Anda di halaman 1dari 7

IMPLEMENTASI PSAK 45 DALAM MENDUKUNG AKUNTABILITAS

LAPORAN KEUANGAN DAN AKTIVITAS MASJID


NURRUZZAMAN UNIVERSITAS AIRLANGGGA

Oleh:
Irsyad Harvidiyan
NIM 041411331189
(Diajukan untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Mata Kuliah Metodologi Penelitian)

Latar Belakang
Organisasi masjid merupakan organisasi sektor publik atau organisasi nirlaba
yang mengelola sumber daya untuk kepentingan umat. Fungsi masjid tidak hanya
sebagai penyedia fasilitas peribadatan tetapi juga mempunyai fungsi sosial yaitu
sebagai pusat pembinaan umat. Berbeda dengan organisasi komersial atau profit
oriented , sumber pendanaan aktivitas masjid banyak berasal dari sumbangan sukarela
baik dari zakat, infaq, sedekah, wakaf, dan hibah yang semuanya dikelola untuk
kepentingan umat.
Pengurus masjid (tamir) diberikan kepercayaan untuk mengelola aktivitas
dan keuangan masjid. Tidak ada paksaan untuk menjadi tamir, motivasi untuk
menjadi tamir adalah karena perintah Al Quran. Karena mengelola dana dari umat,
pengurus masjid dituntut untuk amanah dalam mengelola dana tersebut. Masjid
terkadang menjadi sorotan masyarakat terkait pengelolaan dana yang dihimpunnya
dari umat sehingga memerlukan akuntabilitas yang tinggi dari pengurus masjid dalam
pelaporan kegiatan dan penggunaan dana umat.
Untuk menjaga akuntabilitas laporan keuangan organisasi sektor publik,
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menetapkan Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) nomor 45 yang diadopsi dari IFRS SME (International Financial
Reporting Standard for Small Medium Entreprises) sebagai pedoman pelaporan
keuangan organisasi sektor publik. Akuntablitas organisasi sektor publik menjadi
penting karena organisasi sektor publik tidak lepas dari kehidupan sehari-hari
masyarakat dan mempunyai peran yang nyata dalam peningkatan kesejahteraan
masyarakat.
Penelitian ini menekankan pada penerapan PSAK 45 pada pelaporan
keuangan masjid Nurruzaman Universitas Airlangga yang diharapkan akan
meningkatkan kualitas dan standar pelaporan yang sesuai dengan kebutuhan
pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Peneliti juga
mengharapkan peran aktif akuntan dalam memasyarakatkan penggunaan PSAK 45
dalam pelaporan keuangan organisasi keagamaan.
Kontribusi dari penelitian ini adalah diharapkan akan menjadi masukan
terhadap entitas sektor publik yang lain terutama entitas yang berbasis keagamaan
mengenai perlindungan terhadap kepentingan publik dimana disini yang
berkepentingan atas akuntabilitas pelaporan keuangan dan pelaporan aktivitas adalah
umat.

Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu mengenai penerapan PSAK 45 pada organisasi
keagamaan (Marsdenia, 2015), menunjukkan bahwa pelaporan keuangan dan
kegiatan masjid belum mengadopsi secara utuh pelaporan keuangan menurut PSAK
45 dan laporan keuangannya masih berupa book keeping yang sederhana.
Berdasarkan penelitian (Ibrahim, Handayani, 2009), secara umum masjid sudah
mengadopsi PSAK 45 pada komponen laporan keuangannya namun tidak bisa
menjadi konsumsi publik untuk laporan posisi keuangan dan memakai istilah yang
berbeda untuk laporan aktivitas menjadi laporan kalkulasi dan distribusi zakat.
Sedangkan pada gereja (Mamaesah, 2013) pengelola GMIM Efrata Sentra Sinode
belum menerapkan PSAK 45 dalam laporan keuangannya, dan hanya menyajikan
laporan keuangan dalam bentuk realisasi anggaran.
Pokok Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas terdapat beberapa permasalahan yang akan
dibahas oleh peneliti diantaranya;
a. Apakah masjid Nurruzzaman sudah melakukan pelaporan
pertanggungjawaban keuangan sesuai dengan standar PSAK 45?
b. Hambatan apa yang dihadapi oleh tamir (pengurus) masjid dalam
menerapkan PSAK 45 dalam laporan keuangannya?
c. Dengan pelaporan keuangan yang selama ini dilakukan masjid Nurruzzaman,
apakah sudah dapat menunjukkan akuntabilitas yang layak bagi publik?

TINJAUAN TEORITIS
Akuntansi dan Teologi
(Eliade,1959) dalam (Simanjuntak dan Januarsih, 2011) menyatakan bahwa
bagi seseorang yang religius, sudut pandangnya akan segala sesuatu akan didasari
oleh pemahaman spiritual, oleh karena itu praktek akuntansinya pun juga akan
dipengaruhi oleh dimensi spiritual, sebaliknya bagi seseorang yang tidak religius
maka sudut pandangnya adalah akuntansi merupakan ilmu yang terbebas dari
pengaruh dimensi spiritual.
Tata Kelola Entitas Keagamaan
Pengelolaan praktek keuangan dan kelembagaan entitas keagamaan seperti
masjid banyak didasari oleh kepercayaan (Trust Agency), dimana umat menyerahkan
dananya kepada pengurus masjid atas dasar kepercayaan. Sehingga menyebabkan
akuntabilitas dan transparansi dana tersebut masih belum memiliki bentuk yang baku.
Pada masjid dilakukan akuntansi sederhana dalam rangka adanya tuntutan
akuntabilitas, transaparansi yang menciptakan dilema karena adanya donatur yang
menyembunyikan identitasnya karena takut riya (simanjuntak et,al, 2011). Organisasi
nirlaba memiliki karakteristik yang unik dibandingkan organisasi profit oriented
sehingga PSAK 45 mengatur tentang pelaporan keuangan yang disajikan oleh
organisasi nirlaba tersebut.

Akuntabilitas Publik
Akuntabilitas merupakan tanggung jawab yang harus dipikul oleh penerima
mandat dalam proses pengelolaan sumber daya , pelaporan, dan segala aktivitas
dalam penggunaan sumber daya yang diamanahkan tersebut. (Mahmudi, 2005)
Masjid memperoleh sumber daya aktivitasnya dari umat sehingga
akuntabilitas pelaporan keuangan masjid menjadi penting demi
mempertanggungjawabkan aktivitasnya kepada umat, selain itu akuntabilitas juga
memperkecil persepsi yang kurang baik kepada pengurus masjid dalam mengelola
dan mengalokasikan dana umat.

METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan
menggunakan pendekatan studi kasus (Case Study) dimana penelitian dilakukan
karena adanya latar belakang dan kondisi tertentu dari suatu objek yang diteliti
kemudian menyimpulkan fenomena tersebut dengan metode yang ilmiah.

Rancangan Penelitian
Peneliti akan membandingkan laporan keuangan masjid Nurruzzaman dengan
laporan keuangan menurut PSAK 45 (revisi 2015) untuk mengetahui sejauh mana
penerapan PSAK 45 pada laporan keuangan masjid Nurruzzaman . Peneliti juga akan
melakukan wawancara mendalam terkait tujuan penelitian kepada ketua tamir,
bendahara maupun pengurus yang terkait dengan bidang keuangan dan pelaporan
aktivitas masjid untuk mengetahui kebijakan pelaporan keuangan yang dipakai oleh
pengurus . Selanjutnya peneliti juga akan melakukan wawancara terhadap donatur
potensial yang datanya peneliti peroleh dari laporan keuangan masjid Nurruzaman
untuk mengetahui penialaian donatur terhadap akuntabilitas laporan
pertanggungjawaban yang dilakukan oleh masjid Nurruzzaman selama ini.
Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian adalah masjid Nurruzzaman Universitas Airlangga kampus
B, Jl. Airlangga no. 4-5 Surabaya. Adapun waktu penelitian dilakukan mulai awal
bulan Mei s/d Juni, dan laporan keuangan yang digunakan adalah untuk tahun buku
2016. Peneliti memilih waktu penelitian dan tahun buku tersebut karena peneliti
menganggap bahwa laporan pertanggungjawaban untuk tahun buku 2016 telah
selesai dibuat oleh pengurus masjid.

Narasumber Penelitian
Narasumber dari penelitian ini adalah ketua tamir masjid, bendahara,
pengurus yang terkait dengan pelaporan keuangan masjid Nurruzzaman dan juga
donatur yang paling banyak memberikan sumbangan ke masjid Nurruzzaman
berdasarkan intensitas dan jumlah Hibbah. Peneliti memilih narasumber tersebut
berdasarkan penilaian peniliti (judgement sampling/purpossive sampling) berdasarkan
pihak yang paling terkait dengan pelaporan keuangan masjid.
Pengumpulan Data
Mengumpulkan data berupa proses wawancara dengan narasumber dengan
daftar pertanyaan yang sudah disiapkan. Wawancara dilakukan dengan waktu 25-30
menit untuk menggali informasi yang mendalam terkait kebijakan dan hambatan
pelaporan keuangan masjid Nurruzzaman. Peneliti juga akan menganalisa penerapan
PSAK 45 pada sistem pelaporan keuangan dan aktivitas masjid Nurruzzaman
berdasarkan laporan keuangan masjid Nurruzzaman dan dokumen-dokumen
pendukungnya.

Pengolahan Data
- Editing, melalui proses ini, data yang diperoleh dievaluasi apakah data yang
didapatkan sudah memadai dan sesuai.
- Pengelompokan Data, data berupa informasi yang sejenis akan
dikelompokkan berdasarkan kriteria untuk mempermudah peringkasan.
- Ringkasan Data, pada proses ini data yang sejenis atau dengan kelompok
yang sama akan diringkas (direduksi) berdasarkan kebutuhan yang ingin
dicapai dalam penelitian.
- Analisis Data, dilakukan analisis data dengan tujuan untuk menjawab tujuan
penelitian yang berasal dari hasil wawancara mendalam dengan narasumber.
Peneliti juga melakukan komparasi antara temuan informasi yang diperoleh
dari dokumen dan data pendukung dengan literatur yang relevan.
- Penyajian Data, atas data yang sudah diolah akan disajikan berupa narasi
sesuai dengan temuan peneliti dan juga informasi yang diperoleh dari
narasumber
- Proses Penelitian, proses penelitian dilakukan mulai bulan Mei sampai
dengan bulan Juni 2017. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan para
narasumber dan apabila memungkinkan akan dilakukan Focus Group
Discussion (FGD) dengan para narasumber. Selain itu peneliti juga melakukan
observasi langsung terhadap pelaporan pertanggungjawaban keuangan masjid
Nurruzzaman dan melakukan pengumpulan laporan keuangan dan dokumen-
dokumen pendukungnya.
Daftar Pustaka
Bastian, I. 2007. Akuntansi Yayasan dan Lembaga Publik. Yogyakarta: Erlangga.
Ibrahim Ridwan, Handayani Tri (2009). Penerapan PSAK 45 pada Baitul mal Propinsi
Nanggroe Aceh Darussalam. Jurnal Telaah & Riset Akuntansi : Vol. 2. No. 2 Juli
2009. Hal. 183-197

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 2000. Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba.


Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45. DSAK-IAI. Jakarta.
Maemesah, Melissa (2013). Penerapan PSAK 45 pada GMIM Efrata Sentrum Sonder
kaitannya dengan Kualitas Informasi Laporan Keuangan. Jurnal EMBA : Vol. 1
No.4 Desember 2013. Hal 1717-1728

Rizky, Diyani A(2013). Analisis Penerapan PSAK No.45 pada Yayasan Masjid Al Falah
Surabaya . Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 2 No. 7

Simanjuntak, D. Anzar dan Januarsi. 2011. Akuntanbilitas dan Pengelolaan


Keuangan di Masjid. Symposium Nasional Akuntansi XIV Aceh 2011.21-22
Juli.1-30.