Kerjanya

No Nama Dokter Unit Kerja Jabatan


1 dr. Aditya Yanuarani Rawat Inap dan VCT Fungsional dokter
2 dr. Andri Wisnu Aji Rawat Inap dan Case Fungsional dokter
Mix
3 dr. Corry Christina Hutagalung Rawat Inap, dan IGD Fungsional dokter
4 dr. Djuanto IGD Fungsional dokter/
Ka IGD
5 dr. Eka Aprilia Rawat Inap dan PONEK Fungsional dokter
6 dr. Firdaus Jaya Permana, MARS IGD Fungsional dokter
7 dr. H. Apifuddin Ahmad VCT Fungsional dokter
8 dr. Tejo Priyanto IGD Fungsional dokter
9 dr. Helena Silalahi Rawat Inap, dan MCU Fungsional dokter/
Sub komite medic
10 dr. Hera Agustina, MKM MCU Fungsional dokter/
Ka. PKRS
11 dr. Hj. Eni Triwahyuni IGD dan Radiologi Fungsional dokter/
Ka. Instalasi
Radiologi
12 dr. Hj. Hendar Munasty IGD dan PTRM Fungsional dokter
13 dr. Iwan Hendriawan IGD dan Unit Fungsional dokter
Hemodialisa
14 dr. Librianti IGD dan Rawat Jalan Fungsional dokter/
Ka. Instalasi Rawat
Jalan
15 dr. Linda Silviana Indrusdati Rawat Inap dan ICU Fungsional Dokter
16 dr. Lita Hasnah P. Rawat Inap Fungsional Dokter

5
17 dr. Ratna Dewi Suriani A, MKKK MCU dan K3RS
Fungsional Dokter/
Ka. Intalasi K3RS
18 dr. Reza Hardian Natsir Rawat Inap, PONEK, Fungsional Dokter
IGD
19 dr. Richard Sabar Nelson S. IGD, dan PTRM Fungsional Dokter/
Ka. KSM Umum/
Ka. Pokja PTRM
20 dr. Santi Jojor Sitorus Rawat Inap Fungsional Dokter
21 dr. Teffy Aulia Merry Dame Rawat Inap Fungsional Dokter
22 dr. Tri Dini Lestari Rawat Inap, IGD dan Fungsional Dokter
PONEK
23 dr. Wibawa Kurniawan IGD Fungsional Dokter
24 dr. Yasni Rufaidah Zainuddin, VCT dan Case mix Fungsional Dokter
MKM
25 dr. Aliza Ramadhani Putriana Rawat Inap Fungsional Dokter
26 dr. Eliati Susiana Rawat Inap Fungsional Dokter
27 dr. Dito Rawat Inap Fungsional Dokter

2.3. Kinerja Dokter Umum Tahun 2016

Dasar Perhitungan kinerja dokter umum pada tahun berjalan adalah beban kerja yang
terdiri ari beberapa indikator sebagai berikut :
1. Indikator Kwantitas
a. Jumlah pelayanan yang dilakukan dokter umum di masing-masing unit yang
dikonversikan ke waktu
b. Jumlah sift Jaga Dokter umum khusus di unit-unit yang buka 24 jam dan/atau
hari libur yaitu IGD, Instalasi Rawat Inap, PTRM
2. Indikator Kwalitas :
a. Kegiatan rapat dilingkungan KSM Umum
b. Kelengkapan Medical Record
c. Jumlah Jam Kerja Kehadiran di RSUD Kota Bekasi
3. Indikator Khusus sesuai dengan penugasan lain yang diberikan direktur yaitu
dokter-dokter umum yang diberikan tugas mengepalai beberapa instalasi dan unit
fungsional lainnya di RSUD Kota Bekasi yaitu :
a. Instalasi Gawat Darurat
b. Instalasi Rawat Jalan
c. Instalasi K3RS
d. Instalasi PKRS
e. Instalasi KMKP
f. Instalasi Radiologi
g. Kepala Kelompok Staf Medik Umum
Berdasarkan indikator-indikator di atas maka dihasilkan perhitungan kinerja rata-rata
bulan Januari Oktober 2016. Perhitungan kinerja ini dapat dilihat pada tabel 2.4.

6
Tabel 2.4.
Rata-rata Kinerja Dokter Umum bulan Januari Oktober 2016
No Nama Dokter Kinerja
1 dr. Aditya Yanuarani 105%
2 dr. Andri Wisnu Aji 180%
3 dr. Corry Christina Hutagalung 125%
4 dr. Djuanto 90%
5 dr. Eka Aprilia 110%
6 dr. Firdaus Jaya Permana, MARS 80%
7 dr. H. Apifuddin Ahmad 140%
8 dr. Tejo Priyanto 90%
9 dr. Helena Silalahi 120%
10 dr. Hera Agustina, MKM 120%
11 dr. Hj. Eni Triwahyuni 90%
12 dr. Hj. Hendar Munasty 100%
13 dr. Iwan Hendriawan 90%
14 dr. Librianti 75%
15 dr. Linda Silviana Indrusdati 135%
16 dr. Lita Hasnah P. 75%
17 dr. Ratna Dewi Suriani A, MKKK 120%
18 dr. Reza Hardian Natsir 140%
19 dr. Richard Sabar Nelson S. 100%
20 dr. Santi Jojor Sitorus 60%
21 dr. Teffy Aulia Merry Dame 120%
22 dr. Tri Dini Lestari 155%
23 dr. Wibawa Kurniawan 80%
24 dr. Yasni Rufaidah Zainuddin, MKM -
25 dr. Aliza Ramadhani Putriana 30%
26 dr. Eliati Susiana 100%
27 dr. Dito 80%

Pada tahun 2016 layanan dokter umum yang tertinggi pada Instalasi Gawat darurat
dengan jumlah layanan di IGD rata-rata perbulan 1907 pasien dengan berbagai tingkat
kegawatdaruratan, diikuti dengan Unit PTRM dan Unit VCT pada Instalasi Rawat Jalan.
Jumlah pasien yang dilayani di masing-masing unit dapat dilihat pada grafik 2.1. di bawah ini.

7
Grafik 2.1.
Rata-rata Layanan Dokter Umum pada Masing-masing Unit Kerja Tahun 2016

JUMLAH PELAYANAN

1907

750 836 828 780


395
51 200

2.4. Rencana Pengembangan Unit Kerja Dokter Umum tahun 2017

Berdasarkan data yang diambil dari bagian perencanaan RSUD Kota Bekasi maka
Rumah Sakit Umum Kota Bekasi akan mengembangkan unit-unit baru di Gedung Mayor
Oking. Pengembangan unit baru dapat dilihat pada tabel 2.5.
Pada unit-unit yang akan dikembangkan di Gedung Mayor Oking ada beberapa unit
memerlukan pelayanan yang dilakukan oleh dokter umum dan ada beberapa unit yang memang
tidak memerlukan pelayanan dokter umum. Berdasarkan data yang didapat dari bagian
perrencaaan RSUD Chasbulah AM Kota Bekasi di gedung Rumah Sakit Baru di Mayor Oking
akan disediakan 123 bed untuk rawat inap, 6 (enam) unit poliklinik, dan 2 unit Penunjang
medik yaitu Radiologi dan Laboratorium. Penambahan Layanan dan Kebutuhan Dokter di Unit
Baru dapat dilihat pada tabel 2.6.

8
Tabel 2.5.
Rencana Penambahan Unit Baru dan Penempatan Dokter Umum di Gedung Mayor Oking

Jumlah Dokter
No Unit Satuan
Bed Umum
1 Rawat Inap
a. Ruang ICU 4 Bed (+)
b. Intermediate 6 Bed (+)
c. Stroke Unit 23 Bed (+)
d. Ruang Paru non Infeksius 39 Bed (+)
e. Ruang Paru infeksius 45 Bed (+)
f. Rawat Inap Jiwa 6 Bed (+)
Total Bed 123 Bed (+)
2 Rawat Jalan
a. IRM 1 Unit (-)
b. Radiologi 1 Unit (-)
c. Poliklinik Saraf 1 Unit (-)
d. Poliklinik Adiksi 1 Unit (+)
e. Poli Paru baru 1 Unit (-)
f. Poli VCT 1 Unit (+)
g. Poli Subspesialis 1 Unit (-)
h. Laboratorium 1 Unit (-)

III. PERHITUNGAN KEBUTUHAN DOKTER UMUM DENGAN METODE


WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEED (WISN)

Berdasarkan panduan manual yang dikeluarkan oleh WHO, Workload Indicators of


Staffing Need (WISN) merupakan sebuah standar pengukuran kebutuhan tenaga kesehatan
berdasarkan indikator beban kerja. Metode WISN adalah alat mnajemen sumber daya yang
menghitung kebutuhan staf berdasarkan beban kerja untuk kategori staf tertentu dan jenis
fasilitas kesehatan. Dalam metode WINS ini ada beberapa hal yang dipertimbangkan sebagai
indikator dalam penyusunannya yaitu :

1. Waktu kerja yang tersedia (sesuai dengan peraturan yang berlaku)


2. Standar aktifitas
3. Standar beban kerja
4. Faktor kelonggaran
Analisis WISN terdiri dari perbedaan antara tenaga yang ada dengan tenaga yang
diperlukan.

9
3.1. Penetapan Waktu Kerja Tersedia
Pada Penetapan Waktu kerja Tersedia dapat dihitung dengan menggunakan rumus di
sebagai berikut :

Waktu Kerja Tersedia = A-(B+C+D+E+F+H)

Keterangan :
A = Hari Kerja dalan 1 tahun
B = Cuti Tahunan
C = Pendidikan dan Pelatihan PNS
D = Seminar
E = Ketidak hadiran Kerja
F = Hari Libur
G = Faktor Kelonggaran Sebagai Ka. Instalasi

Perhitungan Waktu Kerja Selama 1 tahun pada tahun 2017 memperhitungan semua
faktor-faktor di atas dengan perincian waktunya sesuai aturan kepegawaian adalah sebagai
berikut :
1. Hari Kerja Ideal PNS : 150 jam (1 bulan) x 12 : 7 = 150 hari/tahun
2. Cuti tahunan : 14 hari/tahun
3. Pendidikan dan Pelatihan PNS : 49 (jam) : 7 = 7 hari/tahun
4. Seminar : 6 hari/tahun
5. Hari Libur : 19 hari
6. Kelonggaran Sebagai Ka Instalasi : dihitung pada masing-masing Unit
Kelonggaran sebagai kepala intalasi adalah faktor yang berkaitan dengan waktu yang
digunakannya untuk melakukan aktifitasnya di Instalasi dalam kaitan dengan jabatannya
sebagai Kepala Instalasi, selain waktu yang digunkannya untuk melakukan pekerjaannya
sebagai dokter di unit-unit yang sudah ditentukan. Nilai dari faktor ini sudah disepakati
bersama sebelumnya antara direktur dengan Instalasi atau unit yang dikepalai oleh seorang
dokter umum. Perhitungan faktor Kelonggaran sebagai kepala Instalsi atau kepala Unit dapat
dilihat pada tabel 3.1.

10
Tabel 3.1.
Perhitungan Waktu Kelonggaran Sebagai Ka Instalasi atau Kepala Unit

Waktu Waktu tersedia (Jam)


No Unit
digunakan Aturan PNS Terpakai
1 ka Instalasi IGD 40% 150 60
2 Ka Instalasi Radiologi 40% 150 60
3 Ka Instalasi Rawat Jalan 40% 150 60
5 Ka KSM Umum 25% 150 37.5
6 Ka Instalasi PKRS 40% 150 60
7 Ka Instalasi K3RS 40% 150 60
Rata-rata (dalam Bulan) 56
Rata-rata (dalam tahun) 675
Pengurang waktu dalam 1 tahun 113
Pengurang hari adalah 16 hari kerja dalam 1 tahun

Total waktu kelonggaran yang terlihat pada tabel 3.1. adalah 113 menit atau 16 hari dalam satu
tahun, dan dipakai sebagai pengurang waktu tersedia untuk seluruh unit. Setelah dihitung faktor
kelonggaran sebagai kepala instalasi, maka dapat dihitung jumlah waktu kerja yang tersedia
untuk dokter umum di layanan selama 1 tahun pada tahun 2017. Perhitungan waktu kerja yang
tersedia untuk tahun 2017 dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2. Perhitungan Waktu Kerja Tersedia pada Tahun 2017

Kode Faktor Jumlah Keterangan


A Hari Kerja 257 Hari/tahun
B Cuti Tahunan 14 Hari/tahun
C Pendidikan dan Pelatihan PNS 7 Hari/tahun
D Seminar 6 Hari/tahun
E Ketidak Hadiran Kerja 0 Hari/tahun
F Hari Libur 19 Hari/tahun
G Kelonggaran sebagai Ka Instalasi 16 Hari/tahun
Waktu Kerja tersedia 195 Hari/tahun
Jam Kerja tersedia 1366 jam/tahun
Menit Kerja tersedia 81960 Menit/tahun
Menit Kerja dalam 1 bulan 6830 Menit/bulan

Dari Tabel di atas terlihat bahwa waktu kerja yang tersedia yang harus dipenuhi oleh
setiap dokter umum setiap bulannya setelah dikonversi ke dalam menit adalah 6830 menit.
3.2. Perhitungan Beban Kerja Existing
Dokter umum yang bekerja di RSUD Chasbulah AM Kota Bekasi tersebar di berbagai
unit di rumah sakit sesuai dengan kompetensinya dan pelatihan yang dimilikinya, sehingga
setiap dokter umum yang bekerja di berbagai unit melakukan jenis pelayanan yang bisa berbeda
pada setiap unitnya, serta waktu layanan yang berbeda pula. Dengan adanya perbedaan layanan
maka masing-masing unit memiliki perhitungan beban kerja yang berbeda pula. Perhitungan

11
beban kerja sesungguhnya yang dilakukan oleh dokter umum pada berbagai unit dihitung
secara spesifik sesuai unit yang dilayaninya. Perhitungan ini dapat dilihat pada tabel 3.3 sampai
tabel 3.10.
Tabel 3.3.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya pada Unit MCU
Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Pemeriksaan fisik 10 menit
2 MCU + Resume Sederhana 15 menit
3 MCU + Resume Kompleks 30 menit
rata-rata 18.33333333 menit
Pembulatan 15 menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 816 pasien
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 12240 menit
Dalam Jam 204 Jam

Total waktu yang diperlukan MCU untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam 1 bulan
adalah 12.240 menit atau 204 jam.
Tabel 3.4.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya pada Instalasi Gawat Darurat
Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Kategori 1 3 Menit
2 Kategori 2 10 Menit
3 Kategori 3 30 Menit
4 Kategori 4 60 Menit
5 Kategori 5 120 Menit
rata-rata 30 Menit
Pembulatan 45 Menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 1900 Pasien
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 85500 Menit
Dalam Jam 3562.5 Jam
Keterangan :
Kategori 1 : Zona Hijau
Kategori 2 : Zona Kuning
Kategori 3 : Zona Merah
Kategori 4 : Zona Merah/Kuning + tindakan kedaruratan
Kategori 5 : Tindakan Resusitasi

Total waktu yang diperlukan IGD untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam 1 bulan
adalah 85.500 menit atau 3562.5 jam.

12
Tabel 3.5.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya pada Unit PTRM

Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Pelayanan Pasien PTRM 5 menit
rata-rata 5 menit
Pembulatan 5 menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 750 pasien
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 3750 menit
Dalam Jam 63 Jam

Total waktu yang diperlukan unit PTRM untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam 1
bulan adalah 3.750 menit atau 63 jam.
Tabel 3.6.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya Unit PONEK

Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Pemeriksaan pasien PONEK 0 Menit
rata-rata 420 Menit
Pembulatan 20 Menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 1 Pasien
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 10500 Menit
Dalam Jam 175 Jam

Untuk Unit PONEK yang dihitung adalah jumlah jam kerja yang harus dipenuhi oleh
dokter sesuai jam kerja PONEK, karena jam kerja PONEK adalah 7 jam dalam sehari yaitu
mulai pukul 07.00 s/d 14.00 dan memang harus menunggu pasien pasien dating dan tidak boleh
meninggalkan unit kerja selama jam kerja yang sudah ditetapkan di atas. Pada tabel di atas
terlihat bahwa total waktu yang diperlukan Unit PONEK untuk menyelesaikan pekerjaannya
dalam 1 bulan adalah 10.500 menit atau 63 jam.
Tabel 3.7.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya Unit VCT (Voluntary Counselling and Testing)
Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Konsultasi ARV 15 menit
2 Konseling VCT 30 menit
rata-rata 22.5 menit
Pembulatan 20 menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 835 pasien
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 16700 menit
Dalam Jam 278 Jam
Total waktu yang diperlukan unit VCT untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam 1
bulan adalah 16.700 menit atau 278 jam.

13
Tabel 3.8.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya pada Instalasi ICU
Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Pemeriksaan pasien ICU 0 Menit
rata-rata 420 Menit
Pembulatan 420 Menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 1 pasien
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 10500 Menit
Dalam Jam 175 Jam

Instalasi ICU memiliki cara perhitungan beban kerja yang sama dengan cara
perhitungan beban kerja di unit PONEK. Total waktu yang diperlukan ICU untuk
menyelesaikan pekerjaannya dalam 1 bulan adalah 10.500 menit atau 175 jam.
Tabel 3.9.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya pada Unit Case Mix
Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Pemeriksaan Berkas Case Mix 15 Menit
rata-rata 15 Menit
Pembulatan 15 Menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 780 Berkas
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 11700 Menit
Dalam Jam 195 Jam

Total waktu yang diperlukan ICU untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam 1 bulan
adalah 11.700 menit atau 195 jam.
Tabel 3.10.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya pada Ruangan Rawat Inap (shift)
Sift Sift dalam
No Kegiatan
1 tahun 1 bulan Jam
1 Sift pagi 216 18 126
2 Sift Sore 1095 91.25 638.75
3 Sift Malam 1095 91.25 638.75
Total sift dalam Jam 200.5 1403.5
Total Sift Dalam Menit 84210
Total jam per gedung 701.75

Total waktu yang diperlukan Dokter Jaga Rawat Inap untuk menyelesaikan
pekerjaannya dalam 1 bulan adalah 84.210 menit atau 701.75 jam.

14
Tabel 3.10.
Perhitungan Beban Kerja Sesungguhnya pada Unit Hemodialisa
Rata-rata
No Kegiatan Satuan
waktu
1 Pelayanan Pasien Hemodialisa 10 menit
Skor rata-rata pasien yang diperiksa 525 pasien
Total waktu yang diperlukan 1 bulan 5250 menit
Dalam Jam 88 Jam

Total waktu yang diperlukan Dokter Jaga Rawat Inap untuk menyelesaikan
pekerjaannya dalam 1 bulan adalah 5.250 menit atau 88 jam.
3.3. Kebutuhan Tenaga Dokter Umum untuk Unit Baru dan Gedung Mayor Oking
Dengan mempertimbangkan perencanaan kebutuhan tenaga pada unit baru di Gedung
mayor oking dan temuan yang didapat oleh tim penilai akreditasi pada sistem akreditasi 2012
maka disusunlah jumlah kebutuhan dokter umum yang akan bertugas diunit baru pada gedung
mayor oking termasuk usulan penambahan tenaga dokter umum yang bertugas nantinya
sebagai menejer ruangan. Perhitungan penambahan tenaga dokter umum dengan unit baru
dapat dilihat pada tabel 3.11.

Tabel 3.11.
Perhitungan Kebutuhan Tenaga Dokter Umum di Unit Baru dan Gedung Mayor Oking
Jumlah Bed/unit
Ratio Keb
No Unit Ged Ged Total
Kebutuhan Dokter
Lama Baru
1 Case Manager 346 123 469 1 : 100 5
2 Unit Stroke 0 23 23 1 : 25 0.92
3 Unit Adiksi 1 1 2 1:1 0
Dokter Jaga Ruangan Gedung
3 3 6 1:1 4.673
4 Baru
Total 10

Total kebutuhan dokter untuk pengembangan unit baru dan gedung mayor oking adalah
10 orang dokter umum baru yang bertugas baik shift maupun non sift.

3.4. Kebutuhan Tenaga Dotker Umum Tahun 2017


Berdasarkan perhitungan beban kerja dokter umum yang sudah ada (Existing) dan
penambahan kebutuhan dokter di unit baru dan gedung mayor oking maka dapat dihitung total
kebutuhan dokter umum pada tahun 2017. Perhitungan kebutuhan dokter tahun 2017dapat
dilihat pada tabel 3.12.

15
Tabel 3.12.
Perhitungan Kebutuhan Dokter Umum Tahun 2017
Beban
Waktu
Kerja Kebutuhan
No Unit Kerja
Tahun Dokter
Tersedia
Berjalan
(menit) (menit)
1 MCU 12240 6830 1.7920937
2 IGD 85500 6830 12.5183016
3 PTRM 3750 6830 0.54904832
4 PONEK 10500 6830 1.53733529
5 VCT 16700 6830 2.44509517
6 ICU 10500 6830 1.53733529
7 Verifikator 11700 6830 1.71303075
8 Jaga Rawat Inap 84210 6830 12.329429
9 Hemodialisa 5250 6830 0.76866764
Total 35.1903367
Pembulatan 35
Kebutuhan dokter dengan penambahan unit
baru 10
Total Kebutuhan
dokter 45

Pada tabel 3.12. terslihat total seleruhan kebutuhan dokter umum di RS Chasbulah AM
tahun 2017 adalah 45 yang bertugas di Unit lama dan Unit baru, baik shift maupun non sift.
Untuk tenaga dokter yang aktif sampai sekarang adalah sebagai berikut :
1. Tenaga dokter tetap (PNS dan BLUD) : 21 orang
2. Dokter Tamu : 3 orang
3. Total dokter Tetap dan Tamu : 24 orang
Kekurangan dokter umum untuk tahun 2017 adalah sbb :
Kekurangan dokter = Total Kebutuhan dokter Total dokter yang ada
Kekurangan dokter = 45 24
= 21 dokter
Apabila semua unit beroperasi di tahun 2017 termasuk di gedung mayor oking maka
kekurangan tersebut harus dipenuhi kalau pelayanan merujuk kepada outcome bukan hanya
merujuk kepada output, dengan perngertian bahwa bukan Cuma kuantitas layanan yang
dibutuhkan tapi juga kualitas layanan juga yang dibutuhkan sehingga mutu layanan rumah sakit
bisa membaik dan bahkan Ekselen.

16
IV. PENUTUP
Analisis kebutuhan dokter umum ini dibuat sebagai dasar untuk perencanaan kebutuhan
dokter umum di Rumah Sakit Chasbullah AM tahun 2017. Model ini masih merupakan model
analisis yang masih jauh dari sempurna, kritik dan saran dari teman sejawat dan rekan-rekan
kerja lainnya diharapkan dapat menyempurnakan analisis kebutuhan dokter umum ini untuk
kemajuan kita bersama.

Bekasi, 21 Desember 2016


Ka. KSM Umum

TTD

dr. Richard S.N. Siahaan


NIP. 19741128 2008 01 1 004

17